Você está na página 1de 36

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.

”A” DENGAN GANGGUAN


SISTEM ENDOKRIN “DM TIPE 2” DI RUANG LONTARA 1 BAWAH
BELAKANG RSUP DR.WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR

ROSMINI, S.Kep
NIM :70900118040

PRESEPTOR KLINIK PRESEPTOR INSTITUSI

(...................................) (....................................)

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XIV


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2018

1
ASUHAN KEPERAWATAN Tn“A” DENGAN GANGGUAN SISTEM

ENDOKRIN “DM TIPE 2” RUANGAN LONTARA 1 BAWAH

BELAKANG RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO

A. IDENTITAS

Nama : Tn “A”

Umur : 56 Tahun

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : Wiraswasta

Suku : Makassar

Agama : Islam

Status Perkawinan : Kawin

Alamat : Jln. Perintis Kemerdekaan I

Sumber Informasi : Pasien

Ruang Rawat : Lontara 1 bawah balakang

No. Rekam Medik : 863836

Tanggal/Jam Masuk : 23 November 2018/23.22

Tanggal/Jam Pengkajian : 3 Desember 2018/ 11.30

Diagnosa Masuk : DIABETES MELITUS

Pindahan Dari : IRD RSWS

2
B. Riwayat Kesehatan

Keluhan Utama: Lemah

Keluhan Saat Ini: Pasien mengeluh lemah, Pasien mengatakan mempunyai

riwayat gula darah tinggi sejak 8 tahun yang lalu.Pasien

mengatakan pernah berobat dengan penyakit diabetes

dan Pasien mengatakan penglihatan kabur pada kedua

mata dan pasien mengeluh nyeri pada abdomen dan

merasa agak sesak.

Riwayat Penyakit: Pasien memiliki riwayat penyakit DM sejak 8 tahun yang

pernah diopname dengan sakit DM di RS Daya

C. Keadaan Umum

Kesadaran : Compos Mentis

GCS : E4V5M6

Pasien mengerti tentang penyakitnya : Ya, pasien mengerti penyebab dari

penyakitnya dan pantangan yang harus dihindari untuk tidak dikomsumsi.

D. Kebutuhan Dasar

1. Rasa nyaman nyeri

Keluhan : nyeri pada perut

Skala nyeri :3

Gambaran Nyeri : tertusuk-tusuk

Lokasi Nyeri : pada abdomen

Frekwensi : hilang timbul

Respon Emosional : meringis

3
Cara mengatasi nyeri : cari posisi yang nyaman

Masalah Keperawatan : nyeri akut

2. Nutrisi

TB : 160 Cm

BB : 81 Kg

IMT : 31,6

Kebiasaan Makan : 3 x/hari

Keluhan saat ini : tidak ada keluhan

Porsi makanan yang dihabiskan : nampak porsi makanan dihabiskan

Makanan yang disukai : Telur Ayam dan Daging

Masalah Keperawatan : -

3. Kebersihan Perorangan

Kebiasaan mandi : 1x/hari

Cuci rambut : 1 kali seminggu

Kebiasaan gosok gigi : 1 x/hari

Kebersihan badan : Bersih

Keadaan rambut : Bersih

Keadaan kulit kepala : Bersih

Keluhan saat ini : tidak ada keluhan

Integritas kulit : Baik

Keadaan Luka : tidak ada luka

Masalah Keperawatan :-

4
4. Cairan

Kebiasaan Minum : ±6 gelas/hari (1500 cc/hari)

Jenis : Air putih

Turgor kulit : elastis

Punggung Kuku : kering

Warna : kemerahan

Pengisisan Kapiler : < 2 detik

Mata Cekung : Tidak kanan dan kiri

Konjungtiva : Tidak anemis

Sklera : Ikterik (-)

Terpasang Infuse : iya

5. Aktivitas dan Latihan

Aktivitas waktu luang :

Kesulitan bergerak : ya

Kekuatan otot 5 5 :

