Você está na página 1de 45

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Tn.

DENGAN DIABETES MELLITUS

DI DESA SOKARAJA TENGAH KECAMATAN SOKARAJA

KABUPATEN BANYUMAS

Di susun oleh :

NOVITA ADITAMA

P1337420216048

3B

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG

PRODI KEPERAWATAN PURWOKERTO

2018
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Tn. A

DENGAN DIABETES MELLITUS

DI DESA SOKARAJA TENGAH KECAMATAN SOKARAJA

KABUPATEN BANYUMAS

Nama Pengkaji : Novita Aditama

Tanggal Pengkajian : Selasa, 8 Februari 2019

Teknik Pengkajian : Wawancara, Observasi dan Pemeriksaan Fisik.

I. PENGKAJIAN

A. Data Umum

1. Nama Kepala Keluarga : Tn. A

2. Umur : 55 Tahun

3. Jenis Kelamin : Laki-laki

4. Pendidikan : SMP

5. Pekerjaan : Karyawan swasta

6. Alamat : Kelurahan Sokaraja Tengah RT 01

RW 01, Kecamatan Sokaraja

7. Komposisi Keluarga :
No Nama Usia JK Pendidikan Pekerjaan Hubungan Ket.

1 Tn. A 55 L SMP Karyawan Suami Sakit DM


swasta

2 Ny. D 48 P SMA IRT Istri Sehat

3 Nn. C 38 P SMK Karyawan Anak Sehat


Swasta
4 An. M 38 L SD Pelajar Anak Sehat

Genogram

Keterangan :

: Laki-laki : Keturunan : Pasien

: Perempuan : Menikah

: Meninggal : Tinggal Serumah


8. Tipe Keluarga

Keluarga Tn. A adalah keluarga Nuclear, dimana Tn. A tinggal

bersama istri dan anaknya.

9. Suku Bangsa

Semua anggota keluarga Tn. A bersuku bangsa jawa yang tidak

mengikat atau berpantangan dengan kesehatan.

10. Agama dan Kepercayaan yang mempenngaruhi Kesehatan

Keluarga Tn. A beragama islam dan tidak ada kepercayaan yang

berpantangan dengan kesehatan.

11. Status Sosial Ekonomi Keluarga

a. Anggota keluarga yang mecari nafkah

Tn. A

b. Penghasilan

Tn. A bekerja sebagai karyawan swasta dengan penghasilan Rp.

1.000.000 perbulan.

c. Upah lain

Tidak ada upah lain.

d. Harta benda yang dimiliki

Keluarga Tn. A menempati rumah dengan perabotan yang

sederhana seperti lemari, kipas angin, TV, lemari Es dan

lainnya.

e. Kebutuhan yang dikeluarkan tiap bulan

Untuk memenuhi kebutuhan primer Tn. A merasa cukup.


12. Aktivitas Rekreasi Keluarga

Tn. A mengatakan jika ada waktu senggang mereka menonton TV

dan mengobrol bersama keluarga untuk menggunakan waktu

senggang yang ada serta mengikuti kegiatan di komunitas agamis

yang ada dilingkungan rumah.

B. Riwayat dan Tahapan Perkembangan

1. Tahap Perkembangan Saat ini

Keluarga Tn. A sebagai keluarga dengan anak dewasa, karena anak

pertamanya telah meninggalkan rumah karena perkawinan dan

bekerja.

2. Tahap Perkembangan yang belum terpenuhi

Tahap perkembangan keluarga Tn. A telah terpenuhi semua.

3. Riwayat keluarga inti

Tn. A mengatakan menderita Diabetes Melitus sejak 10 tahun yang

lalu. Tn. A mengetahui penyakitnya setelah dilakukan pengecekan

kedar gula darah untuk keperluan pengobatan saat melakukan

pemeriksaan kesehatan di puskesmas, dan didapatkan GDS 500

mg/dl. Jika kadar gula darah tinggi Tn. A akan merasa lemas,

kesemutan dan mengantuk. Tn. A mengikuti program lansia

penyakit DM di puskesmas 1 Sokaraja, dimana jadwal pengecekan

dan pengobatan satu bulan sekali. Sedangkan Tn. A mengatakan

dirinya sedang mengalami alergi gaatal pada seluruh tubuh dan

sudah berobat. Tn. A dan Ny. D mengatakan ingin melakukan


penangana terhadap penyakit yang diderita Tn. A, mereka khawatir

apabila penyakit Tn. A menjadi parah. Tn. A mengatakan ingin

sembuh dari penyakitnya.

4. Riwayat keluarga sebelumnya

Tn. A mengatakan tidak ada anggota keluarga yang menderita

penyakit gula (DM).

C. Lingkungan

1. Karakteristik rumah

Tn. A memiliki tipe bangunan rumah permanen dengan status

kepemilikan milik pribadi. Luas 6m x 8m, terdiri dari 3 kamar

tidur, ruang tamu yang digabung dengan ruang keluarga, dapur,

kamar mandi. Ventilasi di dalam rumah sudah cukup baik, kondisi

penerangan rumah cukup baik. Pencahayaan baik karena jendela

sering dibuka. Kondisi latai bersih sebagian besar berkeramik.

Sumber air dari sumur gali. Pengelolaan sampah kadang dibunag

ke sungai untuk sampah basah dan dibakar untuk sampah kering.

Kondisi jamban keluarga leher angsa dan mempunyai spitank.


