Você está na página 1de 37

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)

dr. SOEBANDI JEMBER


Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

Program Studi : S1 Keperawatan


Mata Kuliah : Sistem Muskuloskeletal
Kode Mata Kuliah : SMUS 1153
SKS : 3 SKS (2 T, 1 L)
Semester : Semester V (Lima)
PJMK : Megawati, S.Kep.,Ners.,M.Kep
Tim : Megawati, S.Kep.,Ners.,M.Kep (MG)
Sujud Priyono, S.Kep.,Ners.,M.Kep (SP)
Ns. Ahmad Shodikin, M.Kep.,Sp.KMB.,CWBS (AS)
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

Silabus
Program Studi : S1 Keperawatan
Mata Kuliah : Sistem Muskuloskeletal
Kode Mata Kuliah : SMUS 1153
Bobot : 3 SKS (2 T, 1 L)
Semester :V
Mata Kuliah Prasyarat :-

A. Standar Kompetensi :
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa S1 Keperawatan semester V (lima) mampu mengevaluasi sistem
muskuloskeletal dan memberikan asuhan keperawatan kepada pasien secara holistik.
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

B. Struktur Pembelajaran
 TEORI
Kompetensi Indikator Materi Waktu Sumber/ Bahan/ Pengembang Penilaian Bobot Dosen
Dasar Metode Alat an Soft Skill Nilai
1. Memahami 1. Mampu memahami Lecture, 1. Anatomi 2x50 menit Tertera pada Berpikir kritis UTS, MG
konsep pembagian axial lampiran referensi dan kreatif, UAS,check
Case fisiologi sistem
anatomi dan dan apendikular
fisiologi skeletal Study, muskuloskeletal percaya diri, list
sistem 2. Mampu disiplin.
Small part 1
muskuloskelet memahami
al pada Bentuk-bentuk Group
pemenuhan tulang
Discussi
kebutuhan 3. Mampu memahami
aktivitas dan Klasifikasi on
latihan jaringan tulang
(SGD)
4. Mampu memahami
Sel-sel penyusun
tulang
5. Mampu memahami
Proses
pembentukan
tulang
6. Mampu memahami
Peran kalsium dan
vitamin D dalam
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

metabolisme
tulang

1. Mampu memahami Lecture, 2. Anatomi 2x50 menit Tertera pada Berpikir kritis UTS, SP
Sistem muskuler fisiologi sistem lampiran referensi dan kreatif, UAS,check
Case
(otot) muskuloskeletal
a. Pembagian Study, part 2 percaya diri, list
otot axial dan disiplin.
Small
otot
apendikular Group
b. Klasifikasi
Discussi
jaringan otot
c. Mekanisme on
kontraksi otot
(SGD)
2. Mampu memahami
Sistem persendian
3. Mampu memahami
Struktur lain dalam
sistem
muskuloskeletal
a. Ligamen
b. Tendon
c. Fascia
d. Bursae
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

2. Mampu Mampu memahami : Lecture, 3. Pengkajian 2x50 menit Tertera pada Berpikir kritis UTS, AS
memahami 1. Anamnesis lampiran referensi dan kreatif, UAS,check
Case umum sistem
dan 2. Pengkajian fisik
mengaplikasik a. Pengkajian Study, muskuloskeletal percaya diri, list
an teknik skeletal tubuh disiplin.
Small
pengkajian b. Pengkajian
umum pada tulang Group
pasien dengan belakang
Discussi
gangguan c. Pengkajian
muskuloskelet sistem on
al persendian
(SGD)
d. Pengkajian
sistem otot
e. Pengkajian
cara berjalan
3. Pemeriksaan
diagnostik
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

3. Mampu Mampu memahami : Lecture, 4.Penanganan 2x50 menit Tertera pada Berpikir kritis UTS, MG
memahami 1. Penatalaksanaan lampiran referensi dan kreatif, UAS,check
Case sistem
dan pasien dengan gips
mengaplikasik 2. Penatalaksanaan Study, muskuloskeletal percaya diri, list
an pasien dengan disiplin.
Small
penatalaksana traksi
an umum pada 3. Penatalaksanaan Group
pasien dengan pasien yang
Discussi
gangguan menjalani bedah
muskuloskelet ortopedi on
al
(SGD)

4. Mampu Mampu memahami : Lecture, 5. Asuhan 2x50 menit Tertera pada Berpikir kritis UTS, UAS, SP
memahami 1. Definisi keperawatan lampiran referensi dan kreatif, makalah
Case
dan menyusun 2. Etiologi pada pasien
asuhan 3. Patofisiologi Study, dengan trauma percaya diri, check list
keperawatan 4. Manifestasi klinik muskuloskeletal: disiplin,
Small
pada klien 5. Pemeriksaan a. Kontusi
dinamika
dengan diagnostik Group b. Strain
kelainan 6. Penatalaksanaan c. Sprain kelompok
Discussi
muskuloskelet medis
al akibat 7. Komplikasi on
trauma 8. Asuhan
(SGD),
Keperawatan
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

Mampu memahami : Lecture, 6. Asuhan 2x50 menit Tertera pada Berpikir kritis UTS, UAS, AS
1. Definisi keperawatan lampiran referensi dan kreatif, makalah
Case
2. Etiologi pada pasien
3. Patofisiologi Study, dengan trauma percaya diri, check list
4. Manifestasi klinik muskuloskeletal: disiplin,
Small
5. Pemeriksaan a. Dislokasi
dinamika
diagnostik Group sendi
6. Penatalaksanaan b. Sport Injury kelompok
Discussi
medis
7. Komplikasi on
8. Asuhan
(SGD),
Keperawatan
Demonst
rasi dan
Laborat
orium
Activity
Mampu memahami : Lecture, 7. Asuhan 2x50 menit Tertera pada Berpikir kritis UTS, MG
1. Definisi keperawatan lampiran referensi dan kreatif, UAS,check
Case
2. Etiologi pada pasien
3. Patofisiologi Study, dengan trauma percaya diri, list
4. Manifestasi klinik muskuloskeletal: disiplin.
Small
5. Pemeriksaan a. Fraktur
diagnostik Group b. Amputasi
6. Penatalaksanaan
Discussi
medis
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

7. Komplikasi on
8. Asuhan
(SGD),
Keperawatan
UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) 23-27 Oktober 2017

Mampu Mampu memahami : Lecture, 8. Asuhan 2x50 menit Tertera pada Berpikir kritis UTS, SP
memahami dan 1. Definisi keperawatan lampiran referensi dan kreatif, UAS,check
Case
menyusun 2. Etiologi pada pasien
asuhan 3. Patofisiologi Study, dengan kelainan percaya diri, list
keperawatan 4. Manifestasi klinik muskuloskeletal disiplin.
Small
pada klien 5. Pemeriksaan akibat gangguan
dengan kelainan diagnostik Group metabolik :
muskuloskeletal 6. Penatalaksanaan osteoporosis
Discussi
akibat gangguan medis
metabolik 7. Komplikasi on
8. Asuhan
(SGD)
Keperawatan
Mampu memahami : Lecture, 9. Asuhan 2x50 menit Tertera pada Berpikir kritis UTS, AS
1. Definisi keperawatan lampiran referensi dan kreatif, UAS,check
Case
2. Etiologi pada pasien
3. Patofisiologi Study, dengan kelainan percaya diri, list
4. Manifestasi klinik muskuloskeletal disiplin.
Small
5. Pemeriksaan akibat gangguan
diagnostik Group metabolik :
6. Penatalaksanaan Osteomalasia
Discussi
medis
7. Komplikasi
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

8. Asuhan on
Keperawatan
(SGD)
Mampu memahami : Lecture, 10. Asuhan 2x50 menit Tertera pada Berpikir kritis UTS, UAS, MG
1. Definisi keperawatan lampiran referensi dan kreatif, makalah
Case
2. Etiologi pada pasien
3. Patofisiologi Study, dengan kelainan percaya diri, check list
4. Manifestasi klinik muskuloskeletal disiplin,
Small
5. Pemeriksaan akibat gangguan
dinamika
diagnostik Group metabolik : gout
6. Penatalaksanaan artritis kelompok
Discussi
medis
7. Komplikasi on
8. Asuhan
(SGD)
Keperawatan
Mampu Mampu memahami : Lecture, 11. Asuhan 2x50 menit Tertera pada Berpikir kritis UTS, SP
memahami dan 1. Definisi keperawatan lampiran referensi dan kreatif, UAS,check
Case
menyusun 2. Etiologi pada pasien
asuhan 3. Patofisiologi Study, dengan kelainan percaya diri, list
keperawatan 4. Manifestasi klinik muskuloskeletal disiplin.
Small
pada klien 5. Pemeriksaan akibat infeksi:
dengan kelainan diagnostik Group osteomielitis
muskuloskeletal 6. Penatalaksanaan
Discussi
akibat infeksi medis
7. Komplikasi on
8. Asuhan
(SGD)
Keperawatan
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

