Você está na página 1de 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.

Manusia sebagi makhluk sosial, tidak lbisa lepas dariyang namanya masyarakat. Begitu
pula dengan remaja, ia memerluak interaksi dengan ornag lain untuk mencapai
kedewasaannya. Yang sangat disayangkan bahwa remaja saat ini mengambil tradisi budaya
atau pun cara hidup orang masyarakat non muslim. Contoh, baju yang dipakai modelnya
harus sesuai dengan mode-mode yang berkembang jarang sekali yang cocok dalam kriteria
pakian yang pantas secara islam. Remaja saat ini juga banyak yang terjun ke dunia huru-hara
yaitu merokok, minum-minuman keras, mengonsumsi narkoba, bahkan seks bebas.

Saat ini moral remaja sudah sangat turun, tidak adanya adab terhadap ornag yang lebih
tua contohnya adanya siswa SMP di Gresik yang berani melawan guru karena siswa tersebut
merokok di dalm kelas dan hendak membolos dan guru menegurnya, namun siswa tersebut
tidak terima bahkan menantang berduel dan menarik kerah baju guru. Tidak adanya
penghormatan bahakan kepada guru yang seyogyanya sebagai pengganti orangtua di sekolah.

Jangankan guru orang tua saja tidak dihormati seperti yang terjadi di Percut Sei Tuan
beberap bulan yang lalu. Tak terima di bangunkan oleh kulit pisang, anak tikam ibu
kandungnya sendiri. Bagaimana moral dan akhlak remja masa kini ? orangtua yang sudah
membesarkan dan merawat dia hanya karna masalah yang sepele mampu dia tikam.

Oleh karena itu dalam pembahasan kali ini, kami ingin membahas tentang moral, akhlak
dan etika untuk memperbaiki akhlak remaja pada saat ini. Dengan kembali kepada Alquran
serta mencontoh akhlak Nabi Muhammad SAW.
MORAL, ETIKA, DAN AKHLAK.

A. AGAMA SEBAGI SUMBER MORAL.


Kata akhlak berasal dari bahasa Arab yaitu akhlaq. Bentuk jamaknya adalah khuluq,
artinya tingkah laku, perangai dan tabiat. Sedang menurut istilah akhlak adalah daya dan
kekuatan jiwa yang mendorong perbuatan dengan mudah dan spontan tanpa dipikir dan
direnungkan lagi. Dengan demikian akhlak adalah sikap yang melekat pada diri seorang
secara spontan diwujudkan dalam tingkah dalam tingkah laku atau perbuatan. Apabila
perbuatan spontan itu baik menurut akal dan agama, maka tindakan disebut akhlak yang
baik atau akhlak karimah (mahmudah). Sebaliknya apabila buruk disebut akhlak yang
buruk atau akhlak mazmunah. Baik dan buruk akhlak didasarkan kepada sumber nilai
yang ada di dalam Islam yaitu Al- Quran dan Sunnah rasul.
Akhlak dikenal dengan istilah moral dan etika. Moral berasal dari bahasa Latin
morses yang berarti adat kebiasaan. Moral sellau dikaitkan dengan ajaran baik-buruk
yang diterima umum.
Etika adalah sebuah tatanan perilaku berdasarkan suatu system dn tata nilai suatu
masyarakat. Jika dibandingkan dengan moral, maka etika bersifat teoritis sedangkan
moral bersifat praktis. Moral bersifat local atau khusus dan etika bersifat umum.
1. Konsepsi Alquran dan Sunnah tentnag Moral ( Akhlak )
Akhlak adalah cerminan dari apa yang ada dalam jiwa seseorang. Karena itu akhlak
yang baik erupakan dorongan dari keimanan seseorang. Secara umum akhlak adalah
akumulasi dari akidah dan syariat yang bersatu secara utuh dalam diri seseorang.
Akhlak adalah perilaku yang tampak apabila syariat islam dilaksanakan yang
bersumber didalam Alquran dan Hadis.
Nabi SAW diutus oleh Allah ke dunia adalah untuk mengemban misi untuk
memperbaiki akhlak yang diuraikan dalam hadis Rasullullah saw yang diriwayatkan
ole Abu Hurairah yang
Artinya : “ Aku hanya diutus (sebagai Rasullullah) untuk menyempurnakan akhlak
manusia.” (Hadis riwayat an- Nasa’I dan al-Baihaqi).

Di dalam Alquran disebutkan bahwa pada diri Nabi Muhammmad saw ditemukan
contoh tauladan yangbaik untuk menghantarkan manusia menuju rahmat Allah. Allah
berfirman di dalam surah al- Ahzab ayat 21 yang
Artinya : Sesunguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu (yaitu) bagi oyang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari
kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Baik dan buruk di dalam Islam haruslah berdasarkan petunjuk Islam. Pada Orietansi
perilaku atau akhlak manusia itu tidak saja bersifat duniawi tetpai inklud di dlaam tujuan-
tujuan ukhrawi.dan inilah tujuan yang tertinggi. Tujuan tertinggi adalah mengabdi kepada
Allah SWT yang telah menciptakannya. Artinya, manusia diciptakan hanya untuk
beribadah kepada Allah dan beperilaku sebagimana ditetapkanNya di dlam firman-
firmanNya.
2. Akhlak yang Baik dan Akhlak Tercela
a. Akhlak terpuji Mahmudah
 Sabar yaitu perilaku seserang terhadap dirinya sendirisebagia hasil dari
pengendalian nafsu dan penerimaan terhadap apa yang menimpanya. Sabar
diuangkapkan ketiak melaksanakan perintah, menjauhi larangan, dan ketika
ditimpa musibah dari Allah. Sabar melaksanakan adalah sikap menerima dan
melaksanakan perintah tanpa pilih-pilih dan ikhlas, serta menempatkan yang
paling penting diatas prioritas. Sedangkan sabar dalm menjauhi larangannya
adalah berjuang mengendalikan diri sendiri untuk meninggalkan larangan Nya.
Sabar terhadap musibah adalah menerima musibah apa saja dan tetap
berbaiksangka kepada Allah serta tetap yakinbahwa ada hikmah di dalm setiap
musibah itu. Sabar terhadap musibah adalah gabaran jiwa yang tenangdan
keyakinan yang tinggi terhadap Allah karena itu Allah menhapus dosa-dosanya
sebagaimana sabda Nabi, yang
Artinya: “Tidak ada seorang muslim yang terkena suatu gangguan, baik berupa
duri atau lebih dari itu, melainkan akan menghapus kesalahnnya dan
mengugurkan dosa-dosanya sebaimana gugurnya daun-daub di pohon.” (Hadis
riwayat al-Bukhari dan Muslim).
 Syukur yaitu
Berterimakasih atas pemberian nikmat Allah yang tidak bias terhitung banyaknya.
Syukur diungkapkan dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Syukura dalam bentuk
ucapan adalah memuji Allah dengan mengucapkan hamdalah, sedangkan dengan
perbuatan dengan menggunakan dan memanfaatkan nikmat Allah sesuai dengan
keharusan seperti bersyukur diberi penglihatan dengan menggunakannya untuk
membaca ayat-ayat Allah baik yang tersirat dalam Alquran maupun tersirat pada
alam semesta.