Você está na página 1de 2

Transformator atau yang biasa dikenal trafo merupakan alat yang berfungsi

untuk menyalurkan energi listrik ke tegangan rendah maupun ke tegangan


tinggi, penyaluran ini berlangsung dalam frekuensi yang sama. Fungsi ini juga
dikenal pula sebagai istilah step up dan step down.

Kali ini teknikmart.com akan membahas apa itu trafo step up dan trafo step
down. Semoga ulasan ini dapat membantu dan menambah pengetahuan kita
tentang transformator.

Trafo Step Up

Trafo step up memiliki jumlah lilitan sekunder yang lebih banyak daripada lilitan
primer. Kita bisa melihat contoh penggunaan transformator step-up ini pada
pembangkit tenaga listrik. Fungsinya adalah untuk menaikan tegangan yang
dihasilkan dari generator listrik. Ciri lain dari trafo step-up adalah tegangan
primer memiliki tegangan yang lebih sedikit daripada tegangan sekunder. Kuat
arus primernya lebih besar daripada kuar arus pada lilitan sekundernya.

Ciri ciri trafo step up :

a. Jumlah lilitan kumparan primer selalu lebih kecil dari jumlah lilitan kumparan
sekunder, (Np < Ns)

b. Tegangan primer selalu lebih kecil dari tegangan sekunder, (Vp < Vs)

c. Kuat arus primer selalu lebih besar dari kuat arus sekunder, (Ip> Is)

Trafo Step Down

Trafo step down merupakan jenis trafo yang memiliki lilitan primer lebih banyak
dari lilitan sekunder ,sehingga trafo jenis ini berfungsi untuk menurunkan
tegangan. Trafo jenis ini dimanfaatkan untuk dunia elektronika seperti pada
rangkaian power supply,adaptor/charger. Hal ini dikarenakan sifatnya yang
dapat menurunkan tegangan tinggi menjadi tegangan yang lebih rendah
sehingga lebih mudah untuk dilakukan penyerahan menjadi tegangan DC
menggunakan komponen elektronika lainnya seperti Dioda bridge,sehingga
kita bisa menggunakan laptop,charger,komputer dll karena manfaat trafo jenis
ini.
Ciri – ciri trafo step down

a. Jumlah lilitan kumparan primer selalu lebih besar dari jumlah lilitan kumparan
sekunder, (Ip> Ns)

b. Tegangan primer selalu lebih besar dari tegangan sekunder (Vp > Vs)

c. Kuat arus primer selalu lebih kecil dari kuat arus sekunder, (Ip< Is)