Você está na página 1de 58

1

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) / TERM OF REFERENCE (TOR)


LAPORAN KEUANGAN SESUAI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH
TAHUN ANGGARAN 2017

Kementerian/Lembaga : Komisi Pemilihan Umum (076)


Unit Eselon I : Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum (01)
Program : Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas
Teknis Lainnya KPU (076.01.01)
Hasil : Meningkatnya Kualitas Dukungan manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
Satker Kegiatan : KPU KABUPATEN BANYUMAS
Kegiatan : Pelaksanaan Akuntabilitas Pengelolaan Administrasi
Keuangan di Lingkungan Setjen KPU (3355)
Output : Laporan Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan
Pemilu (3355.003)
Indikator Kegiatan : Prosentase KPU Provinsi dan KPU Kab/Kota
yang laporan keuangannya sesuai dengan
Standar Akuntansi Pemerintah
Volume : 1 Laporan

A. LATAR BELAKANG

1. Dasar Hukum
- Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
- Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
- Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK.05/2011 tentang Perubahan atas
Peraturan Menteri Keuangan 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Pemerintah Pusat
- Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-65/PB/2010 tentang Pedoman
Penyusunan Laporan Kementerian Negara/Lembaga.

2. Gambaran Umum

Setiap Kementerian/Lembaga wajib menyelenggarakan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) untuk


menghasilkan Laporan Keuangan. Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga selaku
Pengguna Anggaran/Pengguna Barang (PA/PB) wajib disusun dan disampaikan kepada
Menteri Keuangan selambat-lambatnya 2 (dua) bulan setelah tahun anggaran berakhir.
Dalam penyusunan Laporan Keuangan diperlukan koordinasi lintas Biro, baik di lingkungan
Sekretariat Jenderal KPU maupun lintas Instansi terkait lainnya seperti Ditjen Perbendaharaan
(DJPB), Ditjen Kekayaan Negara (DJKN), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
(BPKP) beserta segenap jajarannya di daerah. Sedangkan KPU Provinsi dan KPU
Kabupaten/Kota melakukan koordinasi dengan Kanwil DJPB, Kanwil DJKN, KPPN, KPKNL dan
Perwakilan BPKP Provinsi masing-masing.

Komisi Pemilihan Umum adalah Lembaga Penyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap
dan mandiri, memiliki instansi vertikal yang ada di 33 Provinsi dan 497 Kabupaten/Kota di
seluruh Indonesia, dengan demikian untuk melakukan pembinaan ke seluruh satker
memerlukan ketersediaan personil dan anggaran yang memadai.

3. Alasan Kegiatan Dilaksanakan

Reformasi di bidang keuangan negara yang sangat signifikan di tandai dengan diterbitkannya
3 (tiga) paket peraturan perundang-undangan di bidang keuangan negara yaitu : Undang-
Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 1 Tahun
2004 tentang Perbendaharaan Negara, dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang
Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara beserta peraturan-peraturan
pendukungnya. Dengan diterbitkannya paket Undang-Undang di bidang keuangan tersebut
terjadi pula berbagai perubahan di bidang pengelolaan keuangan negara antara lain bahwa
pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara adalah
berupa Laporan Keuangan. Laporan Keuangan sekurang-kurangnya terdiri dari Laporan
2

Realisasi Anggaran (LRA), Neraca , Laporan Operasional dan Laporan Ekuitas dan Catatan atas
Laporan Keuangan (CaLK).
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang akuntabel merupakan salah satu sarana
dalam mewujudkan dan menciptakan good governance dalam tata kelola keuangan
Pemerintah sesuai dengan yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang. Oleh karena itu
pelaksanaan penyusunan Laporan Keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU harus
dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang dan Peraturan yang berlaku guna mendukung
penyelesaian Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang akuntabel.

B. PENERIMA MANFAAT

Penerima manfaat dari tersusunnya Laporan Keuangan KPU adalah :


1. Internal KPU yaitu sebagai bahan/sarana untuk evaluasi dalam pengambilan keputusan
khususnya yang terkait dengan kebijakan pengelolaan keuangan.
2. Eksternal :
- Kementerian Keuangan yaitu sebagai bahan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah
Pusat (LKPP).
- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yaitu sebagai bahan pemeriksaan dan menentukan
opini Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga.

C. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN

1. Metode Pelaksanaan :

Metode pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan Akuntabilitas Pengelolaan Administrasi Keuangan


di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU (3355) pada output Laporan keuangan sesuai standar
Akuntansi Pemerintah (3355.003) sub output Pengelolaan Laporan Sistem Akuntansi
instansi (3355.003.001) yang menghasilan keluaran berupa Laporan Keuangan periode
Semesteran dan Tahunan dilaksanakan dengan rangkaian kegiatan :

1. Melakukan pembinaan/bimbingan teknis terkait berbagai aturan dan aplikasi


SAK/SIMAK BMN kepada seluruh satker KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota secara
berjenjang melalui KPU Provinsi bekerjasama dengan Kanwil DJPB, Kanwil DJKN, KPPN,
KPKNL dan Perwakilan BPKP Provinsi setempat.
2. Melakukan asistensi/pendampingan kepada seluruh satker KPU Provinsi dan KPU
Kabupaten/Kota secara berjenjang melalui KPU Provinsi dalam rangka penyusunan LK
periode Semesteran dan Tahunan.
3. Melakukan bimbingan teknis terkait berbagai aturan dan aplikasi SAK/SIMAK BMN
kepada para penanggungjawab dan operator SAK/SIMAK BMN KPU melalui In House
Training SAI dengan narasumber dari DJPB dan DJKN.
4. Melakukan rapat koordinasi penyusunan LK KPU periode Semesteran dan Tahunan
mengundang seluruh KPU Provinsi dengan narasumber dari DJPB dan DJKN.

2. Tahapan dan waktu pelaksanaan :

Untuk melaksanakan kegiatan Pelaksanaan Akuntabilitas Pengelolaan Administrasi


Keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU (3355) pada output Laporan Sistem
Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemilu (3355.003) pada sub output Pengelolaan
Laporan Sistem Akuntansi Instansi (3355.003.001) dengan keluaran berupa tersusunnya
Laporan Keuangan KPU periode Triwulanan, Semesteran dan Tahunan dilakukan melalui
tahapan :
a. Koordinasi, Asistensi, Monitoring dan Evaluasi Laporan Keuangan Tingkat UAPA dan
Tingkat UAPPA-E1.
b. Koordinasi, Asistensi, Monitoring dan Evaluasi Laporan Keuangan Tingkat UAKPA.
c. Bimtek dan Asistensi Penyusunan Laporan Keuangan SAI.
d. Koordinasi Penyusunan Laporan Keuangan Semester II tahun 2016, Semester I tahun
2017, dan Triwulan III Tahun 2017.

Adapun uraian kegiatannya antara lain : mengumpulan Laporan Keuangan dan ADK dari KPU
Provinsi sebagai UAPPA-W dan satker-satker KPU Kabupaten/Kota sebagai UAKPA,
melakukan konsolidasi ADK tIngkat wilayah, melakukan koordinasi dengan KPU Provinsi
sebagai UAPPA-W, melakukan rekonsiliasi dengan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Ditjen Perbendaharaan Departemen Keuangan R.I. dan selanjutnya menyusun
Laporan Keuangan (LRA, Neraca dan CALK) Kementerian Negara/Lembaga (UAPA). Kegiatan
penyusunan Laporan Keuangan Tingkat UAPA dilakukan setiap Semester dan Tahunan,
3

sedangkan untuk Tingkat Satuan Kerja dilakukan setiap periode Bulanan, Triwulanan,
Semesteran dan Tahunan.

D. PELAKSANA DAN PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN

1. Pelaksana Kegiatan

Pada komponen Percepatan Peningkatan LK KPU dan Peningkatan Kualitas Pelaksanaan


Pembinaan Administrasi Pengelolaan Keuangan, Sub komponen Koordinasi, Asistensi,
Monitoring dan Evaluasi Laporan Keuangan UAPA dan UAPPA E-1 dilakukan dengan
susunan pelaksana kegiatan sebagai berikut :

Pengarah : Ketua KPU, dan Ketua/Wakil Ketua Devisi Perencanaan,


Keuangan dan Logistik.
Penanggungjawab : Sekretaris KPU
Ketua : Kepala Bagian
Sekretaris : Kepala Sub Bagian Keuangan
Anggota : Pejabat/Staf dan Instansi lain.

2. Penanggung jawab Kegiatan

Penanggungjawab kegiatan Laporan Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemilu


adalah Sekretaris KPU Kabupaten BANYUMAS

3. Tahapan dan Waktu Pelaksanaan

Kegiatan Pelaksanaan Akuntabilitas Pengelolaan Administrasi Keuangan output Laporan


Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemilu di lingkungan KPU Kabupaten/Kota
berupa Koordinasi Penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Satker secara internal antara
Pengelola Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dengan Pengelola Sistem Informasi
Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN) maupun dengan instansi
terkait (KPKNL, KPPN dan KPU Provinsi).

4. Waktu Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan Laporan Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemilu di lingkungan KPU
Kabupaten/Kota berupa Koordinasi Penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Satker
merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang pelaksanaannya dilakukan setiap Bulan,
Triwulan, Semester dan Tahunan.

5. Matrik Pelaksanaan Kegiatan

No. Tahapan Kegiatan BULAN KE


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Laporan Sistem Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Pemilu

6. Biaya

Biaya yang diperlukan untuk kegiatan KPU Kabupaten BANYUMAS tersebut adalah Rp
24.692.000 (Dua Puluh Empat Juta Enam Ratus Sembilan Puluh Dua Ribu Rupiah ).

Demikian Term Of Reference (TOR) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dibuat untuk
dipergunakan sebagaimana mestinya.

Purwokerto, 20 Desember 2016

PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
KPU KABUPATEN BANYUMAS
SEKRETARIS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PENGGUNAAN ANGGARAN

Kementerian Negara/Lembaga : Komisi Pemilihan Umum


Unit Eselon I : Sekretariat Jenderal
Program : Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
KPU (076.01.01)
Hasil : Meningkatnya kualitas dukungan manajemen dan pelaksanaan
tugas tekhnis lainnya
Unit Eselon II/Satker : KPU KABUPATEN BANYUMAS
Kegiatan : Pelaksanaan Akuntabilitas Pengelolaan Administrasi Keuangan di
Lingkungan Sekretariat Jenderal KPU (3355)
Indikator Kinerja Kegiatan : Jumlah Kpu Provinsi dan Kabupaten/kota yang menyampaikan
laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran (LPPA) yang
tepat waktu dan valid
Output : Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Anggaran (3355.007)
Volume dan Satuan Ukur : 1 (satu) Laporan.

A. LATAR BELAKANG

1. Dasar Hukum

- Undang-undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara RI Tahun
2004 Nomor 5, tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4355).
- Undang-undang nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab
Keuangan Negara (Lembaran Negara RI tahun 2004 nomor 66, Tambahan Lembaran Negara RI
Nomor 4400).
- Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam
pelaksanaan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara.
- Peraturan Menteri Keuangan Nomor 83/PMK.05/2008 tahun 2008 tentang Tata Cara Penatausahaan
dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Negara/lembaga/Kantor/Satuan Kerja.
- Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Per 47/PB/2009 tahun 2009 tentang Petunjuk
Pelakanaan Penatausahaan dan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara
Kementerian/Lembaga/Kantor/Satuan Kerja.
- Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Per 11/PB/2011 tentang Perubahan atas
Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Per-66/PB/2005 tentang Mekanisme
Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
- Keputusan Komisi Pemilihan Umum nomor 94/Kpts/KPU/tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Komisi Pemilihan Umum Bagian Anggaran 076.

2. Gambaran Umum

Setiap Kementerian/Lembaga diwajibkan untuk menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban


pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam bentuk realisasi anggaran. Hal
tersebut perlu dilakukan untuk mendukung terwujudnya akuntabilas pengelolaan laporan keuangan
Negara selaku pengguna anggaran/pengguna barang yang bertanggungjawab atas pelaksanaan
kebijakan yang ditetapkan dalam Undang-Undang.

B. PENERIMA MANFAAT

Penerima manfaat dari kegiatan yang akan dilaksanakan adalah:

1. Komisi Pemilihan Umum;


2. Kementerian Keuangan Cq. Dirjen Perbendaharaan;
3. Sebagai alat kendali Pimpinan terhadap Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dari Laporan
Pertanggungjawaban Penggunaan Anggaran (LPPA);
4. Bahan kelengkapan data untuk pengawasan dan pemeriksaan internal KPU dalam hal ini Pimpinan
sebagai pengawasan melekat dan inspektorat KPU (APIP);
5. Untuk bahan Rapat Kerja Internal seperti Rapat Pimpinan, Rapat Koordinasi, Rapat Kerja se KPU, KPU
Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota;
6. Penyajian Rekapitulasi LRA secara nasional dari Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Anggaran
(LPPA) menjadi pembanding LRA yang disajikan pada Aplikasi SAI (SIMAK-BMN);
7. Bahan kelengkapan data untuk pengawasan dan pemeriksaan eksternal;
8. LRA dari LPPA sebagai bahan kelengkapan data seperti LAKIP, realisasi dari Bappenas, dan
perencanaan anggaran;
9. Untuk bahan rapat kerja dengan Komisi II DPR-RI, BAPPENAS, Kementerian Keuangan,Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara.

C. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN

1. Metode Pelaksanaan

Metode Pelaksanaan Kegiatan Penyajian Peningkatan LPPA Keuangan yang Berkualitas dilakukan
melalui pembinaan/bimbingan teknis/asistensi, monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan Laporan
Pertangungjawaban Penggunaan Anggaran (LPPA) dari KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota,
sehingga diharapkan KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dapat menyusun Laporan
Pertanggungjawaban Penggunaan Anggaran (LPPA) secara tepat waktu, akurat dan dapat
dipertanggungjawabkan. Dengan demikian KPU dapat menyusun Laporan Realisasi Anggaran untuk
seluruh Satuan Kerja (Satker) secara riil, sehingga dapat digunakan sebagai dasar monitoring
penyerapan anggaran yang disediakan sekaligus sebagai sarana evaluasi kinerja masing-masing
Satker.

2. Tahapan dan Waktu Pelaksanaan

a. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

Tahapan pelaksanaan sub komponen penelaahan atas penyusunan LPPA adalah sebagai berikut :

1. Membuat/menyusun Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Anggaran (LPPA) BA 076


berdasarkan pembukuan BKU, BKP dan bukti-bukti pengeluaran yang sah.
2. Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Anggaran BA 076 ke KPU Provinsi
dan tembusan ke KPU.
3. Menyampaikan Laporan Realisasi Anggaran Belanja berdasarkan LPPA BA 076 ke KPU
Provinsi dan tembusan ke KPU.
4. Membuat telaahan atas realisasi dan laporan pertanggungjawaban Penggunaan Anggaran dan
dapat berkonsultasi dengan lembaga terkait lainnya.

b. Waktu Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan untuk sub komponen penelaahan atas penyusunan LPPA di KPU Kabupaten/Kota
digambarkan dalam matrik sebagai berikut:.

Matrik Pelaksanaan Kegiatan

BULAN KE
NO TAHAPAN Sub Komponen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. penelaahan atas
penyusunan LPPA

c. Biaya yang Diperlukan

Biaya yang diperlukan untuk Kabupaten/Kota Banyumas tersebut adalah Rp. 18.255.000 (Delapan
Belas Juta Dua Ratus Lima Puluh Lima Ribu Rupiah.).

Demikian Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Term of References ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.

Purwokerto, 5 Desember 2015

PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
KPU KABUPATEN BANYUMAS
SEKRETARIS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002
TERM OF REFERENCE (TOR)
OUPUT LAYANAN PERKANTORAN

Kementerian Negara/Lembaga : (076) Komisi Pemilihan Umum


Unit Organisasi Eselon I : Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum
Program : Program Dukungan Manajeman dan Pelaksanaan Tugas
Teknis Lainnya KPU. (076.01.01).
Indikator Kinerja Utama Program : Presentase (%) Penyelenggaraan Dukungan Manajemen
yang Profesional, Akuntabel (sesuai dengan Peraturan
Perundangan). Efisien (tepat sasaran) dan Efektif (tepat
guna).
Unit Eselon II/Satker : Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas
Kegiatan : Pelaksanaan Akuntabilitas Pengelolaan Administrasi
Keuangan di Lingkungan Sekretariat KPU Kabupaten
(076.01.01.3355).
Indikator Kegiatan : Meningkatnya kualitas dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya.
Volume : 12 (dua belas) bulan

A. Latar Belakang
1. Dasar Hukum
a. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor Per-66/PB/2005 tentang Mekanisme
Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
b. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73/PMK.05/2008 tentang Tata Cara
Penatausahaan dan penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Kementerian
Negara/Lembaga/Kantor/Satuan Kerja;
c. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER-47/PB/2009;
d. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK.05/2009;
e. Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER-37/PB/2009.

