Você está na página 1de 7

Buta Warna

1. Hasil
Hasil yg didapatkan dalam pemeriksaan buta warna adalah Buta warna (-). OP
dapat mengidentifikasi semua gambar dengan benar dan tepat.

2. Pembahasan
Pemeriksaan buta warna dilakukan dengan buku Ishihara, buku tes buta warna
Ishihara terdiri dari lembaran yang didalamnya terdapat titik-titik dengan berbagai warna
dan ukuran. Titik berwarna tersebut disusun sehingga membentuk lingkaran. Warna titik
itu dibuat sedemikian rupa sehingga orang buta warna tidak akan melihat perbedaan warna
seperti yang dilihat orang normal (pseudo-isochromaticism). Pemeriksa menunjukkan
gambar yang ada dibuku dan meminta OP untuk mengidentifikasi gambar tersebut
kemudian pemeriksa mencatat dan menilai kesalahan yang dilakukan OP selama proses
pemeriksaan. Buta warna adalah suatu kelainan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel
kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu akibat faktor genetis
sehingga penderita buta warna tidak mampu membedakan warna- warna dasar tertentu.1
(Suryo. Genetika. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. 2008)
Retina mata memiliki hampir tujuh juta sel fotoreseptor yang terdiri dari dua jenis sel
yaitu sel batang dan sel kerucut yang terkonsentrasi di bagian tengahnya yang disebut
makula. Sel batang sangat sensitif terhadap cahaya, dan dapat menangkap cahaya yang
lemah seperti cahaya dari bintang di malam hari, tetapi sel itu tidak dapat membedakan
warna. Berkat sel batang kita dapat melihat hal-hal di sekitar kita di malam hari, tetapi
hanya dalam nuansa hitam, abu-abu, dan putih. Sel kerucut dapat melihat detail obyek
lebih rinci dan membedakan warna tetapi hanya bereaksi terhadap cahaya terang. Ada tiga
jenis sel kerucut pada retina. Mereka masing-masing berisi pigmen visual (opsin) yang
berbeda sehingga bereaksi terhadap panjang gelombang cahaya yang berbeda : merah,
hijau dan biru. Sel kerucut menangkap gelombang cahaya sesuai dengan pigmen masing-
masing dan meneruskannya dalam bentuk sinyal transmisi listrik ke otak. Otak kemudian
mengolah dan menggabungkan sinyal warna merah, hijau dan biru dari retina ke tayangan
warna tertentu.Karena perbedaan intensitas dari masing-masing warna pokok tersebut, kita
dapat membedakan jutaan warna. Gangguan penerimaan cahaya pada satu jenis atau lebih
sel kerucut di retina berdampak langsung pada persepsi warna di otak. Seseorang yang buta
2
warna memiliki cacat atau kekurangan satu atau lebih jenis sel kerucut. (Cummings,
Michael R. Human Heredity : Principles and Issues, Ninth Edition. New York :
Brooks/Cole Cengage Learning. 2011)
Buta warna sendiri dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu trikromasi, dikromasi
dan monokromasi. Buta warna jenis trikomasi adalah perubahan sensitifitas warna dari satu
jenis atau lebih sel kerucut. Ada tiga macam trikomasi yaitu:
1. Protanomali yang apabila yang rusak/lemah adalah bagian mata yang sensitif
warna merah.
2. Deuteromali yaitu apabila yang rusak/lemah adalah bagian mata yang sensitif
terhadap warna hijau
3. Tritanomali (low blue) yaitu apabila yang rusak/lemah adalah bagian mata
yang sensitif terhadap warna biru.

Dikromasi merupakan tidak adanya satu dari 3 jenis sel kerucut, tediri dari:
1. Protanopia yaitu tidak adanya sel kerucut warna merah sehingga kecerahan
warna merah dan perpaduannya berkurang,
2. Deuteranopia yaitu tidak adanya sel kerujut yang peka terhadap hijau, dan
3. Tritanopia untuk warna biru.

Dari hasil pemeriksaan buta warna Ishihara, dapat diketahui bahwa OP tidak
menderita buta warna hal tersebut dibuktikan dengan OP dapat mengidentifikasi semua
gambar dengan benar serta dapat melihat warna yang sesuai dengan di gambar. Keluarga
dan sanak saudara OP juga tidak ada yang menderita buta warna.

3.Kesimpulan
Buta warna dapat diperiksa dengan buku tes Buta warna Ishihara. Hasil yang
didapatkan adalah Buta warna (-). Buta warna adalah suatu kelainan yang disebabkan
ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu
akibat faktor genetis sehingga penderita buta warna tidak mampu membedakan warna-
warna dasar tertentu.

