Você está na página 1de 39

FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER

FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN MEDIKAL

Nama Mahasiswa : Zahra Marseliya Khusnah


NIM : 182311101075
Tempat Pengkajian : Ruang Asoka RSUD dr. Haryoto Lumajang
Tanggal : 19 Februari 2019

I. Identitas Klien
Nama : Ny. S No. RM : 3320XX
Umur : 47 tahun Pekerjaan : IRT
Jenis kelamin : Perempuan Status perkawinan : Menikah
Agama : Islam Tanggal MRS : 19 Februari
2019 pukul
13.40 WIB
Pendidikan : MA Tanggal : 19 Februari
pengkajian 2019 pukul
19.35 WIB
Alamat : Dsn Krajan RT 17/05 Sumber informasi : Pasien,
Gedangmas keluarga,
Randuagung Rekam Medis

II. Riwayat Kesehatan


1. Diagnosa medik:
Suspect CKD + Hipoglikemi + DM Type II

2. Keluhan utama:
Pasien mengatakan lemas

3. Riwayat penyakit sekarang:


Pasien datang diantarkan keluarga ke RSUD dr. Haryoto Lumajang pada
tnggal 19 Feb 2019 pada pukul 13.40 WIB dengan keluhan badan lemas
sudah 3 hari, mual muntah 2x, nyeri pada bagian ulu hati, kepala pusing,
kaki bengkak sejak 1 minggu yang lalu, kencing sedikit sejak 1 minggu
yang lalu dan terdapat luka lecet pada kaki kanan dan kaki kiri. Pasien

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


datang pertama ke RSUD dr. Haryoto Lumajang melalui IGD. Saat di IGD
pasien diberikan tindakan pemasangan infus dan di grojok cairan D40% 1
Flash, kemudian diberikan injeksi obat antrain, omeprazole,
ondansentron, furosemid dan infus metronidazole 500 gram. Setelah
kurang lebih satu jam dirawat di IGD kemudian pasien dirawat di ruang
Asparga kelas I RSUD dr Haryoto Lumajang. Sekitar jam 19.30 WIB pasien
dipindah ke ruang perawatan kelas II yakni Asoka.

4. Riwayat kesehatan terdahulu:


Pasien mengatakan bahwa sudah mempunyai penyakit diabetes mellitus
sudah kurang lebih 20 tahun. Namun mengalami drop hanya saat ini saja.

a. Penyakit yang pernah dialami:


Pasien mengatakan bahwa sebelum terkena penyakit Diabetes Mellitus
pasien tidak mengalami penyakit yang lain.

b. Alergi (obat, makanan, plester, dll):


Pasien mengatakan bahwa pasien tidak memiliki alergi terhadap
makanan, obat-obatan dan lain-lain.

c. Imunisasi:
Pasien mengatakan bahwa pasien tidak mengetahui imunisasi apa yang
telah didapat sewaktu masih anak-anak.

d. Kebiasaan/pola hidup/life style:


Sebelum sakit pasien dahulunya bekerja sebagai pelayan di restoran,
pasien mengaku sakit diabetes mellitusnya ini dikarenakan pola gaya
hidup yang tidak sehat seaktu masih beleum terkena penyakit diabetes.
Pasien bekerja dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore.
Setelah sakit pasien mengalami kelemahan dan berbaring di bed, pasien
dapat berjalan jarak dekat, untuk jarak jauh pasien tidak kuat dan pasien
mengalami badannya lemas.

e. Obat-obat yang digunakan:


Pasien mengatakan bahwa obat-obatan yang digunakan pasien adalah
obat-obatan dari Rumah Sakit seperti obat metformin.

5. Riwayat penyakit keluarga:

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


Keluarga pasien mengatakan bahwa penyakit yang pernah diderita oleh
keluarga adalah hipertensi, yaitu ayah dari pasien.

6. Genogram:
Keterangan :

: Laki-laki
: Perempuan
: Menikah
// : Cerai
: Anak kandung
: Anak angkat
: Anak kembar
: Pasien
: Meninggal
: Tinggal
serumah

III. Pengkajian Keperawatan


1. Persepsi & pemeliharaan kesehatan
Pasien mengatakan bahwa sehat itu penting dan mahal harganya.
sehingga pasien mematuhi semua saran dan pengobatan yang diberikan
oleh dokter dan perawat di RS.
Interpretasi:
Persepsi yang dikatakan pasien penting dan berperan dalam
meningkatkan kesehatan.

2. Pola nutrisi/ metabolik (ABCD) (saat sebelum dan saat di rumah sakit)
- Antropometri:
BB sekarang= 85 kg, BB dahulu = 90 kg, TB = 165 cm
Sebelum sakit : IMT = BB/TB2 (m)= 90 kg / 1,65x1,65 m
= 33,05 kg/m
Sesudah sakit : IMT = BB/TB2 (m)= 85 kg / 1,65x1,65 m
= 31,22 kg/m

Interpretasi:
Status antropometri pasien mengalami perubahan saat sebelum dan
sesudah sakit. Pasien mengalami penurunan IMT dari sebelum sakit
dan setelah sakit. Pasien juga tergolong IMT obesitas karena > 27.

- Biomedical Sign:

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


Jenis Pemeriksaan Hasil Pemeriksaan
Gula darah Acak 55 mg/dL
BUN 66,70 mg/dL
Serum creatinin 8,66 mg/dL
Kalium Serum 5,6 mMol/l
Natrium Serum 128 m mol
Hemoglobin 6,9 gr/dL
Lekosit 14.040 109/L
Hematokrit 19 %
Trombosit 669.000 109/L
Interpretasi:
Biomedical Sign pasien mengalami penurunan pada kadar Gula Darah,
natrium serum, sedangkan BUN, Serum Creatinin, kalium serum
mengalami kenaikan.
- Clinical Sign:
Keadaan umum: compos mentis, GCS 456
TD= 140/90 mmHg, N=80 x/menit, RR= 20 x/menit, S= 36,3 oC SPO2=
96%.
Interpretasi:
Clinical sign pasien dalam batas normal

- Diet Pattern:
Pola makan Sebelum sakit Saat di rumah sakit
Frekuensi 3x sehari 3x sehari
Nafsu makan Baik Kurang baik
Minum Banyak (± 1,5 – 2 liter) Cukup (± 500 ml)
Jenis makanan Nasi, sayur, lauk Nasi, sayur, lauk
Porsi Makan 1 porsi 1/3 porsi

Interpretasi:
Pasien mengalami perubahan pola makan sebelum dan sesudah sakit.

