Você está na página 1de 24

PROPOSAL TUGAS AKHIR

Analisa Pengaruh Pressure Spongerool Terhadap Variasi Panjang Tread


Di PT X

Untuk memenuhi sebagai persyaratan


Memperoleh derajat D-3

Diajukan Oleh:

Budiawan 1601017

M. Khafid Fadilah 1601040

POLITEKNIK GAJAH TUNGGAL


TANGERANG
2018
i

PROPOSAL TUGAS AKHIR

Analisa Pengaruh Pressure Spongerool Terhadap Variasi Panjang Tread


Di PT X

Untuk memenuhi sebagai persyaratan


Memperoleh derajat D-3

Diajukan Oleh:

Budiawan 1601017

M. Khafid Fadilah 1601040

POLITEKNIK GAJAH TUNGGAL


TANGERANG
2018

i
ii

ANALISA PENGARUH PRESSURE SPONGEROLL TERHADAP VARIASI


PANJANG TREAD DI PT X

Oleh :
Budiawan
(1601017)
M. Khafid Fadilah
(1601040)

INTISARI

PT X adalah sebuah perusahaan ban termuka yang dituntut untuk dapat


menghasilkan produktivitas yang tinggi dan juga dengan produk yang berkualitas
tinggi untuk dapat memenuhi permintaan pelanggan internal dan juga eksternal.
Ban terdiri dari bebrapa komponen material penyusun diantaranya itu terdapat
material tread yang berfungsi sebagai telapak ban yang bersentuhan langsung
dengan jalan. Adanya variasi panjang tread mengakibatkan proses produksi
menjadi terhambat dan adanya pengurangan kualitas produk yang dihasilkan.
Untuk itu perlu diadakan analisa untuk mengurangi variasi panjang tread.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pressure spongeroll
berpengaruh terhadap variasi panjang tread. Jika pressure spongeroll memang
benar mempengaruhi variasi panjang tread maka hal apa yang akan dilakukan
untuk mengurangi variasi tersebut

Kata Kunci : Variasi panjang tread

ii
iii

ANALYSIS OF THE EFFECT OF SPONGEROLL PRESSURE ON TREAD


LENGTH VARIATION IN PT X

By :
Budiawan
(1601017)
M. Khafid Fadilah
(1601040)

ABSTRACT

PT X is a leading tire company that is required to produce high


productivity and also with high quality products to be able to meet the demands of
internal and external customers. The tire consists of several components of the
constituent material, there are tread materials that function as tire treads that come
in direct contact with the road. The variation in the length of the tread resulted in
the production process being hampered and a reduction in the quality of the
products produced. For this reason, an analysis is needed to reduce the length of
the tread. This study aims to determine whether the spongeroll pressure affects the
length variation of tread. If the spongeroll pressure really affects the variation in
length of tread, what will be done to reduce the variation

Keywords: length variation of tread

iii
iv

PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : BUDIAWAN

NIM : 1601017

Program Studi : TEKNIK MESIN

Judul Tugas Akhir : ANALISIS PENGARUH PRESSURE SPONGEROOL


TERHADAP VARIASI PANJANG THREAD DI PT X

Menyatakan bahwa Laporan Tugas Akhir dengan judul tersebut di atas, saya
susun dengan sejujurnya berdasarkan norma akademik dan bukan merupakan
hasil plagiat. Adapun semua kutipan di dalam Laporan Tugas Akhir ini telah
saya sertakan nama pembuatnya/penulisnya dan telah saya cantumkan ke
dalam Daftar Pustaka.

Pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila ternyata di


kemudian hari ternyata saya terbukti melanggar pernyataan saya tersebut
diatas, saya bersedia menerima sesuai sanksi aturan tata tertib di Politeknik
Gajah Tunggal.

Tangerang, 19 September 2018

Yang menyatakan,

(Materai Rp. 6000,-)

Budiawan

1601017

iv
v

PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : M. KHAFID FADILAH

NIM : 1601040

Program Studi : TEKNIK MESIN

Judul Tugas Akhir : ANALISIS PENGARUH PRESSURE SPONGEROOL


TERHADAP VARIASI PANJANG THREAD DI PT X

Menyatakan bahwa Laporan Tugas Akhir dengan judul tersebut di atas, saya
susun dengan sejujurnya berdasarkan norma akademik dan bukan merupakan
hasil plagiat. Adapun semua kutipan di dalam Laporan Tugas Akhir ini telah
saya sertakan nama pembuatnya/penulisnya dan telah saya cantumkan ke
dalam Daftar Pustaka.

Pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila ternyata di


kemudian hari ternyata saya terbukti melanggar pernyataan saya tersebut
diatas, saya bersedia menerima sesuai sanksi aturan tata tertib di Politeknik
Gajah Tunggal.

Tangerang, 19 September 2018

Yang menyatakan,

(Materai Rp. 6000,-)

M. Khafid Fadilah

1601040

v
vi

DAFTAR ISI

INTISARI................................................................................................................ ii
ABSTRACT ............................................................................................................. iii
PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME ........................................................... iv
PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME ............................................................ v
DAFTAR ISI .......................................................................................................... vi
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ vii
DAFTAR TABEL ................................................................................................ viii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
I.1. Latar Belakang Masalah ....................................................................... 1
I.2. Perumusan Masalah .............................................................................. 2
I.3. Batasan Masalah ................................................................................... 2
I.4. Tujuan Penelitian .................................................................................. 2
I.5. Manfaat Penelitian ................................................................................ 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................. 4
II.1 Landasan Teori .................................................................................... 4
II.1.1 Proses Extruder ............................................................................. 4
II.1.2 Kepresisian ........................................................................................ 4
II.1.3 Pneumatik .......................................................................................... 5
II.1.4 Pressure Gauge ................................................................................. 9
II.1.5 Pressure Regulator .......................................................................... 10
II.1.6 Valve ................................................................................................ 10
II.1.7 Minitab............................................................................................. 11
BAB III METODE PENELITIAN........................................................................ 12
III.1 Alur Penelitian................................................................................... 12
III.2 Penjelasan Alur Penelitian ................................................................ 13
III.3 Waktu dan Tempat Penelitian ........................................................... 14
III.4 Hipotesis Pendahuluan ...................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 15

vi
vii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Proses Extruder .................................................................................. 4


Gambar 3. 1 Alur Penelitian.................................................................................. 12

vii
viii

DAFTAR TABEL

viii
1

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Masalah


PT. X (Gajah Tunggal Tbk) merupakan perusahaan yang memproduksi Ban
motor, ban mobil, flap dan ban dalam. Di PT. X terdapat sebuah Plant Y yang
memproduksi Ban Bias. Alur proses produksinya dimulai dari Mixing, Raw
Material, Building, Curing dan Final Inspection. Permasalahan yang sering terjadi
teradapat pada Departemen Extruder yang berada di divisi raw material yaitu
panjang thread yang berbeda. Panjang thread ini mempengaruhi proses
selanjutnya yaitu pada proses building dan proses curing. Variasi panjang thread
telah terjadi dari awal mula terbentuknya Plant Y.
Thread yang terlalu panjang maupun terlalu pendek merupakan hal yang tidak
diperbolehkan ketika proses produksi. Hal tersebut dapat menimbulkan defect
berupa blown thread, dimana udara terjebak di dalam lapisan ban. Dengan akibat
tersebut, dapat membuat perusahaan mengalami kerugian, dimulai dari biaya
produksi hingga berkurangnya efisiensi waktu untuk proses perbaikan ban.
Panjang tread hasil proses Extruder memiliki panjang bervariasi yang diakibatkan
oleh beberapa faktor. Penulis menemukan beberapa laporan dari operator bahwa
spongeroll yang terdapat sebelum proses cutting (auto skiver) yang berfungsi
untuk mencegah slip antara tread dan conveyor dapat menyebabkan panjang
tread lebih pendek.
Pentingnya pengaruh spongeroll terhadap thread wajib diperhatikan karena
dapat menurunkan kualitas dan kuantitas produksi. Dari masalah tersebut penulis
tertarik untuk melakukan analisa mengenai pengaruh spongeroll terhadap variasi
panjang thread. Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi kepada
perusahaan untuk mengurangi variasi panjang thread, sehingga kualitas dan
kuantitas hasil produksinya tercapai dengan spesifikasi yang diinginkan.I.2.

