Você está na página 1de 14

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG

TANDA BAHAYA KEHAMILAN TERHADAP KETAATAN ANC


DI PUSKESMAS PONJONG II GUNUNGKIDUL
YOGYAKARTA TAHUN 2010

KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Persyaratan Mencapai Gelar


Ahli Madya Kebidanan Pada Program Studi Kebidanan di Sekolah Tinggi
Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Yogyakarta

Disusun Oleh :

Bekti Rahayu
NIM : 080105013

PROGRAM STUDI KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ‘AISYIYAH
YOGYAKARTA
2011
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG
TANDA BAHAYA KEHAMILAN TERHADAP KETAATAN ANC
DI PUSKESMAS PONJONG II GUNUNGKIDUL
YOGYAKARTA 20101

Bekti Rahayu2, Suharni 3

INTISARI

Mortalitas dan morbiditas ibu hamil dan bersalin menjadi masalah di


dunia, meninggal akibat komplikasi kehamilan dan persalinan. Asuhan antenatal
bertujuan untuk memantau perkembangan kehamilan dan mendeteksi kelainan
atau komplikasi yang menyertai kehamilan secara dini dan ditangani secara benar.
Pengenalan tanda bahaya dalam kehamilan sedini mungkin akan lebih baik untuk
ibu hamil. Ketaatan kunjungan seorang ibu hamil dalam memeriksakan
kehamilannya sangat diperlukan untuk mendeteksi secara dini keluhan komplikasi
yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat
pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dengan ketaatan ANC yang
berlokasi di Puskesmas Ponjong II gunungkidul Yogyakarta.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini penelitian
observasional analitik yang bertujuan mencari hubungan antar variabel yang pada
pelaksanaannya menggunakan pendekatan cross sectional. Responden adalah ibu
hamil yang berkunjung di Puskesmas Ponjong II untuk melakukan kunjungan
ANC. Instrumen penelitian berupa kuesioner tentang tanda bahaya dalam
kehamilan. Setelah data terkumpul kemudian diolah dan dianalisa dengan
menggunakan Chi-squer.
Pengetahuan responden tentang antenatal care sebagian besar adalah baik
sebanyak 22 orang (73,3%). Ketaatan ibu hamil melakukan pemeriksaan
kehamilan sebagian besar adalah taat sebanyak 25 orang (83,3%). Ada hubungan
antara pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dengan ketaatan melakukan
pemeriksaan kehamilan dengan nilai χ2 hitung 8,727 dan χ2 tabel 5,99, jadi nilai
χ2 hitung > χ2 tabel dengan nilai p = 0,013 (p < 0,05) dan nilai CC = 0,475.
Kesimplan ada hubungan antara pengetahuan tentang tanda bahaya
kehamilan dengan ketaatan melakukan ANC. Saran bagi petugas dalam
melakukan pemeriksaan kehamilan juga memberikan penyuluhan tentang tanda
bahaya kehamilan.

Kata Kunci : pengetahuan ibu hamil, tanda bahaya, ketaatan ANC.


Kepustakaan : 23 (2001-2010)
Jumlah halaman : ix, 52 halaman, 7 gambar, 3 tabel

1
judul Karya Tulis Ilmiah
2
Mahasiswa D III Prodi Kebidanan STIKES Aisyiyah Yogyakarta
3
Dosen STIKES Aisyiyah Yogyakarta
LEVEL OF PREGNANT WOMEN WITH KNOWLEDGE ABOUT
PREGNANCY DANGER SIGNS OF COMPLIANCE ANC
IN PUBLIC HEALTH II GUNUNGKIDUL Ponjong
YOGYAKARTA 20,101

