Você está na página 1de 8

PENGARUH PRODUKSI KAKAO DOMESTIK, HARGA KAKAO

INTERNASIONAL, DAN NILAI TUKAR TERHADAP EKSPOR KAKAO


INDONESIA KE AMERIKA SERIKAT
(Studi pada Ekspor Kakao Periode Tahun 2010-2013)

Ratna Puspita
Kadarisman Hidayat
Edy Yulianto
Fakultas Ilmu Administrasi
Universitas Brawijaya Malang
ratnapuspita155@gmail.com

Abstract

This research aims to know development of Indonesian cocoa’s industry in 2010 until 2013. Independent
variables in this research are Domestic Production of Cocoa, International Cocoa Prices, Exchange Rate
andIndonesianCocoaExports to the United States as dependet variable. Data source were obtained from the
official website of Badan Pusat Statistik Indonesia, Kementerian Perdagangan Indonesia, and Bank of
Indonesia. The coefficient of determination value is 0,381 which means that the Domestic Production of
Cocoa, International Cocoa Prices, and the Exhange Rate affects 38,1% of the IndonesianCocoa Exportsto
the United States. According to the result of simultaneous test (F test), indicating that Domestic Production
of Cocoa, International Cocoa Prices, and Exhange Rate has significant effect on Indonesian Cocoa Exports
to the United States simultaneously. While the partial test results (t test), indicates that Domestic Production
of Cocoa and International Cocoa Prices significantly influence onIndonesian Cocoa Exports to the United
States. The other result, the Exchange Rate indicates an insignificant influence on IndonesianCocoa Exports
to the United States. Based on results, Domestic Production of Cocoa’s variable has the most dominant
significant effect on IndonesianCocoaExports to the United States compare to other independent variables.

Key Words: Domestic Production of Cocoa, International Cocoa Price, Exchange Rate, and Export of
Cocoa

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan industri kakao Indonesia pada tahun 2010 sampai
dengan tahun 2013. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Produksi Kakao Domestik, Harga Kakao
Internasional, dan Nilai Tukar dengan variabel terikat yaitu Ekspor Kakao Indonesia ke Amerika Serikat. Data
yang digunakan diperoleh dari website resmi Badan Pusat Statistik Indonesia, Kementerian Perdagangan
Indonesia, dan Bank Indonesia. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,381 yang berarti bahwa variabel bebas
Produksi Kakao Domestik, Harga Kakao Internasional, Nilai Tukar mempengaruhi 38,1% variabel terikat
Ekspor Kakao Indonesia ke Amerika Serikat. Hasil uji simultan (uji F), menunjukkan bahwa Produksi Kakao
Domestik, Harga Kakao Internasional, Nilai Tukar secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Ekspor
Kakao Indonesia ke Amerika Serikat. Sedangkan hasil uji parsial (uji t), menunjukkan bahwa variabel
Produksi Kakao Domestik dan Harga Kakao Internasional berpengaruh signifikan terhadap Ekspor Kakao
Indonesia ke Amerika Serikat. Sebaliknya, variabel Nilai Tukar menunjukkan tidak berpengaruh signifikan
terhadap Ekspor Kakao Indonesia ke Amerika Serikat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, variabel Produksi
Kakao Domestik mempunyai pengaruh yang dominan dalam mempengaruhi Ekspor Kakao Indonesia ke
Amerika Serikat.

Kata Kunci: Produksi Kakao Domestik, Harga Kakao Internasional, Nilai Tukar, dan Ekspor Kakao

