Você está na página 1de 12

Asuhan Keperawatan pada Klien Tn.

T Dengan Masalah Utama halusinasi


di Wisma Sadewa Rumah Sakit Jiwa Prof dr Soerojo Magelang

Ruang Rawat : Wisma Sadewa ( P7 )

Tanggal dirawat : 05 Agustus 2015

Tanggal pengkajian : 01 September 2015

I. Identitas Klien
Nama : Tn. T
Umur : 36 tahun
Agama : Islam
No RM : 00082250
Status perkawinan : Menikah
Alamat : NGABLAK, MAGELANG
Pendidikan terakhir : SD
Identitas Penanggungjawab
Nama : Tn M
Umur : 32 tahun
Alamat : NGABLAK, MAGELANG
Hubungan dengan klien : AdiK kandung
II. Alasan Masuk
Klien masuk RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang tanggal 01 agustus 2015
karena dirumah marah – marah, mengamuk, mendengar suara – suara
untuk memukul dan mengancam orang lain.
III. Faktor Predisposisi
Pasien dirawat di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang selama 31 hari dan untuk

yang ke-9 kali. Dalam keluarga pasien, tidak ada anggota keluarga yang

menderita gangguan jiwa.

Pasien sudah menikah dan memiliki 2 anak. Sehari - hari pasien bekerja
sebagai petani. Pasien pernah mengalami trauma kepala 15 tahun yang lalu
IV. Pemeriksaan Fisik
KU : Baik
TD : 130/90 mmhg
N : 86 x / menit
S : 36, 8 0C
P : 22 x / menit
BB : kg
TB : cm
Keluhan fisik : Pasien tidak mengalami keluhan fisik

V. Psikososial
1. Genogram

Keterangan :
_____ garis hubungan Klien
Laki – laki
perempuan
Meninggal

------ tinggal serumah


keluarga menderita gangguan jiwa

2. Konsep diri

a. Gambaran diri
Klien bersyukur tidak ada kecacatan di tubuhnya dan klien
menyukai semua bagian tubuhnya.
b. Identitas diri
Klien bernama T umur 36 tahun yang berjenis kelamin laki-
laki.klien tinggal di daerah ngablak.

c. Peran diri
Klien pendiam, tetapi saat di bangsal pasien aktif dan
mengikuti kegiatan yang ada di bangsal

d. Ideal diri
Klien berharap cepat sembuh dan segera pulang kerumah.
e. Harga diri
Klien mengatakan di dalam keluarga penghargaan terhadap
dirinya kurang karena sering di marahin.

3. Hubungan sosial
Orang yang berarti untuk pasien yaitu adik pasien. Peran serta

kegiatan kelompok/masyarakat baik. Tidak hambatan dalam

berhubungan dengan orang lain.

4. Spiritual
Nilai dan keyakinan pasien beragama islam. Dan klien rajin ibadah

saat di rumah sakit.


VI. Status Mental
1. Penampilan
Pasien nampak rapi dari ujung rambut hingga ujung kaki, rambut
pendek, kuku pendek pasien mau menggunakan baju dari rumah
sakit.
2. Pembicaraan
Gaya pasien bicara lambat, pelan, pasien tidak mau memulai
pembicaraan terlebih dahulu.
3. Aktivitas motorik
Pasien sedikit terlihat kooperatif, jalan pasien normal tidak
sempoyongan, pasien terlihat sering melamun.
4. Afek dan emosi
Afek pasien tidak menunjukan ada masalah.
5. Interaksi selama wawancara
Kontak mata pasien terkadang kosong, pasien tampak
kebingungan, pasien jarang menatap lawan bicaranya.
6. Persepi sensori
Pasien mengatakan kalau lagi sendiri sering berhalusinasi, pasien
sering mendengarkan suara – suara aneh yang menyuruh untuk
memukul – mukul. Dan pasien melakukan apa yang disuruh suara
– suara tersebut, misalnya secara tiba – tiba pasien marah – marah
dan memukul apa yang ada di depanya.
7. Proses pikir
Proses pikir pasien saat berbincang – bincang tidak ada masalah,
akan tetapi saat menjawab pertanyaan pasien sedikit kebingungan
dan agak lama jawabnya.
8. Tingkat kesadaran
Pasien nampak tenang
9. Memori
Memori pasien cukup bagus, karena masih dapat mengingat
kejadian yang sebelumnya pernah terjadi. Tapi terkadang pasien
lupa dengan apa yang diajarkan perawat.
10. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Tingkat konsentrasi pasien baik, pasien mampu mengulang
beberapa kata / menyebutkan beberapa benda secara cepat benar,
dan dapat berhitung dengan baik.
11. Kemampuan penilaian
Kemampuan penilaian pasien berasional karena saat ditanya “
kalau bapak sakit disuruh minum obat mau tidak ? jawaban pasien,
saya mau minum obat karena saya mau sembuh
12. Daya tilik diri
Pasien mengerti dengan kondisinya saat ini, kalau pasien sedang
ada gangguan pada jiwanya yaitu pasien merasa halusinasi karena
pasien di suruh untuk memukul – mukul.

