Você está na página 1de 2

ANALISA KASUS PERDATA (PENGALAMAN PRIBADI)

Mohammad Iqbal Nuruddin (C04217022)


Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Kronologi :
Dalam suatu pertemuan yang telah direncanakan sebelumnya bertempat di
sebuah warung kopi dengan melibatkan beberapa teman nongkrong memanglah
menjadi agenda sehari-hari bahkan dapat dikatakn sebgai agenda wajib dalam rangka
meningkatkan hubungan pertemanan, tidak hanya itu kegiatan yang semula hanya
digandrungi oleh beberapa orang saja yang memang murni menyukai kopi dan warkop
yang sejatinya hanyalah tempat “Ngopi”, akhir-akhir ini telah bergeser menjadi salah
satu sumber informasi. Informasi yang dimaksudkan dalam hal ini adalah informasi dari
mulut ke mulut.
Pada waktu itu terdapat ssalah satu teman saya yan satu meja dengan saya,
menyampaikan informasi bahwa dia telah melakukan satu langkah lebi maju daripada
saya, karena dia baru saja bergabung dengan salah satu perusahaan atau dalam hal ini
bis adikatakan suatu lembaga yang membidangi jasa asuransi. Lebih lanjut dia
menjelaskan bahwa dia teah menjadi salah satu nasabah dari lembaga penyedia layanan
jasa atau produk asuransi tersebut. Selanjutnya dia menyebutkan nama perusahaan
tersebut yakni “CAR” atau (Central Asia Raya). Menambah penjelasan nya yang awal
maka teman saya memberi detail dari segala aspek yang ada dalam perusahaan
tersebut, termasuk prosedur, profit, dan juga sistem pelayanan yang ada di dalam nya.
Tanpa basa-basi lebih panjang lagi teman saya menyimpulkan pembicaraan nya
dengan mengutarakan niat nya untuk mengajak saya bergabung dengan nya sekaligus
menjadi nasabah dari perusahaan asuransi tersebut. Akhirnya saya pun tertarik
mendengar profit yang telah disampaikan diawal apalagi dengan pembayaran premi
yang memang menurut say pribadi ekonomis dengan jangka waktu yang tidak panjag
juga dan saya memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.
Selanjutnya, teman saya menyodorkan kepada saya semacam form yang harus
diisi kaitan nya dengan data diri sekaligus meminta foto copy kartu tanda penduduk
saya sebagai validasi keaslian data diri. Terpamapang jelas di bagian bawah form
tersebut tersedia kolom untuk tanda tangan. Disamping itu terdapat satu lembar kertas
yang berisi tentang surat pernyataan dan disertai materai bahwa data yang saya
masukkan merupakan data yang benar dan tidak direkayasa, karena dalam form yang
pertama memang terdapat kolom ahli waris, sehingga harus benar-benar dipastikan
keaslian nya.
Akhirnya setelah semua prosedur saya penuhi, teman saya mengatakan bhawa
jatuh tempo pembayaran premi adalah setiap tanggal 25 setiap bulan. Sementara untuk
berkas polis asuransi sendiri akan dikirimkan lewat pos 2 minggu selanjutnya. Dalam
tenggat waktu 2 minggu polis saya terima dan saya simpan dan saya telah resmi
menjadi nasabah dari perusahaan asuransi tersebut.

Note : Peristiwa ini terjadi pada tahun 2016 bulan Oktober ketika saya berumur 18 Tahun.

Analisa :
Asuransi merupakan suatu bentuk perjanjian dimana harus dipenuhi syarat
sebagaimana dalam Pasal 1320 KUH Perdata (Terjadi kesepakatan, para pihak cakap
untuk melakukan sebuah perikatan, sebab yang halal), namun dengan karakteristik bahwa
asuransi adalah persetujuan yang bersifat untung-untungan (bunga cagak hidup)
sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 1774 KUH Perdata.
Menurut Pasal 1774 KUH Perdata, “Suatu persetujuan untung–untungan (kans-
overeenkomst) adalah suatu perbuatan yang hasilnya, mengenai untung ruginya, baik bagi
semua pihak maupun bagi sementara pihak, bergantung kepada suatu kejadian yang belum
tentu”.
Pada intinya, peristiwa yang saya alami tersebut merupakan peristiwa perdata
anatara saya (Nasabah) dengan Perusahaan ansuransi yang melakukan suatu perjanjian.