Você está na página 1de 5

Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Vol.

19 Suplemen 1 (Desember 2017)

Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Rawat


Jalan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul
Yogyakarta Dengan Terapi Kombinasi Angiotensin
Reseptor Blocker dan Calcium Channel Blocker
Andriana ABSTRACT: Hypertension medication may utilize a single antihypertensive or combined antihypertensives in
accordance with the patient’s condition. Hypertension medication is carried out in a lengthy period and thus can
Sari1*,
affect the patient’s quality of life. This study aims to assess the quality of life of hypertensive outpatients under
Faridah combination therapy with an angiotensin receptor blocker and a calcium channel blocker at a private hospital in
Baroroh1. Yogyakarta. The research applied a prospective cohort design, where the outcome observations were made three
months after medication, on patients meeting the inclusion criteria by gauging their quality of life through validated
EQ5D questionnaires and a VAS method. Analysis of the quality of life used the conversion of EQ5D dimension
scores into an EQ5D index score and the VAS data by calculating the mean and standard deviation. Analysis of
Fakultas Farmasi
1

differences in quality of life between 3 antihypertensive drug combinations employed an ANOVA test. Results show
Universitas Ahmad
that of 58 patients, 24 received a candesartan-amlodipine combination, 9 had candesartan-diltiazem and 25 were
Dahlan, yogykarata
given irbesartan-amlodipine; 74.13% were female, 34.48% were aged 51-60, and the most frequent complication
was diabetes mellitus (60.34%). The quality-of-life analysis yielded an EQ5D index score of 1 in 24.14%patients
and 0.796 in 13.79 % patients. The mean value from the VAS method is 66.17 with a minimum of 45 and maximum
Corresponding Author:
90. The ANOVA test on the EQ5D quality-of-life index scores of the 3 drug combinations produced a sig value of p
Andriana Sari = 0.168 while the VAS method’s sig value is p = 0.433. Therefore, there was no significant difference in the quality
Fakultas Farmasi Universitas of life of hypertensive outpatients who received candesartan-amlodipine, candesartan-diltiazem and irbesartan-
Ahmad Dahlan, yogykarata amlodipine combinations.
andriesari@gmail.com

Keyword: quality of life, hypertension, ARB, CCB.

PENDAHULUAN serebrovaskular, dan renovaskular, dengan


kata lain menurunkan efek tekanan darah
WHO mencatat satu miliar orang di tinggi terhadap kerusakan organ. Secara
dunia menderita hipertensi pada tahun umum, target tekanan darah yang harus
2011. hipertensi yang menjadi penyebab dicapai adalah 140/90 mmHg, sedangkan
kematian hampir 8 juta orang setiap tahun untuk pasien diabetes atau dengan penyakit
di seluruh dunia dan hampir 1,5 juta orang ginjal kronik (chronic kidney diseases/CKD),
setiap tahun di Asia Tenggara. Sekitar target tekanan darah adalah 130/80 mmHg
sepertiga dari populasi orang dewasa di (Tedjasukmana, 2012). Pengobatan hipertensi
daerah Asia Tenggara memiliki tekanan dapat menggunakan satu obat antihipertensi
darah tinggi(Martati, 2013). Riset Kesehatan maupun kombinasi obat antihipertensi. Hasil
Dasar (Riskesdas) Departemen Kesehatan penelitian Doi et. al. (2010) menunjukkan
tahun 2013 menunjukkan angka kejadian bahwa azelnidipine yang merupakan
hipertensi di Indonesia mencapai sekitar golongan Calcium Cannal Bloker memiliki
25,8% (Anonim, 2013). Pada tahun 2025 efek yang lebih menguntungkan pada
diperkirakan terjadi kenaikan prevalensi vaskular dalam terapi kombinasi dengan
pasien hipertensi mencapai 60% yang akan Angiotensin Reseptor Bloker daripada
mengakibatkan beban ekonomi menjadi trikonormizida. Kondisi hipertensi dengan
serius (Rustiani, 2014). ataupun tampa komplikasi pada akhirnya
Access this article Hipertensi merupakan silent killer akan menimbulkan ketidaknyamanan dan
website: jstf.ffarmasi.unand.ac.id
dimana penderita sering kali tidak menyadari mempengaruhi kualitas hidup penderita
adanya gangguan atau gejala (Dalimartha, hipertensi. Pengukuran kualitas hidup pasien
QR Code:
2008). Adapun hipertensi yang tidak diobati dapat menggunakan The European Quality of
dan terjadi dalam jangka waktu lama Life 5-Dimensions (EQ-5D) yang dikeluarkan
akan menyebabkan komplikasi antara lain oleh Euro Qol dari Inggris. Pada dasarnya
stroke, serangan jantung, gagal jantung EQ5D terdiri dari 2 bagian yaitu sistem
dan merupakan penyebab utama gagal deskriptif EQ5D dan skala analog visual (EQ
ginjal kronik (Novian, 2013). Tujuan terapi VAS) (Horowitz, 2010). Sehingga peneliti
hipertensi adalah mencegah komplikasi, ingin melakukan penelitian mengenai
menurunkan kejadian kardiovaskular, kualitas hidup penderita hipertensi di

