Você está na página 1de 17

0

MAKALAH
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

TUGAS
Mata Kuliah Sistem Pengendalian Manajemen
Dosen : …………………………….

Oleh :

MUHAMMAD ALI YASIR

………………………

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA

BANJARMASIN

2019
1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pengendalian merupakan suatu proses dasar untuk mendapatkan

sesuatu yang identik dan apa saja yang akan dikendalikan. Pengendalian

membantu mengidentifikasikan masalah-masalah manajemen.Usaha-usaha

untuk mengidentifikasikan masalah-masalah merupakan tantangan bagi para

manajer. Seorang manajer akan menyadari suatu masalah apabila

terjadipenyimpangan dari sasaran yang ingin dicapai. Salah satu fungsi

daripada manajemen adalah pengendalian.


Pengendalian harus dikaitkan dengan pola organisasinya, sehingga

memudahkan pembagian tanggung jawab untuk mengendalikan orang-orang

yang diberi tugas untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersangkutan

dan menyediakan data pengendalian untuk anggota-anggota manajemen.


Pengendalian biasanya diaplikasikan pada fungsi-fungsi utama dari

suatu organisasi, yakni bidang produksi, penjualan, keuangan dan

kepegawaian serta faktor-faktor utama seperti: kuantitas, kualitas, penggunaan

waktu dan biaya. Fungsi dari faktor-faktor tersebut saling berhubungan dalam

sebuah organisasi yang menjalankan pengendalian.

Sistem pengendalian manajemen dikategorikan sebagai bagian dari

pengetahuan perilaku terapan (applied behavioral science). Pada dasarnya,

sistem ini berisi tuntutan kepada kita mengenai cara menjalankan dan

mengendalikan perusahaan / organisasi yang “dianggap baik” berdasarkan

asumsi-asumsi tertentu. Dalam hal ini “dianggap baik” berarti mampu

menerjemahkan antara lain


2

a. Tolok ukur kinerja yang mencerminkan perusahaan / organisasi berjalan

secara efisien, efektif, dan produktif.

b. Kebijakan dalam menentukan tolok ukur di atas.

c. Apreasiasi kepada sumber daya yang dimiliki perusahaan organisasi.

Pengendalian manajemen bersifat menyeluruh dan terpadu, artinya

lebih mengarah ke berbagai upaya yang dilakukan manajemen agar tujuan

organisasi terpenuhi. Jadi sitem pengendalian manajemen dapat diterapkan

pada berbagai bentuk organisasi, sebab hakikatnya setiap organisasi

mempunyai komponen yang sama.

1.2 Rumusan Masalah

Pengendalian manajemen merupakan keharusan dalam suatu

organisasi yang mempraktikkan desentralisasi. Salah satu pandangan

berargumentasi bahwa sistem pengendalian manajemen harus kemudian

sesuai dengan strategi perusahaan. Ini menyiratkan bahwa strategi pertama

kali dikembangkan melalui proses formal dan rasional, dan strategi ini

kemudian menentukan desain sistem manajemen perusahaan.

Satu perspektif alternatif mengatakan bahwa strategi muncul melalui

eksperimentasi yang dipengaruhi oleh sistem manajemen perusahaan.

Menurut pandangan ini, sistem pengendalian manajemen dapat

mempengaruhi perkembangan strategi . kedua sudut pandang ini akan

berimplikasi dalam hal desain dan operasi sistem pengendalian manajemen.


3

Pada makalah ini akan dibahas secara komprehensif terkait sifat dari sistem

pengendalian manajemen.

Berdasarkan pada latar belakang di atas, maka sebagai rumusan

masalah dalam penulisan ini adalah diuraikan sebagai berikut:

1. Apa yang dimaksud sistem, pengendalian serta manajeman?


2. Apa yang dimaksud sistem pengendalian manajemen?
3. Bagaimana konsep dasar sistem pengendalian manajemen?

1.3 Tujuan Umum

Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kami

khususya dan bagi pembaca pada umumya yang sasarannya agar pembaca

dapat:

1. Mengetahui tentang definisi sistem, pengendalian serta manajemen.


2. Mengetahui tentang definisi sistem pengendalian manajemen.
3. Memahami konsep dasar dari sistem pengendalian manajemen.

