Você está na página 1de 13

LAPORAN PENDAHULUAN

A. Konsep ANC
1. Definisi
Antenatal care (ANC) adalah pelayanan yang diberikan oleh perawat kepada wanita
selama hamil, misalnya melakukan pemantauan kesehtan secara fisik, psikologis,
termasuk pertumbuhan dan perkembangan janin serta untuk mempersiapkan proses
persalinan dan kelahiran supaya ibu siap menghadapi peran baru orang tua. Kunjungan
ibu hamil dengan tenaga kesehatan dilakukan untuk mendapatkan pelayanan ANC sesuai
standar yang ditetapkan.Istilah kunjungan tidak hanya mengandung arti bahwa ibu hamil
yang berkunjung ke fasilitas pelayanan.Namun setiap kontak tenaga kesehtan, baik
posyandu, polindes, atau kunjungn rumah dapat dianggap sebagai kunjungan ibu hamil
(Wagiyo & Putono, 2016).
Antenatal care adalah pengawasan kehamilan untuk mengetahui kesehatan umum
ibu, menegakkan secara dini penyakit yang menyertai kehamilan meneggakan secara dini
komplikasi dan menetapkan risiko kehamilan. Asuhan antenatal juga untuk menyiapkan
persalinan menuju well born baby dan well health mother, mempersiapkan perawatan
bayi dan laktasi, serta memulihkan kesehatan ini yang optimal saat akhir kala nifas
(Manuaba, 2009).
2. Tujuan ANC
Secara khusus asuhan antenatal bertujuan untuk
a. Mengenal dan menangani sedini mungkin penyulit yang terdapat saat kehamilan,
persalinan, dan nifas
b. Memberi nasihat dan petunjuk yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, kala
nifas, laktasi dan aspek keluarga berencana
c. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal
d. Mengenal dan menangani penyakit yang menyertai kehamilan, persalinan dan kal
nifas (Yulaikhah, 2009)
3. Jadwal Pemeriksaan ANC
a. Trimester I dan II
1) Pemeriksaan setiap bulan sekali
2) Diambil data tentang laboratorium
3) Pemeriksaan USG
4) Nasehat diet tentang diet seimbang, tambahan protein ½ gr/KgBB, satu telur/hari
5) Observasi adanya penyakit yang dapat mempengaruhi kehamilan, komplikasi
kehamilan.
6) Rencana untuk pengobatan penyakitnya, menghindari terjadinya komplikasi
kehamilan dan imunisasi tetanus I.
b. Trimester III
1) Setiap 2 minggu sekali sampai ada tanda kelahiran
2) Evaluasi data laboratorium untuk melihat hasil pengobatan
3) Diet seimbang
4) Pemeriksaan USG
5) Imuniasasi tetanus II
6) Observasi adanya penyakit yang menyertai kehamilan, komplikasi kehamilan
trimester ke III
7) Rencana pengobatan
8) Nasehat tentang tanda-tanda inpartu, kemana harus datang untuk melahirkan.
Jadwal melakukan pemeriksaan antenatal care sebanyak 12-13 kali selam
hamil.Keuntungan ANC sangat besar karena dapat mengetahui berbagai resiko dan
komplikasi hamil sehingga dapat diarahkan untuk melakukan rujukan ke RS.