3. Pola eliminasi: (saat sebelum sakit dan saat di rumah sakit)


BAK
Sebelum Sakit
- Frekuensi : sering (4-5x/hari)
- Jumlah : sedikit
- Warna : kuning keorange
- Bau : tidak terkaji
- Karakter : tidak terkaji
- BJ : tidak terkaji

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


- Alat Bantu : tidak ada
- Kemandirian : mandiri
- Lain :-
Saat sakit
- Frekuensi :-
- Jumlah : 400 cc
- Warna : kuning keorange
- Bau : ammonia, khas urine
- Karakter : tidak terkaji
- BJ : tidak terkaji
- Alat Bantu : terpasang kateter
- Kemandirian : dibantu oleh keluarga
- Lain :-
BAB
Sebelum sakit
- Frekuensi : 1x dalam sehari
- Jumlah : banyak
- Warna : kuning kecoklatan
- Bau : khas feses
- Karakter : Lunak
- BJ : tidak terkaji
- Alat Bantu : tidak ada
- Kemandirian : mandiri
- Lain :-
Saat sakit
- Frekuensi : pasien belum BAB
- Jumlah : tidak terkaji
- Warna : tidak terkaji
- Bau : tidak terkaji
- Karakter : tidak terkaji
- BJ : tidak terkaji
- Alat Bantu : popok
- Kemandirian : dibantu kelurganya
- Lain :-

Interpretasi:
BAK pasien mengalami gangguan dan BAB pada pasien tidak terdapat
masalah.

Balance cairan:

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


BC = Input – Output
Input:
Oral Makan : 200 cc
Minum : 500 cc
Enteral NGT : 0 cc
Obat oral : 0 cc
Parenteral Infus D40 : 1000 cc
Inj.
Furosemid : 3 x 20 ml = 60 cc
Omeprazole : 3 x 10 cc = 30 cc
Antrain : 3 x 1 ampul = 3 x 4 cc = 12 cc
Ondancentron : 2 x 1 amp = 2 x 2 cc = 4 cc

Total Input = 200+ 500 + 1000 + 60 + 30 + 12 + 4 = 1806 cc/hari

Output:
BAB : 0 cc
Urine : 400 cc
Muntah : 0 cc
IWL : (15 x BB/hari)/ 24 jam = (15 x 85 kg)/24
jam = 1275/ 24 cc = 53,125 cc
Total Output = 400 + 53,125 = 453,125 cc/hari
Interpretasi:
Balance Cairan :
Input-Output = 1.806 cc – 453.125 cc = +1352 cc

4. Pola aktivitas & latihan (saat sebelum sakit dan saat di rumah sakit)
Sebelum sakit : pasien setiap hari ibu rumah tangga yang setiap
harinya merawat keluarga mulai dari memasak, mecuci
baju, membersihkan rumah dan lain-lain dan bekerja
sebagai pelayan di restoran.
Sesudah sakit : pasien hanya terbaring tidur di bed

c.1. Aktivitas harian (Activity Daily Living)


Kemampuan perawatan diri 0 1 2 3 4
Makan / minum 
Toileting 

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


Berpakaian 
Mobilitas di tempat tidur 
Berpindah 
Ambulasi / ROM 
Ket: 0: tergantung total, 1: bantuan petugas dan alat, 2: bantuan petugas,
3: bantuan alat, 4: mandiri
ADL = 13 (Ketergantungan ringan)
Status Oksigenasi:
Status oksigen pasien tidak mengalami gangguan, pasien bernafas dengan
spontan dan tidak terpasang alat bantu pernafasan , RR= 20x/m
Fungsi kardiovaskuler:
Tidak ada suara tambahan pada auskultasi jantungdan irama teratur

Terapi oksigen:
Tidak menggunakan alat bantu pernafasan

Interpretasi:
Pasien memerluka bantuan dalam perawatan diri dan mobilitas
Status oksigenasi tidak mengalami gangguan dan kardiovaskuler normal

5. Pola tidur & istirahat (saat sebelum sakit dan saat di rumah sakit)
Sebelum Sakit
Durasi : 9 jam
Gangguan tidur : tidak ada
Keadaan bangun tidur : segar
Lain-lain : tidak ada
Saat Sakit
Durasi : 9 jam
Gangguan tidur : tidak ada
Keadaan bangun tidur : lemah
Lain-lain : tidak ada

Interpretasi:
Pasien tidak mengalami gangguan tidur saat di RS tetapi setelah bangun
tidur keadaan pasien lemah.

6. Pola kognitif & perceptual


Fungsi Kognitif dan Memori:
Pasien masih dapat menyebutkan nama, usia, alamat rumah, sekarang ada
dimana, dan perasaan sakit yang dirasakan.

