Você está na página 1de 10

A.

Analisis Data Kuantitatif


Metode kuantitatif dinamakan dengan metode tradisional, karena metode ini
sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode penelitian.
Metode ini disebut sebagai metode positivistic karena berlandaskan pada filsafat
positivisme. Metode ini sebagai metode ilmiah atau scientific kareana telah
memenuhi metode ilmiah yaitu konkrit atau empiris, obyektif, terukur, rasional, dan
sistematis. Metode ini juga disebut dengan metode discofering, karena dalam
metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan diberbagai iptek baru. Metode ini
disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis
yang menggunakan statistik.1
Dalam penelitian kuantitatif secaara garis besar, pekerjaan analisis data
meliputi tiga langkah antara lain sebagai berikut:
1. Persiapan
Dalam kegiatan langkah persiapan ini, antara lain mengecek nama dan
kelengkapan identitas pengisi. Apabila instrumennya anonym, perlu dicek
sejauh mana atau identitas apa saja yang diperlukan bagi pengolahan data lebih
lanjut. Mengecek kelengkapan data artinya memeriksa isi instrument
pengumpulan data (termasuk kelengkapan lembaran instrument apakah ada
yang terlepas atau sobek).
Apabila ada kekurangan isi atau halaman perlu dilengkapi jika didalam
instrument termuat sebuah atau beberapa item yang diisi “tidak tahu” atau isian
lain bukannya dikehendaki peneliti, padaahal isian yang diharapkan tersebut
merupakan variabel pokok, item perlu didrop.
2. Tabulasi
Klasifikasi analisis data adalah sebagai berikut:
a. Tabulasi data (the tabulation of the data).
b. Penyimpulan data (the summarizing of the data).
c. Analisis data untuk tujuan testing hipotesis.
d. Analisis data untuk tujuan penarikan kesimpulan.

1
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D (Bandung: Alfabeta, 2015), Cet
ke-22, h. 7.
Adapun kegiatan tabulasi antara lain sebagai berikut:
a. Memberikan skor (scoring) kegiatan terhadap item-item yang perlu
diberi skor. Misalnya tes, angket bentuk pilihan ganda, rating scale, dan
sebagainya.
b. Memberikan kode terhadap item-item yang tidak diberi skor.
c. Engubah jenis data, menyesuaikan atau memodifikasikan dengan
teknik analisis yang akan digunakan. Misalnya:
1) Data interval diubah menjadi data ordinal dengan membuat
tingkatan.
2) Data ordinal atau data interval diubah menjadi data diskrit.
d. Memberikan kode (coding) dalam hubungan dengan pengolahan data
jika akan menggunakan computer. Dalam hal ini, pengolah data
memberikan kode pad sebuah variabel, kmudian mencoba untuk
menentukan tempatnya dalam coding sheet ( coding form).
Data kuantitatif yang dikumpulkan dalam penelitian korelasional,
komparatif, atau eksperimen diolah dengan rumus-rumus statistic yang telah
disediakan baik secara manual maupun dengan komputer. Peneliti deskriptif
yang menggunakan model-model analisis statistik pada umumnya bingung
karena kurang atau belum mengetahui rumus yang akan digunakan atau cara
menglah atau cara menganalisis data. Sebenarnya, proses pemngolahan
datanya juga sederhana dan daapat inalar secara gamblang. Apapun jenis
penelitiannya, risut deskriptif yang bersifat eksploratif atau develop mental
adalah sama saja karena dat yang diperoleh wujudnya sama. Hal yang berbeda
adalah cara menginterpretasi data dan mengambil kesimpulan.2

B. Proses Analisis Data Kualitatif


Metode analisis data kualitatif dinamakan sebagai metode baru, karena
popularitasnya belum lama, dinamakan sebagai meode positivistik karena
berlandaskan pada filsfat postpositivisme. Metode ini disebut juga sebagai

2
Boedi Abdullah dan Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian Ekonomi Islam Muamalah
(Bandung: CV Pustaka Setia, 2014), cet. Ke-1, h. 225
meetode artistik, karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola)
dan disebut sebagai metode interpretive karena data hasil penelitian lebih
berkenaan dengan interprestasi terhadap data yng ditemukan dilapangan.
Metode penelitian kualitatif sering disebut juga dengan metode penelitian
naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural
setting), selain itu juga disebut sebagai metode etnographi karena pada awalnya
metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian dibidang antropologi
budaya.
Adapun macam-macam analisis data kualitatif sebagai berikut:
1. Analisis Domain (domain analysis)
Analisis domain merupakan langkah pertama dalam penelitian
kualitatif. Pada umumnya analisis ini dilakukan untuk memperoleh
gambara yang umum tentang situasi sosial yang diteliti atau objek
penelitian. Data diperoleh dari grand tour dan minitour question. Hasilnya
berupa gambaran umum tentang objek yang diteliti, yang mana
sebelumnya belum pernah diketahui. Dalam analisis ini informasi yang
diperoeh belum mendalam namun sudah menemukan domain-domain atau
kategori situasi sosial yang diteliti.
Dalam situasi sosial terdapat ratusan atau ribuan kategori. Suatu domain
adalah merupakan kategori budaya (cultur category ) terdiri atas tiga
elemen yaitu cover tern (nama domain budaya), included terms (rincian
domain) dan semantic relationship (hubungan semantik antar kategori).
Mencsri hubungan semantik ini merupakan hal yang penting untuk
menemukan domain budaya kedudukan dari ketiga elemen tersebut dapat
digambarkan sebagai berikut:

DOMAIN
Orang Cover term (nama domain budaya)
Semantic relationship (hubungan
Is kind of semantik antar kategori)
Perawat, pasien, Included term (rincian domain)
dokter pengunjung
rumah sakit
Gambar 1. Elemen dalam domain

Untuk menemukan domain dari konteks sosial atau obyek yang diteliti, Spradley
menyarankan untuk melakukan analisis hubngan semantik antar kategori, yang
meliputi sembilan tipe. Tipe hubungan ini bersifat universal, yang digunakan untuk
berbagai jenis situasi sosial. Kesembilan hubungan semantik tersebut adalah strick
inclusion (Jenis), spatial (ruang), casue effect (sebab akibat), rationale (rasional),
location for action (lokasi untuk melakukan sesuatu), function (fungsi), means-end
(cara mencapai tujuan), sequence (urutan) dan attribution (atribut). Berikut adalah
contoh analisis hubungan semantik untuk jenjang dan jenis pendidikan.

Contoh Analisi hubungan semantik pendidikan kejujuran

No Hubungan Bentuk Contoh


1. Jenis (strict inclusion) X adalah jenis dari SMK adalah jenis
Y pendidikan
kejuruan.
2. Ruang (Spatial) X adalah tempat Y Bengkel adalah
tempat praktek
siswa SMK
3. Sebab akibat X adalah akibat Masuk sekolah
dari Y kejuruan karena
ingin segera dapat
bekerja
4. Lokasi untuku melakukan X merupakan cara Belajar rajin dan
sesuatu untuk mencapai tekun merupakan
tujuan cara untuk
mencapai sukses
5. Cara mencapai tujuan X digunakan LCD digunakan
untuk fungsi Y guru sebagai
media
pembelajaran
teknik
6. Fungsi X digunakan LCD digunakan
untuk fungsi Y guru sebagai
media
pembelajaran
teknik.
7. Urutan X merupakan Belajar praktek
tahao setelah Y dengan mesin
konvensional
dulu, sebelum
belajar dengan
mesin yang
dikendalikan
komputer.
8. Atribut/ Karakteristik X merupakan Karakteristik
karakteristik Y sekolah kejuruan
adalah asnya
bengkel untuk
tempat praktek.

untuk memudahkan dalam melakukan analisi domain terahadap data yaang telah
terkumpuul dari observasi, pengamatan dan dokumentasi, maka sebaiknya
diguankan lembaran kerja analisis domain (domain analysis worksheet).

Melalui lembaran kerja tersebut, semua included term (rincian yang sejenis
dikelompokkan) selanjutnya dimasukkan kedalam tipe hubngan semantik yang
mana (sembilan hubungan) dan setelah itu dapat ditentukan masuk kedlam domain
apa. Sebagai contoh pendidikan penduduk yang lulusan SD, SLTP, SLTP, SLTA
dan perguruan Tinggi sebagai domain dari pendidikan penduduk masyarakat
tertentu.

Contoh:

No. Included term (rincian domain) Hubungan Cover term


semantik (Nama domain)
1. Pedidikan Adalah jenis dari Tugas perguruan
Penelitian tinggi
Pengabdian masyarakat
2. Ruang kantor Adalah tempat Jenis ruanng yang
Ruang kelas teori ada pada institusi
Ruang bengkel pendidikan teknik
Ruang laboratorium
3. Mahasiswa mengeluh Adalah sebab dari Kepemimpinan
Para dosen melakukan protes yang otoriter
Mahasiswa demontrasi
4. Alat-alat pembelajaran lengkap Rasional/alasan Universitas
Sistem evaluasi belajar melaksanakan
diperbaiki kurikulum
berbasis
kompetensi
(KBK)
5. Di kelas Lokasi melakukan Tempat belajar
Di industri pekerjaan mahasiswa
Di laboratorium fakultas teknik
Di bengkel
6. Mengikuti kursus Adalah cara Mencapai prestasi
Belajar tekun belajar
Jarang mbolos kuliah
7. Komputer Digunkan untuk Mengerjakan
Printer tugas kuliah
Flash disk
8. Membayar SPP Merupakan urutan Administrasi
Perwalian dalam perkuliahan
Melaksanakan kuliah
Ujian akhir

9. Sarjana pendidikan Adalah atribut Atribut/gelar dari


Sarjana teknik lulusan perguruan
Sarjana sosial tinggi jenjang S1.
Sarjana hukum

2. Analisis Taksonomi
Setelah peneliti melakukan analisis domain, sehingga ditemukan
domain-domain atau kategori dari situasi sosial tertentu, maka selanjutnya
domain yang dipilih oleh peneliti dan selanjutnya ditetapkan sebagai fokus
penelitian, perlu diperdalan lagi melaui pengumpulan data di lapangan.
Pengumpulan data dilakukan secara terus menerus melalui pengamatan,
wawancara mendalam dan dokumentasi sehingga data yang terkumpul
menjadi banyak. Oleh karena itu pada tahap ini diperlukan analisis lagi
yang disebut dengan anaslisis taksonomi.
Analisis taksonomi adalah anasilisis terhadap keseluruhan data yang
terkumpul berdasarkan domain yang telah ditetapkan. Dengan demikian
domain yang telah ditetapkan menjadi coverr term oleh peneliti dapat
diurai secara lebih rinci dan mendalam melalui analisis taksonomi ini.
Hasil analisis inii dapat disajikan dalam bentuku diagram kotak (box
do\iagram), diagram garis dan simpul (lines and node diagram) dan out
line yang dapat digambarkan seperti gambar berikut.
Gambar 3
Gambar 4
Gambar 5

Sebagai contoh kalau domain yang menjadi fokus penelitian adalah


jenjang pendidikan formal, maka melalui analisis taksonomi untuk
pendidikan dasar akan terdiri atas Sekolah Dasar (SD/MI) dan Sekolah
Lanjutan Pertama (SMP/MTs), selanjutnya untuk jenjang menegngah
terdiri atas SMU/MA dan SMK/MAK. Selanjutnya pendidikan tinggi
terdiri atas, Akademi, Politeknik, Sekolah Tinggi, Institut dan Universitas.
Lihat gambar 6.

3. Analisis komponensial
Dalam analisis komponensial yang dicari untuk diorganisasikan dalam
domain bukanlah keserupaan dalam domain, tetapi justru yang wawancara
dan dokumentasi yang terseleksi. Dengan teknik pengumpulan data
bersifat tringulasi tersebut, sejumlah dimensi yang spesifik dan berbeda
pada setiap elemen akan dapat ditemukan. Seperti contoh: dalam analisis
taksonomi telah ditemukan berbagai jenis jenjang dan jenis pendidikan.
Berdasarkan jenjang dan jenis pendidikan tersebut, selanjutnya dicari
elemen yang spesifik dan kontras pada tujuan sekolah. Kurikulum, peserta
didik, tenaga kependidikan dan sistem manajemennya.
Pada gambar 7 ditunjukkan contoh analisis data kualitatif tentang
jenjang pendidikan di Indonesia, yang meiputi analisi domain
menghasilkan jenjang pendidikan (dasar, menengah dan tinggi), analisis
taksonomi menghasilkan jenjang dan jenis sekolah, dan anaslisis
komponensial yang dharapkan diperoleh data yang spesifik dan kontras
pada setiap jenis dan jenjang pendidikan pada aspek tujuan sekolah,
kurikulum, peserta didik, tenaga kependidikan dan sistem manajemen
pendidikan yang digunakan.
4. Analisis tema budaya
Analisis tema atau discovering ciltural themes, sesungguhnya
merupakan upaya mencari “benang merah” yang mengintegrasikan lintas
domain yang ada. Dengan ditemukan benang merah dari hasil analisis
domain, taksonomi dan komponen sial tersebut, maka selanjutnya akan
dapat tersusun suatu “kontruksi bangunan” situasi sosial atau obyej
penelitian yang sebelumnya masih gelap atau remang-remang dan setelah
dilakukan penelitian, maka menjadi lebih jelas.
Seperti yang telah dikemukakan bahwa, analisis data kualitatif pada
dasarnya adalah ingin memahamii situasi sosial (obyek penelitian dalam
penelitian kualitatif) menjadi bagian-bagian, hubungan anta bagian,
hubungan dengan keseluruhan. Jadi, ibaratnya seorang peneliti
menemukan batu-batu pondasi, tiang-tiang, pintu, kerangka atap genting
dan akhirnya dapat dikontruksikan menjadi rumah jenis tertentu, sehingga
rumah tersebut dapat diberi nama. Jadi, inti dari analisis tema kultural itu
adalah bagaimana peneliti mampu mengkontruksi barang yang berserakan
menjadi rumah dan rumah itu jenis rumah apa. Misalnya itu adalah rumah
pedagang lembu. Jadi tema budayanya adalah “Rumah Pedagang Lembu”.
Dalam penelitian kualitatif yang baik, justru judul laporan penelitian
tidak sama dengan judul dalam proposal. Hal ini berarti peneliti mampu
melepaskan diri tentang apa yang difikirkan sebelum penelitian dan
mampu melihat gejala dalam situasi sosial atau obyek penelitian yang
alamiah, lebih mampu memperhatikan kondisi yang sebenarnya terjadi
dilapangan , tidak terpengaruh oleh pola fikir sebelum peneliti ke
lapangan. Dengan menemukan judul baru dalam laporan penelitian, berarti
peneliti telah melakukan analisis tema dan temanya diwujudkan dalam
judul penelitian. 3
C.

3
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D (Bandung: Alfabeta, 2015), Cet
ke-22, h. 264.