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 27 No. 1 Oktober 2015| 1


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
PENDAHULUAN
Perdagangan internasional sangat erat baku kakao sangat dibutuhkan Amerika Serikat
kaitannya dengan globalisasi. Globalisasi sendiri untuk memenuhi kebutuhan manufakturnya.
diartikan sebagai proses dimana berkurangnya Amerika Serikat juga menjadi objek utama
batas-batas antar negara yang menjadi semakin dalam penelitian ini dikarenakan prospek industri
sempit karena kemudahan interaksi antar negara pengolahan kakao Amerika Serikat yang jauh lebih
tersebut dalam berbagai bidang, termasuk besar jika dibandingkan dengan negara-negara lain
perdagangan internasional. Tujuan dari adanya karena Amerika Serikat merupakan negara maju
perdagangan internasional sendiri adalah untuk yang kontribusinya pada perdagangan internasional
meningkatkan perkembangan ekonomi suatu jauh lebih tinggi.Patokan mata uang Amerika
negara, salah satunya dengan melakukan kegiatan Serikat juga lebih stabil untuk melakukan ekspor di
ekspor. Kegiatan ekspor maupun impor timbul pasar internasional karena satuan harga
karena kesadaran bahwa tidak ada suatu negara internasional yang digunakan untuk ekspor kakao
yang benar-benar mandiri karena satu sama lain sendiri menggunakan satuan dollar Amerika
saling membutuhkan. Indonesia adalah salah satu Serikat. Oleh karena itu, produksi, harga
negara yang cukup aktif dalam perdagangan internasional, dan nilai tukar sangat mempengaruhi
internasional dengan mengandalkan ekspor hasil penawaran ekspor suatu negara, begitu pula yang
komoditi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. terjadi pada ekspor kakao Indonesia ke Amerika
Sektor perkebunan Indonesia merupakan salah Serikat.
satu yang berperan penting bagi perekonomian
nasional karena mengandalkan beberapa hasil KAJIAN PUSTAKA
komoditas unggulan yang dipasarkan A. Bisnis Internasional dan Bisnis Domestik
diperdagangan internasional. Salah satu komoditas Perdagangan internasional adalah salah satu
utama yang menjadi unggulan dari sektor kegiatan bisnis internasional yang berkaitan
perkebunan adalah kakao. Biji kakao juga turut antara suatu perusahaan dengan pemerintahan
berperan dalam mendorong pengembangan wilayah suatu negara. Kegiatan bisnis internasional
dan pengembangan agroindustri. dibandingkan dengan bisnis domestik memiliki
Dewan Kakao Indonesia (Dekaindo) juga resiko yang lebih tinggi. Kegiatan bisnis
menyatakan bahwa Indonesia berada diperingkat domestik dilakukan suatu perusahaan hanya
ketiga dunia sebagai produsen kakao terbesar di hanya perlu memperhatikan lingkungan domestik
dunia setelah Pantai Gading dan Ghana pada tahun di dalam batas-batas suatu negara saja.
2013 serta mendapat pengakuan dan sudah resmi Sedangkan perusahaan yang kegiatan bisnisnya
bergabung dengan organisasi kakao internasional bergerak di lingkungan bisnis internasional harus
atau ICCO (International Cocoa Council memperhatikan lingkungan domestik, asing, dan
Oganization). internasional karena kegiatan bisnis internasional
Berdasarkan data hasil produksi kakao di dilakukan melewati batas-batas antar negara.
Indonesia, tingkat permintaan kakao dalam negeri
masih terbilang sedikit dibandingkan dengan total B. Teori Penawaran
produksi kakao. Permintaan kakao dapat dilihat Teori penawaran merupakan suatu teori yang
berdasarkan tingkat konsumsi dan kebutuhan menjelaskan mengenai jumlahbarang yang
masyarakat di suatu negara.Total produksi kakao mampu diproduksi dan ditawarkan oleh produsen
Indonesia yang tinggi jika dibandingkan dengan kepada konsumen di pasar dengan kemungkinan
tingkat permintaan kakao dalam negeri yang harga yang berlaku pada satu periode tertentu.
rendah, maka sebagian besar hasil produksi kakao Faktor yang mempengaruhi penawaran antara
ditujukan untuk ekspor. lain harga barang itu sendiri, biaya produksi,
Salah satu negara tujuan ekspor kakao pajak, dan perkiraan harga di masa depan.
Indonesia adalah Amerika Serikat. Amerika Serikat
C. Teori Produksi
merupakan negara dengan permintaan kakao yang
Produksi merupakan kegiatan yang
cukup tinggi dilihat dari tingkat konsumsi negara
dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan
tersebut.Tingkat permintaan kakao yang tinggi juga
optimalisasi dari faktor produksi seperti tenaga
dikarenakan Amerika Serikat merupakan salah satu
kerja, modal, dan keahlian oleh suatu perusahaan
negara yang memiliki industri pengolahan kakao
sehingga menghasilkan suatu produk berupa
terbesar di dunia yaitu Mars Inc. dan Mondelēz
barang maupun jasa. Kegiatan produksi yaitu
International Inc. sehingga permintaan akan bahan

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 27 No. 1 Oktober 2015| 2


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
kegiatan yang melakukan proses, pengolahan, 2. Hubungan Harga Kakao Internasional
dan mengubah faktor-faktor produksi menjadi terhadap Ekspor Kakao Indonesia ke
sesuatu yang memiliki tingkat efisiensi yang Amerika Serikat
lebih tinggi. Kegiatan produksi tidak bisa Keterkaitan antara harga kakao internasional
dilakukan jika tidak ada bahan-bahan yang dengan ekspor kakao Indonesia ke Amerika Serikat
memungkinkan dilakukannya proses produksi. adalah apabila semakin tinggi harga kakao
Bahan yang dibutuhkan untuk melakukan proses internasional maka sebanding lurus dengan ekspor
produksi antara lain sumber daya manusia, kakao Indonesia ke Amerika Serikat. Ketika harga
sumber daya alam, modal, serta keahlian. kakao internasional mengalami kenaikan maka
eksportir kakao dari Indonesia akan melakukan
D. Teori Harga produksi secara masal untuk diekspor ke Amerika
Harga merupakan hal yang terpenting dalam Serikat.
kegiatan bisnis, karena suatu barang yang dijual 3. Hubungan Nilai Tukar terhadap Ekspor
harus ditentukan harganya terlebih dahulu Kakao Indonesia ke Amerika Serikat
sehingga seluruh pihak bisa memperoleh Keterkaitan antara nilai tukar rupiah terhadap
keuntungan dan mendapatkan hasil yang US dollar dengan ekspor kakao Indonesia ke
memuaskan dengan penetapan harga yang Amerika Serikat adalah ketika kurs rupiah
disetujui. Harga adalah suatu nilai tukar dari mengalami apresiasi terhadap US dollar maka
barang atau jasa berupa sejumlah uang atas suatu ekspor kakao Indonesia ke Amerika Serikat
barang atau jasa yang harus dibayarkan oleh cenderung mengalami penurunan. Sebaliknya,
konsumen untuk mendapatkan atau memiliki ketika kurs rupiah depresiasi terhadap US dollar
suatu barang maupun jasa. maka ekspor kakao Indonesia ke Amerika Serikat
cenderung mengalami kenaikan.
E. Teori Nilai Tukar
Nilai tukar atau kursmerupakan harga mata G. Hipotesis
uang suatu negara yang dinyatakan dalam mata 1. Terdapat pengaruh signifikan secara simultan
uang lain yang dapat dibeli dan dijual. Kegiatan dari variabel Produksi Kakao Domestik, Harga
perdagangan internasional antara suatunegara Kakao Internasional dan Nilai Tukar terhadap
dengan negara lain sangat dipengaruhi oleh nilai Ekspor Kakao Indonesia ke Amerika Serikat.
tukar atau kurs valuta asing.Kurs valuta asing 2. Terdapat pengaruh signifikan secara parsial
memiliki peranan yang cukup penting dalam dari variabel Produksi Kakao Domestik
menentukan harga relatif dari barang maupun terhadap Ekspor Kakao Indonesia ke Amerika
jasa di negara lain lebih murah atau lebih mahal Serikat.
dibandingkan dengan barang maupun jasa yang 3. Terdapat pengaruh signifikan secara parsial
diproduksi didalam negeri. dari variabel Harga Kakao Internasional
terhadap Ekspor Kakao Indonesia ke Amerika
F. Ekspor Kakao Indonesia ke Amerika
Serikat.
Serikat
4. Terdapat pengaruh signifikan secara parsial
1. Hubungan Produksi Kakao Domestik
dari variabel Nilai Tukar terhadap Ekspor
terhadap Ekspor Kakao Indonesia ke
Kakao Indonesia ke Amerika Serikat.
Amerika Serikat
Keterkaitan antara produksi kakao domestik
dengan ekspor kakao Indonesia ke Amerika Serikat Produksi Kakao
Domestik
yaitu ketika produksi kakao domestik mengalami (X1)
kenaikan maka ekspor kakao Indonesia ke Amerika
Serikat juga akan mengalami kenaikan. Sebaliknya, Ekspor Kakao
Harga Kakao Indonesia ke
ketika produksi kakao domestik mengalami Internasional Amerika Serikat
penurunan maka ekspor kakao Indonesia ke (X2) (Y)
Amerika Serikat juga mengalami penurunan.
Semakin besar produksi kakao domestik yang Nilai Tukar
dihasilkan maka semakin besar pula ekspor yang (X3)
akan dilakukan.
Gambar 1. Model Hubungan antar Variabel

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 27 No. 1 Oktober 2015| 3


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
METODE PENELITIAN E. Analisis Data
A. JenisPenelitian Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif
Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah untuk menganalisis data. Analisis deskriptif adalah
explanatory research dengan pendekatan kuantitatif statistik yang digunakan untuk menganalisa data
yang merupakan jenis penelitian yang berfokus dengan cara mendiskripsikan atau menggambarkan
pada hubungan antara variabel-variabel penelitian data yang telah terkumpul sebagaimana adanya
dengan pengujian hipotesa. tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang
berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono,
B. LokasiPenelitian 2008:206).
Penelitian ini dilakukan di Indonesia melalui Analisis inferensial digunakan untuk
website resmi untuk memperoleh sumber data menjelaskan pengaruh antara variabel yang satu
akurat yang dapat digunakan peneliti dalam dengan variabel yang lainnya. Statistik inferensial
menunjang penelitian ini, website tersebut antara menggunakan analisis regresi linier berganda
lain: Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian dengan metode kuadrat terkecil atau Ordinary Least
Perindustrian dan Perdagangan Indonesia, Bank Square (OLS). Analisis regresi linier berganda
Indonesia dan The International Cocoa digunakan apabila variabel bebas berjumlah dua
Organization (ICCO). atau lebih. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh produksi kakao domestik, harga kakao
C. VariabeldanDefinisiOperasional
internasional, dan nilai tukar pada ekspor kakao
1. Produksi Kakao Domestik (X1) adalah jumlah
Indonesia ke Amerika Serikat. Menurut Sugiyono
total hasil produksi kakao Indonesia yang
(2008:277), rumus untuk regresi linier berganda
diperoleh dari Badan Pusat Statistik dalam
adalah:
satuan ton yang dirubah dalam satuan kilogram.
Y = β0 + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + e
2. Harga Kakao Internasional (X2) adalah harga
yang telah ditetapkan sebagai harga komoditi
kakao yang berlaku untuk perdagangan HASIL DAN PEMBAHASAN
internasional yang diperoleh dari Kementrian A. Analisis Statistik Deskriptif
Perindustrian dan Perdagangan Indonesia. 1. Perkembangan Produksi Kakao Domestik
Total produksi kakao domestik pada tahun 2010
3. Nilai Tukar (X3) adalah tingkat harga yang
hingga tahun 2013 cenderung mengalami fluktuatif.
disepakati oleh dua negara untuk melakukan
Variabel produksi kakao domestik mengalami titik
perdagangan internasional. Satuan mata uang
tertinggi yaitu 7.236.968 kg pada bulan Agustus
yang digunakan adalahnilai tukar Rupiah
2013, dan titik terendah yaitu 2.625.829 kg pada
terhadap US Dollar yang diperoleh dari Bank
bulan Desember 2012. Nilai rata-rata tertinggi
Indonesia.
produksi kakao domestik mulai bulan Januari 2010
4. Ekspor kakao Indonesia ke Amerika Serikat
hingga bulan Desember 2013 adalah 5.628.333 kg.
(Y) adalah jumlah total ekspor kakao dari
Rata-rata produksi kakao domestik pada tahun
Indonesia ke Amerika Serikat berdasarkan data
2010 adalah 4.983.333 kg, kemudian pada tahun
bulanan dalam satuan ton yang dirubah menjadi
2011 rata-rata produksi kakao domestik mengalami
kilogram pada periode tahun 2010-2013 yang
peningkatan menjadi 5.628.333 kg. Pada tahun
diperoleh dari Kementrian Perindustrian dan
2012, rata-rata produksi kakao domestik mengalami
Perdagangan Indonesia.
penurunan dari tahun sebelumnya menjadi
4.438.833 kg, dan kembali mengalami peningkatan
D. Metode Pengumpulan Data
pada tahun 2013 dengan rata-rata produksi kakao
Data yang digunakan dalam penelitian ini
domestik sebesar 4.543.250 kg. Lonjakan kenaikan
adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan
produksi kakao domestik pada tahun 2011 ini dipicu
Pusat Statistik (BPS), Kementrian Perindustrian dan
oleh cuaca yang mendukung untuk pembungaan dan
Perdagangan Indonesia, Bank Indonesia, Dewan
pembentukan buah kakao. Pengaruh cuaca
Kakao Indonesia (DEKAINDO), The International
merupakan faktor yang paling dominan dalam
Cocoa Organization (ICCO), website-website lain
mempengaruhi tingkat produksi kakao di Indonesia.
yang relevan, serta beberapa penelitian terdahulu
2. Pekembangan Harga Kakao Internasional
dan hal-hal lain yang mendukung penelitian ini.
Harga kakao internasional merupakan indikator
harga kakao yang ditetapkan oleh International
Cocoa Council Organization sebagai acuan untuk
harga kakao bagi produsen dan konsumen kakao di