5 5

Tonus otot : Lemah

Postur : Tegap

Tremor : Tidak ada

Rentang gerak : ROM aktif

Keluhan saat ini : lemah

Pelaksanaan aktivitas : mandiri

6. Eliminasi

5
Kebiasaan BAB : 1 x sehari

BAK : Sering

Keluhan BAK saat ini : Tidak ada

Peristaltik usus : 12x

Abdomen : Tidak nyeri

Nyeri tekan : Tidak ada

Lunak/keras : Lunak

Terpasang kateter urine : Tidak

Masalah keperawatan :-

7. Oksigenasi

Nadi : 72x/i

Pernapasan : 30x/i

TD : 130/80 mmHg

Bunyi nafas : vesikuler

Respirasi : Tak ada keluhan

Sputum : Tidak ada

Sirkulasi oksigenasi : Tak ada keluhan

Dada : simetris

Riwayat penyakit : DM

8. Tidur dan istirahat

Kebiasaan tidur : Malam

Lama tidur : 8 jam

Pencegahan terhadap bahaya

6
Refleksi : Mampu menggerakkan ekstremitas

secara spontan

Penglihatan : Visus 1/6, Penglihatan kabur

Pendengaran : telinga simetris, tidak ada tuli sensori / konduktif

Penciuman : Lubang hidung simetris, tidak ada secret

Perabaan : Klien masih mampu merasakan sentuhan pada

kulit

Lain-lain : Nampak dituntun ke kamar mandi

Masalah keperawatan : resiko jatuh.

9. Neurosensoris

Rasa ingin pingsan / pusing: Tidak ada

Stroke : Tidak ada riwayat stroke

Kejang : Tidak ada kejang

Status mental : terorientasi

Kesadaran : Compos Mentis

Memori saat ini : klien masih bisa mengingat memori saat ini

Ukuran reaksi pupil : Isokor

Facial drop : Tak Ada Keluhan

Genggaman tangan : Kuat

Kordinasi : seimbang

reflex tendon : kontaksi otot bisep dan trisep

10. Keamanan

Perubahan sistem imun : Tidak ada keluhan

7
Transfusi darah : Tidak ada

fraktur/ dislokasi : tidak ada fraktur/dislokasi

Arthritis/sendi tidak stabil: tidak ada nyeri sendi

Masalah punggung : kemerahan

Kekuatan umum : lemah

Cara berjalan : mandiri

ROM : aktif

11. Seksualitas

Tidak dikaji

12. Keseimbangan dan peningkatan Hubungan resiko serta interaksi sosial

Orang pendukung lain : istri

Peran dalam struktur keluarga : kepala keluarga

Pskologis : baik

Keputusasaan : tidak ada keluhan

Sosiologis : komunikasi lancar

Spiritual : sholat

Kegiataan keagamaan : sholat dan berdzikir

E. PENYULUHAN DAN PEMBELAJARAN

1. Bahasa dominan : Bahasa Indonesia

2. Informasi yang telah disampaikan

a. Pengaturan jam besuk

b. Tim/petugas yang merawat

c. Hak dan kewajiban pasien

8
3. Masalah yang telah dijelaskan

a. Perawatan diri dirumah sakit

b. Obat-obatan yang diberikan

1. Novorapid/ 8-8-8 / subcutan/ obat insulin

2. Levemir 0-0-14/ subcutan/ obat insulin

3. Amlodipin

4. Faktor Resiko keluarga

a. Diabetes Militus

b. Tekanan darah tinggi

9
F. DATA GENOGRAM

? ? ? ? ? ?
? ? ?

Keterangan

: laki- laki : Menikah

: Perempuan : Keturunan

: Meninggal ------ : Tinggal Serumah

: Pasien ? : Umur tidak

diketahui

G1 : Kakek dan nenek orang tua pasien sudah meninggal karena

penyakit yang tidak diketahui

G2: ibu pasien sudah meninggal dengan riwayat penyakit diabetes

mellitus dan bapak pasien sudah meninggal karena penyakit tidak

diketahui.

G3 : Pasien anak kedua dari 8 bersaudara tinggal bersama istri

dengan riwayat penyakit Diabetes Mellitus.

