Você está na página 1de 2

Penetapan Kadar Cefadroxil

1. Sistem KCKT

Teknik pemisahan KCKT yang dipasangkan dengan detektor yang

sesuai seperti spektrometri ultaviolet-sinar tampak (UV-Visible) dapat

memberikan informasi mengenai perubahan kadar obat dan senyawa urai

yang terbentuk (Yoshioka & J. Stella Valentino, 2002)

Penetapan kadar cefadroxil dilakukan dengan metode KCKT

menggunakan instrumen KCKT dilengkapi dengan detektor 230 nm dan

kolom 4 mm x 25 cm berisi bahan pengisi L1. Laju alir lebih kurang 1,5 ml

permenit. Faktor kapasitas, k’ antara 2.0 dan 3,5; efisiensi kolom yang

dientukan dari puncak analit tidakkurang dari 1800 lempeng teoritis; faktor

ikatan puncak analit tidak kurang dari 2,2 dan simpangan baku relatif pada

penyuntikan ulang tidak lebih dari 2,0% (Depkes RI, 1995)

2. Pembuatan dapar ph 5,0

Larutkan 13,6 g kalium fosfat monobasa P dalam air hingga 2000 ml. atur

ph hingga 5,0 dengan kalium hidroksida 10 N dan campur (Depkes RI,

1995)

3. Pembuatan Fase gerak

Buat campuran dapar ph 5,0 dan asetonitril P (960:40) kemudian

saring melalui penyaring dengan porositas 0,5 μm atau lebih halus. (Depkes

RI, 1995)

4. Pembuatan larutan baku cefadroxil

Timbang seksama sejumlah cefadroxil larutkan dalam dapar ph 5,0

hingga kadar lebih kurang 1,06 mg per ml.Larutan ini mengandung setara

dengan cfadroxil lebih kurang 1000 μg per ml.(Depkes RI, 1995)


5. Prosedur penetapan kadar cefadroxil (Depkes RI, 1995)

Suntikkan secara terpisah sejumlah volume sama (lebih kurang 10 μl)

larutan baku dan larutan uji (sampel) ke dalam kromatograf, rekam

kromatogram dan ukur respon puncak utama. Hitung dalam μg cefadroxil

C16H17N3O5S dalam tiap mg; zat uji yang digunakan dengan rumus:

𝐿 𝐶𝑃 𝑟𝑢
(𝐷) ( 1000) ( 𝑟𝑠 )