Você está na página 1de 7

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERTAMBANGAN MINERAL DAN

BATUAN DI KECAMATAN BANAWA KABUPATEN DONGGALA


Hambali
hambalibanawa@yahoo.co.id
Mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Publik Pascasarjana Universitas Tadulako

Abstract
The purpose of this study is: To know and analyze the implementation of of mineral and coal
mining policy are not optimal. The The main theory William Dunn policies used as reference the
theory of Van Meter and Van Horn examines the six aspects that is standards and policy goals,
resources, characteristics of the executing agency, the attitude tendency (disposition), Activities
Implementation & Communication across organizational, economic, social, and political. The
place of research in Banawa District of Donggala with 7 informant selected by purposive. Data
Collection by interview, observation and documentation. Data were analyzed using an interactive
model of Miles and Huberman. Based on the research result that the Implementation of Mineral
and Coal Mining in the district of Donggala Banawa general management of mining has the
potential to serve as the mining areas were comfortable and safe for the community, government
and business. However Implementation rock mining in districts of Banawa seen from six aspects
everything is not optimal, thath is (1) Standards and targeted policies that appear on the lack of
coordination or cooperation between the government and society (2) Resources are inadequate
views of human resources and infrastructure ; while the aspect (3) Communication between
organizations; which government and society have not been created through technology (4)
karkateristik implementing agencies, policy rock mining and pattern of relations with the
implementing agency of the other establishments inadequate (5) The conditions of economic,
social, and political, informants consider not optimal (6) Disposition, the basically rock mining in
the District Banawa not optimal, citizens have not changed and the positive economic
developments, since mining of rock began to grow, along with that family life has not improved.
Keywords: Implementation of Policies, Standards & Targets, Resources, Communications,
implementing agencies characteristics, economic conditions, social and political,
Disposition, Rocks Mining.

Secara normatif dasar pengelolaan harus memperhatikan pelestarian lingkungan


sumberdaya alam dalam konteks ini adalah dan izin melakukan pertambangan.
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2011 Mengikuti tahapan yang benar maka
tentang wilayah pertambangan secara benar pengelolaan sumberdaya alam tentang
antara lain harus dilakukan tahapan pertambangan mineral dan batu bara untuk
penyelidikan umum, aksporasi, studi melestarikan lingkungan dapat terwujud
kelayakan, konstruksi penambangan, sehingga tercipta pembangunan
pengelolaan atau pemurnian, pengangkutan berkesinambungan antara pengelolaan
dan penjualan serta pascatambang. Hal ini sumberdaya alam sesuai ketentuan dan dapat
diperkuat dengan Peraturan Pemerintah berjalan secara efektif dalam tataran
Nomor 24 Tahun 2012 tentang Perubahan implementasinya. Thoha menegaskan bahwa
atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun policy ( kebijakan ) adalah sebuah keputusan
2010 tentang pelaksanaan usaha pemerintah yang didasarkan atas kejadian
pertambangan Mineral dan Batu Bara bahwa yang ada di masyarakat guna kepentingan
dalam pelaksanaan usaha pertambangan masyarakat itu sendiri atau juga dapat berupa

33
34 e Jurnal Katalogis, Volume 4 Nomor 11, November 2016 hlm 33-39 ISSN: 2302-2019

upaya-upaya untuk menumbuhkan mengenai segala sesuatu masalah tertentu,


ketentraman di masyarakat. Nugroho (2004: atau bersifat negatif dalam arti merupakan
50), kebijakan publik hadir dengan tujuan keputusan pemerintah untuk tidak melakukan
tertentu yaitu untuk mengatur kehidupan sesuatu. 5) Kebijakan pemerintah setidak-
bersama untuk mencapai tujuan (visi dan tidaknya dalam arti yang positif didasarkan
misi) ersama yang telah disepakati. pada peraturan perundangan yang bersifat
Keterkaitan dengan pertambangan mengikat dan memaksa (otoritatif)
maka pemerintah daerah Kabupaten Van Metter & Van Horm (Subarsono,
Donggala mengeluarkan sebuah kebijakan 2005:100) mengemukakan implementasi
tentang pengelolaan pertambangan yang kebijakan pemerintah meliputi (a) Standar
lebih baik yaitu UU No.4 Tahun 2009 dan dan sasaran kebijakan, (b) Sumberdaya.
PERDA No. 34 Tahun 2001 Tentang Implementasi kebijakan perlu dukungan
Pengelolaan Usaha Pertambangan Daerah sumberdaya, (c) Komunikasi Organisasi,
Kabupaten Donggala yang mengatur tentang dalam banyak program implementasi sebuah
penetapan harga dasar pengenaan pajak program perlu dukungan dan koordinasi
material pertambangan batuan, pengambilan/ dengan instansi lain, (d) sikap para
pengolahan untuk keperluan lokal pelaksana. adalah mencakup struktur
(perorangan), pengambilan/pengolahan untuk birokrasi, norma-norma, dan hubungan yang
komersial. terjadi dalam birokrasi, (e) Kondisi sosial,
Secara teoritis Dye (1992:2) politik dan ekonomi. Dari pendekatan teoritis
menyebutkan kebijakan sebagai pilihan dapatlah disimpulkan bahwa proses
pemerintah untuk melakukan atau tidak implementasi kebijakan pengelolaan tambang
melakukan sesuatu (whatever government mineral dan batu bara belum terwujud, hal ini
chooses to do or not to do). Wahab (2006:13) ditunjukkan hasil observasi bahwa masih
mengatakan kebijakan sebagai suatu tindakan terdapat beberapa permasalahan antara lain:
yang mengarah pada tujuan yang diusulkan 1. Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang
oleh seseorang, kelompok atau pemerintah dikeluarkan oleh Bupati Donggala melalui
dalam lingkungan tertentu seraya mencari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral
peluang-peluang untuk mencapai tujuan atau kepada Perusahaan yang bergerak di
mewujudkan sasaran yang diinginkan. Bidang Bahan Galian Gol. C (Batu krikil)
Definisi ini dibuatnya dengan di Kecamatan Banawa belum optimal
menghubungkan pada beberapa definisi lain : dilaksanakan.
Anderson dalam Islamy (2000:202) 2. Belum terealisasi sepenuhnya hasil kajian
Kebijakan publik adalah sebagai kebijakan- izin UKL dan UPL dimana salah satunya
kebijakan yang dibangun oleh badan badan adalah penyerapan tenaga kerja khususnya
dan pejabat-pejabat pemerintah, dimana Desa-Desa yang terkena wilayahnya IUP
implikasi dari kebijakan tersebut adalah : 1) daripada perusahaan tersebut.
Kebijakan publik selalu mempunyai tujuan 3. Belum peduli dengan keluarga yang tidak
tertentu atau mempunyai tindakan-tindakan mampu khususnya di wilayah warga desa
yang berorientasi pada tujuan. 2) Kebijakan yang terkena IUP.
publik berisi tindakan-tindakan pemerintah. Jika dilihat permasalahan yang muncul
3) Kebijakan publik merupakan apa yang berkaitan dengan pengelolaan pertambangan
benar-benar dilakukan oleh pemerintah jadi mineral dan batuan, maka tampak terjadi
bukan merupakan apa yang masih perbedaan antara harapan dengan hasil
dimaksudkan untuk dilakukan. 4) Kebijakan obsevasi sehingga peneliti tertarik
publik yang diambil bisa bersifat positif melaksanakan penelitian berjudul “
dalam arti merupakan tindakan pemerintah Implementasi Kebijakan Pertambangan
Hambali, Implementasi Kebijakan Pertambangan Mineral Dan Batuan Di Kecamatan ………………………………….35

Mineral dan Batuan di Kecamatan Banawa tambang mineral dan batuan di


Kabupaten Donggala”. Kecamatan Banawa Kabupaten
Berdasarkan latar belakang masalah Donggala.
yang telah diuraikan, maka rumusan masalah b. Sumber Daya dalam penelitian ini
yang akan dikemukakan dalam penelitian ini adalah daya dukung seperti sumber
adalah: “ Bagaimana Implementasi kebijakan daya manusia, sarana prasarana serta
pertambangan Mineral dan Batuan di dukungan dana dalam implementasi
Wilayah Kecamatan Banawa Kabupaten kebijakan pengelolaan tambang mineral
Donggala belum optimal?. Untuk menjawab dan batu bara di Kecamatan Banawa
permasalahan ini maka peneliti menggunakan Kabupaten Donggala.
berbagai konsep dan teori yang dikemukakan c. Hubungan antar Organisasi dalam
oleh para ahli. Adapun tujuan penelitian penelitian ini bentuk koordinasi yang
untuk mengetahui Implementasi kebijakan terlaksana dalam implementasi
pertambangan Mineral dan Batuan di kebijakan pertambangan mineral dan
Wilayah Kecamatan Banawa Kabupaten batu bara di Kecamatan Banawa
Donggala. Manfaat Penelitian, dari aspek Kabupaten Donggala.
keilmuan atau teoritis, penelitian ini dapat d. Karakteristik agen pelaksana yang
menambah khasanah serta kajian konsep dan dimaksud dalam penelitian ini adalah
teori-teori yang berkaitan dengan ilmu mcakup strukutr birokrasi, dan
administrasi publik khususnya kajian tentang mekanisme kerja dalam implementasi
implementasi kebijakan publik. Aspek kebijakan pengelolaan pertambangan
terapan atau praktis, penelitian ini diharapkan mineral dan batu bara di Kecmatan
dapat memberi kontribusi pada pemerintah Banawa Kabupten Donggala.
yang mempunyai kewenangan dalam e. Kondisi Sosial, Politik, dan Ekonomi
pengelolaan pertambangan mineral dan yang dimaksud dalam penelitian ini
batuan di Wilayah Kecamatan Banawa adalah sumber daya ekonomi dan
Kabupaten Donggala. lingkungan budaya dalam implementasi
kebijakan pengelolaan pertambangan
METODE mineral dan batu bara di Kecamatan
Banawa Kabupaten Donggala.
1. Jenis penelitian kulitatif dengan f. Disposisi implementor yang
pendekatan deskriptif. dimaksudkan dalam penelitian ini
2. Lokasi Penelitian ini dilaksanakan pada adalah upaya atau langkah strategis
Kecamatan Banawa Kabupatrn Donggala yang dilaksanakan Dinas Pertambangan
Provinsi Sulawesi Tengah. dan Sumber Daya Energi dalam
3. Sumber data dalam penelitian ini adalah implementasi pengelolaan
sumber data primer dan sekunder. pertambangan mineral dan batu bara di
4. Fokus dan deskripsi fokus: Untuk Kecamatan Banawa Kabupaten
mengetahui implementasi kebijakan Donggala.
pengelolaan tambang mineral dan batu 5. Instrumen Penelitian
bara, maka peneliti menggunakan teori Penelitian yang akan dilakukan tersebut
Van Metter dan Van Horn yaitu: menggunakan instrument penelitian
a. Standard Sasaran kebijakan yang berupa: (1) Pedoman Wawancara, (3)
dimaksud dalam penelitian ini adalah Pedoman observasi, (3) Catatan
regulasi yang digunakan dan sasaran Dokumentasi. Instrumen penelitian yang
kebijakan dari regulasi dalam tidak kalah pentingnya dalam penelitian
implementasi kebijakan pengelolaan
36 e Jurnal Katalogis, Volume 4 Nomor 11, November 2016 hlm 33-39 ISSN: 2302-2019

kualitatif merujuk pada kapasitas individu yaitu standar dan sasaran kebijakan, sumber
peneliti. daya, hubungan antar organisasi,
6. Tekhnik dan Prosedur Pengumpulan Data karakteristik agen pelaksana, kondisi social
Teknik dan prosedur pengumpulan data politik dan ekonomi, dan disposisi semuanya
yang dilakukan dalam penelitian ini belum optimal dilaksanakan.
adalah sebagai berikut: (a) melakukan Aspek standard sasaran kebijakan yang
wawancara, (b) melakukan observasi, dan dimaksud dalam penelitian ini adalah
(c) melakukan dokumentasi. regulasi yang digunakan dan sasaran
7. Teknik Analisa Data yang dilakukan pada kebijakan dari regulasi dalam implementasi
penelitian ini berupa analisis kualitatif, kebijakan pengelolaan tambang mineral dan
dengan langkah-langkah sebagai berikut: batuan di Kecamatan Banawa Kabupaten
reduksi data, display data, dan kesimpulan Donggala. Berdasarkan pendapat informan
atau verifikasi. tersebut di atas mengemukakan bahwa
pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 34
HASIL DAN PEMBAHASAN Tahun 2001 tentang wilayah pertambangan
sudah diimplementasikan secara benar antara
Salah satu Kecamatan yang ada di lain sudah dilakukan tahapan studi
Kabupaten Donggala memiliki potensi kelayakan, konstruksi, pengelolaan atau
sumber daya alam yang melimpah termasuk pemurnian, pengangkutan dan penjualan.
mineral dan batu bara. Oleh karena itu untuk Pascatambang, pertambangan belum sesuai
mengelola sumber daya tersebut harus standard dan sasaran yaitu penghijauan tetapi
melalui izin dengan pemerintah. sudah diprogram sesuai ketentuan yang
Sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 33 berlaku dengan melibatkan pemerintah,
ayat (3) UUD 1945, merupakan landasan swasta dan masyarakat. Namun hasil yang
konstitusional dalam melakukan pengelolaan diharapkan belum kelihatan saat ini, tetapi
dan pengusahaan mineral dan batu bara di untuk jangka panjang pihak perusahaan
Indonesia. Dalam tataran implementasinya, sudah memprogramkan dengan baik sebagai
diperlukan instrument organik agar bahan konvensasi yang sudah disepakati antara
mineral dan batuan yang terkandung di dalam pengusaha, pemerintah dan masyarakat
bumi Indonesia dapat diambil manfaatnya setempat.
untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Aspek Sumber Daya dalam penelitian
Kekayaan alam dapat bermanfaat bagi ini adalah daya dukung seperti sumber daya
masyarakat, jika terjalin kerjasama yang baik manusia, sarana prasarana serta dukungan
dari semua unsur, baik dari unsur dana dalam implementasi kebijakan
pemerintah, swasta, dan masyarakat sesuai pengelolaan tambang mineral dan batuan di
kewenangan dan kapasitas masing-masing. Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala.
Misalnya Pemerintah daerah secara khusus Hasil penelitian membuktikan bahwa
berperan sebagai fasilitator dan regulator, pelaksanaan pertambangan batuan
pihak swasta berperan sebagai pelaku berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34
objek penambang dan ujung tombak Tahun 2001 tentang wilayah pertambangan
pembangunan yang berhubungan langsung sudah diimplementasikan hanya bagi
dengan produk dan pasar. Masyarakat pengusaha mengakui bahwa tidak semua
berperan tidak saja sebagai objek tetapi juga perusahaan memiliki sumberdaya yang
sebagai subjek pengelolaan pertambangan di memadai terutama sumberdaya dana. Artinya
Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala. sumberdaya dalam perusahaan jelas sudah
Di Kabupaten Donggala hususnya tersedia dan sudah terepenuhi sesuai
kecamatan Banawa, Jika dilihat 6 aspek kebutuhan perusahaan seperti sumberdaya
Hambali, Implementasi Kebijakan Pertambangan Mineral Dan Batuan Di Kecamatan ………………………………….37

