Você está na página 1de 7

BAB III

METODE PENELITIAN

A. JenisdanDesainPenelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik. Desain penelitian yang
digunakan adalah cross sectional. Variabel dependen penelitian ini adalah kadar
elektrolit (natrium dan kalium) serum sedangkan variabel independen adalah
kadar glukosa darah. Subjek hanya diobservasi sekali dan pengukuran dilakukan
terhadap variabel pada saat penelitian.
B. LokasidanWaktuPenelitian
1. Lokasi
Tempat pengambilan sampel dilakukan di Ruang Murai dan Ruang
Kenanga RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Pemerikasaan sampel
dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik RSUD Abdul Moeloek Provinsi
Lampung.
2. Waktu
Waktupenelitiandilakukanpada bulanApril sampai Meitahun 2018.
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasipadapenelitianiniadalahseluruh pasien diabetes melitustipe 2 yang
menjalani rawat inap di Ruang Murai dan Kenanga RSUD dr. H. Abdul
MoeloekProvinsi Lampung sebanyak 55 penderita.
2. Sampel
Sampel yang digunakan pada penelitian iniberjumlah 32 penderita diabetes
melitus tipe 2 yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Kriteria Inklusi
1) Menderita diabetes melitus tipe 2
2) Kadar glukosa darah sewaktu lebih dari 200 mg/dl
3) Menderita DM tipe 2< 5 tahun
4) Bersedia menjadi responden penelitian.

27
28

b. Kriteria Eksklusi
1) Pasien DM yang menderita penyakit tertentu seperti demam tifoid, infark
miokard, demam dengue, dan gagal ginjal kronik
2) Pasien DM yang menderita luka bakar
3) Menderita DM tipe 2 > 5 tahun
4) Tidak bersedia menjadi responden penelitian.
D. Variabel dan Definisi Operasional
No. Variabel Definisi Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala
1 Dependen
Kadar elektrolit Konsentrasi Fotometer Ion selective mEq/l Interval
(natrium) elektrolit elektrolit electrode
(natrium) Na, K, Cl
serum pasien
diabetes
melitus tipe 2
RSUDAM
2 Dependen
Kadar elektrolit Konsentrasi Fotometer Ion selective mEq/l Interval
(kalium) elektrolit elektrolit electrode
(kalium) Na, K, Cl
serum pasien
diabetes
melitus tipe 2
RSUDAM
3 Independen
Kadar glukosa Konsentrasi Fotometer Heksokinase Kadar Interval
darah sewaktu glukosa darah clinical glukosa darah
sewaktu chemistry sewaktu >
serum pasien 200 mg/dl
diabetes
melitus tipe 2
RSUDAM

E. Teknik Pengumpulan Data


1. Metode Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer
diperoleh dengan melakukan pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu dan
elektrolit (natrium dan kalium) serum.
29

2. Prosedur pemeriksaan
a. Alat
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah handskun,
spuit/vacutainer, holder, ikat pembendungan, tabung vacutainer plain (tabung
dengan tutup merah atau kuning), kapas, leukofix, centrifuge, mikropipet, tip, alat
clinical chemistry analyzer, dan alat fotometer elektrolit Na, K.
b. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah alcohol swab
70%, reagen kit elektrolit, reagen kit glukosa. Bahan pemeriksaan yang digunakan
adalah darah vena dalam tabung vacutainer plain (tabung tutup merah atau
kuning).
3. Metode Penelitian
Metode pemeriksaan yang digunakan untuk pemeriksaan elektrolit
(natrium dan kalium) adalah Ion Selective Electrode (ISE). sedangkan metode
pemeriksaan glukosa darah sewaktu dengan heksokinase.
4. Prinsip Pemeriksaan
a. Pemeriksaan Elektrolit
Pemeriksaanelektrolitmenggunakan ISE dengancaramenyerap ion-ion
tertentu. ISE terdiridarielektrodeyaitupotassiumelektrode, sodium elektrode,
chloridaelektrode.Pemeriksaaniniberdasarkanperbedaanpotensial yang
terukursecararelatifterhadapelectrode referencedenganvoltase yang
stabildantetap.Hubunganantaravoltase yang
terbentukberbandinglurusdengankonsentrasidari ion yang terdeteksi.
b. Pemeriksaan Glukosa Darah
Heksokinase (HK) sebagai katalisator mengubah glukosa menjadi glukosa
6-phosphat dan ADP. Glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G-6-PDH) mengoksidase
glukosa 6-fosfat menjadi glukonat-6-P dan NADP menjadi NADPH. Banyaknya
NADPH yang terbentuk sebanding dengan konsentrasi glukosa dalam spesimen
dan diukur secara fotometri pada panjang gelombang 340 nm.
HK
Glukosa + ATP G-6-P + ADP
G-6-PDH
G-6-P + NADP glukonat-6-P + NADPH + H+
30

