Você está na página 1de 1

Angka persalinan seksio sesaria menurut WHO 2011 sebanyak 46,1%, di Indonesia tahun 2012

sebanyak 921.000 merupakan seksio sesaria, di Bali tahun 2015 sekitar 58,5% dilakukan melalui
seksio sesaria, kasus seksio sesaria terbanyak terjadi di kota Denpasar yaitu sebanyak 4.915
kasus, dan di RSUD Wangaya seksio sesaria tahun 2017 seksio sesaria sebanyak 750 kasus.
Dampak post seksio sesaria dengan gangguan mobilitas fisik pada ibu post seksio sesaria yaitu
perdarahan abnormal, terganggunya kontraksi uterus, sehingga perlu dilakukannya prosedur
mobilisasi dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan dengan
mobilisasi dini untuk mengatasi gangguan mobilitas fisik pada ibu post seksio sesaria. Metode
yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan desain studi kasus. Sampel yang digunakan
adalah 2 orang pasien post seksio sesaria. Instrumen yang digunakan adalah pedoman asuhan
keperawatan postpartum dan pedoman mobilisasi dini. Hasil yang didapat antara lain pengkajian
yang didapat pada kedua pasien mengalami nyeri dan enggan melakukan pergerakkan. Diagnosa
keperawatan tidak diangkat diruang kebidanan, namun menggunakan diagnosa kebidanan.
Perencanaan post seksio sesaria yang dilakukan terdapat beberapa perbedaan dengan teori.
Implementasi yang diberikan telah dilakukan sesuai dengan perencanaan dan prosedur mobilisasi
dini. Evaluasi dilakukan berdasarkan SOAP. Dari penelitian ini diharapkan agar dijadikan
pedoman baik bagi bidang keperawatan RSUD Wangaya, petugas kesehatan, serta peneliti
selanjutnya.

Kata kunci : Asuhan keperawatan, mobilisasi dini, mobilitas fisik, post seksio sesaria