4. Tanda dan gejala :


a. Tanda presumsi
1) Subyektif

- Amenorrhea, dapat disebabkan oleh: gangguan endokrin, abnormalitas sistem


saraf, penyakit infeksi, anemia, obstruksi servikal, atau ketegangan emosi
- Kelemahan/dan keletihan, dapat diakibatkan karena anemia atau infeksi.
- Mual dan muntah (morning sickness), merupakan respon awal tubuh terhadap
tingginya kadar progesteron, dapat disebabkan karena gangguan pada saluran
cerna atau alergi. Terjadi antara minggu ke-2-6 dan menghilang pada minggu
ke-12.
- Perubahan payudara, terasa penuh dan nyeri, hiperpigmentasi areola mammae,
perubahan nipple, sekresi kolostrum, pelebaran vena.
- Peningkatan sekresi berkemih, kongesti darah pada organ-organ pelvik
meningkatkan sensitivitas jaringan, tekanan karena pembesaran uterus
menstimulasi saraf dan mentrigger keinginan untuk berkemih selama hamil.
Dapat pula disebabkan oleh penyakit infeksi saluran kencing, trauma dan
pertumbuhan tumor vesika urinaria.
- Perubahan mood: letih, pusing, sakit kepala.
- Leukorea Quickening, Sensasi adanya gerakan dapat dirasakan pada minggu
ke- 22 pada primipara dan minggu ke-20 pada multipara.

2) Obyektif (probabilitas)

- Perubahan fisiologi dan anatomi


- Peningkatan temperatur basal tubuh (basal body temperature)
- Perubahan kulit: Striae gravidarum dan pigmentasi (kloasma, linea nigra)
- Perubahan payudara
- Pembesaran abdomen
- Perubahan rahim dan vagina

b. Tanda kemungkinan hamil


Merupakan tanda-tanda yang dapat diobservasi oleh pemeriksa.Bila digabung dengan
tanda dan gejala presumsi, maka tanda kemungkinan memberi dugaan kuat adanya
kehamilan. Tandanya meliputi:

1) Pembesaran rahim
2) Uterin shouffle adalah goyangan, desiran nadi yang terdengar di atas uterus ibu
hamil.
3) Kontraksi Braxton Hicks
4) Ballotement, pantulan yang terjadi ketika bayi pemeriksa mengetuk janin yang
mengapung dalam uterus, menyebabkan janin berenang menjauh dan kemudian
kemudian kembali ke posisinya semula.
5) Hegar sign : melunaknya segmen bawah rahim
6) Goodell sign : melunaknya serviks.
7) Test kehamilan positif.

c. Tanda positif kehamilan (absolut)

1) Terlihat bentuk tubuh janin melalui USG dan rangka janin pada X-Ray
2) Terdengar detak jantung janin
3) Teraba bagian-bagian janin
4) Teraba gerakan janin.