VII. Kebutuhan Klien Memenuhi Kebutuhan


1. Makan
Pasien makan 3 x sehari, menghabiskan 1 porsi makan sedang
dengan menu yang di sediakan rumah sakit dan setelah makan lalu
minum obat.
2. BAB/BAK
Pasien BAB dan BAK pada tempatnya di wc dan membersihkan
kembali sampai bersih.
3. Mandi
Pasien mengatakan mandi 2 x sehari, saat mandi pasien juga
sambil menggosok gigi.
4. Berpakaian
Pasien berpakain rapi dan menggunakan pakaian yang bersih dan
berganti pakaian sehari 2 kali.
5. Istirahat dan Tidur
Pasien kalo malam dapat tidur nyenyak, di siang hari pasien tidur
sekitar 1 jam.
6. Penggunaan Obat
Pasien mengatakan saat di rumah sakit pasien selalu minum obat
sesuai yang di anjurkan.
7. Pemeliharaan Kesehatan
Pasien mengatakan rutin mandi 2 x dalam sehari
8. Aktivitas di dalam dan di luar rumah
Pasien mengatakan kalo di rumah membantu pekerjaan rumah
seperti mencuci baju dan menyapu.

VIII. Mekanisme Koping

IX. Pengetahuan

X. Aspek Medis
Diagnosa medik : F. 20.5
Terapi medik :
XI. Analisa Data
No Data Masalah

1 S: Gangguan Persepsi
Sensori Halusinasi
- Pasien mengatakan sering mendegar
Pendengaran
suara – suara yang menyuruhnya untuk
memukul – mukul
- Pasien mengatakan suara itu muncul saat
siang hari

O:

- kontak mata kurang


- pasien nampak kebingungan
- pasien nampak gelisah

2 Resiko Perilaku
S:
Kekerasan ( RPK )
- pasien mengatakan kalau sedang
mendengarkan suara – suara yang
menyuruhnya pasien mengamuk serta
melakukan apa yang di dengar
O:
- pasien nampak kebingungan
- pasien nampak sedih

XII. Daftar Masalah Keperawatan


1. Resiko perilaku kekerasan
2. Gangguan persepsi sensori halusinasi
XIII. Pohon Masalah

Resiko mencederai diri,orang lain daan lingkungan

( akibat )

Gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran

( core problem )

HDR

XIV. Daftar Diagnosa Keperawatan

1. Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan


halusinasi
2. Perubahan persepsi sensori : halusinasi dengar yang berhubungan
dengan adanya harga diri rendah
XV. NCP
Tgl/Jam Diagnosis Rencana Keperawatan

Tujuan Tindakan Rasional

TUM : Setelah dilakukan 1. Bina hubungan


Klien dapat tindakan keperawatan saling percaya
mengontrol selama ..... pertemuan dengan prinsip
halusinasi klien dapat : komunikasi
yang 1. menunjukan tanda – terapeutik
dialaminya tanda percaya 2. Beri lingkungan
TUK : kepada perawat, yang aman dan
- Klien dapat ekspresi wajah yang tenang
membina bersahabat, rasa 3. Beri kesempatan
hubungan senang, mau untuk
saling percaya menyebutkan nama mengungkapkan
- Klien dapat dll perasaannya
mengenal 2. menyebutkan isi, 4. Bantu klien untuk
halusinasi waktu, frekuensi, mengungkapkan
- Klien dapat situasi dan kondisi perasaannya
mengontrol yang menimbulkan 5. observasi tingkah
halusinasinya halusinasi. laku terkait
- Klien dapat 3. mengatakan dengan
dukungan dari peraaan dan respon halusinasinya :
keluarga dan mengalami bicara dan
mengontrol halusinasi. tertawa tanpa
halusinasi 4. menyebutkan stimulus
- Klien dapat tindakan yang di 6. Bantu klien
memanfaatkan lakukan untuk mengenal
obat dengan mengendalikan halusinasinya
baik halusinasi dgn
menggunakan
5. menyebutkan dan pertanyaan
memilih cara untuk tentang
mengontrol halusinasi
halusinasi serta 7. Diskusikan
mempraktekanya. dengan klien apa
6. menjelaskan : yang dirasakan
- manfaat minum jika terjadi
obat halusinasi (
- kerugian tidak marah, takut
minum obat sedih, senang )
Obat : 8. Identifikasi
- Nama obat bersama klien
- Bentuk obat dan cara tindakan
warna yang dilakukan
- Dosis jika terjadi
- Waktu pemakaian halusinasi ( tidur,
- Waktu pemakaian marah,
- Cara pemakaian menyibukan dir
- Efek sampung 9.

XVI. Catatan keperawatan


Tgl/Jam Diagnosis/ TUK/SP Implementasi Evaluasi

1. Bina hubungan
saling percaya
dengan prinsip
komunikasi
terapeutik
2. Beri lingkungan
yang aman dan
tenang
3. Beri
kesempatan
untuk
mengungkapkan
perasaannya
4. Bantu klien
untuk
mengungkapkan
perasaannya
5. observasi
tingkah laku
terkait dengan
halusinasinya :
bicara dan
tertawa tanpa
stimulus
6. Bantu klien
mengenal
halusinasinya
dgn
menggunakan
pertanyaan
tentang
halusinasi
7. Diskusikan
dengan klien
apa yang
dirasakan jika
terjadi
halusinasi (
marah, takut
sedih, senang )
8. Identifikasi
bersama klien
cara tindakan
yang dilakukan
jika terjadi
halusinasi (
tidur, marah,
menyibukan diri