Você está na página 1de 8

EVALUASI SEDIAAN EMULGEL OLEUM CAJUPUTI

1. ORGANOLEPTIS DAN AKSEPTABILITAS


 Warna sediaan
Skor 3 :
2 :
1 :
 Bau sediaan
Skor 3 :
2 :
1 :
 Kemudahan Pencucian
Skor 3 :
2 :
1 :
 Kesan Saat Pemakaian
Skor 3 :
2 :
1 :
 Kelembutan
Skor 3 :
2 :
1 :
 Kemudahan pengolesan
Skor 3 :
2 :
1 :
SKOR TOTAL
NO NAMA
3 2 1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
2. PH SEDIAAN
Alat : PH meter
Cara kerja :
1. Timbang 1 gram sediaan, ditambah air bebas CO2 sampai volume 10 ml, aduk ad
homogen
2. Elektroda dicuci sampai bersih, lalu dikeringkan
3. Mengkalibrasi pH meter dengan larutan dapar standar dengan pH yang mendekati pH
sediaan
4. Catat angka yang tertera lalu dibandingkan dengan standar
5. Elektroda dibersihkan, dibilas dengan aqua lalu dikeringkan
6. Celupkan elektroda ke dalam sediaan yang telah diencerkan, ukur dan catat angka
yang tertera
7. Lalu dikoreksi dengan dapar standar
8. Lakukan replikasi 3 kali dengan pengenceran sampel baru dari sediaan yang sama
tiap replikasi.
9. Hitung pH rata-rata

Hasil Uji pH

pH

Replikasi I

Replikasi II

Replikasi III

Rata-rata

SD

Kesimpulan pH memenuhi spesifikasi yaitu ± 0.5


3. VISKOSITAS
Alat : Viskometer Cup & Bob
Cara Kerja :
1. Memasukkan sediaan dalam cup
2. Memilih rotor yang sesuai lalu dipasang pada alat
3. Rotor dimasukkan dalam cup, diusahakan tinggi sediaan mencapai leher rotor
4. Alat dijalankan dan dibaca jarum penunjuk pada alat

 Hasil Uji Viskositas


Viskositas (dPas)

Replikasi

Replikasi II

Replikasi III

Rata-rata

SD

Kesimpulan Viskositas memenuhi spesifikasi yaitu


4. DAYA SEBAR
Alat : 2 Lempeng kaca berskala
Cara Kerja :
1. Menimbang 1 gram sediaan, diletakkan pada kaca berskala tepat di tengah
2. Tutup kaca dengan kaca lain (tanpa skala)
3. Bagian atas lempeng kaca diberi beban secara teratur ditingkatkan massanya
4. Diukur diameter penyebaran pada setiap penambahan beban sampai sediaan
berhenti menyebar (dengan waktu tertentu secara teratur)
5. Penambahan beban dihentikan saat sediaan berhenti menyebar
6. Dibuat grafik, beban vs diameter, hitung slopenya

 Hasil Daya Sebar

Beban (g) Diameter (Cm)


5. UKURAN DROPLET
Alat : Mikroskop Optik
Cara kerja :
a. Menyiapkan mikroskop dan memasang mikrometer obyektif
b. Kalibrasi lensa okuler dengan mikrometer obyektif
c. Mengganti mikrometer obyektif dengan objek glass berisi sediaan, beri pewarna
sudan III untuk sediaan emulgel, tutup dengan gelas kaca.
d. Amati dan catat ukuran droplet (fase dalam) sebanyak 300 data.
e. Hitung diameter panjang rata-rata
 Ukuran Partikel
Perbesaran okuler =10x
Perbesaran objektif = 10x
Kalibrasi = 10 skala okuler = 9.7 skala objektif
1 skala okuler = 0.97 x 0.01 = 9.7 x 10-3 mm = 9.7 µm
Ukuran Skala Okuler Jumlah Partikel Ukuran Partikel

Rentang = nilai maks – niali min


= –
=
Kelas = 1 + 3.3 log n
= 1+ 3.3 log 300
= 9.17 setara 10 kelas
Interval =(Rentang/kelas)
=( /10) = 10

Interval Rata-rata (d) Jumlah Partikel (n) n.d

Total 300

Diameter rata-rata = µm
6. PENENTUN TIPE EMULSI
a. Dye solubility test (metode pewarnaan)
1. Menambahkan zat warna yang larut minyak (sudan IV) atau larutan air (methylen blue)
2. Amati dengan mikroskop
b. Drop dilution test
Dapat diencerkan dengan fase luar :
 Campur air : tipe o/w
 Campur minyak : tipe w/o

Hasil Penentuan Tipe Emulsi


1. Dye solubility test
a. Emulgel + Metilen Blue

Perbesaran 10x

b. Emulgel + Sudan III

Perbesaran 10x

Jadi, tipe emulsi o/w

2. Drop dilution test


Krim diencerkan dengan air 
Jadi, diketahui sediaan Emulgel termasuk tipe