Bekti Rahayu2, Suharni 3

ABSTRACT

Mortality and morbidity of pregnant women and maternity become a problem in


the world, died from complications of pregnancy and childbirth. Antenatal care
aims to monitor the progress of pregnancy and detect abnormalities or
complications that accompany pregnancy at an early stage and treated with care.
Introduction of danger signs in pregnancy as early as possible would be better for
pregnant women. Adherence to the visit of a pregnant mother in her pregnancy
check is required for early detection of complications of a perceived grievance.
This study aims to determine the relationship level of knowledge about danger
signs of pregnancy with obedience ANC located PHC Ponjong II Gunungkidul
Yogyakarta.
This type of research used in this study analytic observational study that aims to
find relationships between variables, which in its implementation using cross
sectional approach. Respondents were pregnant women who visited the health
center Ponjong II to visit ANC. The research instrument in the form of a
questionnaire about danger signs in pregnancy. After the data collected and
processed and analyzed using the Chi-squer.
Knowledge about antenatal care most is whether as many as 22 people (73.3%).
Adherence to antenatal care of pregnant women do most of the devout as many as
25 people (83.3%). There is a relationship between knowledge about danger signs
of pregnancy 2 countχ 2 χwith adherence to prenatal care with a value of 8.727
and 2 countχtables 5.99, so the value of > 2 table with p = 0.013 (pχ <0.05) and
values CC = 0.475.

Keywords: knowledge of pregnant women, danger signs, obedience ANC.


Bibliography: 23 (2001-2010)