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 27 No. 1 Oktober 2015| 4


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
pasar internasional. Harga kakao internasional 1.199.236 kg. Berikut adalah grafik mengenai
dinyatakan dalam US cents/pound. Satuan US ekspor kakao dari Indonesia ke Amerika Serikat
cents/pound merupakan satuan yang secara resmi pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2013.
digunakan sebagai acuan indikator harga kakao Rata-rata volume ekspor kakao dari Indonesia
yang dipakai oleh seluruh negara. Tetapi dalam ke Amerika Serikat pada tahun 2010 yaitu sebesar
penelitian ini dirubah dalam keadaan satuan 36.035.571 kg. Pada tahun berikutnya mengalami
US$/Kg agar memudahkan dalam perhitungan. penurunan yaitu pada tahun 2011 dengan rata-rata
Harga kakao internasional cenderung 17.505.583 kg, kemudian rata-rata pada tahun 2012
mengalami fluktuatif. Variabel harga kakao menjadi 17.239.199 kg, dan pada tahun 2013
internaional mengalami titik tertinggi pada bulan kembali mengalami penurunan rata-rata menjadi
Januari 2010 yaitu sebesar 352,3 US dollar/kg dan sebesar 15.701.683 kg.
berada pada titik terendah pada bulan Maret 2103
yaitu sebesar 215,3 US dollar/kg. Rata-rata harga B. Uji Asumsi Klasik
per bulan juga mengalami fluktuatif dari tahun ke 1. Uji Normalitas
tahun, yaitu dari tahun 2010 sebesar 313,83 US Dasar pengambilan keputusan uji normalitas
dollar/kg per bulan dan turun dengan rata-rata yaitu berdasarkan garis diagonal. Apabila data
298,46 US dollar/kg per bulan pada tahun 2011 lalu menyebar di sekitar garis diagonal maka hasil model
menurun lagi pada tahun 2012 dengan harga rata- regresi memenuhi asumsi normalitas dan apabila
rata 239,18 US dollar/kg per bulan, namun kembali data menyebar jauh dan tidak mengikuti garis
meningkat pada tahun 2013 dengan harga rata-rata diagonal, maka model regresi tersebut tidak
243,07 US dollar/kg per bulan. memenuhi asumsi normalitas. Berdasarkan hasil uji
3. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah normalitas, data yang berupa titik menyebar di
Terhadap US Dollar sekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti
Rata-rata nilai tukar rupiah terhadap US dollar arah garis diagonal. Hal ini berarti bahwa nilai
dari tahun 2010 hingga tahun 2013 cenderung residual tersebar normal dan memenuhi asumsi
mengalami fluktuasi. Dilihat dari rata-rata per regresi. Dengan ini disimpulkan bahwa model
tahun, nilai tukar rupiah terhadap US Dollar pada regresi memenuhi asumsi normalitas.
tahun 2010 sebesar Rp 9095,19/US$ dan pada tahun 2. Uji Autokorelasi
2011 mengalami penurunan sebesar Rp Untuk mengetahui ada tidaknya gejala
8755,22/US$ dan kembali meningkat pada tahun autokorelasi maka perlu dilakukan pengujian
2012 dengan rata-rata sebesar Rp 9384,24/US$, Durbin Watson, yaitu dengan cara membandingkan
kemudian meningkat lagi pada tahun 2013 dengan nilai statistik DW (d) dengan nilai batas (du) dan
rata-rata sebesar Rp 10459,09/US$. Nilai tukar nilai batas bawah (dL) dari tabel pada jumlah
rupiah mencapai nilai titik terendah pada bulan Juni observasi n, jumlah variabel bebas k, dan tingkat
2011 sebesar Rp 8532/US$ dan titik tertinggi pada signifikansi α.
bulan Desember 2013 sebesar Rp 12087,1/US$. Berdasarkan hasil uji autokorelasi
Pada periode awal tahun 2010 nilai tukar rupiah menunjukkan bahwa Durbin-Watson untuk n=48
terhadap US Dollar mencapai nilai Rp 9275,45/US$ dan k=3 dengan taraf signifikan =5% diketahui nilai
namun terus mengalami apresiasi hingga akhir du sebesar 1.671 dan 4-du sebesar 2.329.
tahun bahkan berkelanjutan hingga di awal tahun Berdasarkan hasil perhitungan, nilai Durbin-Watson
2010. Penguatan nilai tukar pada tahun 2011 yang diperoleh sebesar 1.851 maka dapat disimpulkan
mencapai nilai rata-rata sebesar Rp 8755,22/US$ bahwa dalam pendugaan model regresi tidak terjadi
per tahun. Pada tahun 2012-2013 nilai tukar autokorelasi.
mengalami apresiasi dengan rata-rata Rp 3. Uji Multikolinieritas
9384,24/US$ pada tahun 2012 dan Rp Metode yang digunakan mendeteksi adanya
10459,09/US$ pada tahun 2013. multikolinearitas dalam penelitian ini adalah dengan
4. Perkembangan Ekspor Kakao Indonesia ke melakukan uji korelasi antar variabel bebas
Amerika Serikat menggunakan Variance Inflation Factor (VIF) dan
Ekspor kakao dari Indonesia ke Amerika Tolerance Value. Pengujiannya adalah dengan
Serikat selama empat tahun cenderung mengalami membandingkan nilai tolerance yang didapat dari
penurunan. Titik tertinggi ekspor kakao dari perhitungan regresi berganda, apabila nilai
Indonesia ke Amerika Serikat terjadi pada bulan Juli tolerance <0,1 atau nilai VIF >10 maka terjadi
2010 yaitu sebesar 79.618.387 kg, dan berada pada multikolinearitas.
titik terendah pada bulan April 2011 yaitu sebesar

