Você está na página 1de 4

NAMA: ARIQ RABBANI SUTRISNO

KELAS: B
NIM: 1822041014
JURUSAN: PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

Awali Kerja Dengan Shalat Dhuha


Tubuh manusia memiliki ratusan tulang yang masing-masing dihubungkan dengan
persendian. Jumlah persendian dalam tubuh manusia adalah 360, sebagaimana
disebutkan oleh Rasulullah SAW dan dibenarkan oleh para dokter. Kita tidak bisa
membayangkan, bagaimana jika tulang-tulang yang ada dalam tubuh kita tersebut
tidak dihubungkan dengan persendian. Atau salah satu persendian tersebut tidak bisa
menjalankan fungsinya dengan baik. Maka, tidak ada yang mengetahui betapa
besarnya nikmat ini kecuali orang yang telah kehilangan nikmat tersebut.

Shadaqah tanpa harta

Setiap hari, persendian kita mempunyai kewajiban untuk bershadaqah sebagai


realisasi syukur kita kepada Allah, Dzat yang telah menciptakannya. Caranyapun
beragam sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah SAW,

"Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bershadaqah setiap harinya sejak


matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang yang
berselisih adalah shadaqah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau
mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah shadaqah. Berkata
yang baik juga termasuk shadaqah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk
menunaikan shalat adalah shadaqah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari
jalan adalah shadaqah." (HR. Bukhari dan Muslim)

“Begitu berat dan lelahnya kita jika harus melakukan berbagai amal tersebut setiap
harinya. Sehingga para sahabatpun bertanya, "Siapa yang sanggup melakukan,
wahai Rasulullah?" Maka beliau menjawab, "Jika ia tidak mampu, maka dua
rakaat Dhuha sudah mencukupinya." (HR Ahmad Abu Dawud)
Rasulullah SAW memberikan kemudahan kepada umatnya, bahwa semua shadaqah
yang dilakukan oleh anggota badan tersebut dapat diganti dengan dua rakaat shalat
Dhuha, karena shalat merupakan amalan semua anggota badan. Jika seseorang
mengerjakan shalat, maka setiap anggota badan menjalankan fungsinya masing-
masing. Demikian penjelasan yang disebutkan oleh Ibnu Daqiqil'Ied.

Jumlah raka'at Dhuha minimal adalah 2 raka'at sedangkan maksimalnya adalah 8


raka'at. Dengan menjalankan 2 raka'at Dhuha, kita telah melaksanakan salah satu
wasiat Rasulullah SAW. Abu Hurairah berkata, "Kekasihku, Rasulullah SAW
berwasiat kepadaku dengan tiga perkara: puasa selama tiga hari setiap bulannya, dua
raka'at shalat Dhuha, dan mengerjakan shalat witir sebelum aku tidur." (Muttafaq
'Alaihi)

Keutamaan shalat dhuha

Meskipun bernilai sunnah, shalat ini mengandung banyak fadhilah (keutamaan),


namun tidak banyak dari kita yang memperhatikannya. Diantaranya sebagaimana
yang diriwayatkan oleh Abu Darda' ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Allah ta'ala
berfirman, "Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat pada permulaan
hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu pada sore harinya." (HR.Tarmidzi)

At Thayyibi menerangkan bahwa dengan mengerjakan empat rak'at di pagi hari, Allah
akan mencukupi kebutuhan-kebutuhan kita dan menjauhkan kita dari semua yang
tidak kita inginkan hingga sore hari. Fadhilah lainnya, orang yang mengerjakannya
dimasukkan dalam golongan orang-orang yang kembali kepada Allah. Karena shalat
Dhuha adalah shalat awwabin, shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah
(bertaubat). Dalam hadits lain Rasulullah SAW menyebutkan bahwa pahala orang
yang mengerjakan shalat Dhuha seperti orang yang mengerjakan umrah.
Menjadi kaya dengan shalat dhuha?

Ada diantara kaum muslimin yang begitu bersemangat mengerjakan shalat dhuha.
Namun ironisnya ketika mereka melaksanakan shalat wajib, justru malas-malasan dan
hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban saja. Shalat subuh dikerjakan jam
enam pagi dan salat asar hanya kalau sempat saja. Penyebabnya, ada tujuan lain ketika
mereka mengerjakannya yaitu ingin mendapatkan balasan di dunia, biar lancar
rezekinya dan menjadi orang yang kaya raya. Sehingga doa-doa yang
dipanjatkannyapun hanya dengan kelancaran rizki. Demikian fenomena yang sering
kita dapatkan di masyarakat. Dunia, mungkin saja mereka peroleh. Boleh jadi akan
semakin lancar rizkinya dan karirnya terus meningkat. Namun apa yang mereka
peroleh di akhirat? Qatadah ketika menafsirkan surat Hud: 15-16, ia berkata, "Barang
siapa yang dunia adalah tujuannya, dunia yang selalu dia cari-cari dengan amalan
shalehnya, maka Allah akan memberikan kebaikan kepadanya di dunia. Namun ketika
di akhirat, dia tidak akan memperoleh kebaikan apa-apa sebagai alasan untuknya.
Adapun seorang mukmin yang ikhlas dalam beribadah (yang hanya mengharapkan
wajah Allah), selain akan mendapatkan balasan di dunia dia juga akan mendapatkan
balasannya di akhirat."

Luangkan waktu

Waktu pelaksanaan shalat Dhuha adalah ketika matahari mulai naik sepenggalan, kira-
kira seperempat jam setelah matahari terbit hingga waktu zawal (matahari tergelincir).
Dan waktu yang paling afdhal adalah ketika matahari mulai panas.

Memang, tidak mudah untuk melaksanakan shalat Dhuha. Karena waktunya


bertepatan dengan jam-jam dimulainya aktivitas keseharian, orang sibuk bekerja
mencari rezki pada waktu tersebut. Namun, sesempit apapun waktu kita karena
aktivitas sehari-hari, jika kita luangkan waktu sejenak untuk mengerjakan shalat
Dhuha, Insya Allah tidak akan mengurangi jatah rizki yang telah ditentukan untuk
kita. Kalau toh meluangkan waktu pada waktu tersebut tidak memungkinkan pula,
karena peraturan perusahaan yang begitu ketat dan mengikat, shalat Dhuha bisa kita
kerjakan sebelum masuk jam kerja. Nah, mari awali kerja kita dengan melaksanakan
shalat Dhuha.

Você também pode gostar