Number of pages: ix, 52 pages, 7 drawings, 3 tables

1 title Scientific Writing


2 Students D III Prodi Midwifery STIKES Aisyiyah Yogyakarta
3 Lecturer STIKES Aisyiyah Yogyakarta
PENDAHULUAN 35 tahun), terlalu sering (jarak
antara kelahiran 1.kurang dari 2
A. Latar Belakang tahun), dan terlalu banyak
Mortalitas dan morbiditas (jumlah anak kurang dari 3 tahun
ibu hamil dan bersalin masih lebih dari 2). Sedangkan 3
menjadi masalah di dunia, lebih terlambat yaitu terlambat
dari 500 ribu wanita di seluruh mengenali tanda bahaya,
dunia meninggal akibat terlambat mencapai fasilitas
komplikasi kehamilan dan kesehatan, serta terlambat
persalinan (WHO,2006). mendapatkan pelayanan di
Berdasarkan Survey Kesehatan fasilitas kesehatan.
dan Rumah Tangga (SKRT) Keterlambatan ini biasanya tidak
tahun 2005 Angka Kematian Ibu terdeteksi sejak awal karena
(AKI) di Indonesia masih berada asuhan antenatal yang tidak
pada angka 262/100.000 teratur, sehingga menyebabkan
kelahiran hidup atau setiap jam kemungkinan melahirkan dengan
terdapat 1 orang ibu bersalin selamat menjadi lebih kecil.
yang meninggal. Kematian ibu Millennium Development
adalah kematian seorang wanita Goals (MDGs) memiliki 8 pilar
yang terjadi selama kehamilan yaitu : pengentasan kemiskinan
sampai dengan 42 hari setelah dan kelaparan yang extrim,
berakhir kehamilan, tanpa pemerataan pendidikan dasar,
melihat lama dan tempat mendukung adanya persamaan
terjadinya kehamilan yang jender dan pemberdayaan
disebabkan oleh perempuan, mengurangi tingkat
kehamilan/penanganannya tetapi kematian anak, meningkatkan
bukan karena kecelakaan. kesehatan ibu, perlawanan
Angka kematian ibu di terhadap HIV/AIDS, malaria dan
wilayah DIY menurut laporan penyakit lainnya, menjamin daya
Dinas Kesehatan Propinsi dukung lingkungan hidup,
Yogyakarta tahun 2009 masih mengembangkan kemitraan
cukup tinggi yaitu sebesar global untuk pembangunan.
76,91%. Dari kelima kabupaten Untuk mewujudkan pilar ke-4
di DIY, Gunungkidul memiliki dan ke-5 Departemen Kesehatan
angka kematian ibu dalam proses mempunyai kebijakan dalam
persalinan paling tinggi yaitu upaya mempercepat penurunan
sebanyak 43,75% atau dari 16 Angka Kematian Ibu adalah
ibu yang meninggal saat proses dengan pendekatan pelayanan ibu
bersalin di wilayah DIY, 7 ibu dan anak di tingkat dasar dan
diantaranya berada di kabupaten rujukan.
Gunungkidul. Depkes Asuhan antenatal bertujuan
menyebutkan penyebab AKI untuk memantau perkembangan
dikenal dengan 4 terlalu dan 3 kehamilan dan mendeteksi
terlambat. Keempat terlalu yaitu kelainan atau komplikasi yang
terlalu muda (usia kurang dari 20 menyertai kehamilan secara dini
tahun), terlalu tua (usia lebih dari dan ditangani secara benar (Resti,
2007). Asuhan antenatal penting 83,31%. Angka ini masih
untuk menjamin agar proses dibawah target menyongsong
alamiah tetap berjalan normal Indonesia Sehat 2010 yaitu 95%.
selama kehamilan. WHO Gunungkidul merupakan salah
memperkirakan bahwa sekitar satu kabupaten di DIY yang
15% dari seluruh wanita yang cakupan K4 kurang dari target
hamil akan berkembang menjadi yang ditentukan (target nasional)
komplikasi yang berkaitan yaitu 95%. Dari 10.840 ibu hamil
dengan kehamilan serta dapat hanya 85,31% yang memenuhi
mengancam jiwanya. Untuk cakupan kunjungan ibu hamil
mencegah hal tersebut, setiap (K4). Dari lima kabupaten di
wanita hamil memerlukan DIY, Gunungkidul menduduki
sedikitnya empat kali kunjungan peringkat ketiga, namun hal ini
yang diukur dengan K4 selama masih jauh tertinggal bila
periode antenatal. dibandingkan dengan Kota
Tujuan utama dari asuhan Yogyakarta maupu Sleman yang
antenatal adalah untuk sudah mencapai 89,50% dan
mempersiapkan ibu dan bayinya 85,51%. Di wilayah Gunungkidul
dalam keadaan sehat dan cara sendiri, cakupan K4 paling
membangun hubungan saling rendah berada di kecamatan
percaya dengan ibu, mendeteksi ponjong di bawah wilayah
tanda bahaya yang mengancam Puskesmas Ponjong II yaitu