dana sudah tersedia dan sumberdaya manusia Aspek Karakteristik agen pelaksana
juga tersedia hanya saja menurut informan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah
mengakui belum semua perusahaan memiliki mcakup strukutr birokrasi, dan mekanisme
dana yang memadai karena dana yang kerja dalam implementasi kebijakan
dibutuhkan tidak kecil atau jumlahnya besar pengelolaan pertambangan mineral batuan di
baik untuk membeli peralatan terutam berat Kecmatan Banawa Kabupten Donggala.
seperti mesin, mobil pengangkut material Hasil penelitian membuktikan bahwa
(mobil dan kapal), diakui tidak mudah pelaksanaan pertambangan di Kecamatan
pengadaan apalagi mengolah pertambangan Banawa berjalan sebagaimana yang
batuan berdasarkan peraturan pemerintah no. diharapkan yaitu pelaksana kebijakan
22 Tahun 2011. Apalagi memenuhi semua memiliki karakteristik dan agen pelaksanan
hak-hak masyarakat teruma hak memperoleh pertambangan batuan diakui sudah terlaksana
kesehatan, hak pendidikan dan hak sesuai ketentuan kebijakan, hubungan dengan
kebutuhan sosial. agen pelaksana dari instansi lain sudah
Aspek Hubungan antar Organisasi lancar. Sehingga perlu mendapat dukungan
dalam penelitian ini bentuk koordinasi yang dari semua instansi yang lebih baik bahkan
terlaksana dalam implementasi kebijakan dukungan pemerintah yang lebih intens,
pertambangan mineral dan batuan di menjalin kerjasama yang lebih kuat sehingga
Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala. tidak terjadi mis koordinasi antar agen
Berdasarkan pendapat informan tersebut di pelaksana di pemerintah daerah yang selama
atas mengemukakan bahwa pelaksanaan ini mengeluarkan IUP dengan agen pelaksana
pertambangan batuan berdasarkan Peraturan di tingkat provinsi yang memiliki
Pemerintah Nomor 34 Tahun 2001 tentang kewenangan mengeluarkan IUP. Pengolahan
wilayah pertambangan sudah yang maksimal terutama tentang hak-hak
dikomunikasikan, komunikasi yang dibangun masyarakat dapat berjalan konsisten dan
sesuai ketentuan yang berlaku yaitu secara berbanding lurus antara hasil yang diperoleh
formal dan secara informail, dengan pengusaha dengan manfaat yang dirasakan
komunikasi yang baik dan lancar, maka tidak oleh masyarakat dan pendapatan daerah
ada anggota masyarakat yang melakukan setempat baik Kecamatan maupun
gerakan anti tambang terhadap perusahaan. pemerintah desa.
Sekiranya ada hal-hal yang tidak Aspek Kondisi Sosial, Politik, dan
dikomunikasikan oleh pihah perusahaan yang Ekonomi yang dimaksud dalam penelitian ini
berkaitan dengan hak-hak masyarakat, maka adalah sumber daya ekonomi dan lingkungan
sudah tentu masyarakat akan memberikan budaya dalam implementasi kebijakan
perlawanan seperti masyarakat menggugat pengelolaan pertambangan mineral batuan di
kejalan, tetapi memang diakui bahwa belum Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala.
semua perusahaan melaksanakan kewajiban Pendapat responden sebagai informan
dengan baik, hal ini disebabkan beberapa memberi penegasan penting bahwa
faktor antara lain belum semua perusahaan pengolahan pertambangan batuan oleh
menjalankan pengolahan dengan baik dan pengusaha seperti PT. Balik Papan Ready
mengkomunikasikan dengan lancar, belum Mix diharapkan mampu membuat perubahan
semua perusahaan memiliki dana yang bidang sosial politik dan ekonomi yang lebih
memadai karena dana yang dibutuhkan tidak baik dari sebelumnya sebagai konsekuensi
kecil atau jumlahnya besar baik untuk pengolahan tambang berdasarkan PP No. 34
membeli peralatan terutam alatalat berat Tahun 2001. Hal ini penting, ditegaskan
seperti mesin penggiling batu, mobil mengingat menjadi aspek penting dalam
pengangkut batu, kapal pengangkut batuan . pengolahan pertambangan batuan, karena
38 e Jurnal Katalogis, Volume 4 Nomor 11, November 2016 hlm 33-39 ISSN: 2302-2019

masyarakat dan pemerintah menghaparkan KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


