Você está na página 1de 62

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIYERSITAS T]DAYANA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
Kampus Bukit: Kampus I)enpasar:
Bukit Jimbarar 80361 Bali-Indonesia Jln.Nias No.l3 Sanglah Denpasar 80114 Bali-lndonesia
Telp.t03ol)701797Ex|.221.70180q(langsung) ft

Surat Keterangan
No : 158 / UN 14 l.l1PP.03.08 I 2017

Yang bertanda tangan di bawah ini Koordinator Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Udayana menerangkan dengan sebenamya bahwa :

Nama : I Made Winaya

NIDN : 0003095606

memang benar telah menyerahkan Buku Bahan Ajar ke Perpustakaan Fakultas Ilmu
Budaya Universitas Udayana sejumlah 1 eksemplar untuk dicatat / didaftarkan dan

didokumentasikan dengan judul :

"AUXILIARY IN ENGLISH"

Demikianlah surat keterangan ini dibuat dengan sebenamya untuk dapat


dipergunakan sebagaimana mestinya.

Denpasar, 20 Junl2017

Koordinator Perpustakaan

Aryani
NIP. 1958 t2 31 1983 03 2 009
AUXILIARY IN ENGLISH

By :
I Made Winaya

Faculty Of Arts
Udayana University
2017
Daftar isi

Daftar Isi………………………………………………………………………………………...i

PengertianVerba Bantu (Auxiliary)……................………………………………………….…1

Fungsi Auxiliary………………………………….………………………………………….….2

CiriBentuk Auxiliary……………………..…………………………………………………….3

Modal danNonmodal Auxiliary ………………………………………………………....8

Moda; Auxiliary Utama…………………………………………….………………………….10

Can dan Be Able To……………………………………………………………………………11

May/Might:Maknanya………………………………………………………………..……...…14

Must: Maknannya………………………………………….…………………………………...20

Perbandingan antara have t dan must……………….………………….……………………….24

Have dan Have (got) to…………………………….………………….………………………..26

Perbandingan antara Ma, Can, Must dan Have to…..………………………………..…………35

Will (‘ll) dan Would…………………………...……………………………………………….41

Shall/Should…………………………………………………………………………………….48

Kalimat Introgatif dengan Modal Auxiliary……………………………………………………58

i
1. PENGERTIAN VERBA BANTU (AUXILIARY)

Penentuan verba sebagai verba bantu (auxiliary verb)1didasari oleh pemakaiannya


dalam kalimat. Sesuai dengan namanya, verba bantu membantu verba lain (yang
disebut verba penuh, atau verbapokok).
Verba pokok berdasarkan maknanya terbagi menjadi dua:
(a) verbaleksikal (misalnya work, go, write)
(b)verbakopula, atau verba penghubung (misalnya to be, to become)
Jika verba berdiri sendiri (tidak langsung berada bersama-sama dengan verba
lain), verba itu tidak tergolong verba bantu. Have dengan makna ‗kausatif‘,
misalnya, seperti di bawah ini bukan auxiliary.
Iwill have it repaired, [‗mengusahakan‘]
I will have Amat do it for you. [‗menyuruh‘]
Kata tergolong auxiliary atau tidak bergantung pada tautannya dalam kalimat.
He is ill. [is =kerja penuh yang berfungsi sebagai kopula]
He isthere, [is = verba penuh dengan arti ‗ada, berada‘]
He is willing to resign, [is = verba penuh sebagai kopula; willing = kata
sifat]
My carisbeing repaired,[is =auxiliary ―aspekprogresif‖2being =
auxiliarypembentuk pasif]
‗Will you go?--‗Yes, I will.‗ [will = modal auxiliary‘3, penyulihwill go]
American people will that all of their sons and daughters shall be
educated to the limitof their capacity, [will ‗menghendaki‘ = verba
penuh; gaya bahasa kuno]
Efforts of the business man can never be successful unless the community
wills it so. [will = verba penuh―menghendaki‘; gaya bahasa kuno]

1
Dalam diktat ini, istilah auxiliary, karena lebih praktis, sering digunakan sebagai pengganti istilah
verba bantu
2
Dalam diktat ini, aspek kita pisahkan dari kala (tense) Ada tiga macam aspek: (1) aspek progresif,
(2) aspek perfek, (3) aspek perfek progresif (atau progresif perfek). Tense pada dasarnya
dikaitkan dengan waktu, sedangkan aspek dengan cara orang memandangperistiwa/situasi. Kala
digunakan secara wajib sesuai dengan aturan gramatikal, penggunaan aspek tidak ditentukan
oleh aturan tata bahasa, tetapi oleh sudut pandang pembicara yang sifatnya fleksibel dan dapat
dikenakan kepada kala manapun.
3
Kita meminjam istilah Inggris modalauxialiary, istilah Indonesia verba bantu model.
They can1,can2, the fish in the ship, [can = auxiliary ‗kemampuan‘;
can2(diucapkandengan tekanan) = verba penuh, ‗memasukkan ke
dalam kaleng‘]
Weshallhave1had to2 have3 enough money to pay off our debt by the end of
thismonth, [shall = modal auxiliary untuk mengacu ‗waktu futur‘;
have1 = auxiliaryaspek perfek; had to2 = bentuk past modal auxiliary
‗keharusan‘; have3= verbapenuh ‗mempunyai‘]
I do want you to stay with me tonight, [do = auxiliary untuk memberi
tekanan padawant]
‗Have1wit done it‘.‗Yes, Ihave2. ‗ [have1 = auxiliary; have2 = auxiliary,
penyulihhave done.]
‗Did, you do2 that? ‗Yes, I did3‗ [did1= auxiliary; did2= verba penuh
‗mengerjakan‘,did3 = auxiliary, sebagai penyulih verba dalam Yes, I
did do that.]

Fungsi Auxiliary
Verba penuh memerlukan verba bantu karena beberapa hal, misalnya untuk
(a) untuk membentuk verba negatif (I go  I don ‗t go.)
(b) untuk membentuk verba dengan aspek perfek dan aspek
progresif(Hehasgone; He is going.)
(b) untuk menyatakan bahwa verba mengandung pikiran/penilaian pembicara
(He goes  He isto go, He must go, He should go, dsb.)
(c) untuk membentuk verba pasif (The article was written in English.)
(d) untuk membentuk verba dalam kalimat interrogatif(He goes Does he
go?)
(e) untuk memberi tekanan (Do be quiet‘, I do hope you will come}.
(f) untuk difungsikan sebagai operator dalam struktur inversi (Never did I
think that I would pass the test.]
Dalam contoh kalimat berikut verba penuh question mengambil empat macam
verba bantu.
He might have been being QUESTIONED by the police
Subjek Auxiliary1 Auxiliary2 Auxiliary3 Auxiliary4, verba penuh frasa adverbial

―Dia mungkin telah (tetapi belum selesai) diinterogasi oleh polisis.1


Catalan
Auxiliary1might = verba bantu modal (modalauxiliary), dengan
arti2‗kemungkinan‘.
Auxiliary2have = verba nonmodal(nonmodal auxiliary) pembentuk aspek
perfek yang harus disertai verba past participle (dapat
dinamakan verba nonmodal aspek perfek).
Auxiliary3been(dari be) = verba ―be‖, verba nonmodal(nonmodal auxiliary) dalam
bentukpast participle, yang diikuti verba -inguntuk
membentuk aspek progresif(dapat dinamakan verba
nonmodal aspek progresif).
Auxiliary4being(dari be) = verba nonmodal (nonmodal auxiliary), dalam bentuk
presentparticiple, yang diikuti verba past participle untuk
membentuk struktur pasif(dapat dinamakan verba
nonmodal pasif).

Ciri Bentuk Auxiliary


[Yang dimaksud dengan ―bentuk‖ adalah wujud kata/frasa atau strukturnya dalam
kalimat]
1. Auxiliary can could, may might, must, shall should, will would, ought to,
needn‗t, daren bentuknya tidak disesuaikan dengan kala maupun dengan
persona subjek (number subjek dan jenis subjek, orang I, orang II, orang 111).

1
Tanda kutip tunggal digunakan untuk menunjukkan makna (kata, frasa, atau kalimat).
2
Untuk kata meaning dalam bahasa Inggris, kita gunakan arti atau makna secara silih berganti.
(Untuk sense, selalu kita gunakanarti. Namun dalam diktat in; tidak ada keperluan untuk
membedakan meaning dan sense).
{He, They, I, We}1 should go.
He may might retire next month, [mengacu waktufutur2]
Tetapi auxiliary he to, have to, bentuknya harus sesuai dengan kala, jumlah,
dan persona subjek (orang I, II, atau III).
He is (was) to go.
We are (were) to go.
We have (had) to go
He is (was) to go.
2.Umumnya perbedaan antara bentuk present dan bentuk past (misalnya can -
could, will -would) tidak terkait dengan perbedaan waktu, tetapi terkait dengan
perbedaan makna modal. Bentuk pastmenunjukkan tingkat kesopanan yang
lebih tinggi, atau tingkat kemungkinan yang lebih kecil daripada bentuk
present.
Can Could I borrow your car? [Couldsedikit lebih formal/sopan daripada
can]
May Might I borrow your car7[Mightsedikit lebih formal/sopan daripada
may]
‗We may be invited to dinner by the Rector. ‗[kemungkinan boleh
dianggap kira-kira50%] //
It maywell be the tram is late.‘[kemungkinan lebih dari 50%]
‗Ithink it‘s going to ram. ‗–– ‗Yes, you maywell be right, the sky is very
black. ‗[sesuai dengan tautannya kemungkinan dapat dianggap lebih
dan 75%]
‗Imight get a job soon. ‗[kemungkinan 25%] — ‗Yes, and pigs mightfly.
‗[sinis; kemungkinan lebih kecil dan 1%]

1
Kurung kurawal mengapit bentuk-bentuk yang masing-masing dapat mengisi posisi yang sama.
Bentuk-bentuk itu dipisahkan dipisahkan dengan tanda koma.
2
Untuk ‗waktu yang akan datang‘ sering kita gunakan istilah ‗waktu futur‘
Tetapi perbedaan kala pada auxiliary haveto, do,dan hetoterkait dengan perbedaan
waktu.
We haveto go today.
We hadto go yesterday.
Is he working in the library now?
Was he working in the library last night7

3. Untuk menyatakan peristiwa lampau (pada modal auxiliary)digunakan


aspekperfectpada verba penuh.
a) He needn‗t go. [―Dia tidak perlu pergi, dan dia memang tidak pergi.‘]
He needn‘t havegone.[‗Dia tidak perlu pergi, tetapi dia sudah terlanjur
pergi (peristiwa lampau).]
b) He might leave tomorrow. [―Dia mungkin berangkat besok.‘]
He might haveleft yesterday. [‗Dia mungkin sudah berangkat kemarin‘;
have let mengacu waktu lampau]
c) I would like to go. [‗Saya ingin pergi, dan mungkin saya dapat
melakukannya.‘]
Iwould haveliked to go. [‗Saya ingin pergi, tetapi terlanjur tidak pergi.‘
(eristiwalampau).]
4.Auxiliarypertama (modal dan nonmodal) diletakkan di depan subjek dalam
kalimat interogatif.
Will he he joining us?
Is he working hard enough?
Have you been to the post office this morning?
5. Auxiliary diikuti verba dalam bentuk infmitif1 tanpa to, kecuali ought dan used
[used tomenyatakan keadaan/kebiasaan di waktu lampau].
You might be mistaken.
He won‗tfollow the regulations.
We ought tofollow the regulations.
1
Dalam diktat ini ejaan Inggrs, infinitive, dan ejaan Indonesia, infinitif, digunakan semua sesuai
dengan tautannya dalam kalimat.
I used to live in Singaraja.
There usedtohe a big tree standing in front of my study.

6. Auxiliary dapat langsung diikuti oleh not


They mustnot use a dictionary in the exam.
They cannot even speak Indonesian.
We oughtnot to break the law.
Tetapi dalam struktur inversi, notumumnya mengikuti subjek.
Had I not seen it with mv own eyes, I would not have believed it.
May I not go right now?
Maynot (Mayn‘t) I go right now.
7. Sebagian besar modal auxiliary tergolong verba detektif(tidak mempunyai
perangkat bentuk yang lengkap dalam sistem paradigma1verba). Misalnya
shall/sould, will-would, ought to, can could, may might, tidak mempunyai
bentuk khusus untuk infmitif, preterit, present dan past participle.Oieh sebab
itu, untuk mengisi kekosongan itu, bentuk lain harus digunakan sebagai
pengantinya.
Berikut contoh penggantian modal auxiliary dengan bentuk lain (yang bukan
auxiliary, atau bahkan mungkin bukan verba) sebagaibentukpast.