2. Gambaran Umum Singkat


Pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Gaji, Honorarium dan Tunjangan bertujuan untuk
mewujudkan administrasi dan pengelolaan keuangan yang akuntabel, kegiatan yang
dilaksanakan yaitu pembayaran gaji dan tunjangan antara lain :
a. Pembayaran Gaji PNS;
b. Pembayaran Tunjangan (Tunjangan Struktural);
c. Pembayaran Uang Makan PNS;
d. Pembayaran Uang Kehormatan Ketua dan Anggota KPU;
e. Pembayaran Uang Kehormatan Pegawai Sekretariat.
f. Pembayaran Tunjangan Kinerja
B. Penerima Manfaat
Penerima manfaat adalah Pejabat dan Staf di lingkungan KPU Kabupaten Banyumas.

C. Strategi Pencapaian Keluaran


1. Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah swakelola.

2. Tahapan Pelaksanaan
Untuk kegiatan pengelolaan gaji, honorarium dan tunjangan tahun 2014, pelaksanaannya
antara lain :
a. Melakukan perencanaan pengeluaran anggaran.
b. Melakukan permintaan Penerbitan SPM dan Penerimaan SP2D dari KPKN.
c. Melakukan pembayaran Gaji, Honorarium dan Tunjangan.
d. Mempertanggungjawabkan seluruh penerimaan dan pengeluaran.
D. Waktu Pelaksanaan
a. Waktu Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan Pengelolaan gaji, Honorarium dan Tunjangan direncanakan dilaksanakan mulai
bulan Januari 2016 s/d Desember 2016.

b. Matrik Pelaksanaan Kegiatan

Bulan
No Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 Pembayaran Gaji
2 Pembayaran Uang
Kehormatan/Honorarium
3 Pembayaran Tunjangan
4 Pembayaran Uang Makan

E. Biaya Yang Diperlukan


Perkiraan total biaya untuk pelaksanaan output layanan perkantoran dibebankan pada DIPA
KPU Kabupaten Banyumas sebesar Rp 1.823.885.000. ,-. Rincian lebih lanjut atas biaya tersebut
disajikan tersendiri dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Purwokerto, 5 Desember 2015

PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
KPU KABUPATEN BANYUMAS
SEKRETARIS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002
KERANGKA ACUAN KERJA
Rencana kebutuhan logistik, pedoman dan evaluasi manajemen logistik Pemilu
TAHUN ANGGARAN 2016

Kementerian Negara/Lembaga : Komisi Pemilihan Umum


Unit Eselon I : Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum
Program : Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya (076.01.01)
Hasil : Meningkatnya kualitas dukungan manajemen dan
pelaksanaan tugas teknis lainnya
Unit Eselon II/Satker : KPU Kabupaten Banyumas
Kegiatan : Fasilitasi pengelolaan data, dokumentasi,
pengadaan, pendistribusian, pemeliharaan dan
inventarisasi logisitk Pemilu (3356)
Indikator Kinerja Kegiatan : Prosentase personil KPU Kab/Kota yang mampu
mengelola logistik Pemilu sesuai dengan
peraturan yang berlaku dan kondisi masing –
masing satuan kerja
Satuan Ukur dan Jenis Keluaran : Rencana kebutuhan logistik, pedoman dan evaluasi
manajemen logistik Pemilu (3356.008)
Volume : 1 dokumen
A. Latar Belakang

1. Dasar Hukum
1). Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum
menyebutkan tugas, wewenang dan kewajiban Sekretaris Jenderal KPU dalam beberapa
pasal sebagai berikut :
a. Pasal 66 ayat (1) menyebutkan bahwa Sekretariat Jenderal KPU bertugas membantu
penyusunan program dan anggaran Pemilu, memberikan dukungan teknis administratif,
membantu pelaksanaan tugas KPU dalam menyelenggarakan Pemilu, membantu
perumusan dan penyusunan rancangan peraturan dan keputusan KPU, membantu
penyusunan laporan penyelenggaraan kegiatan dan pertanggungjawaban KPU, dan
membantu pelaksanaan tugas-tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
b. Pasal 66 ayat (2) menyebutkan bahwa Sekretariat Jenderal KPU berwenang mengadakan
dan mendistribusikan perlengkapan penyelenggaraan Pemilu berdasarkan norma,
standar, prosedur, dan kebutuhan yang ditetapkan oleh KPU, serta mengadakan
perlengkapan penyelenggaraan Pemilu dengan peraturan perundang-undangan;
c. Pasal 66 ayat (3) Sekretariat Jenderal KPU antara lain berkewajiban, memelihara arsip
dan dokumen Pemilu, dan mengelola barang inventaris KPU; dan
d. Pasal 116 ayat (3) menyebutkan bahwa Sekretariat Jenderal KPU mengkoordinasikan
pendanaan penyelenggaraan Pemilu yang dilaksanakan oleh KPU, KPU Provinsi, KPU
Kabupaten/Kota, PPK, PPS, KPPS, PPLN, dan KPPSLN
2). Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 6 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan
Tata Kerja Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan
Umum Provinsi dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, dan Peraturan
Komisi Pemilihan Umum Nomor 22 Tahun 2008 tentang Perubahan Peraturan Komisi
Pemilihan Umum Nomor 6 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi
dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Biro Logistik mempunyai tugas
melaksanakan penyusunan, pengelolaan data dan dokumentasi kebutuhan sarana Pemilu,
pengadaan, pendistribusian, pemeliharaan serta inventarisasi sarana dan prasarana Pemilu.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Biro Logistik menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan pengelolaan data dan dokumentasi kebutuhan sarana Pemilu;
b. penyusunan alokasi barang;
c. pelaksanaan pengadaan barang kebutuhan Pemilu;
d. penyimpanan dan pemeliharaan barang kebutuhan Pemilu;
e. penyaluran dan pendistribusian barang kebutuhan Pemilu;
1|P a g e
f. pemeliharaan dan inventarisasi sarana dan prasarana Pemilu; dan
g. pelaksanaan urusan Tata Usaha Biro.
2. Gambaran Umum
Penyelenggaraan Pemilu yang demokratis, aman, dan damai akan terwujud apabila
didukung oleh ketersediaan logistik Pemilu yang memadai sehingga Pemilu dapat terselenggara
secara tertib dan efektif. Dalam rangka ketersediaan logistik Pemilu, Sekretariat Jenderal KPU,
Sekretariat KPU Provinsi dan Sekretariat KPU Kabupaten/Kota berwenang mengadakan dan
mendistribusikan logistik Pemilu berdasarkan norma, standar, prosedur, dan kebutuhan yang
ditetapkan oleh KPU, sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011
tentang Penyelenggara Pemilihan Umum masing-masing pada Pasal 66 ayat (2) huruf a, Pasal 67
ayat (2) huruf a, dan Pasal 68 ayat (2) huruf a.
Salah satu unit kerja di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU adalah Biro Logistik, yang
mempunyai tugas melaksanakan penyusunan, pengelolaan data dan dokumentasi kebutuhan
logistik Pemilu, pengadaan, pendistribusian, pemeliharaan dan inventarisasi logistik Pemilu.
Permasalahan yang dijumpai dalam pengelolaan logistik Pemilu antara lain adalah (1)
penanganan logistik di pelabuhan/bandara/stasiun, dan titik destinasi yang berpengaruh pada
ketepatan lokasi tujuan distribusi logistik, (2) ketepatan alat angkut yang berpengaruh pada
ketepatan waktu diterimanya logistik oleh KPU Kabupaten/Kota, (3) pengepakan logistik
Pemilu, (4) terlambatnya laporan tentang penerimaan, klaim kekurangan/ kesalahan logistik
Pemilu dari KPU Kabupaten/Kota ke KPU yang mengakibatkan keterlambatan pemenuhan
kekurangan logistik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka logistik Pemilu perlu
dikelola secara optimal baik pada tahap perencanaan kebutuhan, pengadaan, pendistribusian,
pemeliharaan dan inventarisasi logistik Pemilu melalui fasilitasi pengelolaan data dan
dokumentasi kebutuhan, pengadaan, pendistribusian, pemeliharaan dan inventarisasi Logistik
Pemilu. Kegiatan fasilitasi dapat dilaksanakan melalui upaya memberdayakan personil di
lingkungan KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota melalui melalui pemberian pedoman,
bimbingan, pelatihan, arahan, dan supervisi.

B. Penerima Manfaat
Kegiatan ini akan bermanfaat bagi KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota termasuk
pejabat/staf yang mengelola logistik Pemilu baik pada Sekretariat Jenderal KPU, Sekretariat KPU
Provinsi, maupun Sekretariat KPU Kabupaten/Kota.
C. Strategi Pencapaian Keluaran
1. Metode Pelaksanaan
Pola pelaksanaan kegiatan yang dilakukan adalah ikut hadir dalam pelaksanaan rapat
koordinasi tingkat KPU Kabupaten/Kota di Provinsi. Sedangkan untuk kegiatan pengelolaan aset
yang terkait dengan pemeliharaan dan inventarisasi logistik Pemilu, satker KPU
Kabupaten/Kota melaksanakan pendataan logistik eks Pemilu atau akan menghapuskan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku. Pihak satker KPU Kabupaten/Kota harus berkoordinasi dengan
pihak KPKNL setempat untuk proses dan mekanisme penghapusan tersebut.
2. Tahapan Pelaksanaan
Untuk mencapai output kegiatan perlu dilakukan serangkaian kegiatan yang dilakukan
secara bertahap dengan tahapan sebagai berikut :
1) Evaluasi pengelolaan logistik Pemilu.
Kegiatan ini dilakukan dengan menghadiri rapat evaluasi pengelolaan logistik
dengan yang akan diselenggarakan oleh satker KPU Provinsi dan akan dihadiri oleh
pejabat/staf satker KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota. Selanjutnya berdasarkan
hasil rapat evaluasi di tingkat Provinsi, KPU akan menyelenggarakan rapat evaluasi
pengelolaan logistik Pemilu di Jakarta. Hasil yang diharapkan dapat dicapai melalui
penyelenggaraan kegiatan ini adalah teridentifikasi kondisi pengelolaan logistik Pemilu,
teridentifikasi permasalahan dalam pengelolaan logistik Pemilu, dan terumuskan
pemecahan masalah pengelolaan logistik Pemilu.
2) Koordinasi pemeliharaan dan inventarisasi logistik Pemilu.

2|P a g e
Kegiatan ini lebih ditekankan kepada pelaksanaan penghapusan logistik eks Pemilu
di KPU Kabupaten/Kota, dengan mengacu kepada ketentuan yang berlaku. KPU telah
menerbitkan Peraturan KPU nomor 18/2012 yang mengatur jenis – jenis logistik dan masa
berlaku sebelum dihapuskan (retensi arsip).
3. Waktu Pelaksanaan
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung selama 12 (dua belas) bulan dengan waktu
pelaksanaan kegiatan dijadwalkan dari bulan Januari s/d Desember 2017, sebagaimana terlihat
pada tabel di bawah ini:
Tahun 2017
No Komponen masukan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Perencanaan Kebutuhan Logistik , Pedoman dan
Evaluasi Manajemen Logistik Pemilu

D. Biaya Yang Diperlukan


Perkiraan biaya pelaksanaan kegiatan tersebut di atas untuk KPU KABUPATEN BANYUMAS
adalah sebesar Rp 5.020.000 ( Lima Juta Dua Puluh Ribu Rupiah). Rincian lebih lanjut atas biaya
tersebut disajikan tersendiri dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) terlampir.

Purwokerto, 20 Desember 2016

PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
KPU KABUPATEN BANYUMAS
SEKRETARIS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002

3|P a g e
KERANGKA ACUAN KERJA
FASILITASI PENGADAAN LOGISTIK PEMILU
TAHUN ANGGARAN 2016

Kementerian Negara/Lembaga : Komisi Pemilihan Umum


Unit Eselon I : Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum
Program : Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya (076.01.01)
Hasil : Meningkatnya kualitas dukungan manajemen dan
pelaksanaan tugas teknis lainnya
Unit Eselon II/Satker : KPU Kabupaten Banyumas
Kegiatan : Fasilitasi pengelolaan data, dokumentasi,
pengadaan, pendistribusian, pemeliharaan dan
inventarisasi logisitk Pemilu (3356)
Indikator Kinerja Kegiatan : Prosentase personil KPU Kab/Kota yang mampu
mengelola logistik Pemilu sesuai dengan
peraturan yang berlaku dan kondisi masing –
masing satuan kerja
Satuan Ukur dan Jenis Keluaran : Fasilitasi Pengadaan Logistik Pemilu (3356.009)
Volume : 1 Layanan
A. Latar Belakang

1. Dasar Hukum
1). Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum
menyebutkan tugas, wewenang dan kewajiban Sekretaris Jenderal KPU dalam beberapa
pasal sebagai berikut :
a. Pasal 66 ayat (1) menyebutkan bahwa Sekretariat Jenderal KPU bertugas membantu
penyusunan program dan anggaran Pemilu, memberikan dukungan teknis administratif,
membantu pelaksanaan tugas KPU dalam menyelenggarakan Pemilu, membantu
perumusan dan penyusunan rancangan peraturan dan keputusan KPU, membantu
penyusunan laporan penyelenggaraan kegiatan dan pertanggungjawaban KPU, dan
membantu pelaksanaan tugas-tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
b. Pasal 66 ayat (2) menyebutkan bahwa Sekretariat Jenderal KPU berwenang mengadakan
dan mendistribusikan perlengkapan penyelenggaraan Pemilu berdasarkan norma,
standar, prosedur, dan kebutuhan yang ditetapkan oleh KPU, serta mengadakan
perlengkapan penyelenggaraan Pemilu dengan peraturan perundang-undangan;
c. Pasal 66 ayat (3) Sekretariat Jenderal KPU antara lain berkewajiban, memelihara arsip
dan dokumen Pemilu, dan mengelola barang inventaris KPU; dan
d. Pasal 116 ayat (3) menyebutkan bahwa Sekretariat Jenderal KPU mengkoordinasikan
pendanaan penyelenggaraan Pemilu yang dilaksanakan oleh KPU, KPU Provinsi, KPU
Kabupaten/Kota, PPK, PPS, KPPS, PPLN, dan KPPSLN
2). Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 6 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan
Tata Kerja Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan
Umum Provinsi dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, dan Peraturan
Komisi Pemilihan Umum Nomor 22 Tahun 2008 tentang Perubahan Peraturan Komisi
Pemilihan Umum Nomor 6 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi
dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, Biro Logistik mempunyai tugas
melaksanakan penyusunan, pengelolaan data dan dokumentasi kebutuhan sarana Pemilu,
pengadaan, pendistribusian, pemeliharaan serta inventarisasi sarana dan prasarana Pemilu.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Biro Logistik menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan pengelolaan data dan dokumentasi kebutuhan sarana Pemilu;
b. penyusunan alokasi barang;

1|P a g e
c. pelaksanaan pengadaan barang kebutuhan Pemilu;
d. penyimpanan dan pemeliharaan barang kebutuhan Pemilu;
e. penyaluran dan pendistribusian barang kebutuhan Pemilu;
f. pemeliharaan dan inventarisasi sarana dan prasarana Pemilu; dan
g. pelaksanaan urusan Tata Usaha Biro.
2. Gambaran Umum
Penyelenggaraan Pemilu yang demokratis, aman, dan damai akan terwujud apabila
didukung oleh ketersediaan logistik Pemilu yang memadai sehingga Pemilu dapat terselenggara
secara tertib dan efektif. Dalam rangka ketersediaan logistik Pemilu, Sekretariat Jenderal KPU,
Sekretariat KPU Provinsi dan Sekretariat KPU Kabupaten/Kota berwenang mengadakan dan
mendistribusikan logistik Pemilu berdasarkan norma, standar, prosedur, dan kebutuhan yang
ditetapkan oleh KPU, sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011
tentang Penyelenggara Pemilihan Umum masing-masing pada Pasal 66 ayat (2) huruf a, Pasal 67
ayat (2) huruf a, dan Pasal 68 ayat (2) huruf a.
Salah satu unit kerja di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU adalah Biro Logistik, yang
mempunyai tugas melaksanakan penyusunan, pengelolaan data dan dokumentasi kebutuhan
logistik Pemilu, pengadaan, pendistribusian, pemeliharaan dan inventarisasi logistik Pemilu.
Permasalahan yang dijumpai dalam pengelolaan logistik Pemilu antara lain adalah (1)
penanganan logistik di pelabuhan/bandara/stasiun, dan titik destinasi yang berpengaruh pada
ketepatan lokasi tujuan distribusi logistik, (2) ketepatan alat angkut yang berpengaruh pada
ketepatan waktu diterimanya logistik oleh KPU Kabupaten/Kota, (3) pengepakan logistik
Pemilu, (4) terlambatnya laporan tentang penerimaan, klaim kekurangan/ kesalahan logistik
Pemilu dari KPU Kabupaten/Kota ke KPU yang mengakibatkan keterlambatan pemenuhan
kekurangan logistik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka logistik Pemilu perlu
dikelola secara optimal baik pada tahap perencanaan kebutuhan, pengadaan, pendistribusian,
pemeliharaan dan inventarisasi logistik Pemilu melalui fasilitasi pengelolaan data dan
dokumentasi kebutuhan, pengadaan, pendistribusian, pemeliharaan dan inventarisasi Logistik
Pemilu. Kegiatan fasilitasi dapat dilaksanakan melalui upaya memberdayakan personil di
lingkungan KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota melalui melalui pemberian pedoman,
bimbingan, pelatihan, arahan, dan supervisi.

