Você está na página 1de 20

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

KELUARGA DENGAN DIABETES MELITUS


Tugas ini
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Keperawatan Keluarga
Dosen Pengampu Widyoningsih, M.Kep., Sp.Kep.Kom

Disusun oleh :
Kelompok
1. Anis Isfatun K (108116055)
2. Kristin Indaryani (108116017)

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AL-IRSYAD
AL-ISLAMIYYAH CILACAP
TAHUN 2018 / 2019
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.S

A. PENGKAJIAN
I. Data Umum
1. Nama kepala keluarga (KK) : Tn. S
2. Usia : 60 Tahun
3. Pendidikan : SD
4. Pekerjaan :-
5. Alamat : Jalan Arjuna
6. Komposisi keluarga
No Nama Jenis Hub dgn Umur Pendidikan Pekerjaan
kelamin KK
1. Tn.S Laki-laki Suami 60 SD -
2. Ny.T Perempuan Istri 55 SD Wiraswatsa
3 Ny.R Perampuan Anak 19 UNSOED Mahasiswa

Genogram :

Keterangan :
1. Perempuan =
2. Laki-laki =
3. Pasien =
4. Serumah = -----------
5. Meninggal =
7. Tipe keluarga
Tipe keluarga Tn.S adalah keluarga inti terdiri dari Tn.S, Ny.T, Ny.R (kepala
keluarga,istri, anak )
8. Suku bangsa
Suku bangsa keluarga adalah berasal dari suku jawa atau indonesia, kebudayaan yang
dianut tidak bertentangan dengan masalah kesehatan sedangkan bahasa sehari-sehari
yang digunakan adalah bahasa jawa ngoko.
9. Agama
Keluarga Tn.S menganut agama Islam dan dalam hal ibadah selalu menjalankan ibadah
sholat lima waktu.
10. Status sosial ekonomi keluarga
Tn.S mengatakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk cukup hingga dapat
menyekolahkan anaknya sampai kuliah. Barang-barang dimiliki di rumah yaitu memiliki
kendaraan sepeda motor, mesin cuci, tv, dll.
11. Aktivitas rekreasi keluarga
Semenjak Tn.S sakit tidak pernah pergi berekreasi ke tempat yang jauh dari rumah,
sehingga keluarga terbiasa nonton TV untuk mengisi waktu agar tidak stress dan pusing.
II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
1. Tahap Perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga Tn.S saat ini adalah pada tahap keluarga dengan dewasa
akhir.
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tugas perkembangan keluarga saat ini adalah keluarga Tn.S sedang mengalami masalah
karena sedang sakit hipertensi dan diabetes melitus.
3. Riwayat keluarga inti
Riwayat kesehatan pada keluarga saat ini, Tn.S sering mengalami susah tidur karena
pusing.
4. Riwayat keluarga sebelumnya
Ny.T mempunyai 2 saudara. Ny.Y anak kedua , mempunyai kakak perempuan dan adik
laki-laki. Ayah Ny.Y meninggal usia 87 Thn. Tn.S mempunyai 2 saudara. Tn.S anak
pertama, mempunyai adik laki-laki dan perempuan. Orang tua Tn.S meninggal dari kecil.
III. Lingkungan
1. Karakteristik rumah
Luas rumah Tn.S sekitar 70m2, tipe rumah tembok permanen, jumlah ruang, ada 4 yang
terdiri dari 2 buah kamar, ruangan tengah, dapur dan WC yang menyatu dengan tempat
mandi. Jumlah jendela ada 3, 2 jendela kaca di kamar dengan ukuran 20 cm x 100 cm,
1 jendela di bagian depan rumah yang bisa di tutup dan dibuka dengan ukuran 2m x 2m.
Denah rumah