1
2

I.2. Perumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka permasalahan yang dapat
dirumuskan antara lain :
1. Hal apa saja yang mempengaruhi variasi panjang tread?
2. Apakah pressure spongeroll berpengaruh terhadap panjang tread?

I.3. Batasan Masalah

Untuk menghindari terjadinya perluasan masalah, maka penulis membatasi


masalah yang akan dianalisis, anatara lain :
1. Pengamatan dilakukan di PT. X Plant Y Departemen Extruder
2. Penilitian ini hanya dibatasi pada pengukuran panjang tread terhadap pressure
yang berbeda beda.
3. Penelitian dilakukan di mesin ATE-2.
4. Penelitian dilakukan ketika shift 1 atau pukul 8.00-15.00
5. Penelitian dilakukan pada tread tipe Truck Bus dan Bouble Bead.

I.4. Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan :


1. Mengetahui apakah pressure spongeroll berpengaruh terhadap panjang tread.
2. Mencari alternatif solusi untuk mencegah variasi panjang tread.

I.5. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat-manfaat dengan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai


berikut :
1. Bagi Penyusun
Manfaat yang didapatkan oleh penyusun dengan adanya penelitian ini
penyusun diharapkan mampu memahami masalah yang ada di perusahaan
dan upaya penyelesaiannya. Selain itu, penelitian ini adalah sebagai bahan
untuk mengaplikasikan teori-teori yang diperoleh di bangku kuliah.

2
3

2. Bagi Lembaga
Manfaat bagi lembaga pendidikan dengan adanya penelitian ini adalah
lembaga dapat menambah perbendaharaan perpustakaannya sebagai bahan
referensi untuk penelitian-penelitian selanjutnya atau sebagai bahan bacaan
bagi karyawan/ti PT. X Plant Y umumnya dan mahasiswa Politknik Gajah
Tunggal khususnya.

3. Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat direalisasikan dan dapat dijadikan
solusi dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi oleh perusahaan.

3
4

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Landasan Teori


Landasan teori merupakan teori – teori yang digunakan sebagai dasar dalam
melakukan analisa. Teori – teori tersebut didapat baik dari teori – teori yang
dipaparkan oleh ahli di bidangnya maupun teori –teori terapan yang telah diapakai
oleh penelitian sebelumnya yang sejenis. Adapun landasan teori yang penulis
gunakan sebagai berikut :

II.1.1 Proses Extruder

Extruder adalah mesin yang digunakan untuk menekan campuran bahan hasil
dari mixer agar keluar secara teratur. Pada proses Tread Extruder, bahan
campuran yang diolah berupa compound dan akan menghasilkan tread. Mesin
Extruder sendiri terdapat beberapa jenis yaitu cold feed, hot feed, dan PAB
(gabungan cold feed dan hot feed).
Proses Extruder dijelaskan seperti pada bagan berikut.

COMPOUND EXTRUDE TREAD

INPUT PROSES OUTPUT

Gambar 2. 1 Proses Extruder

II.1.2 Kepresisian

Kepresisian dari suatu sistem pengukuran adalah sejauh mana pengulangan


pengukuran dalam kondisi yang tidak berubah mendapatkan hasil yang sama.
Presisi menggambarkan keseragaman dan pengulangan pada pengukuran. Presisi
merupakan derajat keunggulan, pada performa dari suatu operasi atau teknik yang
digunakan untuk mendapatkan hasil. Presisi mengukur tingkat yang mana
hasilnya mendekati satu sama lain, yaitu ketika pengukuran berkerumun bersama-

4
5

sama. Oleh karena itu, semakin tinggi level presisi semakin kecil variasi antar
pengukuran.