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


Fungsi dan keadaan indera:
a) Penglihatan : pasien dapat melihat perawat saat dipanggil
b) Pendengaran : pasien membuka mata saat dipanggil perawat
c) Penciuman : pasien dapat mencium bau makanan yang
menyebabkan mual
d) Perasa : pasien dapat merasakan makanan yang enak atau tidak
enak
e) Peraba : pasien membuka mata saat dipegang perawat
Interpretasi:
Fungsi dan keadaan indra pasien tidak mengalami gangguan
7. Pola persepsi diri
Gambaran diri:
Pasien mengatakan bahwa pasien menerima dan pasrah dengan sakit
yang pasien rasakan sekarang
Identitas diri:
Pasien mengatakan bahwa pasien adalah seorang anak, istri, ibu, dan adik
untuk keluarganya.
Harga diri:
Pasien mengatakan bahwa pasien bersyukur memiliki seluruh anggota
keluarga yang menyayangi dan menerima keadaannya yang sakit saat ini
dan dengan tulus merawat serta menjaga pasien di rumah sakit.
Ideal diri:
Pasien mengatakan bahwa pasien sebagai seorang istri dan ibu memiliki
kewajiban untuk merawat dan menjaga keluarganya, tetapi karena sakit
pasien tidak dapat merawat dan menjaga anak suami yang sedang
dirumah.
Peran diri:
Pasien mengatakan bahwa pasien berperan sebagai seorang istri dan
anak untuk keluarganya.
Interpretasi:
Pola persepsi dan keadaan diri pasien tidak mengalami gangguan

8. Pola seksualitas & reproduksi


Pola seksualitas:
Tidak terkaji
Fungsi reproduksi:
Pasien sudah menikah dan telah memiliki 4 orang anak.
Interpretasi:
Fungsi reproduksi pasien tidak ada gangguan.

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


9. Pola peran & hubungan
Pasien mengatakan bahwa pasien memiliki hubungan baik dengan
keluarga dan tetangga. Di rumah sakit pasien juga dapat berinteraksi
dengan baik dengan sesama pasien lain dan tenaga medis.
Interpretasi:
Pasien memiliki pola peran dan hubungan yang baik dengan keluarga dan
lingkungan sekitar.

10. Pola manajemen koping-stress:


Pasien mengatakan bahwa pasien tidak menceritakan masalah yang
dimilikinya dan pasien hanya memendam sendiri masalahnya.
Interpretasi:
Pola manajemen koping-stress pasien kurang baik.

11. System nilai & keyakinan:


Sebelum sakit :
Pasien setiap hari menjalankan ajaran syariat agama islam. Setiap hari
pasien melakukan ibadah solat di rumah dan di masjid. Pasien juga
mengikuti kegiatan keagamaan di masyarakat sekitar.
Sesudah sakit :
Pasien tidak dapat menjalankan ibadah seperti sebelum sakit dan hanya
berbaring di bed saja
Interpretasi:
Sistem nilai dan keyakinan pasien terganggu saat pasien di rawat di RS.

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


IV. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum:
Pasien dengan GCS 4E5V6M

Tanda vital:
- Tekanan Darah : 140/79 mmHg
- Nadi : 80 X/mnt
- RR : 20 X/mnt
- Suhu : 36,3 oC
- GDA : 55 mg/dL
- SPO2 : 96%

Interpretasi:
Tanda vital dalam batas normal

Pengkajian Fisik Head to toe (Inspeksi, Palpasi, Perkusi, Auskultasi)


1. Kepala
I : tidak ada luka, rambut berwarna hitam, persebaran rambut
merata, bersih
Pa : tidak terdapat benjolan, tidak ada krepitasi
2. Mata:
I : bentuk simetris antara kanan dan kiri, konjungtiva tidak
anemis, sklera tidak ikterik, tidak ada kotoran
Pa : Tidak terdapat benjolan atau nyeri tekan

3. Telinga:
I : Bentuk simetris antara kanan dan kiri, tidak ada cairan yang
keluar, tidak ada luka, keadaan kulit bersih
Pa : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan

4. Hidung:
I : Bentuk simetris antara kanan dan kiri, tidak terpasang alat
NGT dan O2 Masker, tidak ada luka, tidak ada cairan yang keluar
Pa : Tidak terdapat nyeri tekan atau benjolan

5. Mulut:
I : Mukosa bibir lembab, tidak ada luka, rongga mulut bersih, gigi
lengkap, tidak ada pembesaran tonsil
Pa : Tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


6. Leher:
I : Bentuk normal, tidak ada pembesaran vena jugularis, tidak ada
jejas atau luka
Pa : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada benjolan

7. Dada:
Paru-paru Jantung
I : Bentuk dada datar, tidak I : Bentuk dada datar, tidak
ada jejas atau luka, ada jejas atau luka, tidak
pengembangan dada nampak pergerakan ictus
simetris antara kanan cordis
dan kiri, tidak nampak
adanya otot bantu
pernafasan
A : Suara nafas vesikuler A : Suara S1 dan S2 tunggal,
reguler
Pa : Tidak ada benjolan, tidak Pa : Tidak ada benjolan, tidak
ada krepitasi ada krepitasi, ictus cordis
tidak teraba
Pe : Sonor Pe : Pekak

8. Abdomen:
I : Perut distensi, tidak terdapat luka atau lesi pada perut,
umbilikus bersih dan datar
A : Bising usus 8 x/menit
Pa : Tidak terdapat nyeri tekan
Pe : Timpany

9. Urogenital:
I : Jenis kelamin perempuan, keadaan organ reproduksi nampak
bersih, terpasang DC
Pa : Tidak terkaji

10. Ekstremitas:
Atas Bawah
L : Terpasang infus pada L : Terdapat edema pada kaki
tangan kiri, tidak kanan (telapak kaki dan
terdapat edema pada bagian betis), terdapat luka
tangan kanan dan kiri, lecet yang sudah

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


tidak ada kemerahan, mengering dikaki kanan
tidak ada kelainan dan kiri, tidak ada kelainan
bentuk/tidak ada jumlah jari kaki (sindaktili
deformitas, tidak ada atau polidaktili)
kelainan jumlah jari
tangan (sindaktili atau
polidaktili)
F : Tidak terdapat nyeri F : Tidak terdapat nyeri tekan,
tekan, tidak terdapat akral hangat, CRT < 2 detik,
krepitasi, akral agak kekuatan otot
dingin, CRT < 2 detik, 5 5
kekuatan otot 5 5
5 5
5 5
M : Tangan dapat M : Kaki dapat digerakkan
digerakkan

11. Kulit dan kuku:


I : Warna kulit kuning langsat, lembab, kuku bersih dan pendek,
nampak balutan infus pada tangan kiri
Pa : Tidak terdapat nyeri tekan pada kuku tangan kanan dan kiri,
CRT < 2 detik
12. Keadaan lokal:
Saat pengkajian pasien mengalami kelemahan, pasien hanya
berbaring di bed dan tidak dapat melakukan aktivitas berat. Makan,
minum, berpakaian dan toileting dibantu oleh keluarga. Pasien
nampak bersuara lirih dan tidak banyak bergerak. Pasien mengeluh
mudah lelah lemas, mual, perut tidak enak nyeri , nafsu makan
berkurang Sebelum sakit pasien memiliki berat badan 90 kg dan
mengalami penurunan menjadi 85 kg. Pasien juga mengatakan takut
mengkonsumsi banyak makanan karena khawatir keadaannya
semakin menurun.

