Você está na página 1de 21

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat ALLAH SWT, karena dengan rahmat dan
pertolongan-Nya makalah ini dapat diselesaikan dengan penuh
kemudahan. Dalam menyelasaikan makalah kewirausahaan ini penulis
mendapatkan bantuan dari beberapa referensi dan alhamdulilah penulis dapat
melaksanakannya.
Penulis menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan, baik
dari segi isi, bahasan maupun tulisannya.Untuk itu kritik dan saran dari semua
pihak yang sifatnya membangun sangat saya harapkan untuk dijadikan sebagai
koreksi maupun acuan yang memberikan nilai tambah untuk lebih baik lagi.
Akhir kata, semoga makalah ini menjadi bermanfaat bagi penulis dan
khususnya bagi pembaca.

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................ i
DAFTAR ISI........................................................................................................................... ii
BAB I .................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ................................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah....................................................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan ......................................................................................................... 1
BAB II ................................................................................................................................... 2
PEMBAHASAN ..................................................................................................................... 2
A. KREATIVITAS WIRAUSAHA ...................................................................................... 2
B. INOVASI WIRAUSAHA ............................................................................................. 3
C. CARA MENGEMBANGKAN KREATIVITAS DAN INOVASI .......................................... 5
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemasaran ................................................... 11
BAB III ................................................................................................................................ 18
PENUTUP ........................................................................................................................... 18
A. Kesimpulan ............................................................................................................ 18
B. Saran ..................................................................................................................... 18
DAFTAR RUJUKAN ............................................................................................................. 19

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi,
mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa
berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.
Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk
pada kondisi risiko atau ketidakpastian. Wirausaha secara historis sudah
dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755.
Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan.
Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur)
mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka
mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait
dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul, dan juga
dibutuhkan banyak skill, modal, dan mamajemen yang baik.

B. Rumusan Masalah
1. Apa inovasi dan kreativitas dalam kewirausahaan?
2. Bagaimana pemasaran produk dan jasa dalam kewirausahaan?
3. Bagaimana manajemen dalam usaha?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui inovasi dan kreativitas dalam kewirausahaan.
2. Untuk mengetahui pemasaran produk dan jasa dalam kewirausahaan.
3. Untuk mengetahui manajemen dalam usaha.

1
BAB II

PEMBAHASAN

INOVASI DAN KREATIVITAS

A. KREATIVITAS WIRAUSAHA
Kreativitas merupakan daya menciptakan sesuatu yang menuntut
pemusatan perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan1[1][5]. Menurut
Sulaiman Sahlan dan Maswan, kreativitas adalah ide atau gagasan dan
kemampuan berpikir kreatif. 2[2][6] Sementara itu dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan kreativitas ialah kemampuan untuk
mencipta daya cipta.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kreativitas merupakan
kemampuan seseorang dalam menuangkan ide atau gagasan melalui proses
berpikir kreatif untuk menciptakan sesuatu yang menuntut pemusatan,
perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan. Sedangkan yang dimaksud
dengan wirausaha adalah pengusaha, tetapi tidak semua pengusaha adalah
wirausaha. Wirausaha adalah pionir dalam bisnis, inovator, penanggung resiko
yang mempunyai penglihatan visi ke depan dan memiliki keunggulan dalam
berprestasi di bidang usaha.3[3][8] Sementara itu menurut Prawirokusumo
wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif
dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk
menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup. Senada
dengan pendapat di atas, menurut Suryana, enterpreneur atau wirausaha