BAB II

PEMBAHASAN
4

2.1 Pengertian Sistem, Pengendalian, Manajemen


Suatu sistem sangatlah dibutuhkan dalam suatu perusahaan atau

instansi pemerintahan , karena sistem sangatlah menunjang terhadap kinerja

perusahaan atau instansi pemerintah, baik yang berskala kecil maupun besar.

Supaya dapat berjalan dengan baik diperlukan kerjasama diantara unsur-unsur

yang terkait dalam sistem tersebut.


Ada berbagai pendapat yang mendefinisikan pengertian sistem, seperti

dibawah ini : “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang

saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu

kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”.

(Jogiyanto,2005.1).
Sistem adalah suatu kegiatan yang telah ditentukan caranya dan

biasanya dilakukan berulang-ulang. Dalam konteks SPM, menurut Suadi

(1995) maka sistem adalah sekelompok komponen yang masing-masing

saling menunjang-saling berhubungan maupun yang tidak- yang

keseluruhannya merupakan sebuah kesatuan.


Pengendalian adalah proses mengarahkan sekumpulan variabel untuk

mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Menurut

Hansen dan Mowen (1995) pengendalian adalah proses penetapan standar,

dengan menerima umpan balik berupa kinerja sesungguhnya, dan mengambil

tindakan yang diperlukan jika kinerja sesungguhnya berbeda secara signifikan

dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.


Manajemen adalah seni mencapai tujuan melalui tangan orang lain.

Pengertian manajemen yang lain adalah proses perencanaan,

pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian pekerjaan anggota


5

organisasi, serta pengendalian sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan

bekerja bersama.

Unsur-unsur sistem pengendalian manajemen meliputi perencanaan

strategis, pembuatan anggaran, alokasi sumber daya, pengukuran, evaluasi

dan penghargaan atas kinerja, alokasi pusat tanggung jawab dan penetapan

harga transfer.

Elemen-elemen Sistem Pengendalian :

1. Pelacak (detector) atau sensor : suatu perangkat yang mengukur apa yang

sesungguhnya terjadi dalam proses yang sedang dikendalikan.

2. Penilai (assessor) : suatu perangkat yang menentukan signifikan dari

peristiwa actual dengan cara membandingkan dengan beberapa standar atau

ekspektasi dari apa yang seharusnya terjadi.

3. Effector : suatu parangkat (yang sering disebut ”umpan balik”) yang

mengubah perilaku jika assessor mengindikasikan kebutuhan untuk

melakukan hal tersebut.

4. Jaringan komunikasi : perangkat yang meneruskan informasi antara detector

dan assessor dan antara assessor dan effector.

2.2 Pengertian Sistem Pengendalian Manajemen


Sistem pengendalian manajemen adalah suatu proses dan struktur

yang tertata secara sistematik yang digunakan manajemen dalam

pengendalian manajemen Menurut Marciariello dan Kirby (1994) SPM

sebagai perangkat struktur komunikasi yang saling berhubungan yang

memudahkan pemrosesan informasi dengan maksud membantu manajer


6

mengkoordinasikan bagian-bagian yang ada dan pencapaian tujuan organisasi

secara terus menerus.


Adapun beberapa para ahli lainnya mengemukakan definisi

lainnya:

1. Edy Sukarno, menyatakan “Sistem pengendalian manajemen, adalah

suatu sistem terintegrasi antara proses, strategi, pemrograman,

penganggaran, akuntansi, pertanggungjawaban, yang hakikatnya untuk

membantu orang dalam menjalankan organisasi atau perusahaan agar

hasilnya optimal.”

2. Anthony and Govindarajan dalam bukunya Management Control System

mengungkapkan : “Management control is the process by which

managers influence other members of the organization to implement the

organization’s strategies.”

2.3 Batas-Batas Pengendalian Manajemen

Pengendalian manajemen terletak antara formulasi strategi dan

pengendalian tugas dalam beberapa hal. Formulasi strategi focus pada jangka

panjangdan tidak sistematis. Sementara pengendalian tugas focus pada jangka

pendek dan paling sistematis.

a. Pengendalian Manajemen

Pengendalian manajemen merupakan proses dengan mana para

manajer mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk


7

mengimplementasikan strategi organisasi. Beberapa aspek dari proses ini

dijelaskan sebagai berikut.

Kegiatan Pengendalian Manajemen meliputi:

- Merencanakan apa yang seharusnya dilakukan oleh organisasi.


