Você está na página 1de 9

“Analisis Leverage dan Struktur Modal dari Laporan Keuangan

PT. Pertamina Tbk.”

Makalah ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Keuangan Lanjutan

Dosen Pengampu :

Dr. Sumani, S.E, M.Si.

Disusun oleh :

Kelompok 9

Muhammad Arzal Dzawata A ( 170803102016 )

Rizky Tesa Monika ( 170803102023 )

Dinda Jaya Triana ( 170803102033 )

Fidya Nurmaliza Sofiana ( 170803102049 )

Nur Fitriana Aziz ( 170803102061 )

PROGRAM D3 ADMINISTRASI KEUANGAN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS JEMBER

2019
A. PERHITUNGAN OPERATION LEVERAGE
LEVERAGE TAHUN 2013

1. DOL
Penjualan (2014) = Rp 69.996
EBIT (2014) = Rp 3788
Penjualan (2013) = Rp 71.170
EBIT (2013) = Rp 4966

DOL = % ∆ EBIT = -0,1346% = 16,2 %


% ∆ Sales -0,00831%

Artinya setiap peningkatan “Sales” sebesar 1% akan mengakibatkan peningkatan


“EBIT” sebesar 16,2%

2. DFL
EPS (2014) = 17,41
EBIT (2014) = 3788
EPS (2013) = 36,14
EBIT (2013) = 4966

DFL = % ∆ EAT = -67,16 = 498,9


% ∆ EBIT 0,1346

Artinya setiap peningkatan “EBIT” sebesar 1% akan mengakibatkan peningkatan


EPS sebesar 498,9

3. DCL
DCL = % ∆ EAT = -0,341 % = 0,29
% ∆ Sales -1,174%
Artinya : Setiap peningkatan “Sales” sebesar 1% akan mengakibatkan peningkatan
“EAT” sebesar 1,9
LEVERAGE TAHUN 2014
1. DOL
DOL = % ∆ EBIT = -0,115% = 0,46
% ∆ Sales -0,25%

Artinya setiap peningkatan “Sales” sebesar 1% akan mengakibatkan peningkatan


“EBIT” sebesar 0,46

2. DFL
DFL = % ∆ EPS = 16,6% = -145,6
% ∆ EBIT -0,114%

Artinya setiap peningkatan “EBIT” sebesar 1% akan mengakibatkan peningkatan


“EPS” sebesar -145,6

3. DCL
DCL = % ∆ EAT = -0,0119 % = 0,047
% ∆ Sales -0,25 %
Artinya : Setiap peningkatan “Sales” sebesar 1% akan mengakibatkan peningkatan
“EAT” sebesar 0,047

LEVERAGE TAHUN 2015


1. DOL
DOL = % ∆ EBIT = 0,0243 % = -0,36 %
% ∆ Sales -0,067%

Artinya setiap peningkatan “Sales” sebesar 1% akan mengakibatkan peningkatan


“EBIT” sebesar -0,36

2. DFL
DFL = % ∆ EPS = 0,1610 % = -0,0005 %
% ∆ EBIT -32,170%

Artinya setiap peningkatan “EBIT” sebesar 1% akan mengakibatkan peningkatan


“EPS” sebesar 0,0005
3. DCL
DCL = % ∆ EAT = -0,35 % = 5,22%
% ∆ Sales -0,067 %
Artinya : Setiap peningkatan “Sales” sebesar 1% akan mengakibatkan peningkatan
“EAT” sebesar 5,22

LEVERAGE TAHUN 2016


1. DOL
DOL = % ∆ EBIT = -0,1607 % = -1,98 %
% ∆ Sales 0,081 %

Artinya setiap peningkatan “Sales” sebesar 1% akan mengakibatkan peningkatan


“EBIT” sebesar -1,98

2. DFL
DFL = % ∆ EPS = -0,1067 % = 0,666 %
% ∆ EBIT -0,160 %

Artinya setiap peningkatan “EBIT” sebesar 1% akan mengakibatkan peningkatan


“EPS” sebesar 0,666

3. DCL
DCL = % ∆ EAT = -0,106 % = -1,27 %
% ∆ Sales 0,083%
Artinya : Setiap peningkatan “Sales” sebesar 1% akan mengakibatkan peningkatan
“EAT” sebesar -1,27
B. ANALISIS SETIAP MASING-MASING OPERATION LEVERAGE
1. Analisis DOL (Degree of Operation Leverage)
TAHUN DOL

2013 16,2

2014 0,46

2015 -0,36

2016 -1,98

ANALISIS :

Jadi dari data tersebut dapat dianalisis, bahwasannya di tahun 2013 ke 2016
mengalami penuurunan yang drastis. Ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan
belum berjalan dengan baik sehingga terjadi fluktuasi pada perusahaan.

2. Analisis DFL (Degree of Finansial Leverage)


TAHUN DFL

2013 498,9

2014 -145,6

2015 -0,0005

2016 0,666

ANALISIS :

Jadi dari data tersebut pada tahun 2013 ke 2015 terjadi penurunan yang sangat
drastis, tetapi perusahan dapat mengembalikan performanya sehingga pada tahun
2015 ke tahun 2016 terjadi peningkatan yang disebabkan kinerja perusahaan
cukup baik.
3. Analisis DCL (Degree of Combination Leverage)
TAHUN DCL

2013 0,29

2014 0,047

2015 5,22

2016 -1,27

ANALISIS :

Jadi pada tahun 2013 ke 2014 terjadi penurunan yang tidak begitu banyak. Pada
tahun 2014 ke 2015 terjadi peningkatan yang sangat drastis dan pada tahun 2015
ke 2016 terjadi penurunan kembali. Ini disebabkan kinerja perusahaan
memburuk pada tahun 2016.

Apakah peningkatan penjualan mampu me-leverage?

Berdasarkan data tersebut,dapat dikatakan bahwa perusahaan masih belum mampu untuk
me-leverage karena masih terdapat laba (EAT) yang mengalami kenaikan dan penurunan
dalam setiap tahunnya. Maka keputusan yang diambil untuk me-leverage dengan
menambah hutang, agar ke depannya laba yang didapat mengalami kenaikan dari tahun ke
tahun.

C. STRUKTUR MODAL

STRUKTUR MODAL TAHUN 2013

Struktur modal = Hutang Jangka Panjang = 14.771 = 0,813

Total Ekuitas 18,164

ROA = 6,07

ROE = 28,48 %

ROI = 14,67
ANALISIS : Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa struktur modal memiliki nilai yang
lebih kecil yaitu 0,813 daripada Return On Asset = 6,07, yang artinya menunjukkan bahwa
jika hutang semakin ditambah maka bukan menambah ROAnya justru akan menurunkan.
Jadi analisa ini berbanding terbalik dari teori yang disebutkan bahwa “semakin hutangnya
ditambah maka ROA akan meningkat pula”.

STRUKTUR MODAL TAHUN 2014

Struktur modal = Hutang Jangka Panjang = 18,135 = 0,963

Total Ekuitas 18,815

ROA = 2,85

ROE = 14,30

ROI = 13,13

ANALISIS : Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa struktur modal memiliki nilai yang
lebih kecil yaitu 0,963 daripada Return On Asset = 2,85, yang artinya menunjukkan bahwa
jika hutang semakin ditambah maka bukan menambah ROAnya justru akan menurunkan.
Jadi analisa ini berbanding terbalik dari teori yang disebutkan bahwa “semakin hutangnya
ditambah maka ROA akan meningkat pula”.

STRUKTUR MODAL TAHUN 2015

Struktur modal = Hutang Jangka Panjang = 17,497 = 0,898

Total Ekuitas 19,475

ROA = 3,12

ROE = 11,71

ROI = 12,90
ANALISIS : Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa struktur modal memiliki nilai yang
lebih kecil yaitu 0,898 daripada Return On Asset = 3,12, yang artinya menunjukkan bahwa
jika hutang semakin ditambah maka bukan menambah ROAnya justru akan menurunkan.
Jadi analisa ini berbanding terbalik dari teori yang disebutkan bahwa “semakin hutangnya
ditambah maka ROA akan meningkat pula”

STRUKTUR MODAL TAHUN 2016

Struktur modal = Hutang Jangka Panjang = 17,051 = 0,77

Total Ekuitas 22,075

ROA = 6,66

ROE = 22,77

ROI = 17,86

ANALISIS : Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa struktur modal memiliki nilai yang
lebih kecil yaitu 0,77 daripada Return On Asset = 6,66, yang artinya menunjukkan bahwa
jika hutang semakin ditambah maka bukan menambah ROAnya justru akan menurunkan.
Jadi analisa ini berbanding terbalik dari teori yang disebutkan bahwa “semakin hutangnya
ditambah maka ROA akan meningkat pula”.

STRUKTUR MODAL TAHUN 2017

Struktur modal = Hutang Jangka Panjang = 17,970 = 0,75

Total Ekuitas 23,827

ROA = 4,96

ROE = 15,75

ROI = 13,58
ANALISIS : Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa struktur modal memiliki nilai yang
lebih kecil yaitu 0,75 daripada Return On Asset = 4,96 yang artinya menunjukkan bahwa
jika hutang semakin ditambah maka bukan menambah ROAnya justru akan menurunkan.
Jadi analisa ini berbanding terbalik dari teori yang disebutkan bahwa “semakin hutangnya
ditambah maka ROA akan meningkat pula”.

D. ANALISIS DAN REKOMENDASI STRUKTUR MODAL


TAHUN STRUKTUR RETURN ON
MODAL ASSET

2013 0,813 6,07

2014 0,963 2,85

2015 0,898 3,12

2016 0,77 6,66

2017 0,75 4,96

ANALISIS :

Dari analisis setiap tahun didapatkan bahwa nilai struktur modal lebih kecil
daripada Return On Asset yang artinya jika utang ditambah maka akan semakin
menurun. Apabila tetap menambah utang maka resiko akan terjadinya
kebangkrutan akan semakin besar. Maka dari itu perusahaan perlu mencari sumber
pendanaan lain.