Você está na página 1de 10

Bagian III : Teknik – Teknik Analisis Kualitatif

Bab I : Teknik – Teknik Analisis Kualitatif Dalam Penelitian Sosial (Burhan Bungin)

Dalam tradisi penelitian kualitatif, ada beberapa teknik analisis data kualitatif yang sering
digunakan dalam penelitian kualitatif sebagaimana dijelaskan dibawah ini :

- Analisis Isi ( Content Analysis )

Pada penelitian kualitatif, terutama dalam strategi verifikasi kualitatif, teknik analisis data ini
dianggap sebagai teknik analisis data yang sering digunakan. Namun, selain itu pula teknik
analisis dipandanga sebagai teknik analisis data yang paling umum . Artinya, teknik ini adalah
yang paling abstrak untuk menganalisis data – data kualitatif . Secara teknik, Content Analysis
mencakup upaya – upaya klasifikasi lambang – lambang yang dipakai dalam komunikasi,
menggunakan kriteria dalam klasifikasi, dan menggunakan teknik analisis tertentu dalam
membuat prediksi . Teknik Content Analysis terdapat pada Gambar 1 :

Menemukan Klasifikasi Data Prediksi /


lambang /Simbol Berdasarkan Menganalisa Data
Lambang / Simbol

- Teknik Analisis Domain ( Domain Analysis )

Teknik Analisis Dominan digunakan untuk menganalisis gambaran objek penelitian secara
umum atau ditingkat permukaan , namun relatif utuh tentang obyek penelitian tersebut. Teknik
Analisis Domain ini amat terkenal sebagai teknik yang dipakai dalam penelitian yang bertujuan
eksplorasi. Artinya, analisis hasil penelitian ini hanya ditargetkan untuk memperoleh gambaran
seutuhnya dari obyek yang diteliti, tanpa harus diperincikan secara detail unsur – unsur yang
ada dalam keutuhan obyek penelitian tersebut .

Sehubungan dengan kemungkinan bervariasinya domain maka Spradley menyarankan


Hubungan Semantik (Semantic Relationship) yang bersifat universal dalam Analisis Domain
sebagai berikut :

1. Jenis ( Strict Inclution )

2. Ruang ( Spatial )

3. Sebab – Akibat ( Cause Effect )


4. Rasional ( Rationale )

5. Lokasi Kegiatan ( Location For Action )

6. Cara ke Tujuan ( Means – End )

7. Fungsi ( Function )

8. Urutan ( Sequence )

9. Atribut ( Atribution )

- Teknik Analisis Taksonomik ( Taxonomic Analysis )

Teknik Analisis Domain memberikan hasil analisis yang luas dan umum, tetapi belum terinci
serta masih bersifat menyeluruh. Apabila yang diinginkan adalah suatu hasil dari analisis yang
berfokus pada suatu dominan atau sub – sub domain tertentu, maka peneliti harus menggunakan
Teknik Analisis Taksonomik. Secara keseluruhan, teknik ini menggunakan “ penedekatan non kontras
antara elemen” . Teknik Analisis Taksonomik terfokus pada dominan – dominan tertentu, kemudian
memilih dominan tersebut menjadi sub sub dominan serta bagian – bagian yang lebih khusus dan
terperinci yang umumnya merupakan rumpun yang memiliki kesamaan .

Dalam setiap penelitian, domain yang muncul akan memiliki dua sifat, yaitu domain yang
superior dan domain yang interior . Domain yang superior adalah domain yang amat penting
sekaligus mendominasi hampir keseluruhan deksripsi tujuan penelitian. Sedangkan domain yang
interior adalah domain yang tidak terlalu penting, tidak subur sekaligus kurang dapat memberikan
kesempatan untuk mengembangkan analisis – analisis berikutnya .

