Você está na página 1de 17

ARTI PENTINGNYA KETAHANAN NASIONAL BAGI

PEMBANGUNAN NASIONAL

MAKALAH
Mata Kuliah Kewarganegaraan

Dosen Pengampu:
Drs. Agus Sarono

Disusun oleh:
Biandi Zamariz (21020116130055)
Gitta Putri Mardanti (21020116130056)
Ignatius Jeffrey Resnuade (21020116140057)
Aisyah Ardine (21020116130058)
Aldi Fadillah (21020116140059)
Talitha Zhafirah (21020113130111)

DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
FEBRUARI 2017
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan segala karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Penulisan
makalah merupakan satu di antara syarat untuk memenuhi nilai mata kuliah Kewarganegaraan
di Universitas Diponegoro.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1. Bapak Drs. Agus Sarono selaku dosen mata kuliah kewarganegaraan di
Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro,
2. Teman-teman Arsitektur yang telah memberikan semangat secara langsung
maupun tidak langsung,
dan seluruh pihak yang telah memberikan bimbingan, nasihat, serta dukungan sehingga penulis
mampu menyelesaikan makalah tepat pada waktunya.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu
penulis berharap segala kritik dan saran dari pembaca. Semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi penulis sendiri maupun para pembaca.

Semarang, Februari 2017

Penulis

[1]
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................. 1


DAFTAR ISI............................................................................................................................ 2
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................ 3
1.1. Latar Belakang .......................................................................................................... 3
1.2. Rumusan Masalah ..................................................................................................... 4
1.3. Tujuan........................................................................................................................ 4
BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................................... 5
2.1. Pengertian Ketahanan Nasional ................................................................................ 5
2.2. Pengertian Pembangunan Nasional ........................................................................... 5
2.3. Kedudukan dan Fungsi Ketahanan Nasional ............................................................ 6
2.4. Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional bagi Kehidupan Bernegara ........................... 7
2.5. Ketahanan Nasional sebagai Pembangunan Karakter Bangsa ................................ 10
2.6. Ketahanan Nasional dalam Lingkungan Hidup ...................................................... 12
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................................... 15
3.1. Kesimpulan.............................................................................................................. 15
3.2. Saran ........................................................................................................................ 15
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................ 16

[2]
BAB I
PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Setiap bangsa sudah pasti mempunyai cita-cita yang ingin diwujudkan dalam
hidup dan kehidupan nyata. Cita-cita itu merupakan arahan dan atau tujuan yang
sebenar-benarnya dan mempunyai fungsi sebagai penentu arah dari tujuan nasionalnya.
Namun demikian, pencapaian cita-cita dan tujuan nasional itu bukan sesuatu yang
mudah diwujudkan karena dalam perjalanannya kearah itu akan muncul energi baik
yang positif maupun negatif yang memaksa suatu bangsa untukmencari solusi terbaik,
terarah, konsisten, efektif, dan efisien.
Energi positif bisa muncul dari dua situasi kondisi yaitu dalam negeri dan luar
negeri. Kedua situasi kondisi itu akan menjadi motor dan stimulan untuk
membangkitkan kesadaran pada bangsa untuk membangun ketahanan nasional
yangholistik dan komprehensif. Di sisi lain, energi negatif juga akan muncul dari dua
situasi kondisi tadi, yang biasanya menjadi penghambat dan rintangan untuk
membangun ketahanan nasional.
Energi negatif biasanya muncul secara parsial tetapi tidak bisa dipungkiri dalam
banyak hal merupakan suatu produk yang tersistem dan terstruktur dengan rapi dalam
sistem operasional yang memakan waktu lama. Energi positif tersebut diatas dalam
banyak wacana biasanya disebut dengan daya dan upaya penguatanpembangunan suatu
bangsa dalam rangka mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya. Sementara itu, energi
negatif cenderung untuk menghambat dengan tujuan akhir melemahkan bahkan
menghancurkan suatu bangsa. Oleh karena itu, ketahanan nasional mutlak senantiasa
untuk dibina dan dibangun serta ditumbuhkembangkan secara terus-menerus dengan
simultan dalam upaya mempertahankan hidup dan kehidupan bangsa. Lebih jauh dari
itu adalah makin tinggi tingkat ketahanan nasional suatu bangsa maka makin kuat
pula posisi bangsa itu dalam pergaulan dunia.
Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus
1945. Sebagai konsekuensinya bangsa Indonesia harus mampu mempertahankan
kemerdekaan dan menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara. Bangsa Indonesia
harus mampu mempertahankan eksistensi, identitas, integritas bangsa, dan Negara.