2
adalah seseorang yang memiliki kombinasi unsur-unsur(elemen-elemen)
internal yang meliputi kombinasi motivasi diri, visi,komunikasi, optimisme,
dorongan semangat, dan kemampuan untukmemanfaatkan peluang usaha.
Dalam konteks manajemen, peran fungsi kreativitas dalam proses inovasi
merupakan pembangkitan ide yang menghasilkan penyempurnaan efektivitas
dan efisiensi pada suatu sistem. Aspek penting dalam kreativitas adalah proses
dan manusia. Proses berorientasi pada tujuan yang di desain untuk mencapai
solusi suatu problem. Manusia merupakan sumber daya yang menetukan
solusi.
Ada 2 sumber kreatifitas diantaranya :
1. Imajinasi dan ide
Berdasarkan fungsinya, kapasitas mental manusia dapat di kelompokkan
menjadi empat bagian, yaitu absortive, retentive,reasoning, creative. Imajinasi
yang kreatif merupakan kekuatan yang tidak terbatas, misalnya meskipun
seseorang yang hampir tidak pernah keluar rumah tetapi dengan menggunakan
imajinasinya ia dapat melalang buana ke dunia sekitar. Imajinasi jauh lebih
penting dari pada ilmu pengetahuan dan kekuatan murni dari pikiran manusia.
2. Sifat Proses kreatif
Kreativitas adalah suatu proses yang dapat dikembangkan dan
ditingkatkan. Setiap orang Kreatif pada tingkat tertentu. Orang mempunyai
kemampuan dan bakat dalam bidang tertentu dapat lebih kreatif dari pada
orang lain. Hal yang sama juga dialami oleh orang yang dilatih dan
dikembangkan dalam suatu lingkungan yang mendukung pengembangan
kreativitas, mereka diajari untuk berfikir dan bertindak secara kreatif . Bagi
pihak lain proses kreatif lebih sukar karena tidak dikembangkan secara positif
dan jika mereka inginmenjadi kreatif, mereka harus belajar cara
mengimplementasikan proses kreatif.

B. INOVASI WIRAUSAHA
Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreatifitas dalam

3
rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang (doing new thing)4[4][2]
inovasi merupakan fungsi utama dalam proses kewirausahaan. Peter
Druckermengatakan inovasi memiliki fungsi yang khas bagi wirausahawan.
Dengan inovasi wirausahawan menciptakan baik sumberdaya produksi baru
maupun pengelolahan sumber daya yang ada dengan peningkatan nilai potensi
untuk menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Meskipun demikian,
terdapat perbedaan yangsignifikan antara sebuah ide yang timbul semata dari
spekulasi dan ide yang merupakan hasil pemikiran riset pengalaman dan kerja
yang sempurna hal yang lebih penting, Wirausahawan yang prospektif harus
mempunyai keberanian untuk memberikan sebuah ide melalui tahapan
pengembangan. Dengan demikian inovasi adalah suatu kombinasi visi untuk
menciptakan suatu gagasan yang lebih baik dan keteguhan serta dedikasi
untuk mempertahankan konsep melalui implementasi.
Proses inovasi di mulai dengan analisis sumberdaya kesempatan yang
menjadi obyek. Inovasi beresifat konseptual dan perseptual, dapat di pahami
dan dilihat inovator harus maelihat bertanya dan mendengar orang lain dalam
mencari inovasi. Mereka berfikir keras dengan segenap kemampuan otaknya,
mereka melakukan perhitungan dengan cermat dan mendengarkan pendapat
orang lain, serta memperhatikan potensi pengguna inovasi yang di carinya
untuk memenuhi harapan nilai dan kebutuhan.Inovasi yang berhasil pada
umumnya sederhan dan terfokus dan di tujukan pada aplikasi yang di desain
khas, jelas dan cermat. Inovasi lebih banyak melibatkan kerja fisik dari pada
pemikiran. Thomas Alfa Edison mengatakan ”jenius merupakan perpaduan
yang terdiri dari 1% inspirasi dan 99% kerja keras” lebih dari itu inovator
pada umumnya bekerja dalam suatu bidang, edison bekerja dalam hanya
dalam bidang listrik dan menemukan inovasi baru yang berupa bola lampu
Inovasi terdiri dari empat jenis, diantaranya penemuan,
pengembangan, duplikasi dan sintesis.
1. Penemuan.

4
Kreasi suatu produk, jasa, atau proses baru yang belum pernah dilakukan
sebelumnya. Konsep ini cenderung disebut revolisioner. Ex, penemuan
pesawat terbang oleh wright bersaudara, telepon oleh alexander graham bell
dll.
2. Pengembangan.
Pengembangan suatu produk, jasa, atau proses yang sudah ada. Konsep seperti
ini menjadi aplikasi ide yang telah ada berbeda. Misalnya, pengembangan
McD oleh Ray Kroc.

