Você está na página 1de 10

ANGKA INDEKS

Angka indeks atau sering disebut indeks saja, pada dasrnya merupakan suatu angka
yang dibuat sedemikian sehingga dapat dipergunakan untuk melakukan perbandingan antara
kegiatan yang sama (produksi, ekspor, hasil penjualan, jumlah uang beredar, dsb) dalam dua
waktu yang berbeda.
Berdasarkan angka indeks dapat diketahui maju-mundurnya atau naik turunnya suatu
usaha atau kegiatan. Jadi, tujuan pembuatan angka indeks sebetulnya adalah mengukur secara
kuantitatif terjadinya perubahan dalam dua waktu yang berlainan, misalnya indeks harga
untuk mengukur perubahan harga (berapa kenaikannya atau penurunannya), indeks produksi
untuk mengetahui perubahan yang terjadi dalam kegiatan produksi, indeks biaya hidup untuk
mengukur tingkat inflasi, dan lain sebagainya.
Di dalam membuat angka indeks diperlukan dua macam waktu, yaitu waktu dasar
(​base period)​ dan waktu yang bersangkutan atau sedang berjalan (​current period​).
Waktu dasar adalah waktu dimana suatu kegiatan (kejadian) dipergunakan sebagai
dasar perbandingan, sedangkan waktu yang bersangkutan ialah waktu dimana suatu kegiatan
(kejadian) dipergunakan sebagai dasar perbandingan terhadap kegiatan (kejadian) pada waktu
dasar.
1. Indeks harga Relatif Sederhana

Indeks harga relatif sederhana adalah indeks yang terdiri dari satu macam barang saja,
baik untuk indeks produksi maupun indeks harga (misalnya indeks produksi beras, indeks
produksi karet, indeks produksi ikan, indeks harga beras, dsb).
Rumus indeks harga sederhana adalah:

pt
I t,0 = p0
×100%

dengan:

I t,0 : indeks harga pada waktu t dengan waktu dasar 0.

pt : harga pada waktu t

p0 : harga pada waktu 0


Rumus untuk menghitung indeks produksi sama seperti untuk menghitung indeks harga,
hanya huruf p-nya diganti dengan q.

qt
I t,0 = q0
×100%

dengan:

I t,0 : indeks produksi pada waktu t dengan waktu dasar 0.

qt : produksi pada waktu t

q0 : produksi pada waktu 0

Contoh 1

Diberikan data rata-rata perdagangan beberapa hasil pertanian di Jakarta dari tahun
1992-1995 sebagai berikut:

Jenis pertanian 1992 1993 1994 1995


Beras 66.368 67.337 81522 100.209
Jagung kuning 34.877 39.829 45.850 50.000
Kacang kedelai 110.505 116.458 121.542 115.052
Kacang hijau 111.528 111.063 127.108 128.750
Kacang tanah 161.243 198.271 209.542 200.000
Ketela pohon 15.433 13.853 20.538 26.944
Ketela rambat 22.033 22.273 29.831 36.698
Kentang 46.984 55.110 85.183 82.404
Hitunglah indeks harga beras pada tahun 1995 dengan waktu dasar tahun 1992.

Penyelesaian:
Untuk tahun 1995,

p1995 100.209
I 95,92 = p1992
×100% = 66.368
×100% = 150, 99%

Jadi, dibandingkan dengan harga beras tahun 1992, harga beras tahun 1995 naik sebesar
150, 99% − 100% = 50, 99% .
Contoh 2:

Diketahui data produksi Tanaman Bahan makanan menurut jenis, dari tahun 1993 – 1996,
sebagai berikut:

Jenis Barang 1993 1994 1995 1996


Padi sawah 45.559 43.959 46.806 48.188
Padi ladang 2.622 2.682 2.938 2.913
Jagung 6.460 6.869 8.246 9.307
Ubi kayu 17.285 15.729 15.441 17.002
Ubi Jalar 2.088 1.845 2.171 2.017
Kacang tanah 639 632 760 738
Kedelai 1.709 1.565 1.680 1.517
Hitunglah indeks produksi kacang tanah pada tahun 1996 dengan waktu dasar tahun 1993.