Denah rumah

G F
A

B E

C D

Keterangan :

A : Kamar tidur 1 E : Kamar tidur 2

B : Ruang keluarga F : Kamar mandi

C : Ruang tamu G : Dapur

D : Kamar tidur 2

2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW

Keluarga Tn. A tinggal di pedesaan. Tetangga yang ada di sekitar

rumahnya saling tolong menolong satu sama lain. Tn. A dan Ny. D

termasuk orang yang aktif dalam kegiatan di masyarakat seperti

perkumpulan ibu-ibu PKK, dawis dan RT, dan organisasi islami.

3. Mobilitas geografi keluarga


Keluarga Tn. A tidak pernah pindah rumah, sudah menetap selama

23 tahun. Alat transportasi yang digunakan adalah sepeda motor

milik pribadi.

4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

Setiap hari keluarga Tn. A berkumpul dengan bersantai dan

menonton TV bersama. Interaksi dengan masyarakat sekitar baik.

Keluarga sering mengikuti kegiatan yang ada di masyarakat.

Seperti Tn. A mengikuti RT, dawis, dan perkumpulan ibu-ibu

PKK serta organisasi islami dilingkungan RW.

5. Sistem dukungan keluarga

Keluarga Tn. A peduli terhadap kesehatan. Terbukti Tn A rutin

mengikuti program lansia di puskesmas untuk mengatasi penyakit

DM yang diderita, begitu juga dengan Ny. D yang mendukung

pengobatan yang dilalukan Tn. A. Keluarga Tn. A menggunakan

asuransi kesehatan BPJS untuk berobat ke pelayanan kesehatan.

Apabila ada anggota keluarga yang sakit langsung di bawa ke

puskesmas terdekat yaitu puskesmas 1 Purwokerto.

D. Struktur Keluarga

1. Pola komunikasi keluarga

Keluarga Tn. A menggunakan bahasa jawa dan bahasa indonesia

dalam kehidupan sehari-hari. Pola komunikasi yang digunakan

keluarga adalah pola komunikasi terbuka. Setiap anggota keluarga

bebas dalam menyampaikan pendapat baik itu keluhan atau


tanggapa keluarga. Keluarga menerima dan menghargai hasil

keputusan.

2. Struktur kekuatan keluarga

Tn.D mengatakan jika ada masalah dalam keluarga yang paling

dominan sebagai pengambil keputusan adalah dirinya sebagai

kepala keluarga. Tetapi sebelumnya sudah di bicarakan dengan

anggota keluarga yang lain sehingga pengambilan keputusan secara

musyawarah

3. Struktur peran

a. Peran formal

1) Tn. A berperan sebagai kepala keluarga

2) Ny. D berperan sebagai istri Tn. A

b. Peran non formal

1) Tn. A berperan sebagai pencari nafkah, pelindung

keluarga, dan pengambil keputusan.

2) Ny. D berperan sebagai pencari nafkah tambahan, dan

ibu rumah tangga.

4. Nilai atau norma keluarga

Keluarga Tn.D menganut agama islam dan norma yang berlaku di

masyarakat yaitu adat istiadat orang jawa. Keluarga selalu

bertawakal dan berusaha dalam menghadapi masalah.


E. Fungsi Keluarga

1. Fungsi afektif

Tn. A mengatakan bahwa beliau sangat menyayangi dan

memperhatikan keluarganya. Apabila ada anggota keluarga yang

kesulitan maka akan saling membantu.

2. Fungsi sosialisasi

Hubungan dalam berkeluarga cukup erat, interaksi dalam

berkeluarga cukup harmonis.

3. Fungsi perawatan kesehatan

a. Mengenal masalah kesehatan

Tn. A mengatakan menderita Diabetes Melitus sejak 10 tahun

yang lalu. Tn. A mengetahui penyakitnya setelah dilakukan

pengecekan kedar gula darah untuk keperluan pengobatan

setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, dan didapatkan

GDS 500 mg/dl. Jika kadar gula darah tinggi Tn. A akan

merasa lemas, kesemutan dan mengantuk. Tn. A mengikuti

program lansia penyakit DM di puskesmas 1 Sokaraja,

dimana jadwal pengecekan dan pengobatan satu bulan sekali.

Setelah Tn. A mengetahui mengidap DM, Ny. D dan Tn. A

mengatakan ingin lebih mengetahui tentang cara penanganan

penyakit DM, mereka khawatir apabila penyakit Tn. A

menjadi parah.
b. Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan

Tn. A mengikuti kegiatan program lansia di puskesmas 1

Sokaraja secara rutin, setiap 1 bulan sekali untuk mengecek

kadar gula darahnya. Namun 7 bulan yang lalu sempat

berhenti karena sibuk bekerja. Tn. A mengatakan mendapat

obat dari puskesmas berupa metformin 500 mg yang

dikonsumsi 2 kali sehari, glimeperide 1 mg 1 kali sehari

sebelum makan dan acarbose 50 mg dikonsumsi 2 kali sehari.