Mampu memahami : Lecture, 12, Asuhan 2x50 menit Tertera pada Berpikir kritis UTS, AS
1. Definisi keperawatan lampiran referensi dan kreatif, UAS,check
Case
2. Etiologi pada pasien
3. Patofisiologi Study, dengan kelainan percaya diri, list
4. Manifestasi klinik muskuloskeletal disiplin.
Small
5. Pemeriksaan akibat infeksi:
diagnostik Group artritis
6. Penatalaksanaan rheumatoid
Discussi
medis
7. Komplikasi on
8. Asuhan
(SGD),
Keperawatan
Mampu memahami : Lecture, 13. Asuhan 2x50 menit Tertera pada Berpikir kritis UTS, UAS, MG
1. Definisi keperawatan lampiran referensi dan kreatif, makalah
Case
2. Etiologi pada pasien
3. Patofisiologi Study, dengan kelainan percaya diri, check list
4. Manifestasi klinik muskuloskeletal disiplin,
Small
5. Pemeriksaan akibat infeksi:
dinamika
diagnostik Group osteoartritis
6. Penatalaksanaan kelompok
Discussi
medis
7. Komplikasi on
8. Asuhan
(SGD)
Keperawatan
Mampu Mampu memahami : Lecture, 14. Asuhan 2x50 menit Tertera pada Berpikir kritis UTS, SP
memahami dan 1. Definisi keperawatan lampiran referensi dan kreatif, UAS,check
Case
menyusun 2. Etiologi pada pasien
asuhan 3. Patofisiologi Study, dengan kelainan list
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

keperawatan 4. Manifestasi klinik Small muskuloskeletal percaya diri,


pada klien 5. Pemeriksaan akibat disiplin.
Group
dengan kelainan diagnostik neoplasma:
muskuloskeletal 6. Penatalaksanaan Discussi osteosarkoma
akibat medis
on
neoplasma/kega 7. Komplikasi
nasan 8. Asuhan (SGD)
Keperawatan

 PRAKTIKUM
Kompetensi Indikator Materi Waktu Sumber/ Bahan/ Pengembang Penilaian Bobot Dosen
Dasar Metode Alat an Soft Skill Nilai
1.Memahami Mampu melakukan Laboratory Pengkajian TM 1 : 1 X 170 SOP dan Modul Berpikir kritis OSCE MG
konsep pengkajian activity Muskuloskelet TM 2 : 1 X 170 dan kreatif,
anatomi dan
fisiologi muskuloskeletal al 1 TM 3 : 1 X 170 percaya diri,
sistem secara head to toe disiplin.
muskuloskelet
al pada
pemenuhan
kebutuhan
aktivitas dan
latihan
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

2.Mampu Mampu melakukan Laboratory Pemasangan TM 4 : 1 X 170 SOP dan Modul Berpikir kritis OSCE AS
memahami dan pemasangan Gips dan activity dan Aff Gips menit dan kreatif,
mengaplikasika
n Aff Gips percaya diri,
penatalaksanaan disiplin.
umum pada
Mampu melakukan Laboratory ROM aktif TM 5 : 1 X 170 SOP dan Modul Berpikir kritis OSCE SP
pasien dengan
gangguan ROM aktif dan ROM activity dan ROM menit dan kreatif,
muskuloskeletal Pasif Pasif percaya diri,
disiplin.
Mampu melakukan Laboratory Transportasi TM 6 : 1 X 170 SOP dan Modul Berpikir kritis OSCE AS
transportasi pasien activity pasien menit dan kreatif,
percaya diri,
disiplin.
Mampu melakukan Laboratory Pemasangan TM 7 : 1 X 170 SOP dan Modul Berpikir kritis OSCE MG
pemasangan traksi activity traksi menit dan kreatif,
percaya diri,
disiplin.
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

Referensi :

Ackley, B. J. & Ladwig, G. B. (2013). Nursing Diagnosis Handbook: An Evidence-Based Guide to Planning Care, 10th edition. Mosby: Elsevier Inc.
Barber B, Robertson D, (2012).Essential of Pharmacology for Nurses, 2nd edition, Belland Bain Ltd, Glasgow
Black J.M., Hawks J.H. (2014). Keperawatan Medikal Bedah: Manajemen Klinis untuk Hasil yang Diharapkan (3-vol set). Edisi Bahasa Indonesia 8. Singapore: Elsevier (S) Pte
Ltd.
Bulechek, G. M. & Butcher, H. K. McCloskey Dochterman, J. M. & Wagner, C. (2012). Nursing Interventions Classification (NIC), 6e.Mosby: Elsevier Inc.
Dudek,S. G. (2013). Nutrition Essentials for Nursing Practice, 7th. Lippincott: William Wilkins
Grodner M., Escott-Stump S., Dorner S. (2016) Nutritional Foundations and Clinical Applications: A Nursing Approach. 6th edition. St. Louis: Mosby Elsevier
Johnson, M., Moorhead, S., Bulechek, G. M., Butcher, H. K., Maas, M. L. & Swanson, S. (2012). NOC and NIC Linkages to NANDA-I and Clinical Conditions: Supporting Critical
Reasoning and Quality Care, 3rd edition.Mosby:Elsevier Inc.
Huether S.E. and McCance K.L. (2016) Understanding Pathophysiology. 6th edition. Mosby: Elsevier Inc.
Lewis S. L., Dirksen S. R., Heitkemper M. M., Bucher L. (2014). Medical Surgical Nursing, Assessment and Management of Clinical Problems.. 9th edition. Mosby: Elsevier Inc.
Lynn P. (2011). Taylor's Handbook of Clinical Nursing Skill, China: Wolter Kluwer Health
Madara B, Denino VP, (2008). Pathophysiology; Quick Look Nursing, 2nd ed. Jones and Barklet Publisher, Sudbury
McCance, K.L. & Huether, S. E. (2013). Pathophysiology: The Biologic Basis for Disease in Adults and Children, 7th edition. Mosby:Elsevier Inc.
McCuistion L.E., Kee, J.L. and Hayes, E.R. (2014). Pharmacology: A Patient-Centered Nursing process approach. 8th ed. Saunders: Elsevier Inc
Moorehead, S., Johnson, M., Maas, M.L. & Swanson, E. (2012). Nursing Outcomes Classification (NOC): Measurement of Health Outcomes. 5th edition. Mosby: Elsevier Inc.
Nanda International. (2014). Nursing Diagnoses 2015-17: Definitions and Classification (Nanda International). Philladelphia: Wiley Blackwell
Silverthorn, D. U. (2012). Human Physiology: An Integrated Approach (6th Edition)
Skidmore-Roth, Linda (2009). Mosby's 2009 nursing drug reference Toronto : Mosby
Waugh A., Grant A., Nurachmah E., Angriani R. (2011). Dasar-dasar Anatomi dan Fisiologi Ross dan Wilson. Edisi Indonesia 10. Elsevier (Singapore) Pte Ltd.
Waugh A., Grant A. (2014). Buku Kerja Anatomi dan Fisiologi Ross and Wilson. Edisi Bahasa Indonesia 3. Churchill Livingstone: Elsevier (Singapore) Pte.Ltd.
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

SOAL SISTEM MUSKULOSKELETAL


Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !!
1. Laki-laki usia 46 tahun datang ke poli bedah 2 minggu post fraktur tibia sinistra. Hasil
pengkajian terpasang gips pada kaki kiri, pasien mengeluh sering kesemutan pada area kaki,
TD 110/70 mmHg, frekuensi nadi 80 x/menit, frekuensi napas 22 x/menit, suhu 37,2 ºC.
Apakah pendidikan kesehata yang paling tepat diberikan pada kasus tersebut?
a. Latihan rentang gerak bertahap
b. Konsumsi makanan bergizi tinggi
c. Membatasi gerakan
d. Mengobservasi area sekitar gips
e. Membatasi makanan tertentu

2. Laki-laki usia 36 tahun di rawat di ruangan bedah dengan post fraktur. Pasien mengeluh nyeri
dan kesemutan pada tangan kiri yang terpasang gips. Hasil pemeriksaan pada gips didapatkan
tangan sekitar gips bengkak, akral dingin dan pucat. Apakah tindakan yang harus segera
dilakukan pada kasus tersebut?
a. Memberikan posisi nyaman
b. Mengajarkan nafas dalam
c. Memberikan oksigen
d. Melonggarkan gips
e. Memonitor TTV

3. Seorang perempuan berusia 25 tahun di rawat di ruang bedah karena post Open Reduction
Internal Fixation, mengeluh nyeri berdenyut di daerah luka operasi. bengkak pada area luka
operasi, kesulitan mengambil dan memegang benda kecil dan kesulitan untuk bergerak, hasil
pemeriksaan didapatkan TD : 140/90 mmHg, frekuensi Nadi 88x/menit, frekuensi napas
28x/menit S : 37,8 C, terpasang balutan pada luka daerah operasi. Apa tindakan keperawatan
priorotas pada pasien tersebut?
a. Memberikan kompres dingin pada area sekitar pembedahan
b. Menganjurkan klien untuk meminimalkan kegiatan yang memerlukan jari - jari
c. Melakukan rendaman tangan kedalam air hangat
d. Meninggikan tangan dan lengan selama 24 jam pascaoperasi
e. Menurunkan tangan untuk mencegah pembengkakan
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

