Você está na página 1de 6

Koordinator : Heni Nurhaeni. S.Kp.

MKM

Disusun oleh :

FITRIYANI (P17120013020 / Tk. IIA)

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA I
JURUSAN KEPERAWATAN
Jl. Wijayakusuma Raya No.47 Cilandak, Jakarta Selatan 12430
Telp. 021-7590 9605, Fax. 7590 9638
1. Topik : Pengantar Dokumentasi Proses Keperawatan
Dosen Pengajar : Heni Nurhaeni. S.Kp.MKM
Kasus :
Ny. M berusia 45 tahun, bersuku sunda, islam, lulus SD dan sudah menikah. Ibu dari
2 orang anak perempuan dan 1 orang anak laki-laki ini beralamat di Jl.Timbul No.52
Jakarta Selatan. Klien datang ke rumah sakit Fatmawati pada tanggal 08 Oktober
2014 dengan keluhan sesak napas, nyeri dada, batuk bercampur darah, mual, muntah,
lemah dan nafsu makan menurun. Dokter menyatakan bahwa klien menderita Ca
Paru. Untuk menentukan diagnosa keperawatan yang aktual, maka perawat perlu
mengkaji pasien lebih dalam. Dalam hal ini perawat langsung melakukan pengkajian
berdasarkan sistem respirasi pasien terlebih dahulu.
Berdasarkan kasus diatas, tindakan perawat tersebut mencerminkan bahwa
perawat melakukan tindakan metode dokumentasi pengkajian dengan cara........
a) Pendekatan mayor body system
b) Pendekatan minor body system
c) Pendekatan King’s body system theory
d) Pendekatan Florence’s body system theory
e) Pendekatan L.Green’s body system theory

2. Topik : Konsep Manajemen Resiko, Aspek Etik dan Aspek Legal


Dokumentasi Keperawatan
Dosen Pengajar : Dinarti, SKp., MAP
Kasus :

Tn. L berusia 48 tahun, beragama Kristen, lulus S1 dan sudah menikah. Ayah dari 4
orang anak laki-laki ini beralamat di jl. Kangsuro No. 18 Jakarta Barat. Klien masuk
Rs. Bhakti Asih dengan mengalami perdarahan yang cukup hebat akibat dari
kecelakaan lalu lintas. Tn. L membutuhkan transfusi darah untuk menyelamatkan
nyawanya. Sebelum memberikan transfusi darah, perawat terlebih dahulu meminta
persetujuan (informed concent) dari pihak keluarganya. Namun, keluarganya menolak
untuk dilakukan transfusi darah, karena mereka berkeyakinan bahwa Tn. L lebih baik
meninggal dunia dari pada ia hidup dengan darah orang lain.
Berdasarkan kasus diatas, ditinjau dari aspek manakah pendokumentasian
keperawatan yang harus dilakukan oleh perawat....
a) Aspek legitimasi
b) Aspek Etik
c) Aspek hukum
d) Aspek sosial
e) Aspek Legal

3. Topik : Trend & Issue Dalam Dokumentasi Keperawatan


Dosen Pembimbing : Uun Nurulhuda, M.Kep., SpKMB
Kasus :
Ny. M berusia 50 tahun tiba di RS. Kencana pada tanggal 02 Oktober 2014 ditemani
oleh anak pertamanya yang berinisial Tn. U (30 tahun). Klien memiliki riwayat
hipertensi. Klien mengeluh kepalanya pusing, mual, rasa pegal di tengkuk, mata
berkunang-kunang dan bila berjalan ia merasa bumi ini bergoyang-goyang seperti
gempa. Setelah dilakukan pemeriksaan TTV didapati hasil sebagai berikut : TD
180/110 mmHg, N 90x/m, Rr 20 x/m dan S36,80C . Untuk mencegah pasien
jatuh, maka perawat melarang klien untuk turun dari tempat tidur dan tak lupa
perawat juga memasangkan penghalang tempat tidur. Apa yang dilakukan oleh
perawat, semua didokumentasikan dengan jelas.
Berdasarkan kasus diatas, perawat sudah melakukan salah satu isu dokumentasi
keperawatan berupa....
a. Pendokumentasian terhadap pelayanan keperawatan
b. Pendokumentasian tindakan pencegahan
c. Pendokumentasian peristiwa pasien jatuh berulang
d. Pendokumentasian penolakan terhadap alat pengaman
e. Pendokumentasian tindakan perawatan