10
G. DATA PEMERIKSAAN PENUNJANG

Tanggal 05 November 2018

Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan

- WBC 8,49 4.00-10.0 [10^3/սL]

- RBC 3,56 4.00-6.00 [10^6/սL]

- HGB 10,3 12.0-16.0 [g/dl]

- HCT 29,8 37.0-48.0 [%]

- MCV 82,9 80.0-97.0 [fL]

- MCH 31,3 26.5-33.5

- MCHC 33,2 31.5-35.0

- PLT 271 150-400

- RDW-SD 45,2 37.0-54.0

- RDW-CV 15,2 10.0-15.0

- PDW 10,0 10.0-18.0

- MPV 12,2 6.50-11.0

- P-LCR 37,5 13.0-43.0

- PCT 0,33 0.15-0.50

- NRBC 0,00 0.00-99.9

- NEUT 6,16 52.0-75.0

- LYMPH 1,49 20.0-40.0 [10^3/սL]

- MONO 0,58 2.00-8.00 [10^3/սL]

- EO 0,25 1.00-3.00 [10^3/սL]

- BASO 0,01 0.00-0.10 [10^3/սL]

11
- IG 0,01 0.0-72.0 [10^3/սL]

Tanggal 27 November 2018

Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan

KIMIA DARAH

Glukosa

HbA 1c 6-7 4-6 %

Tanggal 29-11-2018

PEMERIKSAAN

KIMIA DARAH

Fungsi ginjal

Ureum 71 10-50 mg/dl

Kreatinin 3.23 L(<1.3);P(<1.1) mg/dl

Fungsi hati

SGOT 17 <38 U/L

SGPT 8 <41 U/L

Elektrolit

Natrium 137 136-145 mmol

Kalium 4.2 3.5-5.1 mmol

Klorida 101 97-111 mmol

Tanggal 3 Desember 2018

- GDP : 180 mg/dl

12
H. PENYIMPANGAN KDM

Retensi & gangguan sekresi insulin

Tidak ada ikatan antara insulin & reseptor pada permukaaan


sel
Tidak ada rangkaian reaksi dalam metabolism glukosa dalam darah

Tidak ada stimulasi pengambilan glukosa dalam jaringan

Ketidakstabilan
Hiperglikemia (DM TIPE kadar glukosa darah
2)

Sindrom hiperglikemik hiperesmolernon nekotik

Komplikasi DM

Mikro/makroangiopati

Penebalan kapiler dan atriola

Jaringan parut

Kebutaan

Resiko jatuh

13
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DASAR

KATEGORI DAN SUB KATEGORI DATA SUBJEKTIF DAN OBJEKTIF

RR: 30x/i
RESPIRASI
Pasien mengeluh sesak

TD : 130/80 mmhg

N : 72x/i

S : 36,20C

- GDP
SIRKULASI
180 mg/dl

Ureum 71 mg/dl

Kreatinin 3.23 mg/dl

HbA 1c 6-7 %
FISIOLOGIS
NUTRISI DAN

CAIRAN

ELIMINASI

AKTIVITAS DAN Keadaan umum lemah

ISTIRAHAT

- Pasien mengatakan penglihatan kabur

pada kedua mata.