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019
V. Terapi
Dosis
Implikasi
Jenis Farmako dinamik dan Farmako dan Rute Indikasi dan Kontra
No Efek samping Keperawata
Terapi kinetik Pemberi Indikasi
n
an
1. Infus D40 Otsu D40 Injection diindikasikan untuk 3 Flash Indikasi : Gagal ginjal, Sering buang air kecil, Memantau
injection perawatan Gagal ginjal, Tes toleransi (1 flash = Tes toleransi glukosa, Bengkak, kemerahan, dan efek
glukosa, Penyakit penyimpanan 25 ml) Penyakit penyimpanan nyeri di area bekas suntikan, samping
glikogen, Intoleransi terhadap glikogen, Intoleransi Reaksi alergi obat,
sukrosa, Gagal ginjal, Sirosis hati dan terhadap sukrosa, Gagal meminimalk
kondisi lainnya. ginjal, Sirosis hati an
komplikasi.
Otsu D40 Injection mengandung
komposisi aktif berikut: Glucose
Monohydrate. Tersedia dalam bentuk
injection.

2. Inj. 3 x 1 gr Indikasi : 1. Reaksi hipersensitivitas : Memantau


Antrain Farmakodinamik: Antrain adalah obat IV Antrain dapat reaksi pada kulit misal efek
yang memiliki bahan aktif natrium meringankan rasa sakit, kemerahan. samping
metamizole. Cara kerja natrium terutama nyeri kolik dan 2. Agranulositosis obat,
metamizole adalah dengan sakit setelah operasi. meminimalk
menghambat rangsangan nyeri pada 1. Penderita hipersensitif an
susunan saraf pusat dan perifer. terhadap Metamizole komplikasi.
Metamizole atau dipiron merupakan Na.
analgesik ampiron sulfonat (pereda 2. Wanita hamil dan
nyeri), antispasme (pereda spasme), menyusui.
dan anti piretik (pereda demam), 3. Penderita
dengan efek anti inflamasi (anti dengan tekanan darah

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


sistolik < 100mmHg.
peradangan) yang minimal. 4. Bayi dibawah 3 bulan
Farmakokinetik: Antrain efektif jika atau dengan
dosis yang diterapkan pada pasien berat badan kurang
adalah dosis yang benar dan sesuai, jika dari 5kg.
dosis kurang atau lebih dapat
memberikan efek yang merugikan atau
reaksi yang diberikan oleh obat tidak
optimal. Penggunaan natrium
mitamizole pada orang dewasa
diberikan 1 tablet jika rasa nyeri
muncu, dan pemberian tablet di ulang
6-8 jam dengan dosis maksimal adalah
4 tablet perhari. Penggunaan
mitamizole injeksi dapat diberikan 500
mg jika rasa sakit muncul dan di ulang
setiap 6-8 jam, pemberian dosis injeksi
maksimal sebanyak 3 kali sehari dan
diberikan secara IM atau IV.
3. Inj. 3 x 500 Indikasi : Efek samping: Memantau
Metronida Farmakodinamik : Farmakodinamik mg Iv Indikasi metronidazole Metronidazole umumnya efek
zole metronidazole dimulai dari konversi adalah untuk kondisi- ditoleransi baik oleh tubuh, samping
molekul menjadi bentuk radikal kondisi seperti bakterial dengan tidak ada atau hanya obat,
bebas short-lived nitroso oleh reduksi vaginosis, trikomoniasis, sedikit efek samping. Efek meminimalk
intraseluler. Konversi ini terjadi di giardiasis, samping yang terjadi an
dalam sitoplasma bakteri, atau organela dracunculiasis, Clostridiu umumnya hanya bersifat komplikasi.
spesifik protozoa, dan menyebabkan m difficile colitis, dan sementara, dan kembali
obat menjadi aktif terhadap kuman infeksi Entamoeba normal setelah obat
yang memiliki metabolisme anaerob. histolytica. dihentikan, seperti mual,
Namun, obat juga efektif terhadap muntah, sakit kepala,

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


Kontraindikasi : insomnia, pusing,
kuman yang bersifat mikroaerofili, Metronidazole mengantuk, dispepsia atau
seperti Helicobacter pylori. dikontraindikasikan pada timbul ruam pada kulit.
kondisi berikut: Penggunaan per oral bisa
- Alergi, atau riwayat menyebabkan mulut menjadi
alergi terhadap kering dan timbul metallic
nitroimidazole lainnya taste.
- Kehamilan trimester
pertama. Meski belum
ada bukti ilmiah pada
manusia dan masih
kontroversi, namun
pada hewan
percobaan
menunjukkan efek
teratogenik pada fase
organogenesis
4. Inj. 2 x 4 mg Indikasi : Efek samping: Memantau
Ondansent Farmakodinamik: Efek IV Indikasi ondansetron efek
ron adalah untuk mengatasi Reaksi orang terhadap samping
farmakodinamik ondansetron
mual dan muntah yang sebuah obat berbeda-beda. obat,
adalah menimbulkan efek
mungkin terjadi akibat Meski ondansetron memiliki meminimalk
antagonis terhadap reseptor
kemoterapi, setelah manfaat yang baik kepada an
serotonin 5-HT3. Reseptor
tindakan operasi, ataupun tubuh, obat ini juga bisa komplikasi.
serotonin 5-HT3 terdapat di
radioterapi. Dosis menimbulkan efek samping.
bagian perifer yaitu pada nervus
ondansetron yang Beberapa efek samping yang
vagal dan di sentral pada area
digunakan untuk umumnya terjadi adalah:
postrema yang
merupakan chemoreceptor mengatasi mual dan  Sakit kepala dan pusing.
trigger zone, namun saat ini efek muntah akibat obat  Mudah mengantuk.
anti mual dan muntah pada kemoterapi disesuaikan