Untuk jadwal minum obat, Ny. D meminumnya secara

teratur.

c. Merawat anggota keluarga yang sakit

Tn.A mengatakan bila ada anggota keluarga yang sakit

segera berobat ke puskesmas. Tn. A sudah mengganti gula

biasa dengan gula tropicana slim khusus penderita diabetes,

sudah sedikit demi sedikit mengurangi konsumsi nasi putih.

d. Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan

Keluarga Tn. A sudah mampu memelihara lingkungan yang

sehat yaitu ventilasi yang sering dibuka, kondisi penataan

perabotan yang sudah rapi. Lantai bersih dan kondisi rumah

baik.

e. Menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan di masyarakat

Tn. A mengatakan sudah memanfaatkan fasilitass kesehatan

dengan baik. Keluarga Tn. A memiliki asuransi kesehatan


BPJS yang rutin dibayarkan setiap bulannya. Tn. A sudah

mulai teratur kembali mengkonsumsi obat yang di resepkan

oleh dokter puskesmas dan rutin mengecek kadar gula darah

setiap 1 bulan sekali.

4. Fungsi reproduksi

Tn. A dan Ny. D memiliki 2 orang anak, perempuan dan laki-laki.

5. Fungsi ekonomi

Keluarga Tn. A dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari

didapatkandari uang hasil bekerja Tn. A sebagai karyawan swasta

Total penghasilan keluarga Rp 1.000.000,00. Keluarga marasa

tercukupi untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan.

F. Stress dan Koping Keluarga

1. Stres jangka pendek dan jangka panjang

a. Jangka pendek

Tn. A mengatakan yang menjadi pemikiran keluarga saat ini

adalah bagaimana melakukan penanganan penyakit Tn. A

supaya penyakitnya tidak menjadi parah.

b. Jangka panjang

Ingin selalu memenuhi kebutuhan keluarganya

2. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah

Keluarga mengatakan masalah sesuai dengan kemampuan yang

dimiliki keluarga. Tn. A dan Ny. D berusaha menjaga kesehatan

terutama penyakit DM yang diderita Tn. A yaitu dengan tidak


terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis, mengganti gula

biasa dengan gula khusus DM. Serta tidak lupa berdoa dan

bertawakal pada Allah SWT.

3. Strategi koping yang digunakan

Keluarga Tn. A menggunakan cara berdiskusi dan bermusyawarah

untuk menyelesaikan masalah.

4. Strategi adaptasi fungsional

Tn. A mengatakkan di dalam keluarganya tidak ada cara yang

negatif seperti menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan

masalah.

G. Harapan Keluarga

Keluarga Tn. A berharap dapat melakukan penanganan penyakit DM

supaya penyakit yang diderita Ny. D tidak menjadi parah.

H. Pemeriksaan Fisik (Head to Toe)

Jenis

pemeriksaan Tn. A Ny. D An. M

fisik

Riwayat Diabetes Mellitus Tidak ada riwayat Tidak ada riwayat

penyakit GDP : 160 mg/dl penyakit penyakit

sekarang

Keluhan yang Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan
dirasakan

Riwayat DM 10 tahun yang Tidak ada Tidak ada

penyakit lalu

sebelumnya

TD : 140/90 mmHg TD : 120/80 mmHg N : 78 x/menit

Tanda-tanda N : 80 x/menit N : 78 x/menit RR : 22 x/menit

vital (TTV) RR : 20 x/menit RR : 21 x/menit S : 36,7 0C

S : 36,8 0C S : 36,7 0C

TB :167 cm TB : 154 cm TB : 100 cm


TB dan BB
BB : 60 kg BB : 54 kg BB : 30 kg

Mesochepal, rambut Mesochepal, rambut Mesochepal,

Kepala sedikit beruban, tidak beruban, bersih rambut tidak

bersih beruban, bersih

Skelra tidak ikterik, Skelra tidak ikterik, Skelra tidak ikterik,

konjungtiva tidak konjungtiva tidak konjungtiva tidak

Mata anemis, fungsi anemis, fungsi anemis, fungsi

penglihatan sedikit penglihatan sedikit penglihatan sedikit

berkurang berkurang berkurang

Simetris, bersih, Simetris, bersih, Simetris, bersih,


Hidung
tidak ada polip tidak ada polip tidak ada polip

Mulut dan gigi Mulut dan gigi Mulut dan gigi


Mulut dan
bersih, tidak ada bersih, tidak ada bersih, tidak ada
tenggorokan
gangguan menelan gangguan menelan gangguan menelan