Bentuk Present Auxiliary Bentuk Pengganti untuk Past Auxiliary


untuk mengacu waktu lampau
Imust do it. I hadto do it.
I wasto do it.
He must be Mr. Anwar. Certainly he was Mr. Anwar
You musn‘tdo it You wereforbidden to do it
I can go I wasable to go2

1
Paradigma adalah seperangkat bentuk yang diturunkan dari satu bentuk dasar. Misalnya, verba
domempunyai seperangkat bentuk verba sebagai berikut: do[infinitif], did[preterit], done[past
participle], doing[present participle]
2
lebih lanjut lihat Can dan Be Able To halaman 9
I wasallowed to go
It waspossible that I went
The anwerscan‘t be correct It wasimpossible that the answer was correct
I should (oughtto) do it I wasto do it
I feltcompelled to do it
I wasobliged to do it.
It was my duty to do it.
I was supposed to do it.
I had to do it.
It was myduty (myobligation) to do it.
He may might go He wasallowed (permitted) to go
It waspossible that he went
2. MODAL DAN NONMODAL AUXILIARY

Nonmodal auxiliary: DO, BE, HAVE

Nonmodal auxiliary tidak mengandung makna leksikal, fungsinya dalam kalimat


adalah untuk memenuhi tuntutan gramatikal.
1) DO untuk:
(a) membentuk kalimat negatif: Idon‘t go; Don‗tbe stupid; Don‘t do that.
(b) membentuk kalimat interogatif: Do you like swimming? Did you do it?
(c) memberi tekanan: Ido hope vou will help me. Do sit down! Do be quiet!
(2) BE untuk:
(a) bersama dengan verba-ing membentuk aspek progresif: Iam working
hard.
(b) bersama verba past participle membentuk struktur pasif: The letter was
carefully written.
(3) HAVE : bersama dengan verba past participle untuk membentuk aspek
perfect:
Ihave seen the film twice. I have had my lunch.
Contoh kalimat dengan DO untuk memberi tekanan
a) We do require people to dress properly for tea at the hotel.
b) You do look pale! Do you feel all right?
c) He does sound cross‘ Has something upset him?
d) Idid enjoy myself last night‘ Thank you so much for inviting me.
e) She did do well in her exams, didn‘t she?
f) I do like your dress. Is it new?
g) That night Jean thought a good deal about what she would do when she
did get theaddress.
h) ‗Ithought you had a mini.‘–‗Idid have one, but I sold it last month.
i) When she finally did make up her mind, it was too late.
j) If you did decide to go, I‘m sure they wouldn‘t mind,
k) When you do see them, will you give them my regards?
l) ‗You‘ll never understand if you don‘t listen.‘‗But I do listen!‘
m) If you do change your mind, let me know.

Makna Modalitas
Berdasarkan maknanya verba modal terbagi menjadi dua golongan:
1. Verba modal yang menyatakan pengendalian manusia terhadap
peristiwa/situasi.Verba modal ini (verba modal instrinsik), menyatakan ‗izin‘,
‗kewajiban‘ dan ‗kehendak‘.
2. Verbamodalyangmenyatakanpenilaianmanusia terhadapperistiwa/situasi
(sering disebut sebagai secondary meaning dan modalitas).
Verba modal ini (verbu modal ekstrinsik) menyatakan ―kemungkinan‘,
‗keperluan/ keharusan(necesssity), dan ‗ramalan‘.1
Tetapi perbedaan makna mtrinsik dan ekstrinsik bersifat gradual, dan bisa terdapat
secara Can could, may might: maknanya berkisar dari ―izin‘ (intrinsik) ke
‗kemungkinan dan kemampuan‘ (ekstrinsik) ‗Kemampuan‘ (ability) adalah bagian
dari ‗kemungkinan‘ (possibility).
1.Must, have(got) to. need, should, ought to: maknanya berkisar dari ‗kewajiban‘
(intrinsik) ke ―keperluan‘ (necessity).
2.Will would, shall: maknanya berkisar dari ‗kehendak‘ (intrinsik) ke ‗ramalan‘
(ekstrinsik).

Verbamodal utama
Verba modal ini meliputi:
shall, should, will, would, can, could, may, might, ought to, must,need, have to, be
to. Makna modal auxiliary satu per satu akan dibicarakan lebih lanjut di bawah.

1
Lihat rangkuman kedua macam makna ini dalam bab Rangkuman makna Auxiliary, hlmn 72.
3. MODAL AUXILIARY UTAMA
Makna Can/Could
(1) ‘Kemungkinan’
Dapat diparafrase dengan ―itis possible for sth. sb. to ... )
Even expert drivers can make mistakes.
Her performance was the best that could be hoped for. [waktu lampau]
If it‘s raining tomorrow, the sports can take placeindoors, [waktu yang
akan datang,
= Itwill be possible that …..]
(2)‘Kemampuan’
Dapat diparafrase dengan ―be able to‘
Can you remember where they live?
He can cook better than his wife.
He could speak three languages by the age of eight, (waktu lampau]
Untukmenyatakansecaralebih eksplisit―kemampuan‘yang akandatang,digunakan
willshallbeableto.
You willbeableto speak English by the end of the course.
Hopefully I willshallbeableto speak English by the end of the course,
[shall untukpersona 1 saja, dan lebih formal daripada will]
Terdapat ambiguitas mengenai arti could dalam:
I could swim across the lake.
CanCould yang dapat diartikan (a) ‗kemungkinan‖, atau (b) ‗kemampuan‘.
(3)‘Izin’
Dapat diparafrase dengan ―is allowed/permitted to‘
Can we borrow the hooks?
Candapat juga digunakan sebagai perintah tak langsung.
You can sit here until I get back. (―Duduklah di sini sampai saya
kembali.‘)
You, children, could help me (to) move these chairs. (‗Anak-anak,
tolonglah saya memindahkan kursi-kursi ini.‘)
Candalamarti‗izin‘kurang/tidakwajar jikadisertaiketeranganwaktu,makabila
keterangan waktu dibutuhkan can diganti dengan be able.
* You can speak I English fluently bytheendofthecourse (nextyear)1.
You willbeableto speak English fluently bytheendofthecourse (nextyear).
Tetapi dalam klausa bawahan (anak kalimat) can dapat disertai keterangan waktu.
If you can pass the exam next year, you will get a good present from me.
(4)Can (‘tahan’) [dalam kalimat negatif]
Can dalam arti ini terdapat dalam ungkapan negatif: can‘thelp ... ing(‗tidak dapat
menahan‖)can‗t (bear,can‗t stand (―tidak tahan)
Ican‘t help laughing. [‗Saya tidak dapat menahan tertawa.‘]
Ican‗tbear (can‘tstand) his smoking in the room. [‗Saya tidak sabardengan
kebiasaannya merokok di kamar‘]

Can dan Be Able To


(1)Perbedaan Gramatikal
Seperti disebutkan di atas bentuk present candan beabletomempunyai kemiripan
makna. Namun bentuk beabletoharus digunakan sebagai pengganti candengan
tujuan sebagai berikut:
(1) untukmenyatakan waktu lampau (He can do it today He,
wasabletodoityesterday. )
(2) untuk menyatakan bentuk present participle dan past participle (He has
been ableto defeat his opponent; He is considered beingabletoto
represent his group.)
(3) untuk menyatakan bentuk infinitif (He is expected to be able to win the
first prize)
(3) sesudah verba auxiliary (When the new road is finished, we willbeable
to drive to Campus in under half an hour. )

Can =‘Kemampuan Umum’, Be able to = ‘Terlaksananya Kemampuan’

1
tanda bintang (*) berarti bahwa kalimat tidak gramatikal, tidak berterima
Canmenyatakan ―kemampuan umum di waktu sekarang‘, could untuk
kemampuan umum di waktu lampau; was wereabletodapat juga digunakan
sebagai pengganti could, tetapi lebih orang digunakan.
Beable to. harus digunakan untuk menyatakan ‗kemampuan yang terealisasi pada
kesempatan tertentu.
Dalam bentuk negatif perbedaan makna itu tidak berlaku, keduanya dapat
diartikan ‗tidak dapat‖, atau ‗tidak mampu‘.
Contoh Kalimat Ulasan
1. I {can, am able to] build a house. ‗kemampuan umum‘waktu
sekarang; canlebih banyak
digunakan, be ableto lebih formal
2. Even at the age of ten, he [could, ‗kemampuan umum‘waktu lampau,
wan able to} write poety couldlebih banyak digunakan
3. Until recently fishermen {could, ―kemampuan umum‘ waktu
were able to} smuggle drugs lampau, couldlebih banyak
without fear of being caught by digunakan
the Indonesian authorities.
4 Joni was an excellent tennis Could atau was were able to =
player, he{could, was able to] kemampuan umum di waktu
beat anybody. But, once he had a lampau. Tetapi was were able to
difficult game against Boby who harus digunakan jika maknanya
played very well but in the end ‗kemampuan pada kesempatan
Joni {wasableto, *could} beat tertentu‘.
him.
5 Tommy {could, wasableto} Could menunjukkan kemampuan
smuggle luxurious cars easily. umum (karena hubungan dekat
dengan penguasa), wasable to
menunjukkan kemahirannya.
6 I ran after the bus, and was able to = ‗kemampuan yang
{wasableto,*could} catch it. terealisasi‘. Dalam kalimat ini
could tidak dapat digunakan.
7 Until you {can, are able to} pay Can = ‗kemampuan
off some of your present debt, the umum/spesifik‘ waktu yang akan
bank cannot lend you any more datang‖; canlebih banyak
money digunakan (karena lebih sederhana
dan be able tolebih formal).
8 I was very busy at work, but I ‗Saya sibuk, tetapi saya berhasil
{*could, wasable to} take a short mengambil cuti selama
holiday over Galungan. Galungan.‘Can = ‗Terealisasinya
satu kemampuan/kemungkinan;
could tidak dapat dipilih.
9 The game {can, *is able to} be ‗Kemampuan umum‘ yang
plaved by up to 5 people. mengacu ke peraturan permainan,
be able tidak dapat digunakan.
10 Betty wasableto leave the hospital ‗kemampuan yang terealisasi‘
only ten hours after the baby was
born.
11 Betty could leave the hospital only Could = ―diperbolehkan‘
ten hours after the baby was born.
12 Ihad some free lime yesterday, so Was able to = ‗realisasi
I wasableto do my translation kemampuan/kemungkinan‘
assignment
13 Yesterday I {wasn‘table to, Wasn‘t able to atau couldn‗t,
couldn‗t} catch the bus. keduanya dapat dipilih.
14 As a child he { could, was able to} ‗kemampuan umum‘
speak two languages.

15 As a child he was able to speak Jika menekankan realisasi


twolanguages. kemampuanpada waktu tertentu, be
able to digunakan.
16 Nobody was using the typewriter, Could = ―izin waktu lampau‘
so you {could, *were able to}
borrow it
17 The voyage {can, *is able to} be ‗kemungkinan‘ waktu sekarang, be
dangerous. able to tidak dapat digunakan
18 In those days, a long voyage ‗kemungkinan‘ waktu lampau, was
{could,was able to} be dangerous. able to tidak dapat digunakan

Can dengan Verba Persepsi dan Kognitif


Walaupun acuan kepada terlaksananya kemampuan pada kesempatan tertentu,
tetapi (bukan be able to) digunakan dengan verba perseptif seperti berikut:
feel, hear, see, smell, believe, decide,
recognise, remember, understand
Contoh
We can {hear, see, smell, feel} it from here.
I can recognize his jace.
Can = untuk menunjuk kejadian yang sedang berlangsung
Look I can swim1
We can use the machine in this way.