3. Duplikasi.
Peniruan suatu produk, jasa, atau proses yang telah ada. Meskipun demikian
duplikasi bukan semata meniru melainkan menambah sentuhan kreatif untuk
memperbaiki konsep agar lebih mampu memenangkan persaingan. Misalnya,
duplikasi perawatan gigi oleh Dentaland.
4. Sintesis.
Perpaduan konsep dan faktor-faktor yang sudah ada menjadi formulasi baru.
Proses ini meliputi engambilan sejumlah ide atau produk yang sudah
ditemukan dan dibentuk sehingga menjadi produk yang dapat diaplikasikan
dengan cara baru. Misal, sintesis pada arloji oleh Casio.

C. CARA MENGEMBANGKAN KREATIVITAS DAN INOVASI


Banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan
kreativitas. Berikut ini adalah hal yang dapat membantu mengembangkan
kemampuan pribadi dalam program peningkatan kreativitas sebagaimana
dikemukakan oleh James L.Adams (1986).
1. Mengenali hubungan
Banyak penemuan dan inovasi lahir sebagai cara pandang terhadap suatu
hubungan yang baru dan berbeda antar obyek, proses, bahan, teknologi dan
orang. Seperti mencampurkan aroma bunga melati dengan air the kemudian
dibotolkan menjadi the botol yang harum dan segar rasanya.
Untuk membantu meningkatkan kreativitas, kita dapat melakukan cara
pandang kita yang statis terhadap hubungan orang dan lingkungan yang telah
ada. Di sini kita coba melihat mereka dengan cara pandang yang baru dan

5
berbeda. Orang yang kreatif akan memiliki hubungan intuisi tertentu untuk
dapat mengembangkan dan mengenali hubungan yang baru dan berbeda dari
fenomena tersebut. Hubungan ini nantinya dapat memperlihatkan ide produk
dan jasa yang baru. Sebagai contoh kita melakukan latihan dengan melihat
hubungan antara kue coklat dan es krim vanili, atlet dan pelatih serta manajer
dengan buruh.
2. Mengembangkan perspektif fungsional.
Jika dikembangkan lebih lanjut, kita dapat melihat adanya suatu perspektif
yang fungsional dari benda dan orang.
Seorang yang kreatif akan dapat melihat orang lain sebagai alat untuk
memenuhi keinginannya dan membantu menyelesaikan suatu pekerjaan.
Misalnya sering secara tidak sadar kita menggunakan pisau dapur untuk
memasang baut gara-gara palu yang kita cari tidak ditemukan. Cara lain kita
harus memulainya dari cara pandang yang non konvenional dan dari
perspektif yang berbeda. Sebagai contoh: cobalah sebutkan fungsi lain dari
sebuah kursi, buku yang kita pegang dan lain-lain.
3. Gunakan akal
Penelitian terhadap penggunaan fungsi otak pada bagian yang terpisah antara
kiri dan kanan telah dilakukan sejak tahun 1950-an dan tahun 1960-an.
Otak bagian kanan dipakai untuk hal seperti analogi, imajinasi dan lain-lain.
Sedangkan otak bagian kiri dipakai untuk kerja seperti analisis, melakukan
pendekatan yang rasional terhadap pemecahan masalah dan lain-lain. Meski
secara fungsi ia berbeda, tetapi dalam pekerjaannya ia harus saling
berhubungan. Proses kreativitas meliputi pemikiran logis dan analitis terhadap
pengetahuan, evaluasi dan tahap implementasi. Jadi bila kita ingin lebih
kreatif, kita harus melatih dan mengembangkan kemampuan kedua otak kita
tersebut. Contoh latihan dapat kita buat sesuai dengan fungsi belahan otak.
4. Hapus perasaan ragu-ragu
Banyak kebiaaan mental yang membatasi dan menghambat pemikiran kreatif.
Sebuah studi menemukan bahwa orang dewasa hanya menggunakan 2-10
persen potensi kreativitas yang dimilikinya. Contoh : banyak orang memiliki