s6
Sari dkk |Formulasi dan Uji Sifat...

Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta, rentang usia 51-60 tahun. hal ini tidak sejalan dengan
hal ini disebabkan rumah sakit ini merupakan salah satu penelitian Martati 2013 yang menunjukkan lansia pada
rumah sakit pusat rujukan di Kabupaten Bantul dengan kelompok umur 60-74 tahun memiliki kemungkinan
hipertensi termasuk dalam kelompok lima besar penyakit resiko yang lebih besar mengalami hipertensi
pada pasien rawat jalan. dibandingkan kelompok umur 45-59 tahun. Tekanan
darah meningkat seiring dengan pertambahan usia dan
METODE PENELITIAN hipertensi merupakan penyakit yang umum diderita
oleh lansia Insidenhipertensi pada lanjut usiamempunyai
Metode penelitian ini dirancang secara Cohort prevalensi yang tinggiantara 60-80% pada usia di atas
prospektif. Kriteria inklusi pasien : pasien rawat jalan 65 tahun (Kustanti, 2012. Komplikasi penyakit yang
di RS PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta dengan paling banyak diderita pasien hipertensi adalah Diabetes
diagnosa hipertensi stage 2 (ICD10: I10), menggunakan mellitus (60.34 %). Usia, jenis kelamin wanita, durasi,
obat antihipertensi kombinasi candesartan amlodipin, jumlah gejala, tekanan darah sistolik dan jumlah Obat-
kombinasi candesartan diltiazem, dan kombinasi obatan mungkin merupakan prediktor penting kualitas
irbesartan diltiazem, terdaftar sebagai peserta BPJS. hidup pada pasien hipertensi ( Oza et. al., 2014).
Kriteria ekslusi : data rekam medis dan pengukuran
outcome tidak lengkap. Pengamatan outcame dilakukan 3 Tabel 1. Data karakteristik pasien Hipertensi rawat jalan di RS
bulan setelah penggunaan kombinasi obat antihipertensi.
PKU Muh. Bantul Yogyakarta tahun 2017
Outcame yang dinilai adalah kualitas hidup pasien
menggunakan kuisioner EQ5D yang telah divalidasi
Karakteristik n Total (58)
dan VAS method Analisa kualitas hidup menggunakan
Konversi EQ5D dimensi menjadi EQ5D Indeks. Skoring Jenis kelamin
kuesioner EQ5D dilakukan dengan melihat nilai indeks Laki-laki 15 (25.86%)
ringkasan tunggal pada tiap dimensi. Masing-masing Perempuan 43 (74.13%)
dimensi memiliki nilai/ skor. Nilai tertinggi adalah 1 Rentang usia (tahun)
menunjukkan bahwa subjek tidak memiliki masalah, 2
21-30 2 (3.45%)
menunjukkan bahwa subjek memiliki beberapa masalah
31-40 1 (1.72%)
dan skor terendah 3 menunjukkan bahwa subjek sangat
memiliki masalah. Kemudian akan dilakukan transformed 41-50 8(13.79%)
score untuk distandarkan dalam perhitungan EQ5D 51-60 20 (34.48%)
indeks. Kualitas hidup pada EQ5D indeks dengan nilai 61-70 16 (27.59%)
tertinggi adalah 1,000 dan nilai terendah -0,594 (Annisa, 71-80 10 (17.24%)
2013). Sedangkan VAS mengukur kualitas hidup
81-90 1 (1.72%)
menggunakan skala dengan nilai tertinggi 100 dan
Jenis pekerjaan
terendah 0. Analisis data VAS dengan mencari nilai mean
atau median dan simpang baku atau persentil (minimum- Tidak bekerja 16 (27.59%)
maksimum). Apabila data VAS terdistribusi normal, maka Karyawan swasta 22 (37.93%)
digunakan rerata (mean) dan simpang baku. Apabila data PNS 12 (20.69%)
tidak terdistribusi normal, maka digunakan median dan Pensiunan 8 (13.79%)
persentil (minimum-maksimum) (Dahlan, 2014). Analisa Jenis Komplikasi penyakit
perbedaan kualitas hidup antara 3 kombinasi obat
DM 35 (60.34%)
antihipertensi menggunakan uji anova.
Dislipidemia 3 (5.17%)