jiwa, mempersiapkan kelahiran sebesar 3.63,04%. Jumlah
dan memberikan pendidikan sasaran ibu hamil sebesar 257
kepada ibu (Pusdiknas,2002). orang. Angka cakupan K4
Ada beberapa faktor yang sebesar 162 orang atau sebesar
mempengaruhi seseorang ibu 63,04% (UPT Puskesmas
hamil melaksanakan pemeriksaan Ponjong II Gunungkidul,2009)
untuk kehamilannya, yaitu Salah satu peran bidan
pengetahuan, pendidikan, sosial dalam masyarakat adalah
budaya, waktu tempuh ke tempat meningkatkan pengetahuan
pelayanan dan pelayanan petugas kesehatan masyarakat.
kesehatan (Lailia,2009) Deteksi Pengetahuan masyarakat tentang
dini dapat dilakukan dengan cara kesehatan sangat penting untuk
pemeriksaan kehamilan secara menumbuhkan kesadaran hidup
teratur, untuk menjamin mutu sehat. Oleh karena itu
pelayanan antenatal perlu pengetahuan ibu mengenai tanda-
indikator untuk menyatakan tanda bahaya dalam kehamilan
kunjungan ibu hamil tersebut akan mempengaruhi perilakunya
dinyatakan memenuhi strandar dalam melakukan kunjungan
yaitu dengan cakupan kunjungan pemeriksaan kehamilan (ANC).
ibu hamil 4 kali selama hamil Perilaku yang didasari oleh
(K4), (Depkes RI, 1994). pengetahuan dan kesadaran yang
Cakupan kunjungan ibu positif akan bersifat langgeng
hamil 4 kali selama hamil (K4) (Rogers, dalam Notoatmojo,
propinsi DIY adalah sebesar 2003).
Pengawasan antenatal hamil tentang tanda bahaya
merupakan cara yang mudah kehamilan terhadap ketaatan
untuk memonitor dan ANC di Puskesmas Ponjong II
mendukung kesehatan ibu hamil Gunungkidul Yogyakarta 2010?”
secara normal dan dapat Tujuan penelitian Diketahui
mendeteksi dini tanda bahaya hubungan antara tingkat
kehamilan antara lain : pengetahuan ibu hamil tentang
penglihatan kabur, nyeri kepala tanda bahaya kehamilan dengan
hebat dan menetap, oedem muka ketaatan kunjungan ANC di
dan ekstremitas, perdarahan Puskesmas Ponjong II
pervaginam. Pengenalan tentang Gunungkidul.
tanda bahaya kehamilan sedini METODE PENELITIAN
mungkin akan lebih baik untuk Jenis penelitian yang
ibu hamil. Peningkatan digunakan dalam penelitian ini
pengetahuan tentang tanda adalah penelitian observasional
bahaya kehamilan dapat analitik yang bertujuan mencari
dilakukan dengan penyuluhan hubungan antar variabel yang
dan pemberian KIE pada saat sifatnya untuk mencari hubungan
melakukan ANC. Selain sebab akibat. Pada
penyuluhan dari tenaga pelaksanaannya dilakukan
kesehatan, ketaatan seorang ibu dengan pendekatan cross
hamil dalam memeriksakan sectional, yaitu datanya
kehamilannya sangat diperlukan dikumpulkan bersama-sama
agar setiap keluhan dapat dalam waktu yang sama dan
ditangani sedini mungkin hanya menggambarkan hubungan
sehingga angka kematian ibu sebab akibat. Dalam penelitian
dapat ditekan menjadi seminimal ini peneliti ingin mengetahui
mungkin. Efektifitas pelayanan hubungan antara tingkat
antenatal diukur berdasarkan dari pengetahuan ibu hamil trimester
keberhasilan cakupan K4, agar III mengenai tanda bahaya
informasi yang penting bagi ibu kehamilan terhadap ketaatan
hamil dapat tersampaikan. Dari ANC (Azis,2009)
uraian diatas peneliti ingin Analisis data menggunakan
melakukan penelitian mengenai chi square.
Hubungan Tingkat Pengetahuan
Ibu Hamil Trimester III Tentang
Tanda 4.Bahaya Kehamilan HASIL PENELITIAN DAN
Terhadap Ketaatan ANC di PEMBAHASAN
Puskesmas Ponjong II
Gunungkidul. A. Hasil Penelitian
Sesuai dengan latar 1. Karakteristik Responden
belakang yang telah diuraikan a. Umur
diatas, maka rumusan
permasalahan penelitian ini
adalah : “Apakah ada hubungan
antara tingkat pengetahuan ibu
Gambar 4.1 Distribusi
Umur Responden
Gambar 4.1
Gambar 4.3 Distribusi
menunjukkan bahwa
Frekuensi pekerjaan
umur responden paling
responden
banyak adalah 20-35
Gambar 4.3 sebagian
tahun sebanyak 20 tahun
besar pekerjaan ibu
(66,7%). Sedangkan
adalah sebagai ibu rumah
responden dengan umur <
tangga sebanyak 80% dan
20 tahun sebanyak 10
yang palings edikit
orang (33,3%).
pegawai swasta sebanyak
b. Pendidikkan
20%.
d. Sosial Ekonomi

