Você está na página 1de 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Gagal ginjal kronik merupakan kegagalan fungsi ginjal (unit nefron)

yang berlangsung perlahan-lahan karena penyebab berlangsung lama dan

menetap yang mengakibatkan penumpukan sisa metabolik (toksik uremik)

sehingga ginjal tidak dapat memenuhi kebutuhan biasa lagi dan

menimbulkan gejala sakit (Yuli Aspiani, 2015).

Diet memegang peranan penting dalam penatalaksaan gagal ginjal

kronik. Diet yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Masukan

protein harus dikurangi sampai suatu taraf tertentu, pengurangan ini

berdasarkan pada kemampuan ginjal untuk mengekskresikan garam yang ada

hubungannya dengan metabolisme protein (Mary E. Back, 2011).

Asupan protein sangat diperlukan mengingat fungsinya dalam

tubuh. Pengaruh asupan protein memegang peranan yang penting dalam

penanggulangan gizi penderita gagal ginjal kronik akibat gejala sindrom

uremik yang disebabkan karena menumpuknya katabolisme protein tubuh.

Semakin baik asupan protein, semakin baik dalam mempertahankan status

gizinya. Pengaturan diit rendah protein pada pasien gagal ginjal kronik

diperlukan untuk mencapai status gizi yang baik (Nihayah, 2012).

Menurut Hill et al, pada tahun 2016 prevalensi global penyakit ginjal

kronik sebesar 13,4% dengan 48% diantaranya mengalami penurunan fungsi

ginjal dan tidak menjalani dialisis dan sebanyak 96% orang dengan kerusakan
ginjal atau fungsi ginjal berkurang tidak sadar bahwa dirinya memiliki

penyakit ginjal kronik (Nurseline Journal, 2018)

Berdasarkan Riskesdas tahun 2018, prevalensi gagal ginjal kronik

berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia pada usia lebih dari 15 tahun

sebanyak 3,8%. Prevalensi kejadian gagal ginjal kronik lebih banyak terjadi

pada laki-laki yaitu sebanyak 4,17%, sedangkan pada perempuan sebanyak

3,52%. Prevalensi kejadian gagal ginjal kronik di Provinsi Banten sebanyak

2,3% (Riskesdas, 2018).

Berdasarkan data rekam medik pasien tahun 2017 diruang Cempaka

RSUD dr. Dradjat Prawiranegara menunjukkan bahwa penderita yang

mengalami gagal ginjal kronik sebanyak 312 pasien (Rekam Medik ruang

Cempaka, 2017).

Berdasarkan permasalan tersebut, maka penulis tertarik untuk

melakukan penelitian tentang Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gagal Ginjal

Kronik dengan Pengetahuan terhadap Pemenuhan Kebutuhan Diit Rendah

Protein di Ruang Penyakit Dalam RSUD dr. Dradjat Prawiranegara

Kabupaten Serang Tahun 2018.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka

rumusan masalah penelitian adalah bagaimanakah Asuhan Keperawatan Pada


Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Pemenuhan Kebutuhan Diit Rendah

Protein di Ruang Penyakit Dalam RSUD dr. Dradjat Prawiranegara

Kabupaten Serang Tahun 2018?

1.3. Tujuan Penelitian

1.3.1. Tujuan Umum

Mengetahui gambaran Asuhan Keperawatan Gagal Ginjal Kronik

dengan Pemenuhan Kebutuhan Diit Rendah Protein di Ruang Penyakit

Dalam RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Kabupaten Serang Tahun

2018.

1.3.2. Tujuan Khusus

1. Melaksanakan pengkajian pada pasien gagal ginjal kronik dengan

Pemenuhan Kebutuhan Diit Rendah Protein di Ruang Penyakit

Dalam RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Kabupaten Serang Tahun

2018.

2. Melaksanakan diagnosa pada pasien gagal ginjal kronik dengan

Pemenuhan Kebutuhan Diit Rendah Protein di Ruang Penyakit

Dalam RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Kabupaten Serang Tahun

2018.

3. Melaksanakan intervensi pada pasien gagal ginjal kronik dengan

Pemenuhan Kebutuhan Diit Rendah Protein di Ruang Penyakit

Dalam RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Kabupaten Serang Tahun

2018.
4. Melaksanakan implementasi pada pasien gagal ginjal kronik dengan

Pemenuhan Kebutuhan Diit Rendah Protein di Ruang Penyakit

Dalam RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Kabupaten Serang Tahun

2018.

5. Melaksanakan evaluasi pada pasien gagal ginjal kronik dengan

Pemenuhan Kebutuhan Diit Rendah Protein di Ruang Penyakit

Dalam RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Kabupaten Serang Tahun

2018.

6. Melaksanakan dokumentasi keperawatan pada pasien gagal ginjal

kronik dengan Pemenuhan Kebutuhan Diit Rendah Protein di Ruang

Penyakit Dalam RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Kabupaten Serang

Tahun 2018.

1.4. Manfaat Penelitian

1.4.1. Bagi Rumah Sakit

Membudayakan pengelolaan pasien Gagal Ginjal Kronik dalam

pemenuhan intake kebutuhan diit rendah protein dalam tubuh.

Membantu meningkatkan mutu pelayanan dalam melaksanakan

gambaran Asuhan Keperawatan Pada Paien Gagal Ginjal Kronik

dengan Pemenuhan Kebutuhan Diit Rendah Protein.


1.4.2. Bagi Program Studi Diploma 3 Keperawatan Universitas Sultan

Ageng Tirtayasa

Sebagai salah satu sumber informasi dan meningkatkan

keleluasaan ilmu pengetahuan dan teknologi terapan bidang

keperawatan dalam Pemenuhan Kebutuhan Diit Reandah Protein pada

pasien Gagal Ginjal Kronik.

1.4.3. Bagi Peneliti

Memperoleh pengalaman dalam melaksanakan penelitian tentang

pelaksanaan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik

dengan Pemenuhan Kebutuhan Diit Reandah Protein pada pasien Gagal

Ginjal Kronik.