- Mengkoordinasikan aktivitas – aktivitas dari beberapa bagian organisasi.
- Mengomunikasikan informasi.
- Mengevaluasi informasi.
- Memutuskan tindakan apa yang seharusnya diambil jika ada.

Mempengaruhi orang – orang untuk mengubah perilaku mereka.

Pengendalian manajemen tidak berarti mengharuskan agar semua tindakan

sesuai dengan rencana yang ditentukan sebelumnya, seperti anggaran.

Rencana tersebut diformulasikan. Dengan kata lain, mematuhi anggaran

tidaklah selalu baik, dan penyimpangan dari anggaran tidaklah selalu buruk.

b. Perangkat Penerapan Strategi

Sistem pengendalian manajemen membantu para manajer untuk

menjalankan organisasi ke arah tujuan strategisnya. Dengan demikian,

pengendalian manajemen terutama memfokuskan pada pelaksanaan strategi.

Pengendalian manajemen merupakan satu –satunya perangkat manajer yang

digunakan dalam mengimplementasikan strategi yang diinginkan. Strategi

juga di implementasikan melalui struktur organisasi, manajemensumber daya

manusia (SDM), dan budayanya. Struktur organisasi menetapkan peranan,

hubungan pelaporan, dan pembagian tanggung jawab yang membentuk

pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.

Manajemen SDM merupakan kegiatan seleksi, pelatihan, evaluasi, promosi,


8

dan pemecatan karyawan guna mengembangkan pengetahuan dan

keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan strategi organisasi.

Budaya mengacu pada sekelompok, sikap, dan norma umum yang secara

eksplisit maupun implisit mengarahkan tindakan manajerial.

c. Tekanan Finansial dan Nonfinansial

Dimensi finansial memfokuskan pada hasil – hasil moneter, yaitu laba

bersih pengembalian atas modal ( return on investment) , seterusnya. Tetapi

sebenarnnya seluruh subunit organisasi memiliki tujuan nonfinansial, yaitu

mutu produk, pangsa pasar, kepuasan pelanggan, pengantaran tepat waktu,

dan semangat kerja karyawan.

d. Bantuan Dalam Mengembangkan Strategi Baru

Peranan utama pengendalian manajemen adalah untuk memastikan

pelaksanaan strategi yang telah dipilih. Dalam industri berbeda dalam

lingkungan yang cepat berubah, informasi pengendalian manajemen, terutama

yang bersifat nonfinansial, juga dapat menyediakan dasar bagi pertimbangan

strategi baru. Fungsi ini disebut sebagai pengendalian interaktif. Mengundang

perhatian manajemen pada pengembangan baik negatif (misalnya kehilangan

pangsa pasar) maupun positif (misalnya pembukaan pasar baru) yang

menunjukan perlu adanya inisiatif strategi baru.

e. Perumusan Strategi

Formula strategi merupakan proses memutuskan tujuan organisasi dan

stretegi untuk mencapai tujuan – tujuan ini. Istilah tujuan digunakan untuk
9

menggambarkan tujuan keseluruhan dari suatu organisasi, dan istilah sasaran

untuk menggambarkan langkah – langkah khusus guna mancapai tujuan

dalam kerangka waktu yang diberikan. Tujuan tidak memiliki jangka

waktu;tujuan akan tetap ada hingga tujuan tersebut diubah. Strategi

merupakan perencanaan yang besar dan penting. Strategi menetapkan secara

umum arah tujuan pergerakan organisasi yang diinginkan oleh manajemen

senior. Suatu keputusan dari satu pabrik mobil untuk memproduksi dan

menjual mobil listrik akan menjadi suatu keputusan strategis. Sesungguhnya

siapapun memiliki sebuah “gagasan cemerlang”, yang setelah dianalisis dan

didiskusikan dapat menjadi dasar bagi strategi yang baru. Tanggung jawab

lengkap dalam formulasi strategi seharusnya tidak pernah dibebankan kepada

seseorang atau satu unit organisasi saja.

f. Perbedaan antara Formulasi Strategi dan Pengendalian Manajemen

Formulasi strategi adalah proses pengambilan keputusan strategi baru;

sementara pengendalian manajemen adalah proses implentasi strategi

tersebut. Dari sudut pandang desain sistem, perbedaan yang paling penting

antara formulasi strategi pada dasarnya tidaklah sistematis. Ancaman,

kesempatan, dan gagasan baru tidak terjadi pada jangka waktu yang tetap;

dengan demikian, keputusan strategis mungkin dapat dibuat kapan pun.