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


berdasarkan tingkat  Kepanasan.
pasien kemoterapi oleh emetogenik obat.
ondansetron belum dapat Penanganan mual dan  Pusing ketika berdiri.
dipastikan apakah di bagian muntah yang biasanya
 Mudah lelah.
perifer, sentral, ataupun muncul setelah tindakan
keduanya anestesi adalah dengan  Konstipasi.
sediaan oral 16 mg satu
jam sebelum tindakan  Sakit perut.
anestesi ataupun
ondansetron intravena 4 Jika efek samping terjadi
mg sebelum tindakan secara berkepanjangan atau
anestesi. Anda mengalami reaksi
Penanganan mual dan alergi setelah menggunakan
muntah akibat tindakan ondansetron, segera temui
radiasi dapat dilakukan dokter atau datangi rumah
dengan ondansetron oral sakit terdekat.
8 mg tiga kali dalam satu
hari setiap 1-2 jam Tanda-tanda terjadinya
sebelum tindakan overdosis akibat
radioterapi. ondansetron adalah sebagai
berikut:
Kontraindikasi:  Konstipasi berat.
Ondansetron  Gangguan penglihatan.
kontraindikasi pada
pasien yang pernah  Hipotensi.
mengalami
hipersensitivitas terhadap
obat ini dan kombinasi
dengan apomorphin
karena dapat

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


menimbulkan hipotensi
dan penurunan
kesadaran.
Penggunaan ondansetron
pada pasien dengan
gangguan fungsi hati
berat harus dihindari.
Hati-hati pada
penggunaan untuk ibu
hamil karena dapat
memberikan efek
samping berupa
konstipasi, pusing, dan
ruam. Penggunaan pada
ibu menyusui belum
didukung oleh data
keamanan yang cukup.

5. Furosemid Furosemide adalah obat untuk 3 x 1 mg Indikasi Efek samping Memantau


e mengurangi cairan berlebih dalam (1 ampul Pasien dengan oedema Pusing efek
tubuh (edema) yang disebabkan = 10 organ tubuh biasanya Vertigo. samping
oleh kondisi seperti gagal jantung, mg/ml) pada ekstermitas atas Mual dan muntah. obat,
maupun bawah. Penglihatan buram. meminimalk
penyakit hati, dan ginjal.
Digunakan untuk pasien an
Diare.
gagal jantung, penyakit komplikasi.
Furosemide adalah obat golongan hati, dan ginjal yang
Konstipasi.
diuretik yang digunakan untuk mengalami kelebihan
membuang cairan atau garam cairan
berlebih di dalam tubuh melalui
urine dan meredakan Kontraindikasi

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


Hati-hati untuk
pembengkakan yang disebabkan penggunaan pada ibu
oleh gagal jantung, penyakit hati, hamil terus konsultasi
penyakit ginjal atau kondisi terkait. pada dokter
6. Calcium 2 x 1 mg Indikasi Efek Samping: Memantau
Gluconate Calcii Gluconas 100 mg/ml Ampul (1 ampul Hipokalsemia atau Sensasi kesemutan efek
merupakan obat yang digunakan = 100 kekurangan kalsium. Gelombang panas samping
untuk membantu mengobati mg/ml) Kontraindikasi Vasodilatasi obat,
meminimalk
hipokalsemia atau kekurangan Hipersensitifitas Tekanan darah menurun
an
kalsium. terhadap komponen Bradikardia komplikasi.
obat Aritmia jantung

7. Infus 500 ml Indikasi: Efek samping: Memantau


D10% Merupakan cairan untuk Infus perifer untuk Peningkatan glukosa efek
perawatan Cairan dan nutrisi memberikan kalori pad darah, Kebocoran dari samping
a kondisi yang situs injeksi, Bekuan obat,
pengganti, Cairan dan nutrisi meminimalk
pengganti dan kondisi lainnya membutuhkan darah, Peradangan di
an
penggantian cairan & tempat suntikan. komplikasi.
kalori.

Kontraindikasi:
Sindrom malabsorpsi gl
ukosa
galaktosa pada koma di
abetikum.

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019
VI. Pemeriksaan Penunjang & Laboratorium
No Jenis Nilai normal Hasil
Pemeriksaan (rujukan) (hari/tanggal)
Nilai Satuan 19/02/19
1. Hemoglobin 14,0-18,0 gr/dL 6,9
2. Lekosit 3.500- 109/L 14.040
10.000
3. Eritrosit 3,0 – 6,0 Juta/cmm 2,76
4. Laju Endap 0-7 jam 140
Darah
5. Hematokrit 40-54 % 19
6. Trombosit 150.000- 109/L 669.000 -
450.000
7. Kreatinin serum 0,7-1,2 mg/dL 8,66
8. BUN 10-20 mg/dL 66,70
9. Uric acid 1,9-5,1 mg/dL 7,6
10. Natrium Serum 135-146 mg/dL 128
11. Kalium Serum 3,5-5,2 mg/dL 5,8
12. Chlorida Serum 94-111 mg/dL 100
13. SGOT Up to 37 mU/ml 44
14. SGPT Up to 40 mU/ml 34
15. Gula Darah Acak 63-115 mg/dL 55