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 27 No. 1 Oktober 2015| 5


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Hasil pengujian tolerance menunjukkan bahwa dan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar dianggap
nilai tolerance untuk produksi kakao domestik konstan.
adalah 0,897, nilai tolerance untuk harga kakao 3. Nilai Tukar Rupiah terhadap US Dollar
internasional adalah 0,843, dan nilai tolerance untuk (Koefisien X3)
nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar adalah 0,872. Koefisien variabel nilai tukar Rupiah terhadap
Keseluruhan nilai tolerance dari ketiga variabel US Dollar pada persamaan adalah 0,041. Koefisien
tersebut menunjukkan lebih dari 0,1. Sehingga ini menunjukkan bahwa nilai tukar Rupiah terhadap
dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi US Dollar mempunyai hubungan positif yang tidak
multikolinearitas antar variabel bebas dalam signifikan terhadap ekspor kakao dari Indonesia ke
pendugaan model regresi. Dengan demikian uji Amerika Serikat. Hal ini berarti, apabila nilai tukar
asumsi tidak adanya multikolinearitas dapat Rupiah terhadap US Dollar mengalami peningkatan
terpenuhi. 1 satuan, maka ekspor kakao dari Indonesia ke
4. Uji Heterokedastisitas Amerika Serikat akan meningkat sebesar 0,041
Prosedur uji heterokedastisitas dilakukan dengan asumsi variabel produksi kakao domestik
dengan uji grafik plot atau scatter plot. Asumsi dan harga kakao internasional dianggap konstan.
model regresi terpenuhi apabila hasil pengujian
menunjukkan tidak terjadi heterokedastisitas. D. Pengujian Hipotesis
Apabila data menyebar dan tidak membentuk pola 1. Koefisien Determinasi (R2)
tertentu maka tidak terjadi heterokedastisitas. Koefisien Determinasi (R2)dalam regresi linear
Hasil dari pengujian yang diperoleh diagram berganda digunakan untuk mengetahui besar
tampilan scatterplot menyebar dan tidak kontribusi variabel-variabel bebas yang meliputi
membentuk pola tertentu, maka tidak terjadi produksi kakao domestik (X1), harga kakao
heteroskedastisitas, sehingga dapat disimpulkan internasional (X2), dan nilai tukar Rupiah terhadap
bahwa sisaan mempunyai ragam homogen US Dollar (X3) terhadap variabel terikat yaitu
(konstan) atau dengan kata lain tidak terdapat gejala ekspor kakao dari Indonesia ke Amerika Serikat
heterokedastisitas. (Y).
Hasil (koefisien determinasi) sebesar 0,381.
C. Analisis Regresi Linier Berganda Hal ini berarti bahwa 38,1% variabel ekspor kakao
1. Produksi Domestik Minyak Kelapa Sawit dari Indonesia ke Amerika Serikat akan dipengaruhi
Indonesia (Koefisien X1) oleh variabel bebasnya yaitu produksi kakao
Koefisien variabel produksi kakao domestik domestik (X1), harga kakao internasional (X2), dan
pada persamaan adalah 0,394. Koefisien ini nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar (X3).
menunjukkan bahwa produksi kakao domestik Sedangkan sisanya 48,5% variabel ekspor kakao
mempunyai hubungan positif yang signifikan dari Indonesia ke Amerika Serikat dipengaruhi oleh
terhadap ekspor kakao dari Indonesia ke Amerika variabel-variabel yang lain yang tidak dibahas
Serikat. Hal ini berarti, apabila produksi kakao dalam penelitian.
domestik mengalami peningkatan 1 satuan, maka 2. Uji Simultan (Uji F)
ekspor kakao dari Indonesia ke Amerika Serikat Uji Simultan atau Uji F digunakan untuk
akan meningkat sebesar 0,394 satuan dengan asumsi mengetahui apakah variabel bebas yang meliputi
variabel harga kakao internasional dan nilai tukar produksi kakao domestik (X1), harga kakao
Rupiah terhadap US Dollar dianggap konstan. internasional (X2), dan nilai tukar Rupiah terhadap
2. Harga internasional minyak kelapa sawit US Dollar (X3) berpengaruh secara bersama-sama
(Koefisien X2) terhadap variabel terikat yaitu ekspor kakao dari
Koefisien variabel harga kakao internasional Indonesia ke Amerika Serikat (Y). Hasil uji F
pada persamaan adalah 0,391. Koefisien ini menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 9,014.
menunjukkan bahwa harga kakao internasional Sedangkan F tabel (α = 0.05 ; db regresi = 3 : db
secara parsial mempunyai hubungan positif yang residual = 44) adalah sebesar 2,816. Karena F hitung
signifikan terhadap ekspor kakao dari Indonesia ke > F tabel yaitu 9,014 > 2,816 atau nilai sig F (0,000)
Amerika Serikat. Hal ini berarti, apabila harga < α = 0.05 maka model analisis regresi adalah
kakao internasional mengalami peningkatan 1 signifikan. Hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima
satuan, maka ekspor kakao dari Indonesia ke sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel terikat
Amerika Serikat akan meningkat sebesar 0,391 yaitu ekspor kakao dari Indonesia ke Amerika
dengan asumsi variabel produksi kakao domestik Serikat (Y) dapat dipengaruhi secara signifikan oleh
variabel bebas yaitu produksi kakao domestik (X1),