B. Penerima Manfaat
Kegiatan ini akan bermanfaat bagi KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota termasuk
pejabat/staf yang mengelola logistik Pemilu baik pada Sekretariat Jenderal KPU, Sekretariat KPU
Provinsi, maupun Sekretariat KPU Kabupaten/Kota.
C. Strategi Pencapaian Keluaran
1. Metode Pelaksanaan
Pola pelaksanaan kegiatan yang dilakukan adalah ikut hadir dalam pelaksanaan rapat
koordinasi tingkat KPU Kabupaten/Kota di Provinsi. Sedangkan untuk kegiatan pengelolaan aset
yang terkait dengan pemeliharaan dan inventarisasi logistik Pemilu, satker KPU
Kabupaten/Kota melaksanakan pendataan logistik eks Pemilu atau akan menghapuskan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku. Pihak satker KPU Kabupaten/Kota harus berkoordinasi dengan
pihak KPKNL setempat untuk proses dan mekanisme penghapusan tersebut.
2. Tahapan Pelaksanaan
Untuk mencapai output kegiatan perlu dilakukan serangkaian kegiatan yang dilakukan
secara bertahap dengan tahapan sebagai berikut :
1) Evaluasi pengelolaan logistik Pemilu.
Kegiatan ini dilakukan dengan menghadiri rapat evaluasi pengelolaan logistik
dengan yang akan diselenggarakan oleh satker KPU Provinsi dan akan dihadiri oleh
pejabat/staf satker KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota. Selanjutnya berdasarkan
hasil rapat evaluasi di tingkat Provinsi, KPU akan menyelenggarakan rapat evaluasi
pengelolaan logistik Pemilu di Jakarta. Hasil yang diharapkan dapat dicapai melalui
penyelenggaraan kegiatan ini adalah teridentifikasi kondisi pengelolaan logistik Pemilu,

2|P a g e
teridentifikasi permasalahan dalam pengelolaan logistik Pemilu, dan terumuskan
pemecahan masalah pengelolaan logistik Pemilu.
2) Koordinasi pemeliharaan dan inventarisasi logistik Pemilu.
Kegiatan ini lebih ditekankan kepada pelaksanaan penghapusan logistik eks Pemilu
di KPU Kabupaten/Kota, dengan mengacu kepada ketentuan yang berlaku. KPU telah
menerbitkan Peraturan KPU nomor 18/2012 yang mengatur jenis – jenis logistik dan masa
berlaku sebelum dihapuskan (retensi arsip).
3. Waktu Pelaksanaan
Seluruh rangkaiankegiatan berlangsung selama 12 (dua belas) bulan dengan waktu
pelaksanaan kegiatan dijadwalkan dari bulan Januari s/d Desember 2016, sebagaimana terlihat
pada tabel di bawah ini:
Tahun 2016
No Komponen masukan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Fasilitasi Pengadaan Logistik Pemilu dan
Pemilukada

D. Biaya Yang Diperlukan


Perkiraan biaya pelaksanaan kegiatan tersebut di atas untuk KPU KABUPATEN BANYUMAS
adalah sebesar Rp 1.690.000 (Satu Juta Enam Ratus Sembilan Puluh Ribu Rupiah). Rincian lebih
lanjut atas biaya tersebut disajikan tersendiri dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) terlampir.

Purwokerto, 20 Desember 2016

PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
KPU KABUPATEN BANYUMAS
SEKRETARIS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002

3|P a g e
TERM OF REFERENCE (TOR)
Dokumen Perencanaan Anggaran
TAHUN ANGGARAN 2017

Kementerian Negara/Lembaga : (076) Komisi Pemilihan Umum


Unit Organisasi Eselon I : Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum
Program : Program Dukungan Manajeman dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya KPU. (076.01.01).
Indikator Kinerja Utama Program : Presentase (%) Penyelenggaraan Dukungan
Manajemen yang Profesional, Akuntabel (sesuai
dengan Peraturan Perundangan). Efisien (tepat
sasaran) dan Efektif (tepat guna).
Unit Eselon II/Satker : Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas
Kegiatan : Pelaksanaan Manajemen Perencanaan dan Data
(076.01.01.3357.001).
Indikator Kegiatan : Meningkatnya kualitas dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya.
Volume : 1 Dokumen

A. Latar Belakang
1. Dasar Hukum
a. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional
b. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
c. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum
(Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 59 Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4721);
d. Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2008 tentang Perubahan Peraturan KPU Nomor 06
Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal KPU,
Sekretariat KPU Provinsi dan Sekretariat KPU Kabupaten/Kota.
e. Peraturan Menteri Keuangan No. 92/PMK.02/2015 tentang Petunjuk Penyusunan
dan Penelaahan RKA-KL Tahun 2017.
f. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72/PMK.02/2015 tentang Standar Biaya Tahun
2017;

2. Gambaran Umum Singkat


Dalam rangka penyusunan program dan rencana kerja tahun 2018 perlu dilakukan
penyusunan program dan rencana kerja (renja) KPU Kabupaten tahun 2018 dan
penyusunan RKA K/L KPU tahun 2018. Penyusunan RKA K/L tersebut mengacu pada
pagu yang telah dialokasikan pada Kementerian/Lembaga dan dilaksanakan sesuai
dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 92/PMK.02/2014 tentang Petunjuk
Penyusunan dan Penelaahan RKA-KL Tahun 2018

B. Penerima Manfaat
Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah internal KPU.

C. Strategi Pencapaian Keluaran


a. Metode Pelaksanaan
Kegiatan penyusunan program dan rencana kerja KPU Tahun 2017 meliputi Penyusunan
program dan rencana kerja teknis, penyusunan program dan rencana kerja (RKA-KL),
Pembinaan program dan Rencana Kerja dilaksanakan dengan konsultasi, rapat kerja
dan sinkronisasi program dan rapat kerja.

b. Tahapan Pelaksanaan
Tahapan penyusunan program dan rencana kerja KPU Tahun 2017 sebagai berikut:
1) Pengelolaan dan Revisi DIPA
2) Penyusunan Program dan Renja 2018
3) Penyusunan RKAKL Tahun 2018;
D. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran

a. Waktu Pelaksanaan Kegiatan


Pengelolaan dan Revisi DIPA dilaksanakan selama Tahun 2017 sedangkan Kegiatan
penyusunan program dan rencana kerja (Renja) KPU Tahun 2018 direncanakan
dilaksanakan mulai Bulan September s/d November 2017

Matrik Pelaksanaan Kegiatan

Bulan
No Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Pengelolaan dan Revisi DIPA
2 Penyusunan Program dan
Renja Tahun 2018.
3 Penyusunan RKAKL 2018

E. Biaya
Perkiraan total biaya untuk pelaksanaan output Dokumen Perencanaan dan Data
Kepemiluan dibebankan pada DIPA KPU Kabupaten Banyumas sebesar Rp 15.581.000,-.
Rincian lebih lanjut atas biaya tersebut disajikan tersendiri dalam Rencana Anggaran Biaya
(RAB).

Purwokerto, 20 Desember 2016

PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
KPU KABUPATEN BANYUMAS
SEKRETARIS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002
TERM OF REFERENCE (TOR)
Dokumen Pemutakhiran Data Pemilih
TAHUN ANGGARAN 2017

Kementerian Negara/Lembaga : (076) Komisi Pemilihan Umum


Unit Organisasi Eselon I : Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum
Program : Program Dukungan Manajeman dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya KPU. (076.01.01).
Indikator Kinerja Utama Program : Presentase (%) Penyelenggaraan Dukungan
Manajemen yang Profesional, Akuntabel (sesuai
dengan Peraturan Perundangan). Efisien (tepat
sasaran) dan Efektif (tepat guna).
Unit Eselon III/Satker : Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas
Kegiatan : Dokumen Pemutakhiran Data Pemilih
Indikator Kegiatan : Meningkatnya kualitas dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya.
Volume : 1 Dokumen

A. Latar Belakang
1. Dasar Hukum
a. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional
b. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
c. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum
(Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 59 Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4721);
d. Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2008 tentang Perubahan Peraturan KPU Nomor 06
Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal KPU,
Sekretariat KPU Provinsi dan Sekretariat KPU Kabupaten/Kota.
e. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72/PMK.02/2015 tentang Standar Biaya Tahun
2016;

2. Gambaran Umum Singkat


Teknologi Informasi merupakan syarat mutlak bagi keberhasilan suatu sistem dalam
mengolah sebuah informasi. Dalam mewujudkan sebuah sistem yang berbasis pada
teknologi informasi maka sangat dibutuhkan sarana dan prasarana pendukung baik
SDM, sorfware maupun hardware. Kpu sebagai lembaga publik yang dituntut dalam
keterbukaan informasi mau tidak mau harus menyesuaikan dengna kemajuan teknologi,
salah satunya dengan kegiatan layanan teknologi dan informasi pemilu 2014.
Dokumen Data pemilih sebagai salah satu sumber data penting dalam pelaksanaan
pemilu harus disusun secara akurat. Pemutakhiran harus dilaksanakan secara terus-
menerus mengikuti dinamisasi kependudukan.

B. Penerima Manfaat
Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah internal KPU dan stakeholder

C. Strategi Pencapaian Keluaran


Strategi pelaksanaan lebih kepada pemutakhiran data pemilih oleh operator Mutarlih. Dalam
pemutakhiran ini berkoordinasi dengan Dindukcapil dan Kpu provinsi.

D. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran

Waktu pelaksanaan kegiatan dari Bulan Januari s/d Desember 2016

E. Biaya
Perkiraan total biaya untuk pelaksanaan output Dokumen Pemutakhiran Data Pemilih
dibebankan pada DIPA KPU Kabupaten Banyumas sebesar Rp 18.960.000,-. Rincian lebih
lanjut atas biaya tersebut disajikan tersendiri dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Purwokerto, 20 Desember 2016

PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
KPU KABUPATEN BANYUMAS
SEKRETARIS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002
TERM OF REFERENCE (TOR)
DOKUMEN PERENCANAAN DAN ANGGARAN PEMILIHAN
TAHUN ANGGARAN 2017

Kementerian Negara/Lembaga : Komisi Pemilihan Umum


Unit Eselon I : Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum
Unit Eselon III/Satker : Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas
Program : Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas
Teknis Lainnya (076.01.01).
Hasil (Outcome) : Meningkatnya kualitas dukungan manajemen dan
pelaksanaan tugas teknis lainnya.
Kegiatan : Pelaksanaan Manajemen Perencanaan dan Data
(3357).
Indikator Kinerja Kegiatan : Persentase Penyusunan Anggaran Pemilukada yang
tepat waktu
Jenis Keluaran (Output) : Dokumen Penyusunan anggaran Pemilihan
(3357.024)
Volume Keluaran (Output) : 1 (satu) Dokumen.
Satuan Ukur Keluaran (Output) : Petunjuk Teknis.

A. LATAR BELAKANG
1. Dasar Hukum
- Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional.
- Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
- Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum
(Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 59 Tambahan Lembaran Negara Nomor
4721).
- Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD
dan DPRD.
- Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional Tahun 2015-2019.
- Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2008 tentang Perubahan Peraturan KPU Nomor 06
Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal KPU,
Sekretariat KPU Provinsi dan Sekretariat KPU Kabupaten/Kota.
- Peraturan KPU Nomor 53 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Komisi Pemilihan
Umum Tahun 2015-2019.
- Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.02/2015 tentang Standar Biaya Masukan
Tahun 2016.
- Surat Menkeu Nomor S-118/MK.02/2016 tanggal 19 Februari 2016 tentang Penetapan
Standar Biaya Honorarium Tahapan Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD,
Presiden Pemilihan serta Tahapan Pemilihan Gibernur/Bupati dan Walikota

2. Gambaran Umum

Sesuai dengan UU No. 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1
Tahun 2015 tanggal 18 Maret 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota
Menjadi Undang-Undang, Pasal 201 ayat (3) “Pemungutan suara serentak dalam Pemilihan
Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota
yang masa jabatannya berakhir pada tahun 2018 dan tahun 2019 dilaksanakan pada tanggal
-2-

dan bulan yang sama pada bulan Juni tahun 2018”. Pada Tahun 2018 terdapat 171 Satker
yang terdiri dari 17 Provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten, melaksanakan Pemilihan Gubernur,
Bupati dan Walikota serentak pada bulan Juni 2018 yang tahapannya diperkirakan akan
dimulai pada bulan Oktober 2017.

Dalam rangka melaksanakan tahapan pemilihan tersebut, telah diterbitkan Peraturan


Menteri Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2015 sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri
dalam negeri Nomor 51 Tahun 2015 tentang Perubahan terhadap Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 44 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Dana Kegiatan Pemilihan Gubernur Dan
Wakil Gubernur, Bupati Dan Wakil Bupati, Serta Walikota Dan Wakil Walikota. Sesuai Pasal 7
ayat (5), Pasal 20 Ayat (2) bahwa standar satuan harga kebutuhan pemilihan tahun 2015
ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. Untuk pemilihan yang dilaksanakan setelah
tahun 2015 berpedoman pada peraturan perundang-undangan dibidang pengelolaan APBN.

Selanjutnya untuk melaksanakan tahapan pemilihan, telah diterbitkan Peraturan KPU


Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tahapan, Program dan Jadual Penyelenggaran Pemilihan
Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil
Walikota. Untuk melaksanakan tahapan tersebut, tahapan pertama yang harus dilaksanakan
oleh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota yang melaksanakan pemilihan adalah
penyusunan program, kegiatan dan anggaran serta penyusunan pedoman standar barang dan
jasa serta honorarium tahapan Pemilihan.

Berdasarkan Permendagri dan Peraturan KPU tersebut, agar pelaksanaan Pemilihan Tahun
2018 yang tahapannya pada tahun 2017 dapat terlaksana dengan baik perlu dilakukan :

1. Penyusunan Anggaran Kegiatan Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.


Penyusunan Anggaran Kegiatan Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota mempedomani
Keputusan KPU Nomor 43/kpts/KPU/Tahun 2016 tentang Standar Kebutuhan Barang/Jasa
dan Honorarium untuk Kegiatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan
Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota dan Keputusan KPU Nomor
44/kpts/KPU/Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Anggaran dalam rangka
Kebutuhan Barang/Jasa dan Honorarium untuk Kegiatan Pemilihan Gubernur dan Wakil
Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota yang terdiri dari:

a) Perencanaan Program, Kegiatan dan Anggaran serta Revisi Anggaran;


b) Penyusunan dan Penandatanagnan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD);
c) Penyusunan Peraturan/Keputusan KPU Penyelenggaraan Pemilihan;
d) Sosialisasi/Penyuluhan/Bimbingan Teknis;
e) Pembentukan Badan Penyelenggara PPK, PPS, KPPS dan PPDP;
f) Pemutakhiran Data Pemilih;
g) Verifikasi dan Rekapitulasi Calon Perseorangan;
h) Pencalonan;
i) Pelaksanaan Kegiatan Kampanye;
j) Laporan Audit Dana Kampanye;
k) Proses Perhitungan;
l) Advokasi Hukum;
m) Pengadaan dan Pendistribusian Perlengkapan Pemungutan dan Penghitungan Suara;
n) Raker/Pelatihan dengan KPU KAB/KOTA/PPK/PPS/KPPS;
o) Rapat Kerja dan Supervisi;
p) Perjalanan Dinas;
q) Penyusunan Laporan tahapan Pemilu;
r) Operasional dan Administrasi Perkantoran; dan
s) Pengelolaan Logistik Pilkada.
-3-

2. Koordinasi Penyusunan terhadap penetapan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan
Proses Revisi Anggaran Hibah ke APBN.

B. PENERIMA MANFAAT
Penerima manfaat ini adalah internal dan eksternal KPU.

C. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN

Kegiatan penyusunan Dokumen Perencanaan dan Anggaran Pemilihan meliputi :

a. Penajaman perencanaan terhadap program, kegiatan dan anggaran pemilihan dengan


metode :

1) Evaluasi Standar Kebutuhan dan Standar Honorarium Kegiatan Pemilihan


Gubernur, Bupati dan Walikota;
2) Rapat Koordinasi dengan Pemerintah Daerah (khususnya Tim Anggaran
Pemerintah Daerah/TAPD) dan DPRD;
3) Melakukan dokumentasi terhadap Penyusunan Anggaran Pemilihan Gubernur,
Bupati dan Walikota.
4) Koordinasi Penyusunan terhadap penetapan Naskah Perjanjian Hibah Daerah
(NPHD) dan Proses Revisi Anggaran Hibah ke APBN dengan berkoordinasi
dengan KPU RI, Pemerintah Daerah (khususnya Tim Anggaran Pemerintah
Daerah/TAPD), DPRD Provinsi;
5) Melaporkan Laporan Perkembangan Penyusunan Anggaran Pemilihan dan
Penandatanganan NPHD kepada KPU RI;
6) penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) terkait Standar Kebutuhan
Barang/Jasa dan Honorarium untuk Kegiatan Pemilihan bahan kajian usulan
standar Honorarium Pemilihan sebagai masukan perbaikan.