dapur dan kamar mandi

kamar

Ruang tengah
kamar

2. Karakteristik tetangga dan komunitas


Tn.S mengatakan orang-orang di dekat rumahnya sibuk dengan pekerjaannya masing-
masing, jarang berkumpul dengan tetangga . Tn.S selalu mematuhi aturan yang
ditetapkan oleh RW setempat dan tidak ada budaya yang bertentangan dengan kesehatan.
3. Mobilitas geografis keluarga
Tn.S tidak pernah berpindah rumah. Rumah milik sendiri dan bekerja juga di bengkel
milik sendiri tetapi karena sakit sekarang sudah tidak bekerja lagi. Dan yang bekerja
adalah istrinya di koperasi.
4. Perkumpulan Keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Tn.S jarang berkumpul dengan masyarakat karena sedang sakit.
5. Sistem pendukung keluarga
Jumlah anggota keluarga 2 yaitu istri , anak. Pada saat ini hanya Ny.T yang selalu
mengantar Tn.S untuk berobat dan kontrol ke Puskesmas atau petugas kesehatan.
IV. Struktur Keluarga
1. Pola komunikasi keluarga
Cara berkomunikasi antar anggota keluarga yaitu baik, karena langsung di bicarakan
dengan baik-baik bersama keluarga setelah sholat isya.
2. Struktur kekuatan keluarga
Tn.S selalu beribadah dan mendekatkan diri kepada allah untuk menghadapi segala
permasalahan yang ada dalam keluarganya.
3. Struktur peran keluarga
Peran Tn.S sebagai kepala rumah tangga dan Ny.T Ibu rumah tangga, sedangkan An. R
sebagai anak tunggal
4. Nilai dan norma budaya
Keluarga percaya bahwa hidup ini sudah ada yang ngatur yaitu Allah swt. Tidak ada nilai
dan norma budaya yang bertentangan dengan kesehatan.

V. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Hubungan anatara keluarga baik, saling mendukung, bila ada yang sakit langsung dibawa
ke Puskesmas atau petugas kesehatan.
2. Fungsi sosialisasi
Setiap hari keluarga selalu berkumpul di rumah, hubungan dalam keluarga baik dan
selalu mentaati norma yang ada.
3. Fungsi perawatan keluarga
Ny.T selalu berusaha menghidupi keluarganya termasuk menyediakan makan frekuensi
3x/hari, membeli pakaian untuk anaknya, menyediakan rumah untuk tempat tinggal. Dan
bila ada anggota keluarga yang sakit, keluarga merawat dan memeriksakanya ke Rumah
sakit atau petugas kesehatan.
a. Mengenal masalah kesehatan
Keluarga mengatakan mampu mengenal masalah kesehatan yang dialami oleh
anggota keluarganya, tetapi hanya mengetahui sedikit tentang masalah kesehatan.
b. Memutuskan tindakan yang tepat bagi keluarga
Keluarga mengatakan apabila ada anggota keluarganya yang sakit ,keluarga langsung
membawanya ke rumah sakit atau puskesmas
c. Memberikan perawatan terhadap keluarga yang sakit
Keluarga mengatakan apabila anggota keluarganya sakit, keluarga mencoba merawat
dirumah terlebih dahulu dengan segala pengobatan sesuai pengetahuan mereka
d. Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga
Keluarga mengatakan selama tiga minggu 1 x mengepel rumahnya ,membersihkan
kamar madi, dan setiap hari menyapu seluruh ruangan
e. Menggunakan pelayanan kesehatan
Keluarga menggunakan jasa perawat dan dokter untuk menangani masalah kesehatan
keluarganya
VI. Stress dan koping keluarga
1. Stressor jangka pendek
Tn.S merasa pusing saat ini
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah
Keluarga selalu memeriksakan anggota keluarga yang sakit ke Rumah sakit atau petugas
kesehatan.
3. Strategi koping yang digunakan
Anggota keluarga selalu bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah yang ada
4. Strategi adaptasi disfungsional
Tn.S bila sedang pusing maka langsung beristirahat.
VII. Harapan keluarga terhadap Asuhan Keperawatan Keluarga
Keluarga berharap pada tugas kesehatan agar selalu meningkatkan mutu pelayanan dan
membatu masalah Tn.S

