Você está na página 1de 6

ANALISA DATA

NO DATA ETIOLOGI MASALAH

1. DS : Lukas bekas Nyeri akut


Klien mengatakan nyeri luka post post SC
SC sejak setelah melahirkan
DO :
- Ku cukup
- TTV TD = 150/90 mmHg
N = 84 x/Menit
RR = 20 x/menit
S =36,7 ºc
- Skala nyeri 4
- Merintih (+)
- terdapat luka pada post SC
di daerah abdomen
- nyeri tekan

DS: Prosedur invasif Resiko infeksi


2. Pasien mengatakan terdapat luka
post SC di abdomen
DO :
- Ku cukup
- TTV TD = 150/90 mmHg
N = 84 x/Menit
RR = 20 x/menit
S =36,7 ºc
- Leukosit = 25,2
- Adanya luka post SC di
abdomen
- Luka basah
- Lochea rubra berwarna
merah

3. DS : Bayi di rawat Diskontinuitas


Klien mengatakan anaknya di pemberian ASI
rawat di ruang perinatologi
DO :
- BBL = 2900 gram
- PB = 51 cm
- UK = 39 – 40 minggu
- Bayi di rawat di ruang
perinatologi sejak tanggal
25 /12/17 jam 04.10 WIB
DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN SESUAI PRIORITAS

TGL &
NO DIAGNOSA KEPERAWATAN PARAF
JAM

1. 28/12/2017 Nyeri akut yang berhubungan dengan luka


09.00 WIB post SC ditandai dengan skala nyeri 4,
merintih (+), adanya luka post SC di daerah
abdomen

2. 09.00 WIB Risiko infeksi yang berhubungan dengan


prosedur invasif

3. 09.00 WIB Diskontinuitas pemberian ASI yang


berhubungan dengan bayi di rawat ditandai
dengan bayi di rawat di ruang perinatologi
sejak tanggal 25/12/2017 jam 04.10 WIB
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

TUJUAN DAN
TGL/JAM DIAGNOSA KEPERAWATAN RENCANA TINDAKAN RASIONAL PARAF
KRITERIA HASIL

28/12/2017 Nyeri akut yang berhubungan Tujuan : nyeri akut 1. Observasi : mengetahui kondisi umum pasien
09.00 WIB dengan luka post SC ditandai dengan teratasi setelah dilakukan a. Skala nyeri
skala nyeri 4, merintih (+), adanya tindakan keperawatan b. Mimik wajah
luka post SC di daerah abdomen dalam waktu 1x24 jam 2. Management :
a. Memberikan posisi yang a. posisi yang nyaman dapat
KH: nyaman membantu pasien lebih rileks
- skala nyeri 1-3 b. Ajarkan tehnik relaksasi b. tehnik relaksasi dan distraksi
- Merintih (-) dan distraksi dapat mengalihkan nyeri
- Keadaan luka 3. Beri health education kepada cara mengatasi nyeri mampu
kering klien tentang cara mengatasi mengurangi rasa nyeri
nyeri
4. Kolaborasi dengan tim medis obat analgesic dapat menurunkan
pemberian obat analgesik nyeri

09.00 WIB Risiko infeksi yang berhubungan Tujuan : risiko infeksi 1. Observasi : mengetahui keadaan umum pasien
dengan prosedur invasif tidak terjadi setelah a. Keadaan luka
dilakukan tindakan b. TTV
keperawatan dalam waktu c. lochea
1x24 jam 2. Management:
a. Rawat luka a. perawatan luka dapat mencegah
KH : terjadinya infeksi
- Tanda dan gejala b. Anjurkan untuk makan- b. makan-makanan yang seimbang
infeksi tidak makan yang seimbang dapat mencegah terjadinya
ditemui
- Pembengkakan (-) infeksi
- Luka mrembes (-) 3. Beri health education kepada tanda dan gejala infeksi merupakan
- Pus (-) klien tentang tanda dan gejala indikator terjadinya infeksi
- TTV dalam batas infeksi
normal ( N: 60- 4. Kolaborasi dengan tim medis obat antipiretik dapat mencegah
100 kpm, RR: 16- pemberian obat antipiretik terjadinya infeksi
24 kpm, S: 36,5-
37,5ºC).

09.00 WIB Diskontinuitas pemberian ASI yang Tujuan : diskontinuitas 1. Observasi mengetahui kondisi umum pasien
berhubungan dengan bayi di rawat pemberian ASI dapat a. ASI
ditandai dengan bayi di rawat di teratasi setelah dilakukan 2. Management:
ruang perinatologi sejak tanggal tindakan keperawatan a. Ajarkan tehnik memeras a. tehnik memeras yang benar
25/12/2017 jam 04.10 WIB dalam waktu 1x24 jam yang benar dapat mengeluarkan ASI
b. Ajarkan perawatan b. perawatan payudara dapat
KH: payudara memperlancar ASI
- Ibu terlihat 3. Beri health education kepada ASI ekskusif dapat membuat anak
meneteki bayinya klien tentang ASI ekskusif sehat dan pintar
- ASI keluar
IMPLEMENTASI

DX.
TGL/JAM TINDAKAN KEPERAWATAN PARAF
KEPERAWATAN

1,II,III 28-12-17 1. Observasi skala nyeri, mimik wajah


10.00 WIB R/ Skala nyeri 3, Merintih (-)
2. Observasi keadaan luka , TTV, lochea
R/ Luka basah , pus (-), pembengkakan
(-), luka mrembes (-).
TTV: TD = 130/80 mmHg
N = 84 x/menit
RR = 20 x/menit
S = 36,7 ºc
Lochea berwarna merah
3. Observasi ASI
R/ Asi kluar

I,II,III 10.30 WIB 1. Memberikan posisi yang nyaman dan


mengajarkan tarik napas dalam
R/ posisi flower dan melakukan tarik
napas dalam
2. Melakukan rawat luka
R/ luka basah, pus (-), pembengkakan
(-), perawatan luka (+)
3. Mengajarkan tehnik memeras yang
benar dan mengajarkan perwatan
payudara
R/ klien mampu mempraktekan
memeras yang benar dan perawatan
payudara

I,II,III 11.30 WIB 1. Beri healt education kepada klien


tentang cara mengatasi nyeri, tanda
gejala infeksi dan ASI ekskusif
R/ klien menggunaknakepala dan
menambah pengetahuan klien
EVALUASI

DX KEPERAWATAN TGL/JAM TAHAP PERKEMBANGAN


28/12/2017 S: Klien mengatakan nyeri di daerah
12.30 WIB abdomen
O:
- Skala nyeri 3
- Merintih (-)
- Terdapat luka post SC di abdomen
(+)
- TTV TD = 130/80 mmHg
N = 84 x/menit
RR = 20 x/menit
S = 36,7 ºc
A : Nyeri akut teratasi
P : Tindakan dihentikan

12.30 WIB S : Klien mengatakan terdapat luka post


SC di abdomen
O:
- TTV TD = 120/80 mmhg
N = 84 x/menit
RR = 20 x/menit
S = 36,7 ºc
- Luka basah
- Lochea rubra berwarna merah
- Luka mrembes (-)
- Luekosit : 25,2
A : Resiko infeksi teratasi sebagian
P : Tindakan di lanjutkan

12.30 WIB S : Klien mengatakan ankanya dirawat di


perinatologi
O:
- Bayi di rawat di ruang perinatologi
- Ibu menelek ankanya
A : Diskontinuitas pemberi ASI teratasi
P : Tindakan dihentikan