Você está na página 1de 2

Qada’ dan Qadar

A. Hakikat qada’ dan qadar


1. Pengertian Qada’ dan Qadar
Qada’ menurut bahasa berarti “menentukan atau memutuskan”, sedangkan
menurut istilah artinya “segala ketentuan Allah SWT sejak zaman azali”. Adapun
pengertian Qadar menurut bahasa adalah “memberi kadar, aturan, atau ketentuan”,
sedangkan menurut istilah berarti “ketetapan Allah SWT terhadap seluruh
makhlukNya tentang segala sesuatunya”.

2. Iman kepada Qada’ dan Qadar


Rukun iman yang keenam adalah percaya pada qada’ dan qadar yang berarti
beriman kepada qada’ dan qadar yaitu percaya pada takdir Allah SWT, yaitu
meyakini bahwa adanya ketetapan Allah SWT. Yang berlaku atas makhlukNya,baik
ketentuan yang telah,sedang maupun yang akan terjadi. Setiap muslim wajib
mengimani Qada’ dan Qadar Allah SWT, yang baik atupun yang buruk. Firman Allah
SWT:
“Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa
saja yang ada di langit dan di bumi, bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam
sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi
Allah”.(QS. Al-Hajj/22:70)
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu
sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami
menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. (QS.
Al-Hadid/57:22).
Allah telah memperingatkan bahwa dia tidak akan merubah nasib suatu
kaum sampai kaum itu merubah nasibnya sendiri.

3. Hubungan antara Qada’ dan Qadar

Qada’ adalah ketentuan, hukum atau rencana Allah sejak zalam Azali. Qadar
adalah kenyataan dari ketentuan atau hukum Allah. Jadi hubungan antara Qada’ dan
Qadar seperti rencana dan perbuatan. Diibaratkan Qadar sebagai pondasi dan Qada’
sebagai bangunannya. Barangsiapa bermaksud untuk memisahkan diantara
keduanya, maka dia bermaksud menghancurkan dan merobohkan bangunan
tersebut.

4. Kewajiban Beriman Kepada Qada’ dan Qadar


Nabi bersabda “Hendaknya engkau beriman kepada Allah, para malaikatNya,
kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, hari akhir dan hendaknya engkau beriman kepada
Qadar yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim)
Orang Islam di samping wajib percaya kepada Allah, malaikat, kitab-kitabNya,
rasul, dan hari akhirat, ia juga wajib percaya