5. Cara Kerja
a. Teknik pengambilan sampel darah vena
1) Daerah vena yang akan ditusuk yaitu vena fossa cubiti dibersihkan dengan kapas
alkohol 70% dan biarkan kering.
2) Ikat pembendung dipasang pada lengan atas dan pasien diminta mengepal dan
membuka tangannya berkali-kali agar vena terlihat jelas.
3) Kulit atas vena ditegangkan dengan jari-jari tangan supaya vena tidak dapat
bergerak.
4) Ditusuk kulit dengan jarum dan spuit sampai ujung jarum masuk ke dalam lumen
vena.
5) Ikat pembendung dilepaskan atau diregangkan dan perlahan-lahan ditarik
penghisap spuit sampai mendapatkan sejumlah darah yang dikehendaki.
6) Ikat pembendung dilepaskan jika masih terpasang, dan pasien diminta untuk
melepaskan kepalan tangannya.
7) Kapas kering diletakkan di atas jarum dan cabut spuit.
8) Kepada pasien, diminta untuk menekan kapas di tempat tusukan tadi selama
beberapa menit.
9) Dilepaskan jarum dari semprit dan dimasukkan ke dalam tabung darah.
(Gandasoebrata, 2012).
b. Pemisahan Serum Menggunakan Alat Centrifuge.
1) Pastikan listrik yang tersedia sesuai dengan spesifikasi alat (220 volt), bila sesuai
tancapkan kabel listrik pada saklar listrik.
2) Tekan tombol “power” pada bagian kanan bawah centrifuge pada posisi “F”.
3) Siapkan tabung spesimen yang akan diputar.
4) Siapkan pula tabung yang berisi aquadest dengan volume yang sama dengan
tabung yang berisi spesimen sebagai penyeimbang
5) Buka penutup centrifuge dengan memutar tombol “pembuka-penutup” yang
berwarna hijau dan terletak pada bagian depan sebelah kiri centrifuge ke arah kiri.
6) Masukkan tabung yang berisi spesimen dan tabung penyeimbang ke dalam
selosong centrifuge dalam keadaan lurus bersebrangan.
7) Tutup penutup centrifuge dengan memutar tombol hijau kearah kanan lalu lampu
indikator yang bergambar akan menyala.
31

8) Tekan tombol “start” pada bagian atas centrifuge, maka secara otomatis
centrifuge akan berputar dijunjukkan dengan kecepatan rotasi 3000 rpm dan
waktu dihitung mundur mulai 10:00.
9) Lampu indikator rotasi yang bergambar akan menyala selama tabung centrifuge
berputar dan akan mati secara otomatis apabila centrifuge telah selesai dan
berganti dengan lampu indikator bergambar menyala dan layar muncul tulisan
open.
10) Apabila kedalam tabung tidak seimbang maka lampu indikator akan menyala dan
hentikan segera centrifuge dengan menekan “stop”.
(IK Laboratorium Patologi Klinik, 2012)
c. Prosedur Pemeriksaan Elektrolit menggunakan alat fotometerelektrolit Na, K.
1) Tekan“Yes”, makasampel probe akanturundan“probe in
blood”akanmunculdilayar.
2) Masukansampelcontainerkesampelprobe,
pastikanlubangsampelprobetercelupkedalamcairansaataspirasisampel.
3) Tekan“Yes”sampelakanaspirasi, pegangsampel cup hinggasampelprobe
naikkeatassecaraotomatis.
4) Jikaterdapatudara yang teraspirasimakaakanmuncul“Air In Sample”
5) Ulangipemeriksaansampeldanpastikanlubangprobetercelupkedalamsampel.
6) Setelahsampel di aspirasimunculdilayar“Analyzing”lalukeluarhasil Na,
Kdanakantercetak di kertas printer secaraotomatis.
7) Alatsiapuntukpemeriksaansampelberikutnya.
NilaiRujukan :
1) Natrium : 135-148 mEq/L
2) Kalium : 3,5-5,5 mEq/L
d. Prosedur Pemeriksaan Glukosa Darah Sewaktu dengan Alat Clinical Chemistry
Analyzer.
1) Melalui kontrol panel pilih “Analysis” kemudian pilih “Request”.
2) Pada kolom sampel ID, dimasukkan nomor ID pasien.
3) Tentukan posisi cup sampel akan kita letakkan dengan mengisinya pada kolom
“Position”.
4) Pilih test yang akan diperiksa atau memilih profil test yang sudah dibuat.
32