6
kecenderungan membuat penilaian yang cepat terhadap sesuatu orang ataupun
ide-ide

1. PEMASARAN PRODUK DAN JASA


A. Apa Itu Pemasaran?
Pemasaran secara umum dapat didefinisikan sebagai proses untuk
memasarkan produk. Selain itu definisi yang lebih komprehensif menurut
Philip Kotler (2000), mengatakan bahwa pemasaran adalah sebuah proses
sosial yang melibatkan individu-individu dan atau kelompok untuk
memperolah apa yang mereka butuhkan melalui transaksi produk menurut
nilai yang mereka sepakati.
Menurut Kotler (2000), ada tiga langkah penting yang harus dilakukan oleh
seorang professional pemasaran dalam memas
arkan produk. Ketiga langkah tersebut akan secara singkat dijelaskan dalam
uraian di bawah ini.
1. Segmentasi pasar.
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat haterogen
dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat
homogen. Tentunya dimaksudkan agar pemasaran lebih terarah, efektif dan
efisien. Ada 4 kriteria yang harus dipenuhi segmen pasar, yaitu:
 Terukur (Measurable), artinya dapat diukur baik besarnya.maupun
luasnya, serta daya belinya.
 Terjangkau (Accessible), artinya dapat dicapai.
 Cukup luas (Substantial).
 Dapat dilaksanakan (Actionable).
Sementara itu, segmentasi pasar haruslah dilakukan dengan menggunakan criteria
tertentu. Secara umum setiap perubahan akan mensegmentasikan pasarnya atas
dasar:

7
a.keadaan geografis, dilakukan dengan cara membagi pasar ka dalam unit-unit
geografis seperti Negara, propinsi, kabupaten, kota, dll. Harus memperhatikan
kebutuhan dan selera konsumen ditiap wilayah.
b.Keadaan demografis, dilakukan dengan cara membagi pasar kedalan variable-
variabel demografis seperti umur, jenis kelamin, keluarga, besar pendapatan, dll.
c.Keadaan psikografis, dilakukan dengan cara membagi pasar kedalam kelompok
menurut kelas social, gaya hidup, dll.
2. Penetapan pasar sasaran (Target Market).
Adalah merupakan kegiatan yang berisi dan menilai serta memilih satu atau
lebih segmen pasar yang akan dimasuki oleh suatu perusahaan. Seorang pemasar
harus mengerti betul tentang teknik-teknik dalam mangatur potensi pasar dan
meramalkan permintaan pada masa yang akan datang.
Perusahaan harus membagi pasar menjadi segmen-segmen pasar utama,
setiap segmen kemudian dievaluasi , dipilih, dan diterapkan segmen tertentu
sebagai sasaran. Ada 5 strategi peliputan pasar, yaitu:
1. Konsentrasi pasar tunggal, sebuah perusahaan dapat memusatkan
kegiatannya dalam satu bagian dari pasar.
2. Spesialisasi produk, perusahaan memutuskan untuk memproduksi 1 jenis
produk.
3. Spesialisasi pasar, perusahaan yang mambuat produk untuk 1 pangsa
pasar.
4. Spesialisasi selektif, perusahaan selektif memilih kegiatan, kecuali bahwa
kegiatan usaha itu mengandung peluang yang menarik
5. Peliputan keseluruhan (whole coverage), perusahaan menyediakan sebuah
produk untuk setiap orang sesuai dengan daya beli masing-masing.
3. Penempatan produk.
Mencakup formulasi penempatan produksi dalam persaingan dan
menetapkan pencampuran pemasaran (mixed marketing) yang terperinci.
Penempatan produk adalah upaya merancang produk dan bauran pemasaran
agar tercipta kesan tertentu di antara para konsumen.
4. Penempatan produk.

8
Mencakup formulasi penempatan produksi dalam persaingan dan
menetapkan pencampuran pemasaran (mixed marketing) yang terperinci.
Penempatan produk adalah upaya merancang produk dan bauran pemasaran
agar tercipta kesan tertentu di antara para konsumen.