Telinga Simetris, bersih, Simetris, bersih, Simetris, bersih,


fungsi pendengaran fungsi pendengaran fungsi pendengaran

baik baik baik

Tidak ada Tidak ada Tidak ada

Leher pembesaran kelenjar pembesaran kelenjar pembesaran

tiroid tiroid kelenjar tiroid

I : tidak teraba ictus I : tidak teraba ictus I : tidak teraba ictus

cordis cordis cordis

P : teraba ictus P : teraba ictus cordis P : teraba ictus


Jantung
cordis di ICS 5 di ICS 5 cordis di ICS 5

P : pekak P : pekak P : pekak

A : reguler A : reguler A : reguler

I : pergerakan I : pergerakan I : pergerakan

dinding dada dinding dada simetris dinding dada

simetris P : taktil fremitus simetris

P : taktil fremitus normal pada kedua P : taktil fremitus


Paru-paru
normal pada kedua paru normal pada kedua

paru P : sonor paru

P : sonor A : vesikuler P : sonor

A : vesikuler A : vesikuler

I : datar I : datar I : datar

P : tidak ada nyeri P : tidak ada nyeri P : tidak ada nyeri

tekan tekan tekan


Abdomen
P : tympani P : tympani P : tympani

A : bising usus A : bising usus A : bising usus

15x/menit 13x/menit 10x/menit


Punggung Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan

Berjenis kelamin Berjenis kelamin Berjenis kelamin


Genetalia
laki-laki perempuan laki-laki

Kuning langsat, Sawo matang, turgor Sawo matang,

Kulit turgor kulit ≤ 2 detik kulit ≤ 2 detik turgor kulit ≤ 2

detik

Tidak ada kelemahan Tidak ada kelemahan Tidak ada

dan edema pada dan edema pada kelemahan dan

tangan, kaki baik tangan, kaki baik edema pada tangan,

Ektremitas kanan/kiri kanan/kiri kaki baik kanan/kiri

Kekuatan otot Kekuatan otot Kekuatan otot

5 5 5 5 5 5

5 5 5 5 5 5
II. ANALISA DATA

Data Fokus Problem Etiologi

DS : Kesiapan

- Tn. A dan Ny. D mengatakan meningkatkan

ingin mengetahui lebih dalam manajemen kesehatan

tentang penyakit DM.

- Tn. A mengatakan ingin

menangani penyakit DM yang

diderita agar tidak berdampak

parah.

DO :

- Tn. A dan Ny. D

mengekspresikan keinginan

untuk menangani penyakit DM

DS : Ansietas Perubahan besar

- Tn. A dan Ny. D mengatakan status kesehatan

kawatir penyakit yang diderita

Ny. D menjadi parah

DO :

- Tn. A dan Ny. D

mengekspresikan kekhawatiran

karena penyakit yang diderita

Tn. A
III. SKORING DAN PRIORITAS MASALAH

Kesiapan Meningkatkan Manajemen Kesehatan

Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran

Sifat masalah : 1 1 1/3 x 1 Tn. A dan Ny. D mengatakan

Potensial = 1/3 ingin meningkatkan manajemen

kesehatan penyakit DM, agar

penyakit DM yang diderita Tn. A

dapat tertangani dan tidak menjadi

parah.

Kemungkinan 2 2 2/2 x 1 Tn. A mengatakan siap untuk

untuk di ubah : =1 meningkatkan manajemen

Mudah kesehatan penyakit DM agar

penyakitnya dapat tertangani.

Potensial di cegah 2 1 2/3 x 1 Kesiapan peningkatkan

: = 2/3 manajemen kesehatan dapat

Cukup diperoleh dengan memahami cara

mengaturan pola makan, olahraga

dan minum obat secara teratur.

Menonjolnya 1 1 1/2 x 1 Tn. A mengatakan kesiapan

maslah : =½ meningkatkan manajemen

Tidak perlu kesehatan perlu dilakukan agar

segera ditangani penyakitnya dapat tertangani.

Total Skor 2 5/6


Ansietas b.d perubahan besar status kesehatan

Kriteria Skor Bobot Nilai Pembenaran

Sifat masalah : 1 1 1/3 x 1 Tn. A dan Ny. D

Potensial = 1/3 mengekspresikan kekhawatiran

karena penyakit yang diderita.

Kemungkinan 2 2 2/2 x 1 Tn. A mengatakan ingin

untuk di ubah : =1 menjalani hidup tanpa rasa

Mudah khawatir memikirkan

penyakitnya.

Potensial di cegah 1 1 1/3 x 1 Rasa khawatir keluarga dapat

: = 1/3 ditangani dengan memberikan

Rendah dukungan untuk menangani DM.

Menonjolnya 1 1 1/2 x 1 Tn. A mengatakan rasa khawatir

masalah : =½ hadir karena pemikiran dirinya

Tidak perlu segera sendiri.

ditangani

Total Skor 21/6

IV. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Kesiapan Meningkatkan Manajemen Kesehatan

2. Ansietas b.d perubahan besar status kesehatan


V. INTERVENSI

DX NOC NIC

I Tujuan Umum : NIC : Pendidikan Kesehatan

Setelah dilakukan tindakan selama 1. Tentukan pengetahuan kesehatan

proses keperawatan 5x45 menit dan gaya hidup perilaku saat ini

diharapkan kesiapan meningkatkan pada individu, keluarga, atau

manajemen kesehatan dapat teratasi. kelompok sasaran,

Tujuan Khusus : 2. Bantu individu, keluarga, dan

Mengenal Masalah Kesehatan masyarakat untuk memperjelas

Setelah dilakukan kunjungan 1x45 keyakinan dan nilai-nilai

menit, keluarga Tn. D mampu kesehatan,

mengenal masalah kesehatan dalam 3. Rumuskan tujuan dalam program

kesiapan meningkatkan manajemen pendidikan kesehatan (tersebut),

kesehatan, dengan kriteria hasil : 4. Tekankan pentingnya pola makan

Pengetahuan : Manajemen Diabetes yang sehat, tidur, berolahraga,

Skala dan lain-lain bagi individu,


Indikator
Awal Tujuan keluarga, dan kelompok.