Penyelesaian:
Untuk tahun 1996,

q 1996 738
I 96,93 = q 1993
×100% = 639
×100% = 115, 49%

Jadi, produksi kacang tanah pada tahun 1996 jika dibandingkan dengan produksi tahun 1993
mengalami kenaikan sebesar (115, 49% − 100%) = 15, 49% .

2. Indeks Agregatif Tidak Tertimbang

Indeks Agregatif merupakan indeks yang terdiri dari beberapa barang (kelompok
barang), misalnya indeks harga 9 macam bahan pokok, indeks impor Indonesia, Indeks
ekspor Indonesia, dsb. Indeks agregatif memungkinkan kita untuk melihat persoalan secara
agregatif (secara makro), yaitu secara keseluruhan bukan melihat satu per satu.
Indeks agregatif tidak tertimbang digunakan untuk unit-unit yang mempunyai satuan
yang sama. Indeks ini diperoleh dengan jalan membagi hasil penjumlahan harga pada waktu
yang bersangkutan dengan hasil penjumlahan harga pada waktu dasar.

Indeks harga agregatif tidak tertimbang dirumuskan sebagai berikut:


∑ pt
I t,0 = ×100%
∑ p0

Untuk menghitung indeks produksi agregatif tidak tertimbang, kita tinggal mengganti huruf p
menjadi q (quantity = produksi).

Contoh:

Hitunglah indeks harga agregatif dari beberapa barang ekspor utama di pasar New York
untuk tahun 1995 dan 1997 dengan waktu dasar tahun 1994.

Harga Perdagangan Besar Bahan Ekspor Utama di Pasar New York, 1993-1997.

Jenis Barang
Tahun
Karet Kopi Lada Coklat
1993 99,29 45,38 1,69 1,29
1994 131,69 120,06 2,84 1,40
1995 181,50 120,38 3,26 1,33
1996 160,66 80,06 2,9 1,36
1997 143,20 65,83 5,35 1,53
Penyelesaian:
Indeks harga agregatif tahun 1995

∑ p1995
I 1995,1994 = ×100%
∑ p1994

181,50+120,38+3,26+1,33
= 131,69+120,06+2,84+1,40
×100% = 119, 72%

Indeks harga agregatif tahun 1997

∑ p1997
I 1997,1994 = ×100%
∑ p1994

143,20+65,83+5,35+1,53
= 131,69+120,06+2,84+1,40
×100% = 84, 34%
Jika dibandingkan dengan tahun 1994, harga perdagangan besar bahan ekspor utama untuk
tahun 1995 mengalami kenaikan sebesar 19,72%, sedangkan tahun 1997 mengalami
menurunan sebesar 15,66%.

3. Indeks Rata-rata Harga Relatif

Indeks rata-rata harga relatif dinyatakan oleh persamaan berikut:

I t,0 = 1
n [ ∑ ( pt
p0
×100% )]
dengan:

I t,0 : indeks harga relatif pada waktu t dengan waktu dasar 0.

pt : harga pada waktu t

p0 : harga pada waktu 0

n : banyaknya barang

Contoh:

Dengan menggunakan data harga perdagangan besar bahan ekspor utama, buatlah indeks
rata-rata harga relatif untuk tahun 1996 dengan waktu dasar 1994.

Harga Perdagangan Besar Bahan Ekspor Utama di Pasar New York, 1993-1997.

Jenis Barang
Tahun
Karet Kopi Lada Coklat
1993 99,29 45,38 1,69 1,29
1994 131,69 120,06 2,84 1,40
1995 181,50 120,38 3,26 1,33
1996 160,66 80,06 2,9 1,36
1997 143,20 65,83 5,35 1,53
Penyelesaian:

Indeks harga untuk karet:

p1996 160,66
I 96,94 = p1994
×100% = 131,69
×100% = 121, 99%

Indeks harga untuk kopi:

p1996 80,06
I 96,94 = p1994
×100% = 120,06
×100% = 66, 68%

Indeks harga untuk lada:

p1996 2,9
I 96,94 = p1994
×100% = 2,84
×100% = 102, 11%

Indeks harga untuk coklat:

p1996 1,36
I 96,94 = p1994
×100% = 1,40
×100% = 97, 14%

Jadi, indeks rata-rata harga relatif untuk bahan ekspor utama adalah:

1
I 1996,1994 = 4 [121, 99% + 66, 68% + 102, 11% + 97, 14%] = 96, 98%

4. Indeks Harga Tertimbang

Indeks ini berbeda dengan Indeks Harga Tak Tertimbang. Indeks Tertimbang
(weighted index) memberikan bobot yang berbeda terhadap setiap komponen. Karena pada
dasarnya setiap barang dan jasa mempunyai tingkat utilitas (manfaat dan kepentingan) yang
berbeda. Timbangan yang digunakan untuk menyusun Indeks Harga Agregat adalah ​jumlah
/kuantitas produksi atau penjualan.

Ada dua rumus yang terkenal untuk menghitung Indeks Harga metode ini, yaitu :

❖ RUMUS LASPEYRES
∑ P n Q0
IH L = x100% ,
∑ P 0 Q0

dengan Q​0​ adalah kuantitas/ jumlah barang pada periode /tahun dasar.

❖ RUMUS PAASCHE
∑ P n Qn
IH P = x100% ,
∑ P 0 Qn

dengan Q​n​ adalah kuantitas / jumlah barang pada periode/tahun n

Contoh:

Hitunglah Indeks Laspeyres dan Paasche dari kelompok pangan berikut dengan tahun 2008
sebagai tahun dasar !.

Nama Barang Tahun 2008 Tahun 2013


Harga Kuantitas Harga Kuantitas
Beras 1.112 48,2 2.777 46,6
Jagung 662 7,9 1.650 6,8
Kedelai 1.257 1,9 1.840 1,6
Kacang Hijau 1.928 0,5 3.990 0,3
Kacang Tanah 2.233 0,8 3.100 0,6
Ketela Pohon 243 16,5 650 15,7
Ketela Rambat 351 2,2 980 1,8
Kentang 1.219 0,5 2.450 0,5

Penyelesaian :

Jenis Barang P​0 P​n Q​o Q​n P​0*​Q​0 P​n*​Q​0 P​0*​Q​n P​n*​Q​n
Beras 1.112 2.777 48,2 46,6 53.598 133.851 51.819 129.408
Jagung 662 1.650 7,9 6,8 5.230 13.035 4.502 11.220
Kedelai 1.257 1.840 1,9 1,6 2.388 3.496 2.011 2.944
Kacang Hijau 1.928 3.990 0,5 0,3 964 1.995 578 1.197
Kacang Tanah 2.233 3.100 0,8 0,6 1.786 2.480 1.340 1.860
Ketela Pohon 243 650 16,5 15,7 4.010 10.725 3.815 10.205
Ketela 351 980 2,2 1,8 772 2.156 632 1.764
Rambat
Kentang 1.219 2.450 0,5 0,5 610 1.225 610 1.225
69.358 168.963 65.307 159.823

∑ P n Q0
IH L = x100%
∑ P 0 Q0

168.963
= 69.358
x100 %

= 244%

artinya harga bahan pangan dari tahun 2008 –2013 meningkat 144 % (244 – 100)

∑ P n Qn
IH P = x100%
∑ P 0 Qn

159.823
= 65.307

= 245%

artinya harga pangan selama tahun 2008 -2013 meningkat 145 % (245 -100)
Latihan soal :

1. Berikut perkembangan harga dan kuantitas ekspor komoditas pertanian Indonesia


tahun 2008 dan 2013.
Harga dalam US $ / kg dan kuantitas dalam ribuan ton.

Tahun 2008 Tahun 2013


Barang
arga uantitas arga uantitas

2,05 42 ,17 36
1,97 329 ,61 267
g 7,98 97 ,26 98
2,25 124 ,17 36

Hitunglah :
a. Indeks laspeyres
b. Indeks Paasche
2. Berikut ini adalah tabel harga dan jumlah produksi disebuah pabrik tahu TOFU pada
tahun 2011, 2012 dan 2013. Tentukan angka indeks Laspeyres dan Paasche untuk
tahun 2012 dan 2013 dengan tahun dasar 2011 !

Harga/set Jumlah produksi


umlah produk
011 012 013 011 012 013

putih 425 430 580 200 220 235

Sumedang 400 425 750 120 135 200

Cina 500 550 900 100 125 200