[3]
Selain itu, bangsa Indonesia juga harus mampu meningkatkan seluruh aspek kehidupan,
bangsa, dan negara yang sekaligus merupakan proses pengembangan sistem
penyelenggaraan negara untuk mewujudkan tujuan nasional. Untuk itu, bangsa
Indonesia harus memiliki ketangguhan dan kekuatan nasional agar mampu mengatasi
setiap tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan dari manapun. Hal itulah yang
dimaksud dengan ketahanan nasional dan hal tersebut dibutuhkan dalam pembangunan
nasional.

1.2. Rumusan Masalah

a. Apa yang dimaksud dengan Ketahanan Nasional?


b. Apa yang dimaksud dengan Pembangunan Nasional?
c. Bagaimana kedudukan dan fungsi dari Ketahanan Nasional?
d. Bagaimana pengaruh aspek Ketahanan Nasional pada kehidupan bernegara?

1.3. Tujuan

a. Untuk mengetahui pengertian dari Ketahanan Nasional.


b. Untuk mengetahui pengertian dari Pembangunan Nasional.
c. Untuk mengetahui kedudukan dan fungsi dari Ketahanan Nasional.
d. Untuk mengetahui pengaruh dari aspek Ketahanan Nasional bagi kehidupan
bernegara.
e. Untuk mengetahui arti penting Ketahanan Nasional bagi Pembangunan Nasional.

[4]
BAB II
PEMBAHASAN

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Ketahanan Nasional

Ketahanan nasional adalah kondisi dinamika, yaitu suatu bangsa yang berisi
keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan ketahanan, Kekuatan
nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan ancaman
baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Juga secara langsung ataupun tidak
langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas serta kelangsungan hidup
bangsa dan negara.
Kata ketahanan nasional telah sering kita dengar disurat kabar atau sumber-
sumber lainnya. Untuk mengetahui ketahanan nasional, sebelumnya kita sudah tau arti
dari wawasan nusantara. Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamik yang dimiliki
suatu bangsa, yang didalamnya terkandung keuletan dan ketangguhan yang mampu
mengembangkan kekuatan nasional. Kekuatan ini diperlukan untuk mengatasi segala
macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang langsung atau tidak
langsung akan membahayakan kesatuan, keberadaan, serta kelangsungan hidup bangsa
dan negara. Bisa jadi ancaman-ancaman tersebut dari dalam ataupun dari luar.

2.2. Pengertian Pembangunan Nasional

Pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan


pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya, dengan Pancasila sebagai dasar,
tujuan, dan pedoman pembangunan nasional. Pembangunan nasional dilaksanakan
merata di seluruh tanah air dan tidak hanya untuk suatu golongan atau sebagian dari
masyarakat, tetapi untuk seluruh masyarakat, serta harus benar-benar dapat dirasakan
seluruh rakyat sebagai perbaikan tingkat hidup yang berkeadilan sosial, yang menjadi
tujuan dan cita -cita kemerdekaan bangsa Indonesia.
Pembangunan nasional adalah pembangunan dari, oleh, dan untuk rakyat,
dilaksanakan di semua aspek kehidupan bangsa yang meliputi aspek politik, ekonomi,
sosial budaya, dan aspek pertahanan keamanan, dengan senantiasa harus merupakan
perwujudan Wawasan Nusantara serta memperkukuh Ketahanan Nasional, yang
diselenggarakan dengan membangun bidang-bidang pembangunan diselaraskan

[5]
dengan sasaran jangka pangjang yang ingin diwujudkan. Pembangunan nasional
merupakan pencerminan kehendak untuk terus-menerus meningkatkan kesejahteraan
dan kemakmuran rakyat Indonesia secara adil dan merata, serta mengembangkan
kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan negara yang maju dan demokratis
berdasarkan Pancasila. Pembangunan nasional diarahkan untuk mencapai kemajuan
dan kesejahteraan lahir batin, termasuk terpenuhinya rasa aman, rasa tenteram, dan rasa
keadilan serta terjaminnya kebebasan mengeluarkan pendapat yang bertanggung jawab
bagi seluruh rakyat.