II.1.3 Pneumatik

Pneumatik merupakan teori atau pengetahuan tentang udara yang bergerak,


keadaan-keadaan keseimbangan udara dan syarat-syarat keseimbang-an. Orang
pertama yang dikenal dengan pasti telah menggunakan alat pneumatik adalah
orang Yunani bernama Ktesibio. Dengan demikian istilah pneumatik berasal dari
Yunani kuno yaitu pneuma yang artinya hembusan (tiupan). Bahkan dari ilmu
filsafat atau secara philosophi istilah pneuma dapat diartikan sebagai nyawa.
Dengan kata lain pneumatik berarti mempelajari tentang gerakan angin (udara)
yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga dan kecepatan. (Drs.
Suyanto, M.Pd, M.T, 2003 : 1)

Pneumatik merupakan cabang teoritis aliran atau mekanika fluida dan tidak hanya
meliputi penelitian aliran-aliran udara melalui suatu sistem saluran, yang terdiri
atas pipa-pipa, selang-selang, gawai (device) dan sebagainya, tetapi juga aksi dan
penggunaan udara mampat. Udara yang dimampatkan adalah udara yang diambil
dari udara lingkungan yang kemudian ditiupkan secara paksa ke dalam tempat
yang ukurannya relatif kecil.

Pneumatik dalam pelaksanaan teknik udara mampat dalam industri (dunia


perusahaan) (dan khususnya dalam teknik mesin) merupakan ilmu pengetahuan
dari semua proses mekanis dimana udara memindahkan suatu gaya atau suatu
gerakan. Dalam pengertian yang lebih sempit pneumatik dapat diartikan sebagai
teknik udara mampat (compressed air technology). Sedangkan dalam pengertian
teknik pneumatik meliputi : alat-alat penggerakan, pengukur-an, pengaturan,
pengendalian, penghubungan dan perentangan yang meminjam gaya dan
penggeraknya dari udara mampat. Dalam penggunaan sistem pneumatik

5
6

semuanya menggunakan udara sebagai fluida kerja dalam arti udara mampat
sebagai pendukung, pengangkut, dan pemberi tenaga.

Adapun ciri-ciri dari para perangkat sistem pneumatik yang tidak dipunyai oleh
sistem alat yang lain, adalah sebagai berikut :
1. Sistem pengempaan, yaitu udara disedot atau diisap dari atmosphere kemudian
dimampatkan (dikompresi) sampai batas tekanan kerja tertentu (sesuai dengan
yang diinginkan). Dimana selama terjadinya kompresi ini suhu udara menjadi
naik.
2. Pendinginan dan penyimpanan, yaitu udara hasil kempaan yang naik suhunya
harus didinginkan dan disimpan dalam keadaan bertekanan sampai ke obyek yang
diperlukan.
3. Ekspansi (pengembangan), yaitu udara diperbolehkan untuk berekspansi dan
melakukan kerja ketika diperlukan.
4. Pembuangan, yaitu udara hasil ekspansi kemudian dibebaskan lagi ke
atmosphere (dibuang).

II.1.3.1 Kelebihan dan Kekurangan Pneumatik


Kelebihan dari alat penumatik yang sangat menonjol adalah karena udara dapat
mengembang dengan begitu kuat dan cepat di ruangan yang sempit dalam waktu
yang relatif singkat. Berdasarkan itu maka peralatan pneumatik banyak digunakan
di indistri-industri dan pabrik-pabrik. Juga karena beberapa bukti yang nyata
bahwa dalam berbagai masalah untuk otomatisasi tidak ada media lain yang dapat
dipakai secara lebih mudah dan ekonomis.

Selain dari kelebihan di atas, alat pneumatik juga mempunyai kelebihan-kelebihan


lainnya sehingga alat pneumatik seringkali diutamakan dibandingkan alat-alat
yang lain. Kelebihan-kelebihan itu antara lain bisa dilihat dari: (Thomas Krist,
1993 : 6-8) (Krist,T, 1993)

6
7

1. Fluida kerja yang mudah diperoleh dan mudah ditransfer


a. Udara dimana saja tersedia dalam jumlah yang tak terhingga.
b. Saluran-saluran balik tidak diperlukan, karena udara bekas (udara yang telah
memuai dan telah menyerahkan energinya) dapat dibuang bebas.

2. Dapat disimpan dengan baik.


a. Sumber udara mampat (kompresor) hanya memproduksi udara mampat kalau
udara itu memang digunakan, jadi kompresor tidak selalu bekerja.
b. Pengangkutan dan penyimpanan dari tangki-tangki penampungan juga
dimungkinkan.

3. Bersih dan kering.


a. Udara mampat adalah bersih, jadi kalau ada kebocoran pada saluran pipa
benda-benda kerja ataupun bahan-bahan tidak akan menjadi kotor.
b. Udara mampat adalah kering, jadi kalau ada kerusakan pipa-pipa tidak akan ada
pengotoran-pengotoran, bintik (stain) minyak dan sebagainya.