D. WAKTU PENCAPAIAN KELUARAN


a. Waktu pelaksanaan kegiatan
b.
1) Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Anggaran Pemilihan selama 6 bulan;
2) Pengelolaan Program dan Anggaran serta Pelaksanaan Revisi DIPA Anggaran
Pemilihan sepanjang tahun anggaran 2017.

c. Matriks pelaksanaan kegiatan

No. Tahapan Kegiatan BULAN KE


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Penyusunan Dokumen √ √ √ √ √ √
Perencanaan dan Anggaran
Pemilihan
2. Pengelolaan Program dan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Anggaran serta Pelaksanaan
Revisi DIPA Anggaran
Pemilihan

E. BIAYA YANG DIPERLUKAN

Perkiraan total biaya untuk pelaksanaan output Dokumen Pemutakhiran Data Pemilih
dibebankan pada DIPA KPU Kabupaten Banyumas sebesar Rp 18.960.000,-. Rincian lebih
lanjut atas biaya tersebut disajikan tersendiri dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
-4-

Demikian Kerangka Acuan Kerja (KAK) dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Purwokerto, 20 Desember 2016

PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
KPU KABUPATEN BANYUMAS
SEKRETARIS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002
TERM OF REFERENCE (TOR)
DOKUMEN PERENCANAAN DAN ANGGARAN PEMILIHAN
TAHUN ANGGARAN 2017

Kementerian Negara/Lembaga : Komisi Pemilihan Umum


Unit Eselon I : Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum
Unit Eselon III/Satker : Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas
Program : Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis
Lainnya (076.01.01).
Hasil (Outcome) : Meningkatnya kualitas dukungan manajemen dan
pelaksanaan tugas teknis lainnya.
Kegiatan : Pelaksanaan Manajemen Perencanaan dan Data (3357).
Indikator Kinerja Kegiatan : Kualitas Tersusunnya Laporan Kinerja 2016 dan Perjanjian
Kinerja Tahun 2017
Jenis Keluaran (Output) : Analisis Capaian Kinerja
Volume Keluaran (Output) : 1 (satu) Dokumen.

A. LATAR BELAKANG
1. Dasar Hukum
- Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
- Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
- Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 59 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4721).
- Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2008 tentang Perubahan Peraturan KPU Nomor 06 Tahun
2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal KPU, Sekretariat KPU
Provinsi dan Sekretariat KPU Kabupaten/Kota.
- Peraturan KPU Nomor 53 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Komisi Pemilihan Umum
Tahun 2015-2019.
- Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2015 Tentang Sistem Akuntabilitas Instansi Pemerintah
- Peraturan Menteri PAN& RB Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk
Teknis Perjanjian Kerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata cara Review atas Laporan Kinerja Instansi
Pemerintah
- Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/09/M.PAN/5/2007 tentang
Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah.

2. Gambaran Umum
Era reformasi dan dampak persaingan globalisasi mendorong percepatan perubahan perbaikan
kinerja aparatur pemerintah. Aparatur pemerintah dituntut bekerja lebih professional, bermoral,
bersih dan beretika dalam mendukung reformasi birokrasi dan menunjang kelancaran tugas
pemerintahan dan pembangunan.
Reformasi birokrasi sudah dan sedang berlangsung di semua lini departemen/ lembaga
pemerintahan baik di tingkat pusat maupun daerah untuk mencapai tujuan pembangunan
nasional.Sejak menteri Pemberdayaan Aparatur Negara mengeluarkan Surat Edaran Nomor:
SE/28/M.PAN/10/2004 Tanggal 10 Oktober 2004 tentang Penataan Pegawai Negeri Sipil (PNS),
setiap instansi baik pusat maupun daerah wajib melaksanakan kegiatan berikut, pertama, melakukan
penataan PNS di lingkungan unit kerja mengacu pada Keputusan Men.PAN Nomor:
Kep/23.2/M.PAN/2004 Tanggal 16 Februari 2004 tentang Pedoman Penataan Pegawai.
Kedua, setiap instansi wajib melaksanakan analisis jabatan yang mengacu pada Keputusan
Men.PAN Nomor: KEP/61/M.PAN/6/2004 Tanggal 21 Juni 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan
Analisis Jabatan.
Ketiga, setiap instansi pemerintah harus melaksanakan analisis beban kerja berdasarkan/
mengacu pada Keputusan Men.PAN Nomor: KEP/75/M.PAN/7/2004 Tanggal 23 Juli 2004 tentang
-2-

Pedoman Perhitungan Kebutuhan Pegawai Berdasarkan Beban Kerja Dalam Rangka Penyusunan
Formasi PNS.
Tujuan dari penataan tersebut adalah memperbaiki komposisi dan distribusi pegawai, sehingga
dapat didayakan secara optimal dalam rangka meningkatkan kinerja pemerintah.Sasaran yang
dicapai antara lain, pertama, terjadinya kesesuaian antara jumlah dan komposisi pegawai dengan
kebutuhan masing-masing unit kerja yang telah ditata berdasarkan visi-misi sehingga pegawai
mempunyai kejelasan tugas dan tanggung jawab. Kedua, terciptanya kesesuaian antara kompetensi
yang dimiliki pegawai dengan syarat jabatan. Ketiga, terdistribusinya pegawai secara proporsional
di masing-masing unit kerja sesuai dengan beban kerja masing-masing. Keempat, tersusunnya
sistem penggajian yang adil, layak dan mendorong peningkatan kinerja. Dan kelima, terlaksananya
sistem penilaian kerja yang obyektif.
Output (keluaran) dari penataan aparatur negara tersebut diharapkan berupa (1) profil jabatan
bagi setiap jabatan baik jabatan struktural, jabatan fungsional yang berangka kredit maupun tidak
berangka kredit; (2) perkiraan beban kerja untuk individu, jabatan dan unit kerja; dan (3) beban kerja
dan profil jabatan bersama-sama digunakan untuk menyusun jumlah kebutuhan pegawai per jabatan
dan unit kerja.
Melihat kondisi SDM PNS saat ini, tidak jarang kita mendengar opini di tengah masyarakat
bahwa kinerja pemerintah kerap kali dipandang belum profesional dan berlum berbasis kinerja
(berorientasi output). Untuk itu, banyak kalangan pemerhati birokrasi mendorong pemerintah
mengedepankan pengelolaan SDM aparatur pemerintah dengan manajemen kepegawaian berbasis
kinerja.

Dalam usaha meningkatkan kinerja aparaturnya, pemerintah (c.q. Menpan) menetapkan


program manajemen kepegawaian berbasis kinerja. Salah satu peraturan yang dikeluarkan
pemerintah untuk tujuan tersebut adalah Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor:
PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan
Instansi Pemerintah.

Yang dimaksud dengan kinerja instansi pemerintah adalah gambaran mengenai tingkat
pencapaian sasaran ataupun tujuan instansi pemerintah sebagai penjabaran dari visi, misi dan
rencana strategi instansi pemerintah yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan
pelaksanaan kegiatan-kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan.

Dalam pasal 3, peraturan Menpan tersebut, setiap instansi pemerintah wajib menetapkan
indikator kinerja utama (Key Performance Indicators). Indikator kinerja utama yang dimaksud
adalah ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis organisai. Penetapan indikator
kinerja utama di lingkungan instansi pemerintah harus memenuhi karakteristik spesifik, dapat
dicapai, relevan, menggambarkan keberhasilan sesuatu yang diukur dan dapat dikuantifikasi dan
diukur (pasal 8). Sebagai contoh, tercapainya pengurangan angka pengangguran 1 juta per tahun
dengan memberdayakan 50 investor baik investor dalam negeri maupun investor asing setiap
tahunnya.

Dalam pasal 5 dikatakan, indikator kinerja utama instansi pemerintah harus selaras antar
tingkatan unit organisai. Indikator kinerja utama pada setiap tingkatan unit organisasi meliputi
indikator kinerja keluaran (output) dan hasil (outcome).

Kinerja pegawai dijabarkan langsung dari misi organisai. Penilaian kinerja dilakukan secara
transparan dan obyektif. Penilaian kinerja menjadi bahan diagnosis dalam upaya peningkatan kinerja
organisasi. Selanjutnya kinerja pegawai juga menjadi istrumen utama dalam pemberian reward and
punishment termasuk untuk promosi dan rotasi pegawai.

Dengan demikian, peraturan pemerintah tersebut menunjang dan mendukung upaya


pengembangan manajemen kepegawaian berbasis kinerja (berorientasi produk).
-3-

B. PENERIMA MANFAAT
Penerima manfaat ini adalah internal dan eksternal KPU.

C. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN

D. WAKTU PENCAPAIAN KELUARAN


a. Waktu pelaksanaan kegiatan
b.
1) Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Anggaran Pemilihan selama 6 bulan;
2) Pengelolaan Program dan Anggaran serta Pelaksanaan Revisi DIPA Anggaran
Pemilihan sepanjang tahun anggaran 2017.

c. Matriks pelaksanaan kegiatan

No. Tahapan Kegiatan BULAN KE


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Penyusunan Dokumen √ √ √ √ √ √
Perencanaan dan Anggaran
Pemilihan
2. Pengelolaan Program dan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Anggaran serta Pelaksanaan
Revisi DIPA Anggaran
Pemilihan

E. BIAYA YANG DIPERLUKAN

Perkiraan total biaya untuk pelaksanaan output Dokumen Pemutakhiran Data Pemilih
dibebankan pada DIPA KPU Kabupaten Banyumas sebesar Rp 18.960.000,-. Rincian lebih
lanjut atas biaya tersebut disajikan tersendiri dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Demikian Kerangka Acuan Kerja (KAK) dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Purwokerto, 20 Desember 2016

PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
KPU KABUPATEN BANYUMAS
SEKRETARIS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
LAPORAN PERSEDIAAN
TAHUN ANGGARAN 2017

Kementerian Negara/Lembaga : Komisi Pemilihan Umum


Unit Eselon I : Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum
Program : Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Tugas Teknis Lainnya
Unit Eselon II/Satker : Biro Umum
Kegiatan : Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan
Perkantoran (3360.009)
Indikator Kegiatan : Jumlah KPU Kabupaten/Kota yang melaporkan
persediaan kotak dan bilik suara berdasarkan
stock opname tepat waktu
Output Kegiatan : Laporan pelaksanaan kegiatan stock opname
Volume : 1 (satu) laporan

I. Latar Belakang
a. Dasar Hukum
1. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5246);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik
Daerah/Negara;
3. Keputusan Presiden Nomor 70 tahun 2001 tentang Pembentukan Komisi pemilihan
Umum;
4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 136/PMK.02/2014 tentang Petunjuk Penyusunan dan
Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga;
5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 53/PMK.02/2014 tentang Standar Biaya Masukan
Tahun Anggaran 2015;
6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96/PMK.06/2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan
Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan, dan Pemindahtanganan Barang Milik negara;
7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.06/2007 tentang Penatausahaan Barang
Milik Negara;
8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan
Laporan Keuangan Pemerintah Pusat;
9. Peraturan menteri Keuangan Nomor 102/PMK.05/2009 tentang Tata Cara Rekonsiliasi
Barang Milik Negara dalam Rangka Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat;
10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29/PMK.06/2010 tentang Penggolongan dan
Kodefikasi Barang Milik Negara;
11. Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2008 tentang Perubahan Peraturan KPU Nomor 06 Tahun
2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal KPU,Sekretariat KPU
Provinsi dan Sekretariat KPU Kabupaten/Kota;
12. Peraturan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Nomor PER-07/KN/2009 tentang Tata Cara
Pelaksanaan Rekonsiliasi Barang Milik Negara dalam Rangka Penyusunan Laporan Barang
Milik Negara dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat;
b. Gambaran Umum
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tanggal 27
Desember 2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat, Bagian
keempat huruf D angka 4.1.11 menyatakan bahwa persediaan dicatat dalam buku persediaan
untuk setiap jenis barang. Berdasarkan saldo perjenis persediaan pada buku persediaan

1|P a g e
disusun laporan persediaan. Laporan persediaan didasarkan pada saldo pada akhir periode
pelaporan berdasarkan hasil stock opname fisik.
Dalam sistem penatausahaan barang milik negara, Kotak dan Bilik Suara diklasifikasikan
sebagai barang persediaan. Kotak dan Bilik Suara mempunyai kekhususan tersendiri karena
dapat digunakan berulangkali (dalam penyelenggaraan Pemilu). Sifat kekhususan barang
persediaan berupa Kotak dan Bilik Suara tersebut menimbulkan kerancuan dalam
menginterpretasikan ketentuan mengenai pengelolaan barang persediaan.
Permasalahan-permasalahan diatas pada akhirnya mempengaruhi tingkat akuntabilitas
KPU dalam penilaian Laporan Keuangan yang diberikan oleh BPK-RI dimana setiap tahun
permasalahan pengelolaan Kotak dan Bilik Suara Pemilu selalu menjadi catatan untuk segera
dibenahi.
Stock opname merupakan salah satu mekanisme pengelolaan barang persediaan yang
sistematis dan perlu mendapat perhatian serius, mengingat logistik Pemilu berupa Kotak dan
Bilik Suara yang ada di KPU Kabupaten/Kota jumlahnya sangat banyak dan akan digunakan
kembali pada pemilu berikutnya. Oleh sebab itu, untuk Kotak dan Bilik Suara perlu mendapat
perhatian khusus dengan menyediakan anggaran untuk pemeliharaan dan anggaran stock
opname sehingga dapat diketahui jumlah fisik unit yang dapat digunakan sebagai acuan untuk
pengadaan kebutuhan akan Kotak dan Bilik Suara pemilu 2014.

II. Penerima Manfaat


Yang diharapkan sebagai penerima manfaat dalam kegiatan ini adalah Sekretariat KPU
Kabupaten/Kota.

III. Strategi Pencapaian Output


a. Metode Pelaksanaan
Kegiatan pengelolaan persediaan untuk stock opname dilakukan dengan menghitung
jumlah, melakukan cek fisik dan memilah kondisi Kotak dan Bilik Suara.
b. Tahapan dan Waktu Pelaksanaan
Kegiatan stock opname terhadap Kotak dan Bilik Suara seyogyanya dilakukan 1 kali dalam
setahun yaitu Semester II, sehingga tersedianya laporan barang persediaan yang akurat
dapat memudahkan satker dalam pengelolaan dan menentukan kebutuhannya.

Pelaksanaan Kegiatan
Tahun 2017
No Komponen masukan
Januari s/d Desember
1. Pelaporan Barang Milik Negara Semester II

IV. Biaya Yang Diperlukan

Perkiraan biaya pelaksanaan kegiatan Stock opname masing-masing satker KPU


Kabupaten Banyumas adalah sebesar Rp. 4.100.000 ( Empat Juta Seratus Ribu Rupiah ) Rincian
lebih lanjut atas biaya tersebut disajikan tersendiri dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB)
terlampir.

Purwokerto, 20 Desember 2016

PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
KPU KABUPATEN BANYUMAS
SEKRETARIS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002
2|P a g e
3|P a g e
TERM OF REFERENCE (TOR)
PENGELOLAAN DAN PENERAPAN KEARSIPAN
TAHUN ANGGARAN 2017

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA: Komisi Pemilihan Umum.


UNIT ESELON I : Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum.
PROGRAM : Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas
Teknis lainnya (076.01.01).
HASIL : Penyelenggaraan dukungan Kearsipan yang
Profesional, akuntabel dan efektif.
UNIT ESELON II/SATKER : Biro Umum.
KEGIATAN : Penyelenggaraan Operasional dan pemeliharaan
Perkantoran (3360).
INDIKATOR KINERJA KEGIATAN : Penataan, Pendataan, dan Penilaian Arsip
(3360.015).
OUTPUT : Jumlah Menyelamatkan Arsip di lingkungan
KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota.
SUB OUTPUT : Pembinaan dan pelaksanaan Kearsipan.
SATUAN UKUR/JENIS KELUARAN : Pembinaan Administrasi dan pengelolaan
kearsipan sesuai peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
VOLUME : 1 (satu) laporan

A. LATAR BELAKANG

Dasar Hukum

 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan;


 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5246);
 Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2008 tentang perubahan Peraturan KPU Nomor 06
Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal KPU,
Sekretariat KPU Provinsi dan Sekretariat KPU Kabupaten/Kota;
 Peraturan KPU Nomor 04 Tahun 2009 tentang Tata Naskah Dinas Komisi Pemilihan
Umum sebagaimana telah diubah dengan Peraturan KPU Nomor 43 Tahun 2009.

B. Gambaran Umum
Bahwa penyelenggaraan pemilihan umum yang berkualitas diperlukan sebagai sarana
untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dalam pemerintahan Negara yang demokratis
berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan umum yang dapat


menjamin pelaksanaan hak politik masyarakat dibutuhkan penyelenggara pemilihan umum
yang profesional serta mempunyai integritas, kapabilitas, dan akuntabilitas. Dalam
menjalankan fungsinya sebagai penyelenggara pemilu KPU antara lain berkewajiban
mengelola, memelihara, dan merawat arsip/dokumen serta melaksanakan penyusutannya
berdasarkan Jadwal Retensi Arsip (JRA) yang disusun oleh KPU dan instansi terkait
(ANRI). Selanjutnya dalam melaksanakan fungsinya juga memerlukan dukungan
administrasi sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

C. PENERIMA MANFAAT
Dengan terselenggara kegiatan termanfaatkan oleh KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten,
Pemerintah, Lembaga, Partai dan Masyarakat umum.
D. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN

1. Metode Pelaksanaan

Kegiatan menata, mendata, dan menilai Arsip dilaksanakan di Lingkungan KPU, KPU
Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota.
2. Tahap dan Waktu Pelaksanaan
a. Tahapan Pelaksanaan kegiatan meliputi :
 membentuk Tim untuk penataan, pendataan dan penilaian;
 berkoordinasi dengan unit pengolah/Biro-biro di lingkungan KPU, KPU
Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota;
 Berkoordinasi dengan pihak eksternal seperti Lembaga Kearsipan;
 Laporan Kegiatan.
b. Kegiatan dilaksanakan di masing-masing KPU dalam waktu 1 Tahun kerja.