- Mencari 2 4

informasi

tentang metode

untuk mencegah

komplikasi

- Menjalani aturan 2 4
pengobatan

sesuai resep

- Mengikuti diet 2 4

yang di

rekomendasikan

- Mengikuti level 1 4

aktivitas yang di

rekomendasikan

Keterangan :

1 : Tidak ada pengetahuan

2 : Pengetahuan terbatas

3 : Pengetahuan sedang

4 : Pengetahuan banyak

5 : Pengetahuan sangat banyak

Mengambil keputusan NIC : Dukungan Pengambilan

Setelah dilakukan kunjungan 1x45 Keputusan

menit keluarga Tn. D mampu 1. Tentukan apakah terdapat

mengambil keputusan dalam kesiapan perbedaan antara pandangan

meningkatkan manajemen kesehatan, pasien dan penyedia perawatan

dengan kriteria hasil : kesehatan mengenai kondisi

pasien,

2. Bantu pasien untuk

Manajemen Diri Diabetes mengklarifikasi nilai dan harapan


Manajemen Diri : Diabetes yang mungkin akan membantu

Skala dalam membuat pilihan yang


Indikator
Awal Tujuan penting dalam hidupnya,

- Berpartisipasi 2 4 3. Fasilitasi pengambilan keputusan

dalam kolaboratif.

pengambilan

keputusan.

Keterangan :

1 : Tidak pernah menunjukkan

2 : Jarang menunjukkan

3 : Kadang-kadang menunjukkan

4 : Sering menunjukkan

5 : Secara konsisten menunjukkan

Melakukan perawatan NIC : Pengajaran

Setelah dilakukan kunjungan 1x45 Prosedur/Perawatan

menit keluarga Tn. D mampu 1. Kaji pengalaman pasien

melakukan perawatan yang tepat dalam sebelumya dan tingkat

kesiapan meningkatkan manajemen pengetahuan pasien terkait

kesehatan, dengan kriteria hasil : tindakan yang akan dilakukan,

2. Jelaskan tujuan tindakan yang

akan dilakukan,

3. Jelaskan pengkajian atau aktivitas

paska tindakan beserta


Manajemen diri : Diabetes rasionalisasinya,

Skala 4. Informasikan pasien agar pasien


Indikator
Awal Tujuan terlibat dalam proses

- Mencari 2 4 penyembuhannya,

informasi 5. Kaji harapan pasien mengenai

tentang metode tindakan yang dilakukan.

untuk mencegah

komplikasi

- Menjalani aturan 3 4

pengobatan

sesuai resep,

- Mengikuti diet 3 4

yang di

rekomendasikan,

- Mengikuti level 3 4

aktivitas yang di

rekomendasikan

Keterangan :

1 : Tidak pernah menunjukkan

2 : Jarang menunjukkan

3 : Kadang-kadang menunjukkan

4 : Sering menunjukkan

5 : Secara konsisten menunjukkan


Menciptakan lingkungan yang sehat NIC : Peningkatan keterlibatan

Setelah dilakukan kunjungan 1x45 keluarga

menit keluarga Tn. D mampu 1. Indentifikasi kemampuan anggota

menciptakan lingkungan yang nyaman keluarga untuk terlibat dalam

dalam meningkatkan manajemen perawatan pasien,

kesehatan, dengan kriteria hasil : 2. Identifikasi harapan anggota

Manajemen Diri : Diabetes keluarga untuk pasien,

Skala 3. Dorong anggota keluarga dan


Indikator
Awal Tujuan pasien untuk membantu dalam

- Menggunakan 2 4 mengembangkan rencana

catatan harian perawatan, termasuk hasil yang

terkait dengan diharapkan dan pelaksanaan

kadar glukosa rencana perawatan.

darah dari

waktu ke

waktu

- Melakukan 3 4

kebiasaan

hidup secara

rutin

- Menyesuaikan 3 4

kehidupan

rutin untuk
kesehatan

yang optimal.

Keterangan :

1 : Tidak pernah menunjukkan

2 : Jarang menunjukkan

3 : Kadang-kadang menunjukkan

4 : Sering menunjukkan

5 : Secara konsisten menunjukkan

Memanfaatkan fasilitas kesehatan NIC : Panduan sistem pelayanan

Setelah dilakukan kunjungan 1x45 kesehatan

menit keluarga Tn. D mampu 1. Bantu pasien atau keluarga

memanfaatkan fasilitas kesehatan yang memilih professional perawatan

ada dalam kesiapan meningkatkan kesehatan yang tepat,

manajemen kesehatan, dengan kriteria 2. Informasikan pasien mengenai

hasil : biaya, waktu, pilihan, dan resiko

Manajemen Diri : Diabetes yang tercakup dalam tes atau

Skala prosedur tertentu.


Indikator
Awal Tujuan

- Menggunakan 3 4

pelayanan

kesehatan

sesuai dengan

kebutuhan.
Keterangan :

1 : Tidak pernah menunjukkan

2 : Jarang menunjukkan

3 : Kadang-kadang menunjukkan

4 : Sering menunjukkan

5 : Secara konsisten menunjukkan

II Tujuan Umum : NIC : Bimbingan Antisipatif

Setelah dilakukan tindakan selama 1. Bantu klien mengidentifikasi

proses keperawatan 5x45 menit kemungkinan perkembangan

diharapkan ansietas b.d perubahan besar situasi krisis yang akan terjadi

status kesehatan dapat teratasi. dan efek dari krisis yang bias

Tujuan Khusus : berdampak pada klien dan

Mengenal Masalah Kesehatan keluarga

Setelah dilakukan kunjungan 1x45 2. Berikan informasi mengenai

menit, keluarga Tn. D mampu harapan-harapan yang realistis

mengenal masalah kesehatan dalam terkait dengan prilaku pasien

kesiapan meningkatkan manajemen

kesehatan, dengan kriteria hasil :

Penerimaan : Status kesehatan

Skala
Indikator
Awal Tujuan

- Mengenali 3 4

realita situasi
kesehatan.