B. KASUS KELUARGA Tn.S


Keluarga Tn.S (60 tahun) mempunyai istri Ny.T (55 tahun). Hasil wawancara dengan
keluarga, Ny.T mengatakan suaminya terkena DM dan Hipertensi . Selama ini Ny.T merawat
suami dirumah, sebelum terkena penyakit DM suami sering meminum-minuman yang manis-
manis di bengkel 3x/hari dan sering minum kopi 3x/hari. Pada saat bekerja tiba-tiba Tn.S
mengalami suatu kejadian dimana Tn.S sedang berada dibengkel kemudian merasa pusing
gleyengan, lalu Ny.T bergegas membawa Tn.S ke Klinik dr.wondo. Semenjak kejadian itu
Ny.T merasa khawatir dengan kondisi kesehatan suaminya Ny.T juga cemas karena
memikirkan kondisi suaminya. Ny.T kemudian menjaga makanan yang di makan oleh
suaminya mengurangi yang manis-manis dan garam.
C. ANALISA DATA
No Data Problem Etiologi
1. DS : Resiko Ketidakstabilan Penyakit
 Pasien mengatakan setiap kadar glukosa darah
cek kadar gula masih
selalu tinggi, terakhir kali
cek 400mg/dL.
DO :
 TD : 140/100
 GDS : 366 mg/dl
 BB : 60kg

2. DS : Ketidakefektifan Perfusi Penyakit (gula darah


 Pasien mengatakan jaringan perifer tinggi)
kakinya sering
kesemutan.
 Pasien mengatakan
kepalanya sering pusing.
 Pasien mengatakan jika
gula darah tinggi pasien
memilih untuk istirahat.
DO :
 TD : 140/100
 GDS : 366 mg/dl
 BB : 60kg
3. Data Subyektif : Gangguan Proses Keluarga Pergeseran Peran
1. Klien mengatakan Keluarga
bahwa sekarang dia tidak
bekerja lagi karena
sedang sakit dan sudah
tidak bisa mencari
nafkah buat keluaganya,
maka dari itu
keluarganya terhalang
masalah ekonominya
2. Klien mengatakan
bahwa istrinya bekerja di
koperasi untuk
membiayai kehidupan
keluarganya, walau
gajinya hanya seberapa
3. Klien mengatakan
perannya sebagai bapak
tidak berperan dengan
benar
Data Obyektif :
1. Klien terlihat gelisah.
2. Saat menceritakannya,
klien terlihat gemetar
3. TD : 140/100 mmhg, S :
36 derajat, RR :
30x/menit, N : 78x/menit
Gula darah : 366 mg/dl

D. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Resiko ketidakstabilan kadar glukosa darah b.d penyakit.
2. Resiko ketidakefektifan perfusi jaringan perifer b.d penyakit (DM )
3. Gangguan proses keluarga b.d pergeseran peran keluarga
E. INTERVENSI KEPERAWATAN
Data Diagnosis NOC NIC
keperawatan
Kode Diagnosis Kode Hasil Kode Intervensi
Data yang mendukung masalah kesehatan individu: Diabetes Melitus
DS : 00179 Resiko 1820 Setelah dilakukan tindakan 2120 NIC:
Pasien ketidakstabil keperawatan masalah resiko Management
mengatakan an kadar ketidakstabilan kadar Hyperglikemia
setiap cek kadar glukosa glukosa darah dapat teratasi. 1. Memantau kadar
gula masih darah b.d NOC : glukosa darah,
selalu tinggi, penyakit Pengetahuan: Manajemen seperti yang
terakhir kali cek Diabetes ditujukan.
400mg/dL. No Indikator IR ER 2. Pantau tanda-
DO : 1. Peran 3 4 tanda dan gejala
1. TD : olahraga hiperglikemia :
140/100 dalam polyuria,polydip
2. GDS : 366 mengont sia, polifagia,
mg/dl rol lemah,kelesuan,
3. BB : 60kg glukosa malaise,mengab
darah urkan visi, atau
2. Peran 3 4 sakit kepala.
tidur 3. Memantau
dalam tekanan darah
mengont dan denyut nadi
rol ortostatik,seperti
glukosa yang
darah ditunjukan.
3. Pentingn 3 4 4. Mengidentifikas
ya i kemungkinan
menjaga penyebab
kadar hiperglikemia
glukosa
darah
dalam
kisaran
target
4. Tindakan 3 4
yang
diambil
dalam
mengatas
i kadar
glukosa
darah
5. Penggun 3 4
aan obat
non resep
dengan
benar