E. PENCAPAIAN KELUARAN
a. Indikator Keluaran
 Terfasilitasinya Tata Naskah Dinas dan pengelolaan kearsipan dilingkungan KPU,
dan pendukungnya KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dalam menerapkam
Tata Naskah Dinas dan Pengelolaan Kearsipan sesuai dengan Peraturan Perundang-
undangan yang berlaku, untuk itu diharapkan menjadi kesatuan pengelolaan arsip
yang baku dan standart.
 Terlaksananya Managemen Kearsipan dan Dokumentasi yang baik.
b. Keluaran (Output)
Terciptanya penyelamatan arsip/Dokumen Negara di lingkungan KPU Kabupaten
Banyumas

F. BIAYA

Perkiraan biaya untuk kegiatan dimaksud untuk KPU Kabupaten Banyumas adalah
sebesar Rp. 11.309.000 ( Sebelas Juta Juta Tiga Ratus Tiga Sembilan Ribu Rupiah ).
dengan rincian lebih lanjut atas biaya tersebut disajikan tersendiri dalam Rencana Anggaran
Biaya (RAB) sebagaimana terlampir.

Demikian Kerangka Acuan Kerja dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Purwokerto, 20 Desember 2016

PENANGUNGJAWAB KEGIATAN
SEKRETARIS KPU KABUPATEN
BANYUMAS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002
TERM OF REFERENCE
LAYANAN PERKANTORAN
TAHUN ANGGARAN 2016

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : Komisi Pemilihan Umum


UNIT ESELON I : Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum
PROGRAM : Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis
Lainnya (076.01.01)
HASIL : Peningkatan Pelayanan Penyelenggaraan dukungan
operasional dan pemeliharaan perkantoran
UNIT ESELON II/SATKER : KPU KABUPATEN BANYUMAS
KEGIATAN : Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan
Perkantoran (KPU) (3360)
INDIKATOR KINERJA KEGIATAN : Persentase pemenuhan kebutuhan sarana dan
prasarana untuk memenuhi kebutuhan pegawai yang
berfungsi dengan baik.
OUTPUT : Layanan Perkantoran (3360.994.001)
SUB OUTPUT : Penyelenggaraan Operasional dan pemeliharaan
Perkantoran (3360.994.001)
SATUAN UKUR DAN JENIS KELUARAN : Terselenggaranya kegiatan operasional dan
pemeliharaan perkantoran dilingkungan Sekretariat
Jenderal KPU.
VOLUME : 12 (dua belas) layanan bulan

1. LATAR BELAKANG
a. Dasar Hukum
 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Cagar Budaya
 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 tahun 1963 tentang Ketentuan-Ketentuan
Pokok Mengenai Bentuk, Jenis, Warna, Pembuatan, serta Pemakaian Pakaian Seragam dan
Tanda Pengenal diluar Angkatan Perang dan Kepolisian Negara;
 Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2008 tentang Perubahan Peraturan KPU Nomor 06 Tahun
2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal KPU,Sekretariat KPU
Provinsi dan Sekretariat KPU Kabupaten/Kota.
 Peraturan KPU No 4 tahun 2005 tentang Pakaian Seragam di Lingkungan KPU.

b. Gambaran Umum Singkat


KPU Kabupaten/Kota di dalam melaksanakan penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan
perkantoran sehari-hari perlu dilakukan dukungan terhadap layanan perkantoran sehingga
kegiatan operasional perkantoran sehari-hari di tahun 2015 dapat berjalan dengan baik dan
lancar.
Layanan perkantoran seperti keperluan perkantoran sehari-hari yang dilaksanakan antara lain
untuk pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari Perkantoran, Langganan Daya dan Jasa, Pemeliharaan
Kantor dan Pembayaran Terkait Pelaksanaan Operasional Kantor.

c. Alasan Kegiatan Dilaksanakan


Untuk mendapatkan hasil yang maksimal akan layanan operasional dan pemeliharaan
perkantoran sehari-hari, dalam bidang :
1. Kebutuhan Sehari-hari Perkantoran
2. Langganan Daya dan Jasa
3. Pemeliharaan Kantor
4. Pembayaran Terkait Pelaksanaan Operasional Kantor.

2. KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN


-2-

a. Uraian Kegiatan
Layanan perkantoran dalam mendukung kegiatan operasional dan pemeliharaan perkantoran
meliputi kegiatan :
 Ketersediaan ATK, alat rumah tangga/barang cetakan, langganan majalah/Koran dan air
minum pegawai;
 Pembayaran honor satpam/sopir serta petugas kebersihan/pramubakti.
 Pembayaran tagihan langganan daya dan jasa meliputi pengiriman surat pos, listrik, telepon
dan air;
 Perawatan/Pemeliharaan gedung kantor, kendaraan dinas serta barang inventaris kantor.
 Pembayaran terkait pelaksanaan operasional kantor meliputi honor Kuasa Pengguna
Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Penguji Tagihan dan Penandatanganan SPM,
Bendahara Pengeluaran dan Staf Pengelola, Pembayaran honor untuk Pejabat Pengadaan
Barang dan Jasa serta Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan
b. Batasan Kegiatan
Layanan perkantoran ini hanya meliputi kegiatan pelayanan operasional rutin sehari-hari
dilingkungan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota selama tahun 2017.

3. MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN

a. Maksud Kegiatan
Untuk memberikan dukungan operasional dan pemeliharaan perkantoran sehari-hari
dilingkungan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dalam bentuk layanan perkantoran.
b. Tujuan Kegiatan
Tercapainya layanan perkantoran yang mendukung kinerja operasional perkantoran sehari-hari
yang meliputi :
1. Penyediaan akan kebutuhan barang fisik maupun honorarium yang berhubungan kegiatan
operasional terkait.
2. Penyediaan layanan perkantoran berupa pelayanan surat-surat dinas, ATK, tagihan listrik,
telepon dan air serta perawatan gedung kantor, kendaraan dinas dan barang inventaris.

4. INDIKATOR KELUARAN DAN KELUARAN

a. Indikator Keluaran
Tersedianya layanan perkantoran yang dillaksanakan dan KPU Kabupaten/Kota dalam
mendukung operasional perkantoran sehari-hari.
b. Keluaran
Terselenggaranya kegiatan operasional dan pemeliharaan perkantoran di lingkungan KPU
Kabupaten Banyumas

5. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN

a. Metode Pelaksanaan
Kegiatan layanan perkantoran dilaksanakan dengan metode :
 Melaksanakan pembiayaan untuk kebutuhan sehari-hari perkantoran;
 Melaksanakan kegiatan pembayaran tagihan langganan daya dan jasa;
 Melaksanakan perawatan gedung kantor dan peralatan/mesin;
 Melaksanakan pembayaran honor terkait pelaksanaan operasional kantor.
-3-

b. Tahapan Kegiatan
Untuk layanan perkantoran di KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota pada tahun anggaran 2015
sebagai berikut :
1. Kebutuhan Sehari-hari Perkantoran
 Membayar honor satpam/sopir, petugas kebersihan/pramubakti
 Memenuhi kebutuhan ATK, alat rumah tangga, barang cetak, langganan koran/majalah
dan air minum pegawai.
2. Langganan Daya dan Jasa
 Membayar tagihan pengiriman surat dinas pos, listrik, telepon dan air.
3. Pemeliharaan Kantor
 Melakukan pembiayaan untuk pemeliharaan gedung kantor.
 Melakukan pembiayaan untuk pemeliharaan peralatan dan mesin seperti kendaraan
roda 2, kendaraan roda 4, PC, AC, Printer dan inventaris kantor lainnya.
4. Pembayaran Terkait Pelaksanaan Operasional Kantor
 Pembayaran honor untuk Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen,
Pejabat Penguji Tagihan dan Penandatanganan SPM, Bendahara Pengeluaran dan Staf
Pengelola.
 Pembayaran honor untuk Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa serta Pejabat/Panitia
Penerima Hasil Pekerjaan.
 Pembayaran untuk pakaian satpam, sopir, kebersihan/pramubakti.
 Pembayaran untuk kebutuhan perjalanan dinas.

6. PENANGGUNGJAWAB

Penanggungjawab kegiatan pelaksanaan ini adalah KPU Kabupaten Banyumas

7. JADWAL KEGIATAN

a. Waktu Pelaksanaan Kegiatan


1. Kebutuhan Sehari-hari Perkantoran direncanakan untuk kebutuhan selama 12 bulan;
2. Langganan Daya dan Jasa direncanakan untuk kebutuhan selama 12 bulan;
3. Pemeliharaan Kantor direncanakan untuk kebutuhan selama 12 bulan;
4. Pembayaran Terkait Pelaksanaan Operasional Kantor direncanakan untuk kebutuhan selama
12 bulan.

b. Matriks Pelaksanaan Kegiatan

NO TAHAPAN KEGIATAN BULAN KE

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
LAYANAN PERKANTORAN
A Kebutuhan Sehari-hari Perkantoran
B Langganan Daya dan Jasa
C Pemeliharaan Kantor
Pembayaran Terkait Pelaksanaan
D
Operasional Kantor

8. PEMBIAYAAN

Biaya yang diperlukan untuk Pelaksanaan Kegiatan Layanan Perkantoran di KPU Kabupaten
Banyumas adalah sebesar Rp.409.384.000,-
-4-

Rincian lebih lanjut atas biaya tersebut disajikan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) terlampir.

Purwokerto, 20 Desember 2016

PENANGUNGJAWAB KEGIATAN
SEKRETARIS KPU KABUPATEN BANYUMAS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002
TERM OF REFERENCE (TOR)
OUTPUT EVALUASI LAKIP
TAHUN ANGGARAN 2017

Kementerian Negara/Lembaga : (076) Komisi Pemilihan Umum


Unit Organisasi Eselon I : Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum
Program : Program Dukungan Manajeman dan Pelaksanaan Tugas
Teknis Lainnya KPU. (076.01.01).
Indikator Kinerja Utama Program : Presentase (%) Penyelenggaraan Dukungan Manajemen
yang Profesional, Akuntabel (sesuai dengan Peraturan
Perundangan). Efisien (tetpat sasaran) dan Efektif (tepat
guna).
Unit Eselon II/Satker : Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas
Kegiatan : Pelaksanaan Manajemen Perencanaan dan Data
(076.01.01.3357).
Indikator Kegiatan : Tersedianya Hasil evaluasi LAKIP yang akurat
Volume : 1 Laporan

A. Latar Belakang
1. Dasar Hukum
a. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan
nasional;
b. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
c. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 59, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4721);
d. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD,
dan DPRD;
e. Peraturan Menteri Pemerintah Nomor 36 Tahun 2006 tentang Tata Cara
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan;
f. Keputusan Presiden RI No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan
g. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perubahan
Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 05 Tahun 2008 Tentang Tata Kerja
Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan
Umum Kabupaten/Kota;
h. Peraturan Menteri Keuangan No. 92/PMK.02/2013 tentang Petunjuk Penyusunan
dan Penelaahan RKA-KL Tahun 2014;
i. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72/PMK.02/2013 tentang Standar Biaya Tahun
2014;

2. Gambaran Umum Singkat


Evaluasi adalah salah satu fungsi penting dalam manajemen organisasi baik pemerintah
maupun swasta. Dari kegiatan evaluasi akan diperoleh data dan informasi yang dapat
memberikan umpan Papuak bagi penyusunan, penyempurnaan serta perbaikan suatu
program kegiatan yang telah dan sedang dilaksanakan. Oleh karena itu, pengembangan
sumberdaya baik sistem, kelembagaan dan personil mempunyai pengaruh yang signifikan.
Sehubungan dengan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja yang merupakan
kewajiban bagi setiap instansi Pemerintah sebagaimana ditetapkan dalam Instruksi
Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, maka
Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga wajib untuk menyusunan laporan akuntabilitas kinerja
Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai laporan pelaksanaan dari Visi, Misi, Tujuan dan
Sasaran dalam Perencanaan Strategis yang telah ditetapkan.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah menggambarkan tingkat pencapaian
kinerja, keberhasilan dan/atau kendala di dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi
sesuai dengan visi dan misi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selanjutnya berkaitan dengan
perkembangan masalah dan dinamika masyarakat yang dihadapi, tentu ada beberapa
penyesuaian program-program. Namun demikian sasaran, tujuan, misi maupun visi yang
diemban tetap harus mengacu kepada dokumen perencanaan Komisi Pemilihan Umum
(KPU).
Berkenaan dengan hal tersebut tentunya diperlukan upaya yang terstruktur berupa
pembinaan dan bimbingan teknis kepada KPU provinsi dan KPU Kabupaten/Kota untuk
meningkatkan pemahaman terhadap Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

B. Penerima Manfaat
Penerima manfaat Kegiatan Laporan Pelaksanaan adalah Internal KPU dan Intansi terkait.

C. Strategi Pencapaian Keluaran

a. Metode Pelaksanaan
Kegiatan Penyusunan LAKIP Tahun 2016 dan Penyusunan TAPKIN 2017 serta
Monitoring dan supervisi pelaksanaan kegiatan KPU sesuai dengan PP 39 Tahun 2006
dilaksanakan dengan melakukan penyusunan, Bimtek, serta evaluasi terhadap kegiatan
tersebut.

b. Tahapan Pelaksanaan
Tahapan Kegiatan Penyusunan LAKIP Tahun 2015 dan Penyusunan TAPKIN
20146serta Monitoring dan supervisi pelaksanaan kegiatan KPU sesuai dengan PP 39
Tahun 2006 sebagai berikut:
1) Penyusunan LAKIP Tahun 2016 dan Penyusunan TAPKIN 2017;
2) Konsolidasi Pembahasan Penyusunan LAKIP dan TAPKIN;
3) Bintek Aplikasi Penyusunan Laporan dan sistem monitoring PP 39 Tahun 2006;
4) Penyelesaian dan Evaluasi Laporan Sesuai dengan PP 39 Tahun 2006;

D. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran

a. Waktu Pelaksanaan Kegiatan


Kegiatan Kegiatan Evaluasi LAKIP Tahun 2016 serta Monitoring dan supervisi
pelaksanaan kegiatan KPU sesuai dengan PP 39 Tahun 2006 direncanakan
dilaksanakan mulai Bulan Januari s/d Desember 2017.

b. Matrik Pelaksanaan Kegiatan

Bulan
No Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Evaluasi terhadap LAKIP KPU
Kabupaten/Kota

E. Biaya
Perkiraan total biaya untuk pelaksanaan output Laporan Hasil evaluasi LAKIP dibebankan
pada DIPA KPU Kabupaten Banyumas sebesar Rp. 4.142.000,-. Rincian lebih lanjut atas
biaya tersebut disajikan tersendiri dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Purwokerto, 20 Desember 2016

PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
KPU KABUPATEN BANYUMAS
SEKRETARIS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002
TERM OF REFERENCE
LAPORAN HASIL REVIUW LAPORAN KEUANGAN
TAHUN ANGGARAN 2017

Lembaga : Komisi Pemilihan Umum


Unit Eselon I : Sekretariat Jenderal
Program : Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas
Lainnya
Hasil : Tersusunnya Laporan Keuangan sesuai dengan SAP
Unit Eselon II : KPU Kabupaten Banyumas
Kegiatan : Pengawasan di Lingkungan Setjen KPU, Sekretariat
KPU Provinsi dan Sekretariat KPU Kabupaten/ Kota
Indikator Kinerja Kegiatan : Peningkatan kualitas penyusunan Laporan Keuangan
sesuai SAP
Output : Laporan Hasil Reviu Laporan Keuangan (005)
Volume : 1 Laporan

A. Latar Belakang
Dasar Hukum untuk melaksanakan kegiatan ini, adalah berdasarkan :
1. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara; (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47; Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4286);
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4355);
3. Undang-Undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan
Tanggung Jawab Keuangan Negara; (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 66; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 tahun 2008 tentang Sistem
Pengendalian Intern Pemerintah; (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 127);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintah;
6. Intruksi Presiden Nomor 06 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Instansi Pemerintah;
7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 41/PMK.09/2010 tentang Standar Reviu
Laporan Keuangan Kementerian Negara/ Lembaga;
8. Keputusan KPU Nomor 443/Kpts/KPU/Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis
Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan KPU

B. Gambaran Umum
Inspektorat pada Sekretariat Jenderal KPU merupakan unit organisasi bagi Aparat
Pengawasan Intern Pemerintah di KPU yang melaksanakan tugas pengawasan intern
salah satunya yaitu :

1
Reviu Laporan Keuangan yang meliputi penelaahan ulang atas saldo akun buku besar
dengan Neraca baik tingkat satuan kerja di daerah (Kuasa Pengguna Anggaran), wilayah
hingga lembaga, apakah telah dilaksanakan sesuai dengan Sistem Akuntansi
Pemerintah yang berlaku;

C. Penerima Manfaat
Melalui pelaksanaan Reviu atas Laporan Keuangan, entitas yang direviu akan :
1. Mengetahui Prinsip - Prinsip yang ada dalam Standar Akuntansi Pemerintah;
2. Semakin memahami prinsip penyusunan Laporan Keuangan secara berjenjang;
3. akan melaksanakan penyusunan Laporan Keuangan sesuai dengan Standar
Akuntansi Pemerintah;
4. Memahami pengklasifikasian setiap unsur Laporan Keuangan.