5. Penatalaksanaan
a. Diet dan Pengawasan Berat Badan
Wanita hamil dan menyusui harus betul-betul mendapat perhatian susunan dietnya,
terutama mengenai jumlah kalori, protein yang berguna untuk pertumbuhan janin dan
kesehatan ibu.Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia, abortus, perdarahan
pasca persalinan dan sebagainya.Sedangkan makanan berlebihan karena dianggap
untuk 2 orang (ibu dan janin), dapat mengakibatkan komplikasi seperti gemuk, pre-
eklamsi, janin besar dan sebagainya (Mochtar, 19998).Anjurkan wanita tersebut
makan secukupnya saja. Bahan makanan tidak perlu mahal, akan tetapi cukup
mengandung protein baik hewani maupun nabati. Seperti diketahui, kebutuhan akan
gizi selama kehamilan meningkat. Adapun kebutuhan ini dipergunakan untuk
pertumbuhan plasenta, pertambahan volume darah, mammae yang membesar, dan
metabolisme basal yang meningkat. Sebagai pengawasan akan kecukupan gizi ini
dapat dipakai kenaikan berat badan wanita hamil tersebut. Kenaikan berat badan
wanita hamil rata-rata 6,5 kg sampai 16 kg
b. Obat-obatan
Jangan memberikan obat yang tidak perlu benar, terutama pada triwulan I dan II
kehamilan. Ada obat yang teratogenik sehingga dapat menimbulkan kelainan
teratogenik pada janin, misalnya thalidomide, yang sekarang telah ditarik dari
peredaran
c. PerawatanGigi
Pada triwulan pertama wanita hamil mengalami enek dan muntah (morning
sickness).Keadaan ini menyebabkan perawatan gigi tidak diperhatikan dengan baik,
sehingga timbul karies, gingivitis, dan sebagainya.Bila kerusakan gigi ini tidak
diperhatikan dengan baik, hal itu dapat mengakibatkan komplikasi, seperti nefritis,
septicemia sepsis peurperalis, oleh karena infeksi di rongga mulut, misalnya pulpitis
yang telah menahun, dapat menjadi sarang infeksi yang dapat menyebar kemana-
mana. Maka dari itu bila keadaan mengijinkan, tiap wanita hamil harus memeriksakan
giginya secara teratur sewaktu hamil
d. Imunisasi
Tiap wanita hamil yang akan berpergian ke luar negeri dan di dalam negeri dibolehkan
mengambil vaksinasi ulangan terhadap cacar, kolera, dan tifus. Dahulu di Indonesia
pencacaran merupakan suatu keharusan, maka untuk wanita hamil pencacaran
merupakan pencacaran ulang dan tidak membahayakan.Tapi bila ada wabah, maka
pencacaran walaupun untuk pertama kali tetap dilakukan untuk melindungi ibu dan
janin.Virus vaksin dapat melintasi plasenta dan dapat menimbulkan kerusakan-
kerusakan pada macam-macam alat dan plasenta.Biasanya infeksi transplasenta hanya
terjadi pada wanita hamil yang baru pertama sekali dicacar.Maka dari itu, dianjurkan
agar pencacaran pertama sebaiknya dilakukan sebelum tua kehamilan melewati 20
minggu. Untuk melindungi janin yang akan dilahirkan terhadap tetanus neonatonum
dewasa ini dianjurkan untuk diberikan toxoid tetanus pada ibu hamil
e. PerawatanPayudara
Payudara merupakan sumber air susu ibu yang akan menjadi makanan utama bagi
bayi, karena itu, jauh sebelumnya harus sudah dirawat. Kutang yang dipakai harus
sesuai besar payudara, yang sifatnya adalah menyokong payudara dari bawah, bukan
menekan dari depan. Dua bulan sekali dilakukan massage, kolostrum dikeluarkan
untuk mencegah penyumbatan. Untuk mencegah putting susu kering dan mudah
pecah, maka putting susu dan areola payudara dirawat baik-baik dengan dibersihkan
menggunakan air sabun dan biocream atau alcohol. Bila puting susu masuk ke dalam,
hal ini diperbaiki dengan jalan menarik-narik keluar (Wiknjosastro, 2002).

f. Komplikasi
Macam-macam komplikasi kehamilan yaitu, jika tidak melaksanakan ANC sesuai aturan
dikhawatirkan akan terjadi komplikasi-komplikasi yang terbagi menjadi 3 kelompok
sebagai berikut :
Komplikasi Obstetrik Langsung, meliputi :
1) Perdarahan
2) Pre-eklampsia/eklampsia
3) Kelainan Letak (Letak Lintang/Letak Sungsang)
4) Hidramnion
5) Ketuban Pecah Dini

Komplikasi Obstetrik Tidak Langsung:

1) Penyakit Jantung
2) Tuberculosis
3) Anemia
4) Malaria

B. Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
Pengkajian merupakan suatu pendekatan yang sistematis untuk mengumpulkan data dan
menganalisa data sehingga dapat diketahui masalah keperawatan yang ada pada klien.
a. Pengumpulan Data
1) Identitas
a) Identitas klien : nama, umur, agama, suku / bangsa, pendidikan, pekerjaan,
diagnosa medis, nomor medrec, tanggal masuk RS, tanggal pengkajian, status
marital, diagnosa medis, alamat.
b) Identitas suami: nama, umur, suku / bangsa, pekerjaan, pendidikan, agama,
hubungan dengan klien dan alamat.
2) Riwayat Kesehatan
a) Latar Belakang Kunjungan
Merupakan alasan klien datang ke poliklinik
b) Riwayat Kesehatan
Merupakan pengembangan dari latar belakang kunjungan klien ke poliklinik
c) Riwayat Kesehatan yang Lalu
Dikaji tentang penyakit yang pernah klien alami pada masa anak-anak, apakah
klien mempunyai riwayat alergi, mendapatkan kecelakaan, pernah dirawat /
dioperasi, pernah dilakukan tindakan persalinan seperti sectio caecarea, dll.
Kebiasaan merokok, minum kopi, alkohol dan obat-obatan
d) Riwayat Kesehatan Sekarang
Pada saat dikaji klien sedang hamil berapa bulan
e) Riwayat Menstruasi
Menarche, melalui siklus haid, lamanya, banyaknya, masalah, HPHT, dan
taksiran persalinan.
f) Riwayat Kontrasepsi
Dikaji jenis kontrasepsi yang digunakan dan adakah masalah yang timbul
pada saat penggunaan kontrasepsi tersebut, serta alasan klien berhenti
menggunakan kontrasepsi.
g) Riwayat Pengobatan/Rokok/Alkohol Selama Kehamilan
Dikaji obat yang pernah digunakan atau sedang digunakan, cara pemberian,
tujuan pemberian, apakah ada ketergantungan rokok atau alkohol, jenis
imunisasi yang pernah didapat dan waktunya kapan.
h) Riwayat Obstetrik
Dikaji tahun berapa klien melahirkan, dimana, penolongnya, adakah
komplikasi, keadaan anak sekarang, jenis kelamin, dan jenis kelahirannya.
I) Riwayat Kehamilan Sekarang
Dikaji kapan klien merasa hamil, lalu periksa dimana. Kaji juga adakah
masalah yang timbul dan cara mengatasinya, seperti : mual, muntah,
gangguan BAK, sakit ulu hati, perdarahan, gangguan istirahat tidur, kram
pada kaki, pusing, sakit kepala, nyeri pada abdomen, lelah, obstipasi, sakit
pinggang, dll.
3) Pola Aktivitas Sehari-hari
Kaji aktivitas sehari – hari klien, seperti : istirahat tidur (lamanya, ada
gangguan/tidak, bentuk gangguan, istirahat di siang hari) biasanya pada
kehamilan trimester ketiga klien menglami insomnia (hamil minggu terakhir,
karena adanya gerakan janin, otot kram, sering kencing, nafas pendek, atau
ketidaknyamanan yang lain) , personal hygiene (cara mandi, frekuensi mandi,
kebersihan pakaian), aktivitas (gangguan pergerakan/tidak, jenis gangguan, cara
mengatasinya, kegiatan sehari-hari yang dilakukan klien), makan dan minum
(perubahan pola/tidak, jenis perubahan, makanan/minuman yang disukai,
makanan pantangan, diet khusus, kesulitan dalam melaksanakan diet), eliminasi
(perubahan pola/tidak, jenis perubahan, cara mengatasi masalah) biasanya pada
kehamilan trimester ketiga klien mengalami sering kencing (karena
berkurangnya kapasitas blass karena pembesaran uterus dan bagian presentasi
janin), seksual (perubahan pola/tidak, alasannya, cara mengatasi).
4) Pemeriksaan fisik
- Kaji tanda-tanda vital klien ( kesadaran, tekanan darah, respirasi, nadi, suhu)
- Kaji berat badan dan tinggi badan klien sebelum dan setelah hamil
- Kulit : warna kulit, kekenyalan, turgor kulit, dan adakah hiperpigmentasi
(pada ibu hamil biasanya terjadi hiperpigmentasi pada wajah yang disebut
cloasma gravidarum).
- Rambut : warna, distribusi rambut
- Kepala : keseimbangan ukuran kepala dengan badan (seimbang/tidak), dan
pergerakan kepala (terkoordinasi atau tidak).
- Mata : kaji warna konjungtiva, sklera, dan palpebra
- Hidung : kaji selaput mukosa, adakah sumbatan, dll
- Gigi dan mulut : kaji kebersihan gigi, adakah karies atau tidak, jumlah gigi
- Leher : kaji adakah pembengkakan kelenjar tiroid, kelenjar getah bening.
Adanya peningkatan vena jugularis
- Dada : kaji bentuk dada
- Payudara : kaji bentuk, konsistensi, kesimetrisan, adakah pembesaran,
hiperpigmentasi areola dan puting, penonjolan puting susu, pengeluaran
kolostrum, pelebaran pada vena, dan kebersihan payudara.
- Abdomen : kaji adanya pembesaran, bentuknya, adakah line nigra, striae
gravidarum, jaringan parut. Dan lakukan palpasi (Leopold), tinggi fundus
uteri. Auskultasi bunyi jantung anak (frekuensi, regularity, adakah
pergerakan anak).
- Ekstremitas : kaji bentuk dan ukuran kaki dan tangan, warna kuku kaki dan
tangan, adakah edema, varises, reflek patella.
- Vulva : kaji adakah edema, varises, perlukaan, pengeluaran cairan, dll.
- Rektum : kaji adakah hemoroid
- Perineum : kaji elastisitas, adakah bekas perlukaan
- Pemeriksaan khusus : laboratorium
5) Data Psikososial
a) Status perkawinan
Kaji status maritalnya, pernikahan ke berapa, usia pertama kali menikah, dan
lamanya pernikahan.
b) Respon klien terhadap kehamilan
Kaji bagaimana respon klien terhadap kehamilannya yang dialaminya.
c) Hubungan sosial dengan suami
Kaji reaksi dan persepsi terhadap kehamilan, jenis kelamin yang diinginkan,
bantuan pelayanan yang diharapkan, orang yang penting bagi klien, rencana
tempat melahirkan, rencana mengikuti kelompok senam hamil, rencana
menyusui sendiri
d) Kebutuhan pendidikan kesehatan
Kaji tentang pengetahuan klien terhadap perubahan fisik yang dialaminya,
kebutuhan informasi, nutrisi dalam kehamilan, personal hygiene, perawatan
bayi, latihan dan aktivitas, kegiatan seksual, keluhan ringan dan cara
mengatasinya, keluarga berencana, jadwal pemeriksaan, respon psikologis.