Gambar 4.2 Distribusi


Frekuensi Pendidikan
Responden
Gambar 4.2 Gambar 4.4 Distribusi
menunjukkan tingkat Frekuensi sosial ekonomi
pendidikan SMP paling Gambar 4.4 distribusi
banyak yaitu 14 orang frekuensi sosial ekonomi
(46,7%) sedangkan SD sebagian besar responden
pendidikan yang paling pernah mendapatkan
sedikit.
c. Pekerjaan
informasi pelayanan Berdasarkan tabel 4.1
kesehatan sebanyak 80%. sebagian besar pengetahuan
e. Informasi Pelayanan responden adalah baik
Kesehatan sebanyak 22 orang (73,3%)
dan kurang baik sebanyak 2
orang (6,7%) dan tidak baik
tidak ada.
3. Kepatuhan melakukan
pemeriksaan kehamilan
Tabel 4.2 Kepatuhan
Responden di
Puskesmas
Ponjong II
Gunungkidul
No Ketaatan Frekuens
1 Taat 25
2 Tidak Taat 5
Jumlah 30
Gambar 4.4 Distribusi Sumber : Data Primer Bulan
Frekuensi Pelayanan Oktober-Nopember
Kesehatan 2010 di Puskesmas
Berdasarkan hasil Ponjong II
penelitian didapatkan Gunungkidul
bahwa sebagian besar
responden pernah Berdasarkan tabel 4.2
mendapatkan informasi sebagian besar ibu taat dalam
pelayanan kesehatan melakukan pemeriksaan
sebanyak 80%. kehamilan sebanyak 25 orang
2. Pengetahuan (83,3%) dan yang tidak taat
Tabel 4.1 Pengetahuan sebanyak 5 orang (16,7%).
Responden di 4. Analisa Bivariat
Puskesmas Hubungan tingkat
Ponjong II pengetahuan ibu hamil
Gunungkidul tentang tanda bahaya
No Pengetahuan Frekuensiterhadap ketaatan
kehamilan (%)
1 Baik 22
ANC dapat dilihat dalam73,3
2 Cukup Baik 6
tabel berikut ini : 20
3 Kurang Baik Tabel 24.3. Pengetahuan6,7
4 Tidak Baik 0 0
dengan ketaatan
Jumlah 30 melakukan 100
Sumber : Data Primer Bulan pemeriksaan
Oktober-Nopember kehamilan di
2010 di Puskesmas Puskesmas
Ponjong II Ponjong II
Gunungkidul. Gunungkidul
Pengetahuan Ketaatan
Taat bersalin
Tidak Taat dan nifas serta
f %
f % menyusui.
f %
Baik 21 95,5 1 Hasil4,5 22 penelitian
100
Cukup Baik 3 50 menunjukkan
3 50 bahwa 6 sebagian
100
Kurang Baik 1 50 besar
1 pendidikan
50 2 responden
100
Total 25 83,3 adalah
5 SMP. 30Hasil 100
16,7 ini
menunjukkan bahwa pendidikan
Berdasarkan tabel 4.3 merupakan suatu usaha untuk
diketahui bahwa responden meningkatkan pengetahuan dan
sesuai standar melakukan perilaku. Semakin baik
pemeriksaan kehamilan pendidikan maka semakin baik
sebanyak 25 orang (83,3%) pengetahuan tentang suatu hal
yang mempunyai (Notoatmodjo, 2003).
pengetahuan baik sebanyak Hasil penelitian
21 orang (95,5%) taat dalam menunjukkan bahwa sebagian
melakukan ANC. Responden besar pekerjaan ibu adalah ibu
yang tidak taat melakukan rumah tangga. Hasil ini
pemeriksaan kehamilan menunjukkan bahwa ibu rumah
sebanyak 3 orang (50%) tangga mempunyai waktu yang
dengan pengetahuan cukup lebih banyak untuk mendapatkan
baik. informasi tentang pengetahuan
Hasil uji statistik dengan (Notoatmodjo, 2003).
chi square didapatkan hasil Hasil penelitian
bahwa ada hubungan antara menunjukkan bahwa keadaan
pengetahuan ibu hamil sosial ekonomi menengah.
tentang tanda bahaya Menurut Notoatmodjo (2003),
kehamilan dan ketaatan sosial ekonomi meningkatkan
melakukan pemeriksaan pengetahuan dan kepatuhan atau
kehamilan dengan nilai χ2 ketaatan ibu dalam melakukan
hitung 8,727 dan χ2 tabel ANC. Hasil ini sesuai dengan
5,99, jadi nilai χ2 hitung > χ2 penelitian Maqsuroh (2007),
tabel dengan nilai p = 0,013 yang mengatakan bahwa ada