g. Pengendalian Tugas

Pengendalian tugas adalah proses untuk memastikan bahwa tugas

yang spesifik dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian tugas

berorientasi pada transaksi melibatkan kinerja dari tugas individual sesuai


10

dengan aturan yang ditetapkan dalam proses pengendalian

manajemen.Banyak kegiatan pengendalian tugas yang bersifat ilmiah; yaitu,

keputusan optimal atau tindakan yang tepat perlu diambil untuk membawa

kondisi di luar kendali kembali kondisi yang diinginkan dapat diprediksikan

dalam menghasilkan produk, jumlah jam kerja karyawan, dan jumlah kas

yang dikeluarkan.

h. Perbedaan Antara Pengendalian Tugas dan Pengendalian Manajemen

Perbedaan paling penting antara pengendalian tugas dan pengendalian

manajemen adalah banyak sistem pengendalian tugas bersifat ilmiah,

sementara pengendalian manajemen melibatkan perilaku para manajer, dan

hal ini tidak dapat dinyatakan melalui persamaan – persamaan. Dalam

pengendalian manajemen, para manajer berinteraksi dengan manajer lainnya

dalam pengendalian tugas, manusia tidak terlibat sama sekali (sebagaimana

dalam beberapa proses produksi yang terotomatis), atau interaksinya adalah

antara seorang manajer dan nonmanajer. Dalam pengendalian manajemen,

fokus terletak pada unit organisasional; sementara pada pengendalian tugas

fokus terletak pada tugas spesifik dilakukan oleh unit – unit organisasional

ini. Pengendalian manajemen berkaitan dengan aktivitas para manajer yang

didefinisikan secara luas dalam memutuskan apa yang harus dilakukan dalam

kendala strategis secara umum. Pengendalian tugas berhubungan dengan

tugas – tugas tertentu, yang sebagian besar membutuhkan sedikit atau tidak

sama sekali pertimbangan untuk melaksanakannya.

2.4 Dampak Intenet Terhadap Manajemen.


11

Pengaruh internet terhadap dunia bisnis telah menjadi monumental.

Kemudian apa yang merupakan pengaruh internet atas pengendalian

manajemen dalam sebuah organiasai ? Sistem pengendalian manajemen

meliputi informasi dan organiasai memerlukan sebuah infrastruktur untuk

meproses informasi tersebut. Internet menyediakan infrastrktur tersebut,

sehingga membuat pemrosesan informasi menjadi lebih mudah dan lebuh

cepat, dengan kesalahan yang lebih sedikit. Pada situs ewb, seorang manager

dapat mengumpulkan data dalam jumlah yang amat besar, menyimpan serta

menganalisis data tersebut dengan format yang berbda dan mengirimkannya

ke setipa orang dalam organisasi. Para manajer juga menggunakan informasi

ini untuk mengubah laporannya secara pribadi.

Internet menfasilitasi koordinasi dan pengendalian melalui

pemrosesan informasi yang efisien dan efektif, tetapi internet tidak dapat

menggantikan proses fundamental yang melibatkan pengedalian manajemen.

Hal ini disebabkan karena penerapan strategi melalui pengedalian manajemen

secara esensial merupakan sebuah proses sosial, sehingga tidak dapat

diotomatisasikan secara penuh. Ketersediaan akses proses secara elektronis ke

data base hanya memberikan kontribusi kecil pada penilaian (Judgement)

yang diperlukan untuk mendesain dan mengoperasikan suatu system

pengendalian yang optimal.

Penilaian tersebut meliputi :

1. Memahami nilai relatif dari pentingnya keanekaragaman dan terkadang

bersaing dalam tujuan yang mendorong individu untuk bertindak (misal


12

prestasi pribadi dibandingkan prestasi bersama, penciptaan nilai bagi

pelanggan dan pemegang saham daripada diri sendiri dan sebagainya).

2. Penyelarasan tujuan dari beragam individu dengan organisasi.

3. Pengembangan tujuan tertentu melalui unit bisnis, area fungsional dan

departemen-departemen yang akan dinilai.

4. Mengkomunikasikan strategi dan tujuan yang spesifik untuk keseluruhan

organiasasi.

5. Menjelaskan variable kunci yang akan diukur dalam penilaian kontribusi

individual terhadap tujuan organisasi.

6. Mengevaluasi kinerja actual relatif ukuran standar dan pembuatan

kesimpulan tentang kinerja manajer.