HASIL DAN DISKUSI OA 4 (6.90%)


CKD 2 (0.03%)
Pasien rawat jalan di RS PKU Muhammadiyah Bantul Anemia dan vertigo 1 (1.72%)
Yogyakarta dengan diagnosa hipertensi stage 2 yang Tanpa komplikasi 13 (22.41%)
diperoleh adalah 58 pasien. Data karakteristik pasien
disajikan pada tabel I. Diketahui sebesar 74.13% Pasien
hipertensi rawat jalan di RS PKU Muh. Bantul Yogyakarta Hasil analisa kualitas hidup berupa EQ5D Indeks
berjenis kelamin perempuan, hal ini sejalan dengan diketahui sebesar 1 pada 24.14% pasien dan 0.796 pada
penelitian yang dilakukan Sumarni, dkk (2015) diperoleh 13.79 % pasien. Berdasarkan tabel II, dapat diketahui
hasil lebih banyak pasien hipertensi yang berjenis kelamin bahwa sebagian besar subjek penelitian memiliki nilai
perempuan (72,6%) Seseorang yang berjenis kelamin EQ5D indeks tertinggi sebesar 1,000, yang berarti mereka
laki-laki maupun perempuan, tetapi dapat menjaga gaya tidak memiliki masalah pada kelima dimensi yang tercakup
hidup dan lingkungan yang baik maka cenderung lebih dalam EQ5D. Hasil tersebut sama dengan hasil penelitian
lambat terkena hipertensi (Lestari, 2015). hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Lestari (2015) sebagian
terhadap karakteristik pasien diperoleh 34.48% memiliki besar subjek (23.5%) memiliki tingkat kualitas hidup

s7 Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Vol. 19 Suplemen 1 (Desember 2017)


Sari dkk |Formulasi dan Uji Sifat...