B. Pemasaran Terpadu
Pemasaran terpadu atau marketing mix merupakan kombinasi variable
atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran. Variable ini dapat
dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen
dalam pasar sasarannya. Pengertian marketing mix secara umu adalah istilah
yang dipakai untuk menjelaskan kombinasi empat besar pembentuk inti sistem
pemasaran sebuah organisasi. Keempat unsur tersebut adalah penawaran
produk/jasa, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.
1. Product (barang/jasa).
Kebijaksanaan mengenai produk atau jasa meliputi jumlah barang/jasa
yang akan ditawarkan perusahaan, pelayanan khusus yang ditawarkan
perusahaan guna mendukung penjualan barang dan jasa, dan bentuk barang
ataupun jasa yang ditawarkan. Produk merupakan elemen yang sangat
penting, sebab perusahaan berusaha untuk memenuhi “kebutuhan dan
keinginan” dari konsumen. Namun produk dan jasa tidak berdiri sendiri
karena sangat berkaitan erat dengan target market yang dipilih. Sedangkan
sifat dari produk/jasa tersebut adalah Tidak terwujud ( karena jasa tidak bisa
dilihat,dirasa, diraba, didengar atau dicium sebelum ada transaksi pembelian)
Tidak dapat dipisahkan ( suatu produk jasa tidak bisa dipisahkan dari
sumbernya) Berubah-ubah (bidang jasa sangat mudah berubah-ubah, sebab
jasa ini sangat tergantung kepada siapa yang menyajikan , kapan disajikan dan
dimana disajikan. Daya tahan ( jasa tidak dapat disimpan).
2. Price (harga).

9
Setiap perusahaan selalu mengejar keuntungan dan keuntungan yang
diperoleh digantungkan pada penetapan harga yang ditawarkan. Harga suatu
produk ditentukan pada besarnya pengobanan yang dilakukan untuk
menghasilkan jasa tersebut dan laba atau keuntungan yang diharapkan. Oleh
karena itu, penentuan harga dari suatu perusahaan merupakan hal yang sangat
penting, karena sangat berpengaruh terhadap hidup matinya suatu perusahaan.
Oleh karena itu hendaknya setiap perusahaan dapat menetapkan harga yang
tepat, karena dengan itu perusahaan dapat memberi keuntungan yang paling
baik, baik untuk jangka pendek dan jangka panjang.
3. Place (saluran distribusi).
Setelah perusahaan berhasil menciptakan barang atau jasa yang
dibutuhkan dan menetapkan harga yang layak, tahap berikutnya adalah
menentukan penyampaian produk/jasa ke pasar melalui rute yang efektif dan
tiba ditempat yang tepat. Dalam memilih saluran distribusi ini ada beberapa
hal yang perlu dipertimbangkan. Diantaranya:
Sifat pasar dan lokasi pembeli.
 Lembaga-lembaga pemasaran terutama pedagang-pedagang
perantara.
 Pengendalian persediaan, yaitu menetapkan tingkat persediaan yang
ekonomis.
 Jaringan pengangkutan.

10
4. Promotin ( promosi produk).
Aspek ini berhubungan dengan berbagai usaha untuk memberikan
informasi pada pasar tentang produk/jasa yang dijual, tempat dan saatnya ada
beberapa cara menyebarkan informasi ini, yaitu :
a. Periklanan ( advertising ) periklanan ini dilakukan lewat surat
kabar, radio, majalah, televise, ataupun dalam bentuk poster
yang dipasang ditempat strategis.
b. Penjualan pribadi (personal selling) perusahaan melakukan
kontak langsung dengan calon konsumennya. Contohnya door
to door selling, mail order, telephone selling, dan direct selling.
c. Promosi penjualan (sales promotion) perusahaan menjajakan
produknya sedemikian rupa sehingga konsumen mudah untuk
melihatnya dan tertarik.
d. Publisitas (publicity) publisitas merupakan suatu alat promosi
yang mampu membentuk opini masyarakat secara tepat,
sehingga sering disebut sebagai usaha untuk
“menyosialisasikan” atau “memasyarakatkan”.