May/Might: Maknanya
Maknamay/might
(1) Muy mightmenyatakan‗kemungkinan‘ (dapat diparafrase dengan ‗itis possible
that ….‘ ‗itmay be that...‘)
You may mighthe right. [‗Mungkin Anda benar.‘ = ‗It is possible that you
are right.‘atau ‗It may be that you are right.‘ atau ‗Perhaps you are
right.‘]
There may might be some complaints. [‗Mungkin ada keluhan.‘]
Catatan
(i) Maybe(‗perhaps‘, ―mungkin‘) sebagai adverbial ditulis sebagai satu kata.
Maybe lie is right.
We will visit her maybe once or twice a month.
(ii) Bentuk might dapat berfungsi sebagai nomina, seperti dalam contoh
berikut:
AmericanmightwillundoubtedlytriumphinAfganistan.[‗Keperkasaanmiliter
Amerika tentu akan berjaya di Afganistan.‘]
He ran with all his might.[‗Dia berlari dengan mengerahkan segala
kekuatannya.‘]
(2) May might menyatakan ‗izin‘ (dapat diparafrase dengan ‗is allowed to‘).
You maymight borrow his car.
May Might I ask whether you are using the type writer‘? [gaya formal]
Walaupun may dan can keduanya menyatakan ‗izin‘, may bagi sementara
pembicara berarti izin yang diberikan oleh pembicara sendiri, sedangkan makna
can lebih bersifat impersonal.
You may leave when you like. [―Saya mengizinkan Anda ...‘]
You can leave when you like. [‗Anda diperbolehkan pergi ...‘]
Bila kita ingin menegasikan auxiliary, kita menggunakan auxiliary mustn‘t.
Youmustn‘tleave before 1 come. [‗Anda tidak boleh pergi sebelum saya
datang.‘]
‗May Can I smoke here? --‗No, you musn‘t‘.
(3) May might dapat digunakan untuk menyatakan ‗harapan‘.
Ihope thai the young couple may enjoy many years of happiness together.
Let us pray that peace may soon return to our troubled nation.
Dalam gaya formal, may(‗menyatakan harapan‘) digunakan dalam klausa atasan
dengan struktur inversi.
MayGod bless you [‗Mudah-mudahan Tuhan memberkahi Anda.‘]

May the best man win‘[‗Mudah-mudahan orang yang terbaiklah yang


menang.‘]
May he never set foot in this house again! [‗Mudah-mudahan dia tidak
pernah masuk kerumah ini lagi!‘]
Mayyou both be happy!Mayyou see many happy returns of this occasion.
Longmay she live to enjoy her good fortune. May he reign in health!
MayGod be always with us!
(4) May mightdalamgayabahasaformaldigunakandalamklausabawahan(klausa
subordinat) untuk menyatakan ‗konsesi‘.
Strangethough(as)itmay seem,hewas elected asthe chairman,[‗konsesi‘:
‗Walaupun tampak aneh, tetapi dia terpilih sebagai ketua.‘]
Dengan arti ‗konsesi‘, mavtidak lagi menyatakan ‗kemungkinan‘ tetapi
‗pengakuan adanya kenyataan‘. Maydigunakan dalam klausa I, diikuti klausa
II yang diantar oleh but.
It may be a comfortable car, but it uses a lot of petrol. [= ‗Although it is a
comfortable car, it uses….‘ atau ‗Iagree it is a comfortable car,but
...‘]
He may be clever, but he hasn‗t got much common sense.
You might have plenty of money, but it doesn‘( mean you are better than
her. [‗I should like to acknowledge you have plenty of money,
but...‘]
He may not be very handsome, but he is intelligent. [‗Saya akui dia
mungkin tidaksangat tampan, tetapi dia pandai.‘] We may have
difference, but we trust each other‘sjudgement. [‗Walaupun kita
akuibahwa kita mungkin berbeda, tetapi kita saling mempercayai
penilaian masing-masing‘]
She may not have done very well in the test, but she is very pretty. [‗Saya
akui dia mungkin tidak terlalu baik dalam tes, tetapi dia sangat
cantik.‘]
May might digunakan seperti dalam contoh di atas untuk membuat kalimat
menjadi lebih sopan.
He is not very handsome, but he is intelligent, [kalimat lugas]
He may not be very handsome, but he is intelligent,[kalimat lebih sopan]
(5) May/might dalam gaya formal dapat digunakan dalam klausa bawahan
dengan arti ‗tujuan‘.
I‘llwrite lo them today so that they may know when to expect us. [‗tujuan‘]
Ilaugh that I may not weep. [‗Saya tertawa supaya saya tidak menangis.‘]
We send them monthly reports in order that they may have full information
about our progress, [may lebih formal daripada can]
Jesus Christ died, that we might live, [‗tujuan‘: ‗Jesus Kristus meninggal
supaya kita hidup.‘]
(6) May might (just) as well menyatakan ‗saran‘ yang disampaikan dengan rasa
enggan, tanpa gairah, atau bahkan dengan nada mengejek.
You might (just)aswell stay with us tonight. [‗Anda bisa tinggal bersama
kami.‘ Ada implikasi ―Anda dapat mencari tempat lain yang lebih
mentereng. Dua pilihan itu sama baiknya, mencari tempat lain, atau
tinggal bersama kami.‘]
You might (just) us well tell the truth. [‗Anda dapat mengatakan yang
sebenarnya.‘ Ada implikasi ‗Apakah Anda akan mengatakan yang
sebenarnya atau tetap berbohong, merupakan pilihan yang sama saja
implikasinya.‘
Saran yang bernada mengejek itu mengandung pengertian negatif, yang bila
dinyatakan secara eksplisit bisa berbentuk sebagai berikut:
―Anda dapat tinggal bersama kami atau mencari tempat lain, tetapi tidak
ada gunanya mencari tempat lain karena semua hotel sudah penuh.‘
‗Anda dapat mengatakan yang sebenarnya atau tetap berbohong, tetapi
tidak ada gunanya untuk tetap berbohong karena kami tahu yang
sebenarnya.‘

Catatan tentang may ‘izin’


1) Ada dua macam may not,bergantung pada verba atau auxiliary-nya yang
dinegasikan:
a) yang dinegasikanauxiliary-nya (struktur ini terlalu formal, maka biasanya
diganti dengan must not)
Students may not smoke in the classroom. [‗Mahasiswa tidak boleh
(tidak diizinkan) merokok dalam ruangkelas.‘may notmustn‘t]
b) yang dinegasikan verba pokoknya
Students may not like reading English books. [‗Mahasiswa mungkin
tidak suka membaca buku berbahas Inggris.‘]
They may not bother to come if it is raining. [‗Mereka mungkin tidak
mau datang jika hujan.‘]
2) Ada ambiguitas antara may ‗kemungkinan‘ dan may ‗izin‘, seperti dalam He
may leave tomorrow, tetapi dalam bahasa lisan may ‗kemungkinan‘ mendapat
tekanan, may ‗izin‘tidak. Contoh lain:
Transitive verbs may be active or passive.
Kalimat itu dapat ditafsirkan berarti:
(a)‗Verba transitive mungkin aktif atau transitif.‘
(b) ‗Verba transitive diperbolehkan (oleh aturan sistem bahasa) untuk aktif
atau transitif.‘]

Catatantentang may‘kemungkinan’
(a) Terkait dengan mayyang berarti ‗kemungkinan, perlu ditambahkan bahwa
‗ketidakmungkinan‘ (‗kepastian negatif) dinyatakan dengan can‘/. Di sini
yang dinegasikan adalah auxiliary-nya.
She can‘tbe .serious. [‗Dia tidakmungkin bersungguh-sungguh.‘]
We can‗t be always right. [‗Kita tidakmungkin selalu benar.‘]
Dengan may might, kata not menegasikan verba pokoknya.
She may not be serious.(‗Dia mungkin tidak bersungguh-sungguh.‘]
(b) Ada kalanya parafrase can ‗kemungkinan‘ berbeda dan parafrase may
‗kemungkinan‘.
Even an expert can make mistakes –It is possible even for an expert to
makemistakes. [‗Seorang ahli pun dapat (‗boleh jadi‘) membuat
kesalahan.‘]
We can win the first prize. = Itis possible even for us to win the first
prize.[‗Adakemungkinan kita memenangi hadiah.‘]
We may never suceed= {It is possible that, Perhaps} we will never succeed.
We may be mistaken ={It is possible that, Perhaps}we are mistaken.
(c) ‗Kemungkinan‘ yang kita bicarakan di atas adalah kemungkinan yang
didasarkan pada penilaian kita semata-mata (disebut epistemic possibility)
‗Kemungkinan‘ jenis lain (disebut root possibility) bersumber pada ‗dunia
luar‘.
‗Kemungkinan‘ jenis ke-2 (root possibility) ini biasanya dinyatakan dengan
can.
Two stars can crash into each other. [= Itis possible for two stars to
crash. ]
Many rare birds can be observed during the autum. [= It is possible
(for us) to observe rare birds ... ]
Dalam gaya bahasa yang formal can seperti itu dapat diganti dengan
may/might (might bahkan lebih sering dijumpai daripada may dalam arti ini):
‗Two stars may/might crash into each other.
May ―kemungkinan‘ yang digunakan dalam struktur seperti berikut bersifat
formal.
He‗ll do his duty come what may. [‗Dia akan melaksanakan tugasnya
apa pun yang mungkin terjadi.‘]

ContohLebih Lanjut Kalimat dengan may/might


May
a) In a supermarket you may find a shelf filler who offers to find the
manager.
b) The road may be blocked by ―ogoh-ogoh― demonstrations.
c) He may help, but on the other hand he may not.
d) I should lake a coat if I were you. It may well be colder at the coast.
e) ‗May I borrow your car?‘‗No, you may not!‘
f) May I have the day off tomorrow?
g) Where have you been, may I ask?‘
Might
a) The sooner she got there, the sooner her boy friend might come.
b) Ifyou hurry, you might just get there in tune.
c) He said he might be coming, but he wasn‘t sure.
d) Ican‘t find my umbrella. I‘ve a feeling I might have left it on the bus.
e) Knock again. They might not have heard the first time.
f) They might have told us they were going to be in England during the
summer.We would have liked to see them.
g) Iknow it wasn‘t your fault, but you might have let me know you were going
to be late.
h) Excuse me, do you think I might have something to drink?
a) Jane asked her boss if she might have an afternoon off to do her Christmas
shopping.
b) ‗Can you help me?. I‘m looking for a birthday present for my husband -
Certainly, madam. Might I suggest one of these new pocket calculators?

Must:Maknanya (I) Logical necessity


Must dapat menyatakan ‗keharusan/kepastian sesuai dengan logika (akal sehat)
pembicara‘[‗logical conclusion‘]. Must ‗keharusan/kepastian‘ ini sejajar
dengan can ‗kemungkinan‘, hanya saja must menunjukkan ‗kemungkinan
yang dianggap besar‘, sehingga pengertian ini dapat diterjemahkan dengan
‗kepastian‘. [Must dan can dengan arti ini keduanya termasuk epistemic
modality, modalitas berdasarkan sikap/pendapat pembicara,]
The computer doesn‘t give correct results, there must be some mistake.
[‗Komputer tidak memberi hasil yang benar, maka pasti ada
(terjadi) kesalahan.‘ Penjelasan lain tidak dapat saya pikirkan,
simpulan logis yang dapat saya kemukakan hanya itu.]
As a bank manager he must have a lot of money. [‗Sebagai manajer bank,
pasti dia mempunyai banyak uang.‘ Menurut pengamatan saya
semua manajer bank kaya, jadi karena dia manajer bank, simpulan
saya dia pasti kaya.]
Belly hasn‘tarrived yet. He must have got stuck in a traffic jam.
‗Iwonder how old Bern is. ‗— ‗He went to school with my father, so he
must be well over 50.
‗Ionly live near the town centre. ‗It must be handy having shops nearby.
Bentuk negatifnya adalah can‘t (‗tidak mungkin‘).
She can‘tbe awakeShe must be asleep.
Singaraja is only two hours‘ drive from here but he left jour hours ago,
so he can‗tstill be on the way, he must have got there by now. (...
tidak mungkin dia masih dalam perjalanan, dia pasti sudah sampai
di sana.‘)
Makna ‗kepastian/keharusan‘ adalah simpulan yang ditarik pembicara dan
pengamatan gejala; mungkin simpulan itu memang dirasakan lemah karena
mungkin tidak didapat dan pengalaman langsung, sehingga must sering digunakan
hanya untuk menyatakan asumsi atau sangkaan yang kuat.
You must be Mr. Anwar.
You must be tired.
He must be well over eighty.
The hall is packed with people; there must be abnout 2.000 people at the
meeting.
You must be hungrv after all that walking.
I ‗in sorry she ‗.v not here; she must have left already.
Jika simpulan, kepastian mengacu peristiwa yang lampau digunakan must + have
+ past participle.
He musthaveknown (=surely he knew] what she wanted.
You musthavebeenupset when you heard the news.
She must have played really well to win. I wish I ‗d seen the match.
Catatan
Mustn‗t dalam arti ―tidak mungkin‘ (untuk mengganti can‘t) biasanya masih
dianggap salah atau ―tak berterima‘ (khususnya dalam BrE1)
She mustn‘t be asleep [dalam arti ‗Dia tidak mungkin tidur.‘]
His absence mustnot have been noticed [dalam arti ‗His absence can‗t
have been noticed. ―Ketidakhadirannyapasti tidak diketahui.‘]

(2) Root necessity


Must dapat menyatakan ‗keperluan/kepastian‘ yang lain (disebut root necessity),
yaitu jika‗keperluan/kepastian‘ tidak bergantung pada pikiran manusia. Konsep
‗keperluan‘ itu dapatdiparafrase dengan ―it is essential for ... to be ...‘. Dalam
bahasa Indonesia dapat digunakan kata ‗harus, perlu‘. Modalitas jenis ini, yang
disebut root necessity (berbeda dari epistemic modality), tidak didasari oleh akal
manusia, tetapi dimaksudkan untuk menyatakan gejala di luar kendali manusia
yang diyakini kebenarannya. Inilah bedanya antara modalitas intrinsik didasari
akal manusia) dan modalitas ekstrinsik (‗di luar kehendak manusia‘).
To be healthy, a plant must receive enough water. [‗Supaya sehat, tanaman
harusperlu menerima cukup air.‘ Yang mengharuskan hal itu bukan
pembicara sendiri tetapi dunia luar.]1
Dengan persona II sebagai subjek, must dengan arti ‗keperluan alamiah‘ ini (root
necessity, modalitas ekstrinsik) dapat digunakan secara sinis.
If you must smoke, at least you can use an ashtray. [‗Jika Anda harus
merokok, ...‘ atau ‗Jika Anda terpaksa merokok, ...‘]
Why must you always find fault with me‘.‘‘[‗Mengapa Anda harus selalu
mencari-cari kesalahan saya.‘]

(3) Internal/Committed Obligation


Must dapat menyatakan ‗kewajibanataukeharusan‘yangbersumberpadaotoritas
ataurasatanggungjawabpembicarasendiri (disebut ―committed obligation‖), tetapi
mungkin juga ‗kewajiban/keharusan‘ itu bersumber pada dirinya sendiri dan
dikenakan kepada dirinya sendiri juga.

