Você está na página 1de 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Perumusan masalah

1. Adakah pengaruh Modal Kredit Terhadap Kelangsungan usaha?

1.3 Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk :

Agar kita mengetahui adakah pengaruh modal kredit terhadap kelangsungan usaha.

1.4 Manfaat

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan informasi :

1. Para pengusaha untuk mengembangkan usahanya.

2. Pihak Universitas Papua dalam rangka pengembangan ilmu.

1
BAB II

KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS

2.1 Modal

a. Pengertian Modal

Pengertian modal usaha menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

dalam Listyawan Ardi Nugraha (2011:9) “modal usaha adalah uang yang

dipakai sebagai pokok (induk) untuk berdagang, melepas uang, dan

sebagainya; harta benda (uang, barang, dan sebagainya) yang dapat

dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang menambah kekayaan”.

Modal dalam pengertian ini dapat diinterpretasikan sebagai sejumlah uang

yang digunakan dalam menjalankan kegiatan-kegiatan bisnis. Banyak

kalangan yang memandang bahwa modal uang bukanlah segala-galanya

dalam sebuah bisnis. Namun perlu dipahami bahwa uang dalam sebuah usaha

sangat diperlukan. Yang menjadi persoalan di sini bukanlah penting tidaknya

modal, karena keberadaannya memang sangat diperlukan, akan tetapi

bagaimana mengelola modal secara optimal sehingga bisnis yang dijalankan

dapat berjalan lancar (Amirullah, 2005:7).

Menurut Bambang Riyanto (1997:19) pengertian modal usaha sebagai

ikhtisar neraca suatu perusahaan yang menggunakan modal konkrit dan modal

abstrak. Modal konkrit dimaksudkan sebagai modal aktif sedangkan modal

abstrak dimaksudkan sebagai modal pasif.

2
b. Manfaat Modal

a) Mempermudah pendirian perusahaan baru

Salah satu kesulitan pendirian usaha baru adalah adanya kesulitan

memperoleh modal. Dengan adanya modal ventura, kendala dapat

dihilangkan.

b) Membantu perkembangan perusahaan

Perusahaan yang sedang mengadakan ekspansi membutuhkan dana

yang besar dan dana ini tak selalu tersedia secara cukup. Modal

ventura dapat mengatasi kesulitan ini denan keikutsertaannya dalam

permodalan perusahaan.

c) Meningkatkan investasi

Dalam sebuah ekonomi yang sedang berkembang sangat dibutuhkan

investasi. Dengan adanya pendirian usaha baru yang dipermudah oleh

modal ventura tingkat investasi akan meningkat.

d) Memperlancar alih teknologi

Teknologi yang dimiliki perusahaan belum tentu teknologi yang

terbaik sementara untuk memperoleh teknologi yang terbaik tersebut

dibuuhkan dana yang cukup besar. Modal ventura berfungsi

membantu mendapatkan teknologi tersebut dengan memberikan

suntikan dana bagi perusahaan tersebut.

3
c. Jenis-jenis modal

Jenis-jenis modal menurut Bambang Riyanto (1993) terdiri dari :

1. Modal Asing/Utang :

Modal asing adalah modal yang berasal dari luar perusahaan yang

sifatnya sementara bekerja di dalam perusahaan, dan bagi perusahaan yang

bersangkutan modal tersebut merupakan utang yang pada saatnya harus

dibayar kembali. Selanjutnya modal asing atau utang ini dibagi lagi

menjadi tiga golongan yaitu :

a) Modal asing/utang jangka pendek (short-term debt) yaitu jangka

waktunya pendek berkisar kurang dari 1 tahun

b) Modal asing/utang jangka menengah (intermediate- term debt)

dengan jangka waktu antara 1 sampai 10 tahun.

c) Modal asing/utang jangka panjang (long- term debt) dengan jangka

waktu lebih dari 10 tahun.

2. Modal Sendiri

Modal sendiri adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan

yang tertanam di dalam perusahaan untuk waktu yang tidak tertentu

lamanya. Oleh karena itu modal sendiri ditinjau dari sudut likuiditas

merupakan “dana jangka panjang yang tidak tertentu likuiditasnya.

Modal sendiri yang berasal dari sumber intern (dari dalam perusahaan)

yaitu modal yang dihasilkan sendiri di dalam perusahaan dalam bentuk

keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Modal sendiri yang berasal dari

sumber ekstern ialah modal yang berasal dari pemilik perusahaan yang

bentuknya tergantung dari bentuk hukum perusahaan.

