Você está na página 1de 6

TUGAS PERALATAN DAN PERLENGKAPAN

TAMBANG BAWAH TANAH


SCRAPPER DAN HOIST

Disusun Oleh :

NAMA : PUTRA ULLIN NUHA


NPM : 112.160.115
HARI / TGL KULIAH : SENIN / 4 MARET 2019
JAM : 07.30 – 10.10 WIB

PROGRAM STUDI SARJANA TEKNIK PERTAMBANGAN


JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2019
1. ‘Jelaskan penggunaan scraper pada tambang bawah tanah

JAWABAN:

1. Pekerjaan development:

a. Memindahkan broken ore maupun waste dari tunnel, drift, X-cut

menuju kereta tambang atau corongan (chute).

b. Dilengkapi dengan inclined slide loader

2. Produksi:

a. Tambang batubara, gravel, ore, non ore

b. Top slicing, mucking broken ore pada open stope, sublevel

caving. room-and-pillar, cut-and-fill, glory-hole, square-set,

shrinkage, block caving

3. Filling: menyebar waste pada cut-and-fill

4. Transfer: memindah broken ore dari gathering haulage ke secondary haulage

5. Mengurangi bahaya mucking:

a. Diterapkan pada kondisi kerja yang tidak aman

b. Mesin scraper (operator) diletakkan pada jarak aman dari

permuka kerja

c. Resiko kerugian hanya kehilangan sheave block dan scraper,

bukan mesin scraper dan operator

2. Jelaskan dan gambarkan klasifikasi scraper berdasarkan jumlah drum-nya


JAWAB:
1. Single-drum hoist
Paling kuno dan tidak pernah dgunakan lagi, tercatat pada awal abad 19
dengan mesin 2½ HP
Konstruksi:
• sebuah motor penggerak
• Sebuah drum
• Sebuah rope
• Sebuah scraper
Cara kerja:
• Dari atas tumpukan broken ore, scraper ditekan ke bawah dengan tenaga
buruh
• Mesin menggulung dan broken ore menuju ore pass
• Scraper ditarik kembali ke atas broken dengan tenaga buruh (manual)
Aplikasi:
• Sudah ditinggalkan
• Permuka kerja sempit, jarak pendek, produksi kecil

• Single-drum Hoist
• Penarikan scraper
kembali menuju
tumpukan broken ore
secara manual

 Single-drum Hoist
 Penarikan scraper
kembali menuju
tumpukan broken ore
secara mekanis

2. Double-drum hoist
Konstruksi:
• Sebuah motor penggerak
• Dua buah drum untuk mengulung main rope dan tail rope
• Dua buah rope: main rope dan tail rope
• Sebuah tail sheave
• Sebuah scraper
Cara kerja:
• Dari tumpukan broken ore, main rope digulung dan tail rope dikendurkan
(diulur)
• Karena pengaruh gaya berat scraper dan kemiringan blade, maka scraper
mampu masuk ke dalam broken ore dan membawanya menuju ore pass
• Dari ore pass, main rope dikendurkan (diulur) dan tail rope digulung
Aplikasi:
• Sangat luas digunakan untuk mengatasi kelemahan single drum hoist
• Dimensi stope sempit, produksi besar
• Membuat bukaan yang sempit (tunnelling) dengan kemajuan cepat

Double-drum Hoist dengan satu


mesin yang kompak

Double-drum Hoist dengan


dua mesin terpisah

3. Three-drum hoist
Konstruksi
• Sebuah motor penggerak
• Tiga buah drum: satu drum untuk main rope dan dua drum untuk tail rope
• Tiga buah rope: satu main rope dan dua tail rope
• Dua buah tail sheave
• Sebuah scraper
Cara kerja
• Seperti double-drum hoist
• Perbedaannya scraper dapat diarahkan ke sepanjang permuka kerja dengan
mengatur tegangan tail rope
Aplikasi
• Mengatasi kelemahan double-drum hoist
• Dimensi stope luas, produksi besar (room-and-pillar)
• Membuat bukaan dengan dimensi luas, kemajuan cepat
• Aplikasi lebih uas dibandingkan double drim hoist

Three-drum Hoist

3. Jelaskan dan gambarkan cara-cara peletakkan tail sheave pada dinding


terowongan
JAWAB:
4. Gambar berikut adalah watt meter chart pada siklus perjalanan scraper.
Sebutkan siklus perjalanan scraper, dan dimanakah posisi masing-masing
siklus tersebut pada watt meter chart

JAWAB:
Menggaru di atas
tumpukan broken
ore
Menarik
muatan
Kembali kosong
menuju tumpukan
broken ore
Scraper kosong naik ke atas
tumpukan broken ore