4. Laki-laki K usia 36 th dirawat di Ruang Interna pasca Operasi penyambungan tulang hari ke-
3 akibat fraktur Kruris Sinistra dan mengeluhkan nyeri pada area operasi. Hasil pemeriksaan
didapatkan terdapat luka yang dibalut pasca operasi, pergerakan ibu jari kaki baik, CRT kaki
2”, akral lembab. Kekuatan otot pada kaki kiri 1, tidak mampu digerakkan. Pengkajian nyeri
menggunakan comparative pain scale didapatkan skala 3. Apakah Diagnosis Keperawatan
yang tepat untuk kasus diatas?
a. Nyeri Akut
b. Risiko Infeksi
c. Gangguan Mobilitas Fisik
d. Kerusakan integritas jaringan
e. Keterlambatan penyembuhan pasca operasi

Jawaban: C

5. Perempuan usia 21 th datang ke Poli Orthopedi untuk kontrol setelah menjalani operasi
fraktur Intra Trochanter femur sinistra. Pasien menggunakan alat bantu dua Cruck untuk
berjalan karena kaki yang fraktur belum boleh menapak, dan dijadwalkan untuk latihan
berjalan di tangga. Tindakan yang dapat diajarkan perawat untuk menaiki tangga dengan
cruck adalah?
a. Melangkahkan kaki kanan terlebih dahulu, kemudian kedua cruck bersama
b. Menempatkan kedua cruck di anak tangga, kemudian kedua kaki bersama
c. Menempatkan kedua cruck di anak tangga, kemudian kaki kiri
d. Menaikkan cruck kiri terlebih dahulu, kemudian kaki kanan
e. Menaikkan cruck kanan terlebih dahulu, kemudian cruck kiri
Jawaban: B

6. Laki-laki usia 59 th dirawat di ruang bedah pasca operasi Tulang Clavicula dextra. Hari ini
pasien dijadwalkan untuk melakukan foto X-ray pada lokasi bekas operasi. Kondisi pasien
masih lemah, namun dapat beraktifitas di tempat tidur, dan sudah bersiap duduk ditepi
tempat tidur. Apakah Tindakan yang dapat dilakukan perawat untuk memindahkan pasien
ke kursi roda setalah pasien berdiri dan merangkul perawat?
a. Menempatkan kursi roda tepat dibelakang pasien
b. Membalikkan badan dan mendudukkan pasien ke kursi
c. Menginstruksikan pasien untuk berjalan menuju ke kursi roda
d. Menginstruksikan untuk melangkahkan kaki sesuai kaki perawat yang bergerak
e. Menempatkan lengan kiri pasien pada pundak perawat dan memapah pasien ke kursi
Kunci Jawaban : D
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

7. Laki-laki usia 29 th datang ke poli orthopedic untuk kontrol pasca 2 minggu operasi fraktur
Kruris sinistra. Pasien terlentang diatas tempat tidur dan tidak dapat menggerakkan organ
ektremitas bawahnya. Pasien mengalami kontraktur pada sendi-sendi kaki. Apakah
Tindakan ROM aktif yang dapat dilakukan untuk melatih kaki kanan pasien?
a. Melakukan gerakan fleksi lutut 900 dan ekstensi lutut 1800
b. Melatih kaki bagian bawah melakukan gerakan eversi dan inversi
c. Melakukan gerakan mengangkat kaki lurus dan rotasi pangkal paha
d. Memposisikan pasien pronasi dan melakukan gerakan fleksi lutut 1600
e. Meminta pasien menggerakkan kaki secara mandiri dengan maksimal
Kunci Jawaban: E

8. Laki-laki usia 55 th datang ke poli umum Puskesmas dengan keluhan nyeri sendi tiap pagi
sehingga tidak mampu beraktifitas maksimal dalam 5 hari terakhir. Riwayatnya pasien
mengalami nyeri sendi sejak 3 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik terdapat benjolan
kemerahan dan hangat pada area lutut dan jari tangan. TTV didapatkan TD 150/100 mmHg,
RR 26x/m, Suhu 370C, Nadi 88x/m. Apakah prioritas masalah untuk pasien?
a. Hipertensi
b. Nyeri akut
c. Hipertermi
d. Nyeri kronis
e. Gangguan mobilitas fisik
Kunci Jawaban: D

9. Laki-laki usia 25 th berada di tepi badan jalan akibat mengalami kecelakaan lalu lintas di
jalan raya. Saat tim penolong datang pasien menjerit kesakitan dan terdapat patah tulang
terbuka pada betis bagian kanan, ibu jari kaki berwarna kebiruan. Apakah Tindakan
Keperawatan yang tepat untuk pasien?
a. Memindahkan pasien ke ambulan
b. Melakukan reposisi kaki yang fraktur
c. Melakukan evakuasi pasien ke tempat yang aman
d. Melindungi bagian tulang terbuka dengan balutan donat
e. Memasang balutan dan bidai di bagian atas dan bawah betis
Kunci Jawaban: D
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

10. Laki-laki usia 17 th dibawa orang tua ke puskesmas setelah jatuh dari pohon dan mengeluh
kesakitan pada tangan kirinya. Setelah diperiksa, terdapat pembengkakan dan dislokasi
pada sendi pergelangan tangan. Perawat melakukan tindakan pemasangan balutan segitiga
untuk persiapan rujuk ke Rumah Sakit. Apakah Tindakan pertama pemasangan balutan
segitiga?
a. Melipat ujung bidai di depan dada
b. Meletakkan tangan menyilang di dada
c. Menalikan ujung balutan dibelakang leher
d. Memasang bidai pada sendi yang mengalami dislokasi
e. Menempatkan balutan dibawah tangan yang akan dibalut
Kunci Jawaban: B

11. Perempuan 8 th, dibawa orang tua ke puskesmas karena kepala berdarah setelah terbentur
lantai saat berenang di kolam renang. Setelah diperiksa, terdapat luka pada area parietal
kepala dan mengeluarkan darah. Perawat melakukan heacting pada luka untuk
menghentikan pendarahan. Manakah tindakan untuk persiapan heacting?
a. Membersihkan area luka
b. Melakukan teknik aseptic di area luka
c. Mencukur rambut di lokasi luka
d. Melakukan injeksi anastesi disekitar luka
e. Memberikan kasa depress pada area luka
Kunci Jawaban : C

12. Laki-laki usia 78 th dibawa keluarga kontrol ke poli orthopedic pasca 3 bulan pemasangan
Open Reduction Eksternal Fixation (OREF) pada betis kanan. Selama dirumah pasien takut
untuk menggerakkan kakinya karena sakit jika digerakkan dan tidak melakukan aktifitas
apapun. Hasil pemeriksaan terdapat luka, kekakuan pada sendi pergelangan kaki dan lutut.
Apakah masalah prioritas pada pasien?
a. Nyeri kronis
b. Gangguan mobilisasi fisik
c. Kerusakan integritas jaringan
d. Kurang pengetahuan; tentang proses terapi
e. Perlambatan proses penyembuhan pasca bedah
Kunci Jawaban : D
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

13. Laki-laki usia 17 th memeriksakan diri ke tempat praktik perawat dengan keluhan nyeri
pada lengan bawah kiri sejak 1 minggu terakhir. Riwayatnya 2 bulan yang lalu pasien
mengalami patah tulang, dan dibawa ke pengobatan tradisional. Selama di rumah keluarga
melarang untuk mengkonsumsi makanan sejenis ikan, telur dan daging ayam. Hasil
pemeriksaan menunjukkan adanya pembengkakan di area luka, S 380C, N 78x/m. Apakah
tindakan yang dapat dilakukan untuk pasien dan keluarga?
a. Memberikan anjuran kontrol rutin untuk pemantauan kondisi tulang
b. Menekankan tentang risiko akibat pengobatan yang telah dilakukan
c. Mengajarkan teknik kompres air hangat untuk mencegah demam
d. Menjelaskan manfaat protein untuk penyembuhan luka
e. Memberikan contoh latihan aktifitas fisik pada lengan
Kunci Jawaban: D

14. Perempuan usia 21 th datang ke Poli Orthopedi untuk kontrol setelah menjalani operasi
fraktur Intra Trochanter femur sinistra. Pasien menggunakan alat bantu dua Cruck untuk
berjalan karena kaki yang fraktur belum boleh menapak, dan dijadwalkan untuk latihan
berjalan di tangga. Manakah tindakan yang dapat diajarkan kepada pasien untuk menaiki
tangga dengan cruck?
a. Menempatkan kedua cruck di anak tangga, kemudian kedua kaki bersama
b. Menempatkan kedua cruck di anak tangga, kemudian kaki kiri
c. Melangkahkan kaki kanan terlebih dahulu, kemudian kedua cruck bersama
d. Menaikkan cruck kanan terlebih dahulu, kemudian cruck kiri
e. Menaikkan cruck kiri terlebih dahulu, kemudian kaki kanan