(p < 0,05) dan nilai CC = hubungan pengetahuan tanda
0,475. bahaya kehamilan dengan
frekuensi antenatal care dengan
B. Pembahasan p = 0,00 (p < 0,05).
Hasil penelitian Hasil penelitian menunjukan
menunjukkan bahwa sebagian sebagian besar responden telah
besar responden dengan umur mendapatkan informasi tentang
20-35 tahun. Keadaan ini tanda bahaya kehamilan dan
menunjukkan bahwa umur ANC. Menurut Notoatmodjo
responden termasuk dalam umur (2003), sumber informasi yang
reproduksi sehat. Menurut didapatkan baik dari media
Wiknjosastro (2005), umur 20-35 cetak-cetak media elektronika.
tahun merupakan umur yang baik Semakin banyak informasi yang
bagi seorang wanita untuk hamil, diterima maka semakin baik
pengetahuan yang didapat. Hasil orang lain, media masa maupun
ini sesuai dengan Widyawati lingkungan.
(2007), ada hubungan yang Antenatal care adalah
positif bermakna antara kedua pengawasan sebelum anak lahir
varibel, artinya semakin tinggi terutama ditujukan oleh anak
tingkat pendidikan dan (Mochtar, 2002 : 42). Antenatal
pengetahuan tentang tanda care merupakan pengawasan
bahaya kehamilan, semakin baik sebelum persalinan terutama
perilaku dalam memeriksakan ditujukan pada pertumbuhan dan
kehamilannya dengan p = 0,001 perkembangan janin dalam rahim
(p<0,05). (Manuaba, 2002 : 138).
Berdasarkan hasil penelitian Hasil penelitian diperoleh
95,5% ibu hamil mempunyai data bahwa 21 yang mempunyai
pengetahuan baik. Pengetahuan pengetahuan baik, 95,5% taat
baik akan mempengaruhi melakukan pemeriksaan
ketaatan melakukan pemeriksaan kehamilan. Penelitian ini sejalan
kehamilan. Berdasarkan hasil uji dengan penelitian Khomsa
chi square didapatkan hasil χ2 Khurun Maqsuroh (2007), yang
hitung 8,727 dan χ2 tabel 5,99, mengatakan bahwa ada hubungan
jadi nilai χ2 hitung > χ2 tabel pengetahuan tanda bahaya
sehingga dapat disimpulkan kehamilan dengan frekuensi
bahwa ada hubungan antara antenatal care dengan p = 0,00
pengetahuan ibu tentang ANC (p < 0,05). Semakin baik
dengan ketaatan melakukan pengetahuan semakin taat ibu
pemeriksaan kehamilan. hamil dalam melakukan
Sedangkan hasil analisa pemeriksaan kehamilan
didapatkan nilai Coefisien (Notoamtodjo, 2003).
contingensi C = 0,475 yang Hasil penelitian ini juga
berarti bahwa dari hubungan sesuai dengan penelitian yang
antara pengetahuan dan ketaatan dilakukan Singgih Widyawati
melakukan ANC dalam kategori (2007), ada hubungan yang
sedang karena terletak antara positif bermakna antara kedua
0,400-0,599. varibel, artinya semakin tinggi
Menurut Notoatmodjo tingkat pendidikan dan
(2007 : 139), pengetahuan pengetahuan tentang tanda
merupakan hasil dari tahu setelah bahaya kehamilan, semakin baik
orang melakukan penginderaan perilaku dalam memeriksakan
terhadap suatu obyek tertentu. kehamilannya dengan p=
Penginderaan terjadi melalui 0,001 (p<0,05).
panca indera manusia, yaitu Hasil penelitian ini juga
indera penglihatan, pendengaran, sesuai dengan penelitian yang
penciuman, rasa dan raba. dilakukan Novika (2006), yang
Sebagian besar pengetahuan mengatakan adanya hubungan
manusia diperoleh dari tingkat pengetahuan tentang
pendidikan, pengalaman diri tanda bahaya kehamilan dengan
sendiri maupun pengalaman upaya deteksi dini komplikasi ibu
hamil dengan hasil r 0,540 sehingga persepsi dalam