D. Maksud dan Tujuan Kegiatan


1. Maksud Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan Review Laporan Keuangan dimaksudkan untuk
mensosialisasikan kepada entitas pembuat Laporan Keuangan, agar dalam
menyusun Laporan Keuangan, harus berdasarkan standar akuntansi pemerintah
sehingga penyajian Laporan Keuangan dapat dipertangungjawabkan.
2. Tujuan Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan Review Laporan Keuangan bertujuan untuk meyakinkan
bahwa Laporan Keuangan yang diterbitkan telah sesuai dengan standar yang
ditetapkan baik dari sisi prosedur dan kebijakan yang diambil.

E. Tahap Pelaksanaan Kegiatan


1. Metode Pelaksanaan
Proses kegiatan Review Laporan Keuangan ini, melalui tahapan pengujian mengenai
sifat transaksi entitas, sistem dan prosedur akuntansi, bentuk catatan akuntansi dan
basis akuntansi yang digunakan untuk menyajikan laporan keuangan. Pelaksanaan
reviu atas LK akan dilaksanakan di Provinsi sebagai penyelenggara kegiatan, KPU
Kabupaten/Kota dialokasikan sebanyak 3 orang.

2. Tahapan pelaksanaan kegiatan review Laporan Keuangan dilaksanakan sebagai


berikut:
a) Pembuatan Surat Tugas;
b) Melaksanakan Kegiatan Review Laporan Keuangan dengan cara melakukan
tanya jawab, pencocokan data, verifikasi data, kepada penyusun Laporan
Keuangan;
c) Penyusunan Laporan

F. Jadwal Kegiatan
a. Waktu Pelaksanaan Kegiatan
Waktu Pelaksanaan mulai bulan Januari dan Februari untuk Laporan Keuangan
tahun 2016 , Juli dan Agustus Untuk Semester I dan Desember untuk Persiapan
penyusunan LK Tahun 2017

2
b. Matriks Pelaksanaan Kegiatan
2016
No Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Reviu Laporan
Keuangan

G. Biaya Yang Dibutuhkan


Adapun rencana biaya untuk pelaksanaan kegiatan Laporan hasil Reviu Laporan
Keuangan di lingkungan KPU Kabupaten Banyumas sebesar Rp. 4.942.000 dengan
rincian anggaran sebagaimana terlampir.

Demikian Kerangka Acuan Kerja ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Purwokerto, 20 Desember 2016

PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
KPU KABUPATEN BANYUMAS
SEKRETARIS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002

3
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
PENYELENGARAAN DUKUNGAN SARANA DAN PRASARANA
TAHUN 2019 ANGGARAN 076

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : Komisi Pemilihan Umum


UNIT ESELON I : Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum
PROGRAM : Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur KPU (076.01.02)
HASIL : Terlaksananya Pengadaan Kendaraan Roda 4
UNIT ESELON II/SATKER : KPU Kab. Banyumas
KEGIATAN : Sarana dan Prasarana Perkantoran (3362)
INDIKATOR KINERJA KEGIATAN : Terlaksananya Sarana dan Prasarana Perkantoran berupa
Kendaraan Roda 4 yang Reprensentatif
OUTPUT : Penyelengaraan sarana dan prasarana
SUB OUTPUT : Penyelenggaraan Sarana dan Prasarana (3362)
SATUAN UKUR : Unit
JENIS KELUARAN : Kendaraan Dinas Roda 4
VOLUME : 2 Unit

1. LATAR BELAKANG
a. Dasar Hukum
 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5246);
 Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang PenyusunanRencana Kerja
dan Anggaran Kementrian Negara/ Lembaga;
 Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
 Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik
Negara/Daerah;
 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 150/ PMK.06/ 2014 tentang Perencanaan
Kebutuhan Barang Milik Negara;
 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 76/PMK.06/2015 tentang Standar Barang
dan Standar Kebutuhan Barang Milik Negara Berupa Alat Angkutan Darat
Bermotor Dinas Operasional Jabatan Di Dalam Negeri;
 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 49/PMK.02/2018 tanggal 31 Maret 2017
tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2018;
 Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 04 Tahun 2010, tentang Uraian Tugas Staf
Pelaksanaan Pada Sekretariat Komisi Pemilihan Umum.
 Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2008 tentang Perubahan Peraturan KPU Nomor 06
Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal Komisi
Pemilihan Umum.

b. Gambaran Umum Singkat


Dalam upaya menciptakan produktivitas kerja yang tinggi dalam melaksanakan Tugas
Pokok dan Fungsi Komisi Pemilihan Umum dalam rangka Pemilu 2019, maka perlu
ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk operasional di lingkungan KPU
Kabupaten Banyumas.
Berdasarkan data Barang Milik Negara KPU Kabupaten Banyumas, bahwa dukungan
kendaraan dinas operasional KPU Kabupaten Banyumas pada penyelenggaraan pemilu
sampai dengan pemilihan terakhir tahun 2014 masih didukung dengan kendaraan dinas
roda 4 (empat) sebanyak 4 (empat) unit. Berikut ini jumlah kendaraan dinas roda 4 (empat)
yang dimiliki oleh KPU Kabupaten Banyumas dengan uraian sebagai berikut :

NO BARANG MILIK NEGARA TAHUN KONDISI


PEROLEHAN
1 Toyota Avanza dengan Nopol R 9507 BS 2008 BAIK
2 Toyota Avanza dengan Nopol R 9506 BS 2008 BAIK
3 Toyota Kijang dngan Nopol R 9504 BS 2004 RUSAK RINGAN
4 Toyota Kijang dengan Nopol R 9500 BS 1999 BAIK
-2-

Adanya Pemilu serentak yaitu pemilu Legislatif dan pemilu Presiden dan Wakil
Presiden Tahun 2019, diperkirakan mobilitas KPU akan bertambah tinggi dalam
pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai penyelenggara pemilu. Jumlah sarana kendaraan
dinas roda 4 yang dimiliki KPU Kabupaten Banyumas sekarang ini dirasakan kurang
memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut, baik secara kualitas akibat tahun kendaraan
yang sudah lama maupun secara kuantitas yaitu perbandingan antara jumlah personil
dengan kendaraan dinas roda 4 yang dimiliki. Oleh karena itu KPU Kabupaten Banyumas
s a n g a t membutuhkan tambahan kendaraan dinas terutama kendaraan dinas
jabatan/operasional roda 4 .

c. Alasan Kegiatan Dilaksanakan

Pengadaan Kendaraan Dinas Jabatan/operasional roda 4 sangat diperlukan dalam rangka


mendukung Pemilu serentak yaitu pemilu Legislatif dan pemilu Presiden dan Wakil
Presiden Tahun 2019 dimana mobilitas KPU akan bertambah tinggi dalam pelaksanaan
tugas dan fungsi sebagai penyelenggara pemilu

2. MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN


a. Maksud Kegiatan
Maksud kegiatan ini adalah untuk memberikan fasilitas atau sarana dan prasarana kepada
KPU Kabupaten Banyumas.

b. Tujuan Kegiatan
Terpenuhinya fasilitas sarana kendaraan roda 4 guna mendukung KPU Kabupaten
Banyumas dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai penyelenggara pemilu.

3. INDIKATOR KELUARAN DAN KELUARAN


a. Indikator Keluaran
Terpenuhinya kendaraan dinas roda 4 KPU Kabupaten Banyumas baik dari segi jumlah dan
kualitas berdasarkan spesifikasi yang ditentukan melalui mekanisme pengadaan sesuai
dengan ketentuan yang ada.

b. Keluaran
Terselenggaranya sarana dan prasarana untuk kebutuhan perkantoran dilingkungan KPU
Kabupaten Banyumas.

4. PENERIMA MANFAAT
Penerima manfaat kegiatan ini secara langsung adalah lnstansi KPU Kabupaten
Banyumas dan stake holder.

5. TAHAP PELAKSANAAN KEGIATAN


Untuk melaksanakan kegiatan ini dilakukan tahapan sebagai berikut:
1. ldentifikasi kebutuhan kendaraan operasional
2. Penentuan spesifikasi kendaraan
3. Membuat HPS
4. Menentukan Metode Pengadaan
5. Menentukan rekanan
6. Pelaksanaan Pengadaan
7. Pelaporan

6. PELAKSANA DAN PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN


a. Pelaksana Kegiatan
Satker KPU Kabupaten Banyumas
b. Penanggung Jawab Kegiatan
-3-

Penanggung jawab kegiatan pelaksanaan ini adalah Sekretaris Komisi Pemilihan Umum
Kabupaten Banyumas.

7. JADWAL KEGIATAN
a. Waktu Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan penyelenggaraan dukungan sarana dan prasarana ini direncanakan akan
berlangsung selama Januari s/d FebruariTahun 2019.
b. Matriks Pelaksanaan Kegiatan

NO TAHAPAN KEGIATAN BULAN KE


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Pengadaan Peralatan dan Mesin
Persiapan pengadaan peralatan dan
1
mesin

Pelaksanaan pengadaan peralatan dan


2
mesin

8. PEMBIAYAAN
Untuk pelaksanaan kegiatan ini dibutuhkan biaya sebesar Rp. 20.000.000.- (Dua puluh juta
rupiah), dengan perincian lebih lanjut atas biaya tersebut disajikan tersendiri dalam Rencana
Anggaran Biaya (RAB) terlampir.

Demikian Kerangka Acuan Kerja ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Purwokerto, 20 Desember 2016

PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
KPU KABUPATEN BANYUMAS
SEKRETARIS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002
KERANGKA ACUAN KERJA (TERM OF REFERENCE)
ADVOKASI DAN SENGKETA HUKUM
TAHUN ANGGARAN 2017

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : Komisi Pemilihan Umum


UNIT ESELON I : Sekretariat Jenderal KPU
PROGRAM : Program Penguatan Kelembagaan Demokrasi
dan Perbaikan Proses Politik
HASIL : Tercapainya Advokasi Hukum dan penyelesaian
sengketa hukum.
UNIT ESELON III/SATKER : KPU Kabupaten Banyumas
KEGIATAN : Advokasi Hukum dan penyelesaian sengketa hukum.
INDIKATOR KINERJA KEGIATAN : 1. Jumlah Peserta dari KPU Kabupaten/Kota yang
mengikuti penyuluhan Peraturan Perundang-
Undangan penyelenggaraan Tahapan Pemilu
2. Presentase Advokasi Hukum dan penyelesaian
sengketa hukum.
3. Presentase Pengolahan Data dan Informasi, serta
Penataan dan Penyediaan Dokumentasi dan
Informasi Produk Hukum
KELUARAN : 1. Terikutinya Penyuluhan Peraturan Perundang-
undangan Pemilu dan Pemilukada
2. Tercapainya Advokasi Hukum dan penyelesaian
sengketa hukum.
3. Tersedianya Pengolahan Data dan Informasi,
serta Penataan dan Penyediaan Dokumentasi dan
Informasi Produk Hukum
VOLUME : 1 (satu) Laporan.

I. Latar Belakang
A. Dasar Hukum
Penyusunan rencana kerja kegiatan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota Tahun
Anggaran 2015 (Kode Anggaran 76) pada dasarnya dilatar belakangi untuk
melaksanakan ketentuan :
1. Undang Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
2. Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional;
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum.
5. Peraturan KPU Nomor 05 Tahun 2008 tentang Tata kerja Komisi Pemilihan
Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum
Kabupaten/Kota sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 01 Tahun 2010;
6. Peraturan KPU Nomor 06 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Sekretariat Jenderal KPU, KPU Propinsi, KPU Kabupaten/Kota sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 22 Tahun 2008;

B. Gambaran Umum
KPU Kabupaten/Kota Sub Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan
inventarisasi, pengkajian, dan penyelesaian sengketa hukum, penyuluhan peraturan
yang berkaitan dengan Pemilu, dan penyiapan verifikasi faktual peserta Pemilu, serta
administrasi keuangan, dan dana kampanye

C. Alasan Kegiatan Dilaksanakan


1. Untuk menyediakan bahan dan memberikan konsultasi, pertimbangan, pendapat
hukum.
2. Untuk menyiapkan dokumen pembelaan perkara di Lembaga Penegak Hukum,
Lembaga Peradilan (Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, PTUN, PTTUN, MA,
MK), Bawaslu dan DKPP.
3. Untuk mengolah data dan informasi Produk hukum meliputi :
a. Peraturan dan Keputusan KPU Kabupaten/Kota;
b. Putusan Peradilan Umum ( Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi);
2

c. Putusan Peradilan Tata Usaha Milik Negara (Pengadilan Tinggi Usaha Negara
dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara);
4. untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia KPU
Kabupaten/Kota dalam Penyuluhan Peraturan Perundang-undangan Pemilu dan
Pemilukada.

II. Maksud
A. Kegiatan Advokasi Hukum dan Penyelesaian sengketa hukum dimaksudkan untuk :
1. Meningkatkan kualitas pertimbangan hukum, pendapat hukum.
2. Meningkatkan pemahaman dan kapasitas serta kompetensi pelayanan advokasi
hukum, penyelesaian sengketa hukum dan proses legalisasi hukum.
B. Kegiatan Penyuluhan Peraturan Perundang-undangan Pemilu dan Pemilukada
dimaksudkan untuk :
1. Memberikan pemahaman serta meningkatkan kapasitas dan kompetensi KPU
Kabupaten/Kota dalam proses penyusunan materi/muatan Peraturan Perundang-
undangan Kepemiluan dan Kesekretariatan
2. Memberikan landasan hukum bagi penyelenggaraan Pemilu dan tugas-tugas
Kesekretariatan; dan
3. Memberikan pemahaman serta meningkatkan kapasitas dan kompetensi KPU
Kabupaten/Kota dalam proses penyusunan materi/muatan Peraturan Perundang-
undangan Kepemiluan dan Kesekretariatan
C. Kegiatan Pengolahan Data dan Informasi, serta Penataan dan Penyediaan
Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum dimaksudkan untuk :
1. Mengolah dan menata dokumentasi dan arsip serta informasi produk hukum secara
baik, yang mencakup :
a Peraturan dan Keputusan KPU;
b Putusan Peradilan Umum ( Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi);
c Putusan Peradilan Tata Usaha Milik Negara (Pengadilan Tinggi Usaha Negara
dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara);
2. Meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia dalam penataan,
penyediaan dan penyajian publikasi dokumentasi dan informasi produk hukum.

III. Indikator Keluaran dan Keluaran


A. Indikator Keluaran
1. Tercapainya Advokasi Hukum dan penyelesaian sengketa hukum;
2. Tersedianya Pengolahan Data dan Informasi, serta Penataan dan Penyediaan
Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum.
B. Keluaran
1 (satu) Laporan.

IV. Cara Pelaksanaan Kegiatan


A. Metode Pelaksanaan
1. Menghadiri pemeriksaan di aparat penegak hukum dan sidang – sidang terkait
dengan gugatan hukum/sengketa hukum yang dihadapi KPU Kabupaten/Kota di
tiap tingkatan peradilan (Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, Pengadilan Tata
Usaha Negara, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, Mahkamah Agung,
Mahkamah Konstitusi), Bawaslu dan DKPP.
2. Menghadiri Seminar, FGD dan Workshop dalam upaya peningkatan kapasitas
sumber daya manusia dalam beracara, menyiapkan alat bukti dan manajemen
administrasi
3. Mengikuti Rapat Kerja dengan KPU Provinsi dalam rangka
pembekalan/penyuluhan Peraturan KPU dan mengidentifikasi isu-isu
strategis/materi sebagai bahan penyuluhan peraturan
4. Melakukan pengumpulan, pengolahan bahan dengan menginventarisir data-
data/bahan-bahan yang terkait dengan produk hukum.
B. Tahapan Kegiatan
Tahapan pelaksanaan kegiatan sebagai berikut :
1. Persiapan
a. Penyusunan bahan dan kajian/analisa hukum terhadap gugatan
hukum/sengketa hukum dan advokasi hukum
3

b. Mengidentifikasi, menyiapkan bahan yang terkait dengan materi


pengkajian untuk kegiatan administrasi pelayanan kepemiluan
c. Melakukan pengumpulan, pengolahan bahan dengan menginventarisir
data- data/bahan-bahan yang terkait dengan produk hukum
2. Pelaksanaan
a. Menyelesaikan permasalahan hukum Pemilu/Pemilukada dan non
pemilu/pemilukada.
b. memetakan administrasi pelayanan kepemiluan yang akan dievaluasi;
c. Menentukan jenis produk hukum yang akan disajikan sebagai bahan
informasi
3. Laporan pelaksanaan
Menyusun laporan kegiatan untuk disampaikan kepada Ketua KPU
Kabupaten/Kota melalui Sekretaris KPU Kabupaten/Kota.
VI. Tempat Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan direncanakan akan dilaksanakan :
1. Dalam kantor
2. Diluar kantor
3. KPU Provinsi.

