Você está na página 1de 20

Untuk Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester Mata Kuliah

Institusi dan Kelembagaan Pemerintahan Indonesia


Dosen Pengampu : Ferri Wicaksono, S.IP, M.A

Analisis Kelembagaan pada Tantangan Sistem Pendidikan di Indonesia


(Global, Nasional, Internal dari Sistem Pendidikan yaitu Kurikulum)

Disusun Oleh:
Anita Risqi
18.94.0061

PRODI ILMU PEMERINTAHAN

FAKULTAS EKONOMI DAN SOSIAL

UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

2018/2019
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang
senantiasa melimpahkan rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini
dengan lancar dan sebagaimana mestinya. Adapun tujuan dari dibuatnya tugas ini
untuk mengetahui dan memahami mengenai tentang fungsi Kelembagaan
Pemerintahan itu sendiri.
Harapan saya semoga tugas ini dapat menjadi suatu bahan pembelajaran
dan wawasan bagi kita terkait dengan pemahaman akan Institusi dan
Kelembagaan Pemerintah serta dan saya juga berharap tugas ini dapat menjadi
sebuah bahan pembelajaran bagi saya dalam penyusunan karya tulis kedepannya.
Dengan rasa rendah hati, saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan baik dari segi penyajian, penulisan, dan penggunaan tata
bahasa. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat
diharapkan untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Walaupun demikian saya
mengharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Yogyakarta, 29 April 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i

DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii

BAB 1 PENDAHULUAN ......................................................................................1

1.1 Latar Belakang .........................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................3

1.3 Tujuan Penulisan ......................................................................................3

BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................4

2.1 Pengertian dan Fungsi Sistem Pendidikan ...............................................4

2.2 Tantangan Sistem Pendidikan Di Indonesia ............................................5

2.3 Kelembagaan dari Sistem Pendidikan di Indonesia .................................7

BAB III PEMBAHASAN ......................................................................................9

3.1 Analisis Permasalahan Sistem Pendidikan...............................................9

3.2 Aktor-aktor dalam Sistem Pendidikan ...................................................11


3.3 Solusi ......................................................................................................11

BAB IV PENUTUP ..............................................................................................13

4.1 Kesimpulan ............................................................................................13

4.2 Saran .......................................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................14


BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebagai negara yang berkembang, Indonesia selalu menjadi negara yang


terbelakang. Bahkan untuk tingkat pendidikan dinegara ini pun masih tergolong
sangat rendah dan memprihatinkan. Kita tahu bahwa pendidikan adalah sebagai
pembelajaran, pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan sekelompok orang yang
diturunkan kepada orang lain dari satu generasi kegenerasi yang lain. Pendidikan
berfungsi untuk melakukan perubahan yang lebih baik kedepanya untuk bangsa
ini. Menurut Ki Hajar Dewantara pengertian pendidikan itu sendiri adalah sebagai
kekuatan yang memnag sudah ada pada diri anak agar mereka menjadi manusia
dan anggota masyarakat untuk mendapatkan keselamatan dan kebahagiannya.
Namun yang dapat kita lihat disini adalah semakin menurunnya pendidikan di
Indonesia diberbagai kalangan pada tingkat pendidikan. Padahal pendidikan
merupakan hal pokok yang dapat membuat negara kita mengalami kemajuan dan
berkembang lebih pesat. Karena pada negara maju mereka menempatkan
pendidikan pada prioritas yang paling utama untuk kemajuan negaranya dari
pendidikan seseorang tersebut dapat mengubah kehidupanya menjadi lebih
sejahtera atau meningkatnya kesejahteraan untuk hidupnya dan juga orang
sekitarnya. Dilihat dari beberapa sumber bidang pendidikan di Indonesia yang
termasuk negara ASEAN tingkat pendidikan nya masih terbilang belum
mengalami penjayaan dari 10 negara yang ada di ASEAN. Indonesia berada
diurutan 5 masih kalah dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia
bahkan Brunai Darussalam.jika dibandingkan memang terlihat masih sangat jauh
dengan negara-negara diASEAN. Bahkan Singapura menempati posisi 9 dalam
indeks UNESCO tahun 2013 silam, hanya 1,3% murid sekolah yang gagal
menuntaskan pendidikannya. Sedangkan Brunai Darussalam menempati posisi 30
didunia dan nomor 2 di Asia Tenggara, karena pemerintah Brunai Darussalam
menanggung semua biaya pendidikan dinegaranya. Beralih ke negara Thailand
merupakan salah satu negara yang memiliki anggaran pendidikan tertinggi.