1
BrE = British English; Aml; = American English
[Jika sumber kewajiban/keharusan bersumber di luar pembicara, digunakan
should/ought to, (yang dapat diistilahkan noncommitted obligation). Dalam
bahasa Indonesia makna ‗kewajiban‘ (yang committed maupun yang
noncommitted] dapat dinyatakan dengan ‗harus‘.]
You must be back by ten o ‗clock. [‗Saya menghendaki/mengharuskan
Anda kembali sebelum pukul 10.‘]
You must keep silent. [‗Anda harus diam.‘]
You must come and visit us soon, it would be very nice to see you again.
Jika ‗keharusan‘ bersifat eksternal (datang bukan dari diri pembicara), digunakan
have to [tentang auxiliary havetolihat halaman 24].
Bandingkan contoh kalimat berikut dan perhatikan perbedaannya antara
keharusan ekternal (datang dan luar diri pembicara) dan internal (keharusan
datang dari pembicara sendiri.).
Imust see the head of the Department, I want to discuss my proposal with
him. [Keharusan internal.]
Ihaveto see the head of the Department, because he has called me to his
office.
He‗sgot a lung problem and he hastogoto the hospital once every two
weeks.
As I won ‗t be at home tonight, I havetodo my homework during the lunch
break.
You have a baby. That‘s really wonderful news. I must tell my wife.
I‘m feeling a bit unfit, I must take more exercise.
Sorry, I can ‗t see you this evening, because Ihaveto go to my dentist.
I must remember to write to my parents.
I‘m afraid I must go now (because I have promised to be home at
ten).[―Saya menyesal bahwa saya harus pergi sekarang.‘]
Adajenjang intensitas keharusan/keperluan yang dikenakan kepada orang II
seperti tampak dalam tiga kalimat berikut:
You must get a hair-cut, [keharusan paling tegas yang berasal dari
pembicara]
You need to gel a hair cut. [keharusan kurang tegas; karena keharusan
dianggap berasal dari orang II sendiri; pemotongan rambut perlu
dilakukan demi orang II sendiri. Arti need ini sama dengan need
dalam kalimat seperti Your hair needs cutting. Your hair needs to be
cut.]
You should (ought to.) gel a hair-cut, [keharusan paling tidak tegas; oleh
pembicara keharusan dianggap berasal dari luar, mis. kebiasaan,
norma sosial, dsb.]
‗Kewajiban/keharusan negatiP dinyatakan dengan mustn‗t dan shouldn‘(ough‘tto.
‗You mustn‘tsmoke in class. [‗Anda harustidak (tidakboleh) merokok di
kelas.‘]
Untuk menyatakan ―tidak adanya kewajiban/keharusan‘ digunakan {don‘t need to,
needn‘t, don‘t have to}. Lebih lanjut lihat Seksi―Need‖halaman 48.
You needn‗ttake the English course because it‘s your own mother tongue.
[‗Anda tidak perlu mengikuti pelajaran bahasa Inggris karena itu
bahasa-ibu Arda sendiri.‘]
Untuk hal yang tidak perlu dikerjakan tetapi terlanjur dikerjakan, digunakan
needn‘t have + past participle. (You needn‘thave taken the English course.)

Perbandingan antara have to dan must


Aunt Minnie had to share a bedroom with me.
He has to get up early during the week, so he likes a lie-in at the weekend.
I don‘t really want to go out, but I‘m afraid I have to.
She could work quite hard when she had to.
He‘s got a bad back, so he has to be careful what he does.
I must tell you what happened to me the other day.
Applications must reach us by the end of January.
We must remember to send the invitations today.
You must try and visit Stratford-upon-Avon while you‘re in England.

Pergeseran Otoritas dari Persona I ke Persona II


(1) Berbeda dari must, should ought to tidak mengandung implikasi bahwa
otoritas (pihak yang memberikan atau menentukan kewajiban atau keharusan)
terletak pada pembicara, dia hanya menyampaikan apa yang dianggapnya
baik (keputusan bergantung pada lawan bicara). [Jadi should ought to tidak
termasuk commitedobligation.]
(2) Dalam kalimat interogatif, otoritas untuk kewajiban (must) dan izin (can)
tidaklagiberadapadapembicaratetapidigeserkeorang11.(Terjemahandalamcont
ohberikut dimaksudkan untuk menunjukkan makna yang tersembunyi pada
auxiliary.)
+{May, Can} I go now?[‗Apakah Andamembolehkan saya pergi
sekarang?‘]
- Yes, you maycan.[‗Ya, sayamembolehkan.‘]
+Must I go now?[‗Apakah Andamengharuskan saya pergi sekarang?‘]
Yes, you must.[‗Ya, saya mengharuskan.‘]
Pergeseran otoritas dari orang I ke orang II dalam kalimat interogatif juga
berlaku untuk auxiliary shall dan will.
Shall I carry your bag?[‗ApakahAnda menghendakisaya membawakantas
Anda?‘]
Will you pay me now‘.‘‘[MaukahAnda membayar saya sekarang?‘]
(Lebih lanjut, lihat seksi ―Kalimat Interogatif dengan Modal Auxiliaries‖hal.
44.)
(3) Berbeda dari must, should ought to sering mengacu waktu yang akan datang
(dinyatakan secara eksplisit atau tidak).
The job should (oughtto) be finished bytheendofthismonth. [‗Pekerjaan
harus selesai paling lambat akhir bulan ini.‘]
Have dan Have (got) to
Verba have mempunyai dua fungsi, sebagai verba leksikal dan sebagai verba
auxiliary. Sebagai auxiliary, have harus diikuti verba infinitif dengan to (maka
untuk mudahnya auxiliary ini disebut auxiliary have to) yang dalam gaya bahasa
informal dapat silih berganti dengan have got to.
Pembahasan mengenai have terbagi menjadi dua:
(a) have sebagai verba leksikal, dan
(b) have sebagai auxiliary (auxiliary have to}.
Verba leksikal have terbagi menjadi dua juga:
(a) have sebagai verba statis, dan
(b)have sebagai verba dinamis.

Have sebagai Verba Leksikal


Verba ‗Have statis‘mengandung arti ‗memiliki‘ atau ‗mempunyai‘. ‗Have statis‘
tergolong verba yang tidak dapat dikenai aspek progresif (verba nonprogresif),
karena makna ‗memiliki‘ tidak perlu dikenai aspek progresif berhubung makna
memiliki itu sudah dengan sendirinyamengandung pengertian ‗belum selesai,
sedang/masih berlangsung‘. Makna ini berkaitan dengan keadaan, bukan proses
ataupun aksi, oleh sebab itu verba have ini disebut verba ‗statis‘, sebagai lawan
dari verba dinamis‘.
He has a big house  *He is having a big house.
He has three brothers  *He is having three brothers.
Ada tiga macam struktur dengan ‗have statis‘.
(1) Have digunakan dengan auxiliary DO (untuk membentuk kalimat interogatif
dan negatif)
‗Do you have anv butter? No, we don‘thave any huller.
‗How much monevdoyou have in the bank? ‗Idon‗t have any money in the
bank. ‗
‗Do you have experience of working as a tourist guide? – ‗Yes I do, I have
a lot.
Tidak ada hal yang istimewa dengan struktur ini karena seperti verba leksikal
biasa yang lain, auxiliary diperlukan dalam kalimat interogatif dan negatif.
(2) Have digunakan tanpa auxiliary DO untuk membentuk kalimat interogatif
dan negatif.
‗Haveyou any butter?‘‗No, we haven‘t(any).
‗Haveyou a special reason for studying English? No, Ihaven‘t.
Have di sini adalah verba leksikal, tetapi verba itu sekaligus juga berfungsi
sebagai operator, yaitu fungsi untuk membentuk (a) kalimat interogatif dan
(b) kalimat negatif, fungsi-fungsi yang biasanya dikerjakan oleh auxiliary‘.
Sebagai verba leksikal, ―peri laku‖ verba ini agak ‗―aneh‖. (Verba lain yang
mempunyai keanehan seperti ini adalah verba be.) Struktur dengan have tanpa
do ini digunakan dalam BrE, tetapi karena keanehannya itu, sudah didesak
oleh struktur yang menggunakan auxiliary do.
Dalam BrEhave tidak memerlukan do (dalam kalimat negatif dan interogatif)
bila maknanya ―memiliki, mempunyai‘. Jika maknanya lain, misalnya
‗menerima‘(have a visitor), ‗makan‘(have dinner], have memerlukan do
dalam kaiimat negatif dan interogatif (lihat seksi Have Dinamisdi bawah).
(3) Have dengan dengan alternatif Have got
Have got dalam arti ‗memiliki‘ tidak lagi mengandung arti perfektif, artinya
sama saja dengan bentuk sederhana have. Bentuk have got digunakan dalam
situasi informal.
-Have you (got) any sugar?
- No, we haven ‗t,we haven‗t gotany.
-Haveyou (got) homework to do?
- No, I haven‘t. (got any).
-Haveyou(got) any money with yo?
-No, I haven‗t.
Jika ada kemungkinan dua struktur digunakan dalam hubungan kalimat yang
serupa, have got digunakan dengan arti ‗mempunyai secara insidental, mempunyai
sekarang atau saat ini‘, sedangkan have (tanpa got) mengandung arti tambahan
‗secara habitual‘, ‗secara lebih permanen‘
Have you got a bad headache?[insidental; ‗Apakah Anda sangat pusing
sekarang.‘]
Doyou have a had headache?[habitual; ‗Apakah Anda penderita sakit
kepala yang berat?‘]
Have you got an extra bed? [insidental; ‗Apakah kali ini Anda mempunyai
tempattidur tambahan.‘]
Do you have an extra bed? [habitual; ‗Apakah Anda biasanya mempunyai
tempattidur tambahan.‘]
Catatan
Perbedaan itu juga berlaku antara have to dan have got to (dengan arti ‗harus‘).
Have we (got) topay airport tax?[insidental]
Do we havetopay airport lux? [habitual]

‘Have dinamis’
Sebagai verba dinamis, have yang mempunyai arti ‗mengalami‘, ‗mengonsumsi‘,
‗menyebabkan‘, ‗menerima‘, ‗menyelenggarakan‘, menyuruh‘ dsb, sesuai dengan
nomina yang menyertainya, selaludisertaiauxiliarydodalam struktur negatif dan
interogatif. Oleh sebab itu verba ‗have dinamis‘selalu berfungsi sebagai verba
penuh dan dapat dikenai aspek progresif [have got tidak dapat mengganti have
dinamis.] Istilah have dinamis digunakan untuk menunjukkan bahwa verba itu
mengandung makna ‗gerak‘, ‗proses‘ alau ‗aktivitas‘, lawannya adalah verba
statis yang menunjukkan keadaan.
Sesuai dengan makna tersebut, verba have statis pasti tidak dapat digunakan
dengan aspek progresif, sedangkan verba have dinamis biasanya (tidak selalu)
dapat dikenai aspekprogresif.
*I am having a big house.
Iamhaving a lot of visitors today.
Berikut disajikan sejumlah kalimat contoh dengan verba have dinamis. Ada
kalanya have dinamis dapat silih berganti dengan havegottanpa perbedaan makna
kecuali bahwa havegot lebih informal daripada have,dan bentuk havegottidak
dapat dikenai aspek progresif. ‗Bentuk auxiliary have got (o (‗harus‘) sebagai
bentuk alternatif untuk havetodibicarakan di belakang.]