- Teknik Analisis Komponensial ( Componential Analysis )

Teknik Analisis Komponensial berbeda dengan Teknik Analisis Taksonomi yang


menggunakan “pendekatan non-kontras antar elemen” . Teknik Analisis Komponensial
adalah teknik analisis yang cukup menarik dan paling mudah dilakukan karena menggunakan
“pendekatan kontras elemen” . Teknis Analisis Komponensial secara keseluruhan memiliki
kesamaan kerja dengan Teknik Analisis Toksonomik, hal yang membedakan kedua teknik ini
adalah hanya pada pendekatan yang dipakai oleh masing – masing teknik analisis. Teknik
Analisis Komponensial baru digunakan kalau seluruh kegiatan observasi dan wawancara yang
berulang – ulang telah memperoleh hasil maksimal sesuai dengan yang diterapkan dalam
penelitian .
Kegiatan analisis dapat dimulai dengan menggunakan beberapa tahap, yaitu :

1. Penggelaran hasil observasi dan wawancara

2. Pemilahan hasil observasi dan wawancara

3. Menemukan elemen – elemen kontras

- Teknik Analisis Tema Kultural ( Discovering Cultural Themes Analysis )

Tema Kultural adalah teknik – teknik analisis apabila dihubung – hubungkan, akan
menjadi cerobong asap dengan bagian dan sifat jegunaan masing – masing, yaitu Teknik
analisis Domain berada dipuncak cerobong, Teknik Analisis Taksonomik dan Komponensial
berada di bagian tengah, dan Teknik Analisis Tema Kultural berada di dasar cerobong.

Teknik analisis tema mencoba mengumpulkana sekian banyak tema – tema , fokus
buadaya, etos buadya, nilai dan simbol – simbol budaya yang terkonsentrasi pada domain –
domain tertentu. Lebih jauh dari itu, teknik analisis tema kultural berusaha menemukan
hubungan – hubungan yang terdapat pada domain – domain yang dianalisis sehingga akan
membentuk suatu kesatuan yang holistik, terpola dalam suatu complex patten yang akhirnya
akan menampakkan kepermukaan tentang tema – tema atau faktor yang paling
mendominasi domain tersebut dan mana yang kurang mendominasi.

- Teknik Analisis Komparatif Konstan ( Constant Comparative Analysis )

Secara prinsip Teknik Analisis Komparatif Konstan ini telah dibicarakan pada langkah
– langkah penelitian Grounded . Teknik adalah yang paling ekstrim menerapkan strategi
analisis deskriptif. Esensinya bahwa Teknik Analisis Komparatif Konstan adalah teknik yang
digunakan untuk membandingkan terjadi disaat peneliti menganalisa kejadian tersebut dan
dilakukan secara terus – menerus sepanjang penelitian itu dilakukan.

Bab 2 : Analisis Life History dalam Penelitian Kualitatif

- Memahami Life History Sebagai Alat Analisis

Life History dalam ilmu sosial, digunakan sebagai pendekatan untuk melihat bagaimana
reaksi, tanggapan, interpretasi, pandangan dari dalam, terhadap diri masyarakat tertentu (auto
– kritik ). Dengan pemahaman melalui Life History ini, seorang peneliti akan memperdalam
pengertiannya secara kualitatif mengenai detail persoalan yang sedang dipelajarinya dari orang,
kelompok atau masyarakat tertentu.

- Beberapa pendekatan Life History :

1. Pendekatan Tematis ( Tipical Appoarch)

Aktivitas (seseorang) keluarga dideskripsikan berdasarkan sejumlah tema (topics) yang


menggunakan konsep – konsep yang biasanya dipakai untuk memepelajari suatu keluarga
atau komuniti, seperto hubungan sosial, hubungan antar anggita keluarga.

2. Pendekatan Otobiografi

Pendekatan ini sangat luas dann intensif dari masing – masing anggota keluarga. Teknik ini
digunakan untuk memahami penilaian keluarga berdasarkan pendapat masing – masing
anggota keluarga.

3. Pendekatan Masalah Khusus

Pendekatan yang bertujuan untuk mempelajari secara insentif suatu masalah khusus atau
kejadian yang luar biasa atau kejadian yang gawat yang menyangkut keluarga .

