Você está na página 1de 7

HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN

PERSONAL HYGIENE PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS


DI SLB NEGERI JOMBANG

Ageng Rahmawati* Inayatur Rosyidah** Leo Yosdimyati Romli***

ABSTRAK

Kemandirian anak berkebutuhan khusus bergantung pada orang tua. Kesulitan pada saat
mendidik anak berkebutuhan khusus tentunya akan lebih sulit dan dibutuhkan kesabaran dari
orang tua. Peran orang tua yang aktif, berusaha meluangkan waktu, memberi pelatihan serta
lingkungan sekitar sangat berpengaruh bagi anak sebagai penguat untuk setiap perilaku.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan peran orang tua dengan tingkat
kemandirian personal hygiene pada anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Jombang.
Desain penelitian ini adalah analitik cross sectional, populasinya adalah semua orang tua
yang memiliki anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Jombang berjumlah 60 responden,
sampelnya berjumlah 32 responden dengan teknik proportional random sampling,
variabelnya ada 2 yaitu variabel independent yaitu peran orang tua dan variabel dependent
yaitu kemandirian pesonal hygiene. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik
pengolahan data menggunakan editing, coding, scoring dan tabulating. Analisa data
menggunakan uji “chi square”. Hasil penelitian ini didapatkan dari 32 responden terdapat
sebagian besar responden berjumlah 18 berperan aktif (56,25%) dan 17 responden (53,13%)
memiliki kemandirian personal hygiene mandiri. Hubungan peran orang tua dengan
kemandirian personal hygiene anak berkebutuhan khusus aktif dan mandiri sebanyak 11
responden (34,4%). Hasil uji “chi square” dengan SPSS didapatkan (ρ = 0,04), sehingga H0
ditolak. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan peran orang tua dengan
tingkat kemandirian personal hygiene pada anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri
Jombang.

Kata Kunci : peran orang tua, kemandirian, personal hygiene, anak berkebutuhan
khusus

THE RELATION OF PARENT’S ROLE WITH INDEPENDENCE PERSONAL


HYGIENE OF CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS in SLB NEGERI JOMBANG

ABSTRACT

Self-reliance were children with special needs depend on the parents. Difficulties when
educating children with special needs would be more difficult and requires patience from
parents. The role of parents are active, try to spend time, training and the environment is
very influential for children as reinforcement for each behavior. The purpose of this
research is to analyze relation of parent’s role with independence personal hygiene of
children with special needs in SLB Negeri Jombang. This research design was analytic cross
sectional, population are all parents who have children with special needs in SLB Negeri
Jombang number of 60 respondents, the sample amounted to 32 respondents with
proportional random sampling technique, the variables in this research consist of 2
variables those were independent variables was parent role and dependent variables was
independence personal hygiene. Collecting data using questionnaires. Data processing
techniques using the editing, coding, scoring and tabulating. Data were analyzed using “chi
square” test. The results of this study, of the 32 respondents are most of the respondents
were 18 active role (56.25%) and 17 respondents (53.13%) have the independence
standalone personal hygiene. Relations with the independence of the role of parents of
children with special needs personal hygiene active and independent as much as 11
respondents (34.4%). The results of “chi square” with statistic test obtained (ρ = 0.04), so
that H0 is rejected. The conclusion of this research is thatthere’s relation of parent’s role
with independence personal hygiene of children with special needs in SLB Negeri Jombang.

Keywords: the role of parent’s, self-reliance, personal hygiene, children with special
needs

