Você está na página 1de 1

ALASAN.

- Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi) langkah pemerintah menaikkan harga BBM subsidi
karena selama ini subsidi tersebut tidak tepat sasaran yang harusnya untuk pembangunan
infrastruktur.
“Selama ini pemerintah memerlukan anggaran untuk membangun infrastruktur, namun anggaran
tidak tersedia karena dihamburkan untuk subsidi BBM,”
Oleh karena itu, mau tidak mau, pemerintah dengan terpaksa harus menaikan harga BBM
Subsidi.
Menurut Jokowi, dengan kenaikan harga tersebut, subsidi tidak dihilangkan tetapi hanya
dialihkan ke hal yang produktif seperti pembangunan infrastruktur berupa jalan, bandara dan
juga pelabuhan.
Selain itu, pemerintah juga akan mengalihkan subsidi tersebut langsung kepada masyarakat
yang membutuhkan melalui kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Keluarga
Sejahtera

-Pertama karena Indonesia salah satu negara yang paling boros mengalokasikan dana subsidi
untuk energi di Asia

Kedua, BBM bersubsidi menyebabkan konsumsi dan impor minyak melonjak sehingga
menimbulkan defisit perdagangan migas dan neraca pembayaran. "Defisit membuat nilai tukar
rupiah pun terpukul," ujarnya.

Ketiga, sebanyak 53 persen dari total subsidi BBM atau sekitar Rp 210 triliun justru dinikmati
oleh pengguna mobil pribadi saja. "Angkutan umum kecil hanya 3 persen," kata dia.

Keempat, menurut dia, Indonesia bukan lagi negara yang kaya akan minyak. Cadangan minyak
nasional hanya 3,7 miliar barel pada 2013. Dengan produksi, 800 ribu barel per hari cadangan
itu habis dalam waktu 12 tahun.

Kelima, Indonesia telah menjadi importir minyak sejak tahun 2013 karena produksi menurun dan
sebaliknya konsumsi terus meningkat.

Keenam, tren pemberian subsidi untuk BBM telah ditinggal oleh banyak negara.

Ketujuh, negara-negara yang kaya akan minyak seperti Iran berencana menaikan harga
minyaknya secara bertahap sesuai harga pasar.

"Kedelapan anggaran yang dialokasikan untuk subsidi energi sangat timpang dengan anggaran
yang disalurkan untuk infrastruktur, kesehatan dan pemberantasan kemiskinan," lanjutnya.

Kesembilan, pendapatan dari sektor mogas tak cukup untuk menutup ongkos dari subsidi energi.

Kemudian alasan terakhir yaitu harga BBM murah menghambat tumbuhnya energi alternatif di
tanah air.

"BBM murah menghambat tumbuhnya energi alternatif seperti gas alam, panas bumi dan bio
energi," tutupnya