4. Tidak peka terhadap suhu.


a. Udara bersih dapat digunakan sepenuhnya pada suhu-suhu tinggi dan pada
nilai-nilai yang rendah.
b. Udara mampat juga dapat digunakan di tempat-tempat yang sangat panas.
c. Peralatan-peralatan atau saluran-saluran pipa dapat digunakan secara aman
dalam lingkungan yang panas sekali.

5. Aman terhadap ledakan dan kebakaran.


a. Keamanan kerja serta produksi besar dari udara mampat tidak mengandung
bahaya kebakaran maupun ledakan.
b. Alat-alat pneumatik dapat digunakan tanpa dibutuhkan pengamanan yang
mahal dan luas.

7
8

6. Kesederhanaan (mudah dipelihara)


a. Karena kontruksinya sangat sederhana, peralatan-peralatan udara mampat
hampir tidak peka gangguan.
b. Konstruksinya yang sederhana menyebabkan waktu motase (pemasangan)
menjadi singkat, kerusakan-kerusakan seringkali dapat diperbaiki sendiri.
c. Komponen-komponennya dengan mudah dipasang dan setelah dibuka dapat
digunakan kembali untuk penggunaan-penggunaan lainnya.

7. Konstruksi kokoh.
Pada umumnya komponen pneumatik kostruksinya kokoh sehingga tahan
terhadap gangguan dan perlakuan-perlakuan kasar.

Namun demikian, udara bertekanan dan peralatan pneumatik masih tetap juga
mempunyai kelemahan-kelemahan. Kekurangan dari sistem pneumatik antara
lain: (Thomas Krist, 1993 : 9-10)

1. Gangguan suara (bising).


Udara yang ditiup keluar menyebabkan kebisingan (desisan) terutama dalam
ruang-ruang kerja yang sangat mengganggu.

2. Mudah menguap (volatile).


Udara mampat mudah menguap (volatile). Terutama dalam jaringan udara-udara
mampat yang besar dan luas dapat terjadi kebocoran-kebocoran yang banyak dan
menyebabkan udara mampat mengalir keluar.

3. Bahaya pembekuan.
Pada waktu pemuaian (expansion) mendadak dan penurunan suhu yang berkaitan
dengan pemuaian mendadak ini, dapat terjadi pembentukan es.

8
9

4. Gaya tekan terbatas.


Udara mampat hanya dapat membangkitkan gaya yang terbatas. Untuk gaya-gaya
yang besar pada suatu tekanan bisa dalam jaringan, dan dibutuhkan diameter torak
yang besar.

5. Biaya energi tinggi.


Biaya produksi udara mampat tinggi, oleh karena itu untuk produksi dan distribusi
dibutuhkan peralatan-peralatan khusus.

II.1.3.2 Prinsip Dasar Kerja Pneumatik


Sistem pneumatik adalah suatu sistem yang menggunakan udara sebagai media
kerjanya, dimana untuk menghasilkan kerja tersebut udara dimampatkan terlebih
dahulu. Sistem-sistem pneumatik terutama terdiri dari suatu kompresor udara atau
perapat udara (sumber udara mampat), motor-motor udara mampat (pemakai-
pemakai udara mampat) ditambah dengan bagian-bagian pengatur dan pengendali.
Untuk lebih jelasnya berikut adalah gambar sistem pneumatik secara rinci.

(Sumber:http://ondyx.blogspot.com/2014/01/pengertian-dan-fungsi-
pneumatik.html)

II.1.4 Pressure Gauge

Pressure gauge adalah sebuah alat pengukur yang berfungsi untuk mengukur
sebuah tekanan fluida yang bisa berupa gas atau cair, dalam sebuah tabung

9
10

tertutup. Untuk satuan pengukurannya sendiri dikenal dengan istilah psi atau
pound per square inch, ada juga psf atau pound per square foot, mmHg atau
millimeter of mercury, inHg atau inch of mercury, bar, hingga atm atau
atmosphere.
Pressure gauge sendiri biasa digunakan untuk memantau tiap tekanan udara
serta gas yang berada dalam sebuah kompresor udara, berbagai peralatan vakum,
jalur proses, hingga tabung gas medis serta alat pemadam kebakaran. Tak hanya
mampu menunjukkan pengukuran secara visual, pressure gauge juga bisa di
konfigurasi secara khusus untuk akhirnya memberikan sebuah keluaran listrik.
Industrial Pressure Gauge merupakan jenis pressure gauge yang bisa
digunakan pada proses industri. Pressure gauge jenis ini biasanya memiliki
material berupa stainless steel yang secara khusus dirancang untuk kebutuhan
indsutri seperti minyak dan gas, bahan bakar, manufaktur kimia, hingga industri
pabrik lainnya. Industrial pressure gauge ini sangat cocok untuk mengukur tanpa
harus menghalangi sistem tekanan dari perangkat yang akan diukur.

II.1.5 Pressure Regulator

Regulator merupakan alat yang berfungsi sebagai pengatur tekanan keluar


masuknya angin. Inlet valve adalah salah satu jenis ressure regulator yang dapat
digunakan untuk mengatur udara yang masuk. Pengaturan bukaan inlet valve
diatur dengan adjuster. Jika udara yang masuk terlalu tinggi melebihi pengaturan
yang ditentukan inlet valve akan menutup karena diafragma tertekan ke bawah.
Inlet valve akan terbuka kembali jika udara yang masuk sudah kembali normal.

II.1.6 Valve

Valve atau katup adalah sebuah perangkat yang terpasang pada sistem
perpipaan, yang berfungsi untuk mengatur, mengontrol dan mengarahkan laju
aliran fluida dengan cara membuka, menutup atau menutup sebagian aliran fluida.
Plug valve merupakan salah satu jenis valve yang dapat digunakan untuk
mengatur arah aliran fluida. Valve jenis ini didesain untuk membuka dan menutup

10
11

aliran dengan cara tertutup rapat dan terbuka penuh. Karena sistem kerjanya
hanya membuka dan menutup, maka valve ini tidak cocok untuk mengatur debit
aliran karena kurang akurat dalam hal mengontrol volume aliran di dalam pipa.
Namun, beberapa pengaplikasian jenis valve ini hanya digunakan untuk
mengontrol aliran gas, seperti transportasi gas melalui pipa.

II.1.7 Minitab

Software statistik Minitab merupakan program statistika yang diakui cukup


andal oleh banyak kalangan, baik dunia kampus maupun industri.
Minitab memberikan beberapa keunggulan dalam mengolah data, saya
membaginya kedalam dua bagian, yaitu keunggulan dari segi manfaat minitab,
dan Keunggulan dari Segi Aplikasi Minitab. diantaranya:

III.1.7.1 Keunggulan dari Segi Manfaat Minitab


Minitab memiliki keunggulan dari pengolahan data stasistik
khususnya Analysis of Variance (ANOVA), desain eksperimen, analisis
multivariat, peramalan, Analisis time series, Statistical process control, Analisis
data kualitatif, Analisis nonparametrik, Analisis reliabilitas dan lain-lain. Minitab
memberikan fasilitas membuat grafik statistik secara mudah dan menampilkannya
dalam bentuk lebih menarik, informatif, dan sekaligus menceritakan probabilitas.

11
12

BAB III
METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan dan pengukuran data secara
langsung pada mesin Extruder . Selanjutnya Penulis melakukan Analisa dan
menarik kesimpulan berdasarkan data - data yang telah penulis kumpulkan
sebeumnya. Dalam penelitian ini penulis memiliki alur penelitian yang harus di
ikuti

III. 1 Alur Penelitian

Mulai

Observasi Lapangan

Penentuan Tema

Obsevasi Lanjutan

Pengambilan Data
Tidak

Analisa
Ya
Kesimpulan dan Saran

Selesai

Gambar 3. 1 Alur Penelitian

12
13

III.2 Penjelasan Alur Penelitian

Pada bagian ini penyusun akan mendeskripsikan beberapa alur penelitian yang
telah dibuat untuk penelitian variasi panjang tread akibat pressure spongeroll ini.
Berikut merupakan deskripsi atau rincian alur penelitian yang telah dilakukan :

III.2.1. Observasi Lapangan

Tahap ini merupakan tahap awal dimana penyusun melakukan observasi


lapangan, yaitu Departemen Material section tread Extruder untuk mencari
permasalahan apa saja yang terjadi di section tersebut. Dari hasil observasi
tersebut, diputuskan masalah yang akan diangkat penyusun untuk penelitian
dalam tugas akhir.