2.3. Kedudukan dan Fungsi Ketahanan Nasional

a. Kedudukan
Ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh
seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu di
implementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan
nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara dan ketahanan nasional
berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh Pancasila sebagai
landasan ideal dan UUD sebagai landasan konstisional dalam paradigma
pembangunan nasional.
b. Fungsi
Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar nasional
perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak
dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat inter – regional
(wilayah), inter – sektoral maupun multi disiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya
tidak ada cara berfikir yang terkotak-kotak (sektoral). Satu alasan adalah bahwa
bila penyimpangan terjadi, maka akan timbul pemborosan waktu, tenaga dan
sarana, yang bahkan berpotensi dalam cita-cita nasional. Ketahanan nasional juga
berfungsi sebagai pola dasar pembangunan nasional. Pada hakikatnya merupakan
arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunman nasional disegala bidang
dan sektor pembangunan secara terpadu, yang dilaksanakan sesuai dengan
rancangan program.

[6]
2.4. Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional bagi Kehidupan Bernegara

Ketahanan nasional merupakan gambaran dari kondisi sistem (tata) kehidupan


nasional dalam berbagai aspek pada saat tertentu. Tiap-tiap aspek relatif berubah
menurut waktu, ruang dan lingkungan terutama pada aspek-aspek dinamis sehingga
interaksinya menciptakan kondisi umum yang sulit dipantau karena sangat komplek.
Konsepsi ketahanan nasional akan menyangkut hubungan antar aspek yang mendukung
kehidupan, yaitu:
1. Pengaruh Aspek Ideologi
Ideologi adalah sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang
memberikan motivasi. Dalam ideologi terkandung konsep dasar tentang kehidupan
yang dicita-citakan oleh bangsa. Suatu ideologi bersumber dari suatu aliran
pikiran/falsafah dan merupakan pelaksanaan dari sistem falsafah itu sendiri.
Ideologi-ideologi di dunia antara lain:
a. Liberalisme (individualisme)
Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas
kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat (kontrak sosial).
Liberalisme bertitik tolak dari hak asasi yang melekat pada manusia sejak lahir
dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa terkecuali
atas persetujuan dari yang bersangkutan. Paham liberalisme mempunyai nilai-
nilai dasar (intrinsik) yaitu kebebasan kepentingan pribadi yang menuntut
kebebasan individu secara mutlak.
b. Komunisme (class theory)
Negara adalah susunan golongan (kelas) untuk menindas kelas lain.
Golongan borjuis menindas golongan proletar (buruh), oleh karena itu kaum
buruh dianjurkan mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan
negara dari kaum kapitalis & borjuis.
c. Paham Agama
Negara membina kehidupan keagamaan umat dan bersifat spiritual
religius. Bersumber pada falsafah keagamaan dalam kitab suci agama. Negara
melaksanakan hukum agama dalam kehidupan dunia.
d. Ideologi Pancasila
Merupakan tatanan nilai yang digali (kristalisasi) dari nilai-nilai dasar
budaya bangsa Indonesia.

[7]
Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi
bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung
kemampuan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan,
ancaman, hambatan serta gangguan yang dari luar/dalam, langsung/tidak langsung
dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara
Indonesia.

