Você está na página 1de 2

ANALISA JURNAL

Problem : Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita kejang demam yang
tercatat dalam rekam medik Instalasi Rawat Inap Bagian Anak Rumah Sakit
Muhammad Hoesin Palembang sejak Januari 2006 hingga Januari 2008.
Penderita yang datanya lengkap diambil sebagai sampel penelitian.

Intervention : Pengambilan data dilakukan melalui data sekunder yaitu dengan melihat
data tentang usia, jenis kelamin, etiologi, manifestasi klinis, klasifikasi, faktor
risiko, pemeriksaan penunjang, dan pengobatan profilaksis yang tercatat
dalam rekam medik penderita.

Comparison :

Jurnal 1 : Judul (Karakteristik Penderita Kejang Demam di Instalasi Rawat Inap


Bagian Anak Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang)

Pengambilan data dilakukan melalui data sekunder yaitudengan melihat


data tentang usia, jenis kelamin, etiologi,manifestasi klinis, klasifikasi, faktor
risiko, pemeriksaanpenunjang, dan pengobatan profilaksis yang tercatat
dalamrekam medik penderita.

Hasinya Yang paling sering menderita kejang demam adalah kelompok usia
1-2 tahun. Laki-laki lebih banyak menderita kejang demam dibandingkan
perempuan. Paling banyak disebabkan oleh infeksi saluran napas atas. Dan
yang paing sering kejangnya kurang dari 15 menit, serta yang dialami
penderita tergolong dalam KDK (Kejang demam Kronik).

Jurnal 2 : Judul (Profil kejang demam di BagianIlmu Kesehatan Anak RSUP Prof.D
r.R.D.Kandou Manado periode Januari 2014- Juni 2016)

Jenis penelitian ini Ialah deskriptif retrospektif Variabel penelitian ialah usia,
jenis kelamin, suhu badan, riwayat keluarga, riwayat penyakit yang
mendasari, jenis kejang demam, berat badan lahir, riwayat jenispersalinan,
dan status gizi.
Hasilnya kejang demam lebih banyak ditemukan pada usia 1 -<2 tahun,
jenis kelamin laki-laki, tanpa riwayat kekuarga, suhu badan >38oC, riwayat
penyakit yang mendasari infeksi saluran pernapasan akut, tipe kejang
demam kompleks, status gizi normal, riwayat berat badan lahir normal, serta
riwayat jenis persalinan normal.