7. Menyelenggarakan pertemuan untuk meninjau kinerja yang produkstif.

8. Mendesain struktur penghargaan yang tepat.

9. Mempengaruhi individu untuk mengubah perilaku mereka.

Secara ringkas, meskipun internet telah sangat meningkatkan

pemrosesan informasi, namun elemen fundamental dari pengendalian

manajemen – informasi apa yang dikumpulkan dan bagaimana

menggunkannya – pada dasarnya melibatkan perilaku dan oleh karenanya

tidak dapat digantikan dengan pendekatan formulasi semata.


13

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Elemen – elemen sistem Pengendalian


14

1. Pelacak (detector) atau sensor yaitu suatu perangkat yang mengukur apa

yang sesungguhnya terjadi dalam proses yang sedang dikendalikan.


2. Penilai (assessor) yaitu suatu perangkat yang menentukan signifikansi

dari peristiwa aktual dengan cara membandingkanya dengan beberapa

standar atau ekspektasi dari apa yang seharusnya terjadi.


3. The Effector yaitu suatu perangkat (yang sering disebut dengan “umpan

balik”) yangmengubah perilaku jika assessor mengindikasikan kebutuhan

untuk melakukan hal tersebut.


4. Jaringan komunikasi yaitu perangkat yang meneruskan informasi antara

detector dan assessor dan antara assessor dan effector.


Sistem

Suatu sistem merupakan suatu cara tertentu dan bersifat repetitif untuk

melaksanakan suatu atau sekelompok aktifitas. Thermostat dan proses

pengendalian suhu tubuh merupakan contoh sistem. Penting untuk disadari

bahwa proses informal amat dipengaruhi oleh bagaimana cara sistem

pengendalian formal organisasi dirancang dan dioperasikan.


Kegiatan Pengendalian Manajemen :
1. Merencanakan apa yang seharusnya dilakukan organisasi.
2. Mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas dari beberapa bagian organisasi.
3. Mengomunikasikan informasi
4. Mengevaluasi informasi.
5. Memutuskan tindakan apa yang seharusnya diambil jika ada.
6. Mempengaruhi orang-orang untuk mengubah perilaku mereka.
Formulasi strategis merupakan proses memutuskan tujuan organisasi dan

strategis untuk mencapai tujuan-tujuan ini. Strategis menetapkan secara

umum arah dan tujuan pengerakan organisasi yang diinginkan oleh

manajemen senior. Jadi formulasi strategis adalah proses pengambilan

keputusan startegi baru, sementara pengendalian menajemen adalah proses

implemtasi strategi tersebut.


15

Pengendalian tugas adalah proses untuk memastikan bahwa tugas yang

spesifik dilaksanakan secara efektif dan efisien.


Dampak Internet Terhadap Pengendalian Manajemen
Revolusi informasi dipercepat dengan ditemukannya komputer dan

internet pada tahun 1990 an. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan

adanya teknologi internet dewasa ini.


Internet menyediakan manfaat utama yang tidak didapat dari telepon.
- Akses secara mudah dan cepat.
- Komunikasi multi – target.
- Komunikasi berbiaya rendah.
- Kemampuan menampilkan citra tertentu.
- Penggeseran kekuatan dan kendali kepada individu.

DAFTAR PUSTAKA

Bahan Ajar Dosen Universitas Udayana : A.A. Gde Agung Yana

Bahan Ajar Dosen Universitas Indonesia : : Eris Tri Kurniawati SE.,MM.,Ak

http://jauari88.wordpress.com/2007/11/21/Sifat-Sistem-Pengendalian-

Manajemen/

https://www.academia.edu/5114193/MAKALAH_SISTEM_PENGENDALIAN_

MANAJEMEN

Andhana. “Sistem Pengendalin Manajemen”


https://andhana.wordpress.com/category/sistem-pengendalian-manajemen/
(diakses tanggal 20 Februari 2018)
Nababan, Lintong. “Sistem Pengendalin Manajemen”
https://lintongnababan.wordpress.com/2008/08/28/sistem-pengendalian-manajemen/
(diakses tanggal 20 Februari 2018)
16

Santoso, Suryo Budi. “Hakekat Sistem Pengendalian Manajemen”


http://spm99.blogspot.co.id/2009/11/hakekat-sistem-pengendalian-manajemen.html
(diakses tanggal 20 Februari 2018)