sedangkan Z hitung 4,5629 dan Z pengisian kuesioner juga akan
tabel 1,96. berbeda-beda. Untuk
Kenyataannya dari mengantisipasi hal tersebut
pengetahuan baik terdapat 4,5% peneliti memberikan penjelasan,
ibu tidak taat dalam melakukan sebelum responden mengisi
pemeriksaan kehamilan kuesioner serta mengarahkan
dikarenakan faktor yang kepada responden supaya
mempengaruhi ketaatan bukan mengisi kuesioner secara jujur.
hanya pengetahuan saja, namun Kurang bisa mengendalikan
dipengaruhi juga oleh variabel pengganggu seperti jarak
pendapatan, jarak rumah. Hasil rumah dan sosial ekonomi.
penelitian juga menunjukkan KESIMPULAN DAN SARAN
bahwa dari ibu yang mempunyai
pengetahuan cukup baik A. Kesimpulan
sebanyak 50% patuh dalam Berdasarkan hasil
melakukan pemeriksaan penelitian ”Hubungan
kehamilan, hal ini dikarenakan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang
disamping pengetahuan, Tanda Bahaya Kehamilan
pendapatan juga mempengaruhi Terhadap Ketaatan ANC Di
ketaatan dalam melakukan Puskesmas Ponjong II
pemeriksaan kehamilan. Gununkidul Yogyakarta Tahun
Menurut Notoatmodjo 2010” dapat ditarik kesimpulan
(2007 : 144), terdapat beberapa bahwa :
faktor yang mempengaruhi 1. Pengetahuan responden
ketaatan ibu hamil untuk tentang antenatal care
melakukan ANC, yaitu: 1) faktor sebagian besar adalah baik
predisposisi/ predisposing factor sebanyak 22 orang (73,3%)
yang meliputi pengetahuan, 2. Ketaatan ibu hamil
umur, pendidikan, pekerjaan, melakukan pemeriksaan
paritas; 2) faktor pendukung / kehamilan sebagian besar
enabling factor yang meliputi adalah taat sebanyak 25
fasilitas dan sarana kesehatan; orang (83,3%).
dan faktor pendorong / 3. Ada hubungan antara
reinforcing factor (dukungan dari pengetahuan tentang tanda
petugas kesehatan dan orang- bahaya kehamilan dengan
orang di sekitar ibu hamil). ketaatan melakukan
Dukungan sosial merupakan pemeriksaan kehamilan
salah satu faktor yang ikut dengan nilai χ2 hitung 8,727
berperan dalam mendorong dan χ2 tabel 5,99, jadi nilai χ2
ketaatan kunjungan ANC. hitung > χ2 tabel dengan nilai
p = 0,013 (p <
C. Keterbatasan Penelitian 0,05) dan nilai CC = 0,475.
Pada saat melakukan penelitian
dengan strata pendidikan B. Saran
responden yang berbeda-beda
Berdasarkan hasil baik hendaknya diikuti pula
penelitian yang telah dilakukan, dengan ketaatan melakukan
ada beberapa saran yang dapat pemeriksaan kehamilan.
diberikan, yaitu : 4. Bagi Peneliti
1. Bagi Ilmu Kebidanan Diharapkan penelitian ini
Penelitian ini dapat dapat sebagai bahan
bermanfaat bagi ilmu informasi untuk melakukan
kebidanan yaitu menambah penelitian lebih lanjut tentang
pengetahuan tentang tingkat pengetahuan ibu
hubungan pengetahuan tanda hamil tentang tanda bahaya
bahaya kehamilan dengan kehamilan.
ketaatan melakukan ANC. 5. Bagi Institusi Pendidikan
2. Bagi Tenaga Kesehatan Diharapkan penelitian ini
Dijadikan acuan untuk dapat menjadi bahan bacaan
melakukan penatalaksanaan mengenai tingkat
tentang tanda bahaya pengetahuan ibu hamil
kehamilan dengan ketaatan tentang tanda bahaya
melakukan ANC. kehamilan dan ketaatan
3. Bagi ibu hamil dalam ANC.
Tingkat pengetahuan tentang
tanda bahaya kehamilan yang
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2010. Panduan Penulisan Proposal dan Karya Tulis Ilmiah. STIKES
Aisyiyah. Yogyakarta