yang baik. Penelitian lain dilakukan Da Silva et. al. (2015) yang sangat bermasalah terhadap dimensi Kegiatan
terhadap pasien hipertensi yang mengunakan 3 kombinasi yang Biasa Dilakukan (1.72%) dan Rasa Sakit/Tidak
obat antihipertensi yaitu olmesartan,amlodipine dan Nyaman(1.72%). Hasil penelitian ini serupa dengan hasil
hydrochlorothiazide menunjukkan Indeks baseline awal penelitian ini dilakukan oleh Kaliyaperumal et. al. (2016)
EQ-5D adalah 0,9 dan dan skor VAS adalah73,4 dimana mengenai kualitas hidup pada pasien hipertensi dengan
masing-masing mengalami peningkatan nilai kualitas menggunakan kuisioner Short form 36 item (SF-36) health
hidup sebesar 6% dan 12% selama masa studi. Perubahan survey questionnaire yang menunjukkan hasil Rasa sakit
pada kualitas hidup pasien cenderung dipengaruhi oleh (skor rata-rata 49,3) cukup terpengaruh oleh hipertensi,
pencapaian kontrol tekanan darah pasien, jumlah obat selain itu pengobatan dan kesadaran yang tepat tentang
yang digunakan bersamaan dan dosis terakhir yang hipertensi diperlukan untuk kesehatan mental dan
digunakan pasien serta kekuatan Antihipertensi (Da Silva emosional pasien.
et. al., 2015). Nilai rata-rata VAS method adalah 66.17 dengan
nilai minimum 45 dan maksimum 90. Menurut penelitian
Tabel 2. Kualitas hidup pasien hipertensi rawat jalan di RS PKU sebelumnya yang dilakukan oleh Annisa (2013)
Muh. Bantul Yogyakarta dengan nilai EQ5D indeks didapatkan hasil rata-rata kualitas hidup EQ-5D yang
Jumlah Persentase dinyatakan dengan penggaris VAS dari seluruh subjek
Nilai kualitas hidup EQ5D
pasien (%) adalah 85, dimana nilai terendah 40 dan nilai tertinggi 100.
0.088 1 1.72% Penelitian ini memiliki hasil rerata tingkat kualitas hidup
0.26 1 1.72%
dengan EQ-5D VAS yang lebih rendah dibandingkan
dengan penelitian yang dilakukan oleh Annisa. Hal ini
0.516 3 5.17%
dapat disebabkan kemungkinan karena dilakukan pada
0.62 1 1.72% banyak subjek dan subjek dalam penelitian ini hampir
0.656 5 8.62% seluruhnya berusia lanjut yang mempunyai riwayat
0.689 1 1.72% penyakit hipertensi dengan atau tanpa komplikasi yang
0.691 1 1.72% dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien.
0.725 8 13.79% Pasien hipertensi yang diperoleh sejumlah 58 pasien
terdiri dari 24 pasien mendapatkan kombinasi candesartan
0.727 5 8.62%
amlodipin, 9 candesartan diltiazem dan 25 pasien
0.743 1 1.72%
kombinasi ibesartan amlodipin. Hasil uji anova terhadap
0.779 1 1.72% kualitas hidup menggunakan EQ5D Indeks dari ketiga
0.796 8 13.79% kombinasi obat diperoleh nilai sig p= 0.168 sedangkan
0.814 1 1.72% VAS method nilai sig p= 0.433. diketahui nilai sig >
0.848 6 10.34% 0.05 sehingga dapat disimpulkantTidak ada perbedaan
0.85 1 1.72%
signifikan Kualitas hidup pasien hipertensi rawat jalan
di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta
1 14 24.14%
yang mendapatkan kombinasi candesartan amlodipin
Total sampel (n) 58 100%
dibandingkan dengan kombinasi candesartan diltiazem
dan kombinasi irbesartan diltiazem. Hasil penelitian lain
Kualitas hidup mengggunakan kuisioner EQ5D dari penggunaan antihipertesni menunjukkan Tidak ada
dapat dibagi menjadi 5 dimensi. Kualitas hidup pasien perbedaan yang signifikan antara penggunaan terapi
diukur dari setiap dimensi, apakah terdapat kesulitan tunggal inhibitor enzim pengubah angiotensin (ACEI)
pada masing-masing dimensi atau tidak. Pada dimensi atau penghambat reseptor Angiotensin (ARB) dan
berjalan/bergerak dilihat dari kemampuan pasien dalam menggunakan terapi kombinasi B-blocker + Diuretik;
melakukan pergerakan dari satu tempat ke tempat lain. diketahui hampir memiliki skor yang sama pada sebagian
Dimensi perawatan diri dilihat dari kemampuan pasien besar dimensi dengan menggunakan SF 36 (Shanableh
dalam merawat diri seperti mandi, berpakaian, dll. et. al., 2014)
Dimensi aktivitas sehari-hari dilihat dari kemampuan
pasien dalam melakukan kegiatan yang biasa dilakukan KESIMPULAN
seperti bekerja, belajar, mengerjakan pekerjaan rumah,
bersantai, dll. Dimensi rasa sakit/tidak nyaman dilihat Tidak ada perbedaan signifikan Kualitas hidup
dari rasa sakit yang dialami pasien, apakah merasakan pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit PKU
sakit tertentu atau tidak. Dimensi rasa cemas/depresi Muhammadiyah Bantul Yogyakarta yang mendapatkan
adalah keluhan psikologis yang dialami pasien, berkaitan kombinasi candesartan amlodipin dibandingkan
dengan rasa khawatir pasien terhadap penyakitnya dengan kombinasi candesartan diltiazem dan kombinasi
(Lestari,2015). Penilaian terhadap 5 dimensi kualitas irbesartan diltiazem. Penelitian selanjutnya diharapkan
hidup menggunakan EQ5D disajikan pada tabel III dapat memperoleh jumlah sampel yang lebih besar
dimana diketahui 91.38% tidak ada masalah pada dengan variasi antihipertensi golongan lain
dimensi Perawatan Diri. Diketahui terdapat pasien

Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Vol. 19 Suplemen 1 (Desember 2017) s8


Sari dkk |Formulasi dan Uji Sifat...

Tabel 3. Kualitas hidup pasien hipertensi rawat jalan di RS PKU Muh. Bantul Yogyakarta berdasarkan dimensi EQ5D

Nilai 1 Nilai 2 Nilai 3 (sangat ber- Total N =58


Dimensi EQ5D
(tidak ada masalah) (ada masalah) masalah (100%)
n % n % n %

Berjalan/Bergerak 38 65.52% 20 34.48% 0 0.00% 58 (100%)


Perawatan Diri 53 91.38% 5 8.62% 0 0.00% 58 (100%)
Kegiatan yang Biasa 47 81.03% 10 17.24% 1 1.72% 58 (100%)
Dilakukan
Rasa Sakit/Tidak Nyaman 24 41.38% 33 56.90% 1 1.72% 58 (100%)
Rasa Cemas/Depresi 32 55.17% 26 44.83% 0 0.00% 58 (100%)
(sedih)

Tabel 4. Kualitas hidup pasien hipertensi rawat jalan di RS PKU H, Ninomiya, Y., Kusachi, S., Usui,S., Youko Kaji, ,
Muh. Bantul Yogyakarta dengan nilai VAS method Sakane, K.,. (2010) Combination Therapy of Calcium
Channel Blocker and Angiotensin II Receptor Blocker
Jumlah
Nilai VAS persentase Reduces Augmentation Index in Hypertensive
pasien
Patients, The American Journal of Medical sciences,
45 1 1.72%
May 2010, 339 (5), 433-439.
50 2 3.45% 6. Horowitz, Einav, MD., Abadi-Korek, Ifat,PhD, Shani,
55 1 1.72% Mordechai, MD., Shemer, Joshua, MD. (2010) EQ-5D
57.5 3 5.17% as a Generic Measure of Health-Related Qualityof
60 10 17.24% Life in Israel: Reliability, Validity and Responsiveness.
62.5 2 3.45% Israel Medical Assosiation Journal (IMAJ), 12
7. Kaliyaperumal, S., Hari, SB., , Siddela, PK., , Yadala,
65 11 18.97%
S., Assessment of Quality of Life in Hypertensive
67.5 8 13.79%
Patients Journal of Applied Pharmaceutical Science,
70 7 12.07% May 2016, 6 (05), 143-147.
72.5 5 8.62% 8. Kustanti, Norma. (2012). Kualitas Hidup Lansia
74 1 1.72% dengan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas
75 4 6.90% KarangmalangKabupaten Sragen, Skripsi, Ilmu
Kesehatan Universitas Muhammdiyah Surakarta,
77.5 1 1.72%
Surakarta
82.5 1 1.72%
9. Lestari, NY., (2015). Validasi European Quality Of Life
90 1 1.72% 5-Dimensions(EQ-5D) Questionnaire Versi Indonesia
58 100% Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kotagede
II Yogyakarta, Skripsi, Farmasi Universitas Ahmad
Dahlan, Yogyakarta
DAFTAR PUSTAKA 10. Martati, Siringoringo., Hiswani., Jemadi. (2013).
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Hipertensi
1. Annisa. (2013). Penilaian Kualitas Hidup pada Pada Lansia Di Desa Sigaol Simbolon Kabupaten
Usia Lanjut Dengan Eq-5d Di Klub Jantung Samosir Tahun 2013, Jurnal Gizi, Kesehatan