4. Pendekatan Conctruction Of Days

Pendekatan ini telah disebutkan diatas, namun yang perlu diingat bahwa Construction Of
Days, tidak terbatas pada bagaimana informan menceritakan apa yang dialaminya pada hari
kemaren, namun dapat pula dipilih hari-hari tertenti secara sembarangan seperti
umpamanya suatu hari yang biasa saja tanpa kejadian yang luar biasa .
Bab 4 : Focus Group Discussion untuk Analisis Data Kualitatif (Burhan Bungin)

Focus Group Discussion (FGD) adalah sebuah teknik pengumpulan data yang umumnya
dilakukan pada penellitian kualitatif dengan tujuan menemukan makna sebuah tema menurut
pemahaman sebuah kelompok. Teknik ini digunakan untuk mengungkap pemaknaan dari suatu
kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada suatu permasalahan tertentu. FGD juga
dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang salah dari seorang peneliti terhadap fokus
masalah yang sedang diteliti.
- Keterlibatan Peserta FGD

Didalam proses FGD , peneliti melibatkan berbagai pihak yang dipandang dapat memberi
sumbangan pemikiran terhadap persoalan yang didiskusikan. Namun, karena kapasitas merupakan
pertimbangan kualitas diskusi, maka peneliti juga harus mempertimbangkan kualitas diskusi, maka
peneliti juga harus mempertimbangkan siapa saja yang kana menjadi peserta FGD, siapa pula
narasumber .

Gambar : Situasi Diskusi Pelaksanaan FGD

P
P
P
N

M P

MEJA
NT P

N P

Keterangan : P P
P
M : Moderator ( Pimpinan Diskusi )

NT : Notulis

N : Narasumber

P : Peserta Diskusi

- Penggunaan FGD

1. Pada mulanya FGD memiliki tujuan, dimana tujuan ini mewarnai isi dari FGD itu sendiri.
Tujuan FGD ini harus diketahui oleh peserta FGD melalui pemberitahuan yang dilakukan
sebelum hari pelaksanaan FGD atau pada saat FGD akan dilaksanakan.
2. Ketersediaan peserta untuk hadir dalam FGD merupakan bentuk kesanggupan mereka
terhadap partisipasinya dalam FGD maupun kesanggupan untuk mengulas bahan diskusi
yang menjadi fokus diskusi

3. FGD tak bisa lepas dari interview pribadi, artinya pada proses pelaksanaan FGD proses
interview pribadi menjadi teknik – teknik penting yang digunakan untuk mencoba
mengungkapkan persoalan sebenarnya .

4. Hasil FGD juga akan sangat bermakna, abila penggunaanya dihubungkan dengan metode
lain seperti observasi partisipasi

5. Penggunaan FGD juga akan semakin berkembang apabila metode ini dapat menggunakan
bahan - bahan atau hasil survey yang berhubungan dengan fokus FGD kali ini . Hal ini
disebabkan karena FGD membutuhkan banyak data dan banyak informasi untuk membahas
problem FGD kali ini .

6. Penggunaan FGD juga dapat memfaatkan bahan – bahan eksperimen atau dapat
dihubungkan dengan teknik eksperimen. Penggunaan FGD dengan memanfaatkan
eksperimen dikhususkan pada tujuan – tujuan tertentu .

Ketika FGD akan digunakan sebagai alat analisis, maka secara singkat, penggunaan
FGD menggunakan tahapan analisis yang dilakukan oleh peneliti berdasarkan transkip FGD
yang telah dibuat . Ada 2 tahap, yaitu :

1. Tahap Diskusi dengan melibatkan berbagai anggota FGD yang diperoleh


berdasarkan kemampuan dam ompetensi formal serta kompetensi pengguasaan
fokus masalah FGD, seperti yang telah dijelaskan diatas

2. Tahap Analisis Hasil FGD, pada tahap ini, ada 2 tahap yaitu tahap analisis mikro
dan tahap analisis makro .

Pada tahap analisis mikro, FGD memiliki langkah – langkah analisis sebagai
berikut :

A. Melakukan coding terhadap sikap

B. Menentukaan kesamaan sikap dan pendapat berdasarkan konteks yang


berbeda
C. Menentukan persamaan istilah yang digunakan, termasuk perbedaan
pendapat terhadap istilah yang sama tadi

D. Melakukan klasifikasi dan kategorisasi terhadap sikap dan pendapat peserta


FGD berdasakan alur diskusi

Pada analisis makro, sebenarnya pada analisis makro adalah bagian dari tahap
analisis mikro , akan tetapi tahap ini memiliki level analisis yang berbeda dengan
tahap level mikro .