5) Tekan “Demografic” untuk mengisi data pasien lebih lengkap (nama, alamat).
6) Tekan “Reserve” untuk menyimpan data yang telah dibuat, kemudian lanjutkan
dengan memasukkan data pasien selanjutnya.
7) Apabila sampel yang kita input ingin segera dikerjakan bisa langsung ke menu
utama, kemudian pilih ”Sample” lalu “Sample list”, kemudian klik
“Pending/reserved”, pilih “Sample ID” lalu tekan “Compile”.
8) Dari layar utama kita klik ”Analysis”, pilih menu “Operation”, kemudian akan
muncul tampilan operation.
9) Klik “Sample analysis” kemudian tekan “Start” untuk memulai pemeriksaan.
10) Alat akan melakukan pemeriksaan sampel.
11) Hasil sampel dapat dilihat dengan cara dari menu utama pilih “Sample” lalu
“Sample list”.
12) Pilh sampel ID yang akan kita lihat hasilnya, setelah itu klik “View Sample”.
13) Hasil pemeriksaan akan keluar secara otomatis pada monitor komputer yang
terhubung dengan alat
14) Apabila ingin mengulang test, tekan “Repeat” kemudian ulangi langkah-langkah
seperti melakukan pemeriksaan yang di reserved.
15) Tekan “Close” untuk keluar.
F. Analisa Data
1. Pengolahan Data
Setelah data didapatkan melalui pemeriksaan dan observasi, kemudian
data tersebut diolah dengan menggunakan program komputerisasi dengan langkah
sebagai berikut:
a. Editting
Pada tahap ini, penulis melakukan penelitian terhadap data yang diperoleh
kemudian memasukkan apakah terdapat kekeliruan atau tidak dalam pengisian.
b. Entry Data
Data yang telah dicoding kemudian diolah menggunakan komputer.
c. Processing
Processing adalah proses pengetikan data dari check list ke program
komputer agar dapat dianalisis.
33

d. Cleaning
Cleaning data merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah
dimasukkan, apakah ada kesalahan tersebut terjadi pada saat kita mengentri ke
komputer (Notoatmodjo, 2010).
2. Teknik Analisa
a. Analisa Univariat
Uji statistik normalitas yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah
uji Skewness dibagi Standard Error dengan proses komputerisasi. Metode uji ini
dipilih sebab data yang didapatkan berskala interval, sampel dapat kurang dari
atau lebih dari 30 dan data-data ini belum dikelompokkan dalam tabel frekuensi
(Notoatmodjo, 2010).
b. Analisa Bivariat
Variabel terikat dan variabel bebas dianalisa menggunakan uji korelasi
Pearson. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menguji korelasi antara dua
variabel dengan skala data interval atau rasio yang memiliki distribusi data tidak
normal. Hubungan antara variabel terikat dengan variabel bebas, dengan uji
korelasi Spearman, dapat ditetapkan sebagai hubungan positif atau negatif.
Eratnya hubungan kedua variabel ini dinyatakan dengan koefisien korelasi.
G. Ethical Clearance (Persetujuan Etik)
Pada penelitian menggunakan manusia sebagai subyek, sehingga perlu
dilakukan telaah secara etik. Naskah proposal diserahkan ke Komite Etik
Poltekkes Tanjungkarang untuk dinilai kelayakannya.