1
Sedangkan Indonesia sendiri berada diposisi 108 didunia dengan kualitas
pendidikan yang berada dibawah palestina, hanya 44% yang menuntaskan
pendidikan menegah.

Dari perbandingan 5 negara tersebut berhasilnya pendidikan disuatu negara


tidak terlepas dari campur tangan pemerintah dan masyarakatnya, serta sistem
pendidikan yang ada dinegara tersebut. Melihat sistem pendidikan di
Indonesiayang didasarkan pada sistem pendidikan nasional, terdapat berbagai
kesenjangan serta berbagai permasalahan antara keinganan dan realita suata
negara. Sistem pendidikan di Indonesia mengalami berbagai faktor tantangan
mulai dari global, nasional sampai tantangan internal dari sistem pendidikan itu
sendiri yang meliputi perluasan pendidikan, kurikulum dan program pendidikan
serta tenaga kependidikan. Faktor-faktor inilah yang menentukan arah dan tujuan
proses pendidikan di Indonesia. Hakikat dari ilmu pendidikan itu sendiri bahkan
harus mengenai tentang proses kemanusiaan agar masyarakat tetap sejalan dengan
tujuan bangsa. Pada faktor internal yaitu Kurikulum kitatahu bahwa
perkembangan kurikulum itu sendiri selalu mengalami perubahan seiring dengan
zaman serta keinginan untuk memperbaiki kurikulum sebelumnya. Ketika
pendidikan di Indonesia mengalami kegagalan untuk menciptakan watak yang
baik maka muncullah saran untuk memperbaiki kurikulum yang sedang berlaku.
Tetapi hal yang paling sering muncul dari persoalan yang paling mendasar yaitu
tentang sistem pendidikan nasional tersebut. Akibat dari persoalan tersebut
keinginan tentang sistem pendidikan yang lebih baik masih terbilang sangat jauh
dari kata sukses. Berbagai kendala akan muncul jika negera ini melakukan
perubahan pada kurikulum bisa muncul dari kalangan politik, ekonomi bahkan
sosial dan budaya di Indonesia.

Oleh sebab itu pada permasalahan ini saya menggunakan kelembagaan untuk
mengatasi berbagai masalah yang ada pada pendidikan di Indonesia serta mencari
manfaat dan solusi dari permasalahan tersebut.

2
1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah yang saya ambil
adalah sebagai berikut:

1. Apa yang menjadi tantangan terbesar dalam melakukan perubahan sistem


pendidikan di Indonesia?

2. Mengapa tantangan pada sistem pendidikan di Indonesia dapat menjadi


permasalahan dalam memajukan pendidikan?

1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan merupaka arah dari suatu kegiatan agar tercapat hasil seperti yang
diharapkan. Maka berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan dari penulisan
ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui tantangan dari sistem pendidikan di Indonesia.

2. Untuk mengetahui penghambat meningkatnya sistem pendidikan di


Indonesia.

3
BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian dan Fungsi Sistem Pendidikan

Sistem pendidikan adalah strategi atau metode yang digunakan dalam proses
belajar mengajar untuk mencapai tujuan agar peserta didik dapat secara aktif
mengembangkan potensi di dalam dirinya. Fungsi dari pendidikan dalam arti
sempit adalah membantu perkembangan peserta didik baik mental maupun
jasmani sedangkan dalam arti luas adalah sebagai pengembangan warga negara,
pribadi, kebudayaan dan bangsa. Dalam skala Nasional pendidikan berfungsi
untuk mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban bangsa untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar manusia dapat melakukan perubahan
yang lebih baik untuk bangsa ini.

Sistem pendidikan yang ada diIndonesia terbagi dari beberapa kompenen


yaitu input, process, output, lingkungan, dan, hasil.

1. Input

4
Merupakan masukan dari proses sehingga menghasilkan output dan hasil.
Input pokok terbagi menjadi 3 yaitu dasar pendidikan, tujuan pendidikan, dan
peserta didik. Dasar pendidikan adalah nilai-nilai yang mendasari
penyelenggaraan pendidikan di suatu tempat. Tujuan pendidikan adalah bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman
dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab. Sedangkan peserta didik adalah anggota masyarakat yang
berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia
pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.

2. Proses

Proses pendidikan adalah kegiatan komponen pendidikan oleh pendidik yang


terarah mencapai tujuan pendidikan. Komponen-komponen nya terdiri dari
Pendidik dan Tenaga kependidikan, kurikulum, sarana dan prasarana dan
anggaran. Pendidik dan Tenaga kependidikan, pendidik adalah tenaga
kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar,
widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator. Tenaga kependidikan adalah anggota
masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang
penyelenggaraan pendidikan. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu. Sarana dan Prasarana dalam pendidikan adalah segala macam
peralatan yang digunakan pendidik dan peserta didik dalam memudahkan
penyampaian materi pelajaran, biasanya permasalahn dari sarana dan prasarana
adalah penyebaranya yang belum merata. Anggaran adalah biaya yang
dipersiapkan dengan suatu rencana terperinci.

3. Lingkungan pada Sistem Pendidikan

5
Proses pendidikan selalu dipengaruhi oleh lingkungan yang ada di sekitarnya,
baik lingkungan itu menunjang maupun menghambat proses pencapaian tujuan
pendidikan.

4. Output

Output adalah hasil keluaran dari proses yang terjadi dalam sistem
pendidikan.

2.2 Tantangan Sistem Pendidikan di Indonesia

Berbagai tantangan yang muncul menyebabkan pendidikan di Indonesia


mengalami keterlambatan dalam kemajuannya. Adapun tantangan tersebut adalah
Tantangan Global, tantangan nasional, dan internal dari sistem pendidikan.

1. Tantangan Global

Dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi


menyebabkan dunia ini semakin menyempit sehingga akan membentuk manusia
yang akan saling bergantung. Hal ini ditandai dengan berkurangnya persaingan
dan ketegangan dari berbagai negara dan banyak terjadi perubahan dalam
berbagai aspek kehidupan karena masuknya era globalisasi. Meskipun negara
didunia saling bersaing namun negara satu sama lain akan saling bergantung.
Memasuki abad ke-21 dunia pendidikan di Indonesia sangat heboh bukan
disebabkan karena hebatnya mutu pendidikan nasional tetapi lebih banyak
disebabkan karena kesadaran akan bahaya keterbelakangan pendidikan di
Indonesia.

2. Tantangan Nasional

Dalam abad ke-21 yang penuh dengan tantangan pada berbagai bidang
pembangunan nasional, Indonesia akan berada dalam proses perubahan secara
struktural dalam berbagai kehidupan termasuk sosial, ekonomi dan industri yang
sangat pesat. Menghadapi lebih pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan

6
teknologi, Indonesia baru memasuki revolusi industri 4.0 dimana perubahan
terjadi secara besar-besaran diberbagai bidang lewat perpaduan teknologi. Proses
ini semakin merubah gaya hidup masyarakat yang akan semakin tinggidan akan
menuntut peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

3. Tantangan Internal

Faktor internal yang paling mempengaruhi kemajuan pendidikan di Indonesia


adalah kurikulum.

Kita tahu bahwa kurikulum yang ada di Indonesia sudah berganti sekian kali
mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan kebutuhan negara. Untuk
meningkatkan pendidikan berbagai jenis kebijakan pemerintah dibuat untuk
mencapai efesiensi serta peningkatan mutu pendidikan. Kurikulum diubah hanya
untuk mencapai tujuan pemerintah, tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat.
Pendidikan saat ini tidak mampu menghasilkan lulusan yang kreatif. Karena
kurikulum dibuat tidak berdasarkan realita dilapangan. Dilihat dari tabel
perkembangan kurikulum adalah sebagai berikut:

2.3 Kelembagaan dari Sistem Pendidikan di Indonesia

Lembaga bukan Lembaga sekaligus Organisasi bukan


No
Organisasi Organisasi lembaga

7
UU No. 20 Tahun 2003 Sekolah mulai dari
1 Tentang Sistem jenjang TK, Sekolah Kelompok belajar
Pendidikan Nasional Dasar, SMP, dan SMA

 UU No.20 Tahun 2003 pasal 1 tentang ketentuan umum sistem pendidikan


nasional adalah sebagai berikut:

1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana


belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

2. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan


UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar
pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap
tuntutan perubahan zaman.

3. Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan


yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

4. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan


potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang,
dan jenis pendidikan tertentu.

5. Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri


dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.

6. Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru,


dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator,
dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi
dalam menyelenggarakan pendidikan.

8
7. Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan
berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai,
dan kemampuan yang dikembangkan.

8. Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang


menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal
pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.

9. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,


isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.

10. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan
sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

 Sekolah

Sekolah merupakan lembaga untuk para seluruh siswa-siswi melakukan


pembelajaran dengan pengawasan guru. Kita tahu bahwa di negara kita
menggunakan sistem pendidikan formal yang umumnya wajib. Karena jika
mewajibkan belajar disekolah maka dapat membuka serangkaian kegiatan yang
ada disekolah dan menyebabkan anak tersebut dapat berinteraksi dengan baik
disekitarnya.

 Kelompok Belajar

Kelompok belajar termasuk kedalam organisasi yang bukan lembaga.


Kelompok belajar merupakan salah satu pendidikan non formal yang difasilitasi
pemerintah untuk siswa-siswi yang tidak mengikuti pendidikan formal.

9
BAB III PEMBAHASAN

3.1 Analisis Permasalahan Sistem Pendidikan

Indonesia sebagai negara yang terus berkembang selalu melakukan berbagai


perbaikan untuk peningkatan dari berbagai bidang dan yang paling penting yaitu
bidang pendidikan guna untuk meningkatkan kemajuan sumber daya manusianya.
Negara ini telah banyak mengeluarkan biaya untuk kemajuan pendidikan di
Indonesia. Akan tetapi seiring berjalannya waktu pendidikan di Indonesia justru
semakin memprihatinkan dimana dapat dilihat dari moral individu yang semakin
menurun. Hal ini juga disebabkan dari beberapa faktor salah satu nya faktor
global karena pada era saat ini budaya asing sangat mudah masuk kedalam negara
ini sehingga keinginan untuk mendapatkan yang lebih itu semakin meningkat
dibandingkan dengann usahanya. Faktor lainnya bisa disebabkan karena dari
sistem pendidikan yang selalu mengalami perubahan mengikuti kebutuhan zaman.
Contohnya pada perubahan kurikulum sistem pendidikan.alasan pemerintah
melakukan perubahan kurikulum adalah untuk mningkat kan mutu pendidikan di
Indonesia. Akan tetapi hal tersebut tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan,
dimana pada perubahan kurikulum itu sendiri berdasarkan atas keinginan
pemerintah bukan untuk kepentingan orang banyak. Yang kita lihat saat ini bahwa
kurikulum yang ada di Indonesia ini sangat membingungkan serta kurang efektif
untuk masyarakat. Orang-orang yang mengalami perubahan hanya orang-orang
diatasnya saja tidak untuk masyarakat awam. Akan tetapi perubahan kurikulum
tidak selamanya berdampak buruk akan tetapi juga memiliki dampak baiknya
yaitu semua pelajar bisa belajar mengikuti perkembangan zaman yang semakin
maju. Sedangkan dampak buruk dari perubahan kurikulum ini adalah menurunnya

10
prestasi siswa karena perubahan kurikulum yang begitu cepat sehingga para siswa
tidak dapat melakukan penyesuaian terhadap perubahan tersebut.