15. Laki-laki usia 59 th dirawat di ruang bedah pasca operasi Tulang Clavicula dextra. Hari ini
pasien dijadwalkan untuk melakukan pemeriksaan foto pada lokasi bekas operasi di ruang
Radiologi. Kondisi pasien masih lemah, namun dapat beraktifitas di tempat tidur. Perawat
telah menurunkan pasien dan berdiri di samping tempat tidur. Apakah prosedur tindakan
selanjutnya yang perlu dilakukan untuk memindahkan pasien ke kursi roda?

a. Membalikkan badan dan mendudukkan pasien ke kursi


b. Menginstruksikan pasien untuk berjalan menuju ke kursi roda
c. Menginstruksikan untuk melangkahkan kaki sesuai kaki perawat yang bergerak
d. Menempatkan kursi roda tepat dibelakang pasien
e. Menempatkan lengan kiri pasien pada pundak perawat dan memapah pasien ke kursi
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

16. Laki-laki usia 29 th datang ke poli orthopedic untuk kontrol pasca 2 minggu operasi fraktur
Kruris sinistra. Pasien terlentang diatas tempat tidur dan tidak dapat menggerakkan organ
ektremitas bawahnya. Pasien mengalami kontraktur pada sendi-sendi kaki. Apakah
Tindakan ROM aktif yang dapat dilakukan untuk melatih kaki kanan pasien?

a. Melakukan gerakan fleksi lutut 90 derajad dan ekstensi lutut 180 derajad
b. Melatih kaki bagian bawah melakukan gerakan eversi dan inversi
c. Melakukan gerakan mengangkat kaki lurus dan rotasi pangkal paha
d. Memposisikan pasien pronasi dan melakukan gerakan fleksi lutut 160 derajad
e. Meminta pasien menggerakkan kaki secara mandiri dengan maksimal

17. Laki-laki K usia 36 th dirawat di Ruang Interna pasca Operasi penyambungan tulang hari
ke-3 akibat fraktur Kruris Sinistra dan mengeluhkan nyeri pada area operasi. Hasil
pemeriksaan didapatkan terdapat luka yang dibalut pasca operasi, pergerakan ibu jari kaki
baik, CRT kaki 2”, akral lembab. Kekuatan otot pada kaki kiri 1, tidak mampu digerakkan.
Pengkajian nyeri menggunakan comparative pain scale didapatkan skala 3. Apakah
Diagnosis Keperawatan yang tepat untuk kasus diatas?

a. Nyeri Akut
b. Risiko Infeksi
c. Gangguan Mobilitas Fisik
d. Kerusakan integritas jaringan
e. Keterlambatan penyembuhan pasca operasi

18. Laki-laki usia 78 th dibawa keluarga kontrol ke poli orthopedic pasca 3 bulan pemasangan
Open Reduction Eksternal Fixation (OREF) pada betis kanan. Selama dirumah pasien takut
untuk menggerakkan kakinya karena sakit jika digerakkan dan tidak melakukan aktifitas
apapun. Hasil pemeriksaan terdapat luka, kekakuan pada sendi pergelangan kaki dan lutut.

Apakah masalah prioritas pada pasien?

a. Nyeri kronis
b. Gangguan mobilisasi fisik
c. Kerusakan integritas jaringan
d. Kurang pengetahuan; tentang proses terapi
e. Perlambatan proses penyembuhan pasca bedah
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

19. Laki-laki usia 17 th memeriksakan diri ke tempat praktik perawat dengan keluhan nyeri
pada lengan bawah kiri sejak 1 minggu terakhir. Riwayatnya 2 bulan yang lalu pasien
mengalami patah tulang, dan dibawa ke pengobatan tradisional. Selama di rumah
keluarga melarang untuk mengkonsumsi makanan sejenis ikan, telur dan daging ayam.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pembengkakan di area luka, S 380C, N 78x/m.
Apakah tindakan yang dapat dilakukan untuk pasien dan keluarga?

a. Memberikan anjuran kontrol rutin untuk pemantauan kondisi tulang


b. Menekankan tentang risiko akibat pengobatan yang telah dilakukan
c. Mengajarkan teknik kompres air hangat untuk mencegah demam
d. Menjelaskan manfaat protein untuk penyembuhan luka
e. Memberikan contoh latihan aktifitas fisik pada lengan

20. Perempuan usia 21 th datang ke Poli Orthopedi untuk kontrol setelah menjalani operasi
fraktur Intra Trochanter femur sinistra. Pasien menggunakan alat bantu dua Cruck untuk
berjalan karena kaki yang fraktur belum boleh menapak, dan dijadwalkan untuk latihan
berjalan di tangga.
Manakah tindakan yang dapat diajarkan kepada pasien untuk menaiki tangga dengan
cruck?

a. Menempatkan kedua cruck di anak tangga, kemudian kedua kaki bersama


b. Menempatkan kedua cruck di anak tangga, kemudian kaki kiri
c. Melangkahkan kaki kanan terlebih dahulu, kemudian kedua cruck bersama
d. Menaikkan cruck kanan terlebih dahulu, kemudian cruck kiri
e. Menaikkan cruck kiri terlebih dahulu, kemudian kaki kanan

21. Laki-laki usia 17 th dibawa orang tua ke puskesmas setelah jatuh dari pohon dan mengeluh
kesakitan pada tangan kirinya. Setelah diperiksa, terdapat pembengkakan dan dislokasi
pada sendi pergelangan tangan. Perawat melakukan tindakan pemasangan balutan segitiga
untuk persiapan rujuk ke Rumah Sakit.
Apakah prosedur pertama pemasangan balutan segitiga?

a. Melipat ujung bidai di depan dada


b. Meletakkan tangan menyilang di dada
c. Menalikan ujung balutan dibelakang leher
d. Memasang bidai pada sendi yang mengalami dislokasi
e. Menempatkan balutan dibawah tangan yang akan dibalut
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

Laki-laki usia 59 th dirawat di ruang bedah pasca operasi Tulang Clavicula dextra. Hari ini pasien
dijadwalkan untuk melakukan pemeriksaan foto pada lokasi bekas operasi di ruang Radiologi.
Kondisi pasien masih lemah, namun dapat beraktifitas di tempat tidur. Perawat telah menurunkan
pasien dan berdiri di samping tempat tidur.
Apakah prosedur tindakan selanjutnya yang perlu dilakukan untuk memindahkan pasien ke kursi
roda?

a. Membalikkan badan dan mendudukkan pasien ke kursi


b. Menginstruksikan pasien untuk berjalan menuju ke kursi roda
c. Menginstruksikan untuk melangkahkan kaki sesuai kaki perawat yang bergerak
d. Menempatkan kursi roda tepat dibelakang pasien
e. Menempatkan lengan kiri pasien pada pundak perawat dan memapah pasien ke
kursi

22. Laki-laki usia 29 th datang ke poli orthopedic untuk kontrol pasca 2 minggu operasi fraktur
Kruris sinistra. Pasien terlentang diatas tempat tidur dan tidak dapat menggerakkan organ
ektremitas bawahnya. Pasien mengalami kontraktur pada sendi-sendi kaki.
Apakah Tindakan ROM aktif yang dapat dilakukan untuk melatih kaki kanan pasien?

a. Melakukan gerakan fleksi lutut 90 derajad dan ekstensi lutut 180 derajad
b. Melatih kaki bagian bawah melakukan gerakan eversi dan inversi
c. Melakukan gerakan mengangkat kaki lurus dan rotasi pangkal paha
d. Memposisikan pasien pronasi dan melakukan gerakan fleksi lutut 160 derajad
e. Meminta pasien menggerakkan kaki secara mandiri dengan maksimal

23. Laki-laki K usia 36 th dirawat di Ruang Interna pasca Operasi penyambungan tulang hari
ke-3 akibat fraktur Kruris Sinistra dan mengeluhkan nyeri pada area operasi. Hasil
pemeriksaan didapatkan terdapat luka yang dibalut pasca operasi, pergerakan ibu jari kaki
baik, CRT kaki 2”, akral lembab. Kekuatan otot pada kaki kiri 1, tidak mampu digerakkan.
Pengkajian nyeri menggunakan comparative pain scale didapatkan skala 3.
Apakah Diagnosis Keperawatan yang tepat untuk kasus diatas?

a. Nyeri Akut
b. Risiko Infeksi
c. Gangguan Mobilitas Fisik
d. Kerusakan integritas jaringan
e. Keterlambatan penyembuhan pasca operasi
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

24. Seorang laki-laki berusia 25 tahun dirawat di ruang bedah dengan keluhan nyeri pada kaki
kanan. Setelah dilakukan pengkajian oleh perawat didapatkan data: skala nyeri 6-8
terutama saat bergerak,kaki odema, tidak mampu menggerakkan kaki,terdapat suara
krepitasi tulang, hasil rontgen didapatkan gambaran close fracture femur dextra 1/3 tengah,
Hb 12 gr/%.
Apakah diagnosa keperawatan utama pada pasien tersebut ?
a. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan adanya odema
b. Nyeri akut berhubungan dengan adanya diskotinyuitas jaringan
c. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan adanya fraktur
d. Syok hipovolume berhubungan dengan adanyaperdarahan
e. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan adanya nyeri
Kunci Jawaban: B