2. Pengaruh Aspek Politik


Politik di indonesia:
Dalam Negeri : Adalah kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila
dan UUD 1945 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi
masyarakat dalam satu sistem yang unsur-unsurnya adalah struktur politik, proses
politik, budaya politik dan komunikasi politik.
Luar Negeri : Landasan politik luar negeri adalah pembukaan UUD 1945 yaitu
melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial dan anti penjajahan karena tidak sesuai dengan kemanusiaan dan
keadilan.
Politik luar negeri Indonesia adalah bebas dan aktif. Bebas berarti Indonesia
tidak memihak kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan
kepribadian bangsa. Dan aktif yang berarti Indonesia dalam pergaulan
internasional tidak bersifat reaktif dan tidak menjadi obyek, tetapi berperan atas
dasar cita-citanya.

3. Pengaruh Aspek Ekonomi


Sistem perekonomian yang diterapkan oleh suatu negara akan memberi
corak terhadap kehidupan perekonomian negara yang besangkutan. Sistem
ekonomi liberal dengan orientasi pasar secara murni akan sangat peka terhadap
pengaruh dari luar, sebaliknya sistem perekonomian sosialis dengan sifat
perencanaan dan pengendalian oleh pemerintah kurang peka terhadap pengaruh
dari luar.
Sistem perekonomian sebagai usaha bersama berarti setiap warga negara
mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam menjalankan roda
perekonomian dengan tujuan untuk mensejahterakan bangsa. Dalam perekonomian
Indonesia tidak dikenal monopoli dan monopsoni baik oleh pemerintah/swasta.
[8]
Secara makro sistem perekonomian Indonesia dapat disebut sebagai sistem
perekonomian kerakyatan.

4. Pengaruh Aspek Sosial Budaya


Kebudayaan diciptakan oleh faktor organobiologis manusia, lingkungan
alam, lingkungan psikologis, dan lingkungan sejarah. Dalam setiap kebudayaan
daerah terdapat nilai budaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh budaya asing (local
genuis). Local genuis itulah pangkal segala kemampuan budaya daerah untuk
menetralisir pengaruh negatif budaya asing.
Kebudayaan nasional merupakan hasil (resultante) interaksi dari budaya-
budaya suku bangsa (daerah) atau budaya asing (luar) yang kemudian diterima
sebagai nilai bersama seluruh bangsa. Interaksi budaya harus berjalan secara wajar
dan alamiah tanpa unsur paksaan dan dominasi budaya terhadap budaya lainnya.
Kebudayaan nasional merupakan identitas dan menjadi kebanggaan
Indonesia. Identitas bangsa Indonesia adalah manusia dan masyarakat yang
memiliki sifat-sifat dasar:
- Religius
- Kekeluargaan
- Hidup seba selaras
- Kerakyatan
Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial
budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional, yang mengandung kemampuan
membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan
masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa,
bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju dan sejahtera dalam kehidupan yang
serba selaras, serasi dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya
asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.

5. Pengaruh Aspek Hankam


Pertahanan Keamanan Indonesia : Kesemestaan daya upaya seluruh rakyat
Indonesia sebagai satu sistem ketahanan keamanan negara dalam mempertahankan
dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan
negara RI.

[9]
Pertahanan keamanan negara RI dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan,
menggerakkan seluruh potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat diseluruh
bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi.
Penyelenggaraan ketahanan dan keamanan secara nasional merupakan
salah satu fungi utama dari pemerintahan dan negara RI dengan TNI dan Polri
sebagai intinya, guna menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka
mewujudkan ketahanan nasional Indonesia.
Wujud ketahanan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa
yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung
kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara (Hankamneg)
yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan
mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman.
Postur kekuatan pertahanan keamanan mencakup:
- Struktur kekuatan
- Tingkat kemampuan
- Gelar kekuatan