NEUROSENSORI
- visus 1/6

14
REPRODUKSI

DAN

SEKSUALITAS

Pasien mengeluh nyeri

Gambaran Nyeri: tertusuk-tusuk

NYERI DAN Lokasi Nyeri : pada abdomen

KENYAMANAN Frekwensi : hilang timbul

Respon Emosional : meringis


PSIKOLOGIS

INTEGRITAS EGO

PERTUMBUHAN

DAN

PERKEMBANGAN

KEBERSIHAN

DIRI

PERILAKU PENYULUHAN

DAN

PEMBELAJARAN

INTERAKSI

RELASIONAL SOSIAL

KEAMANAN DAN

LINGKUNGAN PROTEKSI

15
ANALISA DATA

Data Analisa Data Masalah

Keperawatan

DS: Retensi dan gangguan Ketidakstabilan

- Pasien mengatakan sekresi insulin kadar glukosa

mempunyai riwayat gula Tidak ada ikatan antara

darah tinggi sejak 8 insulin dengan reseptor pada

tahun yang lalu. permukaan sel

- Pasien mengatakan Tidak ada rangkaian

pernah berobat dengan reaksi dalam

penyakit diabetes. metabolisme glukosa

DO: dalam sel

- Keadaan umum lemah Tidak ada stimulasi

- GDP pengambilan glukosa

180 mg/dl oleh jaringan

Ureum 71 mg/dl Hiperglikemia

Kreatinin 3.23 mg/dl Ketidakstabilan kadar

HbA 1c 6-7 % glukosa

DS: Retensi dan gangguan Resiko jatuh

- Pasien mengatakan sekresi insulin

penglihatan kabur pada Tidak ada ikatan antara

kedua mata. insulin dengan reseptor pada

16
- Pasien mengatakan permukaan sel

mempunyai riwayat gula Tidak ada rangkaian

darah tinggi sejak 8 tahun reaksi dalam

yang lalu. metabolisme glukosa

DO: dalam sel

- Visus mata 1/6 Tidak ada stimulasi

- Nampak dituntun ke kamar pengambilan glukosa

mandi. oleh jaringan

Hiperglikemia

Sindrom hiperglikemik

hiperosmoler non

ketokik

Komplikasi DM

Mikro/makroangiopati

Penebalan kapiler dan

anteriola

Jaringan parut

Kebutaan

Resiko cedera

17
PERUMUSAN PRIORITAS MASALAH KEPERAWATAN

No Diagnosis Keperawatan SDKI


1. Ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan resistensi

insulin.

DS:

- Pasien mengatakan mempunyai riwayat gula darah tinggi sejak 8

tahun yang lalu.

- Pasien mengatakan pernah berobat dengan penyakit diabetes.

DO:

- Keadaan umum lemah

- GDP

180 mg/dl

Ureum 71 mg/dl

Kreatinin 3.23 mg/dl

HbA 1c 6-7 %

2. Resiko jatuh berhubungan dengan gangguan penglihatan (ablasio retina)

DS:

- Pasien mengatakan penglihatan kabur pada kedua mata.

- Pasien mengatakan mempunyai riwayat gula darah tinggi sejak 8 tahun

yang lalu.

DO:

- Visus mata 1/6

18
- Nampak dituntun ke kamar mandi.

19
DIAGNOSIS KEPERAWATAN

Nama / Umur : Tn.“A”/ 56 tahun

Ruang / Kamar : Lontara 1 bawah belakang

No. RM : 863836

No Diagnosis Keperawatan Tanggal Tanggal teratasi

ditemukan

1 Ketidakstabilan kadar glukosa 3 Desember 2018

darah berhubungan dengan

resistensi insulin.

DS:

- Pasien mengatakan

mempunyai riwayat gula darah

tinggi sejak 8 tahun yang lalu.

- Pasien mengatakan pernah

berobat dengan penyakit

diabetes.

DO:

- Keadaan umum lemah

- GDP

180 mg/dl

Ureum 71 mg/dl

Kreatinin 3.23 mg/dl

HbA 1c 6-7 %

20
2 Resiko jatuh berhubungan dengan 3 Desember 2018

gangguan penglihatan (ablasio

retina)

DS:

- Pasien mengatakan penglihatan

kabur pada kedua mata.

- Pasien mengatakan mempunyai

riwayat gula darah tinggi sejak 8

tahun yang lalu.

DO:

- Visus mata 1/6

- Nampak dituntun ke kamar

mandi.

21
22
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Inisial Pasien : Tn “A”

Ruangan : Lontara 1 bawah Belakang

Rencana Tindakan Keperawatan

No Diagnosis Keperawatan Luaran


Intervensi Rasional
keperawatan

1 Ketidakstabilan kadar Ketidakseimbangan 1. Monitor level glukosa darah 1. Untuk mengetahui kondisi

glukosa darah berhubungan kadar glukosa glukosa dalam darah apakah

dengan resistensi insulin. darah membaik mengalami peningkatan atau

DS: penurunan.
2. Batasi aktivitas jika gula darah
- Pasien mengatakan 2. Pembatasan aktivitas pada
> 250 mg/dl.
mempunyai riwayat gula pasien dengan gula darah >250

darah tinggi sejak 8 mg/dl untuk mengurangi resiko

tahun yang lalu. cedera.