25. Seorang laki-laki berusia 25 tahun dirawat di ruang bedah dengan keluhan nyeri pada
kaki kanan, skala nyeri 6-8 terutama saat bergerak, kaki odema, tidak mampu
menggerakkan kaki,terdapat suara derik tulang, hasil rontgen didapatkan gambaran close
fracture femur dextra 1/3 tengah, Hb 12 gr/dl.
Apakah intervensi yang tepat untuk mengatasi masalah nyeri akut pada pasien tersebut?
a. Distraksi relaksasi
b. Stimulasi manual area cedera
c. kaki yang cedera dielevasi
d. Pasang bebat tekan
e. Pasang bidai
Kunci Jawab: E

26. Seorang laki-laki usia 25 tahun, opname di ruang rawat inap dengan post ORIF hari
pertama kondisi tulang dan inplant stabil. perawat merencanakan tindakan keperawatan
mandiri terkait program rehabilitation exercise pada pasien tersebut ………….
Apa rencana program rehabilitation Exercise yang tepat sesuai hari post operasi pada
pasien tersebut ?
a. Ambulasi dengan full weight bearing
b. Ambulasi dengan wheel chair
c. Deep breathing exercise
d. Effective cough exercises
e. Ankle pump exercise
Kunci Jawaban: E
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

27. Seorang laki-laki berusia 35 tahun dirawat di ruang bedah dengan fraktur tertutup ante
brachii dextra 1/3 tengah. Pasien sudah mendapatkan tindakan long arm cast.
Apakah observasi utama yang perlu dilakukan pada pasien pasien tersebut ?
a. Observasi tanda tanda vital
b. Observasi kekuatan otot
c. Observasi level nyeri
d. Observasi NVD
e. Observasi GCS
Kunci Jawaban: D

28. Tn. A mengalami kecelakaan lalu lintas dan dibawa ke IGD RS Soebandi 1 jam yang lalu.
Pasien tampak kacau dan meronta sambil memegang paha kiri dan mengatakan kaki
kirinya tidak bisa digerakkan. Hasil pengkajian: kesadaran derilium, ekstrimitas kiri
tampak hematom; edema; deformitas; dan ada krepitasi, ekspresi menunjukkan nyeri hebat,
TTV: nadi 80 kali/menit; RR 24 kali/menit; TD 100 mmHg.
Diagnosa keperawatan utama pada kasus di atas adalah...
a. Nyeri akut
b. Hambatan mobilitas fisik
c. Kerusakan integritas kulit
d. Resiko cidera neurovaskuler
e. Resiko syok hipovolemik
Kunci Jawaban: A

29. Seorang perempuan berumur 34 tahun terpasang gips pada tungkai kananya karena fraktur
akibat tertabrak mobil. Hasil pengkajian pada hari berikutnya pada bagian distal gips
terlihat bengkak, suhu kulit dingin dan pucat, capilary refill 5 detik, pasien mengeluh
kakinya bertambah nyeri dan kesemutan.
Komplikasi fraktur yang mungkin dialami oleh pasien tersebut adalah ...
a. Infeksi
b. Fat emboli
c. Tromboemboli
d. Syok hipovolemik
e. Compartment syndrom
Kunci Jawaban: E

30. Seorang perempuan berumur 34 tahun terpasang gips pada tungkai kananya karena fraktur
akibat tertabrak mobil. Hasil pengkajian pada hari berikutnya pada bagian distal gips
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

terlihat bengkak, suhu kulit dingin dan pucat, capilary refill 5 detik, pasien mengeluh
kakinya bertambah nyeri dan kesemutan.
Apakah masalah keperawatan yang tepat untuk kasus diatas?
a. Nyeri akut
b. Kurang perawatan diri
c. Kerusakan mobilitas fisik
d. Kerusakan integritas kulit
e. Resiko cidera neurovaskuler
Kunci Jawaban: E

31. Seorang lansia Ny. A (75 th) tinggal di PSTW, memiliki riwayat penyakit osteoartritis.
Saat berjalan, Ny. A tiba-tiba terjatuh karena sendi lutut tiba-tiba mengalami dislokasi.
Berdasarkan kasus di atas, tipe dislokasi sendi pada Ny. A termasuk ...
a. Dislokasi kongenital
b. Dislokasi traumatik
c. Dislokasi patologik
d. Dislokasi berulang
e. Dislkosai kronis
Kunci Jawaban: C

32. Seorang atlet lompat jauh tiba-tiba terjatuh saat melakukan lompatan. Hasil pemeriksaan
tim medis menunjukkan adanya cidera pada ankle sinistra dan mengenai ligamen.
Tipe sport injury berdasarkan kasus di atas yaitu...
a. Kontusio
b. Strain
c. Sprain
d. Fraktur
e. Dislokasi
Kunci Jawaban: C

33. Seorang pasien laki-laki post amputasi hari ke-1 jari kaki kiri dan 3 jari lainnya pada kaki
kanan. Tindakan amputasi dilakukan karena jari kaki sudah mengalami nekrosis. Diketahui
bahwa pasien memiliki riwayat penyakit DM tipe 2 dengan kontrol gula darah yang buruk.
Diagnosa keperawatan utama yang mungkin muncul pada pasien saat ini adalah ...
a. Nyeri akut
b. Resiko infeksi
c. Hambatan mobilitas fisik
d. Gangguan citra tubuh
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

e. Gangguan perfusi jaringan


Kunci Jawaban: A

34. Seorang perempuan (24 tahun) bekerja sebagai model dan bintang iklan tiba-tiba
mengalami kecelakaan mobil dan mengakibatkan pasien harus diamputasi pada kaki kanan
karena tulang sudah hancur dan tidak dapat diselamatkan. Saat ini pasien post amputasi
hari ke-1.
Diagnosa keperawatan utama pada pasien tersebut adalah...
a. Nyeri akut
b. Resiko infeksi
c. Hambatan mobilitas fisik
d. Gangguan citra tubuh
e. Gangguan perfusi jaringan
Kunci Jawaban: D

35. Seorang laki-laki usia 35 tahun, datang ke poli untuk melakukan perawatan pasca tindakan
pelepasan OREF di tibia. Hasil pemeriksaan ditemukan keluhan nyeri sudah berlangsung
4 bulan yang mengakibatkan kebutuhan sehari-hari dibantu orang sekitar, skala nyeri 5,
TD: 120/90 mmHg, Frekuensi nadi: 100x/mnt, Frekuensi nafas: 20 x/mnt, suhu: 36,8 C.
Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus diatas ?

a. Nyeri akut
b. Nyeri kronis
c. Intoleransi aktifitas
d. Sindrom nyeri kronik
e. Gangguan mobilitas fisik
Kunci Jawaban: D

36. Seorang perempuan usia 43 tahun, datang ke poli. Pasien mengeluh nyeri dan sulit
digerakkan di daerah persendian ektremitas bawah. namun nyeri berkurang bila istirahat.
Pasien tiap pagi mengeluh sendi lutut kaku dan sulit digerakkan selama < 30 menit.
Riwayat jatuh karena keseimbangan terganggung. Hasil pemeriksaan didapatkan inflamasi
pada lutut, kekakuan (+). Indeks massa tubuh 31.
Apakah faktor risiko penyebab pada kasus diatas?
a. Obesitas
b. Trauma
c. Deformitas
d. Genetik
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

e. Gangguan keseimbangan
Kunci Jawaban : A

37. Tn. W (27 th) mengalami kecelakaan tertabrak sepeda motor. Tn. W terpental ke trotoar
dan bagian paha kanan Tn. W tidak dapat digerakkan dan ada indikasi patah tulang. Tn. W
mengerang kesakitan dan memegang bagian yang sakit. Tampak memar pada bagian paha dan
tidak terdapat perdarahan aktif pada paha Tn. W. Berdasarkan jenis fraktur, Tn. W mengalami
fraktur?
a. Fraktur Terbuka
b. Fraktur Tertutup
c. Fraktur Komplit
d. Fraktur Inkomplit
e. Fraktur Stabil

38. Tn. W kemudian dibawa ke rumah sakit dr. Koesnadi Bondowoso untuk mendapatkan
perawatan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan radiologis didapatkan gamabar
sebagai berikut

Berdasarkan arah garis patahan, Tn. W mengalami fraktur:


a. Simple Fraktur
b. Fraktur Komplit
c. Fraktur Incomplete
d. Fraktur Kominutif
e. Fraktur Segmental

39. Tn. W. Merasakan nyeri yang sangat berat pada bagian paha kanan yang mengalami fraktur.
Skala nyeri Tn. W adalah 7. Berikut ini tindakan yang dilakukan oleh perawat untuk
mengurangi rasa nyeri yang dirasakan oleh Tn. W adalah:
a. Mengajarkan teknik distraksi
b. Menganjurkan untuk melakukan teknik relaksasi nafas dalam
c. Memberikan analgesik sesuai indikasi dan advise dokter
d. Memberikan masase pada bagian yang nyeri
e. Melakukan guided imagery pada pasien
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