2.5. Ketahanan Nasional sebagai Pembangunan Karakter Bangsa

Dalam rangka untuk melaksanakan cita-cita dan Tujuan Nasional sebagaimana


diamanatkan dalam teks Proklamasi dan pembukaan UUD 1945:
 Memberikan ruang yang sama dalam dinamika kehidupan yang berbeda agar
dapat terjalin adanya persatuan pola pikir , pola sikap, dan pola tindak yang sama.
 Agar dapat mempertahankan dan melangsungkan keberlanjutan kehidupan NKRI
ditengah-tengah bangsa dan negara lain yang sedang membangun.
 Membangun Peningkatan Kualitas SDM Indonesia untuk cinta tanah air, bangsa,
mengelola sendiri potensi sumber daya alam dan agar menjadi Negara Indonesia
yang lebih mandiri maju dan terus berkembang menjadi negara modern.
Ketahanan Nasional mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan
Nasional untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai
cita-cita, tujuan nasional dan program pembangunan yang berkelanjutan. Pada
hakekatnya dengan konsepsi Ketahanan nasional bangsa Indonesia akan terus
melakukan reformasi birokrasi pemerintahan dan negara untuk dapat
menyelenggarakan tingkat keseimbangan kesejahteraan dan keamanan secara serasi,

[10]
harmonis, dan selaras dalam seluruh ruang kehidupan Nasional budaya bangsa
Indonesia.
Untuk konsep bela negara, pada dasarnya bela negara adalah transformasi
semangat idealisme maupun konsep tentang kepentingan nasional serta cara-cara
untuk mencintai dan mempertahankan integrasi keutuhan teritorial wilayah
Indonesia. Menanamkan, dan menumbuhkankebangkan serta pembentukan motivasi
perjuangan dalam rangka mengatasi tantangan maupun hambatan untuk terhindar dari
perangkap yang menahan bangsa Indonesia pada kedudukannya.
Memiliki kemampuan berpikir integral, memandang suatu masalah harus
dapat dilihat secara menyeluruh dari berbagai aspek kehidupan nasional yang
berpengaruh dalam penyelenggaraan pemerintahan, kemasyarakatan maupun
kenegaraan. Bela negara harus dinamis dan kesesuaian dan kemajuan dalam metoda
dan teknik penyajian sehingga bisa diterima oleh setiap warga negara Indonesia untuk
mencintai dan menghargai, para pendiri, pejuang dan pahlawan bangsa Indonesia,
sehingga NKRI untuk selamanya semakin kuat.
Kepentingan nasional dalam bela negara dimasudkan adalah melindungi
segenap bangsa Indoneisa, memajukan kesejaheteran Umum dan mencerdaskan
kehidupan bangsa. sehingga tercipta kondisi rasa aman dalam kehidupan
bermasyarakat, berbagsa dan bernegara.
Sementara itu, pembangunan karakter bangsa diarahkan menjadi bagian yang
tidak terpisahkan dari upaya pencapaian visi pembangunan nasional sebagaimana
tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Tahun 2005—2025, yaitu
mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang maju, mandiri, dan adil sebagai landasan
bagi tahap pembangunan berikutnya menuju masyarakat adil makmur dalam NKRI
berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945.
Untuk mencapai visi tersebut, pembangunan nasional jangka panjang diarahkan
untuk mengemban misi sebagai berikut.
1. Mewujudkan masyarakat Indonesia yang berakhlak mulia, bermoral, beretika,
berbudaya, dan berkeadaban;
2. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing untuk mencapai masyarakat yang lebih
makmur dan sejahtera;
3. Mewujudkan Indonesia yang demokratis, berlandaskan hukum, dan berkeadilan;

[11]
4. Mewujudkan rasa aman dan damai bagi seluruh rakyat serta terjaganya keutuhan
wilayah NKRI dan kedaulatan negara dari ancaman, baik dari dalam negeri
maupun luar negeri;
5. Mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan;
6. Mewujudkan Indonesia yang asri dan lestari;
7. Mewujudkan Indonesia sebagai negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan
berbasiskan kepentingan nasional;
8. Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional.
Pembangunan karakter bangsa yang diemban pada misi pertama mengarahkan
pada terwujudnya masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan
beradab berdasarkan falsafah Pancasila. Hal ini mengandung arti memperkuat jati diri
dan karakter bangsa melalui pendidikan yang bertujuan membentuk manusia yang
bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa; mematuhi aturan hukum; memelihara
kerukunan internal dan antarumat beragama; melaksanakan interaksi antarbudaya;
mengembangkan modal sosial; menerapkan nilai-nilai luhur budaya bangsa; dan
memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dalam rangka memantapkan landasan
spiritual, moral, dan etika pembangunan bangsa.
Secara eksplisit, keberhasilan pembangunan karakter bangsa ditandai dengan
tercapainya sasaran sebagai berikut.
1. Terwujudnya karakter bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia,
bermoral, bertoleran, bergotong royong, patriotik, dinamis, berbudaya, dan
berorientasi Ipteks berdasarkan Pancasila dan dijiwai oleh iman dan takwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa.
2. Makin mantapnya budaya bangsa yang tecermin dalam meningkatnya harkat dan
martabat manusia Indonesia, serta menguatnya jati diri dan kepribadian bangsa.