23
- Pasien mengatakan 3. Berikan edukasi pada keluarga 3. Edukasi tentang gula darah

pernah berobat dengan pasien tentang hasil sangat penting untuk keluarga

penyakit diabetes. pemeriksaan gula darah. pasien sehingga membantu

DO: memonitor dan manajemen


4. Penatalaksanaan pemberian
- Keadaan umum lemah tanda dan gejala hiperglikemia
insulin
- GDP 4. Pemberian insulin berfungsi

180 mg/dl untuk mempertahankan jumlah

Ureum 71 mg/dl glukosa dalam darah tetap

Kreatinin 3.23 mg/dl normal.

HbA 1c 6-7 %

2 Resiko jatuh berhubungan Resiko cedera 1. Identifikasi adanya agen 1.Untuk mengetahui penyebab

dengan gangguan menurun penyebab cedera cedera

penglihatan (ablasio retina) 2. Rapikan lingkungan sekitar 2. Mencegah resiko jatuh

pasien

24
DS: 3. Anjurkan klien menghindari 3. Menghindari jatuh resiko

- Pasien mengatakan tempat licin. cedera

penglihatan kabur pada 4. Anjurkan pasie menggunakan 4. Mempermudah pasien

kedua mata. alat bantu bila dibutuhkan. beraktivitas.

- Pasien mengatakan

mempunyai riwayat gula

darah tinggi sejak 8 tahun

yang lalu.

DO:

- Visus mata 1/6

- Nampak dituntun ke

kamar mandi.

25
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Inisial Pasien : Tn“A” Ruangan : Lontara 1 Bawah Belakang

No RM : 863836 Dx Medis : DM Tipe 2

No.
No Hari/Tgl/Jam Implementasi Tindakan Keperawatan Nama jelas
DX.

1 I Selasa 1. Memonitor level glukosa darah

4-12-2018 Hasil: GDP :180 mg/dl

15.00 2. Membatasi aktivitas jika gula darah > 250 mg/dl.

Hasil: Pasien melakukan aktivitas berjalan jika pergi ke kamar mandi

15.05 3. Memberikan edukasi pada keluarga pasien tentang hasil pemeriksaan gula

darah.

15.10 Hasil: Pasien dan keluarga paham mengenai hasil dari pemeriksaan gula

darah jika tinggi berarti gula darah didalam tubuh meningkat dan akan

terjadi DM.

26
15.15 4. Penatalaksanaan pemberian insulin

Hasil: Telah diberikan Nevoramid 10 unit/sc

2 II Selasa 1. Mengidentifikasi adanya agen penyebab cedera

4-12-2018 Hasil: penglihatan kabur

15.20 2. Merapikan lingkungan sekitar klien

15.25 Hasil: telah dirapikan barang-barang disekitar klien

15.30 3. Menganjurkan klien menghindari tempat licin.

Hasil: telah dianjurkan pasien menghindari tempat licin

15.45 4. Menganjurkan klien menggunakan alat bantu bila dibutuhkan.

Hasil: telah dianjurkan pasien menggunakan alat bantu jika dibutuhkan.

3 I Rabu 1. Memonitor level glukosa darah

5-12-2018 Hasil: GDP :181 mg/dl

07.00 2. Membatasi aktivitas jika gula darah > 250 mg/dl.

07.05 Hasil: Pasien melakukan aktivitas berjalan jika pergi ke kamar mandi

27
07.10 3. Memberikan edukasi pada keluarga pasien tentang hasil pemeriksaan gula

darah.

Hasil: Pasien dan keluarga paham mengenai hasil dari pemeriksaan gula

darah jika tinggi berarti gula darah didalam tubuh meningkat dan akan

terjadi DM.

07.15 4. Penatalaksanaan pemberian insulin

Hasil: Telah diberikan Nevoramid 10 unit/sc

4 II Rabu 1. Mengidentifikasi adanya agen penyebab cedera

5-12-2018 Hasil: penglihatan kabur

07.30 2. Merapikan lingkungan sekitar klien

07.35 Hasil: telah dirapikan barang-barang disekitar klien

3. Menganjurkan klien menghindari tempat licin.

Hasil: telah dianjurkan pasien menghindari tempat licin

07.45 4. Menganjurkan klien menggunakan alat bantu bila dibutuhkan.

28
Hasil: telah dianjurkan pasien menggunakan alat bantu jika dibutuhkan.

5 I Kamis 1. Memonitor level glukosa darah

6-10-2018 Hasil: GDP :160 mg/dl

07.00 2. Membatasi aktivitas jika gula darah > 250 mg/dl.