40. Tn. D (56th) menderita kecelakaan mobil dan dilarikan ke RS. Selama di perjalanan menuju
ke rumah sakit, terdapat perdarahan aktif pada bagian paha sebelah kiri. Selain itu terdapat
indikasi patah tulang karena Tn. D tidak dapat menggerakkan kaki sebelah kirinya. Kondisi
tersebut menunjukkan bahwa Tn. D memiliki indikasi fraktur:
a. Fraktur Terbuka
b. Fraktur Tertutup
c. Fraktur Komplit
d. Fraktur Inkomplit
e. Fraktur Stabil

41. An. L (15 th) mengalami patah tulang saat bermain futsal di Gladiator. An. L merasakan rasa
sakit pada betis sebelah kiri dan sulit untuk digerakkan. Anda sebagai teman An. L berusaha
membantu. Hal pertama yang dilakukan di lapangan adalah:
a. Menunggu bantuan datang
b. Memfiksasi dengan mitela
c. Memfiksasi dengan elastic bandage
d. Memfiksasi dengan melakukan pembidaian
e. Mereposisi tulang yang patah

42. Seorang perempuan berusia 48 tahun di rawat di RS dengan hemiparese dextra, menurut
keluarga awalnya pasien di dapatkan jatuh lemas dan tampak pucat. Setelah itu pasien tidak
dapat berbicara namun masih bisa kontak. GCS E3M6VX. TD = 130/ 70mmHg. N = 83x/mnt,
P= 18x/mnt. Hasil pengkajian tonus dan kekuatan otot menurun pada sisi kanan. CT scan di
dapatkan infark cerebri sinistra dan proses atrofi serebri. Hasil EKG = Atrial Fibrilasi.
Pertanyaan soal.
Apakah diagnosa keperawatan utama kasus di atas.
a. Ketidak efektifan perfusi jaringan cerebri.
b. Hambatan mobilitas fisik
c. Hambatan komunikasi verbal
d. Kerusakan mobilitas fisik
e. Penurunan curah jantung
43. Seorang laki – laki berusia 65 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan kedua kaki bengkak
terasa nyeri bila di gerakkan sejak 2 minggu yang lalu dan sering terjadi di pagi hari. Pasien
mengatakan senang konsumsi jeroan, cumi, dan kacang – kacangan. Saat pengkajian nampak
ekspresi wajah tampak meringis saat kaki di gerakkan, skala nyeri 7, kedua sendi lutut dan ibu
jari kaki tampak kemerahan. TD = 140/90, N=84x/mnt, S=36,8°C.
Pertanyaan soal.
Apakah pengkajian look pada kasus di atas?
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

a. Krepitus dan spasme otot


b. Keterbatasan rentang gerak
c. Deformitas sendi
d. Kekuatan otot
e. Nyeri tekan pada sendi
44. Seorang perempuan umur 55 tahun, di bawa ke poliklinik dengan keluhan nyeri kedua lutut
yang dialami sejak 5 bulan terakhir terutama saat beraktifitas, sulit berdiri dari posisi jongkok.
Bengkak dan kemerahan pada kedua lutut. Nyeri pada jari – jari tangan (+). Nyeri dirasakan
skala 3. Pasien mengatakan malu dengan kedua lututnya yang bengkak. Pasien tidak percaya
diri lagi memakai rok jika bekerja. Pasien adalah seorang public relation di hotel ternama.
Pertanyaan soal.
Apakah diagnosa keperawatan utama pada kasus di atas.
a. Kecemasan
b. Hambatan mobilitas fisik
c. Nyeri kronik
d. Nyeri akut
e. Gangguan citra diri
45. Pasien laki – laki usia 32 tahun di rawat diruang bedah. Pasien telah di rawat selama 3 hari
akibat fraktur tibia di kaki kanan. Pasien telah menjalani operasi sejak hari pertama masuk
rumah sakit. Saat ini pasien mengeluh balutan pada kaki kanannya terlalu ketat sehingga
kakinya terasa kram dan kebas. Setelah perawatn melakukan pengkajian di dapatkan data
pasien tidak merasakan ujung kakinya, kaki terasa nyeri saat di pegang dan akral dingin.
Pertanyaan soal.
Apakah masalah keperawatan utama kasus di atas?
a. Kerusakan mobilitas fisik
b. Nyeri
c. Ansietas
d. Intolerasni aktivitas
e. Penurunan perfusi jaringan
46. Laki – laki usia 20 tahun di rawat di ruang bedah dengan keluhan tungkai kiri tidak bisa di
gerakkan akibat terjatuh dari pohon. Hasil pemeriksaan di dapatkan adanya deformitas, fraktur
tulang tibia sinistra, nyeri skala 3, TD=130/80, N=80x/mnt, suhu 37,5°C, pernafasan 18 x/mnt,
pasien rencana ORIF.
Pertanyaan soal.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus di atas?
a. Hambatan mobilitas fisik
b. Intoleransi aktifitas
c. Nyeri akut
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

d. Hypertermia
e. Resiko infeksi
47. Seorang laki – laki usia 35 tahun masuk UGD dengan keluhan nyeri punggung yang hebat,
meringis dan sulit tidur sejak 1 minggu yang lalu. Akibatnya hanya terbaring lemah dan sulit
untuk mengerjakan aktivitasnya. Riwayat kecelakaan 2 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan
fisik di temuka bengkak dan kemerehan pada punggung pasien, berkeringat dingin, tekanan
darah 140/90mmHg, nadi 86x/mnt, pernafasan 28x/mnt, dan suhu badan 36°C.
Pertanyaan soal.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus di atasa?
a. Nyeri
b. Intoleransi aktivitas
c. Gangguan pola tidur
d. Hambatan mobilitas fisik
e. Resiko kerusakan integritas kulit
48. Seorang wanita usia 50 tahun di rawat di ruang flamboyan. Terdapat luka gangren di kaki,
terasa nyeri, luka tampak hitam, terdapat pus, bau dan berwarna hitam. Pemeriksaan gula darah
300mg/dl, leukosit 12.000
Pertanyaan soal.
Apa rencana rindakan mandiri yang paling tepat unutk kasus di atas?
a. Atur posisi tidur semi fowler
b. Latihan relaksasi nafas dalam
c. Lakukan perawatan luka
d. Berikan terapi insulin sesuai advis
e. Kolaborasi pemberian antibiotik
49. Seorang pria usia 25 tahun datang di IRD di sebuah rumh sakit dengan keluhan luka terbuka
di sertai fraktur pada daerah femur dextra akibat kecelakaan, klien nampak menahan rasa nyeri,
perdarahan pada daerah luka tampak aktif, klien nampak pucat, hasil pengkajian fisik TD=
110/80mmHg, N= 62x/mnt, Pernafasan 24x/mnt, suhu 37°C.
Pertanyaa soal.
Manakah intervensi keperawatan utama pada kasus di atas?
a. Pasang monitor
b. Berikan oksigen
c. Tinggikan daerah luka
d. Berikan terapi cairan
e. Pasang verban dengan tehnik bebat tekan
50. Laki – laki usia 60 tahun di rawat ruang penyakit bedah sejak 7 hari yang lalu, hasil pengkajian
di dapatkan data ekstremitas atas dan bawah tidak dapat di gerakkan secara aktif, kulit di sekitar
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

area penonjolan tulang tampak kemerahan, pasien tampak lemas, hasil pengkajian : TD=
180/100mmHg, N=88x/mnt, suhu 37,7°C, pernafasan 20x/mnt.
Pertanyaan soal.
Apa yang di lakukan perawat untuk meningkatkan kenyamanann pada pasien?
a. Memberikan kompres air hangat
b. Memonitor kulit pasien
c. Mobilisasi tiap 2 jam
d. Melakukan masage
e. Melatih ROM
51. Klien dengan cedera pada spinal, kesadaran compos mentis, lumpuh pada kedua kakinya, tidak
bisa mengontrol BAK/BAB. Prioritas pencegahan cedera pada klien ini adalah
a. Memasang penghalang tempat tidur dan menempatkan bel dekat pasien
b. Menjaga kebersihan tempat tidur dan program miring kanan/kiri
c. Memiringkan kiri/kanan dan masase punggung tiap dua jam
d. Memasang kateter urine dan memasang diapers
52. Seorang laki – laki 45 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri yang hebat dengan
skala 8 pada sendi ibu jari kaki kanan. Hal ini di alami penderita saat bangun pagi, berlangsung
selama 30 menit sampai dengan 1 jam, keluhan ini sdah di alami sejak 3 bulan terakhir. Pasien
juga mengatakan karena nyeri pada jari kaki pasien sulit untuk berjalan. Pasien di rawat stroke
sejak 4 bulan lalu dan tirah baring lama maka nampak pula decubitus grade 1 pada kedua tumit.
Pertanyaan soal.
Apakah diagnosa keperawatan utama pada kasus di atas?
a. Kerusakan integritas kulit
b. Hambatan mobilitas fisik
c. Nyeri kronik
d. Nyeri akut
e. Gangguan citra diri
54. Perawat memantau tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial lada bayi usia 3 bulan. Pada
palpasi fontanel diketahui fontanel anteriornya lembut dan datar. Berdasarkan temuan tersebut,
manakah tindakan perawat yang paling tepat ?
a. Tingkatkan asupan cairan per oral
b. Dokumentasikan temuan
c. Bertahu dokter yang bertanggung jawab
d. Tinggikan kepala 90 derajat
e. Cek tanda-tanda vital.
55. Perawat mempersiapkan daftar intruksi perawatan di rumah untuk orang tua anak yang
menggunakan gips pada lengan bawah kiri. Intruksi mana yang harus dimasukkan dalam daftar
tesebut?
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