4. Topik : Dokumentasi ASKEP Berdasarkan Metode Proses


Keperawatan ( Perencanaan)
Dosen Pembimbing : Lindawati, SKM., MAP
Kasus :
Ny. RF berusia 38 tahun, bersuku betawi, islam, lulus SMU dan sudah menikah. Ibu
dari 3 orang anak laki-laki ini beralamat di Jl. Swadaya No.42 Jakarta Selatan. Klien
masuk RS.Bhayangkari pada tanggal 08 Oktober 2014 dengan keluhan utama terdapat
benjolan di abdomen bagian lumbal kiri sebesar telur. Dokter menyatakan bahwa
klien menderita tumor intra abdomen. Pada saat dilakukan pengkajian keperawatan
lebih dalam klien mengeluh tubuhnya terasa lemas, haus, BAB > 6 kali perhari
dengan konsistensi cair dan badannya terasa panas. Berdasarkan hasil pemeriksaan
didapati hasil : membran mukosa kering, turgor kulit kurang elastis, konjungtiva pucat
& bibir klien tampak pecah-pecah. Dari data tersebut perawat dapat menegakkan
diagnosa : Kekurangan volume cairan b.d output yang berlebih. Selanjutnya perawat
menyusun intervensi yang tepat agar kekurangan volume cairan dapat teratasi dalam
waktu 1 x 24 jam.
Berdasarkan kasus diatas, kalimat “kekurangan volume cairan dapat teratasi
dalam waktu 1 x 24 jam” sesuai dengan kriteria penulisan tujuan berdasarkan
aspek....
a) Spesifik
b) Measurable
c) Achieveable
d) Realistic
e) Time bound

5. Topik : Dokumentasi Keperawatan pada Populasi Khusus


(Medikal Bedah)
Dosen Pembimbing : Ns. Toto Suharyanto, M.Kep
Kasus :
Tn. X datang ke RS.Sibroh Al-Malisi dibawa oleh pihak kepolisian. Tn. X merupakan
Korban tabrak lari. Saat tiba di rumah sakit, klien dalam kondisi yang sangat kritis.
Klien diduga mengalami cedera leher dan kepala. Untuk tindakan kritis, perawat
langsung melakukan tindakan jaw thrust maneuver (tindakan mengangkat sudut
rahang bawah) Sebagai tindakan awal untuk penguasaan jalan nafas. Tindakan
tersebut dilakukan oleh perawat dengan hati-hati untuk mencegah gerakan leher yang
berlebihan yang nantinya bisa menyebabkan terjadinya cedera servikal yang lebih
berat.
Dari kasus diatas, dapat kita ketahui bahwa perawat tersebut sedang
melakukan tindakan pengkajian awal keperawatan kritis berdasarkan aspek.....
a) Airway
b) Breathing
c) Circulation
d) Dissability
e) Crowing
6. Topik : Dokumentasi Keperawatan pada Populasi Khusus
(Keperawatan Anak)
Dosen Pembimbing : Suryati B.S. Kp. MKM
Kasus :
An.A berusia 3 bulan datang ke RSIA Kemang dibawa oleh Ayah dan ibunya.Ibunya
mengeluh bahwa sejak lahir di kaki kanan anaknya terdapat benjolan berwarna
kemerahan. Benjolan dikaki kanan tersebut lama-kelamaan membesar dan membuat
area glutea pasien pun ikut membesar. Dokter menyatakan bahwa anaknya menderita
penyakit hemangioma dan harus dilakukan CT-Angio untuk mengetahui tindak lanjut
apa yang tepat. Berdasarkan hasil CT-Angio, An.A harus dilakukan tindakan
pembedahan. Mendengar kata “pembedahan” membuat orang tua An.A merasa cemas
dan khawatir. Orang tua An.A bukan hanya cemas kepada An.A, tetapi ia juga
mencemaskan kakaknya, An.B (berusia 5 tahun), karena bila tindakan pembedahan
tersebut dilakukan maka mereka harus meninggalkan An.B dan mereka akan lebih
banyak menghabiskan waktu di RS.
Berdasarkan kasus diatas, konsep dasar keperawatan anak dari aspek manakah
yang lebih besar mengalami gangguan....
a) Konsep hospitalisasi
b) Konsep bermain
c) Konsep perkembangan keluarga
d) Konsep perlindungan anak
e) Konsep pertumbuhan keluarga

7. Topik : Dokumentasi Keperawatan pada Populasi Khusus


(Keperawatan Kesehatan Jiwa)
Dosen Pembimbing : Dinarti, SKp., MAP
Kasus :
Ny. Z berusia 25 tahun masuk RSJ. Bhakti Harapan pada tanggal 09 Oktober 2014
ditemani oleh kedua orang tuanya. Orang tua klien mengeluh bahwa selama di rumah
klien kerap kali tidak mampu mengendalikan emosinya. Kadang klien tertawa sendiri
dan tidak lama kemudian klien menangis. Klien juga mengaku bahwa dirinya terlahir
sebagai titisan Tuhan dan memiliki tugas untuk menyiarkan agama baru. Klien kerap
kali berhalusinasi seolah-olah boneka yang tersusun dilemari kesayangannya
merupakan pengikut setianya. Ia sering kali berbicara pada boneka tersebut dengan
nada suara keras. Klien juga cenderung menarik diri dari lingkungan sosial, setiap kali
diajak berbicara oleh orang lain, mulutnya selalu terkunci.
Berdasarkan kasus diatas, Ny. Z termasuk ke dalam kategori......
a) Gangguan psikososial
b) Gangguan Jiwa
c) Masalah psikososial
d) Masalah jiwa
e) Harga diri rendah