Você está na página 1de 5

AKUNTANSI LANJUTAN II (MAKALAH SOAL L1-2)

OLEH :
KELOMPOK 4

I GUSTI AYU PUTU KRISNAWATI 1633121303


NI PUTU MITA APRYANI 1633121325
KOMANG TRISNADEWI 1633121341
KADEK MUTIA CAHYA NINGRUM 1633121351

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS WARMADEWA
DENPASAR
2019
L1-2 Pilihan ganda untuk Pencatatan Kombinasi Bisnis (Diadaptasi dari AICPA)

Pilih jawaban yang tepat untuk setiap pertanyaan berikut.

1. Goodwill mencerminkan selisih lebih biaya perolehan dibandingkan dengan :


a. Jumlah nilai wajar yang dialokasikanke asset yang dapat diidentifikasi
dikurangi liabilitas.
b. Jumlah nilai wajar yang dialokasikan ke asset berwujud dikurangi
liabilitas.
c. Jumlah nilai wajar yang dialokasikanke asset takberwujud dikurangi
liabilitas.
d. Nilai buku perusahaan yang diakuisisi.
Jawaban: a. Jumlah nilai wajar yang dialokasikan ke asset yang dapat diidentifikasi
dikurangi liabilitas.

Alasan: Goodwill dialokasikan ke unit yang diharapkan akan mendapatkan


keuntungan dari kombinasi bisnis. Setiap kelebihan (1) jumlah nilai wajar
dari asset teridentifikasi yang diberikan oleh pihak pengakuisisi dalam
kombinasi bisnis dan nilai wajar tanggal akuisisi kepentingan
nonpengendalian (2) nilai wajar tanggal akuisisi dari asset bersih
teridentifikasi yang dikuisisi dalam kombinai bisnis dianggap sebagai
goodwill. Jumlah goodwill yang muncul dalam kombinasi bisnis tidak
terpengaruh oleh persentase akuisisi pihak yang diakuisisi.

2. Dalam kombinasi bisnis, biaya pendaftaran sekuritas ekuitas yang akan dikeluarkan
untuk mengakuisisi oleh perusahaan pengakuisisi merupakan :
a. Beban dari perusahaan gabungan untuk periode dimana biaya tersebut
timbul.
b. Menambah langsung keekuitas pemegang saham perusahan gabungan.
c. Pengurang nilai wajar sekuritas tersebut.
d. Penambah goodwill.

Jawaban : d. Penambah goodwill.


Alasan : Aset takberwujud yang timbul dari kombinasi bisnis harus diakui
terpisah dari goodwill. Kecuali jika biaya perolehan asset takberwujud
yang diakuisisi sebagai bagian dari kobinasi bisnis tidak dapat diukur
secara andal, maka asset tersebut tidak diakui secara terpisah tetapi
dimasukkan sebagai goodwill.

3. Manakah yang merupakan dasar yang sesuai untuk menilai asset tetap yang
diakuisisi dalam kombinasi bisnis menggunakan pertukaran kas atau saham biasa?
a. Biaya historis.
b. Nilai buku.
c. Biaya perolehan ditambah selisih lebih harga beli di atas nilai buku asset
yang diakuisisi.
d. Nilai wajar.

Jawab: d. Nilai wajar.

Alasan: Perolehan asset takberwujud adalah melalui pertukaran asset non moneter
atau sekelompok asset moneter. Sama seperti pada pertukaran asset tetap,
biaya perolehan dari asset takberwujud yang diperoleh dari pertukaran
adalah diukur pada nilai wajar.

4. Dalam suatu penggabungan usaha, jika nilai appraisal dari asset yang dapat
diidentifikasi yang diakuisisi lebih besar dari harga akuisisi, maka perlakuan dari
selisih tersebut adalah sebagai:
a. Kredit tangguhan (deffered credit)
b. Pengurang nilai yang dialokasikan ke asset lancar dan sebagai kredit
tangguhan untuk bagian sisa yang tidak teralokasi.
c. Pengurang pro rata dari nilai yang dialokasikan ke asset lancar dan tidak
lancar dan sebagai kredit tangguhan untuk bagian sisa yang tidak teralokasi.
d. Tidak ada jawaban yang benar.

Jawab:

Alasan
5. Pada tanggal 30 Juni 20X2, PT Penerang menukarkan 150.000 lembar saham biasa
dengan nilai nominal Rp.20.000 untuk semua saham biasa PT. Angkasa. Pada
tanggal tersebut, nilai wajar saham biasa PT. Penerang sama dengan nilai buku asset
neto PT. Angkasa. Kedua perusahaan tetap beroperasi sebagai perusahaan yang
terpisah, mempunyai pembukuan yang berakhir tanggal 31 Desember. Informasi
dari operasi terpisah perusahaan adalah sebagai berikut:

PT Penerang PT Angkasa
Saldo Laba, 31 Desember 20X1 Rp. 3.200.000.000 Rp. 925.000.000
Laba neto, 6 bulan berakhir 30 Jjuni 20X2 800.000.000 275.000.000
Dividen, dibayar 25 Maret 20X2 750.000.000

Berapa jumlah saldo laba yang akan dilaporkan PT Penerang pada neraca
konsolidasi per 30 Juni 20X2?

a. Rp. 5.200.000.000
b. Rp. 4.450.000.000
c. Rp. 3.525.000.000
d. Rp. 3.250.000.000
Jawab: 3.250.000.000
Diketahui: 31 Desember 20X1 = Rp.3.200.000.000
Laba Neto = Rp.800.000.000
Dividen = Rp. 750.000.000
Saldo Laba = Rp. 3.200.000.000 + Rp. 800.000.000 – Rp. 750.000.000
= Rp. 4.000.000.000 – Rp. 750.000.000
= Rp. 3.250.000.000 (D)

6. Perusahaan A dan Perusahaan B telah beroperasi terpisah selama 5 tahun.


Masing-masing perusahaan mempunyai jumlah kewajiban minimal dan struktur
modal sederhana yang terdiri hanya dari saham berhak suara. Perusahaan A, sebagai
pertukaran untuk 40% saham biasanya, mengakuisisi 80% saham biasa Perusahaan
B. Ini merupakan pertukaran saham dengan saham (jenis B) yang tidak dikenai
pajak untuk tujuan pelaporan pajak. Perusahaan B mempunyai asset dengan total
nilai pasar Rp. 800.000.000 dan total nilai buku Rp. 580.000.000. Nilai wajar saham
Perusahaan A yang digunakan dalam pertukaran adalah Rp. 700.000.000. Goodwill
yang timbul dari akuisisi ini sebesar:

a. Nol.

b. Rp. 60.000.000

c. Rp. 120.000.000

d. Rp. 236.000.000

Jawaban:

Alasan: