Você está na página 1de 5

Nama:Mirna Puspita

Nim:170503113

Matkul:Akuntansi Penganggaran

Bab 2 Peramalan Penjualan

A. Pengertian Peramalan Penjualan


Peramalan penjualan adalah suatu teknik proyeksi tentang meningkatkan permintaan
konsumen potensial pada suatu periode tertentu dengan menggunakan berbagai
asumsi tertentu. Hasil dari suatu ramalan penjualan lebih merupakan pernyataan atau
penilaian yang di kuantifisir terhadap kondisi masa mendatang mengenai penjualan
proyeksi teknis dari permintaan konsumen potensial untuk jangka waktu
tertentu.Meskipun demikian hasil dari perkiraan yang diperoleh mungkin saja tidak
sama dengan rencana, hal ini disebabkan karena:
1. Ramalan lebih merupakan pernyataan atau penilain yang di kuantifisir terhadap
kondisi masa mendatang mengenai subjek tertentu
2. Ramalan penjualan merupakan proyeksi teknis dari permintaan konsumen
potensial dalam jangka waktu tertentu
3. Ramalan selayakna hanya digunakan sebagai acuan bahan masukan untuk
mengembangkan suatu rencana penjualan
4. Manajemen dapat menerima, memodifikasi atau menolak hasil dari suatu ramalan.
B. Metode-metode Peramalan Penjualan
Untuk melakukan suatu peramalan penjualan , maka perusahaan dapat melakukannya
melalui 2 pendekatan yaitu secara kualitatif atau kuantitatif.
Peramalan secara kualitatif biasanya menggunakan pendapat (judgment) sedangkan
secara kuantitatif menggunakan metode statistik.
1. Peramalam berdasarkan Pendapat (Judgement)
a. Pendapat pimpinan bagian penjualan
b. Pendapat para petugas/staf penjualan
c. Pendapat Lembaga
d. Lembaga Penyalur
e. Pendapat Para Ahli
f. Pendapat Para konsumen
2. Peramalan berdasarkan Metode Statistik
a. Metode Trend Bebas
b. Metode Trend Semi Avarage
c. Metode Trend Moment
d. Metode least Square
e. Metode Trend Parabola Kuadrat
f. Metode Regresi
Contoh:

PT. Mandiri Pratama memrpoduksi dan menjual satu jenis produk minuman kemasana botol
dengan merek pulpy orange.Penjualan produk tersebut selama 8 tahun terakhir terus
meningkat.Untuk tahun 2014 mendatang, pimpinan perusahaan bermaksud membuat ramalan
penjualan yang lebih baik agar target penjualan tahun 2014 dapat tercapai. Berikut adalah
data historis penjualan selama 8 tahun terakhir:

Tahun Penjualan
2006 16.000
2007 17.600
2008 20.000
2009 18.400
2010 20.800
2011 21.600
2012 24.000
2013 24.800

a. Metode Trend Bebas


Pada Umumnya metode trend bebas cenderung
digunakan sebagai analisis pendahuluan yang akan
memberikan gambaran awal dari suatu
permasalahan yang di hadapi. Metode Trend
Bebas mencoba melihat pola amatan melalui
tebaran titik dari pasangan data penjualan pada
setiap waktunya. Penggambaran garis trend ini
dengan cara ini sangat subjektif dan kurang memenuhi syarat ilmiah, sehingga jarang
di gunakan.

b. Metode Trend Semi Avarage


Metode ini digunakan untuk keperluan peramalan dengan membentuk suatu
persamaan seperti analisis regresi. Mekanisme metode Trend Semi Avarage:
1. Membagi data yang ada menjadi 2 kelompok
2. Dari setiap kelompok dihitung nilai rata-ratanya
3. Memberi skor terhadap waktu yang terkait dengan data penjualan
4. Memberikan persamaan Y=a+bX
Dimana: Y=Ramalan Penjualan
a: Rata-rata data kelompok
b:Selisih antara rata-rata kelompok 2 dengan rata-rata kelompok 1
c. Metode Trend Moment
Dalam metode trend moment tidak mensyaratkan jumlah data harus genap
Penerapannya untuk keperluan peramalan dengan membentuk persamaan Y=a+bX
Untuk mencari koefisien a dan b digunakan persamaan:
1. ∑Y=n.a+b.∑
2. ∑XY=a. ∑X+ b.∑𝑥 2
d. Metode Trend Least Square
Ramalan penjualan dengan metode ini dapat dihitung dengan persamaan trend
Y=a+bx, dimana :

∑𝑌
𝑎= 𝑛
∑ 𝑋𝑌
𝑏= ∑ 𝑋2

Dalam metode ini nilai x dibuat :


 Apabila data nya genap maka nilai X-nya adalah …,-5,-3,-1,1,3,5,…
 Apabila data nya ganjil makan nilai X-nya adala …,-2,-1,0,1,2,…
e. Metode Trend Parabola Kuadrat

Trend Parabola Adalah Trend Garis lengkung di mana trend yang nilai variabel terikat
atau turun bukan garis lurus(tidak linear) atau terjadi parabola (melengkung). Persamaan
garis trend parabola adalah sebagai berikut
Y = a + bX + c(X)2
Untuk mencari koefisien a dan c digunakan rumus sebagai berikut:
2
1. ∑X = n. a + c. ∑𝑋
2. ∑𝑋 2 Y=a.∑𝑋 2 +c.𝑋 4
Sedangkan mencari koefisien b dapat digunakan rumus
∑XY=b.∑X 2
Syarat ∑X-=0
f. Metode Regresi
Metode Regresi lebih baik apabila dibandingkan dengan metode time series yang
hanya menggunakan data historis masa lalu.
3. Standar Kesalahan Peramalan(SKV)
Dalam analisis trend ada dua metode yang digunakan dalam ramalan penjualan, yaitu
metode trend garis lurus dan metode garis lengkung.Untuk menentukan metode mana
yang paling sesuai dari metode tersebut maka digunakan standar kesalahan
peramalan(SKV). Rumus untuk menghitung standar kesalahan peramalan (SKV)

Σ(𝑋 − 𝑌)2

𝑛−2

Dimana:

X=Penjualan nyata

Y=Ramalan Penjualan

N=Jumlah data yang dianalisis

-2=2 derajat kebebasan hilang karena 2 parameter populasi sedang diramalkan dengan nilai
sampel data.

C. Peramalan dengan Metode Khusus

a. Analisis Industri
Peramalan dengan menggunakan analisis industri lebih ditekankan pada market share yang
dimiliki perusahaan.Analisis ini menghubungkan potensi penjualan perusahaan dengan
industri pada umumnya.

𝑃𝑒𝑟𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎𝑎𝑛 𝑃𝑒𝑟𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎𝑎𝑛
Market Share= 𝑋 100%
𝑃𝑒𝑟𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎𝑎𝑛 𝐼𝑛𝑑𝑢𝑠𝑡𝑟𝑖

b. Analisis Product Line

Analisis Product Line digunakan pada perusahaan yang menghasilkan lebih dari satu macam
produk atau tidak mempunyai kesamaan.

c. Analisis Penggunaan Akhir

Analisis ini digunakan pada perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang-barang yang


tidak dikonsumsi secara langsung, melainkan masih memerlukan proses lebih lanjut untuk
menjadi produk jadi.Permintaan akan produk ini dipengaruhi secara langsung oleh produk
akhir yang berasal dari produk tersebut.