PENDAHULUAN Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan hasil


penelitian yang dilakukan oleh Darwis
Anak merupakan aset yang paling berharga (2010:1) tentang “Hubungan Peran Orang
bagi kedua orang tua, kehadirannya selalu Tua dengan Tingkat Kemandirian Anak
dinanti-nanti serta keberadannya menjadi Reterdasi Mental Usia 10-14 Tahun di
pengikat antara suami dan istri. Seorang SDLB Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun
ibu mengandung selama 9 bulan lamanya Sofwan” didapatkan hasil dari 43
dengan harapan kelak anaknya akan lahir responden, sebagian besar peran orang tua
di dunia dengan keadaan sempurna baik baik sebanyak 29 responden (67,4%) dan
fisik maupun rohaninya. Pada umumnya peran orang tua kurang baik sebanyak 14
anak berkebutuhan khusus tidak dapat responden (32.6%). Berdasarkan hasil
memenuhi kebutuhan perawatan diri secara penelusuran di SLB Negeri Jombang
mandiri salah satunya yaitu memenuhi memiliki 60 siswa kelas 1-5. Berdasarkan
perawatan personal hygiene seperti: anak hasil wawancara pada tanggal 19 Maret
masih blepotan saat makan jajan, selalu 2016 dengan 2 orang tua dari anak
mengusap tangan bekas memegang berkebutuhan khusus tentang bagaimana
makanan ke pakaiannya, dan tidak cara ibu mengajarkan anaknya tetang
mencuci tangan sebelum dan sesudah perawatan diri didapatkan hasil 1 dari 2 ibu
makan. Faktor penting yang sangat menyatakan bahwa selama ini cara yang
berpengaruh terhadap kemandirian anak dilakukan salah satunya mengajarkan cuci
berkebutuhan khusus adalah peran orang tangan, gosok gigi, mandi dan keramas,
tua. Namun dalam kenyataannya selama namun apa yang diajarkan hari ini, pada
ini orang tua merasa kesulitan, putus asa, hari berikutnya haru diulang kembali
kelelahan dan bingung untuk karena anaknya belum mampu dan sudah
memandirikan anak berkebutuhan khusus lupa, sedangkan satu lainnya menyatakan
salah satunya adalah kemandirian personal bahwa anaknya sulit diajarkan perawatan
hygiene. diri dan orang tua mengaku sempat
bingung dan harus mengajarkan bagaimana
Menurut WHO dalam Hukormas (2012:34) lagi agar anaknya bisa mandiri.
tercatat sebanyak 15% dari penduduk
dunia atau 785 juta orang mengalami Anak berkebutuhan khusus merupakan
gangguan mental dan fisik, dan jumlah anak yang memiliki karakteristik khusus
anak berkebutuhan khusus di Indonesia yang berbeda dengan anak lain pada
adalah sekitar 7% dari total jumlah anak umumnya tanpa selalu menunjukkan pada
usia 0-18 tahun atau sebesar 6.230.000 ketidakmampuan mental, emosi, atau fisik.
pada tahun 2010. Berdasarkan Riskesdas Pada umumnya anak berkebutuhan khusus
(2013:38) didapatkan jumlah penduduk tidak mampu memenuhi kebutuhan pada
Jawa Timur yang memiliki disabilitas dirinya secara mandiri. Pemenuhan
sebesar 11,6% dari total jumlah penduduk kebutuhan pada anak berkebutuhan khusus
Indonesia, dan jumlah penduduk Kota merupakan tanggung jawab orang tua.
Jombang yang memiliki disabilitas sebesar Orang tua memiliki tanggung jawab untuk
10,5% dari total jumlah penduduk di mendidik, mengasuh dan membimbing
anak-anaknya untuk mencapai tahapan Dalam penelitian ini terdapat dua variabel
tertentu. Orang tua dituntut untuk yaitu variabel independen dan variabel
memenuhi kebutuhan pada anak dependen, dimana variabel independen
berkebutuhan khusus karena keterbasatan adalah peran orang tua dan variabel
yang dimiliki anak berkebutuhan khusus. dependen adalah kemandirian personal
Keterbatasan yang dimiliki anak hygiene pada anak berkebutuhan khusus.
berkebutuhan khusus salah satunya yaitu
melakukan personal hygiene secara Analisa bivariat yang terdiri dari dua
mandiri. Personal hygiene merupakan variabel yaitu variabel independen dan
perawatan diri sendiri yang dilakukan variabel dependen dimana bertujuan untuk
untuk mempertahankan kesehatan baik menguji hipotesa apakah ada hubungan
secara fisik maupun psikologis Hidayat antara variabel independen dengan variabel
(2006:7). Orang tua yang tidak dependen dengan menggunakan program
mengajarkan dan mendidik anak SPSS dengan uji statistik chi square
berkebutuhan khusus bersikap mandiri dengan alpha (0,05).
terutama pada perawatan dirinya sendiri
salah satunya personal hygiene akan
merugikan anak dan menghambat HASIL PENELITIAN
perkembangan anak.
1. Peran Orang Tua
Upaya yang dapat dilakukan orang tua
yaitu meningkatkan peran serta orang tua Tabel 1 Distribusi frekuensi responden
dalam kemandirian pada anak berdasarkan peran orang tua di SLB
berkebutuhan khusus yang salah satunya Negeri Jombang Tahun 2016
kemandirian personal hygiene dengan cara
membuat jadwal kegiatan sehari-hari No.
Peran Orang
Frekuensi
Prosentase
terkait personal hygiene. Dengan adanya Tua (%)
1. Aktif 18 56,2
jadwal kegiatan ini selain anak mudah 2. Pasif 14 43,8
mengingatnya, anak juga mempunyai Jumlah 32 100
tanggung jawab untuk melaksanakan Sumber: data primer
rutinitas terkait perawatan personal
hygiene. Selain itu, dengan adanya Tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian
kegiatan yang dilakukan setiap hari akan besar responden berperan aktif
menjadi sebuah kebiasan agar anak berjumlah 18 orang (56,25%).
berkebutuhan khusus menjadi mandiri
dalam hal personal hygiene. 2. Kemandirian Personal Hygiene pada
Anak Berkebutuhan Khusus
Tujuan dalam penelitian ini adalah
menganalisis hubungan peran orang Tabel 2 Distribusi frekuensi responden
dengan tingkat kemandirian personal berdasarkan kemandirian personal
hygiene pada anak berkebutuhan khusus di hygiene pada anak berkebutuhan
SLB Negeri Jombang. khusus di SLB Negeri Jombang Tahun
2016