4
d. Sumber Modal

Sumber Dana untuk modal:

a. Modal usaha sendiri

Modal yang berasal dari modal sendiri bisa menggunakan tabungan

dan asset berharga untuk di jual sebgai modal usaha untuk

menunjang berkembangnya suatau usaha yang di jalani.

b. Pinjaman dari lembaga keuangan

Lembaga keuangan di sini maksudnya lembaga BANK dan non

BANK yang bergerak simpan pinjam,dengan cara mengajukan

permohonan pinjaman dana atau modal sebagai tambahan modal

usaha

c. Program Pemerintah

Untuk program sumber modal dari pemerintah tentunya dalam

bentuk pinjaman lunak bergulir, ini bisa jadi peluang sebagai

sumber modal usaha

d. Perusahaan besar dan perusahaan multi nasional

Perusahaan pemerintah dan swasta tentunya punya angaran

tersendiri dalam memberdayakan ekonomi rakyat sekitar yang

bertempat perusahaan itu berinvestasi ini bisa menjadi peluang

untuk mendapatkan modal usaha secara bergulir

e. Kerja sama

Sistem permodalanan kerja sama dalam usaha beberapa tahun

terakhir paling banyak di minati pengusaha kecil.Dengan

meyakinkan peluang usaha yang di jalankan akan menghasilkan

profit di masa mendatang serta bisa berkembang dengan pesat.

5
2.2 Kredit

a. Pengertian Kredit

Salah satu cara untuk memperoleh modal adalah dengan kredit. Kredit

merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau

badan usaha untuk meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya

kembali dalam jangka waktu yang ditentukan. UU No. 10 tahun 1998

menyebutkan bahwa kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat

dipersamakan dengan itu,berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam

meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam

untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian

bunga. Jika seseorang menggunakan jasa kredit, maka ia akan dikenakan

bunga tagihan.

Ketika bank memberikan pinjaman uang kepada nasabah, tentu saja

bank mengharapkan uangnya kembali. Untuk memperkecil resiko, dalam

memberikan

kredit bank harus mempertimbangkan beberapa hal yang terkait dengan itikad

baik dan kemampuan membayar nasabah untuk melunasi kembali pinjaman

beserta bunganya. Hal-hal tersebut terdiri dari karakter, kapasitas, modal,

jaminan dan keadaan perekonomian.

a. Karakter merupakan watak, sifat, kebiasaan debitur (pihak yang

berutang)sangat berpengaruh pada pemberian kredit. Kreditur (pihak

pemberi utang) dapat meneliti apakah calon debitur masuk ke dalam

Daftar Orang Tercela (DOT) atau tidak. Untuk itu kreditur juga dapat

meneliti biodatanya dan informasi dari lingkungan usahanya.

6
b. Kapasitas adalah berhubungan dengan kemampuan seorang debitur

untuk mengembalikan pinjaman. Untuk mengukurnya, kreditur dapat

meneliti kemampuan debitur dalam bidang manajemen, keuangan,

pemasaran, dan lain-lain.

c. Dengan melihat banyaknya modal yang dimiliki debitur atau melihat

berapa banyak modal yang ditanamkan debitur dalam usahanya,

kreditur dapat menilai modal debitur. Semakin banyak modal yang

ditanamkan, debitur akan dipandang semakin serius dalam

menjalankan usahanya.

d. Jaminan dibutuhkan untuk berjaga-jaga seandainya debitur tidak dapat

mengembalikan pinjamannya. Biasanya nilai jaminan lebih tinggi dari

jumlah.

e. Keadaan perekonomian di sekitar tempat tinggal calon debitur juga

harus diperhatikan untuk memperhitungkan kondisi ekonomi yang

akan terjadi di masa datang. Kondisi ekonomi yang perlu diperhatikan

antara lain masalah daya beli masyarakat, luas pasar, persaingan,

perkembangan teknologi, bahan baku, pasar modal, dan lain

sebagainya.

b. Manfaat Kredit

Manfaat kredit sebgai berikut:

1. Kredit dapat meningkatkan daya guna daru modal

2. Kredit dapat meningkatkan daya guna suatu barang

3. Kredit sebagai alat stabilitas ekonomi

4. Kredit sebagai jembatan untuk meningkatkan pendapatan nasional

7
2.3 Kelangsungan Usaha

Kelangsungan usaha yaitu umur usaha atau lamanya usaha tersebut

Menurut Poerwadarminta (2003:1338) definisi umur adalah lama waktu hidup

atau ada (sejak dilahirkan atau diadakan). Sedangkan dalam undang-undang no.8

tahun 1997 perusahaan didefinisikan sebagai berikut:

“Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap

dan terus menerus dengan tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba , baik

yang diselenggarakan oleh orang perorangan, maupun badan usaha yang

berberentuk badan hukum atau bukan badan hukum, yang didirikan dan

berkedudukan di wilayah Indonesia”.