2.6. Ketahanan Nasional dalam Lingkungan Hidup

Ketahanan nasional hanya dapat terwujud kalau meliputi seluruh segi


kehidupan bangsa yang biasanya kita namakan aspek social kehidupan, meliputi
Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Hankam. Juga meliputi aspek alam,
yaitu Geografi, Penduduk dan Kekayaan Alam. Di lingkungan Lembaga Ketahanan
Nasioanal seluruh segi kehidupan bangsa dinamakan Astra Gatra, terdiri dari Panca

[12]
Gatra (social) dan Tri Gatra (Alam). Seluruhnya itu harus selalu diusahakan untuk
memberikan peranannya dalam perwujudan Kesejahteraan dan Keamanan.
Salah satu pengaruh yang dapat mengancam ketahanan nasional yaitu kekayaan
alam seperti sumber daya energi. Bila kita mencermati kelangkaan energi yang terjadi
saat ini dapat menjadi sebuah ancaman yang serius bagi Negara kesatuan republik
Indonesia di masa yang akan datang. Dikatakan demikian karena hal tersebut akan
dapat mengganggu jalannya pembangunan Nasional yang berkelanjutan dan pada
akhirnya nanti mengancam ketahanan nasional.Sebagaimana yang tercantum dalam
pembukaan Undang-undang Dasar 1945, tujuan pembangunan Nasional adalah:
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
Memajukan kesejahteraan umum, Mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta
melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan.
Keamanan nasional yang mendukung suasana kondusif dalam mewujudkan
tujuan pembangunan nasional sangat diperlukan, dimana sistem keamanan nasional
meliputi keamanan individu,kebebasan,jiwa dan harta individu dan keluarganya;
keamanan publik yang berkaitan dengan pemeliharaan keamanan penyelenggaraan
pemerintah Negara,pelayanan dan pengayoman terhadap rakyat dan masyarakat;
keamanan internal yang menyangkut pemeliharaan keamanan dalam negeri meliputi
seluruh perikehidupan rakyat, masyarakat, bangsa dan Negara; pertahanan nasional
yang meliputi pemeliharaan keamanan kemerdekaan bangsa, kedaulatan Negara,
keutuhan wilayah Negara dan keamanan vital national interest pada umumnya.
Pada masa akhir pemerintahan presiden Suharto Mei 1998 dimana stabilitas
politik dan ekonomi di dalam negeri yang sempat terganggu yang di akibatkan antara
lain karena kasus kelangkaan BBM (Bahan bakar minyak),mungkin dapat terulang
kembali kepada masa pemerintahan SBY dengan diperlihatkan tanda-tanda berupa
kecemasan para pelaku ekonomi akan prospek perekonomian Indonesia di masa yang
akan datang akibat naiknya harga minyak dunia; kepastian penanganan kasus-kasus
hukum; kondisi politik dan keamanan dalam Negara; sehingga mulai munculnya
keraguan sebagian masyarakat terhadap kinerja lembaga-lembaga pemerintahan atau
kemampuan pemerintah SBY mengantisipasi kondisi yang ada ini.
Hal lain yang perlu juga mendapat perhatian dalam mewujudkan tujuan
pembangunan Nasional adalah Lingkungan hidup. Dalam era globalisasi dan
pengalaman buruk yang terjadi seperti “efek rumah kaca” akibat pembakaran yang
[13]
melepaskan karbon dioksida(CO2) menipisnya lapisan ozon akibat gas CFC
(clorofluorocarbon) yang terlepas ke udara, terlepasnya logam berat pada penambangan
emas, dan ion-ion menyebabkan kita harus lebih sadar akan resiko yang
membbahayakan kelangsungan kehidupan di bumi ini. Lebih-lebih lagi,kecepatan
berlangsungnya perubahan dalam penggunaan sumber daya meninggalkan sedikit
waktu untuk mengantisipasi dan mencegah dampak yang tidak diharapkan.