BAHAN DAN METODE PENELITIAN Kemandirian


Personal Hygiene Prosentase
No. Frekuensi
Anak Berkebutuhan (%)
Desain penelitian ini menggunakan desain Khusus
cross sectional. Populasi dalam penelitian 1. Mandiri 17 53,1
2. Ketergantungan 10 31,3
ini adalah Semua orang tua yang memiliki ringan
anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri 3. Ketergantungan 5 15,6
Jombang sebanyak 60 orang dengan teknik berat
Jumlah 32 100
sampling menggunakan proporsional Sumber: data primer
random sampling dan sampel 32 orang.
Tabel 2 menunjukkan bahwa sebagian Analisia data dilakukan secara bivariat
besar dari responden memiliki anak dengan menggunakan uji chi square,
yang mandiri dalam personal hygiene didapatkan nilai ρ = 0,046 yang artinya
berjumlah 17 orang (53,13%). nilai ρ lebih kecil dari pada nilai alpha
(0,05), maka H1 diterima dan H₀
3. Hubungan Peran Orang Tua dengan ditolak, artinya ada hubungan peran
Tingkat Kemandirian Personal orang tua dengan tingkat kemandirian
Hygiene pada Anak Berkebutuhan personal hygiene pada anak
Khusus berkebutuhan khusus