VII. Pelaksana dan Penanggung Jawab Kegiatan


Kegiatan ini dilaksanakan oleh KPU Kabupaten/Kota Sub bagian Hukum
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Sekretaris KPU Kabupaten/Kota.
VIII. Jadwal Kegiatan
A. Waktu pelaksanaan kegiatan
Jadwal kegiatan untuk Advokasi Hukum dan penyelesaian sengketa hukum
dilakukan sepanjang tahun 2017.

B. Matrik pelaksanaan kegiatan


BULAN KE
No TAHAPAN KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Melakukan pengembangan dan peningkatan
kompetensi personil
2. Melakukan pengumpulan, pengolahan bahan
dengan menginventarisir data-data/bahan-bahan
yang terkait dengan sengketa hukum
3. Pelaporan

IX. Biaya
Semua kegiatan yang diperlukan untuk anggaran KPU Kabupaten Banyumas dibiayai dari
APBN Tahun Anggaran 2017, sebesar Rp. 5.000.000 ( Lima Juta Rupiah). Rincian lebih
lanjut atas biaya tersebut disajikan tersendiri dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Purwokerto, 20 Desember 2016

PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
KPU KABUPATEN BANYUMAS
SEKRETARIS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002
KERANGKA ACUAN KERJA (TERM OF REFERENCE)
Penyuluhan Peraturan Perundang-undangan Pemilu dan Pemilukada
KPU KABUPATEN/KOTA TAHUN 2017

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : Komisi Pemilihan Umum


UNIT ESELON I : Sekretariat Jenderal KPU
PROGRAM : Program Penguatan Kelembagaan Demokrasi
dan Perbaikan Proses Politik (076.03.3363).
UNIT ESELON II/SATKER : KPU Kabupaten Banyumas
KEGIATAN : Penyiapan Penyusunan Rancangan Peraturan
KPU, Advokasi, Penyelesaian Sengketa dan
Penyuluhan Peraturan Perundang-Undangan
yang berkaitan dengan Penyelenggaraan Pemilu
SASARAN : Mengikuti Penyuluhan Peraturan
Perundang-undangan Pemilu dan
Pemilukada
INDIKATOR KINERJA KEGIATAN : Jumlah Peserta dari KPU Kabupaten/Kota
yang mengikuti penyuluhan Peraturan
Perundang-Undangan penyelenggaraan
Tahapan Pemilu
OUTPUT (3363.010) : Laporan mengikuti penyuluhan peraturan
perundang-undangan Pemilu dan
Pemilukada
VOLUME : 1 (satu) Laporan.

I. Latar Belakang
A. Dasar Hukum
Penyusunan rencana kerja kegiatan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota Tahun
Anggaran 2015 (Kode Anggaran 76) pada dasarnya dilatar belakangi untuk
melaksanakan ketentuan :
1. Undang Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
2. Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional;
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum.
5. Peraturan KPU Nomor 05 Tahun 2008 tentang Tata kerja Komisi Pemilihan
Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum
Kabupaten/Kota sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 01 Tahun 2010;
6. Peraturan KPU Nomor 06 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Sekretariat Jenderal KPU, KPU Propinsi, KPU Kabupaten/Kota sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 22 Tahun 2008;
B. Gambaran Umum
KPU Kabupaten/Kota Sub Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan
inventarisasi, pengkajian, dan penyelesaian sengketa hukum, penyuluhan peraturan
yang berkaitan dengan Pemilu, dan penyiapan verifikasi faktual peserta Pemilu, serta
administrasi keuangan, dan dana kampanye

C. Alasan Kegiatan Dilaksanakan


1. Untuk menyediakan bahan dan memberikan konsultasi, pertimbangan, pendapat
hukum.
2. Untuk menyiapkan dokumen pembelaan perkara di Lembaga Penegak Hukum,
Lembaga Peradilan (Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, PTUN, PTTUN, MA,
MK), Bawaslu dan DKPP.
3. Untuk mengolah data dan informasi Produk hukum meliputi :
a. Peraturan dan Keputusan KPU Kabupaten/Kota;
b. Putusan Peradilan Umum ( Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi);
c. Putusan Peradilan Tata Usaha Milik Negara (Pengadilan Tinggi Usaha Negara
dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara);
2

4. untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia KPU


Kabupaten/Kota dalam Penyuluhan Peraturan Perundang-undangan Pemilu dan
Pemilukada.
II. Maksud
A. Kegiatan Advokasi Hukum dan Penyelesaian sengketa hukum dimaksudkan untuk :
1. Meningkatkan kualitas pertimbangan hukum, pendapat hukum.
2. Meningkatkan pemahaman dan kapasitas serta kompetensi pelayanan advokasi
hukum, penyelesaian sengketa hukum dan proses legalisasi hukum.
B. Kegiatan Penyuluhan Peraturan Perundang-undangan Pemilu dan Pemilukada
dimaksudkan untuk :
1. Memberikan pemahaman serta meningkatkan kapasitas dan kompetensi KPU
Kabupaten/Kota dalam proses penyusunan materi/muatan Peraturan Perundang-
undangan Kepemiluan dan Kesekretariatan
2. Memberikan landasan hukum bagi penyelenggaraan Pemilu dan tugas-tugas
Kesekretariatan; dan
3. Memberikan pemahaman serta meningkatkan kapasitas dan kompetensi KPU
Kabupaten/Kota dalam proses penyusunan materi/muatan Peraturan Perundang-
undangan Kepemiluan dan Kesekretariatan
C. Kegiatan Pengolahan Data dan Informasi, serta Penataan dan Penyediaan
Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum dimaksudkan untuk :
1. Mengolah dan menata dokumentasi dan arsip serta informasi produk hukum secara
baik, yang mencakup :
a Peraturan dan Keputusan KPU;
b Putusan Peradilan Umum ( Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi);
c Putusan Peradilan Tata Usaha Milik Negara (Pengadilan Tinggi Usaha Negara
dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara);
2. Meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia dalam penataan,
penyediaan dan penyajian publikasi dokumentasi dan informasi produk hukum.

III. Indikator Keluaran dan Keluaran


A. Indikator Keluaran
1. Terikutinya Penyuluhan Peraturan Perundang-undangan Pemilu dan Pemilukada;
2. Tercapainya Advokasi Hukum dan penyelesaian sengketa hukum;
3. Tersedianya Pengolahan Data dan Informasi, serta Penataan dan Penyediaan
Dokumentasi dan Informasi Produk Hukum.
B. Keluaran
1 (satu) Laporan.

IV. Cara Pelaksanaan Kegiatan


A. Metode Pelaksanaan
1. Menghadiri pemeriksaan di aparat penegak hukum dan sidang – sidang terkait
dengan gugatan hukum/sengketa hukum yang dihadapi KPU Kabupaten/Kota di
tiap tingkatan peradilan (Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, Pengadilan Tata
Usaha Negara, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, Mahkamah Agung,
Mahkamah Konstitusi), Bawaslu dan DKPP.
2. Menghadiri Seminar, FGD dan Workshop dalam upaya peningkatan kapasitas
sumber daya manusia dalam beracara, menyiapkan alat bukti dan manajemen
administrasi
3. Mengikuti Rapat Kerja dengan KPU Provinsi dalam rangka
pembekalan/penyuluhan Peraturan KPU dan mengidentifikasi isu-isu
strategis/materi sebagai bahan penyuluhan peraturan
4. Melakukan pengumpulan, pengolahan bahan dengan menginventarisir data-
data/bahan-bahan yang terkait dengan produk hukum.
B. Tahapan Kegiatan
Tahapan pelaksanaan kegiatan sebagai berikut :
1. Persiapan
a. Penyusunan bahan dan kajian/analisa hukum terhadap gugatan
hukum/sengketa hukum dan advokasi hukum
b. Mengidentifikasi, menyiapkan bahan yang terkait dengan materi
pengkajian untuk kegiatan administrasi pelayanan kepemiluan
3

c. Melakukan pengumpulan, pengolahan bahan dengan menginventarisir


data- data/bahan-bahan yang terkait dengan produk hukum
2. Pelaksanaan
a. Menyelesaikan permasalahan hukum Pemilu/Pemilukada dan non
pemilu/pemilukada.
b. memetakan administrasi pelayanan kepemiluan yang akan dievaluasi;
c. Menentukan jenis produk hukum yang akan disajikan sebagai bahan
informasi
3. Laporan pelaksanaan
Menyusun laporan kegiatan untuk disampaikan kepada Ketua KPU
Kabupaten/Kota melalui Sekretaris KPU Kabupaten/Kota.
VI. Tempat Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan direncanakan akan dilaksanakan :
1. Dalam kantor
2. Diluar kantor
3. KPU Provinsi.

VII. Pelaksana dan Penanggung Jawab Kegiatan


Kegiatan ini dilaksanakan oleh KPU Kabupaten/Kota Sub bagian Hukum
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Sekretaris KPU Kabupaten/Kota.
VIII. Jadwal Kegiatan
A. Waktu pelaksanaan kegiatan
Jadwal kegiatan untuk
1. Penyuluhan Peraturan Perundang-undangan Pemilu dan Pemilukada
2. Advokasi Hukum dan penyelesaian sengketa hukum.
3. Pengolahan Data dan Informasi, serta Penataan dan Penyediaan Dokumentasi dan
Informasi Produk Hukum
B. Matrik pelaksanaan kegiatan
BULAN KE
No TAHAPAN KEGIATAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Melakukan pengumpulan, pengolahan X X X
bahan dengan menginventarisir data-
data/bahan-bahan yang terkait dengan
produk hukum kepemiluan
2. Pelaporan X

IX. Biaya
Semua kegiatan yang diperlukan untuk anggaran KPU Kabupaten Banyumas dibiayai dari
APBN Tahun Anggaran 2017, sebesar Rp. 1.280.000,- dengan rincian lebih lanjut atas biaya
tersebut disajikan tersendiri dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagaimana terlampir.

Demikian Kerangka Acuan Kerja dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya

Purwokerto, 20 Desember 2016

PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
KPU KABUPATEN BANYUMAS
SEKRETARIS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002
TERM OF REFERENCE (TOR)
Dokumen Teknis Pemilu Legislatif , Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilukada
TAHUN ANGGARAN 2017

Kementerian/Lembaga : Komisi Pemilihan Umum


Unit Organisasi : Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum
Program : Penguatan Kelembagaan Demokrasi dan Perbaikan
Proses Politik.
Hasil (Outcome) : Meningkatkan Kapasitas dan Kredibilitas Organisasi
Penyelenggara Pemilu di KPU, KPU Provinsi, dan
KPU Kabupaten/Kota.
Satker : KPU Kabupaten/Kota Banyumas
Kegiatan : Penyusunan Dokumen Teknis Pemilu
Output : Pengelolaan Data dan Dokumen Pemilu dan
Pemilukada
Indikator Kegiatan : Tersusunnya Data dan Dokumen Pemilu dan
Pemilukada
Satuan Ukur dan Jenis Keluaran : Dokumen
Volume : 1 Dokumen

I. LATAR BELAKANG

A. Dasar Hukum Tugas Fungsi/Kebijakan


Penggantian Antarwaktu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota
merupakan implementasi terhadap peraturan perundang-undangan yaitu:
1. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Perwakilan,
Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Derah dan Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah;
2. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu;
3. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2
Tahun 2008 tentang Partai Politik;
4. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Peraturan
DPRD tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;
6. Peraturan KPU Nomor 04 Tahun 2010 tentang Uraian Tugas Staf Pelaksana pada
Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum
Provinsi dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota.
7. Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penetapan Daerah Pemilihan dan
Alokasi Kursi Setiap Daerah Pemilihan Anggota DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota
Dalam Pemilu Tahun 2014.
8. Peraturan KPU Nomor 07 Tahun 2013 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD
Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan KPU
Nomor 13 Tahun 2013.
9. Peraturan KPU Nomor 27 Tahun 2013 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan
Suara Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota oleh PPS, PPK,
KPU Kabupaten/Kota, KPU Provinsi, dan KPU sebagaimana diubah terakhir dengan
Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2014.
10. Peraturan KPU Nomor 29 Tahun 2013 tentang Penetapan Hasil Pemilu, Perolehan Kursi,
Calon Terpilih Dalam Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD
Kabupaten/Kota sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan KPU Nomor 8 Tahun
2014.

B. Gambaran Umum
Pemilihan Umum merupakan sarana kedaulatan rakyat untuk memilih Anggota DPR, DPD,
DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, Presiden dan Wakil Presiden serta Kepala
-2-

Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia,
jujur dan adil sebagaimana telah diatur dalam ketentuan Peraturan Perundang-undangan. Masa
jabatan anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota adalah 5 (lima)
tahun.
Dalam pelaksanaannya sering timbul masalah baik secara tekni maupun aturan. Sering kali
permasalahan ini tidak dapat ditangani secara sendiri oleh KPU kabupaten sehingga
membutuhkan supervisi dan pertimbangan baik dari Kpu provinsi mamupun Kpu Pusat.
Dalam penyelesainnya harus disertai Daftar inventarisasi masalah, data dukung dan aturan
yang berlaku. Kesiapan data dukung sebagai sumber atau acuan dalam pengambilan keputusan
menjadi sangat penting . Oleh karena itu dokumen teknis sebagai data dukung harus disusun
secara baik dan akurat.
.

II. Penerima Manfaat


Penerima manfaat pada kegiatan ini adalah KPU itu sendiri dan masyarakat umum yng
membutuhkan.

III. Strategi Pencapaian Keluaran


Dalam mencapai keluaran yang dimaksud strategi yag dilaksanakan dengan cara merekrut tenaga
pendukung yang bertugas membantu sekretariat melakukan pengelolaan dokumen- dokumen teknis
pilkada
IV. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran
Waktu pencapaian keluaran pada kegiatan ini dilaksanakan dalam kurun waktu 6 bulan anggaran
Tahun 2017.
V. Biaya yang Dikeluarkan
Perkiraan total biaya yang diperlukan dalam kegiatan ini sebesar Rp.1.800.000,- Rincian lebih
lanjut atas biaya tersebut disajikan tersendiri dalam Rencana Anggara Biaya (RAB)

Demikian Kerangka Acuan Kerja dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Purwokerto, 5 Desember 2015

PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
KPU KABUPATEN BANYUMAS
SEKRETARIS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002
TERM OF REFERENCE
PUSAT PENDIDIKAN PEMILIH PEMILU
TAHUN ANGGARAN 2017

Kementerian/Lembaga : Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota


Unit Eselon I : Sekretariat Komisi Pemilihan Umum
Kabupaten/kota
Program : Fasilitasi Tahapan Pemilu dan Peningkatan Peran
Serta Masyarakat Dalam Pemilu dan Pendidikan
Pemilih.
Hasil : 1. Riset dan Pemetaan Tingkat Partisipasi
Masyarakat dalam Pemilu;
2. Terbentuknya Pusat Pendidikan Pemilih
Unit Eselon III/Satker : KPU KABUPATEN BANYUMAS
Kegiatan : Pedoman, Petunjuk Teknis dan bimbingan
Teknis/Supervisi/Publikasi/Sosialisasi
Penyelenggara pemilu dan Pendidikan Pemilih
Indikator Kinerja Kegiatan : 1. Terlaksananya Riset dan Pemetaan Tingkat
Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu dan
Pemilukada;
2. Terbentuknya Pusat Pendidikan Pemilih (bagi
KPU Kabupaten/Kota yang menjadi pilot
project);

Satuan Ukur dan Jenis Keluaran : 1. Prosentase Tingkat Partisipasi Masyarakat


dalam Pemilu 2014 dan Pemilukada;
2. Pembentukan Pusat Pendidikan Pemilih (bagi
KPU Kabupaten/Kota yang menjadi pilot
project).

Volume : 1 satker

I. Latar Belakang

A. Dasar Hukum Tugas Fungsi/Kebijakan

1. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Penyelenggara


Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011
Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5246);
2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Pemilihan Umum
Anggota DPR, DPD, dan DPRD (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2012 Nomor 17, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5316);
3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah
sebagaimana telah diubah terakhir dengan undang-undang nomor 12
Tahun 2008 Tentang Perubahan Tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2007 sebagaimana telah diubah
terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2008 Tentang
Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala
Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Lembaran Negera RI Tahun 2008
Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4844);
5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.05/2005 Tentang
Pedoman Pembayaran Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara;
6. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66/PB/2005
Tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara;
7. Peraturan KPU Nomor 05 Tahun 2008 Tentang Tata Kerja Komisi
Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi
Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, sebagaiamana diubah terakhir
dengan Peraturan KPU Nomor 01 Tahun 2010;
8. Peraturan KPU Nomor 06 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan
Tata Kerja Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat
Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Sekretariat Komisi Pemilihan
Umum Kabupaten/Kota;
9. Peraturan Bersama Nomor 1 Tahun 2012, Nomor 11 Tahun 2012 dan
Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Kode Etik Penyelenggara Pemilihan
Umum;
10. Peraturan KPU Nomor 10 tahun 2012 Tentang Pemantau dan Tata Cara
Pemantauan Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat,
Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Tahun 2014;
11. Peraturan KPU Nomor 23 Tahun 2013 Tentang Partisipasi Masyarakat
dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan KPU Nomor 14 Tahun 2014;
12. Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Tahapan, Program, dan
Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden
Tahun 2014;
13. Peraturan KPU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Perubahan Kedelapan
Atas Peraturan KPU Nomor 07 Tahun 2012 tentang Tahapan, Program,
dan Jadual Penyelenggaraan Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan
DPRD Tahun 2014.