Gambaran umum pegolahan sistem pendidikan di Indonesia adalah bahwa


sistem pendidikan di Indonesia bersifat sentralistik dimana semua hal dalam
pendidikan diatur oleh pemerintah pusat yang kemudian diturunkan kebawahnya.
Karena hal demikian itu memberikan gambaran bahwa pendidikan adalah milik
pemerintah dan bukan milik masyarakat karena semua diatur berdasarkan
keinginan dan keputusan pemerintah. Orientasinya juga berada pada kepentingan
pemerintah, bukan untuk kepentingan peserta didi. Dengan strategi yang dibuat
oleh pemerintah dengan tujuan untuk menciptakan serta memberikan pemahaman
dan menjadikan negara ini sejajar dengan negara maju lainnya. Sebagai akibat
dari hal tersebut maka pendidikan yang ada lebih terkesan elite dan ekslusif. Yang
memprihatinkan saat ini adalah tinggi rendahnya pendidikan tidak menentukan
moral yang baik untuk anak bangsa. Jika dilihat banyak kejahatan malah
dilakukan oleh orang-orang yang terpelajar karena disekolah tidak memfokuskan
pada ajaran attitude serta moral berbangsa dan bernegara dengan baik. Padahal
harapan dari semua pihak adalah semakin tinggi pendidikan maka semakin
banyak dampak yang baik yang dapat diperbuat orang tersebut. Selain itu karena
jumlah mata pelajaran yang sangat banyak dan seluruh siswa dianjurkan untuk
paham terhadap seluruh mata pelajaran tersebut,menjadi tidak konsisten dan tidak
pernah sesuai dengan keinginan minat dan bakat seorang siswa. Maka dari itulah
yang menyebabkan negara ini sangat mengalami kemerosotan bidang pendidikan.\

Dalam permasalahan ini maka kelembagaan sangat diperlukan dalam proses


legalitas suatu sistem pendidikan yang ada. Sebagaimana tujuan dari
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal
3, adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwakepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab. Di samping itu, pelaksanaan pendidikan hendaknya
dilangsungkan secara demokratis dimana setiap warga negara memperoleh

11
kesempatan yang sama untuk belajar dan menyelenggarakan usaha-usaha
pendidikan (UU SISDIKNAS No. 20 Tahun 2003). Pada dasarnya pendidikan
adalah proses pemanusiaan. Dalam meningkatkan kualitas pendidikan pemerintah
harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana keadaan dilapangan sebelum
membuat kebijakan bagaimana pentingnya pendidikan dan dapat membuat
masyarakat paham akan pentingnya pendidikan dan kesadaran yang tinggi dalam
berpartisipasi untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Harus ada kesesuaian
antara kemampuan siswa dengan apa yang menjadi kebijakan pemerintah agar
menghasilkan lulusan yang dapat mamjukan bangsa ini.

3.2 Aktor-aktor dalam Sistem Pendidikan

Dalam permasalahan diatas diperlukannya kerjasama antara pemerintah


dengan masyarakat untuk mengatasi permasalahan pendidikan di Indonesia.
Pemerintah disini adalah sebagai pengendali serta pengelola UU SISDIKNAS
maka pemerintah harus mengikutsertakan masyarakat dan menganggap
masyarakat sebagi mitra pemerintah dalam meyelenggarakan pendidikan serta
membantu pemerintah untuk menjalankan pemerintahan. Namun pada
kenyataannya pemerintah lah yang memegang kendali semuanya dalam proses
pembuatan kebijakan. Pemerintah juga sebagai yang melakukan pengawasan atas
penyelenggaraan pendidikian baik yang diselenggarakan pemerintah ataupun
masyarakat dalam rangka untuk pembinaan dan perkembangan satuan pendidikan.
Sebenarnya hubungan pemerintah dengan masyarakat dalam sistem pendidikan ini
tidak dapat dipisahkan karena sama-sama saling membutuhkan karena pemerintah
membutuhkan masyarakat sebagai penggerak dari sistem pendidikan yang telah
dibuat oleh pemerintah.

3.3 Solusi

Solusi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki sistem pendidikan di


Indonesia ini adalah sebagai berikut:

12
1. Pemerintah harus membuat kebijakan sesuai dengan UU SISDIKNAS
sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya juga.

2. UU SISDIKNAS yang telah dibuat sudah sesuai dengan keinginan suatu


negara akan tetapi dalam penerapannya pemerintah harus memberikan mutu
pendidikan yang lebih baik mulai dari tenaga kerja serta metode pengajarannya.