Havedinamis dapat mengandung arti sebagai berikut:


‗memiliki
Idon‗t have[haven‘t got] that much money on me now?[verba have dinamis,
yang menunjukkan kepemilikan pada saat tertentu; ‗Saya tidak
membawa uang sebanyak itu pada saat ini.‘]
Ihave(got)aduty to help you with your translation. [‗Saya berkewajiban untuk
menolong Anda dengan terjemahan Anda.‘]
We have (got) no choice in this matter. [‗Tidak ada pilihan lain bagi kita
dalam ha\ ini.‘]
―makan, minum‘
Does she have coffee with her breakfast‘^ [‗Apakah dia minum kopi pada
waktu makanpagi?‘
Heishaving lunch at the canteen.[―Dia sedang makan siang di kantin.‘]
What do we have for lunch today‘? [‗Apa yang akan kita makan siang ini?‘]
‗mengalami
He is havingdifficulty with his new car?[‗Dia mengalami kesulitan dengan
mobilnyayangbaru.‘]
I‘m afraid your son hashud a serious accident.
Did you havea‗goodtime in Bali‖[‗Apakah Anda menikmati waktu Anda di
Bali?‘]
He‘shavinganoperation.[‗Dia sedang menjalani operasi.‘]
‗menerima‘
Did she havealotoftelephonecalls yesterday‘? [‗Apakah dia menerima banyak
telponkemarin?
Iexpect he had some help from his father.
Do you havealotofvisitors at Lebaran? [juga dapat digunakan have got;
‗Apakah Andamenerima banyak tamu waktu Lebaran?‘]
‗menggunakan‘
Does your teacher always have a textbook for the lessons?[‗Apakah guru
Anda selalumenggunakan buku ajar?‘]
Do you have a handkerchief.
―melahirkan‘
His wife ishaving a baby. [‗Istrinya sedang melahirkan.‘]
How often does you cat havekittens‘? [‗... melahirkan anak ...‘ Cf. Has your
cat (got) kittens now?
‗kausatif (menyuruh orang mengerjakan sesuatu, menyebabkan sesuatu terjadi‘
When didyou have Tim type the letter?[‗Kapan Anda menyuruh Tini mengetik
surat?‖]
How often doyou have your hair cut?
I had my eyes half-closed.
Janice likes to have the window open at night.
Have they had the house repainted?
‗mempunyai‘ (dalam arti luas, mis. melakukan dsb.)
They are havingameeting[‗Mereka sedang menghadiri rapat.‘]
How many people does the team have‘? [juga dapat digunakan have got;
‗Terdiri dariberapa orang tim itu?‘]
How often do you have [= receive] English lessons? [Cf. Have you (got) an
Englishlesson today‘?
How often do you have{abath,aswim,ashower, awash} a week? ‗[‗Berapa
sering Anda mandi berenang dsb tiap minggu?‘]
Dalam BrE dibedakan antara have dengan makna ‗habitual‘ dan have dengan
makna ‗insidental‘.1.‘Have digunakan (diinfleksikan) dengan do bila mengandung
makna ‗habitual‘ [‗kebiasaan‘, ―pada umumnya‘ dan digunakan tanpa do jika
mengandung makna ―insidental‘ (peristiwa terjadi hanya pada kesempatan
tertentu saja). Dengan kata lain, have dinamis digunakan dengan makna
‗habitual‘, have statis dengan makna ‗insidental‘.

Dengan makna ‘kebiasaan’ (‘habitual’) Dengan makna ‘insidental’

Do you have much lime for tennis? Have you (got) much time for tennis
No, I don ‗t (have much time for tennis). thisafternoon?

1
Lihat Hornby, A.S. 1962, dan Allen, W.S. 1955, Qirk et al 1985, hal 132.
No, J haven‗t(got) much time for
tennisthis afternoon?
Do you have enough to eat at the hostel? Have you have enough to eat now?
No, I don‘t‘t yes, we do. No, I haven‘t—Yes, I have.
Do you have much rain in Indonesia? Have you (got) much rain this
No, we don‗t. season?
No, we haven‗t. — Yes, we have.
Do you often have colds? Have you (go!) a cold now?
Yes, I do. Yes, I have. — No, I haven ‗t.

Auxiliary Have (got) to


Bentuk Gramatikal
Have to ―keharusan‘ dalam kalimat interogatif dan negatif digunakan dengan
auxiliary do atau tidak.
a) Do we have to gel up early tomorrow‘? [‗Apakah kita harus bangun pagi-
pagi besok‘7‘; dalam BrE dan AmE)
b)Have we to get up early tomorrow?[Masih dipakai dalam BrE, tetapi
dianggap sudah kuno, sehingga frekuensi penggunaannya relatif kecil
walaupun dalam BrE.]
In a business there hasto be a manager, doesn‘t there? [‗Dalam bisnis,
harus ada manajer, bukan?‘]
As a translator you haveto master both the target language and the
source language, don‘tyou?
Have to‗keharusan‘dapat diberi aspekprogresif dan aspek perfect,selain juga
dapatdidahului oleh auxiliary lain.
Have got tomempunyai makna yang hampir sama dengan haveto, tetapi
havegottoberbedadarihavetodalam hal berikut.
Havegotto
(a)lebih bersifat informal dari pada haveto
(b) tidak dapat diberi aspek progresif maupun aspek perfek
(c) tidak dapat didahului oleh auxiliary lain
(d) tidak lazim digunakan dengan kala lampau
(e)mengandung makna ‗insidental‘ (lawan dari ‗habitual‘).
Jika ada ―frequency adverb‖ seperti always, never, normally, rarely,somimes,
digunakan have to.
Contoh
Ihave (got] [to leave early
1 mayhaveto leave early, [didahului auxiliary lain, may]
*I mayhavegotto leave early.
We have (got)tohave more money to spend on even basic needs.
People arehavingto boil their drinking water during this emergency,
[dengan aspekprogresif]
*People arehavinggotto boil their drinking water during this emergency.
From next month we willhaveto have more money even to spend on basic
needsfollowing the rise of prices, [didahului auxiliary lain, will]
*From next month we willhavegotto have more money.
People arehavingto boil their drinking water.
We havehadto bod our drinking water since the outbreak of epidemic,
[dengan aspekperfect]
*We are having got to boil our drinking water.
Contoh lebih lanjut
All this work has (got) to be done before theend of the day.
Did you havetopay Bob to paint the fence. [*Hadyou got to pay him...] The
new road lias (got) (o be built soon.
You rarely haveto*have got to] tell Betty anything twice.
Have we gottoget up very early tomorrow morning? [kejadian insidental]
Toni sometimes has to /*has got to/ clean his parents ‗car before they give
him pocket money.
Makna have to sama atau hampir sama dengan must; perbedaan terutama terletak
dalam penekanan unsur makna tertentu, dan perbedaan yang ditimbulkan oleh
faktor gramatikal.
Untuk menyatakan waktu lampau dan waktu yang akan datang digunakan will
have to (*willmust tidak ada).
Ihadto go early in the morning yesterday, [waktu lampau]
Iwillhaveto take the exam next month, [waktu yang akan datang]

Makna Have (Got) to


Makna have (got) to, yang dapat dibandingkan dengan must, meliputi yang
berikut.
(a) ‗Keperluan/kepastian‘(necessity]
There {has (got)tobe_, must be} a mistake [‗Pasti ada kesalahan.‘]
To be healthy, a plant {hast,, must} receive enough sunshine and
moisture. [‗Supaya sehat, tanaman harus/perlu menerima ....‘]
Dalam makna ―kepastian‘, have (got) to mungkin dirasakan sedikit lebih kuat
(emphatic) daripada must, tetapi secara umum must lebih banyak dijumpai.
Have (got) to dalam arti ini (‗kepastian‘) mula-mula banyak digunakan dalam
AmE, tetapi sekarang sudah banyak juga digunakan dalam BrE. (Quirk et. al.
1985, hal. 145)
You have (got) to he joking. [must he joking, ―Anda pasti hanya
bergurau.‘]
Someone has (got) to he telling the lies. [‗Pasti ada orang yang
menyebarkan kebohongan itu.‘]
Sebagai arti lebih lanjut dan arti ―kepastian‘, have to juga dapat digunakan
dalam pertanyaan sinis.
Why {mustyoualways, doyouhave alwaysto} find fault with me?
[Mustyou. Doyouhaveto} make such noise when you eat?

b) ―Kewajiban atau keharusan‘


Dalam makna ini have (got) to lebih bersifat impersonal daripada must, ini
berarti bahwa dengan have (got) to pembicara tidak dianggap sebagai sumber
otoritas.
You have(got)tohe hack by ten o ‗clock, [sesuai dengan norma/aturan]
You must be back by ten o‗clock, [‗keharusan‘ datang dari pembicara]
I‘m afraid I have(got)to go now. [‗keharusan‘ datang dari luar pembicara]
I‘m afraid you must go now. [‗keharusan‘ datang dari pembicara]
Makna ―keharusan‘ pada have to dapat bersifat ‗habitual‘ (untuk peristiwa yang
berulang) maupun ‗insidental‘ (untuk sekali peristiwa).
Makna ‗keharusan‘ pada havegottoselalu bersifat ‗insidental‘. [Bentuk lampau
had got to hampir tidak pernah dipakai.]
Ihavegotto leave now tomorrow.[keharusan insidental]
Ihavetoleave home at 6 every morning. [*Ihave got to leave home at 6
everymorning.]
Jim hasto check the temparature every 12 hours.[habitual, mengacu
kewajiban yangterus-menerus harus dilakukan]
Jim‘sgotto check the temparature every 12 hours,[tidak bersifat habitual
tetapiinsidental,tetapimengacuperistiwayangakandatang,jadibersifat
memerintah.
Catatan
Perbedaan antara makna ―keperluan‘ (necessity) dan ‗keharusan‘(obligation}
bisa agak sulit dibedakan
Every student has to have a student card.
(a) ‗Setiap mahasiswa perlu memiliki kartu mahasiswa.‘;
(b) ‗Setiap mahasiswa diwajibkanolehperaturan untuk memiliki kartu
mahasiswa.‘

Perbandingan antara May, Can, Must, dan Have to


(A)
Otoritas ada pada pembicara
‗Izin‘ MAY MUST ‗Kewajiban‘
CAN HAVE TO
Otoritas berada di luar pembicara

Catatan
Maydan Can= ‗izin‘
Musidan Haveto= ‗kewajiban‘
Maydan Must = ‗otoritas pada pembicara‘
Candan Haveto= ‗Otoritas berada di luar pembicara‘

(B)

Kemungkinan Faktual
‗Keharusan/
‗Kemung- MAY MUST
Kepastian (Logical
kinan CAN HAVE TO
necessity)
Kemungkinan Teoritis

Catatan
Maydan Can = ―kemungkinan‘
Maydan Must = ―kemungkinan faktual
Candan haveto. = ‗kemungkinan teoritis‘

Kemungkinan Faktual dan Kemungkinan Teoritis


Kemungkinan faktual (may) didasari fakta, kemungkinan teoritis (can) hanya
didasari logika saja; kemungkinan faktual lebih mempengaruhi perasaan dan sikap
orang karena kemungkinan itu bisa menjadi kenyataan. Kemungkinan teoritis
tidak perlu mengubah perilaku praktis manusia.
Kemungkinan faktual.
The road may be blocked. [= It‘spossiblethat the road is blocked. Perhaps
the road isblocked. ‗Melihatsituasinya ada kemungkinan jalannya
terhalang.‘]
Kemungkinan teoritis
The road can be block. [=It‘spossiblefor the road to be blocked. It‘s
possibletoblock the road. ―Sesuai dengan teori (akal sehat), jalannya dapat
dibuat terhalang.‖]
Contoh lain
The road may be blocked by flood water. [Kalimat ini dapat diucapkan oleh
tuan rumah yang sedang menunggu tamunya yang tak kunjung
datang. Kemungkinan jalan kena banjir adalah nyata karena
sekarang memang musim hujan. sehingga tuan rumah itu gusar.]
Thebridge over Bali Straits can be built by Indonesian engineers and if they
do this, we can cross the Straits in 10 minutes. [Ini hanya kalimat
khayalan, kemungkinan itu benar secara teori karena insinyur
Indonesia sudah canggih-canggih.]
The rupiahmay be devaluated. [Pernyataan ini dapat membuat orang tegang,
karena ucapan itu berkaitan dengan situasi nyata.]
The rupiah can be devaluated. [Orang yang mendengar tetap tenang karena
ituhanya menyangkut teori ekonomi saja.]
A friend may betray you. [‗Ada teman yang nyata-nyata dapat/mungkin
mengkhianati Anda.‘Ini peringatan yang dapat menggelisahkan
Anda.‘]
A friend can betrayyou. [‗Teman dapat mengkhianati Anda.‘ Ini hanya
penyataanumumtentangkemungkinan; tidak perlu membuat Anda
gelisah.]
Perbedaan serupa terdapat antara ‗keharusan/kepastian yang faktual‘[must] dan
yang teoritis /have foot) to]. Tetapi di sini orang lebih sulit membedakannya, yang
jelas must jauh lebih sering digunakan

Someone must be telling lies. [‗Pasti ada orang yang berbohong.‘]


Someone has (got) to be telling lies. [‗Secara teoritis, tidak mungkin semua
orang mengatakan yang sebenarnya.‘]

Ought to dan Should


Perbandingan antara Must dan Should/Ought to
(a)‘Keharusan atau simpulan’ yang ditarik daripengamatan situasi.
Should(oughtto) digunakan bila pembicara tidak yakin betul bahwa simpulannya
itu pasti benar sepenuhnya. Oleh sebab itu perbedaannya dengan must adalah
bahwa dalam must pembicara bertanggung jawab atas ―keharusan atau
simpulan‘itu (committed necessity). Dengan kata lain must bersifat lebih personal,
sedangkan should ought to menunjukkan kesadaran bahwa simpulan itu mungkin
tidak benar bagi orang lain (tentative inference sebagai lawan dari must ‗decided
inference).
The mountain should (oughtto) be visible from there.
The plants should (oughtto) reach maturity after five years.
The mountain must be visible from there. [Pembicara bertanggung jawab
tentang simpulan bahwa gunung itu dapat dilihat dari sana.]

