Você está na página 1de 3

Ruh adalah sesuatu yang tidak dapat didefinisikan dengan memuaskan,karena ruh

tidak terindera, bersifat spiritual dan gaib. Allah mengatakan bahwa ruh manusia
berasal dari ruh-Nya (Q. al-Hjr; 29) yang tidak mungkin bisa diraba dengan akal
pikiran, walaupun akal memiliki potensi yang luar biasa. Oleh sebab itu, manusia
tidak akan pernah bisa menjawab secara tepat apa substansi ruh dan di mana
tempatnya bersemayam dalam diri manusia. Ruh adalah sesuatu yang gaib yang
mengandung kehidupan sumber petunjuk bagijiwa, dan sumber kesadaran akal
pikiran. Ia meru salah satu tanda keagungan Allah yang paling besar. la merupakan
misteri terbesar dalam kehidupan manusia. Sesungguhnya ruh itu merupakaan urusan
Allah bukan kajian manusia, sebab ilmu dan kapasitas akal tidak akan
mampumemahami dan menjelaskannya dengan baik dan memuaskan. Allah berfirman
di dalam surah al-Isra ayat 85:

‫ك اَّقعلن اَّٱلرروُلح ِ اَّ اَّقتلل اَّٱلرروُتح اَّلملن اَّأقلملر اَّقرمبىِّ اَّقوُقماَ اَّتأوُلتيِتتم اَّممقن اَّٱلللعلللم اَّإللل اَّققلليِلل‬
‫قوُقيِلســقتلوُقن ق‬
wayas-aluunaka 'ani rruuhi quli rruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina l'ilmi
illaa qaliilaa
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan
Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".

Akal dan hati adalah dimensi yang terpenting bagi manusia. Sesuatu yang paling
menonjol membedakan manusia dari makhluk lairnya adalah akal dan daya untuk
memahami. Dengan potensi akal dan hati, manusia menjadi makhluk mulia, makhluk
berpengetahuan, makhluk dinamis, makhluk berbudaya dan beragama.
Di antara fungsi akal yang terpenting adalah alat untuk berfikir dan hati untuk
memahami. Kemampuan berfikir karakteristik manusia yang paling khas Dengan
kemampuan itu manusia tidak hanya dapat memahami pengalamannya tetapi juga
pengalaman orang lain serta memproyeksikan dan menganalisa semua keinginan dan
rencanya sebelum melakukan sesuatu. Berpikir dan menganalisa adalah dua unsur
yang inheren bagi akal manusia.
Akal punya potensi besar untuk berpikir secara objektif memecahkan segala
problema mengambil hikmah dan sebagainya. Akal juga punya potensi untuk
mengantisipasi hubungan antar problema dengan hikmah yang terkandung yang
bersifat positif dan negatif bagi kehidupan. Akal selalu aktif terhadap informasi yang
diterimanya dan dapat menganalisa informasi yang akurat dan tidak akurat. Akal
adalah sentral control manusia yang paling penting dan berpengaruh. Tanpa akal
manusia bukanlah manusia sebenarnya.
Akal manusia bukan sesuatu yang tidak terbatas. Sebab bagaimana pun, akal
merupakan ciptaan yang terbatas dan hanya dapat menampung sesuatu sesuai dengan
kapasitas dan fitrahnya. Dengan kata lain, kesempurnaan akal adalah kesempurnaan
yang tidak absolut. Karenanya, akal selalu dibantu oleh dimensi lainnya yang turut
mendukung seperti perasaan, instink, kalbu, dan nafsu. Dimensi-dimensi komplemen
ini banyak sekali membantu akal untuk menemukan, merumuskan, dan
menyimpulkan
sesuatu. Walau demikian, capain yang dihasilkan oleh akal dan subsistensi tersebut
tetap saja tidak sempuna dan absolut, karena potensi yang dimiliki unsur-unsur
ruhaniah ini terbatas pada batasan kapasitas dan potensinya. Nafsu adalah sesuatu
yang sukar untuk dijelaskan dengan memuaskan.
Alquran sendiri sangat beragam memberikan informasi tentang nafsu. Misalnya,
nafsu dikatakan sebagai sesuatu yang terdapat dalam diri manusia yang menghasilkan
tingkah laku. Manusia memiliki potensi nafsu untuk berbuat kebaikan dan keburukan.
Allah berfirman pada surah asy-Syams, 7-8:

(7). َ‫سوواَّهها‬ ‫هونهفف س‬


‫س هوهماَ ه‬
Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),

(8). َ‫فهأ هفلهههمههاَ فجججوهرههاَ هوتهفقهواَّهها‬


Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya

Namun demikian, secara umum dapat digeneralisasikan bahwa nafsu dalam


konteks pembicaraan manusia menunjuk kepada dimensi batin yang berpotensi untuk
mendorong manusia berbuat kebaikan dan keburukan sekaligus.
Dalam pada itu, ditemukan adanya klasifikasi nafsu yang diinformasikan Al-quran.
Salah satunya, terdapat pada surah Al-Fajr ayat 27-28 :

(28) ‫ضليِلة‬
‫ضقيِلة قملر ل‬
‫جلعيِ إلقلىِّ قرمبلك قرا ل‬
‫الر ل‬ (27) ‫س اللتملطقملئلنتة‬
‫قيِاَ أقليِتتقهاَ اللنلف ت‬

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi
diridhai-Nya. (QS. Al-Fajr: 27-30)

Nafs al-lawwamah adalah nafsu yang menyesal disebabkan keburukan yang


dilakukannya di dunia. Dalam nafsu ini bergumul antara kebaikan dan kejahatan yang
saling menghimpit dan mengalahkan. Pada satu saat ia melakukan kebaikan, tetapi
pada saat yang lain ia mengerjakan kejahatan. Nafsu ini terus mengalami pergolakan
antara dua sisi, baik dan buruk yang akhirnya di Hari Akhirat ia termasuk nafsu yang
prustasi. Al-Nafs al-ammarah merupakan karakter nafsu yang sangat lemah, ia diliputi
oleh hal-hal yang bersifat negatif dan keburukan-keburukan seperti suka kepada
duniawi secara ekstrim, kesombongan, kemurkaan, egois dan sifat tercela lainnya.
Sementara, al-nafs al-mutma'innah adalah nafsu yang cenderung kepada hal-hal yang
baik dan positif dengan memperlihatkan gejala-gejala normal dan terkendali pada
perilaku yang diekspresikan manusia. Nafsu ini senantiasa berusaha untuk mencapai
derajat yang tinggi dan mulia yang diridai Allah. Inilah nafsu ideal khalifah Allah
untuk mengelola bumi.