3. Pemerintah harus melakukan peninjauan ulang terhadap kurikulum yang


berlaku sekarang jangan hanya karena kepentingan sesaat tapi juga harus
memntingkan kepentingan umum.

4. Mata pelajaran mengenai moral bangsa harus semakin diperbanyak dari


berbagai jenjang agar moral setiap anak bangsa tetap tertanam didiri individu
masing-masing.

5. Pemerintah harus meneliti ulang tentang mata pelajaran yang ada saat ini
agar dapat sesuai dengan kemampuan individu

6. Peran orang tua juga sangat penting dalam membentuk sikap serta mental
anak karena waktu yang paling banyak tentu berada dilingkungan masyarakat.

13
BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Beberapa faktor telah dijelaskan disetiap bab diatas Indonesia memiliki


kualitas yang sangat rendah dalam bidang pendidikan. Berbagai faktor mulai dari
global, nasional serta internal dari sistem pendidikan yaitu kurikulum pun telah
dibahas. Sebenarnya hal terbesar dalam rendahnya pendidikan tersebut adalah dari
sistem pendidikan itu sendiri dimana sistem pendidikan itu selalu mengalami
perubahan sesuai dengan kebutuhan zaman. Di Indonesia dengan sistem
pendidikan saat ini menjadikan siswa sebagai objek sehingga nantinya dari sistem
tersebut menghasilkan manusia yang hanya siap untuk memenuhi kebutuhan
zaman bukan bersikap kritis terhadap zamannya. Pemerintah sebagai pemegang

14
kekuasaan atau pembuat kebijakan harus mengikutsertakan masyarakat atau
memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat nya dan tidak mengambil
kebijakan atas dasar kepentingan dari pemerintah itu sendiri tapi harus
menyesuaikan dengan kondisi dilapangan agar bangsa ini dapat terlepas dari
kemerosotan pendidikan. Karena penyebab yang paling utama adalah masalah
tentang efesiensi, efektivitas, dan standarisasi pengajaran.

4.2 Saran

Sesuai dengan perkembangan zaman maka seharusnya sistem pendidikan


yang ada menjadi semakin lebih baik akan tetapi pada kenyataan nya tidak sejalan
dengan tujuan suatu bangsa. Pemerintah dengan masyarakat harus memiliki
hubungan serta peran yang sangat kuat untuk sistem pendidikan ini. Dengan
adanya regulasi tersebut maka kualitas pendidikan di Indonesia akan melahirkan
sistem pendidikan yang lebih baik dalam penigkatan mutunya dan mammpu
membawa bangsa ini untuk bersaing dalam era globalisasi saat ini.

DAFTAR PUSTAKA

Susilo, Muhammad Joko. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan


Manajemen Pelaksanaan dan Kesiapan Sekolah Menyongsongnya,
Yogyakarta: Pustaka Belajar.

15
Suryadi, Ace dan H.A.R Tilaar. 1993. Analisis Kebijakan Pendidikan suatu
Pengantar. Bandung. Remaja Rosdakarya.

Munirah. Sistem Pedidikan di Indonesia: Antara Keinginan dan Realita.


Auladuna. Vol.2 No. 2 Desember 2015: 233-245

Megawanti, Priarti. Meretas Permasalahan Pendidikan di Indonesia.

https://www.kompasiana.com/andreancan/54f76a90a33311b0368b47ea/sistem-pe
ndidikan

https://kelembagaan.ristekdikti.go.id/wp-content/uploads/2016/08/UU_no_20_th_
2003.pdf

https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-pendidikan.html

https://www.google.com/amp/s/siedoo.com/berita-4965-peringkat-pendidikan-ind
onesia-dan-budaya-buruknya/amp/

https://student.cnnindonesia.com/edukasi/20180103112420-445-266335/ada-apa-
dengan-pendidikan-di-indonesia

https://www.google.com/amp/s/diandametinambunan.wordpress.com/2016/12/31/
perubahan-kurikulum-dan-dampaknya-terhadap-mutu-pendidikan/amp/

https://www.kompasiana.com/didno76/54f766eaa3331164368b4764/solusi-perma
salahan-pendidikan-indonesia-

16