Você está na página 1de 2

1.

VAS (Visual Analog Scale)


VAS digunakan untuk mengukur kwantitas dan kwalitas nyeri yang pasien
rasakan, dengan menampilkan suatu kategorisasi nyeri mulai “tidak nyeri, ringan,
sedang, atau berat”.
Secara operasional VAS umumnya berupa sebuah garis horizontal atau vertical,
Panjang 10 cm (100 mm), seperti yang diilustrasikan pada gambar. Pasien menandai
garis dengan memberikan sebuah titik yang mewakili keadaan nyeri yang dirasakan
pasien saat ini, dalam 24 jam terakhir.
Dengan menggunakan sebuah penggaris atau mistar, skor VAS ditentukan
dengan menentukan jarak di atas gari 10 cm dari titi “tidak nyeri”ke titik yang ditandai
oleh pasien, dengan range skor dari 0-100 mm. Skor yang lebih tinggi mengindikaskan
intensitas nyeri lebih besar. Sebagai alat ukur, VAS jelas bersifat subjective,
menghasilkan data interval dengan nilai-nilai rasio yang subjective pula.

2. MMT
Test kekuatan otot digunakan untuk menentukan fungsi capability dari suatu
otot atau sekelompok otot dalam menyiapkan gerakan serta kemampuannya
sebagai stabilisator aktif dan support.
Kecurigaan adanya penurunan kekuatan otot dapat ditest dan diukur melalui
pendekatan Manual Muscle Testing (MMT) sebagai langkah mudah untuk
menentukan otot atau gerakan yang dipengaruhi dan level weaknes yang terjadi.
MMT adalah sebuah metode untuk menilai fungsi dan kekuatan dari
individual otot dan sekelompok otot berdasarkan kemampuan dalam
menghasilkan suatu gerakan terkait gaya gravitasi dan tahanan manual melalui
ROM yang ada.

3. Joint Range of Motion (ROM)

Joint Range of Motion adalah lengkungan yang terbentuk melalui gerakan


aktif dan pasif pada sendi atau serangkaian sendi dengan menghasilkan sudut
gerak.

Fisioterapis menggunakan tes dan pengukuran Joint-ROM untuk menilai


biomekanik dan arthrokinematik dari suatu persendian, termasuk fleksibilitas dan
karakteristik gerakan. Kehilngan Joint-ROM dikaitkan dengan gangguan fungsi
dalam banyak kasus. Respon dimonitoring pada saat istirahat, selama kegiatan,
dan setelah aktivitas yang dapat mengindikasikan kehadiran atau beratnya
impairment, activity limitation, dan participation restriction. Test dan pengukuran
ROM dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut Goniometer.