Keterangan :

1 : Tidak pernah menunjukkan

2 : Jarang menunjukkan

3 : Kadang-kadang menunjukkan

4 : Sering menunjukkan

5 : Secara konsisten menunjukkan.

Mengambil Keputusan NIC : Bimbingan Antisipatif

Setelah Dilakukan Kunjungan 1x45 1. Bantu klien untuk memutuskan

Menit Keluarga Tn. D Mampu bagaimana masalah dipecahkan

Mengambil Keputusan Untuk 2. Rujuk pasien ke komunitas jika

Mengatasi Masalah Ansietas B.D diperlukan

Perubahan Besar Status Kesehatan,

Dengan Kriteria Hasil :

Pembuatan Keputusan

Skala
Indikator
Awal Tujuan

- Mengidentifikasi 3 4

Informasi Yang

Relevan

Keterangan :

1 : Sangat Terganggu

2 : Banyak Terganggu
3 : Cukup Terganggu

4 : Sedikit Terganggu

5 : Tidak Terganggu

Melakukan Perawatan NIC : Pengajaran : Prosedur /

Setelah Dilakukan Kunjungan 1x45 Perawatan

Menit Keluarga Tn. D Mampu 1. Informasikan pasien agar pasien

Melakukan Perawatan Yang Tepat terlibat dalam proses

Dalam Masalah Ansietas B.D penyembuhannya,

Perubahan Status Kesehatan, dengan

Kriteria Hasil :

Kepuasan Klien : Keberlanjutan

Perawatan

Skala
Indikator
Awal Tujuan

- Preferensi 2 4

Pribadi

Dimasukan

Dalam

Rencana

Perawatan.

Keterangan :

1 : Tidak puas

2 : Agak puas
3 : Cukup puas

4 : Sangat puas

5 : Sepenuhnya puas

Menciptakan lingkungan yang sehat NIC : Manajemen Lingkungan

Setelah dilakukan kunjungan 1x45 1. Ciptakan lingkungan yang aman

menit keluarga Tn. D mampu bagi pasien

menciptakan lingkungan yang nyaman

dalam masalah ansietas b.d perubahan

besar status kesehatan, dengan kriteria

hasil :

Status Kenyamanan : Lingkungan

Skala
Indikator
Awal Tujuan

- Suplai dan 3 4

peralatan yang

dibutuhkan

berada dalam

jangkauan

- Lingkungan 2 4

yang damai

Keterangan :

1 : Sangat terganggu

2 : Banyak terganggu
3 : Cukup terganggu

4 : Sedikit terganggu

5 : Tidak terganggu

Memanfaatkan fasilitas kesehatan NIC : Fasilitasi Kunjungan

Setelah dilakukan kunjungan 1x45 1. Kaji dan catat keinginan pasien

menit keluarga Tn. D mampu terkait kunjungan

memanfaatkan fasilitas kesehatan yang 2. Fasilitasi keluarga untuk

ada dalam masalah ansietas b.d berkonsultasi dengan dokter atau

perubahan status kesehatan, dengan tenaga kesehatan lain

kriteria hasil :

Kepuasan Klien : Keberlanjutan

Keperawatan

Skala
Indikator
Awal Tujuan

- Layanan 2 4

kesehatan

bekerja

sebagai satu

tim

Keterangan :

1 : tidak puas 4 : sepenuhnya puas

2 : agak puas 5 : sangat puas

3 : cukup puas
VI. IMPLEMENTASI

Hari/Ta D Implementasi Respon Keluarga Paraf

nggal X

Selasa, 8 I, Kunjungan I : S: Ita

Februari II - Memperkenalkan diri, - Tn. A mengatakan perlu

2019 - Membina hubungan saling ada kesiapan

13.00 – percaya dengan Tn. A dan meningkatkan

14.00 keluarga, manajemen kesehatan

WIB - Menjelaskan tujuan penyakit DM agar

tindakan yang akan penyakit yang diderita

dilakukan, dapat tertangani lebih

- Mengkaji pengalaman dini sehingga tidak

pasien sebelumnya dan berdampak parah.

tingkat pengetahuan pasien - Tn. A mengatakan ingin

terkait tindakan yang akan lebih mengetahui

dilakukan, tentang penyakit DM

- Mengidentifikasi dan cara

kemampuan anggota penanganannya.

keluarga untuk terlibat - Tn. A mengatakan

dalam perawatan pasien, menghindari penyebab

- Menentukan pengetahuan kenaikan gula darah,

kesehatan dan gaya hidup rutin mengonsumsi obat


perilaku saat ini pada agar penyakit tidak

keluarga. menjadi parah.