C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemasaran


Dalam melakukan proses pemasaran perusahaan terkadang mengalami
hambatan dan rintangan yang disebabkan adanya beberapa faktor. Adapun
beberapa faktor yang memberikan pengaruh terhadap kegiatan pemasaran
dalam suatu perusahaan, baik itu perusahaan yang memproduksi barang (fisik)
maupun perusahaan yang memproduksi jasa (non fisik) antara lain.
i. Organisasi
Faktor ini biasanya berasal dari dalam perusahaan itu sendiri yang
memberikan pengaruh terhadap kegiatan pemasaran. Dalam suatu organisassi
perusahaan diharapkan saling memberikan kerjasama yang baik antara bagian-
bagian atau devisi-devisi yang ada dalam perusahaan sehingga dapat
memberikan keuntungan bagi seluruh bagian-bagian yang dalam perusahaan.
ii. Manajemen

11
Perusahaan dalam menerapkan manajemen sudah semestinya
diperhitungkan dan dianalisis dengan baik agar tujuan perusahaan dapat
tercapai serta berkembang dengan baik dimasa mendatang
3. Kerja sama antar karyawan dalam perusahaan
Proses ini dimungkinkan adanya hubungan yang baik antar karyawan
dengan perusahaan tersebut, dengan adanya hubungan yang baik antar
karyawan dalam perusahaan akan memberikan dampak yang baik.
4. Kebijakan pemerintah
Dalam perkembangan suatu perusahaan yang memproduksi barang atau
jasa sudah semestinya barkaaitan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah
yang ada. Jika produk perusahaan yang telah beredar di masyarakat
bertentangan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang diterapkan maka
perusahaan tersebut akan mengalami kendala dalam memasarkan produknya
kepada konsumen. Sebaliknya bagi kebijakan pemerintah yang tidak
memberikan relevansi dan dukungan bagi perusahaan, maka perusahaan juga
akan mengalami kendala dalam melakukan kegiatan pemasaran.

iii. MANAGEMEN USAHA


Ada 3 hal yang menentukan keberhasilan berwirausaha, yaitu: modal,
pengelolaan, dan pemasaran. Jadi pengelolaan atau menajemen dan pemasaran
memegang peranan penting karena dalam ulasannya kita akan mempelajari
cara mengelola sendiri atau mendatangi konsumen.
a. Konsep dan Prinsip Dasar Manajemen
Siapa saja yang menekuni bidang wirausaha harus menguasai
keterampilan manajerial agar tujuan-tujuan wirausaha itu dapat tercapai secara
efektif dan efisien. Manajemen sekarang sudah menjadi ilmu independent.
Bagi sebagian orang manajemen dianggap sebagai sebuah seni dalam
mengelola sumber daya yang ada, karena manajemen berhubungan dengan
kepemimpinan dan seseorang manajer atau pemimpin dituntut untuk memiliki
karisma, stabilitas emosi, kewibawaan, kejujuran, kemampuaan menjalin
hubungan antar manusia yang semuanya itu banyak ditentukan oleh bakat
seseorang dan tidak dapat dipelajari.

