Você está na página 1de 14

Bahaya Narkoba Bagi Orang Yang Mengkonsumsi

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain


“narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan
Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika,
Psikotropika dan Zat Adiktif.
Semua istilah ini, baik “narkoba” atau napza, mengacu pada sekelompok zat
yang umumnya mempunyai risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar
kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius
pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini
presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah di luar batas dosis.
Narkoba memang sudah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat.
Berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin
sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak didengung-dengungkan. Sebab,
penyalahgunaan narkoba bisa membahayakan bagi keluarga, masyarakat, dan masa
depan bangsa.

Penyebaran Narkoba
Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat
hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-
oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang
mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat
perkumpulan genk.
Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas, pemerintah khawatir
akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun
sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan
narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun
banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk
mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga.
Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi
Narkoba. Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah.
Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat
narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar
narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan
tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua,
ormas, pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Upaya
pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan
untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak
usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang
paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari
pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya
untuk selalu menjauhi Narkoba.

Efek Narkoba
a. Halusinogen, efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian
dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan
melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain
& LSD
b. Stimulan, efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti
jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan
seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu, dan cenderung membuat seorang
pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu
c. Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan
mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan
bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw
d. Adiktif, Seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan
ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung
bersifat pasif, karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf
dalam otak,contohnya ganja, heroin, putaw
e. Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam
tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan
overdosis dan akhirnya kematian
Bahaya penyalahgunaan narkoba bagi tubuh manusia
Secara umum semua jenis narkoba jika disalahgunakan akan memberikan empat
dampak sebagai berikut:
1. Depresan
Pemakai akan tertidur atau tidak sadarkan diri.
2. Halusinogen
Pemakai akan berhalusinasi (melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada).
3. Stimulan
Mempercepat kerja organ tubuh seperti jantung dan otak sehingga pemakai
merasa lebih bertenaga untuk sementara waktu. Karena organ tubuh terus
dipaksa bekerja di luar batas normal, lama-lama saraf-sarafnya akan rusak dan
bisa mengakibatkan kematian.
4. Adiktif
Pemakai akan merasa ketagihan sehingga akan melakukan berbagai cara agar
terus bisa mengonsumsinya. Jika pemakai tidak bisa mendapatkannya, tubuhnya
akan ada pada kondisi kritis (sakaw).

Adapun bahaya narkoba berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut:


1. Opioid:
o depresi berat
o apatis
o rasa lelah berlebihan
o malas bergerak
o banyak tidur
o gugup
o gelisah
o selalu merasa curiga
o denyut jantung bertambah cepat
o rasa gembira berlebihan
o banyak bicara namun cadel
o rasa harga diri meningkat
o kejang-kejang
o pupil mata mengecil
o tekanan darah meningkat
o berkeringat dingin
o mual hingga muntah
o luka pada sekat rongga hidung
o kehilangan nafsu makan
o turunnya berat badan
2. Kokain
o denyut jantung bertambah cepat
o gelisah
o rasa gembira berlebihan
o rasa harga diri meningkat
o banyak bicara
o kejang-kejang
o pupil mata melebar
o berkeringat dingin
o mual hingga muntah
o mudah berkelahi
o pendarahan pada otak
o penyumbatan pembuluh darah
o pergerakan mata tidak terkendali
o kekakuan otot leher
3. Ganja
o mata sembab
o kantung mata terlihat bengkak, merah, dan berair
o sering melamun
o pendengaran terganggu
o selalu tertawa
o terkadang cepat marah
o tidak bergairah
o gelisah
o dehidrasi
o tulang gigi keropos
o liver
o saraf otak dan saraf mata rusak
o skizofrenia
4. Ectasy
o enerjik tapi matanya sayu dan wajahnya pucat,
o berkeringat
o sulit tidur
o kerusakan saraf otak
o dehidrasi
o gangguan liver
o tulang dan gigi keropos
o tidak nafsu makan
o saraf mata rusak
5. Shabu-shabu:
o enerjik
o paranoid
o sulit tidur
o sulit berfikir
o kerusakan saraf otak, terutama saraf pengendali pernafasan hingga
merasa sesak nafas
o banyak bicara
o denyut jantung bertambah cepat
o pendarahan otak
o shock pada pembuluh darah jantung yang akan berujung pada kematian.
6. Benzodiazepin:
o berjalan sempoyongan
o wajah kemerahan
o banyak bicara tapi cadel
o mudah marah
o konsentrasi terganggu
o kerusakan organ-organ tubuh terutama otak
Pemanfaatan Narkoba
Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan
pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan
sebagai sumber minyak.
Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan
kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di
banyak tempat disalahgunakan.
Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara
lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya.
Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat
rendah atau tidak ada sama sekali.
Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja
menjadi komponen sayur dan umum disajikan.
Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga
dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.
Budidaya
Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim
dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.
Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama
yang ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk
menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran,
euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangi rasa lapar,
merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan
tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia
dan mimpi buruk.
Kata “morfin” berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.
Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.
Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang
berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh
penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.
Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan
mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain
diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek
adiktif.

Perilaku pemakai untuk mendapatkan narkoba


a. Melakukan berbagai cara untuk mendapatkan narkoba secara terus-menerus
b. Pemakai yang sudah berada pada tahap kecanduan akan melakukan berbagai cara
untuk bisa mendapatkan narkoba kembali. Misalnya, pelajar bisa menggunakan uang
sekolahnya untuk membeli narkoba jika sudah tidak mempunyai persediaan uang.
c. Bahkan, mereka bisa mencuri uang dari orangtua, teman, atau tetangga. Hal tersebut
tentu akan mengganggu stabilitas sosial.
d. Dengan kondisi tubuh yang rusak, mustahil bagi pemakai untuk belajar, bekerja,
berkarya, atau melakukan hal-hal positif lainnya.
Maraknya Budaya Seks Bebas di Era Globalisasi

Masa pubertas merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menjadi


dewasa yang dimulai umur 8 – 14 tahun (Agustiani:2006). Mengutip pandangan Sarlito
W.Sarwono dalam buku yang berjudul Psikologi Remaja,bahwa pada masa pubertas
inilah masa di mana mereka mencari jati diri dan arti dari hidup. Pada masa-masa ini
pula remaja memiliki rasa ingin tahu yang begitu besar dalam segala hal. Tak heran
apabila beberapa diantara mereka seringkali mengambil keputusan yang berisiko hanya
untuk merasakan hal-hal yang belum mereka ketahui, termasuk misteri seksualitas.
Banyak diantara mereka yang merasakan tidak sabar akan hal tersebut.
Di era globalisasi seperti yang kita alami saat ini, remaja harus terselamatkan
dari dampak negatif globalisasi. Globalisasi memiliki arti mendunia yang ibaratnya
kebebasan. Banyak kebudayaan-kebudayaan asing yang masuk, sementara budaya
tersebut tidak cocok dengan kebudayaan kita yang ketimuran(http://da-pe-
t.blogspot.co.id). Sebagai contoh kebudayaan seks bebas yang marak terjadi di budaya
barat yang tidak cocok dengan kebudayaan kita serta bertolakbelakang dengan dasar
negara kita, Pancasila.Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku
menyimpang.Istilah “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma yang
ada.Masalah seks bebas ini sering muncul baik di lingkungan maupun di media massa.
Pada saat ini kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang
mengkkaatirkan. Sebanyak 63% remaja sudah pernah melakukan hubungan seks dengan
kekasihnya maupun orang sewaan untuk memuaskan hawa nafsu mereka
(daerah.sindonews.com). Hal ini terbukti pada saat Komisi Perlindungan Anak
Indonesia (KPAI) dan Kemenkes melakukan survei pada Oktober 2013 dilansir dari
data m.kompasiana.com. Persentase yang cukup besar ini sangat memprihatinkan dan
menarik perhatian. Terlebih hal tersebut dilakukan rata – rata dalam hubungan yang
belum sah.
Kasus serupa yang dilansir dari data http://daerah.sindonews.com, bahwa
tercatat hingga bulan Juni 2016 setidaknya ada 47 siswi SMA dan SMP yang hamil
akibat seks bebas yang mereka lakukan. Data di Pengadilan Agama Kabupaten
Ponorogo,misalnya, mengatakan ada 47 pelajar SMA dan SMP yang hamil serta putus
sekolah. Sangat mengharukan apabila generasi penerus bangsa ini dirusak oleh hal – hal
yang seharusnya belum mereka jajaki.
Seks bebas yang tak lazim untuk dilakukan ini memiliki dampak dalam berbagai hal,
yaitu mental, psikologi,dan kesehatan reproduksi.
Permasalah seks bebas pada remaja adalah permasalahan yang serius dan segera
perlu diatasi agar tidak menyebabkan generasi penerus bangsa yang tidak ber-Pancasila.
Remaja adalah calon generasi penerus bangsa yang memegang kunci masa depan
bangsa ini. Berdasarkan data dan kasus yang terjadi, maka masalah yang perlu kita
bahas adalah refleksi tentang penyebab, dampak, dan solusi untuk menangani maraknya
budaya seks bebas di era globalisasi ini.

