Você está na página 1de 1

Bangga (di)Lulus(kan) semua?

Catatan untuk Felix Tan

Selama ini kita mengerti ketidaklulusan sebagai sebuah aib yang memalukan yang menandakan
ketidakmampuan siswa dalam mnyerap pelajaran. Padahal, ketidaklulusan juga menjadi kesempatan
bagi para siswa untuk memperbaiki aspek kognitif mereka. Itu berarti sekolah memiliki otoritas
untuk mennetukkan kelayakan untuk memasuki jenjang yang lebih tinggi. Jika sekolah melihat ada
siswa yang belum mampu secara kognitif, sekolah mempunyai hak untuk menahan dan kembali
mengulang proses yang ada untuk membantu siswa tersebut secara kognitif. Sekarang jika dipilih,
mana yang secara moral dapat dipertanggungjawabkan, pertama sekolah tidak meluluskan siswanya
karena masih ingin membantu siswa tersebut berkembang secara kognitif dan tidak terburu masuk
dalam jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau kedua, sekolah meluluskannya begitu saja dengan
mark up nilai secara besar-besaran walaupun sudah secara jelas mengetahui bahwa siswanya masih
memiliki kesulitan tertentu yang layak dibantu?

Lalu apakah salah jika sekolah tidak meluluskan siswa yang walaupun aspek lain mampu tapi secara
kognitif terbelakang dengan maksud menolong siswa tersebut secara kognitif? Apakah aspek
kognitif diabaikan dengan dalih ada dua aspek lain yang juga menentukan? Lalu apakah siswa
tersebut dibiarkan bgitu saja? Dan bukannya ini menunjukkan sikalp sekolah yang lepas tangan? Lalu
jika kelulusan berkaitan dengan aspek lainnya, apakah penentuan kelulusan juga melibatkan mereka
yang berperan penting atau bertanggung jawab terhadap aspek itu semisal guru BP dan juga guru
seni budaya?

Pengembalian wewenang penentuan kelulusan dari negara ke sekolah tidak serta merta berarti
bahwa semua siswa wajib (di)lulus(kan). Sebab apalah artinya jika kita mendapat kelulusan yang
dibangga-banggakan dengan angka deviasi (selisih antara UN dan US) yang cukup tinggi. Kita tidak
boleh mengorbankan tanggung jawab kita untuk memberikan pendidikan yang layak serta
berkelanjutan dengan prestise mendapat angka kelulusan yang tinggi bahkan sempurna.