Você está na página 1de 3

Analisis Laporan Keuangan PT.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk

Tahun 2015 2016

A. Ratio likuiditas
Ratio Likuiditas 2015 2016
Current Ratio 1,35% 1,20%
Quick Ratio 1,34% 1,18%
Cash Ratio 0,79% 0,75%
Sumber data sekunder yang di olah, 2017
Dari hasil perhitungan di atas dapat diketahui bahwa rasio likiditas untuk current Ratio (rasio
lancar) pada tahun 2015-2016 mengalami penurunan. Terjadi penurunan current ratio pada tahun
2016 sebesar 1,20 yang sebelumnya tahun 2015 sebesar 1,35, sedangkan Quick Ratio juga
mengalami penurunan dari 2015 sebesar 1,34 menjadi 1,18 pada tahun 2016 begitu pula Cash
Ratio Pada Tahun 2015 tercatat 0,79 di 2016 menjadi 0,75.
B. Ratio Solvabillitas
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
Rasio Solvabillitas 2015 2016
DAR 0,63% 0,41%
DER 0,78% 0,70%
sumber data sekunder yang diolah, 2017
Dari hasil rasio solvabillitas pada 2016 terjadi penurunan Debt to Assets Ratio pada 2016 sebesar
0,41 % yang sebelumnya 0,63 % di 2015. Sedangkan Debt to Equity Ratio juga mengalami
penurunan di 2016 sebesar 0,70 % yang pada periode sebelumnya di 2015 sebesar 0,78 %.
C. Rasio Profitabillitas
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
Laporan Keuangan 2015 2016
NPM 22,75% 25,08%
ROE 14,03% 16,24%
ROA 24,96% 27,64%
Sumber data sekunder yang diolah,2017
D. ANALISA PASAR
Perkembangan dunia industri komunikasi dibuktikan denganadanya perhatian dan pengamatan
terhadap kemudahan dalam berkomunikasi serta cepat dan praktis sesuai dengan perkembangan
jaman dan kondisi saat ini. Perkembangan tersebut membawa industri komunikasi pada sebuah
inovasi yang dapat di lakukan dimana saja kapan saja. Pertumbuhan alat kominkasi mendorong
tumbuhnya penyedia jasa layanan jasa telekomunikasi yang pesat pada akhirnya menimbulkan
persaingan antara penyedia layanan jasa tersebut.

Hasil perhitungan dari rasio profitabillitas secara keselurahan terjadi peningkatan yang signifikan
pada periode 2016. Dapat dilihat dari Net Profit Margin dari tahun 2015 sebesar 22,75 % naik di
2016 menjadi sebesar 25,08 %. Hasil dari Return On Equity pada 2015 mencatat 14,03 % menjadi
16,24 % pada 2016. Sedangkan untuk Return on Assets juga mengalami pertumbuhan dari 2015
sebesar 24,96 % tumbuh pada 2016 sebesar 27,64 %.

Maka dari hasil perhitungan dan analisis pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1. Dari hasil perhitungan rasio likuiditas menunjukan bahwa kinerja keuangan PT Telekomunikasi
Indonesia Tbk dalam kondisi baik. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil rasio likuiditas
perusahaan yang mengalami peningkatan di 2015 meski pada tahun 2016 mengalami
penurunan.
2. Dari hasil perhitungan rasio solvabillitas menunjukan bahwa kinerja keuangan PT
Telekomunikasi Indonesia Tbk dalam kondisi cukup baik, sehingga dapat dikatan mampu
memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang meski mengalami penurunan
sedikit pada tahun 2016.
3. Dari hasil perhitungn rasio profitabillitas PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (/TELKOM)
menunjukan bahwa kinerja keuangan dalam kondisi yang cukup baik sehingga dapat
menghasilkan laba yang tinggi di setiap tahunya. Hal tersebut dapat di lihat dari rasio
profitabillitas yang mengalami peningkatan pada tahun 2016.
SARAN
1. Agar tingkat rasio likuiditas pada perusahaan tersebut tetap dalam keadaan likuid, maka
perusahaan harus mempertahankan tingkat rasio lancar,rasio cepat, dan rasio kas dengan
cara meningkatkan aktivitas lancar perusahaan seperti kas dan mengurangi jumlah hutang
lancar perusahaan.
2. Agar tingkat solvabillitas perusahaan tetap dalam keadaan solvabel, maka perusahaan
harus menekan atau membayar utang jangka pendek maupun utang jangka panjang
dengan segera, selaian itu perusahaan harus mampu meningkatkan ekuitasnya.
3. Untuk meningkatkan rasio profitabillitas nya pada perusahaan , maka yang dilakukan
perusahaan ialah perusahaan harus mampu meningkatkan jumlah penghasilan tanpa
diikuti kenaikan biaya biaya. Selain itu perusahaan harus menggunakan modalnya secara
efektif dan se efisien mungkin agar perusahaan tidak mengalami kesulitan dalam melunasi
hutang hutangya.