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 27 No. 1 Oktober 2015| 6


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
harga kakao internasional (X2), dan nilai tukar Hasil uji t menunjukkan bahwa masing-masing
Rupiah terhadap US Dollar (X3). variabel bebas
3. Uji Parsial (Uji t) memilikihubunganpositifdenganpengaruh yang
Uji parsial atau Uji t digunakan untuk signifikan dan tidak signifikan. Hasil pengujian
mengetahui apakah masing-masing variabel bebas hipotesis secara parsial (Uji t) menunjukkan
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap terdapat pengaruh yang signifikan antara produksi
variabel terikat. Uji t antara variabel X1 (produksi kakao domestik terhadap ekspor kakao Indonesia ke
kakao domestik) dengan Y (ekspor kakao dari Amerika Serikat dengan nilai taraf signifikan yang
Indonesia ke Amerika Serikat) menunjukkan t dihasilkan sebesar 0,003harga kakao internasional
hitung = 3,145. Sedangkan t tabel (α = 0.05 ; db terhadap ekspor kakao Indonesia ke Amerika
residual = 44) adalah sebesar 2,015. Karena t hitung Serikat yang lebih kecil dari taraf signifikan yang
> t tabel yaitu 3,145 > 2,015 atau nilai sig t (0,003) disyaratkan yaitu sebesar 0,05. Sedangkan nilai
< α = 0.05 maka pengaruh X1 (produksi kakao tukar Rupiah terhadap US Dollar terhadap ekspor
domestik) terhadap Y (ekspor kakao dari Indonesia kakao Indonesia ke Amerika Serikat terdapat
ke Amerika Serikat) adalah signifikan. pengaruh yang tidak signifikan dengan nilai taraf
Uji t antara variabel X2 (harga kakao signifikan yang dihasilkan sebesar 0,325 lebih besar
internasional) dengan Y (ekspor kakao dari dari taraf signifikan yang disyaratkan yaitu sebesar
Indonesia ke Amerika Serikat) menunjukkan t 0,05.
hitung = 3,025. Sedangkan t tabel (α = 0.05 ; db
residual = 44) adalah sebesar 2,015. Karena t hitung B. Saran
> t tabel yaitu 3,025 > 2,015 atau nilai sig t (0,004) Berdasarkan kesimpulan tersebut, peneliti
< α = 0.05 maka pengaruh X2 (harga kakao mengungkapkan beberapa saran yang diharapkan
internasional) terhadap Y (ekspor kakao dari dapat bermanfaat bagi eksportir kakao Indonesia,
Indonesia ke Amerika Serikat) adalah signifikan perusahaan maupun bagi pihak-pihak lain, yaitu
pada alpha 5%. diharapkan kepada pihak eksportir kakao baik
Uji t antara variabel X3 (nilai tukar Rupiah perusahaan swasta maupun milik pemerintah dapat
terhadap US Dollar) dengan Y (ekspor kakao dari mempertahankan serta meningkatkan mutu dari
Indonesia ke Amerika Serikat) menunjukkan t produksi kakao domestik, karena variabel produksi
hitung = 0,325. Sedangkan t tabel (α = 0.05 ; db kakao domestik mempunyai pengaruh yang
residual = 44) adalah sebesar 2,015. Karena t hitung dominan dalam mempengaruhi ekspor kakao,
< t tabel yaitu 0,325 < 2,015 atau nilai sig t (0, 746) diantaranya yaitu dengan peningkatan luas lahan
> α = 0.05 maka pengaruh X3 (nilai tukar Rupiah untuk penanam kakao serta penambahan mutu dan
terhadap US Dollar) terhadap Y (ekspor kakao dari kualitas dalam pengolahan biji kakao secara
Indonesia ke Amerika Serikat) adalah tidak konsisten sehingga volume ekspor kakao akan
signifikan pada alpha 5%. meningkat.

KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA


A. Kesimpulan
Apridar. 2012. Ekonomi Internasional. Yogyakarta:
Terdapat pengaruh bersama antara produksi
Graha Ilmu.
kakao domestik, harga kakao internasional, dan
nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar terhadap Assauri, Sofjan. 2004. Manajemen Produksi dan
ekspor kakao Indonesia ke Amerika Serikat dari Operasi. Edisi Revisi. Jakarta: Lembaga
hasil pengujian hipotesis secara simultan (Uji F). Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas
Hal ini ditunjukkan oleh nilai taraf signifikan yang Indonesia.
dihasilkan sebesar 0,000 lebih kecil dari taraf Deliarnov. 1995. Teori Ekonomi Mikro I. Jakarta:
signifikan yang disyaratkan yaitu sebesar 0,05. Rajawali.
Variabel produksi kakao domestik, harga kakao
internasional, dan nilai tukar Rupiah terhadap US Firdaus, Muhammad. 2011. Ekonometrika Suatu
Dollar memiliki pengaruh sebesar 38,1% terhadap Pendekatan Aplikatif. Edisi Kedua. Jakarta:
perubahan ekspor kakao Indonesia ke Amerika Bumi Aksara.
Serikat. Hal ini ditunjukkan oleh hasil dari Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis
pengujian koefisien determinasi (R2) yang memiliki Multivariate dengan Program SPSS.
hasil sebesar 0,381. Semarang: Badan Penerbit Universitas
Diponegoro.

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 27 No. 1 Oktober 2015| 7


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Ghozali, Imam. 2009. Aplikasi Analisis Saputra, Yulianto D. 2014. Teknik Budidaya Kakao.
Multivariate Dengan Program SPSS. Yogyakarta: Trans Idea Publishing.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Soviandre, Edo. 2014. Faktor-faktor yang
Diponegoro. Mempengaruhi Volume Ekspor Kakao dari
Goenadi, D.H., J.B. Baon, S. Abdullah, Herman dan Indonesia ke Amerika Serikat. Malang:
A. Purwoto. 2007. Prospek dan Arah Universitas Brawijaya.
Pengembangan Agribisnis Kakao. Jakarta: Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis.
Badan Penelitian dan Pengembangan Bandung: Alfabeta.
Pertanian, Departemen Pertanian.
Sukardi, Paulus dan Evi Thelia Sari. 2007. Bisnis
Gujarati, N Damodar. 2001. Ekonometrika Dasar. Internasional Sebuah Perspektif
Cetakan keenam. Jakarta: Erlangga. Kewirausahaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Hady, Hamdy. 2004. Ekonomi Internasional Buku Sukirno, Sadono. 1994. Makroekonomi Modern.
Dua Edisi Revisi. Jakarta: Ghalia Indonesia. Jakarta: Raja Grafinda Persada.
Hamdani. 2012. Ekspor Impor Tingkat Dasar Level
Yuliadi, Imamudin. 2009. Ekonometrika Terapan.
Satu. Jakarta: Bushindo. Yogyakarta: Unit Penerbitan Fakultas Ekonomi
Januar, Ika Prasasti. 2014. Pengaruh Produksi (UPFE).
Domestik, Harga Internasional, dan Nilai William, J.Stanton. 2004. Prinsip-prinsip
Tukar terhadap Ekspor Minyak Kelapa Sawit Pemasaran. Jakarta: Erlangga.
Indonesia. Malang: Universitas Brawijaya.
Komalasari, Irma. 2009. Analisis Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Penawaran Ekspor Biji
Kakao Indonesia. Bogor: Institut Pertanian
Bogor.
Kotler, Philip. 2001. Dasar-dasar Pemasaran. Edisi
Kesembilan. Jakarta: PT. Indeks.
Lindert, Peter. 1994. Ekonomi Internasional.
Jakarta: Bumi Aksara.
Lipsey, G. R. 1995. Pengantar Mikro Ekonomi. Jilid
I. Binarupa Aksara, Jakarta.
Marius, Angipora. 1999. Dasar-dasar Pemasaran.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Rosyidi, Suherman. 2009. Pengantar Teori
Ekonomi: Pendekatan Kepada Teori Ekonomi
Mikro dan Makro. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
Pambudi, Archibald Damar. 2011. Analisis Faktor-
faktor yang Mempengaruhi Ekspor Biji Kakao
Indonesia ke Malaysia dan Singapura.
Semarang: Universitas Diponegoro
Pracoyo, Kuwaningsih. Antor. 2006. Aspek Dasar
Ekonomi Mikro. Jakarta: PT. Grasindo.
Salvatore, Dominick. 1995. Ekonomi Internasional
Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga.
Salvatore. 1997. Ekonomi Internasional. Jakarta:
Erlangga.
Samuelson, P.A. 1996. Makro Ekonomi. Edisi
Keempatbelas. Jakarta: PT. Erlangga.

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 27 No. 1 Oktober 2015| 8


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id