Tabel 3 Tabulasi silang hubungan peran


orang tua dengan tingkat kemandirian PEMBAHASAN
personal hygiene pada anak
berkebutuhan khusus di SLB Negeri 1. Peran Orang Tua
Jombang Tahun 2016
Berdasarkan tabel 1 menunjukkan
bahwa sebagian besar responden yaitu
18 orang berperan aktif (56,25%).
Faktor yang mempengaruhi peran
diantaranya yaitu faktor usia. Dengan
bertambahnya usia seseorang akan
Sumber: data primer terjadi perubahan yaitu pada aspek fisik
dan psikologis (mental), Ini terjadi
Tabel 3 menunjukkan dari hasil proses akibat pematangan fungsi organ. Pada
tabulasi silang menggunakan bantuan aspek psikologis atau mental, taraf
perangkat komputer dengan proses berfikir semakin matang dan dewasa
crosstab diketahui bahwa responden Mubarok (2007:75).
berperan pasif sejumlah 14 orang
(43,8%) dimana 6 orang (18,8%) Menurut peneliti usia seseorang
memiliki anak berkebutuhan khusus semakin bertambah maka akan terjadi
mandiri dalam personal hygiene, 4 perbedaan dalam proses berfikir dan
orang (12,5%) memiliki anak berpendapat mengenai personal
berkebutuhan khusus ketergantungan hygiene pada anak berkebutuhan
ringan dalam personal hygiene dan 4 khusus, usia setengah baya merupakan
orang (12,5%) memiliki anak usia dimana pengalaman yang
berkebutuhan khusus ketergantungan diperoleh mengenai suatu hal hanya
berat dalam personal hygiene. terbatas dalam memahami proses saja,
Responden berperan aktif sejumlah 18 tanpa mengerti timbal baliknya.
orang (56,2%) dimana 11 orang Dimana terjadinya persepsi dipengarugi
(34,4%) memiliki anak berkebutuhan oleh informasi dari mulut kemulut serta
khusus mandiri dalam personal pengalaman masa lalu. Pengalaman
hygiene, 6 orang (18,8%) memiliki masa lalu yang rendah berpengaruh
anak berkebutuhan khusus terhadap cara berfikir ataupun
ketergantungan ringan dalam personal berpendapat tentang suatu hal kususnya
hygiene dan 1 orang (3,1%) memiliki pentingnya personal hygiene pada anak
anak berkebutuhan khusus berkebutuhan khusus
ketergantungan berat dalam personal
hygiene. Hal ini menunjukkan bahwa Faktor pendidikan orang tua juga
sebagian besar responden yang diamati berpengaruh terhadap peran orang tua
adalah berperan aktif dalam selain faktor usia. Latar belakang
kemandirian personal hygiene pada pendidikan berpengaruh besar terhadap
anak berkebutuhan khusus. kemampuan seseorang dalam
penerimaan informasi, mengenali,
mengorganisasikan dan memahami berjumlah 10 orang (31,3%), dan
cerapan – cerapan indrawi yang di ketergantungan berat (15,6%)
terima dari stimulus lingkungan.
Pendidikan yang semakin tinggi Hasil penelitian ini sesuai dengan
memungkinkan seseorang lebih mudah pendapat Mohammad Ali (2008:11),
untuk mendapatkan dan menerima menyatakan bahwa mandiri merupakan
informasi Mubarok (2007:137). kemampuan memenuhi kebutuhannya,
baik kebutuhan fisik maupun kebutuhan
Menurut peneliti pendidikan sangat naluri oleh dirinya sendiri secara
mempengaruhi peran orang tua dalam bertanggung jawab tanpa bergantung
personal hygiene. Pendidikan SMA pada orang lain. Menurut Potter &
termasuk pendidikan menengah, jadi Perry dalam Hidayat (2006:7) personal
wawasan dan informasi yang dimiliki hygiene dapat dilakukan oleh siapa saja,
orang tua cukup banyak sehingga baik usia dewasa, remaja dan anak.
responden mampu berperan positif Kemampuan personal hygiene pada
dalam personal hygiene pada anak anak berkebutuhan khusus
berkebutuhan khusus, selain itu menunjukkan kesanggupan anak
responden yang berpendidikan berkebutuhan khusus untuk melakukan
menengah akan lebih mudah menerima semua aktivitas yang menyangkut
informasi baru terutama tentang upaya menjaga kebersihan tubuh.
pentingnya personal hygiene pada anak Kemampuan dan kesanggupan tersebut
berkebutuhan khusus sehingga dipengaruhi oleh dukungan orang tua,
responden akan mampu melaksanakan stimulasi yang diberikan serta
personal hygiene pada anak pembiasaan dan bimbingan orang tua
berkebutuhan khusus. pada anak untuk melakukan personal
hygiene secara mandiri Fadilah
Faktor pekerjaan juga berpengaruh (2008:6).
terhadap peran orang tua. Status
pekerjaan sebagai seorang ibu rumah Peneliti berpendapat bahwa
tangga hanya bertemu dengan orang keterbatasan yang dimiliki anak
yang hanya dikenalnya kurang lebih berkebutuhan khusus tidak menjadi
yang sama profesinya akan membuat alasan anak untuk melakukan
kurangnya informasi yang diperoleh perawatan personal hygiene secara
Shardjo (2002:177). mandiri tanpa bantuan orang lain
seperti mandiri, gosok gigi sendiri,
Menurut peneliti sebagai ibu rumah keramas sendiri, memotong kuku
tangga dengan keterbatasan informasi sendiri dan cebok setelah BAK/BAB
harus dapat meluangkan waktu untuk sendiri. Peran orang tua merupakan
berinteraksi lebih banyak dengan anak, suatu peranan yang mutlak untuk
