Você está na página 1de 3

1.

Penetapan Kadar Ampicillin Dalam Kaplet Menggunakan


Metode Iodometri
Salah satu metode penetapan ampicillin secara kimia adalah
metode iodometri. Iodometri merupakan metode titrasi tidak
langsung dan digunakan untuk menetapkan senyawa-senyawa yang
mempunyai potensial oksidasi lebih besar dari system iodium-iodida
atau senyawa-senyawa yang bersifat oksidator seperti CuSO4.5H2O.
Pada iodometri, sampel bersifat oksidator direduksi dengan kalium
iodide berlebih yang akan menghasilkan iodium yang selanjutnya
dititrasi dengan larutan baku tiosulfat.banyaknya volume tiosulfat
yang digunakan sebagai titran setara dengan iod yang dihasilkan
dan setara dengan banyaknya sampel.
Cincin β-laktam pada Ampicillin akan dipecah oleh alkali atau
β-laktamase. Senyawa yang terbentuk dapat ditetapkan kadarnya
karena dapat mengikat iodium sedangkan Ampicillin tidak dapat
mengikat iodium. Metode ini merupakan metode titrasi tidak
langsung dimana kelebihan iodium dapat di titrasi denga larutan
baku natrium tiosulfat. Metode iodometri agak spesifik karena
senyawa bukan penilisina yang ada tidak ikut tertetapkan dengan
cara melakukan blanko. Juga metode ini cukup peka karena iod
yang bereaksi cukup besar.
Dengan mempelajari sifat kimia dan rumus bangun dari suatu
antibiotik dapat disusun penetapan kadar secara kimia yang lebih
baik. Metode yang baik adalah metode yang dapat menentukan
suatu senyawa secara kuantitatif tanpa diganggu oleh hasil
penguraiannya atau senyawa lain yang memiliki sifat kimia yang
serupa.

A. Cara kerja
Sampel
a. ±50 mg sampel ditimbang seksama, dimasukkan kedalam
labu takar.
b. Ditambah aquadest sampai 100 ml
c. Diambil 5 ml larutan, dimasukkan labu bersumbat
d. Ditambah 1 ml NaOH 1 N, dibiarkan selama 20 menit
e. Ditambah 5 ml larutan dapar pH 4,5 ml yang terdiri dari :
5 ml asam asetat 12%
5 ml Na asetat 27%
15 ml aquadest
f. Ditambah 1 ml Hcl 1 N dan 10 ml yodium 0,01 N
g. Dibiarkan 20 menit terlindung dari cahaya
h. Dititrasi dengan Na2S2O3 0,01 N dengan 1 ml indicator kanji
0,5%
Blanko
a. 5,0 ml larutan sampel dimasukkan labu bersumbat kaca
b. Ditambah 5 ml dapar 4,5
c. Ditambah 10 ml yodium 0,01 N
d. Dibiarkan 20 menit terlindung cahaya
e. Dititrasi dengan baku Na2S2O3 0,01 N dengan 1 ml indicator
kanji 5%
Analisis
a. Selisih volume larutan baku tiosulfat blanko dengan volume
tiosulfat awal setara dengan jumlah iodium yang bereaksi
dengan ampicillin.
b. Tiap ml Na2S2O3 0,01 N setara dengan 3,714 mg ampicillin.
Pembakuan N Na2S2O3
a. Dimasukkan 25 ml kalium bromate 0,1 N kedalam labu
bersumbat kaca
b. Diencerkan dengan 50 ml aquadest
c. Ditambah 5 ml HCl pekat
d. Ditambah 2 gram KI
e. Ditutup selama 5 menit ditempat gelap
f. Dititrasidengan N Na2S2O3 sampai warna kuning pucat
g. Ditambah 3 ml indikator amilum
h. Dititrasi kembali menjadi warna biru tepat hilang

2. Penetapan Kadar Kaplet Ampisillin


Ditimbang 20 kaplet ampisilin, kemudian digerus, ditimbang
seksama sejumlah serbuk ampisilin setara dengan 100 mg ampisilin
anhidrat, dimasukkan dalam labu tentukur 100 ml, dilarutkan dengan
pengencer sampai larut sempurna, dan ditambahkan pengencer
sampai garis tanda sehingga diperoleh larutan dengan konsentrasi
1000 g/ml, disaring, filtratnya digunakan sebagai larutan uji.
Kemudian dari larutan ini dipipet 5,0 ml, dimasukkan dalam labu
tentukur 10 ml dan ditambahkan pengencer sampai garis tanda
sehingga diperoleh larutan dengan konsentrasi 500 g/ml. Larutan
ini diinjeksikan sebanyak 6 kali ke sistem KCKT pada panjang
gelombang 254 nm dengan laju alir 2,5 ml/menit. Prosedur ini
dilakukan untuk kaplet Ampicillin (Kimia Farma, Indofarma,
Phapros), kaplet Binotal (Bayer), Kaplet Kalpicillin (Kalbe Farma),
Kaplet Parpicillin (Prafa), dan Kaplet Cetacillin (Soho).
3. Validasi Metode Spektrofotometri Visibel Untuk Penetapan
Kadar Ampicillin Menggunakan Pereaksi Asetilaseton dan
Formalin
a. Pengambilan sampel
Suatu sampel yang digunakan terdiri dari 1 merk kapsul yang
mengandung ampicillin 500 mg yang beredar di pasaran.
Kapsul ampicillin yang dipilih adalah kapsul dengan nomor
batch yang sama sebanyak 20 kapsul.
b. Penetapan kadar ampicillin dalam kapsul “X”
Ditimbang seksama sejumlah serbuk dari 20 kapsul yang
setara dengan 100,9 mg ampicillin. Dimasukkan kedalam
labu ukur 50 ml, dilarutkan dengan aquadest kemudian
diencerkan sampai taanda. Dipipet 1,0 ml, dimasukkan ke
dalam labu ukur 25 ml, ditambah dengan pereaksi pada pH
dan volume hasil optimasi. Didiamkan selama operating time
dodalam penangas air dengan suhu 35ºC, diend=cerkan
dengan aquadest sampai tanda, diukur serapannya pada
panjang gelombang maksimum. Dilakukan penetapan
blanko. Kadar ampicillin dalam kapsul “X” dihitung dengan
persamaan garis regresi linier yang diperoleh dari penetapan
kurva baku ampicillin.