Bab 5 Strategi Analisis Struktural Dalam Penelitian Kualitatif

Langkah – langkah Analisis Struktural :

1. Membaca keseluruhan cerita terlebih dahulu .

2. Apabila cerita – cerita itu terlalu panjang , maka cerita tersebut dapat dibagi menjadi
beberapa episode

3. Setiap episode mengandung deskripsi tentang tindakan atau peristiwayang dialami


oleh para tokoh – tokoh dalam cerita .

4. Memperhatikan adanya suatu relasi atau kalimat – kalimat yang menunjukkan


hubungan- hubungan tertentu antar elemen dalam suatu cerita .

5. Ceriteme – ceriteme disusun secara diakronis dan sinkronis atau mengikuti sumbu
sintagmatis dan para digmatis .

6. Mencoba menarik hubungan relasi antar elemen – elemn didalam suatu cerita
keseluruhan

7. Menarik kesimpulan – kesimpulan akhir dengan mencoba memaknakan cerita –


cerita internal diatas dengan kesimpulan – kesimpulan referensial atau konstekstual
dimana cerita itu berada .

Bab 6 : Analisis Wacana dan Teoritis Penafsiran Teks

- Analisis Wacana Sebagai Alternatif

Analisis wacana merupakan salah satu cara memepelajari makna pesan sebagai alternatif lain
akibat keterbatasan dari analisis isi.
1. Analisis isi konvensional pada umumnya hanya dapat digunakan untuk membedah muatan
teks komunikasi yang bersifat nyata (manifest), sedangkan analisis wacana justru
berpretensi memfokuskan pada pesan yang tersembunyi (laten). Analisis isi hanya dapat
mempertimbangkan “apa yang dikatakan seseorang ”, tetapi tidak dapat menyelidiki
“bagaimana seseorang menyatakannya ”

2. Bagaimana mempertimbangkan bentuk atau gaya dalam komunikasi. Perbedaan antara isi
dan bentuk , pada umumnya dianggap sebagai perebedaan antara “apa yang dikatan
seseorang” dengan “bagaimana seseorang mengatakannya”.

3. Analisis struktural lebih mengutamakan persoalan isi yang tersembunyi dari komunikasi.
Sementara, tujuan dari analisis isi konvensional adalah mendeskripsikan isi yang tampak
dari komunikasi (Irawanto, 1999:3031)

- Analisis Wacana untuk Penelitian Makna

Agar dapat mengungkap makna, perlu dibedakan beberapa pengertian antara lain :

1. Terjemah atau translation

2. Tafsir atau interpretasi

3. Ekstrapolasi

4. Pemaknaan atau meaning

Interpretasi

Melambangkan

(Hubungan Langsung)

Mengacu kepada
(Hubungan langsung yang
lain )
Mewakili (Hubungan tak langsung yang dipertalikan)

Untuk mengetahui makna yang tersembunyi dalam lambang – lambang dapat digunakan
metode analisis wacana. Adapun salah satu analisis wacana yang dapat dipakai adalah model yang
dikembangkan oleh Teun A. Van Dijk (Dalam Eriyanto, 2000:54) . Melalui berbagai karyanya van dijk
membaginya kedalam tiga tindakan :

1. Struktur Makro, ini merupakan makna global / umum dari suatu teks yang dapat diamati
dengan melihat topik dari suatu teks

2. Superstruktur adalah kerangka suatu teks , bagaimana struktur dan elemen wacana itu
disusun dalam teks secara utuh

3. Struktur mikro adalah makna yang dapat diamati dengan menganalisis kata, kalimat,
proposisi, anak kalimat, prafrase yang dipakai, dsb.

Struktur wacana adalah cara yang efektif untuk melihat proses retorika dan persuasi yang
dijalankan ketika seseorang menyampaikan pesan . Struktur wacana juga berguna untuk mengetahui
strategi komunikator dalam mencapai tujuan politiknya. Untuk kepentingan penelitian tertentu, tidak
perlu semua elemen struktur wacana diamati., satu elemen saja dari struktur wacana sudah dapat
digunakan untuk menganalisis sebuah teks, misalnya mengamati bidang semantik .

Semantik merupakan studi tentang makna yang dimilki obyek bagi orang berpikir dan
menanggapi, dan bukan pencarian definisi kata yang intrinsik dan universal .