(b)‘Kewajiban’
Perbedaan antara should(oughtto)dan mustterletak pada penekanan mengenai
siapa yang menjadi sumber otoritas.
You should (oughtto) do as he says.
You must do as he says. [‗Saya menghendaki Anda mengerjakan apa yang
dikatakan olehnya.‘
Dengan should/ought to, pembicara tidak yakin dan tidak bertanggung jawab
bahwa kewajiban yang dikemukakannya akan dilaksanakan [ide yang sama dapat
dikemukakan dengan menggunakan ungkapan be supposed to]. Bila disertai aspek
perfect, (should /oughttohave+past participle) artinya kewajiban itu memang
tidakdilakukan(should jauh lebih sering digunakan daripada ought to).

They should (oughtto) have met her at the station.[dapat ditambah but you
didn‘t. Sama dengan You were supposed to meet her at the station
(but you didn‗t).]
You should (ought to) have worked hard before the exam, but you didn‗t,
so you didn‘tpass.
Perhatikan benar tidaknya kalimat berikut ditinjau dari logika.
He {should, oughttoissupposedto) go, but he doesn‘tgo. [Kalimat yang
logis.]
*He must go, but he doesn‘tgo. [Kalimat tidak benar, karena tidak logis.]

Antara ‘Keharusan/Kepastian’ dan ‘Kewajiban/Keharusan’


Di sini akan dirangkum apa yang sudah disebutkan di depan.

Simpulan
Simpulan yang didasari pengamatan pembicara terhadap gejala dapat
menunjukkan ‗kepastian‘. ―Kepastian‘ adalah ‗kemungkinan besar‘; kemungkinan
besar negatif dapat disebut ‗ketidakmungkinan‘. Posisi antara ‗kepastian‘ dan
―ketidakmungkinan‘ kita sebut ‗kemungkinan‘ saja.
Tanpa pautan kalimat, kata dapat bersifat taksa. Misalnya
He can go there
bersifat taksa rangkap tiga.
a) Can dapat ditafsirkan mengandung arti ‗kemungkinan‘. Kalimat itu dapat
diparafrase: Itispossible that he goes there (‗Ada kemungkinan bahwadia
pergi ke sana.‘ atau Itis possible far him to go there [‗Ada kemungkinan
baginya untuk pergi ke sana‘].
b) Can dapat diartikan ‗kemampuan‘ [= He is able to go there. ‗Dia mampu
pergi ke sana.‘]
c) Can dapat diartikan ―diperbolehkan, diizinkan [= He is allowed to go
there. ‗Dia boleh (diizinkan) pergi ke sana.‘]

Dengan mengingat kemungkinan ketaksaan, kita bicarakan bentuk-bentuk berikut.


1. May, might dan can, could dapat menyatakan ‗kemungkinan‘ di waktu
sekarang:
He {may might, can could] be in difficulty now. [‗Ia mungkin dalam
kesulitan sekarang.‘]
Untuk mengacu waktu lampau digunakan aspek perfect.
He {may might, can could} havebeen in difficulty yesterday[‗Ia mungkin
dalam kesulitan kemarin.‘]
Beda antara may can have dan might could have adalah bahwa may/can have
+ past adalah ‗pernyataan sekarang mengenai kemungkinan lampau‘;
might could have dirasakan lebih sopan.
2. Can‘t, couldn‘t dapat menyatakan ‗ketidakmungkinan‖ di waktu sekarang.
He can‘t(couldn‘t) be right [= He must be wrong.]
Untuk menyatakan ‗ketidakmungkinan‘ di waktu lampau digunakan aspek
perfect.
He coutdn‘thavebeen horn at the time [‗Dia tidak mungkin sudah lahir
waktu itu.‘]
Baik dalam BrE maupun AmE sebagai gantinya can‘t couldn‘t
[‗ketidakmungkinan‘] juga digunakan musn‘t(tetapi secara tradisional, bentuk
ini dianggap salah dan tidak (belum) banyak digunakan khususnya dalam
BrE.)
He mustn‘thavebeen born at the time [‗dia tidak mungkin telah lahir
waktu itu.‘]
3. Must (should, ought to) dapat menyatakan kepastian di waktu sekarang.
He must (should, ought to) be there now [‗Dia pasti ada di sana
sekarang.‘]
Untuk menyatakan ‗kepastian‘ di waktu lampau digunakan aspek perfect.
It must (should, oughtto) haverained last night [‗Tadi malam pasti
hujan.‘]

Kepastian dan Kewajiban


Selain menyatakan ‗kepastian‘, should (ought to)juga dapat menyatakan
‗kewajiban‘
(1) kewajiban yang mempunyai kemungkinan untuk dilaksanakan
We should(oughtto) help each other [‗Kita harus (perlu,wajib) saling
menolong.‘]
(2)untuk kewajiban yang terlanjur tidak dilaksanakan, digunakan should
(oughtto) + past participle
We should (oughtto_) have helped each other [―Kita seharusnya telah
saling menolong, tetapi kita telah tidak berbuat begitu.‘]
Berikut beberapa contoh untuk memberikan ilustrasi mengenai perbedaan antara
‗kepastian‘(must) dan ‗kewajiban‖(should, ought to) di waktu lampau.
1) ‗kewajiban yang tak dilaksanakan‘
a. Toni was deported for having an expired visa; he shouldhaverenewed his
visa.
b.Jeni failed her exam; she shouldhavestudied hard before the exam.
c.Eddy had an accident; he shouldn‗thavedriven so fast in crowded streets.
2) ‗kepastian‘
a. She must be Julia. [= ‗Dia pasti Julia.‘]
b. Julia was absent yesterday; she musthavehad some problem with her boy
friend. [‗..., dia pastitelah mengalami masalah dengan ...‘]
c. Katty did very well on the exam; she musthavestudied very hard.
d.Joni told me his wife had a baby yesterday; he musthavebeen very proud of
becoming a father.
3) ‗kemungkinan‘
a. Robert came to class without his book; he couldhave lost it. [‗..., dia
mungkin telah menghilangkan buku itu.‘]
b. Toni missed class today he mighthavebeen ill, or mighthavehad an
accident.

4) ‗ketidakmungkinan‘
a. Sandra failed the test; she {couldn‘t, mustn‗t} have studied hard enough.
[‗..., tidakmungkin bahwa dia telah belajarcukup giat.‘]
b. He is a most experienced pilot; he [couldn‗t,mustn‘t} have made a serious
mistake.

Will (‘II) dan would (‘d)


(a) will = ‗ramalan, kepastian‘
Will would menyatakan ‗ramalan‘ atau gagasan yang didasari pengalaman atau
pengamatan gejala. Ramalan itu dirasakan sebagai hal yang pasti oleh
pembicara.
Every day Toni will come home from work about 3 o ‗clock p.m. and turn
on the TV. A baby willrecognise its mother‘s voice soon after it‘s
born. You will /eel belter after taking this medicine.
I was told I would feel better after taking this medicine. [―Saya diberitahu
bahwa saya akan lebih sehat sesudah ...‘]
During the war, people would cut all kinds of things that we don V eat
now.
Dalam contoh berikut will sangat mendekati arti must (dengan arti ‗kepastian
berdasarkan akal sehat‘ atau ‗logical necessity‘).
She‘ll have had her dinner by now. [‗Saya (ramalkan, perkirakan,
pastikan} dia sudah makan saat mi.‘]
That‘llbe the postman. [Diucapkan setelah terdengar bel berbunyi. ―Saya
yakin orang itu tukang pos.‘]
You will have read this paper, so you should have some idea about it.
[‗Anda pasti telah membaca koran ini...‘]
Jika peristiwa yang diacu sudah lewat dilihat dari saat sekarang atau saat tertentu
di waktu futur, digunakan will + have + past participle.
As youwill have noticed, he has cut off his beard, (‗Anda pasti sudah
melihat dia sudah memotong janggutnya.‘ Peristiwa melihat sudah
terjadi.)
They willhavereached home by now. (‗Mereka pasti sudah tiba di rumah
saat ini.‘)
I‗m sure before 2020 scientists willhavedeveloped a cure for
HIV.(Peristiwa lampau di lihat dan waktu yang akan datang, tahun
2020.)
Simpulan
Untuk mengungkapkan ramalan dengan keyakinan ada tiga ungkapan (a]
must, (b) will, (c)have to

( b) Will/would = kebiasaan atau peristiwa terulang


Will would dapat menyatakan ramalan yang mengacu ‗kebiasaan‘ atau ‗peristiwa
terulang.
Oil willfloat on water. [‗Minyak mengapung di alasair‘, ramalan yang tak
terkaitdengan waktu]
She‘ll talk for hours, if you let her. [―Dia akan berbicara berjam-jam ... ‗,
ramalan yangdidasari pengamatan atas kebiasaan atau sifat seseorang]
Everymorning he would go for a long walk. [‗Tiap pagi dia biasa jalan-jalan
cukup jauh;‘ kebiasaan di waktu lampau; would lebih formal dari used
to]
When I was young, shopkeepers wouldcycle around the village, delivering
food to customers.
When we lived in Singaraja, I would always play with her after school.
Catatan: Ungkapan would-besebagai modifier berarti ‗yang diharapkan akan
menjadi‘(would-be governor, would-be parents-in-law)

(c) Will/would = ‘kemauan’ (‘volition’), atau ‘penolakan’


Will/ would menyatakan ‗kemauan‘ (‗volition‘), atau jika negatif‗penolakan‘.
I‘llwrite as soon as I can. [‗keinginan‘; ‗Saya mau menulisnya sesegera
mungkin.‘]
Will/Would you help me with this translation job?[―Harap Anda bersedia
menolong saya mengenai tugas menerjemahkan ini?‘]
If you ^will1go out now, I can ‗l si up you. [‗kemauan keras‘; will selalu
diberi tekanan, ‗Jika Anda berkeras untuk pergi, saya tidak dapat
menghalangi.‘]
She ^would keep interrupting me. ‗Dia selalu ingin menyela saya.‘]
She wouldn‗t sing for me, even though I asked her to several times.
Even when it ‗s very cold, some people will wear just w-ear jeans and a T-
shirt.
Subjek dapat juga berwujud benda mati.
The key won‘ t fit the lock. (‗Kuncinya tidak mau cocok.‘)
The window won‗topen.(‗Jendelanya tidak mau terbuka.‘)
The socks won‗t fit my feet.
Untuk menyatakan peristiwa lampau atau kebiasaan lampau juga digunakan
usedtoatauwould.
Wouldtidak digunakan untuk peristiwa yang hanya terjadi sekali di waktu lampau.
We {would, usedto} lend him money when he was unemployed.
Tim{would, usedto} visit his parents every other weekend.
She {invited, *wouldinvite} all her closest frinds to her birthday party last
year. [Would tidak dapat digunakan jika ada keterangan waktu yang
tegas seperti last year.
Untuk menyatakan keadaan lampau digunakan used to (lihat halaman 52), bukan
would.
The school [usedto, *would} be in the city centre, (usedtomenyatakan
keadaan)
In front of the school there {usedto, *would} be a big bunyan tree.

(d) Will/would menyatakan ‘potensi’


Makna ‗kemauan‘ yang melemah (pada benda mati) dapat ditafsirkan sebagai
‗kemampuan /potensi‘.
That is a fine car. How fast will it go?[‗Itu mobil bagus. Seberapa cepat
mobil itu dapat melaju?]

1
Tanda ^ digunakan untuk menunjukkan tekanan jatuh di belakangnya
The hall will hold about one thousand people. [‗Ruang besar itu dapat
menampungseribu orang.‘]
Untuk potensi/kemungkinan lampau digunakan would + have + past participle.
Ifthe food lasted longer, there would be many more victims.
My grandmother wouldn‘thaveapproved of me working as a waitress in the
hotel.
Even if I worked harder, I don‗tthink I wouldhavepassed the maths exam.
Why didn‘tyou buy the fish from the market‘? You wouldhavesaved a lot of
money.
I wouldhavebeen happy to see her in Denpasar, but unfortunately Ididn‗t
have time to go there to see her.