III.2.2. Menentukan Tema

Penentuan tema dilakukan setelah penyusun mendapatkan hasil analisa yang


diperoleh dari observasi lapangan. Penentuan tema diharapkan dapat membuat
penyusun mengetahui hal-hal apa saja yang akan dibahas pada penelitian tersebut.

III.2.3. Observasi Lanjutan

Observasi lanjutan merupakan observasi yang dilakukan penyusun untuk


mendapatkan beberapa data apakah pressure spongeroll dapat mengakibatkan
variasi panjang tread atau tidak.

III.2.4. Pengambilan Data

Setelah melakukan observasi lanjutan untuk mendalami materi yang akan


diangkat menjadi permasalahan utama, maka proses selanjutnya adalah
melakukan pengambilan data yang berkaitan dengan permasalahan yang akan
diangkat untuk penelitian tugas akhir. Pengambilan data ini berguna untuk
mendukung permasalahan yang akan diangkat serta menjadi bahan acuan untuk
penelitian yang akan dilakukan.

13
14

III.2.5. Analisa

Kegiatan ini dilakukan setelah data yang dibutuhkan telah lengkap untuk
kemudian dilakukan pengolahan dan pembahasan data yang telah didapat.
Kemudian dilakukan analisis, dalam penelitian ini analisis dilakukan untuk
mengetahui apakah pressure spongeroll mempengaruhi variasi panjang tread
dimesin ATE 2 yang kemudian merujuk kepada solusi yang lebih baik. Jika data
yang diambil masih kurang ataupun ada hal yang perlu di observasi kembali maka
dapat dilakukan observasi lanjutan kembali dan melakukan pengambilan data.

III.2.6. Kesimpulan dan Saran

Setelah pembahasan dan analisis telah dilakukan, maka dilakukanlah


penarikan kesimpulan dan saran untuk memberikan hasil penelitian serta solusi
yang akan diberikan untuk mengurangi atau mengatasi permasalahan yang telah
penyusun angkat menjadi topik permasalahan utama dalam penelitian ini.

III.3 Waktu dan Tempat Penelitian

Pengambilan data untuk bahan penelitian proposal tugas akhir berlangsung


selama kurang lebih satu bulan dengan rincian sebagai berikut :

Waktu : 9 Juli 2018 s/d 3 Agustus 2018

Tempat : Departemen Material, Section Tread Extruder, Plant Y, PT.X.

Jl. Gatot Subroto Km 7 Tangerang, Banten, Indonesia.

III.4 Hipotesis Pendahuluan

Berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan , maka dapat kami buat
hipotesis awal sebagai berikut:

1. Pressure pada spongerool berpengaruh terhadap panjang tread yang


dihasilkan.
2. Setting pressure spongeroll berbeda-beda tergantung size tread yang
diproduksi.
3. Terdapat size tread yang tidak memerlukan adanya proses spongerool.

14
15

DAFTAR PUSTAKA

[1] Febryan. Analisa Reject Tread Dengan Menggunakan Metode DMAIC Di


Plant D & K (PCR) PT.ABCD. Proposal Tugas Akhir. Politeknik Gajah
Tunggal, Tangerang

[2]. Pressure Gauge dan Pressure Regulator


http://polapetro.co.id/pressure-gauge-pada-dunia-industri/
Diakses pada 20 Oktober 2018

[3]. Akurasi dan Presisi


https://id.wikipedia.org/wiki/Akurasi_dan_presisi
Diakses pada 20 Oktober 2018

[4]. Valve
https://www.prosesindustri.com/2015/02/pengertian-valve-dan-jenis-
jenisnya.html
Diakses pada 20 Oktober 2018

[5]. Pneumatik
http://shofianriyaldi21.blogspot.com/2015/10/definisi-sistem-pneumatik.html
Diakses pada 20 Oktober 2018

[6] Minitab
http://www.bukukerja.com/2012/10/mengenal-software-statistik-minitab.html
Diakses pada 26 Oktober 2018

15