- Mendorong anggota O :

keluarga dan pasien untuk - Tn. A mengekspresikan

membantu dalam keinginan untuk

mengembangkan rencana menangani penyakit DM

perawatan, termasuk hasil - Tn. A dan keluarga

yang diharapkan dan sudah mengetahui

pelaksanaan rencana peyebab DM, namun

perawatan. ingin lebih mengetahui

- Membantu keluarga untuk penyakit dan cara

memperjelas keyakinan dan penanganan DM

nilai-nilai kesehatan, - Hasil GDS Tn. A : 395

- Memonitor kadar glukosa mg/dl.

darah A:

- Membantu klien - Masalah teratasi

mengidentifikasi sebagian.

kemungkinan P:

perkembangan situasi krisis - Lanjutkan intervensi

yang akan terjadi dan efek Berikan informasi

dari krisis yang bias tentang konsep penyakit

berdampak pada klien dan DM.

keluarga
- Memberikan informasi

mengenai harapan-harapan

yang realistis terkait dengan

prilaku pasien.

- Mengkaji dan mencatat

keinginan pasien terkait

kunjungan

Jumat, I, Kunjungan II : S: Ita

11 II - Memberikan penyuluhan - Tn. A dan Ny. D

Februari tentang konsep penyakit mengatakan DM adalah

2019 DM meliputi pengertian, penyakit dengan kadar

19.00- penyebab, tanda gejala dan gula dalam darah tinggi.

20.00 komplikasi. - Tn. A dan Ny. D

WIB - Menekankan pentingnya mengatakan penyebab

pola makan yang sehat, gula darah tinggi tinggi

tidur, berolahraga, dan lain- karena terlalu banyak

lain bagi keluarga, mengkonsumsi makanan

- Mendorong anggota manis.

keluarga dan pasien untuk - Tn. A mengatakan tanda

membantu dalam dan gejala DM yaitu

mengembangkan rencana kesemutan, mudah lelah,

perawatan, termasuk hasil banyak minum, banyak

yang diharapkan dan kencing, mudah


pelaksanaan rencana mengantuk dan

perawatan. penurunan berat badan.

- Memberikan informasi - Tn. A dan Ny. D

mengenai obat-obatan yang mengatakan akan rutin

digunakan untuk berolahraga,

mengendalikan DM - Tn. A mengatakan

mengkonsumsi 3 jenis

obat untuk penyakit DM

yang diminum rutin

yaitu mentformin 500

mg yang dikonsumsi 2

kali sehari dan

glimepiride 1 mg yang

dikonsumsi 1 kali sehari

dan acarbose 50 mg

dikonsumsi 2 kali

sehari.

O:

- Tn. A dan keluarga

tampak sudah cukup

mengerti mengenai

penyakit DM

- Obat yang dikonsumsi


glimepiride 2mg 1 kali

sehari, acarbose 50 mg 2

kali sehari, metformin

500 mg 2 kali sehari.

A:

- Masalah teratasi

sebagaian

P:

- Lanjutkan Intervensi

Berikan penyuluhan

tentang diit DM

Senin, I, Kunjungan III : S: Ita

14 II - Memberikan penyuluhan - Tn. A dan Ny. D

Februari tentang diit DM : mengatakan mengetahui

2019 pengaturan pola makan apa saja makanan yang

09.00- dengan 3 J (jadwal, jenis di anjurkan dan yang

13.45 dan jumlah). tidak dianjurkan untuk

WIB - Memotivasi pasien untuk pasien DM.

menerapkan dan mematuhi - Tn. A mengatakan akan

program diit yang sudah melakukan diit yang di

diajarkan. anjurkan

- Menentukan apakah O :

terdapat perbedaan antara - Tn. A dan Ny. D tampak


pandangan pasien dan memahami materi yang

penyedia perawatan sudah di jelaskan dan

kesehatan mengenai kondisi tidak bingung mengenai

pasien, program diit yang sudah

- Membantu klien untuk diajarkan.

memutuskan bagaimana A :

masalah dipecahkan - Masalah teratasi

- Merujuk pasien ke P :

komunitas jika diperlukan - Pertahankan intervensi

- Menginformasikan pasien Dorong keluarga untuk

agar pasien terlibat dalam selalu menjaga pola

proses penyembuhannya, makan

Selasa, I, Kunjungan IV : S: Ita

15 II - Menganjurkan Tn. A dan - Tn. A dan Ny. D

Februari keluarga untuk tetap berharap dengan

2019 menjaga pola makan dan kesiapan meningkatkan

12.55- selalu berolahraga. manajemen kesehatan

13.40 - Fasilitasi pengambilan secara dini penyakit DM

WIB keputusan kolaboratif. dapat tertangani

- Informasikan pasien agar sehingga tidak

pasien terlibat dalam proses berdampak parah.

penyembuhannya, - Tn. A barharap


- Membantu pasien atau penanganan penyakit

keluarga memilih DM dapat membuahkan

professional perawatan hasil yang baik

kesehatan yang tepat, - Tn. A dan Ny. D

- Membantu pasien atau mengatakan akan lebih

keluarga memilih memperhatikan

professional perawatan makanan yang

kesehatan yang tepat, dikonsumsi, rutin

- Menjelaskan pengkajian berolahraga dan teratur

atau aktivitas paska minum obat.

tindakan beserta - Tn. A mengatakan akan

rasionalisasinya, rutin mengonsumsi

- Membantu pasien untuk rebusan daun salam

mengklarifikasi nilai dan - Tn. A mengatakan

harapan yang mungkin akan apabila anggota

membantu dalam membuat keluarga ada yang sakit

pilihan yang penting dalam segera berobat ke

hidupnya, pelayanan kesehatan.