B. Gambaran Umum
Pemilihan umum atau pemilu sebagai sarana pergantian kepemimpinan di
parlemen dan pemerintahan nasional maupun lokal menjadi penyelenggaraan
yang sangat strategis. Melalui pemilu diharapkan proses tersebut dapat
berjalan secara demokratis, sehingga menjawab harapan masyarakat atas
peran serta mereka dalam proses penggantian kepemimpinan.
Peran serta masyarakat, terutama partisipasi pemilih merupakan salah
satu indikator kunci untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan suatu
penyelenggaraan pemilu atau pemilukada. Semakin tinggi angka partisipasi
pemilih dalam suatu penyelenggaraan pemilu, maka pemilu tersebut
memiliki tingkat legitimasi yang baik. Pada Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN) 2014, tingkat partisipasi pemilih diatergetkan
sebesar 75 persen.
Untuk mewujudkan hal tersebut, KPU mempunyai peranan yang
diharapkan dapat meningkatan partisipasi masyarakat pemilih serta
meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyakat tentang
penyelenggaraan pemilu di Indonesia, baik Pemilu Anggota DPR, DPD, dan
DPRD; Pemilu Presiden dan Wakil Presiden; serta Pemilu Kepala Daerah dan
Wakil Kepala Daerah.
Biro Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat sebagaimana diatur
dalam Peraturan KPU Nomor 06 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan
Tata Kerja Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi
Pemilihan Umum Provinsi dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum
Kabupaten/Kota mempunyai tugas menyusun pedoman dan petunjuk teknis,
serta bimbingan teknis dan supervisi dalam penyelenggaraan Pemilu Anggota
DPR, DPD dan DPRD, Presiden dan Wakil Presiden, Kepala Daerah dan Wakil
Kepala Daerah, pengganti antar waktu anggota DPR, DPD dan DPRD dan
pengisian keanggotaan DPRD yang dibentuk setelah Pemilu anggota DPR,
DPD, dan DPRD; publikasi dan sosialisasi informasi Pemilu serta partisipasi
masyarakat dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum.
Bagian Teknis, Hupmas dan Hukum Sekretariat KPU Provinsi
merupakan bagian yang membantu KPU dalam melaksanakan kegiatan
sosialisasi penyelenggaraan Pemilu dan/atau yang berkaitan dengan tugas
dan wewenang KPU dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat
dalam Pemilu dan Pemilukada (UU Nomor 22 Tahun 2008, pasal 8 ayat (1)
huruf q dan ayat (2) huruf p).
Untuk menunjang hal tersebut Sub Bagian Teknis, Hupmas dan Hukum
Sekretariat KPU Kabupaten/Kota melakukan kegiatan :
1. Riset dan Pemetaan Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu; dan
2. Pembentukan Pusat Pendidikan Pemilih (bagi KPU Kabupaten/Kota yang
menjadi pilot project).
II. Penerima Manfaat
Penerima manfaat dalam kegiatan ini adalah masyarakat pemilih maupun
calon pemilih di seluruh Indonesia. Masyarakat pemilih ini bisa dari kalangan
pelajar/mahasiswa (pemilih pemula), stake holder, lembaga/instansi, Lembaga
Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), media massa
dan masyarakat umum. Dengan berbagai kegiatan pendidikan pemilih tersebut,
diharapkan dapat menumbuhkan peran aktif masyarakat dan menyegarkan
kembali kesadaran berdemokrasi melalui pemilu, sehingga partisipasi
masyarakat dapat meningkat, baik secara kuntitas maupun kualitas.
Untuk itu KPU KPU Kabupaten/Kota akan mencoba melaksanakan riset dan
pemetaan tingkat partisipasi masyarakat untuk memudahkan mengetahui tingkat
partisipasi masyarakat dalam memilih. Setelah itu KPU KPU Kabupaten/Kota
akan membentuk Pusat Pendidikan Pemilih (bagi KPU Kabupaten/Kota yang
menjadi pilot project).

III. Strategi Pencapaian Keluaran


1. Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan kegiatan KPU Provinsi dalam meningkatkan
partisipasi masyarakat dalam Pemilu dan Pemilukada salah satunya dengan
melakukan Riset tingkat partisipasi pemilih di setiap kabupaten/kota untuk
mempermudah penyelenggara/masyarakat mengetahui tingkat partisipasi
pemilih dalam pemilu, baik secara kuantitas maupun kualitas.
Setelah penyusunan model/metode pendidikan pemilih dan perumusan
rancang bangun (desain) pusat pendidikan pendidikan pemilih di KPU RI,
maka KPU Provinsi di ketiga wilayah yang menjadi pilot project melaksanakan
pembentukan pusat pendidikan pemilih. KPU Provinsi kemudian
melaksanakan ToT kepada KPU Kabupaten/Kota yang akan dijadikan pilot
project Pusat Pendidikan Pemilih.
Sebelum implementasi atau pembentukan pusat pendidikan pemilih di
kabupaten/kota yang menjadi pilot project, KPU Kabupaten/Kota terlebih
dahulu akan menerima Bimbingan Teknis melalui metode pelatihan atau
Trainer of Trainer (ToT) yang dilaukan oleh KPU Provinsi yang menjadi pilot
project di wilayah provinsinya masing-masing.
Wilayah I meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau,
Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung dan
Kepulauan Riau. Pada wilayah I ini, yang menjadi pilot project adalah Provinsi
Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Lampung; serta Kabupaten Labuhan
Batu Utara, Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kabupaten Lampung Tengah.
Wilayah II meliputi Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY,
Jawa Timur, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan
Selatan, Kalimantan Timur dan Bali. Pada wilayah II ini, yang menjadi pilot
project adalah Provinsi DIY, Bali dan Kalimantan Barat; serta Kabupaten
Sleman, Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Melawi.
Wilayah III meliputi Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi
Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, NTB, NTT, Maluku,
Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Pada wilayah III ini, yang menjadi pilot
project adalah Provinsi Gorontalo, NTB dan Papua Barat; serta Kota
Gorontalo, Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Raja Ampat.
Pada tahap awal (tahun 2015) pilot project pusat pendidikan pemilih
diterapkan di 9 provinsi dan 9 kabupaten/kota, kemudian akan dilanjutkan
secara berkesinambungan pada tahun-tahun berikutnya sehingga pada
pelaksanaan Pemilu tahun 2019 diproyeksikan seluruh provinsi dan
kabupaten/kota di Indonesia sudah memiliki Pusat Pendidikan Pemilih.

2. Tahapan dan Waktu Pelaksanaan


1. Riset dan Pemetaan Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu
2014
Tahapan-tahapan pelaksanaan/komponen kegiatan sebagai berikut:
1. Rapat Persiapan
Rapat ini merupakan rapat permulaan pembahasan rencana program
kegiatan Riset dan Pemetaan Tingkat Partisipasi Masyarakat, yang
diikuti oleh Komisioner dan pejabat/pegawai di lingkungan KPU
Provinsi, terutama Bagian Teknis, Hupmas dan Hukum.;
2. Pengadaan ATK kegiatan
3. Realisasi kegiatan :
 Riset Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu :
Dilakukan di tingkat kabupaten/kota dengan melibatkan pihak ketiga,
KPU Provinsi menghimpun dan merekap untuk dilaporkan ke KPU Pusat.

No Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Persiapan pembahasan rencana program
1. kegiatan
2. Riset Tingkat Partisipasi Masyarakat

2. Pembentukan Pusat Pendidikan Pemilih (bagi KPU Kabupaten/Kota


yang menjadi pilot project)
Hasil (outcome) dari rangkaian program riset dan pemetaan tingkat
partisipasi masyarakat dalam Pemilu dan Pemilukada tahun 2014 adalah
membentuk Pusat Pendidikan Pemilih (bagi KPU Kabupaten/Kota yang
menjadi pilot project).
Kabupaten/Kota yang menjadi pilot project Pusat Pendidikan Pemilih
adalah Kabupaten/Kota dan yang memiliki tingkat partisipasi tinggi pada
Pemilu tahun 2014 dan yang melaksanakan pemilukada pada tahun 2015.
Tahapan-tahapan pelaksanaan/komponen kegiatan sebagai berikut:
1. Tahap persiapan pembentukan Pusat Pendidikan Pemilih:
 Rapat koordinasi dengan pihak terkait;
 Pengumpulan materi (bahan dan alat) yang akan dipergunakan
dalam Pusat Pendidikan Pemilih.
2. Pembentukan Pusat Pendidikan Pemilih: KPU Kabupaten/Kota yang
menjadi pilot project bekerjasama dengan pihak ketiga membentuk
Pusat Pendidikan Pemilih;

Rencana jadwal pelaksanaan kegiatan :

No Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Tahap persiapan pembentukan Pusat
Pendidikan Pemilih:
 Rapat koordinasi dengan pihak
1 terkait;
 Penyusunan materi (bahan dan
alat) yang akan dipergunakan
dalam Pusat Pendidikan Pemilih.
Pembentukan Pusat Pendidikan
Pemilih: KPU Kabupaten/Kota yang
2 menjadi pilot project bekerjasama
dengan pihak ketiga membentuk
Pusat Pendidikan Pemilih
3 Pelaporan

IV. Waktu Pencapaian Keluaran


Waktu pencapaian keluaran ini dilaksanakan dalam kurun waktu 1 (satu)
tahun anggaran. Harapannya dengan terselenggaranya berbagai program dan
kegiatan peningkatan partisipasi masyarakat pada tahun 2017 ini dapat
menumbuhkan peran aktif masyarakat dan menyegarkan kembali kesadaran
berdemokrasi melalui pemilu, sehingga partisipasi masyarakat dalam
penyelenggaraan pemilu dapat meningkat, baik secara kuntitas maupun
kualitas. Pusat Pendidikan Pemilih di KPU Kabupaten/Kota diharapkan dapat
menjadi think thank (pusat informasi dan keilmuan) dalam penyelenggaraan
pemilu dan kemajuan demokrasi di Indonesia di wilayah masing-masing.
V. Biaya
Untuk pelaksanaan seluruh kegiatan peningkatan partisipasi masyarakat
dalam Pemilu dan Pemilukada pada Satker KPU Kabupaten Banyumas
tersebut dibutuhkan biaya sebesar Rp. 50.000.000,-

Perincian sebagaimana dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) terlampir.

Purwokerto, 20 Desember 2016

PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
KPU KABUPATEN BANYUMAS
SEKRETARIS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002
TERM OF REFERENCE (TOR)
TAHAPAN PEMILIHAN
TAHUN ANGGARAN 2017

Kementerian/Lembaga : Komisi Pemilihan Umum


Unit Organisasi : Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum
Program : Penguatan Kelembagaan Demokrasi dan Perbaikan
Proses Politik.
Hasil (Outcome) : Meningkatkan Kapasitas dan Kredibilitas Organisasi
Penyelenggara Pemilu di KPU, KPU Provinsi, dan
KPU Kabupaten/Kota.
Satker : KPU Kabupaten/Kota Banyumas
Kegiatan : Pedoman, Petunjuk Teknis dan bimbingan
Teknis/Supervisi/Publikasi/Sosialisasi Penyelenggara
pemilu dan Pendidikan Pemilih
Output : Tahapan Pemilihan
Indikator Kegiatan : Tersusunnya Data dan Dokumen Tahapan Pemilihan
Satuan Ukur dan Jenis Keluaran : Dokumen
Volume : 1 Dokumen

I. LATAR BELAKANG

A. Dasar Hukum
a. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional.
b. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
c. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum
(Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 59 Tambahan Lembaran Negara Nomor
4721).
d. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD
dan DPRD.
e. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional Tahun 2015-2019.
f. Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2008 tentang Perubahan Peraturan KPU Nomor 06
Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal KPU,
Sekretariat KPU Provinsi dan Sekretariat KPU Kabupaten/Kota.
g. Peraturan KPU Nomor 53 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Komisi Pemilihan
Umum Tahun 2015-2019.
h. PKPU No 3 Tahun 2016 tentang Tahapan program dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan
Wakil Gubernur , Bupati dan Wakil bupati Tahun 2017

B. Gambaran Umum
Sesuai dengan UU No. 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor
1 Tahun 2015 tanggal 18 Maret 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur,
Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang, Pasal 201 ayat (3) “Pemungutan suara
serentak dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati,
serta Walikota dan Wakil Walikota yang masa jabatannya berakhir pada tahun 2018
dan tahun 2019 dilaksanakan pada tanggal dan bulan yang sama pada bulan Juni tahun
2018”. Pada Tahun 2018 terdapat 171 Satker yang terdiri dari 17 Provinsi, 39 Kota
dan 115 Kabupaten, melaksanakan Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota
serentak pada bulan Juni 2018 yang tahapannya diperkirakan akan dimulai pada bulan
Oktober 2017.
-2-

Dalam rangka melaksanakan tahapan pemilihan tersebut, telah diterbitkan Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 44 Tahun 2015 sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri dalam
negeri Nomor 51 Tahun 2015 tentang Perubahan terhadap Peraturan Menteri Dalam Negeri
Nomor 44 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Dana Kegiatan Pemilihan Gubernur Dan Wakil
Gubernur, Bupati Dan Wakil Bupati, Serta Walikota Dan Wakil Walikota. Sesuai Pasal 7 ayat
(5), Pasal 20 Ayat (2) bahwa standar satuan harga kebutuhan pemilihan tahun 2015 ditetapkan
dengan Keputusan Kepala Daerah. Untuk pemilihan yang dilaksanakan setelah tahun 2015
berpedoman pada peraturan perundang-undangan dibidang pengelolaan APBN.

Selanjutnya untuk melaksanakan tahapan pemilihan, telah diterbitkan Peraturan KPU Nomor 2
Tahun 2015 tentang Tahapan, Program dan Jadual Penyelenggaran Pemilihan Gubernur dan
Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota. Untuk
melaksanakan tahapan tersebut, tahapan pertama yang harus dilaksanakan oleh KPU Provinsi
dan KPU Kabupaten/Kota yang melaksanakan pemilihan adalah penyusunan program,
kegiatan dan anggaran serta penyusunan pedoman standar barang dan jasa serta honorarium
tahapan Pemilihan.

Berdasarkan Permendagri dan Peraturan KPU tersebut, agar pelaksanaan Pemilihan Tahun
2018 yang tahapannya pada tahun 2017 dapat terlaksana dengan baik perlu dilakukan :

a. tahapan persiapan; dan


b. tahapan penyelenggaraan.

Tahapan persiapan sebagaimana dimaksud meliputi:


a. perencanaan program dan anggaran;
b. penyusunan dan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD);
c. penyusunan dan pengesahan peraturan penyelenggaraan Pemilihan;
d. sosialisasi, penyuluhan, atau bimbingan teknis;
e. pembentukan PPK, PPS dan KPPS;
f. pemantauan Pemilihan;
g. pengolahan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4); dan
h. pemutakhiran data dan daftar pemilih.

Tahapan penyelenggaraan meliputi:


a. Penyerahan dan penelitian syarat dukungan Pasangan Calon perseorangan;
b. Pendaftaran Pasangan Calon;
c. Penyelesaian sengketa TUN Pemilihan;
d. Kampanye;
e. Pelaporan dan audit dana kampanye;
f. Pengadaan dan pendistribusian perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara
g. Pemungutan dan penghitungan;
h. Rekapitulasi hasil penghitungan suara;
i. Penetapan Pasangan Calon terpilih tanpa permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP)
j. Penyelesaian sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP);
k. Penetapan Pasangan Calon terpilih pasca putusan Mahkamah Konstitusi;
l. Pengusulan pengesahan pengangkatan Pasangan Calon terpilih;
m. Evaluasi dan pelaporan tahapan.

II. Penerima Manfaat


Penerima manfaat pada kegiatan ini adalah KPU , Parpol Pengusung, Calon, dan Stakeholder yang
lain termasuk masyarakat umum yng membutuhkan.

III. Strategi Pencapaian Keluaran


Dalam mencapai keluaran yang dimaksud strategi yag dilaksanakan dengan cara :
a. Mengkaji dasar hukum penyusunan tahapan
b. Menyusun dokumen tahapan beserta anggaran
c. Menetapkan melalui Rapat Pleno KPU untuk menjadi produk hukum
d. Mensosialisasikan Tahapan Pemilu kepada Stakeholder
-3-

IV. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran


Waktu pencapaian keluaran pada kegiatan ini dilaksanakan dalam kurun waktu 6 bulan anggaran
Tahun 2017.
V. Biaya yang Dikeluarkan
Perkiraan total biaya yang diperlukan dalam kegiatan ini sebesar Rp.50.000,- Rincian lebih lanjut
atas biaya tersebut disajikan tersendiri dalam Rencana Anggara Biaya (RAB)

Demikian Kerangka Acuan Kerja dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Purwokerto, 20 Desember 2016

PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN
KPU KABUPATEN BANYUMAS
SEKRETARIS

Drs. Hirawan Danan Putra, M.Si


NIP.197304221992031002