Penyebab Munculnya Budaya Seks Bebas


Awal mula seorang remaja terjerumus untuk melakukan seks bebas tidak
mungkin langsung begitu saja terjadi. Pasti ada hal yang menyebabkan mereka ingin
melakukan hal tersebut. Berikut adalah faktor-faktor yang menyebabkan remaja
melakukan seks bebas :
1. Kekuatan iman yang memudar
Kehidupan beragama yang baik dan benar ditandai dengan pengertian,
pemahaman dan ketaatan dalam menjalankan ajaran-ajaran agama dengan baik
tanpa dipengaruhi oleh situasi kondisi apapun. Seseorang dapat melakukan seks
bebas karna kurangnya keimanan dalam dirinya. Oleh sebab itu sejak dini para
remaja dan mahasiswa harus meningkatkan pengetahuan tentang agamanya sendiri,
karna agama adalah fondasi bagi hidup kita. Jika pengetahuan tentang agama saja
kurang, apalagi pengetahuan diluar agama tentu sangat kurang.
2. Kurangnya perhatian orang tua.
Orang tua sangat berperan penting dalam kehidupan seorang anak karena
perhatian orang tua sangat diperlukan oleh seseorang karna orang tualah yang
paling dekat dengan anak. Apabila orang tua kurang memberi pengarahan serta
pengetahuan maka seorang anak akan mudah terjerumus dalam hal – hal yang
buruk. Tetapi ada juga anak yang memang memiliki kepribadian buruk, walaupun
orang tuanya sudah memberikan perhatian yang cukup serta pengarahan yang
cukup pula, anak yang tergolong memiliki keprobadian buruk akan senantiasa tidak
mendengarkan perkataan orang tuanya. Hal tersebut akan meninggalan penyesalan
pada akhir perbuatannya
3. Rasa ingin tahu
Pada usia remaja keingintahuannya begitu besar terhadap seks, apalagi jika
teman-temannya mengatakan bahwa sensasi seks terasa di awang – awang ,
ditambah lagi adanya infomasi yang tidak terbatas masuknya, maka rasa penasaran
tersebut semakin mendorong mereka untuk lebih jauh lagi melakukan berbagai
macam percobaan yang tanpa mereka sadari bahwa percobaan tersebut berbahaya.
4. Tontonan tidak mendidik
Di era globalisasi ini, banyak sekali tontonan yang sangat merusak melalui
perantara internet maupun televisi. Tontonan yang baik menghasilkan perilaku yang
baik dan tontonan yang buruk menghasilkan perilaku yang buruk. Di era ini,
banyak sekali tontonan “panas” yang menjadi asupan remaja. Hal ini sangat
mendorong remaja untuk menirukan apa yang mereka lihat karena keingintahuan
mereka yang sangat besar.
5. Rendahnya pengetahuan tentang bahaya seks bebas.
Bagi mereka yang pernah merasakan seksualitas, seks bebas adalah suatu
hal yang wajar bagi pergaulan mereka. Faktor pengetahuan yang minim ditambah
rasa ingin tahu yang tinggi, kurangnya pengetahuan akan dampak dan akibat akan
hal yang akan dilakukan dapat memudahkan untuk terjerumus ke dalam hal-hal
yang negatif.
6. Salah bergaul
Teman merupakan orang yang sangat berpengaruh bagi para remaja.
Apabila seorang remaja sudah salah dalam memilih teman maka akibatnya akan
fatal. Memilih teman berarti memilih masa depan, maka siapapun yang ingin masa
depannya cerah ditengah bekapan arus globalisasi, serta luas ilmu dan wawasannya,
maka ia harus pandai dalam memilih teman.
Ada banyak sebab remaja melakukan pergaulan bebas. Penyebab tiap remaja
mungkin berbeda tetapi semuanya berakar dari penyebab utama yaitu kurangnya
pegangan hidup remaja dalam hal keyakinan atau agama dan ketidakstabilan emosi
remaja. Hal tersebut menyebabkan perilaku yang tidak terkendali. Namun hal yang
terpenting adalah memperkuat iman setiap remaja. Karena jikalau iman remaja tersebut
kuat, untuk melakukan hal yang dianggapnya menyimpang pun takkan dilakukan.