mendidik dan mengajarkan kepada menjadikan anak mandiri khususnya
anak untuk melakukan aktivitas kemandirian personal hygiene.
personal hygiene secara bertahap Berperan langsung memberi contoh
dibandingkan orang tua yang personal hygiene pada anak
mempunyai pekerjaan di luar rumah. berkebutuhan khusus meliputi mandi,
gosok gigi, memotong kuku, keramas
2. Kemandirian Personal Hygiene pada dan cebok setelah BAK/BAB akan
Anak Berkebutuhan Khusus lebih mudah diserap oleh anak
berkebutuhan khusus dibandingkan
Berdasarkan tabel 2 menunjukkan hanya pengajaran secara lisan, selain
bahwa sebagian besar dari responden orang tua sekolah juga mempunyai
memiliki anak yang mandiri dalam peranan penting terhadap
personal hygiene berjumlah 17 orang perkembangan anak. Masa sekolah
(53,13%), ketergantungan ringan dasar pada anak berkebutuhan khusus
merupakan masa keemasan dimana jadwal kegiatan sehari-hari terkait
waktu yang sangat tepat untuk personal hygiene. Kegiatan yang
mengembangkan kemandiriannya terjadwal ini selain anak mudah
dalam hal apapun khususnya mengingatnya, anak juga mempunyai
kemandirian personal hygiene. tanggung jawab untuk melaksanakan
rutinitas terkait perawatan personal
3. Hubungan Peran Orang Tua dengan hygiene, selain itu dengan adanya
Tingkat Kemandirian Personal kegiatan yang dilakukan setiap hari
Hygiene pada Anak Berkebutuhan akan menjadi sebuah kebiasan agar
Khusus anak berkebutuhan khusus menjadi
mandiri dalam hal personal hygiene.
Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa
peran orang tua aktif cenderung
kemandirian personal hygiene pada SIMPULAN DAN SARAN
anak berkbutuhan khusus mandiri
sebanyak 11 responden (34,4%). Hasil Simpulan
uji statistik chi square diperoleh angka
signifikan atau nilai probabilitas (0,046) Berdasarkan hasil penelitian dan analisa
jauh lebih rendah dari standart data didapatkan peran orang tua dan
signifikan (0,05) atau (ρ < α), maka tingkat kemandirian personal hygiene pada
data H0 ditolak dan H1 diterima yang anak berkebutuhan khusus menunjukkan
berarti ada hubungan peran orang tua nilai signifikannya adalah p = 0,046 yang
dengan tingkat kemandirian personal lebih kecil dari alpha (0,05) maka H1
hygiene pada anak berkebutuhan diterima ada hubungan antara peran orang
khusus di SLB Negeri Jombang. tua dengan tingkat kemandirian personal
hygiene pada anak berkebutuhan khusus di
Hasil penelitian ini didukung oleh teori SLB Negeri Jombang.
Mohammad Ali (2008:11), peran orang
tua akan mempengaruhi perkembangan Saran
kemandirian anak. Orang tua yang
terlalu banyak melarang tanpa 1. Bagi guru
penjelasan yang rasional dapat
menghambat perkembangan Guru diharapkan mampu memberikan
kemandirian anak, sebaliknya orang tua pengajaran atau contoh perilaku
yang menciptakan suasana aman dalam mandiri dalam personal hygiene pada
interaksi keluarga dapat mendorong siswa di sekolah khususnya cara cebok
kelancaran perkembangan dan setelah BAK/BAB yang benar.
kemandirian anak.
2. Bagi orang tua
Peneliti berpendapat kesulitan pada saat
mendidik anak berkebutuhan khusus Orang tua diharapkan menerapkan
tentunya akan lebih sulit dan kemandirian personal hygiene pada
dibutuhkan kesabaran dari orang tua. anak berkebutuhan khusus seperti
Orang tua harus dapat meluangkan membiasakan untuk mandi sediri,
waktu untuk dapat memberikan keramas sendiri, gosok gigi sendiri saat
pelatihan kebersihan diri secara mandi dan sebelum tidur, dan cebok
perlahan-lahan yang akhirnya anak setelah BAK/BAB sendiri, meluangkan
dapat mandiri khususnya kemandirian waktu, memberi dukungan, semangat
personal hygiene. Cara yang dapat khususnya mendidik pada anaknya agar
dilakukan orang tua untuk memiliki kebiasaan mandiri dalam
meningkatkan kemandirian personal melakukan personal hygiene.
hygiene pada anak berkebutuhan
khusus yaitu dengan cara membuat
3. Bagi perawat komunitas . 2006. Pengantar Kebutuhan
Dasar Manusia: Aplikasi Konsep
Perawat perlu memaksimalkan dan Proses Keperawatan Jilid 1.
perannya sebagai pendidik dengan Jakarta: Salemba Medika.
memberikan pendidikan kepada para
orang tua tentang pentingnya Mubarak, Wahit Iqbal, dkk. 2007.
menumbuhkan kemandirian anak Promosi Kesehatan Sebuah
berkebutuhan khusus dalam personal Pengantar Proses Belajar Mangajar
hygiene. dalam Pendidikan. Yogyakarta:
Graha Ilmu
4. Bagi peneliti selanjutnya
. 2007. Promosi Kesehatan
Diharapkan peneliti selanjutnya dapat Sebuah Pengantar Proses Belajar
memanfaatkan penelitian ini sebagai Mangajar dalam Pendidikan.
literatur dan dapat melanjutkan Yogyakarta: Graha Ilmu
penelitian ini lebih baik lagi dengan
variabel, jenis dan metode penelitian Mohammad Ali. 2008. Tingkat
yang berbeda khususnya variabel cebok Kemandirian.
setelah BAK/BAB. http://digilib.unimus.ac.id/files.pdf.
Diakses 19/03/2016.