Contoh lebih lanjut tentang will/would

Would, ‘d

a) When I was in England they‘d come to the windows and cheer when I went
past.
b) In ancient limes people used to make sacrifices to their gods; sometimes
they would even sacrifice human beings:
c) When the factory was in full production, as many as 5,000 of these articles
would be turned out in a single day.
d) My uncle never did a stroke of work. He would lie around all day drinking
beer and reading the sporting papers.
e) ‗How did you get to school when you were a child?‘ ‗Iusually went by bus;
but if it was fine, I‘d walk across the fields.‘
f) He was so unsure of himself that he wouldn‘t even buy a box of chocolates
without consulting his mother.

Will
a) The heaps soon fermented, as neglected heaps will do.
b)He will keep interrupting me: it‘s most annoying.
c)‗The butter‘s gone off.‘^Well, it will do if you don‘t keep it in the fridge.‘
d)‗Ithink I‘m getting a cold.‘^Well, if you will go out without a coat, what can
you expect?‘
e)I‘m worried about mv mother, but she will insist on living on the top floor.

Negasi pada Frasa Verba dengan Auxiliary


Dalam seksi ini kita ingin menyisipkan rangkuman pembahasan tentang negasi
(penggunaan bentuk dan konsep negatif).
Negasi dapat dikenakan kepada auxiliary atau kepada verba pokoknya. Tentu ini
membawa perbedaan arti dan kadang-kadang bentuk juga.

Auxiliary yang Dinegasikan (dinegatifkan)


(1) cannotcan‘tcouldn‗t (dalam semua artinya)
You can‗tcouldn‗t be serious. [‗Tidak mungkin Anda bersungguh-
sungguh.‘]
You can‗tgo swimming. [‗Anda tidak boleh pergi berenang.‘]
You can‗t beat him. [‗Anda tidak mampu mengalahkan dia.‘]
You couldn‗t smoke in the classroom. [‗Anda tidak boleh ...‘]
Catatan
Dalam konteks yang terbatas, not (dengan stress) verba menegasikan verba tsb.
You don ‗l work under him, so you can ^notobey his orders. [‗Anda tidak
bekerja di bawah dia, jadi Anda dapat tidak mematuhi perintahnya.‘]
Lebih lanjut, lihat seksi NegasiRangkaphalaman 37.
(2) needn‗t [‗tidak perlu‘]
You needn‗t take this subject. [‗Anda tidakperlu mengambil mata kuliah
ini.‘]
(3) daren‗t [‗tidak berani]
You daren‗t challenge him. [‗Anda tidakberani menantang dia.‘]
Verba Pokok yang Dinegasikan
(1) may not [‗mungkin tidak‘]
He may not come because he doesn‗t feel well. [‗Mungkin dia tidak datang
karena dia merasa kurang sehat.‘ atau ‗Ada kemungkinan dia tidak
datang ...‘]
He might not be telling lies. [‗Mungkin dia tidakberbohong.‘]
may not [‗boleh tidak‘]
He may notgoswimming.[‗Dia boleh tidak pergi berenang.‘
Catatan
You maynot smoke dalam arti ‗Anda tidak boleh merokok‖ [dengan auxiliary yang
dinegasiskan jarang digunakan, sebagai gantinya digunakan mustn‗t: You
must‘tsmoke.
Tetapi dalam bahasa formal auxiliary maydapat dinegasikan terutama jika may
baru saja digunakan di depannya seperti dalam contoh berikut.
‗MayI go now?.‗No, you may not.‗[gaya formal, untuk gaya informal = No,
you musn‘t.]
Itis not always easy to know what we may do and what we may not do.
(2) shall not shan‗t, should not, shouldnV (dalam semua artinya; bentuk
shan‘tjarang digunakan)
Don ‗I worry, you shunt lose your reward. [―Jangan gusar, Anda akan
tidakkehilangan hadiah Anda.‘]
Ishall notforget your kindness. [‗Saya akan tidakmelupakan kebaikan
Anda.‘]
You should‘tsay anything. [‗Sebaiknya Anda tidakmengatakan apa-apa..‘]
They shouldn‘tbe there yet. [‗Sangat mungkin (pasti) mereka belumberada
di sana.]
(3) must not mustn‘t [‗harus tidak‘]
You mustn‘t keep us wailing long.[‗Anda harus tidakmembuat kami
menunggu lama.‖]
(4) should not, shouldn‗t, ought not, oughtn‗t[‗harus tidak‘]
You shouldn‘t (oughtn‗tto] keep us waiting long. [‗Anda harus tidak
membuat kami menunggu lama.‘]
Negasi dengan Will
Kata negatif not pada will not (won‘t), would not, wouldn‘t dapat ditafsirkan
menegasikan auxiliary atau verba pokoknya.
a. Don V worry, I won‗tinterfere dapat diparafrase sebagai berikut:
(i) ‗I don‘tintend to interfere‘‘[‗Saya tidakingin mengganggu Anda.‘ =
Iwillnotinterfere. Auxiliary yang dinegasikan.]
(ii) ‗Iintend nottointerfere‘[‗Saya ingin tidak mengganggu Anda. =
I‘llnotinterfere.‖Verba pokok yang dinegasikan].
b.He won‘tdo what he is told.
(i) ‗He refuses to do what he is told [auxiliary yang dinegasikan].
(ii) ‗He inisists on not doing what he is told‘[verba pokok yang
dinegasikan].
Negasi Rangkap
Negasi dapat terjadi lebih dan sekali dalam satu kalimat karena unsur yang
dinegasikan bisa berbeda-beda. (Negasi juga tidak harus dinyatakan dengan kata
not, tetapi ini tidak akan kita bicarakan di sini.)
She is my boss,I can‘t^not obey her. [‗Dia atasan saya, tidak mungkin saya
tidakmenaatinya.‘Not pada can‘t menegasikan auxiliary can, not yang
kedua menegasikan verba. = You can ‗t (help) but obey her.]
She is such an extraordinary person, you can‗t^notadmire her. [‗Dia orang
luarbiasa, Anda tidakmungkintidak mengaguminya.‘ = You can‗thelp
admiring her. You can‗tbut admire her. ‗Anda mau tidak mau
menghormatinya.‘]

Shall/Should

Shall
Shall tidak banyak digunakan, apalagi dalam AmE.
Makna shall meliputi yang berikut
(a) ‗Ramalan‘hanya bila subjek orangI(tunggalatau jamak).Sekarang will
biasanya menggantikan shall.
I shall (will) be pleased if you can come.
According to (he opinion polls, I will (shall) win easily.
When will (shall) we know the result?
(b) ―Kemauan‘ untuk orang I. Shall should lebih formal daripada will would.
We will (shall) uphold the wishes of the people.
I should like a whisky before I go to bed.
We should like to invite you for dinner next week.
Shall I (we) sering digunakan untuk menanyakan kemauan orang II (otoritas
orang I digeser ke orang II dalam kalimat interogatif), misalnya untuk
menawarkan pelayanan. Di sini pun ada kecenderungan (apalagi dalam AmE)
untuk menggunakan ungkapan lain, sebagai alternatif sering digunakan
Would you like me us to ... 7
Shall I (we) carry your suitcases to your room? [we = ‗kami‘; ‗Would you
like me to ...‘]
What shall we do this evening7Shall we go to the beach? [we = ‗kita‘;
saran untuk tindakan bersama. Ada kecenderungan besar untuk
menggantinya dengan should. Atau dengan ungkapan lain: What
about going to (he beach?]
Let‘s go to the beach, shallwe?
Hanya dalam pemakaiannya seperti itu shall tidak dapat diganti dengan will.
Mis. jawaban atas pertanyaan Shall I carry your suitcas?Bukan, Yes, you will,
tetapi Yes, please do so;atau Ok, let‗s. (go). [Tentang pergeseran otoritas pada
kalimat interogatif, lihat Seksi ―Kalimat Interogatif dengan Modal
Auxiliaries‖halaman 44.]
(c) ‗Keharusan ‗ [= must}; shall banyak digunakan dalam bahasa bidang hukum.
The vendor shall maintain the equipment in good repair.
All public buses shall be provided with first aid medication to be used in
case of accident.
(d)‗Kemauan pembicara‘ terhadap orang II dan III. [Ini penggunaan shall yang
kuna dan bernada otoriter.]
You shall do as I wish. [―Anda harus melakukan kemauan saya.‖]
You shall be punished. (Ancaman: ‗Anda akan dihukum. Itu kehendak
saya.‘]
Lebih lanjut should digunakan sebagai berikut
(1) Should = bentuk past untuk shall dalam reported speech
Isaid that I should be twenty-one tomorrow.
I felt sure we should meet again. [Ada unsur kehati-hatian yang tinggi,
would lebih banyak digunakan.]
(2)Shouldkewajiban/keharusan yang harus dilaksanakan. (Oughttodapat
digunakan juga tetapi lebih jarang.)
We {should, oughtto} help the poor.
I {should, oughtto} visit my parents more often.
Untuk menyatakan kewajiban yang terlanjur tidak dilakukan digunakan
should (ought to} havepast participle.
We{should, oughtto}have more seriously helped the flood victims.
You {should, oughtto}have met me at the airport, but you didn‘t.
The results were wrong. As a scientist she shouldhave planned/checked
the experiment more carefully.
Untuk menyatakan keharusanyangkurangkuat (sehingga tidak dilaksanakan)
digunakan besupposedto.
I‗msupposedto begin work at eight.
Guides aresupposedto be able to speak English well.
Students aresupposedto attend at least 80 percent of the lectures given.
Walking under (he ladder issupposedto be unlucky.(‗Berjalan di bawah
tangga dianggap mendatangkan sial.‘)
3) Should =bentuk tentatif untuk shall ‗tawaran pelayanan‘ (menunjukkan
kesopanan)
Should I drive you home now?[= shall]
Should I type the letter for you? [= shall]
(3) Dalam gaya formal, should digunakan untuk memulai kalimat andaian
(struktur inversi untuk mengganti if). Should berkonotasi ‗kemungkinannya
kecil‘.
Should anyone phone (If anyone phones), please tell them I ‗m busy.
Should you see her, give my kind regards to her.
Should an accident happen, call the police.
Should she be interested, I‘ll phone her. [―Kalau-kalau dia menaruh
perhatian, maka saya menelponnya.‘]
(4) Shoulduntuk memberi nasihat secara informal (dapat juga digunakan ―d
better1, atau oughtto). Mustdapat mengganti should, jika pembicara ingin
menyampaikan rekomendasi secara lebih tegas.
A timetable{should, must] be set for withdrawing the army from the
occupiedterritory.
If you smell gas, you [should, must] immediately phone the
emmergency number.
Bali is a very beautiful island. You {should, must} try to visit it.
I shouldn‘tbother to copy these down [‗Anda tidak perlu
menyalinnya.‘ Kalimat iniberasal dariIf I were you, I shouldn‘t (
... ]
Ishouldn‘tworry about it if I were you.
I shouldn‘t let it worry you. (‗1 advise you not to let it worry you.‘)
If you are not well, you {should, ‗dbetter} ask Betty to attend the
meeting instead.
If you ‗re feeling ill, I shouldstay at home, if I were you.
I don‗t think you {should, oughtto} give the children sweets.
(5) Shoulduntuk meminta nasihat, pendapat, atau rekomendasi, atau untuk
menyampaikan saran