Dampak Negatif Budaya Seks Bebas


Budaya Seks bebas lebih banyak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan dan
martabat kaum remaja atau dewasa yang melakukannya. Dampak negatif tersebut
adalah:
1. Hilangnya harga diri
Hilangnya kehormatan dan jatuh martabatnya baik di hadapan Tuhan
maupun sesama manusia serta merusak masa depannya, dan meninggalkan memori
buruk yang berkepanjangan bukan saja kepada pelakunya bahkan kepada seluruh
keluarganya. Kehormatan sangat penting bagi setiap manusia, terutama pada
wanita. Jika kehormatan tersebut sudah hilang maka akan jelas terlihat
perbedaannya dengan wanita yang masih menjaganya.
2. Prestasi menurun
Apabila seorang remaja sudah melakukan seks bebas, maka pikirannya akan
selalu tertuju pada hal negatif tersebut. Rasa ingin mengulanginya selalu ada,
sehingga tingkat kefokusannya dalam mengikuti proses belajar akan menurun.
Malas belajar, malas mengerjakan tugas dan lain sebagainya dapat menurunkan
prestasi remaja tersebut.
3. Hamil di Luar Nikah
Hamil diluar nikah akan sangat menimbulkan masalah bagi pelaku.
Terutama bagi remaja yang masih sekolah, pihak sekolah akan mengeluarkan
pelaku jika ketahuan siswanya kedepatan ada yang hamil. Sedangkan bagi pelaku
yang kuliah hamil diluar nikah akan menimbulkan rasa malu yang luar biasa
terutama orang tua.
4. Aborsi dan Bunuh Diri
Terjadinya hamil diluar nikah akibat seks bebas akan menutup jalan pikiran
pelaku, guna menutupi keburukan ataupun mencari jalan keluar agar tidak merusak
nama baik dirinya dan keluarganya hal tersebut dapat berujung pada pembunuhan
janin melalui aborsi bahkan bunuh diri.
5. Tercorengnya Nama Baik Keluarga
Semua orang tua akan merasa sakit hatinya jika anak yang dibangga-
banggakan juga diidam-idamkan hamil diluar nikah. Nama baik keluarga akan
tercoreng karna hal tersebut, dan hal tersebut akan meninggalkan luka yang
mendalam dihati keluarga.
6. Tekanan Batin
Tekanan batin yang mendalam dikarenakan penyesalan. Akibat penyesalan
tersebut pelaku akan sering murung dan berpikir yang tidak rasional.
7. Terjangkit Penyakit
Mudah terjangkit penyakit HIV/AIDS serta penyakit-penyakit kelamin yang
mematikan, seperti penyakit herpes dan kanker mulut rahim. Jika hal tersebut terus
dilakukan, penyakit tersebut dapat menularkannya pada orang lain disekitarnya dan
cukup membahayakan.