Kedalaman Persepsi
1. Hasil
Kedua mata terbuka
Percobaan ke- Hasil
1 2
2 2
3 2
4 2
5 2
6 2
7 0
8 0
9 2
10 2
TOTAL 16

Mata kiri tertutup


Percobaan ke- Hasil
1 2
2 2
3 0
4 2
5 0
6 2
7 0
8 2
9 2
10 2
TOTAL 14

Mata kanan tertutup


Percobaan ke- Hasil
1 2
2 2
3 2
4 2
5 2
6 2
7 2
8 2
9 2
10 0
TOTAL 18

2. Pembahasan
Proses penginterpretasian informasi dari stimulus yang ditangkap oleh indera
disebut sebagai persepsi.1(Levine, M. Shefner, J. Fundamental of Sensation and
Perception, 2nd edition. California: Wadsworth. 1991) Persepsi yang melibatkan indera
penglihatan atau mata disebut sebagai persepsi visual. Persepsi visual merupakan sistem
penginderaan yang sangat penting dan cukup mewakili sistem persepsi indera lain dalam
memahami proses persepsi secara umum . Salah satu prinsip persepsi visual adalah
Depth perception atau persepsi kedalaman, merupakan proses penginterpretasian
informasi dua dimensi menjadi informasi tiga dimensi. Ada beberapa patokan yang
digunakan manusia dalam persepsi kedalaman yaitu :

1. Perspektif atmosferik ; semakin jauh objek, semakin kabur.


2. Perspektif linear ; semakin jauh, garis- garis akan semakin menyatu menjadi
satu titik ( konvergensi )
3. Kualitas permukaan ( texture gradient ), berkurangnya ketajaman kualitas
tekstur karena jarak makin jauh.
4. Posisi relatif, objek yang jauh akan ditutupi atau kualitasnya menurun karena
bayangan objek-objek yang lebih dekat.
5. Sinar dan bayangan, bagian permukaan yang lebih jauh dari sumber cahaya
akan lebih gelap dibanding yang lebih dekat.
6. Patokan yang sudah dikenal, benda-benda yang sudah kita kenal ukurannya
akan lebih kelihatan lebih kecil di kejauhan.
(Lahey, Benjamin. Psychology: an Introduction eighth edition. New York:
McGraw-Hill. 2004.)
Dalam praktikum kali ini, praktikan meminta OP untuk menyentuh ujung pensil
yang diletakkan didepan OP secara vertical sejauh lengan OP dengan menggunakan
tangan dominan. Percobaan dilakukan 10 kali dengan kedua mata terbuka, mata kiri
tertutup dan mata kanan tertutup. Dari hasil praktikum yang dilakukan kedalam persepsi
visual OP sangat baik pada saat mata kanan tertutup mata kiri terbuka, yaitu dengan skor
18 dan hanya 1 kali meleset. Sedangkan pada saat kedua mata terbuka diperoleh skor 16
dan meleset 2 kali kemudian pada mata kiri yang tertutup mata kanan terbuka yaitu 14
dengan 3 kali meleset.
Dari hasil didapat, dapat diketahui bahwa persepsi kedalam visual OP cukup baik,
beberapa hal yang menyebabkan tidak tersentuhnya ujung pensil seperti faktor jarak
sehingga objek menjadi kabur, kemudian bentuk pensil yang linier membuat seakan
menyatu dengan garis objek lain.

1. Pertanyaan 1: Seberapa akurat OP mampu menyentuh ujung pensil antara ketika


kedua mata terbuka dan salah satu mata tertutup? Jawaban: Lebih akurat pada saat
mata kanan tertutup mata kiri terbuka daripada saat kedua mata terbuka.
2. Pertanyaan 2: Apakah OP merasakan perbedaan akurasi dalam melaksanakan perintah
(menyentuh ujung pensil) dengan hanya mata kanan yang terbuka dibandingkan
dengan hanya mata kiri yang terbuka? Jawaban: OP merasa bahwa lebih dapat
melihat jelas dengan mata kiri terbuka dibandingkan mata kanan. OP dapat
menyentuh secara akurat ujung pensil saat mata kiri terbuka dan hanya meleset 1 kali
saja.

3. Kesimpulan
Depth perception atau persepsi kedalaman, merupakan proses penginterpretasian
informasi dua dimensi menjadi informasi tiga dimensi. Persepsi kedalaman
dipengaruhi beberapa faktor seperti perspektif atmosferik yaitu semakin jauh objek
semakin kabur, perspektif linear yaitu semakin jauh garis- garis akan semakin
menyatu menjadi satu titik (konvergensi), kualitas permukaan ( texture gradient ),
berkurangnya ketajaman kualitas tekstur karena jarak makin jauh, posisi relatif objek,
sinar dan bayangan.
Persepsi kedalaman visual OP sangat baik ketika mata kiri terbuka mata kanan
tertutup.