a. Jauhkan mainan berukuran kecil dan objek tajam dari gips


b. Menggunakan penggaruk khusus untuk menggaruk kulit yang gatal di bawah gips
c. Jangan meletakkan kompres hangat pada ujung gips dan pada jemari saat jemari terasa
kedinginan
d. Meninggikan bantak pada 24 samapi 48 jam pertama setelah pemasangan gips untuk
mencegah bengkak
e. Hubungi petugas kesehatan jika anak mengeluh adanya mati rasa atau kesemutan di
ekstremitas
56. Laki –laki usia 40 tahun mengalami fraktur pada daerah tibia dextra akibat kecelakaan dann
telah di pasang gips hari ke-2, hasil pengkajian fisik TD= 120/80mmHg, N= 62x/mnt,
Pernafasan 12x/mnt, suhu 37°C. Perawat melakukan pengkajian dan ingin memastikan apakah
klien mengalami gejala awal sindrom kompartemen. Data yang seharusnya perawat dapatkan
pada saat pengkajian adalah?
a. Jari-jari dingin berwarna pucat
b. Jari-jari baal dan kesemutan
c. Nyeri meningkat jika tangan tergantung
d. Nyeri menunjukkan tingkat keparahan fraktur
e. Sianosis

57. Perawat sedang memberikan intruksi pada orang tua dengan skoliosis terkait dengan
penggunaan traksi. Kalimat mana dari orang tua yang mengindikasikan kebutuhan akan
intruksi lanjut?
a. “Saya akan memotivasi anaks aya untuk melakukan latihan yang telah disarankan”
b. “Saya akan memakaikan pakaian yang lembut di bawah traksi”
c. “Saya harus mengoleskan lotion di bawah traksi untuk mencegah kulit traksi”
d. “Saya harus menghindari penggunaan bedak karena akan menggumpal di bawah
traksi”
e. “Saya akan mengatakan kepada anak saya untuk tidak melakukan aktivitas yang dilarang”

58. Seorang perempuan penderita DM type2 usia 42 tahun, dengan luka gangrene pada bagian
ekstremitas kanan bawah daerah dorsal pedis. Sudah 4 hari dirawat diruang penyakit dalam,
dan akan dilakukan tindakan perawatan luka. Ttv dalam batas normal. Pada perawatan luka,
setelah dilakukan pelepasan balutan luka/verban.
Apakah tindakan selanjutnnya yang akan dilakukan sesuai dengan SOP ?
A. Melepaskan plester
B. Membersihkan luka.
C. Memakai handscoon.
D. Membalut kembali luka dengan rapi
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

E. Melakukan nekrotomi pada jaringan nekrosis


59. Seorang perempuan berusia 45 tahun diantar keluarga ke poliklinik dengan keluhan gatal di
sekitar ostoma. Hasil pegkajian didapatkan data : merah di sekitar ostoma, riwayat post operasi
kolostomi dua bulan yang lalu.
Apakah yang dilakukan perawat selanjutnya?

A.Mengoleskan salep tipis-tipis pada daerah iritasi


B. Memberikan kompres NaCl 0,9% di sekitar ostoma
C. Segera mengganti kolostomi-bag dengan yang baru
D. Menekan daerah iritasi dengan lembut
E. Melarang pasien menyentuh daerah iritasi

60. Seorang laki-laki 37 tahun dirawat diruang bedah dengan post op fraktur cruris dextra dan
dilakukan pemasangan eksternal fiksasi gips. Pada hari ke-2 pasien merasakan kesemutan,
bengkak dan nyeri yang bertambah berat. Saat dilakukan pemeriksaan didapatkan nadi dorsalis
pedis tidak teraba dan cianosis pada kuku jari kaki.
Apakah Intervensi yang tepat untuk pesien tersebut ?
a. Lepas eksternal fiksasi/ gips
b. Observasi dengan ketat tanpa melepas gips
c. Elevasi ektremitas yang fraktur
d. Monitoring skala nyeri pasien
e. Observasi tanda-tanda vital

61. Seorang perempuan berusia 25 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam, pesien terpasang gips
pada kaki kanan akibat fraktur tibia 1/3 proksimal selama 3 hari. pasien mengeluhkan kaki
yang fraktur seperti mati rasa (parastesia) sejak satu jam lalu, akral dingin.
Apakah tindakan pertama yang dilakukan oleh perawat?
A. Melaporkan kepada dokter atas temuan
B. Melatih mobilisasi pada kaki yang fraktur
C. Meninggikan kaki yang fraktur dari posisi tubuh
D. Memeriksa gips yang terpasang pada kaki yang fraktur
E. Memeriksapulsasi nadi, nyeri, paralisis pada kaki yang fraktur

62. Seorang perempuan penderita DM type2 usia 42 tahun, dengan luka gangrene pada bagian
ekstremitas kanan bawah daerah dorsal pedis. Sudah 4 hari dirawat diruang penyakit dalam,
dan akan dilakukan tindakan perawatan luka. Ttv dalam batas normal. Pada perawatan luka,
setelah dilakukan pelepasan balutan luka/verban.
Apakah tindakan selanjutnnya yang akan dilakukan sesuai dengan SOP ?
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

A. Melepaskan plester
B. Membersihkan luka.
C. Memakai handscoon.
D. Membalut kembali luka dengan rapi.
E. Melakukan nekrotomi pada jaringan nekrosis

63. Seorang perempuan berusia 45 tahun diantar keluarga ke poliklinik dengan keluhan gatal di
sekitar ostoma. Hasil pegkajian didapatkan data : merah di sekitar ostoma, riwayat post operasi
kolostomi dua bulan yang lalu.
Apakah yang dilakukan perawat selanjutnya?
A.Mengoleskan salep tipis-tipis pada daerah iritasi
B. Memberikan kompres NaCl 0,9% di sekitar ostoma
C. Segera mengganti kolostomi-bag dengan yang baru
D. Menekan daerah iritasi dengan lembut
E. Melarang pasien menyentuh daerah iritasi

64. Laki-laki usia 46 tahun datang ke poli bedah 2 minggu post fraktur tibia sinistra. Hasil
pengkajian terpasang gips pada kaki kiri, pasien mengeluh sering kesemutan pada area kaki,
TD 110/70 mmHg, frekuensi nadi 80 x/menit, frekuensi napas 22 x/menit, suhu 37,2 ºC.
Apakah pendidikan kesehata yang paling tepat diberikan pada kasus tersebut?
a. Latihan rentang gerak bertahap
b. Konsumsi makanan bergizi tinggi
c. Membatasi gerakan
d. Mengobservasi area sekitar gips
e. Opsi 5 Membatasi makanan tertentu
65. Seorang laki-laki 46 tahun datang dirawat di ruang bedah dengan keluhan tidak bisa
bergerak. Pengkajian didapatkan terdapat fraktur pada tibia sinistra, terpasang gips, skala
nyeri 4, akral dingin, CRT 3 detik,tekanan darah 110/70 mmHg, frekuensi nadi 80 x/menit,
frekuensi napas 22 x/menit, suhu 37,2 ºC. Perawat memberikan perawatan untuk mencegah
terjadinya compartemen sindroma.
Apakah tindakan perawat yang sesuai pada pada kasus diatas?
a. Hindarkan meninggikan ekstermitas
b. Mengimobilisasi ektermitas bawah
c. Membantu ADL pasien
d. Distraksi relaksasi
e. Melatih mobilisasi
66. Seorang laki-laki usia 46 tahun datang ke poli dengan keluhan sakit pada betis karena
kecelakaan. Pengkajian didapatkan skala nyeri 8 , terdapat luka pada betis kanan,
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