b. Diagnosa Keperawatan :
1) Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d penurunan intake
akibat penurunan selera makan
2) Perubahan eliminasi : BAK berhubungan dengan pembesaran uterus, peningkatan
tekanan abdomen, fluktuasi aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerulus
3) Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pola aktivitas, stres psikologis,
ketidaknyamanan
4) Kecemasan berhubungan dengan kurangnya pengetahuan klien mengenai tanda-tanda
persalinan

c. Rencana Intervensi (rasional)


1) Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d penurunan intake
akibat penurunan selera makan
a) Tujuan
Dengan diet seimbang untuk ibu hamil dalam waktu 7x24 jam diharapkan masalah
nutrisi ibu hamil tidak akan terjadi dengan kriteria :
- BB maternal mampu menjelaskan komponen diet seimbang prenatal
- Maternal mampu menjelaskan komponen diet seimbang prenatal
- Ibu melaksanakan program diet yang dianjurkan
- Ibu mengkonsumsi zatbesi/ vitamin sesuai yang dianjurkan
- Ibu akan menunjukan peningkatan berat badan
b) Intervensi
- Kaji tentang tingkat pengetahuan maternal mengenai diet dan pantangan-
pantangan yang mungkin ada
- Timbang berat badan dan kaji BB pregravid
- Tinjau tentang mual, muntah dan anjurkan untuk minum the hangat dan kue
kering saat bangun tidur sebelum melakukan aktivitas
- Pantau kadar Hemoglobin, tes urin (aseton, albumin. Glukosa)
- Ukur perbesaran uterus dan bandingkan dengan usia kehamilan
- Kolaborasi : program diet ibu hamil
2) Perubahan eliminasi : BAK berhubungan dengan pembesaran uterus, peningkatan
tekanan abdomen, fluktuasi aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerulus
a) Tujuan
- Mengungkapkan pemahaman tentang kondisi
- Mengidentifikasi cara-cara untuk mencegah stasis urinarius dan atau edema
jaringan
b) Intervensi