NOC :
Pengetahuan : Rejimen
1813 Penanganan 5602 NIC:
Pengajaran:
No Indikator IR ER Proses Penyakit
1. Tindakan 3 4 1. Kaji tigkat
yang pengetahuan
diambil pasien terkait
dalam dengan proses
mengatas penyakit yang
i glukosa spesifik
darah. 2. Review

2. Pentingn 3 4 pengetahuan

ya
menjaga pasien mengenai
kadar kondisinya
glukosa 3. Kenali
darah pengetahuan
dalam pasien mengenai
kisaran kondisinya
target 4. Berikan
3. Rencana 3 4 informasi pada
makan pasien mengenai
yang kondisinya,
dianjurka sesuai
n kebutuhan.
5. Diskusikan
pilihan
terapi/pengobata
n tradisional

DS : 0422 Resiko 0407 Setelah dilakukan tindakan 5603 NIC:


 Pasien ketidakefekti keperawatan masalah Pengajaran :
mengatakan fan perfusi Ketidakefektifan perfusi perawatan kaki
kakinya jaringan jaringan perifer dapat 1. Gali
sering perifer bd teratasi. pengetahuan dan
kesemutan. penyakit NOC: keterampilan
 Pasien (DM ) Perfusi jaringan : perifer pasien terkait
mengatakan No Indikator IR ER perawatan kaki
kepalanya 1. Pengisia 3 4 2. Gali perawatan
sering n kapiler kaki sepertin apa
pusing. jari kaki yang selama ini

 Pasien 2. Suhu 3 4 dilakukan pasien

mengatakan kulit 3. Rekomendasika

jika gula ujung n untuk mencuci

darah tinggi kaki dan kaki setiap hari

pasien tangan dengan


memilih 3. Kekuata 3 4 menggunakan
untuk n denyut air hangat dan
istirahat. nadi sabun yang
DO : karotis lembut
 TD : 140/100 (kanan) 4. Rekomendasika
 GDS : 366 n untuk
mg/dl mengeringkan
 BB : 60kg kaki dengan
seksama setelah
dicuci,terutama
disela-sela ibu
jari
5. Deskripsikan
kaos kaki yang
baik (misalnya:
material yang
tidak
menimbulkan
lecet dan bisa
menyerap
keringat.

0422 NOC : Perfusi jaringan 5602 NIC :


No Indikator IR ER Pengajaran :
1 Aliran 3 4 Proses penyakit
darah 1. Kaji tingkat
melalui pengetahuan
pembuluh pasien terkait
perifer. dengan proses
2 Aliran 3 4 penyakit yang
darah spesifik.
melalui 2. Jelaskan tanda
pembuluh dan gejala yang
darah umum
ginjal daripenyakit
3 Aliran 3 4 sesuai
darah kebutuhan.
melalui 3. Jelaskan
pembuluh mengenai proses
darah penyakit,sesuai
limfa kebutuhan.