perdarahan, akral dingin, tampak pucat, tekanan darah TD : 100/70 mmHg, Nadi 96x/menit,
Frekeunsi nafas 26 x/menit, Suhu 36,8C, diagnosa Fraktur Tibia desktra.
Apakah masalah keperawatan utama berdasarkan kasus di atas ?
a. Nyeri Akut
b. Resiko infeksi
c. Gangguan pola napas
d. Hambatan mobilitas fisik
e. Resiko Syok Hipovolemik
67. Seorang laki-laki usia 36 tahun datang ke poli dengan keluhan keseleo dikaki karena jatuh
dari tangga. Pengkajian didapatkan dislokasi tulang dan pembengkakan pergelangan kaki
pasien ketakutan,dan menangis, nyeri tekan, skala nyeri 7, tekanan darah, , TD : 100/70
mmHg, Nadi 85x/menit, Frekeunsi nafas 22 x/menit, Suhu 36,8C. Perawat ingin mengetahui
apakah pasien terjadi fraktur.
Apakah tindakan kolaborasi yang dilakukan untuk menunjang diagnosa diatas?
a. Kolaborasi foto rontgen
b. Lakukan reposisi tulang
c. Lakukan latihan rehabilitasi
d. Kolaborasi pemberian analgesik
e. Kolaborasi pembedahan.
68. Seorang laki-laki usia 36 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri pada kaki karena
kecelakaan. Pengkajian didapatkan terdapat perubahan bentuk dan pembengkakan
pergelangan kaki kiri, nyeri tekan, skala nyeri 7, hasil foto terdapat close fraktur tibia
dekstra. Tim medis merencanakan untuk dilakukan pembedahan. Seorang perawat
menjelaskan tentang prosedur yang akan dilakukan.
Apakah aspek tindakan perawat berdasarkan kasus di atas ?
a. aspek legal etik autonomy
b. aspek legal etik Benefience
c. aspek legal etik Confidentialy
d. aspek Justice
e. aspek legal fidelity
69. Seorang laki-laki usia 65 tahun, dirawat di ruang bedah sejak 1 minggu yang lalu dengan
post op pemasangan pen pada femur sinistra.Pasien di rencanakan pulang.
Apakah intervensi keperawatan yang perlu diberikan ke pasien ?…
a. Dukung selama melakukan ativitas sehari-hari
b. Libat kan keluarga memenuhi kebutuhan ADL
c. Anjarkan pasien latihan penggunaan kruk
d. Ajarkan latihan peregangan otot
e. Ajarkan pasien mobilisasi
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

70. Seorang wanita berusia 50 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan : bengkak
pada sendi lutut, kemerahan dan sakit saat di gerakan. Pemeriksaan fisik didapat kemerahan
dan nyeri disendi lutut. Hasil pemeriksaan laboratorium : asam urat 12 mg/dl.
Apakah intervensi mandiri yang di lakukan perawat pada kasus?.
a. kompres hangat pada area sendi
b. kompres dingin pada sendi
c. lakukan masase sendi
d. lakukan balut tekan
e. tinggikan ektrimitas
71. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan bengkak
dan nyeri pada daerah sendi metatarasal. Klien mengatakan keluhan di rasakan kan sejak 3
hari yang lalu.
Apakah diit yang dianjurkan kepada pasien ?
a. diit rendah kolestrol
b. diit rendah garam
c. diit rendah kalori
d. diit rendah gula
e. diit rendah purin
72. Seorang laki-laki, usia 40 tahun di rawat di ruang penyakit bedah dengan keluhan nyeri
tangan kiri yang terpasang gips. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan gips terlalu ketat, tangan
sekitar gips bengkak, akral dingin dan pucat.
Apakah tindakan yang harus segera dilakukan perawat pada pasien diatas
a. Memberikan posisi yang nyaman
b. Mengajarkan teknik relaksasi
c. Memasang oksigen
d. Melonggarkan gips
e. Mengobservasi TTV
73. Seorang perempuan, usia 45 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada lututnya.
Hasil pemeriksaan fisik didapatkan lutut sebelah kiri bengkak, kemerahan, ROM terbatas, BB
75 Kg, TB 148 cm. Pasien mengatakan selama ini tidak pernah membatasi konsumsi makanan.
Pasien mendapat terapi analgesik.
Apakah edukasi yang harus diberikan pada pasien diatas?
a. Menganjurkan untuk pasien untuk mengompres kakinya bila terasa nyeri
b. Menganjurkan pada pasien untuk diit dan menurunkan berat badan
c. Mengajurkan pasien untuk melakukan latihan gerak
d. Menganjurkan pasien untuk olah raga teratur
e. Menganjurkan pada pasien untuk istirahat
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

74. seorang perempuan, usia 50 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan sesak.
Hasil pengkajian didapatkan muka sembab, gelisah, mual, tidak nafsu makan, Odema pada
kedua kaki, kulit bersisik, TD 160/100 mmHg, frekwensi nadi 85 x/menit, frekwensi napas
30x/menit, suhu 37,8◦C. Hasil pemeriksaan laboratorium Creatinin meningkat.
Apakah masalah keperawatan pada pasien diatas?
a. Ansietas
b. Kelebihan volume cairan
c. Ketidakefektifan pola nafas
d. Resiko kerusakan integritas kulit
e. Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
75. Seorang perempuan usia 31 tahun dirawat di ruang bedah dengan keluhan nyeri pada kaki
kanan. Hasil pengkajian nyeri pada paha sebalah kanan karena fraktur, dirasakan terus menerus
dan telah dilakukan pemasangan ORIF, pasien tampak memejamkan mata, skala nyeri 8,
keringat dingin, takut bergerak, kebutuhan dibantu keluarga dan perawat, TB 130/85 mmHg,
frekwensi nadi 101x/menit,frekwensi nafas 27 x/menit, suhu 37,9◦C.
Apakah masalah keperawatan pada pasien diatas?
a. Nyeri akut
b. Ansietas
c. Resiko infeksi
d. Defisit perawatan diri
e. Hambatan mobilitas fisik
76. Seorang laki-laki 46 tahun datang dirawat di ruang bedah dengan keluhan tidak bisa bergerak.
Pengkajian didapatkan terdapat fraktur pada tibia sinistra, terpasang gips, skala nyeri 4, akral
dingin, CRT 3 detik,tekanan darah 110/70 mmHg, frekuensi nadi 80 x/menit, frekuensi napas
22 x/menit, suhu 37,2 ºC. Perawat memberikan perawatan untuk mencegah terjadinya
compartemen sindroma.
Apakah tindakan perawat yang sesuai pada pada kasus diatas?
A. Hindarkan meninggikan ekstermitas
B. Mengimobilisasi ektermitas bawah
C. Membantu ADL pasien
D. Distraksi relaksasi
E. Melatih mobilisasi
77. Seorang perempuan, usia 60 tahun di rawat di ruang penyakit dalam. Pasien telah dilakukan
debridemen di kedua kaki, amputasi pedis dekstra digiti I, IV, dan V 2 jam yang lalu. GCS
pasien E4 V5 M6. Tampak ada rembesan pada balutan. Glukosa darah acak sekarang 230
mg/dl.
Apa masalah keperawatan pada pasien tersebut?
a. Resiko ketidakstabilan glukosa darah
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
dr. SOEBANDI JEMBER
Program Studi : S.1 Keperawatan & D.III Kebidanan
Akreditasi BAN-PT S.1 Keperawatan : No. 010/SK/ BA - PT/Ak/XII/S/I/2013
Akreditasi BAN-PT D.III Kebidanan :No.040/SK/BAN-PT/Ak/XII/Dpl-III/II/2013
Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536, E_mail :: jstikesdr.soebandi@yahoo.com

b. Kerusakan integritas jaringan


c. Hambatan mobilitas fisik
d. Gangguan citra diri
e. Resiko perdarahan
78. Seorang laki-laki, usia 47 tahun, post kecelakaan lalu lintas, saat ini di ruang bedah post
operasi 1 hari yang lalu. Hasil pengkajian didapatkan pasien tidak dapat melakukan
mobilisasi, tidak dapat mengontrol BAB dan BAKnya, GCS E4M5 V6.
Intervensi apa untuk mencegah terjadinya cedera?
a. Memasang penghalang tempat tidur dan menempatkan bel dekat pasien
b. Menjaga kebersihan tempat tidur dan program miring kanan/kiri
c. Memiringkan kiri/kanan dan masase punggung tiap dua jam
d. Memasang kateter urine dan memasang diapers
e. Melakukan personal hiegin
79. Seorang perempuan usia 38 tahun dibawa ke UGD karena mengalami kecelakaan lalu lintas.
Saat ini pasien berada di bangsal bedah. Pasien mengeluh nyeri skala 5 pada seluruh kaki
kirinya, hasil pemeriksaan fisik didapatkan deformitas ekstremitas tibia fibula sinistra, adanya
laserasi pada area pedis sinistra, TD 130/90 mm/Hg, frekuensi nadi 85x/menit, frekuensi
napas 19x/menit, suhu 36,50C. Pasien mengalami keterbatasan gerak karena nyeri pada area
patah.
Apakah masalah keperawatan utama pada kasus di atas?
a. Hambatan mobilitas fisik
b. Intoleransi aktivitas
c. Risiko infeksi
d. Risiko injury
e. Nyeri akut
80. Seorang laki-laki usia 17 tahun, 1 minggu yang lalu mengalami kecelakaan kecil saat sedang
bermain sepakbola. Dia terjatuh dengan siku tangan kanannya sebagai tumpuan. Saat ini
sikunya mengalami pembengkakan, merah meradang, dan nyeri skala 4-5 saat menggerakkan
tangan kanannya. Saat dilakukan pemeriksaan, pembengkakan pada sikunya, teraba hangat
dan terasa seperti ada akumulasi cairan didalamnya.
Penatalaksanaan keperawatan kolaboratif apakah yang dapat dilakukan pada pasien tersebut?
a. Melakukan fisioterapi untuk mengembalikan fungsi sendi
b. Melakukan kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian antibiotik
c. Melakukan kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgesik
d. Melakukan kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian antipiretik
e. Melakukan kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian anti inflamasi non-steroid