Jember , 19 Februari 2019

Pengambil Data

Zahra
Selly
( Zahra Marseliya Khusnah )
NIM. 182311101075

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


ANALISA DATA
NO DATA PENUNJANG ETIOLOGI MASALAH
1. - Pasien mengatakan DM Type II Ketidakseimbangan
mual dan perut tidak nutrisi kurang dari
enak kebutuhan tubuh
Sel beta
- Pasien mengatakan
pankreas
tidak bisa makan hancur
karena ingin muntah
jika makan
- Pasien mengatakan Defisiensi
nafsu makan insulin
berkurang
- Pasien mengatakan
Lipolisis
BB nya turun dari 90 meningkat
kg menjadi 85 kg
- Pasien mengatakan
badannya mudah Gliserol lemak
lelah, lemas bebas
- Pasien mengatakan meningkat
takut mengkonsumsi
banyak makanan Ketogenesis
karena khawatir
keadaannya semakin
menurun
Ketonuria
DO :
- Porsi makan 1/3 Ketoasidosis
porsi
- Pasien nampak
lemah
- Hb = 6,9 gr/dL Mual
- GDA = 55 mg/dL
Penurunan
nafsu makan
2. Ds: DM Type II Risiko ketidakstabilan
- Pasien mengatakan kadar glukosa darah
sering lapar
- Pasien mengatakan
kakinya sering Substansi

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


kesemutan insulin yang
- Pasien mengatakan ingin tidak sempurna
selalu tidur (tidak terjadi
Do: fisiologi
- Pasien tampak lemah penurunan
- Pasien tampak sering insulin dan
tertidur peningkatan
- Mukosa bibir kering glukagon)
- BB turun 5 kg
- GDA: 55 mg/dL

Hipoglikemi

3. DS : DM type II Kelebihan Volume


- Pasien mengatakan cairan
kedua kakinya
bengkak sudah 1 Terjadi penebalan
minggu ini selaput membran
basalis

DO :
- Oedem di ekstermitas Penumpukan zat
glikoprotein yang
bawah
mendesak
glomerulus
- -
+ +
- BUN = 66,70 mg/dL Ginjal tidak dapat
menyaring darah
- Serum creatinin = 8,66
mg/dL

oedema

4. Ds: pasien mengatakan DM type II Intoleransi aktivitas


lemas

DO: Pasien mengalami


- Pasien tampak hipoglikemi
berkeringat dingin

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


- ADL pasien = 13
( Ketergantungan
ringan)
- Oedem di ekstermitas Lemas, gemetar,
bawah pusing, pandangan
kabur, keringat dingin
- -
+ +
Kelemahan

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


DIAGNOSA KEPERAWATAN

Daftar Diagnosa Keperawatan Sesuai Prioritas


TANGGAL TANGGAL
NO DIAGNOSA KETERANGAN
PERUMUSAN PENCAPAIAN
1. Ketidakseimbangan nutrisi 19/02/2019
kurang dari kebutuhan
tubuh
2. Risiko ketidakstabilan kadar 19/02/2019
glukosa darah
3. Kelebihan volume cairan 19/02/2019
4. Intoleransi aktivitas 19/02/2019

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


PERENCANAAN KEPERAWATAN

NO DIAGNOSA TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI


1. Ketidakseimbangan NOC NIC
nutrisi kurang dari Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam 1. Berikan nutrisi per oral, sesuai
kebutuhan tubuh pasien menunjukkan hasil: kebutuhan
(00002) 2. Tawarkan makan 6x dengan porsi
Status Nutrisi (1004) kecil
3. Monitor kesadaran pasien dan juga
Tujuan
No. Indikator Awal reflek menelan pasien
1 2 3 4 5 4. Monitor intake makanan/cairan
1. Asupan Gizi √ 5. Motivasi pasien untuk
2. Asupan Makanan √ mengkonsumsi makanan yang tinggi
3. Asupan Cairan √ kalsium
4. Energi √ 6. Pastikan bahwa dalam diet
Rasio berat mengandung makanan yang tinggi
5. badan atau tinggi √ serat untuk mencegah konstipasi
badan
6. Hidrasi √
2. Risiko Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ...x... jam NIC: Manajemen Hipoglikemia
ketidakstabilan Pasien dapat menunjukkan perubahan ditandai dengan: (2130)
kadar glukosa darah
1. Kenali tanda dan gejala
(00179) Kadar glukosa darah (2300)
hipoglikemia
Skor yang ingin 2. Monitor kadar glukosa darah
Skor
dicapai
No Indikator 3. Monitor tanda dan gejala
Awal 1 2 3 4 5
hipoglikemia (gemetar,

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


1 Glukosa darah √ sempoyongan, berkeringat,
2 Hemoglobin √ menggigil, pucat, pandangan kabur,
glikosiliat mual)
3 Fruktosamin √ 4. Berikan glukagon sesuai indikasi
4 Urin glukosa √

5 Urin keton √

Keparahan hipoglikemia (2113)

Skor yang ingin


Skor
dicapai
No Indikator
Awal 1 2 3 4 5
1 Gemetar 3 √

2 Berkeringat 3 √

3 Gugup 3 √

4 Kelemahan √

5 Pusing 3 √

6 Mengantuk 3 √

7 Gangguan 3 √
penglihatan

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


8 Kelelahan 3 √

9 Penurunan kadar 3 √
glukosa darah
3. Kelebihan volume NOC NIC: Manajemen Elektrolit (2000)
cairan (00026) Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam 1. Monitor nilai serum elektrolit yang
pasien menunjukkan hasil: abnormal
2. Monitor manifestasi
Keseimbangan Cairan (0601) ketidakseimbangan elektrolit
Tujuan 3. Pertahankan pemberian cairan IV
No. Indikator Awal
1 2 3 4 5 berisi elektrolit dengan laju yang
1. Tekanan darah 3 √ lambat
2. Denyut Nadi 3 √ 4. Berikan diet sesuai dengan kondisi
Kelembapan membran pasien (kaya potasium, rendah
3. 3 √ sodium, dan makanan rendah
mukosa
4. Pusing 1 √ karbohidrat)
5. Edema perifer 3 √ 5. Ajarkan pasien dan keluarga
mengenai jenis, penyebab, dan
pengobatan apabila terdapat
ketidakseimbangan elektrolit, yang
sesuai