Hasil: Pasien melakukan aktivitas berjalan jika pergi ke kamar mandi

07.05 3. Penatalaksanaan pemberian insulin

07.10 Hasil: Telah diberikan Nevoramid 10 unit/sc

6 II Kamis 1.Mengidentifikasi adanya agen penyebab cedera

07. 15 Hasil: penglihatan kabur

07.20 2.Merapikan lingkungan sekitar klien

Hasil: telah dirapikan barang-barang disekitar klien

3..Menganjurkan pasien menggunakan alat bantu bila dibutuhkan.

29
Hasil: telah dianjurkan pasien menggunakan alat bantu jika dibutuhkan.

30
EVALUASI KEPERAWATAN

Hari/Tgl Waktu Evaluasi Nama jelas

S : - Pasien mengatakan mempunyai riwayat gula darah tinggi sejak 8

tahun yang lalu.

- Pasien mengatakan pernah berobat dengan penyakit diabetes

O : -Keadaan umum lemah

Selasa -GDP 180 mg/dl

4-12-2018 19.00 A : Masalah belum teratasi

P : Lanjutkan Intervensi

1. Monitor level glukosa darah

2. Batasi aktivitas jika gula darah > 250 mg/dl.

3. Berikan edukasi pada keluarga pasien tentang hasil pemeriksaan gula darah.

4. Kolaborasi pemberian insulin

31
S: - Pasien mengatakan penglihatan kabur pada kedua mata.

- Pasien mengatakan mempunyai riwayat gula darah tinggi sejak 8 tahun yang

lalu.

O:- Visus mata 1/6

- Nampak dituntun ke kamar mandi.


Selasa
19.00 A: Masalah belum teratasi
4-12-2018
P: Lanjutkan intervensi

1. Identifikasi adanya agen penyebab cedera

2. Rapikan lingkungan sekitar klien

3. Anjurkan klien menghindari tempat licin.

4. Anjurkan klien menggunakan alat bantu bila dibutuhkan.

S : - Pasien mengatakan mempunyai riwayat gula darah tinggi sejak 8


Rabu
08.00 tahun yang lalu.
5/12/2018
- Pasien mengatakan pernah berobat dengan penyakit diabetes

32
O : -Keadaan umum lemah

-GDP 170 mg/dl

A : Masalah belum teratasi

P : Lanjutkan Intervensi

1. Monitor level glukosa darah

2. Batasi aktivitas jika gula darah > 250 mg/dl.

3. Kolaborasi pemberian insulin

S: - Pasien mengatakan penglihatan kabur pada kedua mata.

- Pasien mengatakan mempunyai riwayat gula darah tinggi sejak 8 tahun yang

lalu.
Rabu
08.10 O:- Visus mata 1/6
13/11/2018
- Nampak dituntun ke kamar mandi.

A: Masalah belum teratasi

P: Lanjutkan intervensi

33
1. Identifikasi adanya agen penyebab cedera

2. Rapikan lingkungan sekitar klien

3. Anjurkan klien menggunakan alat bantu bila dibutuhkan.

S : - Pasien mengatakan mempunyai riwayat gula darah tinggi sejak 8

tahun yang lalu.

- Pasien mengatakan pernah berobat dengan penyakit diabetes

O : -Keadaan umum lemah

Kamis -GDP 167 mg/dl


08.10
6-12-2018 A : Masalah belum teratasi

P : Lanjutkan Intervensi

1. Monitor level glukosa darah

2. Batasi aktivitas jika gula darah > 250 mg/dl.

3. Kolaborasi pemberian insulin

Kamis 08.15 S: - Pasien mengatakan penglihatan kabur pada kedua mata.

34
6-12-2018 - Pasien mengatakan mempunyai riwayat gula darah tinggi sejak 8 tahun yang

lalu.

O:- Visus mata 1/6

- Nampak dituntun ke kamar mandi.

A: Masalah belum teratasi

P: Lanjutkan intervensi

1. Identifikasi adanya agen penyebab cedera

2. Anjurkan klien menggunakan alat bantu bila dibutuhkan.

35
36