Você está na página 1de 4

ANAK BERBAKTI

Pada suatu hari ada sebuah keluarga yang bapaknya sedang sakit
sakitan, dan ketiga anaknya memutuskan untuk berjualan sendiri
sendiri karena modal yang pas- pasan, untuk membantu biaya
pengobatan bapaknya.

Ketiga anaknya :”Pak kami berangkat berjualan dulu yaa..


Assalamualaikum”

Pak Imam :”Iya, hati hati nak. Waalaikumsalam”

Ketika di perjalanan..

Naufal :”Sebentar ya aku ada urusan, kalian duluan aja”

Rina :”Mau kemana?”

Naufal:”Kepo!”

Mutiara:”Yelah tu”

Lalu mereka berpisah, Rina dan Mutiara menuju tempat berjualan.


Sementara Naufal tengah mendatangi sebuah rumah seorang
juragan kaya raya bernama Juragan Ala.

Naufal:”Tok tok.. Assalamualaikum”

Juragan Ala:”Waalaikumsalam, eh kamu ada perlu apa?”

Naufal:”Boleh saya masuk?”

Juragan Ala:”Silahkan”

Naufal:”Begini juragan, saya...saya—“

Juragan Ala:” Alaah, pasti kamu mau minjem duit kan”

Naufal:”Iya juragan, saya ingin membiayai pengobatan bapak saya


yang sedang sakit”

Juragan Ala:”Emangnya kamu mau minjem berapa?”

Naufal:”1 juta setengah juragan”

Juragan Ala:” Alaah, cuma sedikit itu. Sebentar ya saya ambilkan”


Tak lama kemudian juragan datang dengan membawa uang.

Juragan Ala:”Ini uangnya, tapi dalam waktu 3 bulan kamu harus


melunasinya”

Naufal:”Baik juragan, saya usahakan.

Sementara di tempat Rina dan Mutiara berjualan.

Rina:”Dari pagi sampai siang begini kok masih sepi yah”

Mutiara:”Iya nih”

Tiba-tiba ada seorang pembeli datang, membeli dagangan Rina

Adel:”Mbak beli mie panjang satu porsi”

Rina:”Oh iya mbak sebentar ya... ini mbak harganya 20k”

Adel:”Ini mbak uangnya”

Rina:”Waduh mbak, apa tidak ada uang pas? Gak ada kembalian
nya, dari tadi pagi belum ada pembeli”

Adel:”Oh gitu, yaudah gak apa apa mbak, ambil aja uangnya saya
ikhlas kok”

Rina:”Waduh, beneran nih mbak. Makasih banyak loh”

Adel:”Iya sama-sama mbak”

Tak lama kemudian, Naufal datang menghampiri mereka.

Naufal:”Maaf ya baru dateng”

Mutiara:”Darimana saja kak?”

Naufal:”Rumah temen”

Rina:”Udah sore nih, yaudah pulang aja yuk”

Mutiara:”Yaudah”

Tiga bulan kemudian, dan Naufal masih belum bisa melunasi


hutangnya kepada juragan Ala.

Juragan Ala:” Alaah, Sampai kapan kamu mau melunasinya”


Naufal:”Iya juragan, beri saya waktu lagi”

Juragan Ala:”Hm, baiklah kalau sampai tidak bayar lagi warungmu


saya ambil!”

Lalu juragan Ala pergi.

Rina:”Loh sejak kapan kakak punya hutang?”

Naufal:”Anu..aku Cuma mau membiayai pengobatan bapak.”

Mutiara:”Tapi seharusnya kakak cerita sama kita”

Naufal:”Iya maaf yah”

Lalu mereka berdiskusi bagaimana caranya untuk bisa membantu


melunasi hutang kakaknya”

Mutiara:”Kalau gini caranya kita tidak akan bisa dapat uang lebih”

Rina:”Iya betul, bagaimana kalau kita bekerjasama untuk


berjualan bersama-sama, dengan begitu kita akan bisa dapat
uang lebih.”

Naufal:”Iya, aku setuju”

Mutiara:”Bagaimana kalau kita ijin dulu ke bapak”

Ketika sampai dirumah mereka menceritakan semua pada


bapaknya.

Pak Imam: Iya, bapak setuju nak. Semoga usaha kalian kali ini
sukses

Mutiara:”Aamiin”

Akhirnya mereka bertiga berjualan bersama-sama, semakin hari


semakin laris daganganya. Dan Naufal pun mampu melunasi
hutangnya

Juragan Ala:” Gitu dong kamu melunasi hutangmu, alaa sekarang


kalian udah jadi orang sukses yah”

Rina:”Iya Alhamdulillah, berkat hasil dari kerjasama”


Juragan Ala:”Yaudah saya beli mie panjang-panjangnya 2 yah”

Mutiara:”Oke”

Sejak saat itu keluarga mereka menjadi sukses berkat hasil


kerjasama nya itu dan bapaknya menjadi sehat kembali karena
mereka telah mencukupi biaya pengobatannya.