Menangkal Budaya Seks Bebas


Tidak ada suatu persoalan atau masalah yang tanpa solusi. Persoalan seks bebas
harus ditangani oleh orang tua, sekolah, Pemerintah, dan remaja sendiri. Diperlukan
refleksi moral untuk menangkalnya. Berikut refleksi moral yang dapat dilakukan untuk
menangkal budaya seks bebas:
1. Hindari lingkungan yang buruk
Lingkungan merupakan area bersosialisasi setelah keluarga. Ketika
lingkungan yang digunakan untuk bersosialisasi bukanlah lingkungan yang baik,
maka perilaku menyimpang dapat saja terjadi. Menjadi pekerjaan orang tualah
untuk mendidik anaknya supaya dapat mengerti baik dan buruk suatu perilaku sejak
dini. Namun terkadang karena kesibukan dari orang tua maka anak yang tidak
mendapat pengawasan dengan baik dan akhirnya banyak dari mereka yang
terjerumus pada pergaulan bebas.
Banyak dari orang tua yang berdalih jika pekerjaan mereka adalah untuk
kebutuhan anak juga. Hal ini memang dibenarkan namun ketika anak merasa
diabaikan maka sebagai pelampiasannya, anak akan dengan mudah bergaul dengan
pergaulan yang salah. Solusi yang tepat untuk hal ini tentu dapat dilakukan dengan
cara membagi waktu antara pekerjaan dan waktu untuk mengurusi serta
memperhatikan anak-anak dengan baik.
2. Batasi waktu keluar rumah
Waktu untuk bersosialisasi memang penting namun harus ada aturan dan
batas-batasannya. Batasan dan aturan di dalam keluarga, harus dibicarakan dengan
seluruh anggota keluarga agar nyaman satu dengan yang lain. Aturan yang dibuat
tersebut dapat digunakan untuk membatasi ruang lingkup anak supaya tidak
terjerumus pada pergaulan yang tidak sehat.Terutama pada malam hari, sebaiknya
anak tidak boleh keluar kecuali ada hal yang mendesak atau dapat pula dengan
didampingi oleh orang tua. Tidak adanya batasan waktu, membuat seorang anak
akan lebih bebas sehingga dampak dari pergaulan bebas pun tidak dapat dielakkan.
3. Isi waktu kosong
Ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu yang
kosong dengan kegiatan yang bersifat positif. Mengisi waktu kosong
menghindarkan diri dari sikap bermalas-malasan atau bahkan pergi keluar untuk
bergaul dengan mereka yang telah terjerumus. Untuk remaja, isilah waktu kosong
dengan kegiatan – kegiatan yang mendukung keahlian ataupun kemampuan seperti
ekstrakurikuler dan organisasi. Dengan begitu, waktu akan terisi oleh hal – hal yang
bernilai.
4. Jangan salah bergaul
Bagi remaja yang kini sedang pubertas, mereka pasti akan memilih teman
yang mengasyikan daripada yang baik. Walaupun tidak boleh membeda – bedakan
teman, tapi ada baiknya apabila memilih teman yang memang baik untuk masa
depan kita. Memilih teman yang dalam artian tidak menjerumuskan kita pada
kondisi yang buruk. Apabila seorang remaja sudah memiliki teman yang “tidak
benar” maka secara tidak sadar remaja tersebutakan terbawa arus yang “tidak
benar”
5. Memperdalam iman
Kuatnya iman dan dekatnya hubungan remaja dengan Tuhan-nya akan
membawa mereka jauh dari kata dosa. Semakin banyak kita memperdalam dan
memperkuat iman, maka semua ajaran yang menyimpang pun sudah pasti tidak
akan dilakukan. Kuatnya iman inilah yang membawa mereka jauh dari terjerumus
kata dosa.

6. Tidak mencoba-coba
Masa remaja yang dipenuhi dengan teka – teki sehingga mengakibatkan rasa
ingin tahu yang besar membuat remaja ingin mencoba hal – hal baru. Memang
wajar sekali remaja memiliki perasaan tersebut, tapi ada baiknya dipilah terlebih
dahulu apa yang harus di coba dan tidak. Hal – hal yang harus mereka coba adalah
sesuatu yang bersifat positif dan membawa mereka pada keberhasilan. Mencoba
sesuatu yang bersifat negatif akan membawa mereka pada hal yang tidak
diinginkan di kemudian hari.
7. Peranan Orang Tua
Orang tua dan keluarga adalah lingkungan yang terdekat dengan remaja.
Pengawasan orang tua dalam perkembangan remaja haruslah intensif. Orangtua
harus meluangkan waktunya bersama anak – anak mereka agar anak – anak tersebut
merasa diperhatikan. Rasa diperhatikan inilah yang membuat remaja akan selalu
nyaman berada dirumah. Walaupun begitu, orang tua juga harus bisa menjadi
teman bagi anak – anak mereka agar nantinya mereka akan selalu merasa lengkap
berada di lingkungan keluarga.