- Berikan informasi tentang perubahan perkemihan sehubungan dengan trimester


ketiga
- Anjurkan klien untuk melakukan posisi miring kiri saat tidur. Perhatikan
keluhan-keluhan nokturia
- Berikan informasi mengenai perlunya masukan cairan 6 sampai 8 gelas/hari,
penurunan masukan 2-3 jam sebelum beristirahat, dan penggunaan garam,
makanan dan produk mengandung natrium dalam jumlah sedang
- Berikan informasi mengenai bahaya menggunakan diuretik dan penghilang
natrium dari diet
- Tes urin midstream untuk memeriksa albumin. Perhatikan lokasi dan luasnya
edema jaringan dan haluaran urin
- Kaji terhadap tanda-tanda dan gejala-gejala ISK
3) Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pola aktivitas, stres psikologis,
ketidaknyamanan
a) Tujuan
- Klien mengatakan cukup sehat
- Klien mengatakan merasa nyaman dan segar

b) Intervensi

- Tinjau ulang kebutuhan perubahan tidur normal berkenaan dengan kehamilan.


Tentukan pola tidur saat ini
- Kaji terhadap kejadian insomnia dan respons klien terhadap penurunan tidur.
Anjurkan alat bantu untuk tidur, seperti teknik relaksasi, membaca, mandi air
hangat, dan penurunan aktivitas tepat sebelum beristirahat
- Perhatikan keluhan kesulitan bernafas karena posisi. Anjurkan tidur pada posisi
semi fowler
- Evaluasi tingkat kelelahan; anjurkan klien untuk istirahat 1-2 jam dan dapatkan
8 jam tidur per malam. Berikan informasi tentang kelelahan sedang yang
normal. Kaji ulang tanggung jawab terhadap kerja dan keluarga
- Dapatkan sel darah merah (SDM) dan kadar Hb; kesampingkan masalah-
masalah organik seperti anemia
4) Kecemasan berhubungan dengan kurangnya pengetahuan klien mengenai tanda-tanda
persalinan
a) Tujuan
- Klien mengetahui tanda-tanda persalinan
- Kecemasan klien dapat berkurang

b) Intervensi

- Gunakan instruksi tertulis untuk menjelaskan pada klien bagaimana menganali


kontraksi
- Berikan informasi mengenai proses kehamilan sampai persalinan
- Memberikan media pembelajaran seperti pamflet untuk suami atapun keluarga
lainnya agar lebih memahami situasi
d. Evaluasi secara teoritis
1) Klien mendapatakan nutrisi yang cukup dan sesuai dengan kebutuhannya
2) Klien dapat memahami kondisi yang dialamiya dan dapat memahami pencegahan
komplikasi yang mungkin terjadi
3) Klien dapat beristirahat dengan cukup
4) Klien dapat lebih memahami mengenai kehamilan dan persalinan serta rasa cemas
dapat berkurang
DAFTAR PUSTAKA

Fitriani. (2011). Asuhan Antenatal. T Kasih.


Forer, H. (2009). Perawatan Maternitas Edisi 2. Jakarta: EGC.
Manuaba. (2001). Kapita selekta penatalaksanaan Rutin Obstetri Ginekologi dan KB. Jakarta:
EGC.
Manuaba. (2009). Buku Ajar Patologi Obstetri Untuk Mahasiswa Kebidanan. Jakarta: EGC.
Wagiyo, & Putono. (2016). Asuhan Keperawatan Antenatal, Inranatal dan Bayi Baru Lahir
Fisiologis dan Patologis. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
Wiknjosastro, H. (2002). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka.
Yulaikhah, L. (2009). Kehamilan : Seri Kebidanan. Jakarta: EGC.