[14]
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN


3.1. Kesimpulan

Ketahanan nasional merupakan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan


nasional dalam menghadapi segala ancaman yang datang sehingga berfungsi sebagai
pengokoh negara yang bersatu dalam menghadapi segala ancaman. Ketahanan nasional
sangat diperlukan dalam pembangunan nasional. Ketahanan nasional mengandung
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional untuk menjamin kelangsungan hidup
bangsa dan negara dalam mencapai cita-cita, tujuan nasional dan program
pembangunan yang berkelanjutan. Pada hakekatnya dengan konsepsi Ketahanan
nasional bangsa Indonesia akan terus melakukan reformasi birokrasi pemerintahan dan
negara untuk dapat menyelenggarakan tingkat keseimbangan kesejahteraan dan
keamanan secara serasi, harmonis, dan selaras dalam seluruh ruang kehidupan nasional
budaya bangsa Indonesia.

3.2. Saran

Indonesia merupakan negara yang kompleks, kaya akan sumber daya alam
dimana sangat banyak sekali kelompok yang berusaha merebutnya. Sebabnya kita
sebagai pemuda haruslah ikut aktif dalam menjaga keutuhan Indonesia, dengan
mengetahui dan memahami teori dari Ketahanan Nasional yang selanjutnya akan
dipakai untuk memperjuangkan dan mempertahankan kesatuan Indonesia serta dalam
melaksanakan pembangunan nasional. Jangan mudah menerima ideologi dari negara
asing yang malah membawa kita menjauh dari ideologi sendiri dan berdampak pada
melemahnya Ketahanan Nasional, dengan semangat pejuang yang kita warisi penulis
berharap para pemuda dapat membantu dan mempelopori terbentuknya Ketahanan
Nasional yang baik dan membawa serta menjaga kesatuan dan kedaulatan Negara
Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan cita- cita bangsa dan tujuan nasional
bangsa Indonesia untuk melaksanakan pembangunan nasional dalam segala aspek
kehidupan.

[15]
DAFTAR PUSTAKA

Admin. 2013. Makalah Ketahanan Nasional. Belajar Bersama. [Online] 2013. [Cited:
February 27, 2017.] https://deluk12.wordpress.com/53/.
Aldiansah, Fajriatus. 2013. Peranan dan Fungsi Wawasan dan Ketahanan Nasional
dalam Rangka Pelaksanaan Pembangunan Nasional untuk Mewujudkan Kesejahteraan
Masyarakat dan Negara. Mari Berbagi Ilmu. [Online] 2013. [Cited: February 2017, 26.]
http://fajriatusaldiansah.blogspot.co.id/2013/01/peranan-dan-fungsi-wawasan-dan.html.
Bako, Nesa. 2012. Ketahanan Nasional Dikaitkan dengan Pembangunan Karakter. Nesa
Bako. [Online] October 14, 2012. [Cited: February 26, 2017.]
http://nenisunartibako.blogspot.co.id/2012/10/ketahanan-nasional-dikaitkan-dengan.html.
Besri, Rahmat Illahi. 2011. Arti Pentingnya Ketahanan Nasional. Rahmat Illahi Besri
'ibel'. [Online] December 11, 2011. [Cited: February 2017, 25.]
https://ibelboyz.wordpress.com/2011/12/11/makalah-arti-pentingnya-ketahanan-nasional/.
Ketahanan Nasional Indonesia. Ridaningsih, Aulia, Fitriani, Alwan S. and
Rahmawati, Desi. 2015. Tangerang : Fakultas Teknik Informatika Universitas
Muhammadiyah Tangerang, 2015.

[16]