Data yang mendukung masalah kesehatan keluarga: DM


Data Subyektif 00060 Gangguan 2602 Setelah dilakukan tindakan 5240 NIC:
: Proses keperawatan masalah Dukungan
1. Klien Keluarga gangguan proses keluarga keluarga
mengatakan dapat teratasi. 1. Berikan pujian
bahwa NOC : pada reaksi
sekarang dia Fungsi keluarga emosi keluarga
tidak bekerja No Indikator IR ER terhadap
lagi karena 1. Bersosili 3 5 kondisi pasien
sedang sakit sasi 2. Identifikasi
dan sudah dengan sifat dukungan
tidak bisa anggota spiritual untuk
mencari keluarga keluarga.
nafkah buat baru 3. Identifikasi
keluaganya, 2. Mencipt 2 5 harapan
maka dari itu kan keluarga untuk
keluarganya lingkung pasien
terhalang an 4. Anjurkan
masalah dimana pasien untuk
ekonominya anggota berfokus pada
2. Klien keluarga aspek positif
mengatakan secara dari situasi
bahwa terbuka pasien.
istrinya dapat
bekerja di mengung
koperasi kapkan 5. Berikan
untuk perasaan dukungan
membiayai 3. Melibatk 1 5 kepada pasien
kehidupan an 6. Tingkatkan
keluarganya, anggota hubungan
walau keluarga saling percaya,
gajinya dalam keterbukaan
hanya pemecah dalam keluarga.
seberapa an
3. Klien masalah
mengatakan 4. Anggota 2 5
perannya keluarga
sebagai bisa
bapak tidak saling
berperan menduku
dengan ng
benar 5. Anggota 2 5
keluarga
Data Obyektif :
bisa
1. Klien
membant
terlihat
u satu
gelisah.
sama lain
2. Saat
menceritaka
nnya ,klien
terlihat
gemetar
3. TD :
140/100
mmhg
S : 36
derajat,
RR :
30x/menit,
N :
78x/menit
Gula darah :
366 mg/dl

F. IMPLEMENTASI
No Tanggal Diagnosa keperawatan Implementasi Evaluasi respon Paraf
1 25-01-19 Resiko ketidakstabilan Memantau kadar glukosa Ds : Pasien selalu
16.00 kadar glukosa darah darah mengecek kadar gula
b.d penyakit. darah
Do: Kadar gula darah
pasien saat di cek
366mg/dl

2 25-01-2018 Menganjurkan pasien Ds : Pasien mengatakan


untuk memantau tanda- merasa haus, BAK
tanda dan gejala dimalam hari, pusing.
hiperglikemia : polyuria, Do: Pasien tampak
polydipsia, polifagia, lemas, tidak bergairah,
lemah, kelesuan, malaise, BAK malam 6x.
mengaburkan visi, atau
sakit kepala.

3 25-01-2019 Memantau tekanan darah Ds : Pasien mengatakan


dan denyut nadi ortostatik, pada saat ia duduk dan
seperti yang ditunjukan. ia akan berdiri pasien
merasa pusing
Do: Setelah di Cek TD
pasien 140/100 mmhg
Gula darah: 366 mg/dl
N: 78x/menit
4 25-01-2019 Mengajarkan pasien untuk Ds: Pasien mengatakan
membuat obat tradisional saat meminum obat
daun sirih merah untuk tradisional pahit
menurunkan gula darah Do:
dan menganjurkan minum Gula darah : 366 mg/dl
2x sehari
5 25-01-2019 Resiko Kaji tingkat pengetahuan Ds: Pasien mengatakan
ketidakefektifan pasien terkait dengan kurang memahami
perfusi jaringan perifer proses penyakit yang mengenai penyakitnya
b.d penyakit (DM ) spesifik. Do: Pasien tampak
kooperatif

6 25-01-2019 Gali pengetahuan dan Ds: Pasien mengatakan


ketrampilan pasien terkait memahami cara
perawatan kaki melakukan perawatan
kaki.
Do: Pasien kooperatif
7 25-01-2019 Mengajarkan pasien untuk Ds: Pasien mengatakan
senam kaki diabetes memahami apa yang di
ajarkan oleh perawat.
Do: Pasien kooperatif
8 25-01-2019 Gangguan proses Membicarakan tentang Ds :
keluarga b.d masalah keluarga dan cara Klien mengatakan
pergeseran peran penyelesaiannya. bahwa ia lebih bisa
keluarga menerima masalah yang
dihadapinya
Do :
Klien terlihat tersenyum
setelah bercerita