pengusaha akan mampu menciptakan kondisi
masyarakat yang lebih baik dari sebelumnya, Kesimpulan
sehingga dapat direspon oleh pemerintah Kesimpulan dari keenam aspek tersebut
dalam beraktivitas sesuai ketentuan PP No. bahwa implementasi kebijakan pertambangan
34 Tahun 2001, sehingga perlu mendapat mineral batuan di Kecamatan Banawa
dukungan dari semua instansi secara Kabupaten Donggala, berada pada kategori
profesional bahkan dukungan pemerintah dan belum optimal melaksanakan pertambangan
masyarakat yang menciptakan kerjasama yang sesuai dengan ketentuan PP No. 34
yang lebih menguntungkan dan kondisi Tahun 2001. Teruji pada hasil penelitian
ekonomi yang lebih baiksebab untuk yang mengatakan bahwa ada 6 aspek yang
mewujudkan kebersamaan dalam menjadi pisau analisis sesuai teori Van Meter
mengembang hidup yang lebih damai dan dan Van Horn belum otimal dilaksanakan
harmonis, tentu jauh lebih penting daripada yaitu aspek standar dan sasaran, sumber
hanya menumpuk keuntungan dari daya, agen pelaksana, karakteristik
pengolahan batuan, manfaat yang tidak dapat pelaksana, sosial ekonomi politik dan
dinilai dengan materi adalah keharmonisan. disposisi semuanya belum otimal
Disposisi implementor yang dilaksanakan.
dimaksudkan dalam penelitian ini adalah
upaya atau langkah strategis yang Rekomendasi
dilaksanakan Dinas Pertambangan dan 1. Semua unsur terkait dapat memperhatikan
Sumber Daya Energi dalam implementasi 6 aspek yaitu standar dan sasaran, sumber
pengelolaan pertambangan mineral dan daya, agen pelaksana, karakteristik
batuan di Kecamatan Banawa Kabupaten pelaksana, sosial ekonomi politik dan
Donggala. Hasil penelitian menunjukkan disposisi
bahwa pada dasarnya implementor sudah 2. Penambang harus memperhatikan
menjalankan tugasnya dengan baik, beberapa tanggung jawabnya untuk kesejahteraan
tugas yang dijalankan adalah mengkaji masyarakat dalam mengelola tambang.
dokumen penrusahaan yang mengajukan
permohonan untuk memperoleh IUP dari UCAPAN TERIMA KASIH
kelembagaan terkait, kajian analisis
kelayakan yang dimaksud adalah AMDAL Saya menyadari sepenuhnya, bahwa
dari lembaga berkompeten. Tanpa hasil dari seluruh rangkaian kegiatan penyusunan
AMDAL yang menjadi persyaratan artikel ini tidak mungkin terlaksana apabila
pengolahan pertambangan yang sah maka tidak mendapat bantuan dari bebagai pihak.
pemohon atau inverstor tidak dapat ditolerir Sehingga menjadi kehormatan untuk saya
untuk memperoleh IUP, pihak yang mengucapkan terimah kasih kepada:
melakukan kajian AMDAL juga memiliki Pembimbing I, Bapak Dr. Nawawi Natsir.
komitmen untuk memberikan rasa tanggung M.Si dan pembimbing II, Ibu Dr. Intam
jawab yang tinggi pada kelayakan sebuah Kurnia, M.Si. Semoga semua bentuk
perusahaan dalam mengelolah pertambangan dukungan, dorongan dalam rangka penulisan
batuan di Banawa. Selanjutnya perusahaan artikel ini dapat bermanfaat dan bernilai
mengajukan permohonan atau proposal pada ibadah serta mendapat berkah dari Allah
dinas pertambangan ESDM sampai pada SWT. Amin.
pembangunan pelabuhan pemuatan material.
Hambali, Implementasi Kebijakan Pertambangan Mineral Dan Batuan Di Kecamatan ………………………………….39

DAFTAR RUJUKAN Subarsono.AG. 2005, Analisis Kebijakan


Publik, Pustaka Pelajar, Jakarta.
Dye, Thomas R.1992. Understanding Publik Wahab, Solichin Abdul, 2006. Analisis
Policy, New Jersey: Prentise Hall. Kebijaksanaan: daari Formulasi ke
Islamy, Irfan. 2000. Prinsip-Prinsip Implementasi Kebijaksanaan Negara,
Perumusan Kebijaksanaan Negara, Jakarta: Sinar Grafika.
Jakarta: Sinar Graha. Peraturan Pemerintah No.34 Tahun 2001
Riant Nugroho. 2012. Public Policy. PT.Elex Tentang Pengelolaan Usaha
Media Komputindo: Kompas Gramedia Pertambangan Mineral dan Batu Bara
Jakarta. di Kbupaten Donggala.