12
Ilmu manajemem diaplikasikan dalam berbagai bidang. Menurut Siswanto
(1981), memjelang akhir abad 2, manajemen menjadi ilmu yang bercabang, antara
lain: (1) manajemen sumber daya manusia, (2) manajemen operasi atau produksi,
(3) manajemen strategi, (4) manajemen pemasaran, (5) manajemen keuangan, dan
(6) manajemen informasi teknologi.
Dalam kaitannya dengan kegiatan usaha yang ditujukan untuk membangun
kekuatan ekonomi, kinerja professional, atau pertumbuhan organisasi, manajemen
dapat diartikan sebagai ilmu dan seni mengelola sumber daya untuk mencapai
tujuan-tujuan tertentu dengan merujuk pada prinsip-prinsip dasar tertentu. Prinsip-
prinsip dasar itu antara lain:
1. Pembagian Kerja (Division of Work).
Pembagian kerja disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian kelompok
sehingga pelaksanaan kerja berjalan secara efektif dan efisien. Konsep umum
yang digunakan adalah “the right man in the right place”.
2. Wewenang dan Tanggung Jawab (authority and responsibility).
Kegiatan usaha yang dikelola dengan baik harus memberikan wewenang
dan tanggung jawab kepada para pengelola atau pelaksananya dengan
seimbang. Dalam hal ini, semakin kecil wewenang, maka semakin kecil
pertanggungjawaban, atau sebaliknya. Dan wewenang dan tanggung jawab
terbesar dipegang oleh pemimpin.
3. Disiplin (discipline).
Disiplin ini berhubungan erat dengan wewenang, apabila wewenang tidak
berjalan dengan semestinya, maka disiplin akan hilang. Karena itulah
pemegang disiplin harus dapat menanamkan disiplin sehingga mempunyai
tanggung jawab terhadap pekarjaan sesuai dengan wewenang yang dipegang.
4. Kesatuan Perintah (unity of command).
Seorang manajer atau pemimpin harus memahami bahwa bawahannya
bekerja di bawah satu komando atau perintah. Mereka harus memparhatikan
prinsip kesatuan perintah agar pelaksanaan kerja dapat berjalan lancer.

5. Kesatuan Pengarahan (unity of direction).

13
Manajer juga harus mampu mengarahkan pekerjaan bawahannya menuju
tujuan dan sasaran yang diharapkan. Hal ini bertalian erat dengan pembagian
kerja, wewenang dan tanggung jawab.

14
6. Mengutamakan Kepantingan Organisasi.
Setiap individu harus mementingkan kepentingan organisasi, karena hal
ini merupakan salah satu syarat penting dalam organisasi manapun. Hal itu
dapat terwujud bila setiap pribadi merasa senang dalam bekerja karena
suasana kerja yang baik.
7. Pengupahan.
Gaji atau upah merupakan kompensasi yang menentukan terwujudnya
kelancaran dan kepuasan kerja. Gaji yang sesuai dengan wewenang dan
tanggung jawab seorang karyawan akan membuat ketanangan kerja.
8. Pemusatan Tanggung Jawab (centralized Responsibility).
Wewenang dan tanggung jawab tertingggi ada pada pemimpin, namun
tidak diartikan sebagai pemusatan kekuasaan untuk menggunakan wewenang
seenaknya.
9. Hierarki.
Hierarki merupakan susunan atau urutan jabatan atau kewenangan
organisasi dari posisi paling tinggi sampai paling rendah. Perusahaan yang
berhierarki adalah perusahaan yang berbirokrasi.
10. Ketertiban (order).
Berkaitan erat dengan kedisiplinan, contohnya seperti kepatuhan terhadap
aturan-aturan dan administrasi organisasi atau birokrasi yang telah di tetapkan
sehingga tidak menimbulkan kekacauan.
11. Keadilan dan Kejujuran.
Manajemen tidak hanya diarahkan untukl mencapai keberhasilan ekonomi,
tapi juga untuk menumbuhkan moralitas dan mentalitas setiap orang yang
terlibat di dalamnya.
12. Stabilitas Kondisi kerja.
Banyak factor yang mempengaruhi stabilitas kerja. Seorang manajer harus
dapat mengidentifikasi perbedaan-perbedaan personal dan social di antara
bawahannya untuk mengantisipasi timbulnya gejola.

15
13. Prakarsa (Initiative).
Prakarsa muncul karena adanya kehendak untuk menciptakan sesuatu yang
lebih baik (betterment and improvement) dalam upaya menciptakan inovasi
untuk tujuan bersama.
14. Semangat Kesatuan, Semangat Korps.
Dalam suatu organisasi sangat penting untuk menjaga dan menjamin
keutuhan serta integritas sebuah organisasi agar tidak terjadi pecah belah
organisasi.

b. Sumber Daya Manajemen


Proses manajemen memerlukan sumber daya atau alat kelengkapan yang
diperlukan dalam menjalankannya. Kotler(2000), menguraikan unsur-unsur
yang menjadi sarana kedalam 6M. Yaitu:
1. Man (Sumber Daya Manusia).
Faktor manusia adalah yang paling penting. Manusia yang membuat tujuan
dan manusia pulalah yang menjalankan tujuan tersebut.
2. Money (uang).
Besar kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yangberedar
dalam perusahaan. Uang sebagai alat (tool) harus digunakan secara rasional,
seperti berapa uang yang harus disediakan untuk gaji tenaga kerja, alat-alat,
dan lain-lain.
3. Materials (bahan).