9 25-01-2019 Mengidentifikasi peran Ds : Klien mengatakan


keluarga yang lainnya sedikit lega setelah
bercerita
Do :Klien terlihat
sedikit gugup
10 28-01-2019 Resiko ketidakstabilan Memantau kadar glukosa Ds : Pasien mau dicek
kadar glukosa darah darah dan mengukur gula darahnya
b.d penyakit. tekanan darah Do:
Gula darah : 274mg/dl
TD: 140/90
N : 78 x/ menit
11 28-01-2019 Menganjurkan pasien Ds: Pasien mengatakan
untuk membuat obat saat meminum obat
tradisional daun sirih tradisional pahit
merah untuk menurunkan Do:
gula darah dan Gula darah : 274 mg/dl
menganjurkan minum 2x
sehari
12 28-01-2019 Resiko Menganjurkan pasien Ds: Pasien mengatakan
ketidakefektifan untuk senam kaki diabetes memahami apa yang
perfusi jaringan perifer di ajarkan oleh
b.d penyakit (DM ) perawat.
Do: Pasien mengikuti
gerakanya
13 28-01-2019 Gangguan proses Membicarakan tentang Ds :
keluarga b.d masalah keluarga dan cara Klien mengatakan
pergeseran peran penyelesaiannya. bahwa ia lebih bisa
keluarga menerima masalah yang
dihadapinya
Do :
Klien terlihat tersenyum
setelah bercerita

14 29-01-2019 Resiko ketidakstabilan Memantau kadar glukosa Ds : Pasien mau dicek


kadar glukosa darah darah dan mengukur gula darahnya
b.d penyakit. tekanan darah
Do:
Gula darah : 264mg/dl
TD: 130/90
N : 78 x/ menit
15 29-01-2019 Resiko Menganjurkan pasien Ds: Pasien mengatakan
ketidakefektifan untuk senam kaki diabetes bahwa kakinya
perfusi jaringan perifer mudah digerakan,
b.d penyakit (DM ) dan kesemutanya
sudah hilang
Do:Pasien menggerakan
kakinya
16 29-01-2019 Gangguan proses Memberikan dukungan Ds :
keluarga b.d kepada pasien Pasien mengatakan
pergeseran peran bahwa ia lebih bisa
keluarga menerima masalah yang
dihadapinya dan terus
bersabar
Do :
Klien terlihat tersenyum
setelah bercerita

G. EVALUASI
NO. Tanggal/Jam Diagnosa Keperawatan Evaluasi (SOAP) Paraf
Data pendukung masalah kesehatan individu : Diabetes Melitus
1. 29-01-2019 Resiko ketidakstabilan S: Klien mengatakan lemas nya
kadar glukosa darah b.d sudah berkurang, tidak bisa
penyakit. tidur malam hari, nyeri pada
lengan tangan kanan,
kesemutan pada kaki sudah
hilang dan masih merasakan
pusing.
O: TD : 140/90 mmhg
N : 78 x/ menit
RR : 22 kali permenit
Gula darah : 264 mg/dl
A: Masalah Teratasi Sebagian
P: Pantau gula darah pagi dan sore
(setelah minum obat tradisional
daun sirih merah)
2. 29/01/2019 Resiko ketidakefektifan S: Klien mengatakan kakinya
perfusi jaringan perifer kesemutan
b.d penyakit (DM )
O: TD : 130/90 mmhg
N : 78 x/ menit
RR : 22 kali permenit
Gula darah : 264 mg/dl
A: Masalah Teratasi Sebagian
P: Menganjurkan pasien senam
kaki diabetes untuk
memperbaiki sirkulasi darah
Data pendukung masalah kesehatan Keluarga : Diabetes Melitus
3. 29/01/2019 Gangguan proses S: Pasien mengatakan bahwa ia
keluarga b.d pergeseran lebih bisa menerima masalah
peran keluarga yang dihadapinya dan pasien
mengatakan sedikit lega setelah
bercerita

O: Pasien terlihat tersenyum setelah


bercerita dan Pasien terlihat
sedikit gugup

A: Masalah teratasi
P:
1. Berikan dukungan kepada
pasien
2. Menciptkan lingkungan
dimana anggota keluarga
secara terbuka dapat
mengungkapkan perasaan
3. Melibatkan anggota keluarga
dalam pemecahan masalah