- Mengkaji harapan pasien - Tn. A dan Ny. D

mengenai tindakan yang mengatakan rasa

dilakukan. khawatir akan penyakit

- Memfasilitasi keluarga DM sedikit berkurang

untuk berkonsultasi dengan karena mereka telah


dokter atau tenaga mengetahui cara

kesehatan lain. penanganan penyakit

- Melakukan terminasi DM.

kunjungan keuarga berakhir O :

dan mengucapkan - Tn. A dan Ny. D tampak

terimakasih. terbantu dan senang

setelah dilakukan

kunjungan

A:

- Masalah teratasi

P:

- Pertahankan intervensi.

Kunjungan keluarga

berakhir perawatan di

delegasikan kepada

keluarga.

VII. EVALUASI

Hari/ Tanggal DX Evaluasi Paraf

Selasa, 15 II S: Ita

Februari 2019 - Tn. A dan Ny. D berharap dengan kesiapan

13.00 WIB meningkatkan manajemen kesehatan secara dini

penyakit DM dapat tertangani sehingga tidak


berdampak parah.

- Tn. A barharap penanganan penyakit DM dapat

membuahkan hasil yang baik

- Tn. A dan Ny. D mengatakan akan lebih

memperhatikan makanan yang dikonsumsi, rutin

berolahraga dan teratur minum obat.

- Tn. A mengatakan akan rutin mengonsumsi

rebusan daun salam

- Tn. A mengatakan apabila anggota keluarga ada

yang sakit segera berobat ke pelayanan kesehatan.

- Tn. A dan Ny. D mengatakan rasa khawatir akan

penyakit DM sedikit berkurang karena mereka telah

mengetahui cara penanganan penyakit DM.

O:

- Tn. A dan Ny. D tampak terbantu dan senang

setelah dilakukan kunjungan

A:

Masalah teratasi sebagian

- Mengenal masalah kesehatan

Pengetahuan : Manajemen Diabetes

Skala
Indikator
Awal Tujuan Akhir

- Faktor-faktor 2 4 3
penyebab dan

factor yang

berkontribusi

- Tanda dan gejala 2 4 4

penyakit

- Dampak penyakit 2 4 4

akut pada kadar

glukosa darah

- Manfaat 1 4 3

manajemen

penyakit

- Mengambil keputusan

Manajemen Diri : Diabetes

Skala
Indikator
Awal Tujuan Akhir

- Berpartisipasi 2 4 4

dalam

pengambilan

keputusan.

- Memberikan perawatan anggota keluarga yang

sakit
Manajemen diri : Diabetes

Skala
Indikator
Awal Tujuan Akhir

- Mencari informasi 2 4 4

tentang metode

untuk mencegah

komplikasi

- Menjalani aturan 3 4 4

pengobatan sesuai

resep,

- Mengikuti diet 3 4 4

yang di

rekomendasikan,

- Mengikuti level 3 4 4

aktivitas yang di

rekomendasikan

- Mempertahankan suasana yang

menguntungkan kesehatan

Manajemen Diri : Diabetes

Skala
Indikator
Awal Tujuan Akhir

- Menggunakan 2 4 4
catatan harian

terkait dengan

kadar glukosa

darah dari waktu

ke waktu

- Melakukan 3 4 4

kebiasaan hidup

secara rutin

- Menyesuaikan 3 4 4

kehidupan rutin

untuk kesehatan

yang optimal.

- Mempertahankan hubungan timbal balik

antara keluarga dan lembaga kesehatan

Manajemen Diri : Diabetes

Skala
Indikator
Awal Tujuan Akhir

- Menggunakan 3 4 4

pelayanan

kesehatan sesuai

dengan kebutuhan.

P:
- Pertahankan intervensi.

Kunjungan keluarga berakhir perawatan di

delegasikan kepada keluarga.

S:

- Tn. A dan Ny. D mengatakan rasa khawatir akan

penyakit DM berkurang karena mereka telah

mengetahui cara penanganan penyakit DM.

Selasa, 15 O: Ita

Februari 2019 - Tn. A dan Ny. D tampak terbantu dan senang

13.00 WIB setelah dilakukan kunjungan

A:

Masalah teratasi sebagian

- Mengenal Masalah

Penerimaan : Status kesehatan

Skala
Indikator
Awal Tujuan Akhir

- Mengenali 3 4 4

realita situasi

kesehatan.

- Mengambil Keputusan

Pembuatan Keputusan

Indikator Skala
Awal Tujuan Akhir

- Mengidentifikasi 3 4 4

informasi yang

relevan

- Memberikan perawatan anggota keluarga yang

sakit

Kepuasan Klien : Keberlanjutan Perawatan

Skala
Indikator
Awal Tujuan Akhir

- Preferensi 2 4 3

pribadi

dimasukan

dalam rencana

perawatan.

- Mempertahankan suasana yang

menguntungkan kesehatan

Status Kenyamanan : Lingkungan

Skala
Indikator
Awal Tujuan Akhir

- Suplai dan 3 4 4

peralatan yang
dibutuhkan

berada dalam

jangkauan

- Lingkungan 2 4 3

yang damai

- Pertahankan hubungan timbal balik antara

keluarga dan lembaga kesehatan

Kepuasan Klien : Keberlanjutan Keperawatan

Skala
Indikator
Awal Tujuan Akhir

- Layanan 2 4 3

kesehatan

bekerja

sebagai satu

tim

P:

- Pertahankan intervensi.

Kunjungan keluarga berakhir perawatan di

delegasikan kepada keluarga.