16
Material terdiri atas bahan setengah jadi (raw material)dan bahan jadi. Bidang
usaha memerlukan material sebagai sarana produksi.
4. Methods (metoda).
Metode merupakan tata cara atau langkah-langkah yang sistematis untuk
malaksanakan pekerjaan.
5. Machines (Mesin).
Mesin adalah alat bantu yang digunakan oleh sumber daya manusia untuk
membuat tugas-tugas manajerial lebih efektif dan efisien.
6. Market (Pasar).
Tanpa pasar proses produksi akan mati. Karena itu, penguasaan pasar dalam
arti penyebaran hasil produksi merupakan factor menentukan dalam
perusahaan.

17
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Intidarikewirausahaanadalahkemampuanuntukmenciptakanseuatu yang
barudanberbeda (create new and differen) melaui berpikir kreatif dan
bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan
hidup. Padahakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang
yang memilik ikemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam
dunia nyata secara kreatif.
Dalam dunia kewirausahaan banyak hal yang harus diperhatikan untuk
menjadi seorang wirausahan yang sukses. Dari manajemen, pemasaran,
kemitraan dan faktor lainnya. Dalam dunia usaha, kunci untuk sukses itu
sesungguhnya tergantung pada diri kita sendiri. Sikap yang tidak mudah
menyerahlah yang menjadi faktor dasar utama kesuksesan seorang
wirausahawan disamping sifat-sifat lainnya yang penting juga. Seperti,
proaktif, kreatif dan inovatif. Dikatakan seorang wirausahawan yang baik
apabila seseorang yang mengkhususkan diri dalam memikul tanggung jawab
dan membuat keputusan berdasarkan pertimbangan yang mempengaruhi
lokasi, bentuk dan penggunaan barang-barang, sumber daya dan lembaga. Dan
ketika seseorang ingin berwirausaha, sesungguhnya ia harus memperhatikan
faktor-faktor yang mendungkung beserta kiat-kiatnya. Karena, bukanlah hal
yang mudah seseorang menjadi seorang wirausaha.

B. Saran
Pentinglah bagi seorang calon wirausaha untuk mempelajari dari hal-hal
yang mendasar terlebih dahulu. Karena, jika kita mengambil langkah yang
terburu-buru, misalnya ; seseorang yang hanya mempunyai modal dan
keberanian saja tanpa tahu ilmu-ilmu dasarnya maka bukanlah hal yang aneh
jika ia akan mengalami kegagalan dalam usahanya. Artinya, apa yang telah
dijelaskan diatas adalah elemen-elemen dasar yang harus dimiliki dan
diketahui oleh seorang calon wirausaha untuk mulai melangkah.

18
DAFTAR RUJUKAN
Basu Swasta DH, dan Sukotjo, 1995. “Pengantar Bisnis Modern” (Pengantar
Bisnis Perusahaan Modern), Edisi Revisi, Liberty, Yogyakarta.
Indriyo Gitosudarmo, 1994. “Pengantar Bisnis”, Bagaskara Jaya, Bandung
Juniar. 2015. Inovasi dan Kreativitas,
(http://juniarwibisana.blogspot.co.id/2015/05/contoh-makalah-
kreatifitas-dan-inovasi.html), diakses pada 30 Januari 2018.
Rahma. 2015. Inovasi dan Kreativitas,
(http://www.academia.edu/11416406/contoh_makalah_kewirausahaan
_teori_inovasi_dan_kreativitas), diakses pada 30 Januari 2018.

19