Você está na página 1de 2

Prediksi Trend Forecasting dari BEKRAF untuk Edisi 2019/2020 (SINGURITY)

By. Nandi Ramdiansyah N. (15040014)

“Trend akan selalu berkembang dari masa ke masa, Trend


Forecasting menjadi potokan setiap orang untuk terus mengikuti
perkembangan fashion di seluruh dunia yang perkebangannya begitu
cepet.”

Trend forecasting merupakan sebuah metode untuk memprediksi trend atau


memproyeksikan trend untuk beberapa waktu kedepan. Hal ini bertujuan untuk
memunculkan desain yang baru yang laku dalam rangka memenuhi selera pasar. Negara-
negara maju lainnya sudah mengembangkan metode ini. Di Indonesia sendiri, masih sedikit
yang bergerak dalam ranah trend forecasting, salah satunya adalah Alm. Irvan A. Noe’man,
seorang praktisi branding, desain dan pengembangan produk.
Trend forecasting di kembangkan pula oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF),
terbuktinya dengan penyelanggaran perkenalan trend forecasting dari BEKRAF untuk edisi
2019/2020 di beberapa mall dan tempat di kota besar di seluruh Indonesia. Dengan
mengusung tema “SINGURITY”, trend forecasting dari BEKRAF di harapkan dapat menjadi
patokan garis besar fashion dan trend yang sedang berkembang di Indonesia.
BEKRAF, IFC Bandung dan Mall 23 Paskal shopping center, bekerja sama untuk
mengadakan acara tersebut pada hari jumat, 7 Septembar 2018. Acara di tempatkan Main
Antrium 23 Paskal, pada waktu 13.00 s/d 14.00 WIB. Acara di bawakan oleh oleh Tri
Anugrah sebagai MC untuk memandu acara tersebut, dari awal sampai akhir.
Acara pertama di buka dengan perkenalan dari arti pentingnya trend forecasting di
Indonesia oleh Ali Charisman pada industri ekonomi kreatif Indonesia. Ali Charisman
menjelaskan dengan cukup lugas tentang gambaran trend forecasting yang di harapkan akan
berkembang di Indonesia pada 18 bulan kedepan atau pada tepatnya untuk patokan
2019/2020. Acara perkenalan trend forecasting dari BEKRAF di 23 Paskal, di harapkan
dapat di kembangkan untuk sebagai bahan inovasi dan perkebangan trend fashion yang ada
di kota Bandung dan sekitarnya. Sehingga para pelaku industri kreatif Jawa Barat, pakar
pengamat fashion, dan mahasiswa yang akan memulai kariernya di bidang fashion lebih
terbuka pola pikirnya dan berinovasi akan gambaran perekembangan fashion di Indonesia
di setahun yang akan datang.
Acara kedua atau utama di pandu oleh Nuniek Mawardi, Nuniek Mawardi
menjelaskan tentang trend forecasting yang di kembangkan oleh BEKRAF untuk edisi tahun
2019/2020 dengan mengusung tema utama “SINGULARITY”. SINGULARITY adalah titik
kritis di mana masa depan supremasi manusia akan dipertanyakan. Teknologi dan science
(AI) telah membawa revolusi industri ketiga yang telah menciptakan ketakutan tanpa ragu-
ragu tentang masa depan. Paradoks kecerdasan manusia berlawanan dengan artifisial
membuat gagasan tentang SINGULARITY terdengar seperti kedatangan musuh misterius
yang harus kita persiapkan — meskipun beberapa pemikiran akan keoptimisan diharapkan
akan ada pada masa depan yang lebih mudah atau gampang, di mana lebih banyak pekerjaan
manusia yang dilakukan untuk mengembangkan inovasi untuk mengubah spesies kita
menjadi manusia super. SINGULARITY juga di ilhami oleh perkembangan kebudayaan,
sejarah, pola pikir dan semangat akan masa yang akan datang yang lebih baik lagi.
Nuniek Mawardi menjelaskan 4 subtema utama dari tema dari SINGULARITY.
Pertama adalah Exuberant (Kecerdasan Optimisme), terispirasi oleh kultur budaya asia
yang kental dengan warna yang cerah, budaya K-Pop yang minimalis dengan banyak
memakai style sporty dan bentukan anti-mainsteam tapi masih mengesankan kesan ten
(keseimbangan). Exuberant terbagi pula pada 3 unsur tema tambahan yaitu, Posh Nerds,
Urban Caricature dan New Age Ten dengan ciri khas subtema Exuberant. Kedua adalah
Svarga (Keindahan Spiritual), terispirasi oleh instalasi temporer yang menggunakan tabrak
corak motif khas Turki yana masih menikberatkan pada keseimbangan dan bentuk simpel,
detail yang manipulatuf dari kain ynag akan terkesan mewah tanpa meninggalkan tema
etnik serta alat diperuntukan dalam sesi psikoterapi pasien yang dapat membuka diri
dengan cara berkomunikasi melalui berkreasi. Svarga terbagi pula pada 3 unsur tema
tambahan yaitu, Couture Boho, Upskill Craft dan Festive –Fiesta dengan ciri khas seubtema
Svarga.
Ketiga adalah Neo Madieval (Romantisme Abad Pertengahan), terispirasi oleh
teknologi micro lattice (sebuah metal baru yang lebih ringan dari Styrofoam tapi kuat,
dimanfaatkan sebagai material yang wearable), serial televisi dan film (The Game of
Thrones, The Avengers, Thor dan Wonder Woman) yang akan mengingatkan akan sejarah
dan peperangan yang membuat mereka mencari lebih dalam lewat karya tadi serta bentuk
primitif dan mengesankan tekstur suede menggambarkan perpaduan paradoks teknologi
dan primitif yang menjadi bentuk baru. Neo Maldieval terbagi pula pada 3 unsur tema
tambahan yaitu, The Futurist, Armoury dan Dystopian Fortress. Yang terakhir adalah Cortex
(Paradoks Kecerdasan Artifisial), terispirasi oleh tatanan sandi pada komputer (coded),
tekstur dan motif ombre dengan noise & grainy yang memberi kesan tidak beraturan dan
bengkok, keindahan bentuk fraktal seperti organisme yang tumbuh dan bergerak serta
kesan transluscent dan tembus pandang pada sebuah karya seni kotak seperti bongkahan
es. Cortex terbagi pula pada 3 unsur tema tambahan yaitu, Lucid, Glitch dan Fractaluscious.
Target utama penyelanggaran dan perkenalan acara trend forecasting dari BEKRAF
untuk edisi 2019/2020 adalah lebih untuk industri ekomomi kreatif di Indonesia seperti
dalam bidang hijab atau pakaian muslim, kain tradional, urban wear, kebaya, resort wear,
pakaian adat dan hal lain sebagainya yang akan mengangkat nama Indonesia sebagai ikon
fashion dunia yang mempunyai ciri khas dalam hal tadi. Serta untuk para mahasiswa agar
memberikan inovasi dan pengembangan untuk karier ke depan akan trend fashion di
Indonesia. Perkembangan trend forecasting dengan trend yang akan dibuat diharapkan
dapat berkombinasikan dengan unsur buadaya lokal untuk menghasilkan suatu karya yang
kreatif namun tetap menyesuaikan dengan budaya Indonesia. Dalam merealisasikan trend
forecasting kekuatan kreatif dan desain perlu adanya 3C yaitu: connecting, collaboration dan
commerce. Agar fashion dan industri ekonomi kreatif di Indonesia terus berkembang.