NIC : Monitor Cairan (4130)


1. Tentukan jumlah clan jenis intake/
asupan cairan serta kebiasaan
2. eliminasi
3. Tentukan faktor-faktor risiko yang
mungkin menyebabkan

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


ketidakseimbangan cairan
(misalnya, kehilangan albumin,
Iuka bakar, malnutrisi, sepsis,
sindrom nefrotik, hipertermia,
terapi diuretik, patologi ginjal,
gagal jantung, diaforesis, disfungsi
hati, olahraga berat, paparan panas,
infeksi, paska operasi, poliuria,
muntah, clan diare)
4. Tentukan apakah pasien
mengalami kehausan atau gejala
perubahan cairan (misalnya,
pusing, sering berubah pikiran,
5. Periksa turgor kulit dengan
memegang jaringan sekitar tulang
seperti tangan atau tulang kering,
mencubit kulit dengan lembut,
pegang dengan kedua tangan clan
lepaskan (di mana, kulit akan turun
kembali dengan cepat jika pasien
terhidrasi dengan baik)
6. Monitor berat badan
7. Monitor asupan dan pengeluaran

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019
CATATAN PERKEMBANGAN

Diagnosa: ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh


WAKTU IMPLEMENTASI PARAF EVALUASI
19/02/2019 19.30 Menganjurkan keluarga untuk memberikan 19/02/2019, Jam 20.00 WIB
nutrisi per oral, sesuai kebutuhan
Zahr
R/ : Keluarga memberikan minum dan a S : - Pasien mengatakan bahwa
menawarkan makanan
19.35 Menawarkan makan 6x dengan porsi kecil Selly badannya masih terasa lemas dan
mual
R/ : Pasien minum air putih setengah gelas
19.40 Memantau kesadaran pasien dan juga reflek - Pasien mengatakan tidak enak
menelan pasien
makan
R/ : Pasien kooperatif saat diajak
komunikasi dan pasien dapat minum O : - Pasien nampak lemah terbaring
makan tanpa ada gangguan di bed
19.45 Memantau intake makanan/cairan
- Makanan pasien nampak masih
R/ : Pasien minum air putih dan makan
banyak
dibantu oleh keluarga
19.50 Memberikan motivasi pasien untuk A : Masalah ketidakseimbangan nutrisi
mengkonsumsi makanan yang tinggi kalsium
kurang dari kebutuhan belum
R/ : Pasien kooperatif dan mengatakan
teratasi
akan melaksanakan saran perawat
19.55 Memastikan bahwa dalam diet mengandung P : Lanjutkan intervensi
makanan yang tinggi serat untuk mencegah

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


konstipasi

R/ : Terdapat menu sayuran pada porsi


makanan pasien
20/02/2019 09.50 Menganjurkan keluarga untuk memberikan 20/02/2019, Jam 13.00 WIB
nutrisi per oral, sesuai kebutuhan
Zahr
R/ : Keluarga mengambilkan minuman a S : - Pasien mengatakan bahwa
dan makanan ringan dan diberikan ke
pasien
Selly badannya masih merasa mual

09.40 Menawarkan makan 6x dengan porsi kecil - Pasien mengatakan sudah bisa
R/ : Pasien makan dan minum makan sedikit-sedikit
10.15 Memantau kesadaran pasien dan juga reflek
menelan pasien O : - Pasien nampak tenang
R/ : Pasien dapat berkomunikasi baik beristirahat di bed
dengan perawat dan nampak menelan A : Masalah ketidakseimbangan nutrisi
air putih kurang dari kebutuhan teratasi
09.40 Memantau intake makanan/cairan
sebagian
R/ : Pasien menghabiskan setengah porsi
makanan P : Lanjutkan intervensi
08.45 Memastikan bahwa dalam diet mengandung
makanan yang tinggi serat untuk mencegah
konstipasi

R/ Pasien mengonsumsi sayur dari


rumah sakit

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


21/2/2019 19.00 Menganjurkan keluarga untuk memberikan 22/02/2019, Jam 07.00 WIB
nutrisi per oral, sesuai kebutuhan
Zahr
R/ : Keluarga mengambilkan minuman a S : - Pasien mengatakan bahwa sudah
dan makanan ringan dan diberikan ke
pasien
Selly tidak mual namun masih sedikit
lemas
19.15 Menawarkan makan 6x dengan porsi kecil
R/ : Pasien makan dan minum - Pasien mengatakan sudah bisa
19.30 Memantau kesadaran pasien dan juga reflek makan sedikit-sedikit
menelan pasien
R/ : Pasien dapat berkomunikasi baik O : - Pasien nampak tenang
dengan perawat dan nampak menelan beristirahat di bed
air putih A : Masalah ketidakseimbangan nutrisi
19.40 Memantau intake makanan/cairan
kurang dari kebutuhan teratasi
R/ : Pasien menghabiskan setengah porsi
sebagian
makanan
19.45 Memastikan bahwa dalam diet mengandung P : Lanjutkan intervensi
makanan yang tinggi serat untuk mencegah
konstipasi

R/ Pasien mengonsumsi sayur dari


rumah sakit

Diagnosa: Resiko ketidakstabilan kadar glukosa darah

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


WAKTU IMPLEMENTASI PARAF EVALUASI
19/02/2019 19.30 Monitor kadar glukosa darah sesuai indikasi 19/02/2019, Jam 20.00 WIB
R/ : Hasil GDA : 67 mg/dL
Zahr
19.32 Monitor tanda dan gejala hipoglikemia (gemetar, a S : - Pasien mengatakan lemas, mual
sempoyongan, berkeringat, menggigil, pucat,
pandangan kabur, mual) Selly O : - Pasien nampak lemah terbaring
di bed
R/ : Pasien berkeringat dingin, pucat,
pandangan kabur, gemetar, - Pasien tampak bergemetar,
sempoyongan) berkeringat dingin
19.42 Monitor Nadi:
- GDA : 128 mg/dL
R/ : Nadi 80 x/menit
19.48 Monitor status cairan: - TD: 140/90 mmHg, N: 80
R/ : Pasien terpasang infus dengan cairan x/menit
D40%
- Terpasang infus D40%