Dari kedua pengertian terpisah tersebut dapat diketahui bahwa definisi dari

umur perusahaan adalah lama waktu hidup atau ada suatu oraganisasi atau bentuk

usaha yang bergerak dalam bisnis dan memiliki tujuan memperoleh keuntungan atau

laba.

Menurut Widiastuti (2002) dalam Rahmawati (2012:187) menyatakan bahwa:

“Umur perusahaan dapat menunjukkan bahwa perusahaan tetap eksis dan

mampu bersaing”.

Sedangkan menurut Ulum (2009:173) umur dalam suatu perusahaan adalah:

Bagian dari dokumentasi yang menunjukkan tentang apa yang tengah dan yang akan

diraih oleh perusahaan Nugroho (2012) mendefinisikan umur perusahaan sebagai

berikut:

8
“Umur perusahaan merupakan awal perusahaan melakukan aktivitas

operasional hingga dapat mempertahankan going concern perusahaan tersebut

atau mempertahankan eksistensi dalam dunia bisnis”.

Harry (2011:4) mengemukakan bahwa persero memiliki umur yang tidak

terbatas, sesuai dengan asumsi kesinambungan usaha/going consern. Artinya umur

perusahaan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan

kesinambungan usahanya.

Berdasarkan beberapa definisi tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa

kelangsungan usaha yaitu umur perusahaan adalah lamanya waktu hidup suatu

perusahaan yang menunjukkan bahwa perusahaan tetap eksis, mampu bersaing dalam

dunia usaha dan mampu mempertahankan kesinambungan usahanya serta merupakan

bagian dari dokumentasi yang menunjukan tujuan dari perusahaan tersebut.

2.4 Hipotesis

Berdasarkan Uraian diatas dan kerangka hubungan variabel, maka hipotesis

yang dibagun adalah :

H0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara pemberian modal kredit terhadap

kelangsungan usaha.

H1 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian modal kredit terhadap

kelangsungan usaha.

9
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan Di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat.

Kabupaten yang merupakan ibu kota Provinsi Papua Barat menjadi daerah yang baik

untuk mengembangkan usaha, dibeberapa bidang antara lainnya usaha warung.

3.2 Metode dan Teknik Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan

teknit studi kasus. Sebagai kasus dalam penelitian ini adalah pengusaha warung

makan.

3.3 Subjek Penelitian

Subjek Penelitian ini adalah pegusaha warung yang berada di kabupaten

manokwari provinsi papua barat khususnya di wilayah wosi.

3.4 Metode Pengupulan Data

Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer. Data primer merupakan data

yang diperoleh dari para pengusaha warung di wilayah wosi. Data ini diperoleh dengan

wawancara, menggunakan kuisioner.

3.5 Metode Pengambilan Contoh

Metode pengambilan contoh yang digunakan adalah mengambil secara acak 30

pengusaha warung makan khususnya diwilayah wosi.

10
3.6 Metode Analisis Data

Data yang diperoleh menggunakan metode analisis deskriptif dan metode analisis

regresi. Metode Deskriptif yaitu metode yang menggambarkan atau mnguraikan hasil

penelitian mengenai penggungkapan berupa narasi grafik maupun gambar dan metode

analisis regresi adalah alat untuk meramalkan nilai pengaruh dua variabel bebas atau

lebih terhadap satu variabel terikat (untuk membuktikan ada tidaknya hubungan

fungsional atau hubungan kausal antara dua atau lebih variabel bebas).

11
DAFTAR PUSTAKA

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&

ved=0CCEQFjAA&url=http%3A%2F%2Fshabri-

prayogi.blogspot.com%2F2013%2F03%2Fpenjelasan-tentang-modal-usaha-

tugas.html&ei=df1yVb_ALpSduQSem4PADw&usg=AFQjCNGL6owQowdrui2nT1OXhI8P

xQQHeA&bvm=bv.95039771,d.c2E

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/716/jbptunikompp-gdl-fitriamaya-35760-5-unikom_f-i.pdf

http://eprints.uny.ac.id/8760/3/bab%202%20-08404244001.pdf

http://digilib.unpas.ac.id/files/disk1/54/jbptunpaspp-gdl-gianikusni-2692-1-skripsi.pdf

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/542/jbptunikompp-gdl-nomiandriy-27081-6-12.uniko-

i.pdf

https://gultomhans.wordpress.com/2013/01/08/metode-analisa-data

12