Sehat Kelurahan Pondok Kelapa Dan Faktor- Reproduksi dan Epidemiologi,2 (6), diakses dari
Faktor Yang Mempengaruhi, Tesis, Fakultas https://jurnal.usu.ac.id
Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. http:// 11. Novian, Arista. (2013). Faktor Yang Berhubungan
perpustakaan.fk.ui.ac.id/opac/index.php?p=show_ Dengan Kepatuhan Diit Pasien Hipertensi,
detail&id=16274&keywords= Skripsi,UNNES, Semarang, diakses dari http://lib.
2. Anonim,2013, Laporan Riskesdas Nasional tahun unnes.ac.id/18269/1/6450406579.pdf
2013, Departemen Kesehatan RI, Jakarta 12. Oza, BB., Patel, BM., , Malhotra SD.,, Patel, VJ., .(2014).
3. Da Silva, PM., Haag, U., Guest, JF., Brazier, JE., and Health Related Quality of Life in Hypertensive
Soro , M. (2015). Health-related quality of life impact Patients in a Tertiary Care Teaching Hospital, Journal
of a triple combination of olmesartan medoxomil, of the association of physicians of india, october
amlodipine besylate and hydrochlorotiazide in 2014, 62.
subjects with hypertension, Health and Quality of 13. Rustiani, E., Andradjati, R., Arsyanti, L.,. (2014). Analisis
Life Outcomes , 2015, 13, 24. Penggunaan Obat Antihipertensi di Poliklinik Rawat
4. Dahlan, M.S.(2014).Statistik Untuk Kedokteran dan Jalan Rumah Sakit PMI Bogor: Perbandingan Cost
Kesehatan.Jakarta: Epidemiologi Indonesia Effectiveness dan Kualitas Hidup Pasien, Jurnal Ilmu
5. Doi, M., Miyoshi T, Hirohata, S., Kamikawa,S., Ogawa Kefarmasian Indonesia, 12 (2), 210.

s9 Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Vol. 19 Suplemen 1 (Desember 2017)


Sari dkk |Formulasi dan Uji Sifat...

14. Shanableh., S, Abdulkarem., A, Shamssain,M.,, Sarhan 16. Tedjasukmana, Pradana. (2012). Tata Laksana
F.,.(2014). Quality Of Life of Hypertensive Patients on Hipertensi, Departemen Kardiologi, RS Premier
Different Types of Antihypertensive Medications , Jatinegara dan RS Grha Kedoya, Jakarta, Indonesia.
IOSR Journal Of Pharmacy, May 2014, 4 (5), 23-28, CDK-192/ 39 (4). Diakses dari www.kalbemed.com.
www.iosrphr.org.
15. Sumarni, Sri., Amiruddin, Ridwan., Leida, Ida M.
Thaha. (2015). Faktor Yang Berhubungan Dengan
Kualitas Hidup Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja
Puskesmas Segeri,Jurnal Unhas, Bagian Epidemiologi
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Hasanuddin, Sulawesi.

Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Vol. 19 Suplemen 1 (Desember 2017) s10