KEPUSTAKAAN . 2008. Tingkat Kemandirian.


http://digilib.unimus.ac.id/files.pdf.
Badan Pusat Statistik. 2014. Riset Diakses 19/03/2016
Kesehatan Dasar 2013. Surabaya:
BPS. Shardjo dkk, 2002. Sosio Budaya Gizi :
Departemen Pendidikan dan
Darwis. 2010. Hubungan Peran Orang tua Kebudayaan Direktorat Pendidikan
dengan Tingkat Kemandirian Anak Tinggi. Pusat Antar Universitas
Reterdasi Mental Usia 10-14 Tahun Pangan dan Gizi, IPB
di SDLB Prof. Dr. Sri Soedewi
Masjchun Sofwan. Skripsi Jambi.

Fadhilah. 2008. Hubungan antara Tingkat


Pendidikan Orang Tua dengan
Tingkat Kemandirian Anak
Reterdasi Mental dalam Personal
Hygiene di SDLB Negeri Colomadu.
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Surakarta.

Hukormas. 2012. Keterbatasan Bukanlah


Halangan. Artikel Kementrian
Kesehatan Republik Indonesia.
http://www.depkes.go.id, diunduh
pada 11/04/2016.

Hidayat, Alimul Aziz. 2006. Pengantar


Kebutuhan Dasar Manusia: Aplikasi
Konsep dan Proses Keperawatan
Jilid 1. Jakarta: Salemba Medika.