Arikunto, S.2002. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Jakarta :


Rineka Cipta

Arikunto, S.2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Rivisi.


Jakarta : Rineka Cipta

Aziz, 2009. Metodologi Penelitian. Rineka Cipta. Jakarta

Dinkes Gunungkidul 2009. Profil Kesehatan Gunungkidul tahun 2009. Dinkes

Hidayat, Azis. 2009. Metode Penelitian Kebidanan dan Tehnik Analisis Data.
Jakarta. Salemba Medika

Harnawatiaji, 2008. Pemeriksaan Obstetri dan asuhan Antenatal. Diunduh dari


http://harnawatiaji.wordpress.com//

IBI 2003. Kematian Ibu Masih Menjadi Momok di Indonesia. Diunduh dari
http://Bidanlia.wordpress.com//

Khomsa, K, 2007. Hubungan Tingkat Pengetahuan Tanda Bahaya Kehamilan


Dengan Frekuensi Antenatal Care Pada Ibu Hamil Di Puskesmas
7.Ngampilan Kota Yogyakarta Tahun 2007

Kusmardjati, 2008. Kehamilan. Diakses dari http://promkes.depkes.go.id//

Lailia, J.2008. Persiapan dan Pemeriksaan Kehamilan. Diakses dari


http://www.wordpress.com//

Lulvikar, 2008. Anetanatal Care. Diakses dari http://www.wordpress.com//

Mochtar, R.2008. Sinopsis Obstetri : Patologi dan Fisiologi, Jakarta. EGC

Nanda, 2008 Konsep pengetahuan. Diakses dari http;//wordpress.com//

Notoatmojo,s2002.Ilmu Kesehatan masyarakat. Jakarta. Rineka Cipta

Notoatmojo,S.2003.Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta Rineka Cipta


Novika, 2006. Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Tanda Bahaya Kehamilan
dengan Upaya Deteksi Dini Komplikasi Ibu Hamil di Puskesmas Galur I
Kulon Progo. Aisyiyah. Yogyakarta

Nursalam, 2003. Metodologi Penelitian. Rineka Cipta. Jakarta

Prawiroharjo, S. 2003 Ilmu Kebidanan. Jakarta. Bina Pustaka

Pusdiknakes, 2003. Tanda Bahaya Kehamilan. Pusdiknakes. Jakarta

Resti, 2007. Fungsi Ibu Sulit Diganti Fungsi Istri Dapat Diganti. Diakses dari
http://promkes.depkes.go.id//

Rogers, 1996, Ilmu Perilaku dan Kesehatan. Rineka Cipta, Jakarta

Saifuddin, 202. Asuhan Pelayanan Antenatal dan neonatal. YBPSP. Jakarta

Singgih Widyawati, 2007 dengan judul Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang


tanda bahaya kehamilan dengan perilaku pemeliharaan kehamilan pada ibu
hamil

Siswandoyo. 2003. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan. Diakses dari


http://promkes.depkes.go.id//

Sugiono.2006. Statistik Untuk Penelitian. Bandung. CV Alfabeta

Sulistyaningsih, 2010. Buku Ajar dan Panduan Praktikm Metodologi Penelitian


Kebidanan. STIKES Aisyiyah Yogyakarta

Syaifudin, A.B, 2001. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, yayasan


Bina Sarwono Prawirohardjo, Jakarta

UPT Puskesmas Ponjong II Gunung Kidul, 2009. Unit Puskesmas Ponjong II


Gunungkidul. Yogyakarta

WHO, 2006. Selamatkan Ibu. Diakses dari http://www.mediaindo.com//

Widiawati, 2007. Kepatuhan. Diakses dari http://www.mediaindo.com//

Wiknjosastro, 2005. Ilmu kebidanan. YBPSP. Jakarta