1
Dibandingkandengan should dan ought to, ‗d better lebih banyak digunakan dalam bahasa
percakapan.
What should I do‘‘
Should I meet him and apologize?
Should we meet after the class‘
(6) Shoulduntuk menyatakan ―kemungkinan-besar‖, high probability [should
dapat diganti dengan must]. Oughttodapat juga digunakan dengan arti ini
tetapi lebih jarang. Must dipilih jika pembicara ingin lebih tegas/yakin, ingin
lebih otoritatif.
At night the roads {shouldn‘t, must, oughtto} be very crowded.
He has often been abroad, so he {shouldn‗t, must, oughtto} be able to
communicatein English well.
Have we got any string‘. There {shouldn‗t, must, ought to]be some in the
kitchendrawer. [‗Pasti ada tali dalam laci di dapur (karena di situlah
biasanya tali itu di simpan.‘]
Last week I wrote you a note. You {shouldn‗t, must, oughtto} have
received it bynow.
Bila sesuatu layak kita harapkan sudah terjadi, juga kita gunakan should (oughtto)
+ have + pastparticiple.
The builders should (oughtto) havefinished by the end of this month.
If the flight was on time, he should (ought to) havearrived in Jakarta early
this morning.
Perbedaan antara ―kemungkinan bcsar‘dan―logical conclusion‘ tidak begitu besar,
tetapi must (bukan should)akan cenderung dipilih untuk menyatakan ―logical
conclusion‘.
He has lived in Britain for a long time, his English mustbe very good.
Should Subjungtif(Putative)
Should sebagai bentuk subjungtif digunakan dengan frekuensi yang lebih tinggi.
Should sering digunakan untuk menyatakan suatu konsep (yang bersifat
konseptual, nonfaktual), sebagai lawan dan kenyataan (yang faktual). Should jenis
ini disebut putative should atau should subjungtif. [Secara umum dapat dikatakan
bahwa should putative lebih sering digunakan dalam gaya bahasa formal.] Makna
should ini termasuk extrinsic meaning [lihat seksi Makna Modalitas di depan
halaman 6].
The fact is /We know/ that education will be improved, [kenyataan, bersifat
faktual].
The idea is /We are suggesting/ that education should be improved
[should = subjungtif digunakan dalam saran (saran bersifat
konseptual)].
Contoh should subjungtiflain:
Itis important that we should have a good dictionary.
They insisted that we shouldpractise reading English every day.
It‘sunfair that so many people should lose their jobs,[should untuk
menekankan unfair]
Shouldputative seperti contoh di atas digunakan secara lebih luas khususnya
dalamBritishEnglish.
a.I‘msurprised that he feels lonely.
b.I‘m surprised that he shouldfeel lonely.
Kalimat (a) menerima (walau dengan heran) fakta bahwa dia merasa kesepian;
kalimat itu tidak mempertanyakan fakta itu.
Sebaliknya kalimat (b) mempertanyakan mengapa dia harus merasa kesepian.
Itulah yang menyebabkan pembicara heran. Jadi kalimat (b) tidak menyatakan
fakta tetapi suatu hal yang non faktual (kita sebut konsep).
sekedar contoh lain:
It‘sunthinkable that he should deny my request.
I‗m anxious that I shouldn‗tbe in the way. [‗Saya ingin tidak
menghalanginya.‘]
They have arranged that I should he absent for part of the committee
meeting.
Ican understand their eagerness that you should he the main speaker.
If clause yang mengandung shouldmenekankan si fat nonfaktual.
Its a pity i] he should he so obstinate. If you should ever come to Hall,
please look my father up in Denpasar.
Bila kalimat induk berisi verba, nomina, atau adjektiva yang menyatakan emosi,
kehendak, atau rencana, struktur infinitif (sebagai ganti klausa dengan should)
dapat digunakan.
Iprefer her todrive.
They have arranged for me to be away.
Terutama dalam AmE klausa dengan should sering sekali diganti klausa present
subjunctive1(wujudnya sama dengan infinitif).
Iprefer that she drive.
I suggest that she drive.
They insisted that the meeting be adjourned.
Itwas intended that you be the candidate for the Dean.
Verba past dalam klausa induk dengan acuan ke waktu lampau, tidak harus
mempengaruhi bentuk should dalam klausa bawahan2. Dalam contoh berikut
aspek perfect boleh digunakan, boleh tidak.
Iwas surprised thai he should feel lonely when lie was in Australia.
I was surprised that he should have fell lonely when he was in Australia.
Penggunaan bentuk subjungtif dalam klausa bawahan lebih menekankan
sifatpersuasif verbs. dalam klausa induk.
a. I insisted that he \ change, shouldchange} his clothes, [change pertama
adalah bentuk present subjunctive]
b.I insisted that he changed his clothes, [changed = bentuk indikatif]
Kalimat (a) lebih persuasif daripada kalimat (b).
Ada kalanya terdapat verba yang sama digunakan secara berbeda bergantung pada
maknanya, dan perbedaan makna tsb tercermin dalam bentuk klausa bawahannya.
a.She suggested that I {be, should be} responsible for the arrangements.
b.She suggested that I am responsible for the arrangements.
Verba suggest dalam kalimat (a) berarti ―merekomendasikan‘ (maka diikuti klausa
subjungtif), dalam kalimat (b) berarti ‗menyatakan pendapat secara tentatif maka
diikuti klausa indikatif.
1
Dalam diktat ini dua ejaan, ejaan Inggris subjunctive dan Indonesia subjungtif, dipakai sesuai
dengan tautannya.
2
Lihat Quirt et al 1985, hal. 1014-1015
Dalam kalimat berikut ada campuran (fusi) antara should ―putative ―dan should
―kewajiban ―:
The report recommended thai education for children should be improved.

Lebih Lanjut tentang Should Putatif


Untuk menekankan gagasan yang bersifat konseptual, putative should digunakan:
(1) dengan ungkapan yang berisi adjektiva seperti berikut (yang digunakan dalam
pola struktur seperti It is important that something somebody should... ):
appropriate, compulsory, crucial, essential, fitting, imperative,
important, impossible, improper, necessary, obligatory, proper, vital.
(2) denganungkapansepertiberikut(untukmenekankansikap atauperasaanpribadi
pembicara)
It‗s apity; I‗m surprised (it‘s surprising); it‘s disgraceful;
it‘s unthinkable; it worries me, it‘s natural, it‘s good
Contoh: It‘s a pity that he should fail in the test.
(3) dengan verba seperti berikut (untuk menyatakan apa yang dikehendaki atau
diangankan pembicara)
agree, command,consent, decree, demand, desire, dictate, grant,insist,
order, prefer, propose, recommend, request, require, suggest, urge
(termasuk adjektiva seperti: anxious)
Contoh:
Iagree that lie should do it.
He commands we should leave tomorrow.
I suggest that he should leave [formal, bentuk nonformal:Isuggest that he
leave}.
I prefer that Jane should do it [formal, bentuk nonformal: I suggest that
Jane do it].
I am anxious that my fee should be raised at least by 10%
(4) dalam pertanyaan khususnya yang dimulai dengan why
Why should our wages be cut off?[Mungkin kalimat ini mempertanyakan
ketulusanatau keadilan motivasi pemotongan upah]
Why should the test be made so difficult?[Mungkin kalimat ini diucapkan
karenapenanya meragukan maksud baik guru.]
Why should lie have burnt the document?[Pertanyaan ini dikemukakan
mungkinuntukmempertanyakanpembenaranbahwadokumenitudiba
karataukebenaran bahwa dokumen itu memang benar telah
dibakar.]
Pertanyaan seperti itu sering tidak perlu dijawab secara harfiah karena pertanyaan
itu dimaksudkan untuk menggugah pikiran orang II, atau untuk melontarkan
keheranan, keraguan dsb.
Whyshould anyone object to her enjoying herself?
Whyshould English be considered so important‘?
I can‘tthink why he should have been so angry with me.
‗Will you go?‘‗No, why should 1? ‗ (menunjukkan rasajengkel)
How should I know where you left your bag?
Why should 1 help him; he has never helped me?
(5) dengan ungkapan yang menyatakan tujuan ‗so that‖, in order that‘
He took his umbrella so that he shouldn‘tget wet.
(6) sesudah ungkapan ‗for fear that‖, ‗in case‘, ‗lest‘:
He walked silently for fear that he should wake his parents.
They wouldn‘t let their cat run around outside for fear that it should get
run over by acar.
He look his umbrella in case it should rain.
In case you should need my help, here is my telephone number.
They were afraid to make noise lest it should annoy the people next door.
He kept his notes by his side lest faulty memory should lead him astray.
I tremble lest (‗kalau-kalau) some mischance should befall him.
I will not think of it, lest I should be disappointed again.
(7) dalam kalimat yang menyatakan keheranan (dengan pola who should I ....
but...)
Who shouldI meet on the plane but Abdulrachman Wahid?
I got on the train and who should be sitting in front of me but
InulDarasista?
I was just getting off the bus when who should I see but mv old school
friend Toni!
(8) dalam kalimat yang tidak menyatakan kenyataan
The weather is fine, we should be out in the garden.
That is the kind of job that I should be doing.
She has money to buy whatever she wants, she should be happy, (bernada
ironis)
(9) dalam klausa yang dimulai dengan that bila verba dalam klausa atasan berisi
verba seperti:show, indicate, prove, demostrate, require, demand (Quirk et 1.
1985, hal. 1015)
That they should refuse to sign the petition required great courage.
It shows how considerate she is that she should drive you all the way to the
airport.
(10) dalam kalimat seru atau yang setara dengan kalimat seru.
How should I know?
That he should dare speak in that lone of voice to me!
Who should come in but my elder brother‘

Lebih Lanjut tentang Perbedaan antara Klausa Subjungtif dan Indikatif


Untuklebihmemahamiperbedaankonsep‗faktual‘dan‗nonfaktual‘,kitaperhatikan
perbedaan antara kalimat berikut.
1.I‘m surprised thai he should resign (he should have resigned).
2.It‘sa pity thai he should resign (should have resigned).
3.I‘m surprised that he hasresigned.
Peristiwa ‗dia mengundurkan diri‘ dapat diandaikan telah terjadi (untuk
menyatakan waktu lampau secara lebih tegas dapat digunakan bentuk should have
resigned].
Kalimat nomer (1) dan (2) memandang peristiwa itu sebagai ide gagasan yang
abstrak, should menekankan emosi (It‗s a pity, I‗m surprised) mengenai
ide/gagasan tersebut.
Sebaliknya, kalimat (3) menganggap peristiwa sebagai fakta belaka, tanpa
diwarnai sikap pribadi pembicara.
Contoh lain:
It‘s strange thai she thinks that. (‗Kenyatannya dia memang berpikir begitu,
dan itu aneh.‖)
It‘sstrange thai she should think that. (Ada unsur andaian: ―Aneh jika dia
berpikir begitu, dan tampaknya dia memang berpikir begitu.‘)
Sering should + infinitif diganti dengan bentuk present subjunctive dalam AmE.
I request that she (not] go alone [*doesn‘t/don‘t go alone].
It is essential that this mission not fail [*do not fail].

Adjektiva Emotif dan Should


Adjektiva dan nomina yang menyangkut perasaan (adjektiva emotif) boleh diikuti
klausa dengan should atau dengan verba indikatif, bergantung pada cara
memandang isi kalimat.
It‘sstrange that she {shouldbe, is}so late
It‘s odd that she {should think, thinks}that I want to marry her.
It‘s so unfair that she {should have died, died} so young.
That he {should be, is} so generous came as a great surprise.
Berikut contoh adjektiva emotif
alarming, annoying, awkward, curious, deplorable, depressing,
disappointing, disastrous, dreadful, embarrassing, extraordinary, fortunate,
frightening, incomprehensible, inconceivable, irrational, irritating, logical,
odd, peculiar, perplexing, remarkable, sad, silly, strange, tragic,
unfortunate, shocking, surprising, understandable.
Kalimat Interogatif dengan Modal Auxiliaries
Dalam kalimat deklaratif, otoritas yang terkandung dalam modal auxiliary terletak
pada pembicara (orang 1). Dengan menggunakan modal auxiliary yang sama,
otoritas digeser ke orang 11 dalam kalimat interogatif.
You may go now. [‗Anda boleh pergi sekarang.‘ Otoritas pada orang I
karena dia yangberhak memberi izin.]
May I go now?[‗Apakah saya boleh pergi sekarang?‘ Otoritas pada orang II
karenadia yang berhak memberi izin.]
Jadi ada perubahan pada makna modal auxiliary. Pergeseran otoritas pada modal
auxiliary yang menyatakan kewajiban/keharusan dan izin sama seperti yang
dicontohkan dengan maydi atas. Otoritas bergeser dari orang I ke orang II.
You shall I get a reward. [‗Saya menjanjikan/menghendaki Anda
mendapatkan hadiah.‘Shall adalah verba volitional yang menyatakan
kehendak.]
Shall I open the door‖?[‗Apakah Anda menghendaki saya membuka
pintu?‘]
Shall sangat jarang digunakan dengan orang II sebagai subjek (kecuali dalam
bahasa lama), tetapi sering digunakan untuk menyatakan tawaran layanan atau
ajakan. Pertanyaan seperti Shall I open the door?tidak dapat dijawab dengan Yes,
you shall atau Yes, you will, tetapi mungkin Yes, please do.
Pertanyaan dengan shall yang menyatakan ajakan Shall we have dinner?[―Mari
makan bersama.‘ secara harfiah ‗Would you like us (including you) to have
dinner?‖diberi jawaban seperti, Yes, let‘s (bukan Yes, we shall}.
May yang menyatakan ―kemungkinan‖ tidak dapat digunakan dalam kalimat
interogatif, sebagai gantinya digunakan can could.
They may have missed the bus. [―Mereka mungkin telah tertinggal bus.‘]
Can Could they have missed the bus?[‗Apakah mungkin mereka telah
tertinggal bus?‘]
Yes, they [may might, can could}have. [‗Ya, mereka mungkin telah
tertinggal bus/]
Bentukpast auxiliary yang digunakanuntukkesopanan,misalnya
might[‗izin‘],would [‗kendak‘], could [‗kehendak‘] tidak pantas diulang dalam
jawaban; kalau harus diulang, bentuk present yang dapat digunakan.
‗Might I call you by your first name?‘-- ‗Yes, {you may, of course, please do
so}.‘
‗Wouldyou help me?-- ‗Yes, {I will, I‗ll be glad to, of course}.
Could I see you ?––‗Yes, {you can, you may}.
Pertanyaan dengan need menanyakan keharusan.
Need they leave now?
Do they {need to, have to} leave now?
Jawabnya:
Yes, they {must, have to, need to}. Bukan *Yes, they need.