A : Masalah ketidakstabilan kadar


glukosa darah teratasi sebagian

P : Lanjutkan intervensi

20/02/2019 11.30 Monitor kadar glukosa darah sesuai indikasi 19/02/2019, Jam 13.00 WIB
R/ : Hasil GDA : 57 mg/dL
Zahr
a S : - Pasien mengatakan lemas

O : - Pasien nampak lemah terbaring

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


11.32 Monitor tanda dan gejala hipoglikemia (gemetar, di bed
sempoyongan, berkeringat, menggigil, pucat,
Selly
pandangan kabur, mual) - Pasien tampak bergemetar,
berkeringat dingin
R/ : Pasien berkeringat dingin, pucat,
pandangan kabur, gemetar, - GDA : 125 mg/dL
sempoyongan)
11.42 Monitor Nadi dan TD: - TD: 140/90 mmHg, N: 80
R/ : Nadi 80 x/menit TD: 140/90 mmHg x/menit
11.48 Monitor status cairan dan cek GDA: - Terpasang infus D10%
R/ : Pasien terpasang infus dengan cairan
D40% + GDA :153 mg/dL A : Masalah ketidakstabilan kadar
glukosa darah teratasi sebagian
11.50 Berikan Glukagon sesuai indikasi
R/: Pemberian D40 25 ml sebanyak 3 P : Lanjutkan intervensi
botol plastik dan diganti dengan
D10%

21/02/2019 22.00 Monitor kadar glukosa darah sesuai indikasi 22/02/2019, Jam 05.00 WIB
R/ : Hasil GDA : 153 mg/dL
Zahr
22.05 Monitor tanda dan gejala hipoglikemia (gemetar, a S : - Pasien mengatakan sudah
sempoyongan, berkeringat, menggigil, pucat, mendingan namun sedikit lemas
pandangan kabur, mual) Selly
O : - Pasien nampak lemah terbaring
R/ : Pasien sudah tidak menunjukkan
di bed
gejala hipoglikemi namun masih
lemas - GDA : 135 mg/dL
22.15 Monitor Nadi dan TD:

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


R/ : Nadi 80 x/menit TD: 130/80 mmHg - TD: 140/90 mmHg, N: 80
22.15 Monitor status cairan : x/menit
R/ : Pasien terpasang infus dengan cairan
- Terpasang infus D10%
D10%
A : Masalah ketidakstabilan kadar
glukosa darah teratasi sebagian

P : Lanjutkan intervensi

DIAGNOSA: Kelebihan volume cairan


WAKTU IMPLEMENTASI PARAF EVALUASI
19 Feb 2019 JAM: 19.55 WIB
1. Mempertahankan pemberian cairan
19.35 WIB IV berisi elektrolit Zahr S: pasien mengatakan kakinya bengkak
R/: : pasien diberikan infus D40% O:
a - k/u lemah
2. Mengajarkan keluarga dan pasien Selly - turgor kulit baik
tentang penyebab dan penanganan - mukosa bibir kering
19.38 WIB kelebihan volume cairan - Oedema ekstermitas bawah
R/: : pasien tampak memahamai - -
apa yang telah dijelaskan
+ +
3. Monitor turgor kulit pasien
R/ : turgor kulit baik A: Masalah kelebihan volume cairan teratasi sebagian
19.41 WIB
P: Lanjutkan intervensi

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


4. Kolaborasi pemberian diet dengan
19.45 WIB tim gizi sesuai kebutuhan

15.50 WIB

20 Feb 2019 Zahr JAM: 13.30 WIB

10.00 WIB 1. Mempertahankan pemberian cairan a S: pasien mengatakan kakinya bengkak berkurang sedikit
IV berisi elektrolit Selly O:
R/ : pasien diberikan infus D10% - k/u cukup
- pasien membatasi minum
2. Menginstruksikan pasien untuk - turgor kulit baik
membatasi minum air - mukosa bibir lembab
10.07 WIB R/ : pasien mengatakan sudah - Oedema ekstermitas bawah
membatasi meminum air - -
3. Monitor turgor kulit pasien + +
R/ : turgor kulit baik -
10.10 WIB A: Masalah kelebihan volume cairan teratasi sebagian
4. Monitor rasa haus atau gejala

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


perubahan cairan lainnya seperti P: Lanjutkan intervensi
10.12 WIB pusing
R/ : pasien mengatakan pusing

5. Kolaborasi pemberian diet dengan


tim gizi sesuai kebutuhan

10.15 WIB

21 Feb 2019 Zahr JAM: 04.30 WIB

21.00 WIB 1. Mempertahankan pemberian cairan a S: pasien mengatakan kakinya bengkak berkurang sedikit
IV berisi elektrolit Selly O:
R/ : pasien diberikan infus D10% - k/u cukup
- pasien membatasi minum
21.30 WIB 2. Menginstruksikan pasien untuk - turgor kulit baik
membatasi minum air - mukosa bibir lembab
R/ : pasien mengatakan sudah - Oedema ekstermitas bawah
membatasi meminum air - -
3. Monitor turgor kulit pasien + +
04.30 WIB -
R/ : turgor kulit baik
A: Masalah kelebihan volume cairan teratasi sebagian
4. Monitor rasa haus atau gejala
4.35 WIB perubahan cairan lainnya seperti P: Lanjutkan intervensi
pusing

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019


R/ : pasien mengatakan pusing

5. Kolaborasi pemberian diet dengan


07.00 WIB
tim gizi sesuai kebutuhan

Panduan Profesi Ners Keperawatan Medikal Fkep UNEJ 2019